MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 6 — Sampaikan Melalui Surat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Sampaikan Melalui Surat |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 40 menit = 1120 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 12 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.6.1 Menganalisis pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan di ruang bincang media sosial
- TP 7.6.2 Menganalisis informasi berupa gagasan dan pesan dari teks visual berupa surat pribadi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
- TP 7.6.3 Menganalisis informasi berupa arahan dan pesan dari teks visual berupa surat resmi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
- TP 7.6.4 Mempresentasikan gagasan dan pandangan untuk tujuan pengajuan usul dalam bentuk dialog logis secara kritis
- TP 7.6.5 Menulis pengalaman dan pesan dalam surat pribadi secara kreatif menggunakan kosakata baru bermakna denotatif
- TP 7.6.6 Menulis gagasan dan arahan dalam surat resmi secara logis dengan menggunakan kosakata baku
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana caramu mengetahui hal paling penting yang ingin disampaikan seseorang saat mendengarkan rekaman percakapan di ruang obrolan daring?
- Apakah semua kalimat yang kita dengar di ruang bincang berisi pesan pokok, atau ada yang sekadar obrolan pembuka?
- Bagaimana kita bisa mengetahui apakah dua orang yang sedang berbincang di media sosial saling mengenal akrab atau memiliki relasi formal hanya dari mendengar percakapannya?
- Mengapa rincian kata sapaan dan pilihan kata dalam percakapan suara dapat mengubah pemahaman kita terhadap isi pesan yang disampaikan?
- Pernahkah kalian membaca surat atau pesan tertulis dari seorang sahabat yang berada di tempat jauh?
- Bagaimana cara kita mengetahui pokok pikiran atau gagasan utama yang tertulis secara langsung dan nyata di dalam teks surat pribadi?
- Ketika seseorang menulis 'Sudah lama ya kita tidak duduk di kantin bersama', apakah ia hanya mengabarkan waktu atau ada perasaan rindu yang tersirat?
- Bagaimana cara kita menangkap maksud tersembunyi seorang teman di balik kalimat-kalimat yang ia tulis dalam surat pribadinya?
- Bagaimana cara kita mengetahui perintah atau petunjuk penting yang tertulis langsung dalam sebuah surat dinas dari sekolah?
- Mengapa arahan dan pesan dalam surat resmi harus ditulis dengan jelas, lugas, dan terperinci secara tersurat?
- Jika sebuah surat resmi berbunyi 'Mengingat pentingnya acara, dimohon hadir 15 menit sebelum pembukaan', apa maksud atau pesan tersirat yang ingin ditegaskan pengirim?
- Bagaimana cara kita mengetahui tujuan atau konsekuensi tertentu dalam surat dinas yang tidak dituliskan secara gamblang?
- Ketika sekolah atau OSIS mengeluarkan surat edaran resmi tentang suatu kegiatan, bagaimana cara kalian menyampaikan usulan kegiatan tambahan yang sesuai dengan arahan surat tersebut?
- Mengapa usulan yang kita sampaikan dalam percakapan dua arah (dialog) harus disertai alasan logis yang kritis?
- Bagaimana cara kita menyampaikan usulan kegiatan agar disetujui orang lain secara masuk akal?
- Mengapa dalam dialog pengajuan usul kita perlu menyertakan alasan logis dan tanggapan kritis terhadap pandangan mitra bicara?
- Bagaimana caramu menceritakan pengalaman seru di sekolah kepada sahabat yang tinggal berjauhan?
- Mengapa menggunakan kata baru dengan makna sebenarnya (denotatif) membuat pesan dalam surat pribadimu tersampaikan secara jelas dan menarik?
- Mengapa bagian gagasan pembuka dan arahan dalam surat resmi harus disusun secara runtut dan masuk akal?
- Bagaimana pilihan kosakata baku membedakan draf surat resmi dengan pesan percakapan sehari-hari?
- Bagaimana cara menyusun arahan kegiatan dalam surat resmi agar pihak penerima langsung memahami langkah yang harus dilakukan secara logis?
- Mengapa penggunaan kosakata baku mutlak diperlukan dalam menyampaikan gagasan dan arahan pada surat resmi?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita mampu membedakan pesan dalam ruang bincang daring, surat pribadi, dan surat resmi?
