MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D) Topik: Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi jenis majas metafora, simile, dan repetisi serta menjelaskan makna dan fungsinya dalam larik-larik puisi.
- Murid dapat membandingkan penggunaan majas metafora, simile, dan repetisi pada dua puisi berbeda dengan menunjukkan larik-larik yang mengandung masing-masing majas tersebut.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian membaca kalimat 'hatinya membatu'? Apakah hati benar-benar berubah menjadi batu? Mengapa penyair menggunakan ungkapan seperti itu?
- Apa perbedaan antara mengatakan 'wajahnya seperti bulan' dan 'wajahnya adalah bulan'? Mana yang lebih kuat efeknya menurutmu?
- Mengapa seorang penyair mengulang-ulang kata atau frasa tertentu dalam puisinya? Apa yang ingin dicapai?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
- Guru menampilkan satu larik puisi di papan tulis, misalnya 'Hidupku bagai perahu tanpa kemudi', lalu bertanya: 'Ada yang bisa menebak majas apa ini?'
- Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan meminta murid menuliskan di secarik kertas: (1) apa yang mereka ketahui tentang majas, dan (2) sebutkan satu contoh majas yang pernah ditemui. Guru mengumpulkan jawaban untuk memetakan pemahaman awal.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan bahwa murid akan belajar mengenali dan membandingkan tiga majas penting dalam puisi.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan pengertian majas metafora (perbandingan langsung tanpa kata pembanding), simile (perbandingan menggunakan kata 'seperti', 'bagai', 'laksana'), dan repetisi (pengulangan kata/frasa untuk penekanan) dengan masing-masing dua contoh dari larik puisi.
- Murid membaca Puisi 1 (contoh: puisi karya Sapardi Djoko Damono atau puisi dari Buku Siswa) secara saksama. Guru memandu murid menandai larik-larik yang mengandung majas dengan stabilo atau garis bawah.
- Guru mengajak murid berdiskusi klasikal: 'Larik mana yang mengandung metafora? Mana simile? Mana repetisi?' Murid diminta menjelaskan alasannya.
- Guru memberikan tabel ringkasan perbedaan ketiga majas (ciri, kata penanda, fungsi estetis) yang dicatat murid di buku tulis.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok menerima dua puisi berbeda (Puisi A dan Puisi B) yang masing-masing mengandung majas metafora, simile, dan repetisi.
- Setiap kelompok mengerjakan lembar kerja: (1) mengidentifikasi larik yang mengandung majas pada masing-masing puisi, (2) menuliskan jenis majasnya, (3) menjelaskan makna majas tersebut dalam konteks puisi, dan (4) membandingkan penggunaan majas pada kedua puisi (mana yang lebih dominan, efek apa yang ditimbulkan).
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis perbandingan mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap presentasi, meluruskan miskonsepsi jika ada (misalnya murid keliru membedakan metafora dan simile).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara individu menuliskan refleksi singkat: (1) Apa perbedaan utama metafora dan simile menurut pemahamanmu sekarang? (2) Mengapa repetisi bisa membuat puisi lebih berkesan? (3) Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantumu memahami majas?
- Guru memfasilitasi dua-tiga murid untuk membacakan refleksinya, kemudian memberikan penguatan bahwa memahami majas membantu mereka menjadi pembaca puisi yang lebih kritis dan penulis puisi yang lebih ekspresif.
- Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya tentang menciptakan puisi sendiri yang mengandung majas.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan poin penting: definisi dan perbedaan metafora, simile, dan repetisi serta fungsinya dalam puisi.
- Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat (3 soal): murid menentukan jenis majas dari tiga larik puisi yang ditampilkan dan menjelaskan maknanya secara singkat.
- Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi murid dan menutup pelajaran dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat lembar kerja dengan petunjuk tambahan berupa kata kunci penanda majas yang di-highlight. Murid mahir mendapat puisi dengan majas yang lebih kompleks dan implisit.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dengan bimbingan langsung guru saat kerja kelompok. Murid mahir diberi tantangan tambahan untuk menemukan majas lain di luar tiga jenis utama.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup mengidentifikasi dan menamai majas. Murid mahir diminta menjelaskan efek estetis dan emosional dari majas yang ditemukan serta membuat perbandingan tertulis yang lebih mendalam.
