Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Menyunting dan Mempresentasikan Teks Laporan Hasil Observasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Menyunting dan Mempresentasikan Teks Laporan Hasil Observasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Menyunting dan Mempresentasikan Teks Laporan Hasil Observasi

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menyunting dan Mempresentasikan Teks Laporan Hasil Observasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenyunting dan Mempresentasikan Teks Laporan Hasil Observasi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyunting teks laporan hasil observasi milik sendiri maupun teman mencakup aspek ketepatan tanda baca, penulisan kata asing/daerah, dan kelogisan isi.
  2. Murid dapat mempresentasikan teks laporan hasil observasi yang telah disunting di depan kelas secara kritis dan menerima tanggapan dari teman.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca tulisan yang terasa membingungkan karena ada kalimat yang tidak logis atau tanda bacanya salah? Apa yang kalian rasakan sebagai pembaca?
  2. Mengapa sebuah teks perlu disunting sebelum dipublikasikan atau dipresentasikan kepada orang lain?
  3. Bayangkan kalian adalah seorang jurnalis yang akan melaporkan hasil pengamatan di depan publik — apa yang paling penting kalian persiapkan agar laporan kalian dipercaya dan dipahami pendengar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memastikan kondisi kelas kondusif, dan memimpin doa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengingatkan bahwa pertemuan ini adalah puncak dari proses menulis teks LHO yang sudah dilakukan sejak awal bab (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan satu paragraf teks LHO pendek yang mengandung 3–4 kesalahan (tanda baca, penulisan kata asing, dan satu kalimat tidak logis). Murid diminta menandai kesalahan yang mereka temukan secara mandiri selama 3 menit, kemudian guru menggali sejauh mana murid sudah memahami konsep penyuntingan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menyunting teks LHO dan mempresentasikannya di depan kelas (2 menit).
  • Guru menyajikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi ruang 2–3 murid untuk merespons secara singkat guna membangun rasa ingin tahu (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: sesi menyunting berpasangan → presentasi kelompok → pemberian tanggapan → refleksi (1 menit).
  • Guru meminta murid menyiapkan teks LHO yang telah mereka tulis pada pertemuan sebelumnya (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan pedoman penyuntingan sederhana berupa tiga fokus: (1) ketepatan tanda baca (titik, koma, tanda kutip, huruf kapital), (2) penulisan kata asing/daerah (cetak miring sesuai kaidah PUEBI), dan (3) kelogisan isi (apakah setiap pernyataan didukung fakta dan tidak kontradiktif). Guru memberi penjelasan ringkas disertai contoh konkret dari teks yang relevan (5 menit). [Berkesadaran]
  • Guru meminta murid membaca ulang teks LHO milik sendiri selama 3 menit dengan kesadaran penuh — mereka diminta 'membaca seperti pembaca baru yang belum tahu konteksnya' untuk menemukan bagian yang mungkin membingungkan. [Berkesadaran]
  • Guru mengajukan pertanyaan pemandu: 'Apakah ada tanda baca yang hilang atau salah? Apakah ada kata asing yang belum dicetak miring? Apakah semua kalimat masuk akal dan saling mendukung?' Murid mencatat temuan awal di margin teks mereka sendiri (3 menit). [Bermakna]