- Mengapa gagasan pengajuan usul perlu disampaikan melalui dialog yang logis dan surat yang tepat sasarannya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Pesan Pokok dari Percakapan Aural di Ruang Bincang Media Sosial — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.1 Menganalisis pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan di ruang bincang media sosial
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis pesan pokok dari teks aural percakapan di ruang bincang media sosial (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan rekaman audio singkat 1 berdurasi 30 detik: 'Halo teman-teman kelompok 3, jangan lupa ya tugas membuat mind map struktur teks deskripsi dikumpulkan besok jam 12 siang ke meja Bu Rina di ruang guru.' Murid menuliskan pesan pokoknya secara mandiri pada secarik kertas (acuan jawaban: kewajiban mengumpulkan tugas mind map ke meja Bu Rina besok paling lambat pukul 12.00) (10 menit).
- Guru memetakan kesiapan menyimak pesan pokok murid berdasarkan hasil diagnostik dan mengaitkannya dengan topik percakapan aural di media sosial sehari-hari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep pesan pokok (inti maksud atau informasi utama yang ingin disampaikan penutur) dalam percakapan aural ruang bincang media sosial serta cara membedakannya dari kalimat basa-basi dan sapaan (10 menit).
- Murid menyimak pemodelan guru saat menganalisis Teks Aural Percakapan 1 (dibacakan guru): 'Rani: Halo Dimas, lagi senggang nggak? Dimas: Iya Ran, ada apa? Rani: Mau mengingatkan, besok pagi kita harus membawa bibit tanaman obat keluarga untuk proyek penghijauan kelas ya, minimal satu pot per anak. Dimas: Siap, terima kasih sudah diingatkan.' Guru mendemonstrasikan cara mencatat fakta kunci dan menarik rumusan pesan pokoknya: 'Kewajiban membawa minimal satu pot bibit tanaman obat keluarga untuk penghijauan kelas besok pagi' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan menyimak 'Tebak Inti Suara' secara berpasangan: murid menyimak Teks Aural Percakapan 2 yang diputar/dibacakan 2 kali: 'Pak Budi: Selamat sore anak-anak kelas 7B. Karena besok ruang kelas kita akan digunakan untuk simulasi asesmen oleh kakak kelas 9, maka kegiatan belajar Bahasa Indonesia dialihkan sementara ke perpustakaan sekolah jam ke-3 dan 4. Jangan lupa bawa kamus masing-masing. Bayu: Baik Pak, terima kasih informasinya.' Setiap pasangan berlomba menuliskan pesan pokok dengan cepat dan tepat di papan tulis mini (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Analisis Pesan Aural secara mandiri setelah menyimak Teks Aural Percakapan 3: 'Siti: Teman-teman panitia mading, rapat evaluasi edisi bulan Maret yang semula dijadwalkan hari Kamis dibatalkan ya. Kita majukan menjadi hari Rabu sepulang sekolah di ruang OSIS karena Kamis ruangannya dipakai latihan teater. Tolong konfirmasi kehadirannya ya.' Murid menuliskan pesan pokoknya pada lembar kerja (acuan: perubahan jadwal rapat evaluasi mading dimajukan ke hari Rabu sepulang sekolah di ruang OSIS) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berkesadaran memeriksa hasil pekerjaannya sendiri dengan mencocokkan rumusan pesan pokok terhadap kriteria ketercakupan informasi inti (siapa, apa kepentingannya, dan waktu/tempat yang dimaksud) yang dipandu guru (15 menit).
- Murid mengidentifikasi kesulitan yang dialami saat menyimak informasi aural yang memuat banyak kalimat pengantar dan menuliskan strategi menyimak yang efektif untuk sesi berikutnya (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kemampuan murid dalam memisahkan pesan pokok dari percakapan aural ruang bincang media sosial (10 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini serta guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mendalami rincian pesan dan konteks hubungan antarpenutur pada teks aural percakapan media sosial, lalu menutup kelas dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan transkrip rumpang untuk melengkapi kata kunci informasi inti saat menyimak, sedangkan murid yang sudah mahir menyimak rekaman yang memuat dua pengalihan topik.
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding diperdengarkan rekaman sebanyak tiga kali pemutaran secara bertahap, sementara murid mahir cukup satu hingga dua kali pemutaran audio.
