Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengenal dan Membandingkan Majas Metafora, Simile, dan Repetisi dalam Puisi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi jenis majas metafora, simile, dan repetisi serta menjelaskan makna dan fungsinya dalam larik-larik puisi.
  2. Murid dapat membandingkan penggunaan majas metafora, simile, dan repetisi pada dua puisi berbeda dengan menunjukkan larik-larik yang mengandung masing-masing majas tersebut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca kalimat 'hatinya membatu'? Apakah hati benar-benar berubah menjadi batu? Mengapa penyair menggunakan ungkapan seperti itu?
  2. Apa perbedaan antara mengatakan 'wajahnya seperti bulan' dan 'wajahnya adalah bulan'? Mana yang lebih kuat efeknya menurutmu?
  3. Mengapa seorang penyair mengulang-ulang kata atau frasa tertentu dalam puisinya? Apa yang ingin dicapai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menampilkan satu larik puisi di papan tulis, misalnya 'Hidupku bagai perahu tanpa kemudi', lalu bertanya: 'Ada yang bisa menebak majas apa ini?'
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan meminta murid menuliskan di secarik kertas: (1) apa yang mereka ketahui tentang majas, dan (2) sebutkan satu contoh majas yang pernah ditemui. Guru mengumpulkan jawaban untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan bahwa murid akan belajar mengenali dan membandingkan tiga majas penting dalam puisi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian majas metafora (perbandingan langsung tanpa kata pembanding), simile (perbandingan menggunakan kata 'seperti', 'bagai', 'laksana'), dan repetisi (pengulangan kata/frasa untuk penekanan) dengan masing-masing dua contoh dari larik puisi.
  • Murid membaca Puisi 1 (contoh: puisi karya Sapardi Djoko Damono atau puisi dari Buku Siswa) secara saksama. Guru memandu murid menandai larik-larik yang mengandung majas dengan stabilo atau garis bawah.
  • Guru mengajak murid berdiskusi klasikal: 'Larik mana yang mengandung metafora? Mana simile? Mana repetisi?' Murid diminta menjelaskan alasannya.
  • Guru memberikan tabel ringkasan perbedaan ketiga majas (ciri, kata penanda, fungsi estetis) yang dicatat murid di buku tulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok menerima dua puisi berbeda (Puisi A dan Puisi B) yang masing-masing mengandung majas metafora, simile, dan repetisi.
  • Setiap kelompok mengerjakan lembar kerja: (1) mengidentifikasi larik yang mengandung majas pada masing-masing puisi, (2) menuliskan jenis majasnya, (3) menjelaskan makna majas tersebut dalam konteks puisi, dan (4) membandingkan penggunaan majas pada kedua puisi (mana yang lebih dominan, efek apa yang ditimbulkan).
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis perbandingan mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap presentasi, meluruskan miskonsepsi jika ada (misalnya murid keliru membedakan metafora dan simile).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat: (1) Apa perbedaan utama metafora dan simile menurut pemahamanmu sekarang? (2) Mengapa repetisi bisa membuat puisi lebih berkesan? (3) Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantumu memahami majas?
  • Guru memfasilitasi dua-tiga murid untuk membacakan refleksinya, kemudian memberikan penguatan bahwa memahami majas membantu mereka menjadi pembaca puisi yang lebih kritis dan penulis puisi yang lebih ekspresif.
  • Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya tentang menciptakan puisi sendiri yang mengandung majas.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin penting: definisi dan perbedaan metafora, simile, dan repetisi serta fungsinya dalam puisi.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat (3 soal): murid menentukan jenis majas dari tiga larik puisi yang ditampilkan dan menjelaskan maknanya secara singkat.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi murid dan menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat lembar kerja dengan petunjuk tambahan berupa kata kunci penanda majas yang di-highlight. Murid mahir mendapat puisi dengan majas yang lebih kompleks dan implisit.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dengan bimbingan langsung guru saat kerja kelompok. Murid mahir diberi tantangan tambahan untuk menemukan majas lain di luar tiga jenis utama.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup mengidentifikasi dan menamai majas. Murid mahir diminta menjelaskan efek estetis dan emosional dari majas yang ditemukan serta membuat perbandingan tertulis yang lebih mendalam.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di secarik kertas: (1) pengertian majas menurut pemahaman mereka, dan (2) satu contoh majas yang pernah ditemui dalam bacaan atau kehidupan sehari-hari. Guru menggunakan hasil ini untuk memetakan tingkat pemahaman awal dan menyesuaikan penjelasan.