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid dibagi berpasangan (teman sebangku atau ditentukan guru). Mereka saling menukar teks LHO dan menyunting teks milik pasangannya menggunakan pedoman tiga fokus yang telah dijelaskan. Penyuntingan dilakukan langsung pada lembar teks dengan memberi tanda atau catatan koreksi (10 menit). [Bermakna] [Berkesadaran]
  • Setelah menyunting teks pasangan, masing-masing murid mengembalikan teks yang sudah disunting beserta catatan koreksi kepada pemiliknya. Pemilik teks membaca catatan koreksi, mempertimbangkan masukan tersebut, dan memutuskan revisi mana yang akan diterima beserta alasannya. Guru mengingatkan bahwa menerima atau menolak masukan harus didasari alasan yang logis, bukan sekadar perasaan (5 menit). [Bermakna] [Berkesadaran]
  • Murid memperbaiki teks LHO mereka berdasarkan hasil penyuntingan (mandiri dan dari pasangan) sehingga menghasilkan versi final yang siap dipresentasikan (5 menit). [Kemandirian]
  • Guru membentuk kelompok presentasi (4–5 orang) atau mengatur urutan presentasi individual sesuai waktu yang tersedia. Setiap murid diberi waktu ±3 menit untuk mempresentasikan teks LHO final mereka di depan kelas. Saat presenter berbicara, pendengar menyimak dan menyiapkan satu tanggapan atau pertanyaan (20 menit total untuk seluruh sesi presentasi, guru mengatur giliran). [Menggembirakan] [Bermakna]
  • Setelah setiap presentasi selesai, guru membuka sesi tanggapan singkat (1–2 menit per presenter): teman memberikan satu apresiasi dan satu saran konstruktif. Presenter merespons tanggapan secara kritis dan sopan. Guru memberi contoh cara menanggapi dengan kalimat yang santun di awal sesi. [Bermakna] [Berkesadaran]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi singkat terstruktur. Murid menjawab tiga pertanyaan tertulis di buku catatan masing-masing (5 menit): (1) 'Kesalahan apa yang paling sering kalian temukan saat menyunting — baik di teks sendiri maupun teks teman?' (2) 'Tanggapan mana yang paling membantu kalian memperbaiki teks? Mengapa?' (3) 'Apa yang akan kalian lakukan berbeda saat menulis teks berikutnya berdasarkan pengalaman hari ini?' [Berkesadaran] [Bermakna]
  • 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela di depan kelas. Guru merangkum pola temuan umum (misalnya kesalahan yang banyak ditemukan) sebagai bahan pembelajaran bersama (3 menit). [Bermakna]
  • Guru mengaitkan pengalaman menyunting dan mempresentasikan hari ini dengan konteks kehidupan nyata: 'Keterampilan ini kalian butuhkan saat membuat laporan ilmiah, presentasi kelas, bahkan saat menulis di media sosial secara bertanggung jawab.' (2 menit). [Bermakna]

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: teks LHO yang baik memerlukan proses penyuntingan cermat dan penyampaian yang jelas agar informasi tersampaikan dengan tepat kepada pembaca/pendengar (3 menit).
  • Asesmen akhir: Guru mengumpulkan teks LHO versi final (setelah disunting) sebagai produk sumatif pertemuan ini. Guru juga meminta murid mengisi lembar penilaian diri singkat (self-assessment) berisi 3 pernyataan: ketepatan penyuntingan yang dilakukan, kepercayaan diri saat presentasi, dan kemampuan menerima tanggapan (2 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang kualitas penyuntingan dan presentasi hari ini — menyebut hal-hal yang sudah baik dan satu area yang perlu ditingkatkan secara kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: teks LHO final yang telah disunting dapat dipajang di mading kelas atau dijadikan portofolio murid (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan pesan motivasi singkat tentang pentingnya ketelitian dan keberanian menyampaikan gagasan, lalu memimpin doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan lembar panduan penyuntingan bergambar/checklist yang lebih rinci (misalnya: daftar tanda baca beserta contoh penggunaannya dan daftar kata asing umum beserta cara penulisannya). Murid yang sudah mahir dapat diberi teks LHO tambahan milik teman lain untuk disunting, atau diminta menyunting dengan mempertimbangkan aspek kohesi dan koherensi antar paragraf.
  • Proses: Saat sesi penyuntingan berpasangan, murid yang membutuhkan dukungan dapat dipasangkan dengan teman yang lebih terampil (peer tutoring). Guru memberikan pendampingan lebih intensif kepada pasangan yang teridentifikasi masih kesulitan dari hasil asesmen awal. Murid yang cepat selesai menyunting dapat langsung berlatih presentasi secara berpasangan sebelum giliran presentasi di depan kelas.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat mempresentasikan teks LHO dengan bantuan catatan poin-poin utama (mind map atau outline singkat). Murid yang sudah mahir ditantang untuk mempresentasikan tanpa membaca teks, hanya menggunakan poin-poin kunci, serta memberikan tanggapan analitis yang lebih mendalam kepada presenter lain.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan paragraf teks LHO pendek yang mengandung 3–4 kesalahan (tanda baca hilang/salah, kata asing tidak dicetak miring, satu kalimat tidak logis). Murid menandai kesalahan secara mandiri dalam 3 menit. Hasil digunakan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang kaidah penyuntingan sebelum sesi inti dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat murid menyunting teks pasangan: guru mencatat murid yang mampu menemukan ketiga jenis kesalahan vs. yang hanya menemukan satu jenis, sebagai dasar diferensiasi pendampingan.
  • Guru memantau kualitas tanggapan saat sesi presentasi: apakah tanggapan bersifat substantif (merujuk pada isi teks) atau sekadar umum. Guru memberi umpan balik langsung bila tanggapan perlu diperdalam.
  • Catatan refleksi tertulis murid (3 pertanyaan di tahap Merefleksi) dibaca guru sebagai umpan balik proses berpikir dan metakognisi murid.