- Produk: Murid menuangkan rumusan pesan pokok baik dalam bentuk diagram ringkas pesan maupun kalimat kesimpulan baku.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes menyimak lisan diagnostik: Guru memperdengarkan audio percakapan singkat: 'Halo teman-teman kelompok 3, jangan lupa ya tugas membuat mind map struktur teks deskripsi dikumpulkan besok jam 12 siang ke meja Bu Rina di ruang guru.' Soal: Tuliskan pesan pokok dari percakapan aural tersebut! (Acuan jawaban benar: Pengingat pengumpulan tugas mind map struktur teks deskripsi kelompok 3 besok paling lambat pukul 12.00 di meja Bu Rina).
Proses:- Lembar Analisis Pesan Aural (Teks Aural Percakapan 3): Murid mendengarkan rekaman percakapan ruang bincang panitia mading: 'Siti: Teman-teman panitia mading, rapat evaluasi edisi bulan Maret yang semula dijadwalkan hari Kamis dibatalkan ya. Kita majukan menjadi hari Rabu sepulang sekolah di ruang OSIS karena Kamis ruangannya dipakai latihan teater. Tolong konfirmasi kehadirannya ya.' Butir tugas: Tentukan rumusan pesan pokok percakapan tersebut! (Acuan jawaban benar: Pembatalan rapat Kamis dan pemajuan jadwal rapat evaluasi panitia mading ke hari Rabu sepulang sekolah di ruang OSIS).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru membacakan satu kalimat lisan: 'Pengurus OSIS mengumumkan bahwa batas pendaftaran lomba poster digital diperpanjang hingga Jumat pukul 15.00.' Murid menuliskan pesan pokok dalam satu kalimat singkat (Acuan jawaban: Perpanjangan batas akhir pendaftaran lomba poster digital OSIS sampai hari Jumat pukul 15.00).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal menyimak teks aural singkat (tulis jawaban mandiri)
- Lembar Analisis Pesan Aural mandiri berdasarkan Teks Percakapan 3
- Observasi unjuk kerja permainan 'Tebak Inti Suara' berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Pesan Pokok Teks Aural Percakapan Ruang Bincang | Belum mampu merumuskan pesan pokok teks aural percakapan ruang bincang; rumusan hanya memuat sapaan atau informasi periferal/salah tanpa menyentuh inti pesan. | Mampu merumuskan pesan pokok teks aural percakapan ruang bincang secara parsial, tetapi masih mencampurkan kalimat sapaan/basa-basi atau melewatkan unsur utama maksud penutur. | Mampu menganalisis dan merumuskan pesan pokok teks aural percakapan ruang bincang secara tepat dan lengkap sesuai acuan maksud inti penutur. | Mampu menganalisis dan merumuskan pesan pokok teks aural percakapan ruang bincang secara tepat, sangat padat-ringkas tanpa distorsi informasi, serta mampu memilah seluruh rincian pengalih secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah durasi dan kejernihan audio/pembacaan teks aural sudah memfasilitasi seluruh murid dalam menyimak pesan pokok secara optimal?
- Bagaimana respons dan keterlibatan murid dalam aktivitas permainan 'Tebak Inti Suara'?
Murid:- Bagian mana dari rekaman percakapan aural yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu temukan pesan pokoknya?
- Langkah apa yang paling membantumu membedakan obrolan pembuka dengan pesan utama penutur saat menyimak?
Pertemuan 2 — Menganalisis Rincian Pesan dan Konteks Hubungan Penutur pada Percakapan Aural Media Sosial — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.1 Menganalisis pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan di ruang bincang media sosial
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis rincian pesan dan konteks hubungan antarpenutur dalam rekaman percakapan aural ruang bincang media sosial (4 menit).
- Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik dengan menyimak klip audio stimulus singkat berdurasi 30 detik: Penutur A: 'Selamat siang Bu Harti, mohon izin mengumpulkan tugas proyek IPA lewat tautan ini.' Penutur B: 'Baik Arya, terima kasih sudah mengabari tepat waktu.' Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Apa rincian pesan yang disampaikan Arya? (2) Bagaimana konteks hubungan kedua penutur? (acuan: (1) Rincian pesan: Arya meminta izin mengumpulkan tugas proyek IPA melalui tautan daring; (2) Hubungan penutur: hubungan resmi/formal antara murid (Arya) dan guru (Bu Harti)) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara menganalisis rincian pesan (fakta pendukung, waktu, instruksi detail) serta konteks hubungan penutur (formal/akrab, hierarki status) berdasarkan petunjuk linguistik seperti kata sapaan dan kata ganti dalam teks aural (10 menit).