Proses:

  • Guru mengamati keaktifan dan ketepatan jawaban murid saat diskusi klasikal menandai majas dalam puisi.
  • Guru memeriksa lembar kerja kelompok: apakah murid tepat mengidentifikasi jenis majas, menjelaskan makna, dan membandingkan penggunaan majas pada dua puisi.
  • Guru mencatat kemampuan murid mempresentasikan hasil analisis dengan jelas dan merespons pertanyaan teman.

Akhir:

  • Kuis individu berisi tiga larik puisi; murid menentukan jenis majas (metafora/simile/repetisi) dan menjelaskan makna serta fungsinya secara singkat. Penilaian menggunakan rubrik empat level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi klasikal saat tahap Memahami.
  • Penilaian lembar kerja kelompok (identifikasi dan perbandingan majas) saat tahap Mengaplikasi.
  • Penilaian presentasi kelompok (ketepatan identifikasi, kejelasan penjelasan makna majas).

Sumatif:

  • Kuis individu di akhir pembelajaran: murid menentukan jenis majas dari tiga larik puisi dan menjelaskan maknanya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Jenis MajasTidak dapat menentukan jenis majas dari larik puisi yang diberikan atau seluruh jawaban salah.Dapat menentukan 1 dari 3 jenis majas dengan benar, tetapi masih keliru pada dua lainnya.Dapat menentukan 2 dari 3 jenis majas dengan benar dan memberikan alasan sederhana.Dapat menentukan ketiga jenis majas dengan benar dan menyebutkan ciri penanda yang tepat untuk masing-masing.
Menjelaskan Makna dan Fungsi MajasTidak dapat menjelaskan makna majas atau penjelasan tidak relevan dengan konteks puisi.Menjelaskan makna majas secara harfiah tanpa mengaitkan dengan konteks atau pesan puisi.Menjelaskan makna majas dengan mengaitkan pada konteks puisi, tetapi belum menjelaskan fungsi estetisnya.Menjelaskan makna majas secara tepat dalam konteks puisi dan mendeskripsikan fungsi estetis atau emosional yang ditimbulkan.
Membandingkan Penggunaan Majas pada Dua PuisiTidak dapat menunjukkan larik yang mengandung majas pada kedua puisi atau tidak melakukan perbandingan.Menunjukkan larik bermajas pada satu puisi saja atau perbandingan sangat terbatas (hanya menyebut ada/tidak ada).Menunjukkan larik bermajas pada kedua puisi dan membuat perbandingan sederhana (misalnya puisi A lebih banyak metafora, puisi B lebih banyak repetisi).Menunjukkan larik bermajas pada kedua puisi secara lengkap, membandingkan dominasi majas, dan menganalisis efek perbedaan tersebut terhadap suasana atau pesan puisi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu membedakan metafora dan simile tanpa kebingungan? Bagian mana yang perlu penjelasan ulang?
  • Apakah alokasi waktu untuk kerja kelompok dan presentasi sudah proporsional?
  • Strategi diferensiasi mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa perbedaan utama antara majas metafora dan simile yang sekarang aku pahami?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantuku memahami majas dalam puisi?
  • Apa yang masih membingungkan dan bagaimana aku akan mencari tahu jawabannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2024), Bab 5: Menciptakan Puisi — Mengungkapkan Isi Hati.
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2024), Bab 5.
  3. Dua teks puisi cetak (disiapkan guru) yang mengandung majas metafora, simile, dan repetisi untuk bahan analisis perbandingan.
  4. Lembar kerja kelompok berisi tabel identifikasi dan perbandingan majas.
  5. Papan tulis atau slide presentasi berisi definisi, contoh, dan tabel ringkasan tiga majas.
  6. Kertas kecil untuk asesmen awal (diagnostik) dan kuis akhir.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.