Akhir:

  • Pengumpulan teks LHO final (versi setelah disunting) sebagai bukti produk tertulis yang dinilai menggunakan rubrik penyuntingan.
  • Penilaian performa presentasi lisan menggunakan rubrik presentasi yang mencakup aspek kejelasan penyampaian, penguasaan isi, dan kemampuan merespons tanggapan.
  • Lembar penilaian diri (self-assessment) digunakan sebagai data tambahan untuk menilai kesadaran murid terhadap proses belajarnya sendiri.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi penyuntingan berpasangan: guru berkeliling memantau ketepatan murid mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan tanda baca, penulisan kata asing/daerah, dan kelogisan isi.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat sesi tanggapan presentasi: teman memberikan apresiasi dan saran konstruktif menggunakan format tanggapan yang telah diarahkan guru.
  • Penilaian diri (self-assessment) menggunakan lembar isian 3 pernyataan di akhir pembelajaran tentang ketepatan penyuntingan, kepercayaan diri presentasi, dan kemampuan menerima tanggapan.

Sumatif:

  • Produk teks LHO versi final setelah disunting: dinilai menggunakan rubrik 4 aspek (ketepatan tanda baca, penulisan kata asing/daerah, kelogisan isi, dan kerapian penyuntingan).
  • Performa presentasi di depan kelas: dinilai menggunakan rubrik 3 aspek (kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab/merespons tanggapan, dan sikap saat menerima masukan).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Tanda Baca dalam PenyuntinganTidak menemukan atau tidak mengoreksi kesalahan tanda baca pada teks yang disunting, atau koreksi yang diberikan justru keliru.Menemukan dan mengoreksi sebagian kesalahan tanda baca (kurang dari setengah kesalahan yang ada), namun masih terdapat beberapa koreksi yang tidak tepat.Menemukan dan mengoreksi sebagian besar kesalahan tanda baca dengan tepat; hanya 1–2 kesalahan yang terlewat atau dikoreksi keliru.Menemukan dan mengoreksi seluruh atau hampir seluruh kesalahan tanda baca secara tepat sesuai kaidah PUEBI, disertai catatan koreksi yang jelas bagi penulis.
Ketepatan Penulisan Kata Asing/Daerah dalam PenyuntinganTidak mengenali atau tidak mengoreksi kesalahan penulisan kata asing/daerah; tidak mengetahui kaidah cetak miring.Mengenali beberapa kata asing/daerah yang perlu dicetak miring, namun koreksi belum konsisten atau masih ada yang terlewat.Mengoreksi sebagian besar penulisan kata asing/daerah dengan tepat sesuai kaidah cetak miring; hanya 1 kesalahan yang terlewat.Mengoreksi seluruh penulisan kata asing/daerah dengan tepat dan konsisten sesuai kaidah PUEBI, termasuk kata yang kurang lazim.
Kelogisan Isi dalam PenyuntinganTidak mampu mengidentifikasi kalimat atau paragraf yang tidak logis atau tidak sesuai fakta dalam teks yang disunting.Mengidentifikasi satu kalimat/bagian yang kurang logis, namun belum mampu menjelaskan alasan atau memberikan saran perbaikan yang tepat.Mengidentifikasi bagian yang tidak logis dan memberikan saran perbaikan yang cukup tepat; penalaran cukup jelas.Mengidentifikasi seluruh bagian yang tidak logis, memberikan saran perbaikan yang tepat dengan alasan yang kuat berdasarkan fakta dan struktur teks LHO.
