Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Merancang Konsep Iklan: Menentukan Tujuan, Sasaran, dan Pesan Iklan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Merancang Konsep Iklan: Menentukan Tujuan, Sasaran, dan Pesan Iklan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Merancang Konsep Iklan: Menentukan Tujuan, Sasaran, dan Pesan Iklan

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Merancang Konsep Iklan: Menentukan Tujuan, Sasaran, dan Pesan Iklan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMerancang Konsep Iklan: Menentukan Tujuan, Sasaran, dan Pesan Iklan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang konsep iklan dengan menentukan tujuan iklan, sasaran pembaca/penonton, dan pesan utama yang ingin disampaikan secara logis dan kritis.
  2. Murid dapat mempresentasikan rancangan konsep iklan secara lisan kepada teman sebaya untuk mendapatkan masukan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat iklan yang langsung membuatmu ingin membeli atau mencoba sesuatu? Apa yang membuat iklan itu begitu menarik bagimu?
  2. Kalau kamu ingin menjual produk buatanmu sendiri, siapa orang-orang yang paling ingin kamu ajak bicara, dan bagaimana cara kamu meyakinkan mereka?
  3. Menurutmu, apakah semua orang cocok menjadi sasaran sebuah iklan? Mengapa sebuah iklan perlu menyasar kelompok tertentu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menampilkan dua contoh iklan (satu iklan produk makanan remaja dan satu iklan layanan masyarakat) melalui proyektor atau gambar cetak, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu melihat iklan yang langsung membuatmu ingin mencoba sesuatu? Apa yang membuatnya menarik?'
  • Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan sticky note atau meminta murid menuliskan di buku catatan — 'Menurutmu, apa tiga hal paling penting yang harus ada dalam sebuah iklan?' Guru mengumpulkan respons secara cepat untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merancang konsep iklan dan mempresentasikannya kepada teman sebaya.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan selama 80 menit ke depan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati kembali dua contoh iklan di depan kelas. Murid diminta mengidentifikasi secara berpasangan: (1) Apa tujuan iklan ini dibuat? (2) Siapa sasaran yang dituju? (3) Pesan apa yang ingin disampaikan?
  • Pasangan menyampaikan hasil pengamatan mereka secara singkat (1-2 menit per pasangan, dipilih 2-3 pasangan secara acak). Guru mencatat poin-poin kunci di papan tulis.
  • Guru memberikan mini-penjelasan (5 menit) tentang tiga komponen konsep iklan: Tujuan Iklan (menginformasikan, membujuk, mengingatkan), Sasaran Pembaca/Penonton (segmentasi berdasarkan usia, minat, kebutuhan), dan Pesan Utama (inti yang ingin disampaikan dalam satu kalimat kuat). Penjelasan dikaitkan langsung dengan contoh iklan yang baru saja diamati.
  • Murid mencatat tiga komponen tersebut dengan kata-kata mereka sendiri di buku catatan sebagai bentuk pemahaman berkesadaran.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang. Setiap kelompok mendapatkan satu 'kartu produk' yang berisi nama produk/layanan sederhana (contoh: jus buah segar buatan sendiri, les matematika online, kampanye hemat air di sekolah, bazar kelas). Guru menyiapkan minimal 6 variasi kartu produk.
  • Setiap kelompok mengisi 'Lembar Rancangan Konsep Iklan' yang memuat kolom: (a) Nama Produk/Layanan, (b) Tujuan Iklan — pilih dan jelaskan alasannya, (c) Sasaran Pembaca/Penonton — deskripsikan secara spesifik siapa mereka, (d) Pesan Utama — tuliskan dalam satu kalimat yang kuat dan meyakinkan.
  • Kelompok berdiskusi dan mengisi lembar rancangan bersama (±15 menit). Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan pancingan bila kelompok mengalami kebuntuan: 'Kalau produk ini dijual di sekolah kalian, siapa yang paling mungkin tertarik membelinya?' atau 'Apa satu hal paling unik dari produk ini yang ingin kalian ceritakan?'
  • Setiap kelompok menyiapkan presentasi lisan singkat (2-3 menit) untuk menyampaikan rancangan konsep iklan mereka kepada kelompok lain. Presenter ditentukan oleh kelompok sendiri.
  • Sesi presentasi dan umpan balik teman sebaya (peer feedback): Setiap kelompok tampil bergantian. Setelah presentasi, dua kelompok lain memberikan satu komentar positif dan satu saran perbaikan menggunakan kartu umpan balik yang disediakan guru. Guru memfasilitasi agar suasana tetap saling menghargai dan konstruktif.
  • Asesmen proses: Guru menggunakan lembar observasi untuk mencatat kualitas rancangan konsep (logis/kritis) dan kemampuan presentasi lisan setiap kelompok selama sesi berlangsung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru mengajak diskusi kelas singkat: 'Dari masukan yang kalian terima, bagian mana dari rancangan konsep iklan kalian yang paling perlu diperbaiki? Mengapa?'
  • Setiap murid secara mandiri menulis di buku catatan: (a) Satu hal yang paling mereka pahami dari kegiatan hari ini tentang merancang konsep iklan, dan (b) Satu hal yang masih membingungkan atau ingin mereka pelajari lebih lanjut.
  • Guru meminta 2-3 murid berbagi refleksi mereka secara sukarela, lalu merangkum poin-poin kunci yang muncul untuk menjembatani ke pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan tiga komponen utama konsep iklan: tujuan, sasaran, dan pesan utama.
  • Asesmen akhir singkat: Guru meminta setiap murid secara individu menuliskan satu rancangan konsep iklan mini (produk bebas pilihan sendiri) dalam 3-5 menit di buku catatan — mencakup tujuan, sasaran, dan pesan utama. Ini dikumpulkan sebagai bukti hasil belajar pertemuan ini.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kreativitas murid dalam kegiatan hari ini.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya (menulis kalimat persuasif dan imperatif dalam iklan) agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep dapat diberikan kartu produk yang lebih familiar dan sederhana (misalnya: makanan kantin sekolah), disertai contoh lembar rancangan yang sudah diisi sebagian sebagai scaffolding. Murid yang sudah mahir dapat diberikan kartu produk dengan konteks lebih kompleks (misalnya: aplikasi belajar daring, kampanye sosial lingkungan) yang menuntut analisis sasaran lebih mendalam.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra dikelompokkan bersama teman yang lebih percaya diri dan dapat menggunakan panduan pertanyaan terstruktur ('Produk ini untuk siapa? Usia berapa? Masalah apa yang dipecahkan?'). Murid yang cepat dapat diminta mengembangkan dua versi pesan utama untuk sasaran yang berbeda dan membandingkan efektivitasnya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi lembar rancangan konsep iklan dengan tiga komponen dasar. Murid yang sudah berkembang dapat menambahkan kolom 'Media yang akan digunakan' dan alasan pemilihannya, sehingga rancangan konsep mereka lebih lengkap dan siap untuk dikembangkan menjadi iklan utuh di pertemuan berikutnya.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di sticky note atau buku catatan: 'Menurutmu, apa tiga hal paling penting yang harus ada dalam sebuah iklan?' Guru membaca respons secara cepat untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan penekanan penjelasan.