- Guru memodelkan analisis dengan memutarkan rekaman Contoh Aural: Penutur 1 (Riko): 'Halo Kak Dimas, apakah jadwal latihan futsal OSIS besok tetap pukul 15.30 di lapangan utama?' Penutur 2 (Kak Dimas): 'Halo Riko, tetap sesuai rencana, bawa sepatu cadangan ya.' Guru membedah bersama murid rincian pesan (konfirmasi waktu dan tempat latihan, arahan membawa sepatu) serta relasi penutur (adik kelas dan ketua ekskul/senior dengan sapaan hormat santun) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui aktivitas tantangan audio interaktif berpasangan 'Detektif Obrolan': murid berpasangan mendengarkan 3 rekaman percakapan aural pendek (Teks Aural 1, 2, dan 3) dan berkompetisi mengisi tabel analisis rincian pesan dan relasi penutur secara cepat dan tepat (15 menit).
- Teks Aural 1 diperdengarkan 2 kali: Penutur X (Rina): 'Din, jangan lupa kirim salinan catatan Bab 5 nanti malam ya, aku mau pelajari ulang rumusnya sebelum kuis besok.' Penutur Y (Dina): 'Beres Rina, nanti sehabis magrib aku fotoin catatannya ke grup.' Pasangan murid menganalisis rincian pesan dan konteks hubungan penutur pada lembar kerja (acuan: Rincian pesan: Rina meminta salinan foto catatan pelajaran Bab 5 sebelum kuis dan Dina menyanggupi mengirimnya sehabis magrib via grup; Relasi penutur: teman sebaya/akrab ditandai kata sapaan 'Din' dan kata santai 'beres', 'fotoin') (15 menit).
- Teks Aural 2 diperdengarkan 2 kali: Penutur P (Pak Lurah/Pak RW): 'Selamat sore Dokter Sari, kami mengundang Ibu untuk menjadi narasumber penyuluhan demam berdarah hari Sabtu pukul 09.00 di balai warga.' Penutur Q (dr. Sari): 'Selamat sore Pak RW, baik saya bersedia hadir tepat waktu.' Pasangan murid menganalisis rincian pesan dan konteks hubungan penutur pada lembar kerja (acuan: Rincian pesan: Undangan menjadi narasumber penyuluhan DB pada hari Sabtu pukul 09.00 di balai warga yang disetujui hadir; Relasi penutur: hubungan kedinasan/formal kemasyarakatan ditandai sapaan 'Dokter Sari', 'Ibu', dan 'Pak RW') (15 menit).
- Teks Aural 3 diperdengarkan 2 kali: Penutur M (Tito): 'Om Danu, apakah buku panduan fotografi pesanan Tito sudah tiba di alamat toko Om?' Penutur N (Om Danu): 'Sudah Tito, paketnya sampai tadi siang pukul 11.00, silakan mampir ambil sore ini.' Pasangan murid menganalisis rincian pesan dan konteks hubungan penutur pada lembar kerja (acuan: Rincian pesan: Tito menanyakan kedatangan paket buku panduan fotografi dan Om Danu mengonfirmasi paket tiba pukul 11.00 serta memintanya datang mengambil sore; Relasi penutur: hubungan kekerabatan/keluarga antargenerasi ditandai sapaan 'Om Danu' dan menyebut diri 'Tito') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kecocokan analisis mereka dengan kunci acuan secara transparan, mengidentifikasi petunjuk suara dan kata yang paling akurat dalam mendeteksi konteks relasi penutur (10 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat tentang ketelitian menyimak rincian pesan dan pemaknaan relasi sosial penutur dalam jurnal belajar (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan cara membedakan rincian pesan pokok versus pesan pendukung serta cara menandai konteks hubungan formal versus akrab pada percakapan aural (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil latihan analisis dan mengingatkan pentingnya santun bertutur sesuai relasi lawan bicara pada kegiatan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan transkrip rumpang untuk membantu fokus pendengaran pada kata sapaan dan informasi inti, sedangkan murid yang mahir langsung menganalisis rekaman aural murni tanpa bantuan visual.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan menyimak rekaman dengan pengulangan tambahan (hingga 3 kali pemutaran), sedangkan murid mahir menganalisis dengan 1-2 kali pemutaran.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mencatat poin rincian pesan dalam bentuk tabel checklist terstruktur, sedangkan murid mahir menuliskan analisis rincian pesan dan justifikasi konteks hubungan penutur secara deskriptif mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menyimak rekaman dialog pendek: Penutur A: 'Selamat siang Bu Harti, mohon izin mengumpulkan tugas proyek IPA lewat tautan ini.' Penutur B: 'Baik Arya, terima kasih sudah mengabari tepat waktu.' Murid menjawab 2 butir soal diagnostik: (1) Sebutkan rincian pesan Arya; (2) Sebutkan konteks hubungan kedua penutur. (Acuan jawaban: (1) Rincian pesan = izin pengumpulan tugas proyek IPA melalui tautan; (2) Konteks hubungan = hubungan formal antara guru dan murid).