Kejelasan Penyampaian dalam PresentasiPenyampaian tidak jelas, suara sangat pelan, tidak terstruktur, dan sulit dipahami pendengar.Penyampaian cukup dapat dipahami namun belum terstruktur dengan baik; suara kurang lantang atau terlalu cepat/lambat.Penyampaian jelas, terstruktur sesuai urutan teks LHO, dan suara cukup lantang; pendengar dapat mengikuti dengan baik.Penyampaian sangat jelas, terstruktur, suara lantang dan ekspresif; mampu menarik perhatian pendengar dan menyampaikan informasi secara efektif.
Kemampuan Merespons TanggapanTidak mampu atau menolak merespons tanggapan; diam atau bersikap defensif tanpa memberikan penjelasan.Merespons tanggapan secara singkat, namun belum mampu memberikan alasan yang logis atau penjelasan yang memadai.Merespons tanggapan dengan cukup logis dan sopan; mampu menerima atau menolak saran dengan alasan yang cukup jelas.Merespons tanggapan secara kritis, logis, dan santun; mampu menjelaskan alasan menerima atau menolak saran dengan argumen yang kuat dan berbasis isi teks.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pedoman penyuntingan yang saya berikan cukup operasional sehingga murid dapat menggunakannya secara mandiri selama kegiatan?
  • Seberapa efektif sesi penyuntingan berpasangan dalam membantu murid menemukan dan memperbaiki kesalahan — apakah ada pola kesalahan tertentu yang perlu saya bahas lebih dalam di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu antara sesi penyuntingan dan sesi presentasi sudah seimbang, atau perlu disesuaikan?
  • Bagaimana kualitas tanggapan yang diberikan murid saat sesi presentasi — apakah mereka sudah mampu memberikan tanggapan substantif, atau masih perlu lebih banyak latihan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini sudah cukup menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun yang sudah mahir?

Refleksi Murid:

  • Kesalahan apa yang paling sering kamu temukan saat menyunting teks — baik milik sendiri maupun milik teman? Mengapa kesalahan itu bisa terjadi?
  • Tanggapan dari teman mana yang paling membantumu memperbaiki teks? Apa yang membuatnya berguna bagimu?
  • Bagaimana perasaanmu saat mempresentasikan teks di depan kelas — apa yang sudah kamu lakukan dengan baik, dan apa yang ingin kamu perbaiki?
  • Apa satu hal konkret yang akan kamu perhatikan lebih cermat saat menulis atau menyunting teks berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs (Penulis: Elly Delfia, Maya Lestari Gusfitri — Kemendikbudristek, 2024), Bab I halaman 2–41.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs (Penulis: Maya Lestari Gusfitri, Elly Delfia — Kemendikbudristek, 2024 Edisi Revisi).
  3. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) — sebagai acuan kaidah tanda baca dan penulisan kata asing/daerah.
  4. Lembar teks LHO milik murid dari pertemuan sebelumnya (sebagai bahan utama kegiatan penyuntingan).
  5. Lembar panduan penyuntingan/checklist 3 fokus (tanda baca, kata asing/daerah, kelogisan isi) — disiapkan guru.
  6. Lembar penilaian diri (self-assessment) — disiapkan guru.
  7. Papan tulis/proyektor untuk menampilkan contoh teks LHO dengan kesalahan (asesmen awal dan penjelasan pedoman penyuntingan).
  8. Alat tulis murid untuk memberi tanda koreksi pada teks yang disunting.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.