ASESMENAwal:- Murid menuliskan di secarik kertas: (1) pengertian majas menurut pemahaman mereka, dan (2) satu contoh majas yang pernah ditemui dalam bacaan atau kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan hasil ini untuk memetakan tingkat pemahaman awal dan menyesuaikan penjelasan.
Proses:- Guru mengamati keaktifan dan ketepatan jawaban murid saat diskusi klasikal menandai majas dalam puisi.
- Guru memeriksa lembar kerja kelompok: apakah murid tepat mengidentifikasi jenis majas, menjelaskan makna, dan membandingkan penggunaan majas pada dua puisi.
- Guru mencatat kemampuan murid mempresentasikan hasil analisis dengan jelas dan merespons pertanyaan teman.
Akhir:- Kuis individu berisi tiga larik puisi; murid menentukan jenis majas (metafora/simile/repetisi) dan menjelaskan makna serta fungsinya secara singkat. Penilaian menggunakan rubrik empat level.
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi klasikal saat tahap Memahami.
- Penilaian lembar kerja kelompok (identifikasi dan perbandingan majas) saat tahap Mengaplikasi.
- Penilaian presentasi kelompok (ketepatan identifikasi, kejelasan penjelasan makna majas).
Sumatif:- Kuis individu di akhir pembelajaran: murid menentukan jenis majas dari tiga larik puisi dan menjelaskan maknanya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Jenis Majas | Tidak dapat menentukan jenis majas dari larik puisi yang diberikan atau seluruh jawaban salah. | Dapat menentukan 1 dari 3 jenis majas dengan benar, tetapi masih keliru pada dua lainnya. | Dapat menentukan 2 dari 3 jenis majas dengan benar dan memberikan alasan sederhana. | Dapat menentukan ketiga jenis majas dengan benar dan menyebutkan ciri penanda yang tepat untuk masing-masing. | | Menjelaskan Makna dan Fungsi Majas | Tidak dapat menjelaskan makna majas atau penjelasan tidak relevan dengan konteks puisi. | Menjelaskan makna majas secara harfiah tanpa mengaitkan dengan konteks atau pesan puisi. | Menjelaskan makna majas dengan mengaitkan pada konteks puisi, tetapi belum menjelaskan fungsi estetisnya. | Menjelaskan makna majas secara tepat dalam konteks puisi dan mendeskripsikan fungsi estetis atau emosional yang ditimbulkan. | | Membandingkan Penggunaan Majas pada Dua Puisi | Tidak dapat menunjukkan larik yang mengandung majas pada kedua puisi atau tidak melakukan perbandingan. | Menunjukkan larik bermajas pada satu puisi saja atau perbandingan sangat terbatas (hanya menyebut ada/tidak ada). | Menunjukkan larik bermajas pada kedua puisi dan membuat perbandingan sederhana (misalnya puisi A lebih banyak metafora, puisi B lebih banyak repetisi). | Menunjukkan larik bermajas pada kedua puisi secara lengkap, membandingkan dominasi majas, dan menganalisis efek perbedaan tersebut terhadap suasana atau pesan puisi. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid mampu membedakan metafora dan simile tanpa kebingungan? Bagian mana yang perlu penjelasan ulang?
- Apakah alokasi waktu untuk kerja kelompok dan presentasi sudah proporsional?
- Strategi diferensiasi mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa perbedaan utama antara majas metafora dan simile yang sekarang aku pahami?
- Bagian kegiatan mana yang paling membantuku memahami majas dalam puisi?
- Apa yang masih membingungkan dan bagaimana aku akan mencari tahu jawabannya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2024), Bab 5: Menciptakan Puisi — Mengungkapkan Isi Hati.
- Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2024), Bab 5.
- Dua teks puisi cetak (disiapkan guru) yang mengandung majas metafora, simile, dan repetisi untuk bahan analisis perbandingan.
- Lembar kerja kelompok berisi tabel identifikasi dan perbandingan majas.
- Papan tulis atau slide presentasi berisi definisi, contoh, dan tabel ringkasan tiga majas.
- Kertas kecil untuk asesmen awal (diagnostik) dan kuis akhir.
|