Proses:- Analisis Lembar Kerja 'Detektif Obrolan' berbasis 3 rekaman teks aural:
- Butir 1 (Teks Aural 1): Sebutkan rincian pesan dan konteks hubungan penutur. (Acuan: Rincian pesan = Rina meminta salinan foto catatan Bab 5 sebelum kuis dan Dina mengonfirmasi mengirimkannya sehabis magrib melalui grup; Konteks hubungan = teman sebaya/akrab, dibuktikan oleh sapaan nama santai 'Din' dan kosakata nonformal 'beres', 'fotoin').
- Butir 2 (Teks Aural 2): Sebutkan rincian pesan dan konteks hubungan penutur. (Acuan: Rincian pesan = undangan penyuluhan demam berdarah hari Sabtu pukul 09.00 di balai warga dan kesanggupan narasumber hadir tepat waktu; Konteks hubungan = relasi kedinasan/formal kelembagaan warga, dibuktikan sapaan penghormatan 'Dokter Sari', 'Ibu', dan 'Pak RW').
- Butir 3 (Teks Aural 3): Sebutkan rincian pesan dan konteks hubungan penutur. (Acuan: Rincian pesan = konfirmasi tibanya paket buku fotografi pukul 11.00 dan permintaan mengambil paket pada sore hari; Konteks hubungan = hubungan kekerabatan/keluarga, dibuktikan dengan kata sapaan 'Om Danu' dan penyebutan diri orang ketiga 'Tito').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup lisan/tulisan singkat: Dari percakapan aural yang disimak, sebutkan 2 indikator linguistik utama yang digunakan untuk membuktikan konteks hubungan penutur akrab atau formal. (Acuan jawaban: (1) Pilihan kata sapaan/sebutan diri; (2) Penggunaan kosakata baku/resmi versus ragam santai/lisan).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: analisis pesan aural stimulus 2 pertanyaan.
- Asesmen formatif proses: analisis rincian pesan dan konteks hubungan penutur pada Lembar Kerja Latihan Detektif Obrolan (Teks Aural 1, 2, dan 3).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menganalisis Rincian Pesan Teks Aural | Menganalisis rincian pesan dengan tepat hanya pada 0-1 dari 3 teks aural sesuai kunci acuan. | Menganalisis rincian pesan dengan tepat pada 2 dari 3 teks aural sesuai kunci acuan. | Menganalisis rincian pesan (mencakup pokok bahasan, waktu/kegiatan, dan tindakan lanjutan) secara tepat pada seluruh 3 teks aural sesuai kunci acuan dengan sedikit bimbingan guru. | Menganalisis rincian pesan (mencakup pokok bahasan, waktu/kegiatan, dan tindakan lanjutan) secara tepat dan lengkap pada seluruh 3 teks aural sesuai kunci acuan secara mandiri. | | Ketepatan Menganalisis Konteks Hubungan Penutur | Mengidentifikasi konteks hubungan penutur dan bukti kebahasaannya dengan tepat hanya pada 0-1 dari 3 teks aural sesuai acuan. | Mengidentifikasi konteks hubungan penutur dan bukti kebahasaannya dengan tepat pada 2 dari 3 teks aural sesuai acuan. | Menganalisis konteks hubungan penutur (formal/akrab/kekerabatan) disertai bukti kata sapaan/ragam bahasa secara tepat pada seluruh 3 teks aural sesuai acuan dengan sedikit arahan. | Menganalisis konteks hubungan penutur (formal/akrab/kekerabatan) disertai bukti kata sapaan/ragam bahasa secara tepat dan terperinci pada seluruh 3 teks aural sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh rekaman teks aural dapat didengarkan dengan jelas oleh semua murid di seluruh sudut kelas?