Proses:

  • Guru menggunakan lembar observasi sederhana (checklist) saat murid berdiskusi kelompok dan presentasi: (1) Apakah murid mengidentifikasi tujuan iklan dengan tepat? (2) Apakah sasaran pembaca/penonton dideskripsikan secara spesifik? (3) Apakah pesan utama dirumuskan dalam satu kalimat yang kuat dan relevan? (4) Apakah murid menyampaikan rancangan secara jelas dan percaya diri saat presentasi?
  • Kartu umpan balik teman sebaya dikumpulkan guru untuk menilai kemampuan murid memberikan masukan yang konstruktif dan relevan.

Akhir:

  • Murid secara individu menulis rancangan konsep iklan mini (produk bebas pilihan sendiri) dalam 3-5 menit, mencakup: (a) Nama produk/layanan, (b) Tujuan iklan beserta alasan, (c) Sasaran pembaca/penonton yang spesifik, (d) Pesan utama dalam satu kalimat. Hasil tulisan dikumpulkan dan dinilai guru menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi berpasangan (tahap Memahami): apakah murid dapat mengidentifikasi tujuan, sasaran, dan pesan iklan dari contoh yang diberikan.
  • Pemantauan pengisian Lembar Rancangan Konsep Iklan kelompok: guru menilai logika dan ketepatan penentuan tujuan, sasaran, dan pesan utama.
  • Kartu umpan balik teman sebaya (peer feedback card): mencatat kualitas masukan yang diberikan antarteman sebagai indikator pemahaman konsep.
  • Observasi presentasi lisan: kualitas penyampaian rancangan konsep iklan secara lisan kepada teman sebaya.

Sumatif:

  • Tulisan mandiri akhir pertemuan: rancangan konsep iklan mini individual yang memuat tujuan iklan, sasaran pembaca/penonton, dan pesan utama — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan Tujuan IklanBelum dapat menentukan tujuan iklan, atau tujuan yang ditulis tidak relevan dengan produk/layanan yang dipilih.Menentukan tujuan iklan secara umum (misalnya hanya menulis 'supaya laku') tanpa menjelaskan jenis tujuan (menginformasikan, membujuk, atau mengingatkan) dan alasannya.Menentukan tujuan iklan dengan tepat (menginformasikan, membujuk, atau mengingatkan) dan memberikan alasan yang cukup logis sesuai produk/layanan.Menentukan tujuan iklan dengan tepat, memberikan alasan yang logis dan kritis, serta menjelaskan mengapa tujuan tersebut paling sesuai untuk produk/layanan dan sasaran yang dituju.
Menentukan Sasaran Pembaca/PenontonBelum dapat mendeskripsikan sasaran, atau menyebutkan sasaran terlalu luas tanpa spesifikasi (misalnya hanya 'semua orang').Menyebutkan sasaran secara umum (misalnya 'anak-anak' atau 'ibu rumah tangga') tanpa detail karakteristik yang memadai.Mendeskripsikan sasaran dengan cukup spesifik, menyebutkan minimal dua karakteristik (misalnya usia dan minat atau kebutuhan).Mendeskripsikan sasaran secara spesifik dan kritis, menyebutkan tiga atau lebih karakteristik yang relevan (usia, minat, kebutuhan, perilaku), disertai penjelasan mengapa kelompok tersebut dipilih.
Merumuskan Pesan Utama IklanBelum dapat merumuskan pesan utama, atau pesan yang ditulis tidak jelas dan tidak relevan dengan produk/layanan.Merumuskan pesan utama dalam satu kalimat, tetapi kalimat masih terlalu umum, kurang meyakinkan, atau belum mencerminkan keunggulan produk/layanan.Merumuskan pesan utama dalam satu kalimat yang jelas, relevan dengan produk/layanan, dan cukup menarik perhatian sasaran yang dituju.Merumuskan pesan utama dalam satu kalimat yang kuat, spesifik, meyakinkan, dan secara cerdas menyasar kebutuhan atau keinginan sasaran pembaca/penonton yang telah ditentukan.
Presentasi Lisan Rancangan Konsep IklanTidak menyampaikan presentasi, atau penyampaian sangat tidak jelas sehingga rancangan konsep iklan tidak dapat dipahami pendengar.Menyampaikan presentasi dengan bantuan teman atau catatan, isi penyampaian masih kurang lengkap atau kurang runtut, namun pendengar masih dapat memahami sebagian rancangan.Menyampaikan rancangan konsep iklan secara runtut dan cukup jelas, mencakup ketiga komponen (tujuan, sasaran, pesan utama), meski penyampaian masih perlu peningkatan kepercayaan diri atau kelancaran.Menyampaikan rancangan konsep iklan secara runtut, jelas, dan percaya diri; mencakup ketiga komponen dengan lengkap; mampu merespons masukan dari teman sebaya secara terbuka dan konstruktif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami perbedaan tujuan, sasaran, dan pesan iklan setelah kegiatan hari ini? Kelompok mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah contoh iklan yang digunakan relevan dan menarik bagi murid kelas 8? Perlu diganti atau ditambah?
  • Bagaimana kualitas umpan balik teman sebaya yang diberikan murid? Apakah mereka sudah mampu memberikan masukan yang konstruktif dan spesifik?

Refleksi Murid:

  • Dari kegiatan hari ini, apa satu hal baru yang kamu pahami tentang cara merancang konsep iklan yang baik?
  • Saat kamu mempresentasikan rancangan iklanmu, bagian mana yang menurutmu sudah bagus dan bagian mana yang ingin kamu perbaiki?
  • Masukan dari teman mana yang paling membantu kamu? Apa yang akan kamu ubah dari rancangan konsep iklanmu berdasarkan masukan tersebut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs (Edisi Revisi) — Bab II: Menulis Iklan dan Slogan
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs (Edisi Revisi) — Bab II
  3. Contoh iklan cetak atau digital (iklan produk makanan/minuman remaja dan iklan layanan masyarakat) — disiapkan guru
  4. Kartu produk (6 variasi) berisi nama produk/layanan sebagai stimulus diskusi kelompok — dibuat guru
  5. Lembar Rancangan Konsep Iklan (lembar kerja kelompok) — dibuat guru, memuat kolom: nama produk, tujuan iklan, sasaran, pesan utama
  6. Kartu umpan balik teman sebaya (peer feedback card) — dibuat guru, memuat kolom: satu hal positif dan satu saran perbaikan
  7. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal diagnostik
  8. Papan tulis / whiteboard untuk mencatat poin diskusi kelas
  9. Proyektor atau gambar cetak contoh iklan (opsional, dapat diganti dengan tayangan di layar laptop/tablet)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.