- Bagian mana dari analisis rincian pesan dan konteks hubungan yang paling banyak mengalami kekeliruan interpretasi oleh murid?
Murid:- Petunjuk apa yang paling membantumu mengenali hubungan antara dua orang yang sedang berbicara di rekaman tadi?
- Kesulitan apa yang kamu temui saat membedakan informasi pokok dan rincian pendukung dalam percakapan yang didengarkan?
Pertemuan 3 — Menganalisis Informasi Gagasan dan Pesan Tersurat dalam Teks Visual Surat Pribadi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.2 Menganalisis informasi berupa gagasan dan pesan dari teks visual berupa surat pribadi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama untuk kesiapan belajar (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menganalisis gagasan dan pesan tersurat dalam teks visual surat pribadi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat di papan tulis: (1) 'Apakah yang dimaksud dengan informasi tersurat?' (acuan: informasi yang tertulis secara langsung, jelas, dan nyata di dalam teks); (2) 'Siapa pengirim surat jika tertulis di bagian penutup: Sahabatmu, Farhan?' (acuan: Farhan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berkesadaran mengamati teks visual 'Surat Pribadi dari Farhan untuk Nanda' yang ditampilkan guru: 'Padang, 12 Oktober 2024. Halo Nanda, bagaimana kabarmu? Semoga kamu sehat selalu. Bulan depan sekolahku akan mengadakan pameran lukisan di gedung serbaguna. Aku terpilih menjadi ketua seksi pameran karya seni. Aku sangat sibuk menyiapkan stan lukisan bersama teman-teman sekelas. Aku menulis surat ini karena ingin mengajakmu berkunjung ke pameranku nanti jika libur tiba. Jangan lupa balas suratku ya. Salam hangat, Farhan' (10 menit).
- Guru memandu murid membedah konsep gagasan pokok (hal utama yang sedang dibicarakan penulis) dan pesan tersurat (informasi/ajakan/keinginan tertulis secara gamblang) dalam surat pribadi tersebut (15 menit).
- Murid mengikuti tantangan ceria 'Kuis Cepat Tangkap Fakta' berpasangan untuk membedah 3 butir fakta tersurat dari teks: (1) Siapa penerima surat? (acuan: Nanda); (2) Jabatan apa yang diemban Farhan? (acuan: ketua seksi pameran karya seni); (3) Di mana pameran diadakan? (acuan: di gedung serbaguna) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan Lembar Analisis Surat Pribadi Teks Visual yang memuat surat kedua: 'Malang, 5 November 2024. Dea sahabatku yang baik, apa kabar? Aku harap kamu dan keluargamu di Bandung selalu sehat. Minggu lalu aku baru saja memenangkan lomba menulis cerpen tingkat kota. Hadiah yang kuperoleh adalah piala dan voucer buku senilai lima ratus ribu rupiah. Minggu depan aku berencana menggunakan voucer itu untuk membeli buku cerita anak di Toko Buku Cerdas. Aku ingin meminta saran darimu, judul buku kumpulan cerpen apa yang paling bagus untuk kubeli? Tolong tuliskan rekomendasimu di surat balasan ya. Sahabatmu, Rian' (10 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis teks visual tersebut dengan menjawab 4 butir soal analisis gagasan dan pesan tersurat pada lembar kerja: (1) Gagasan pokok paragraf pertama (acuan: menanyakan kabar Dea dan keluarga di Bandung); (2) Gagasan pokok paragraf kedua (acuan: keberhasilan Rian memenangkan lomba menulis cerpen tingkat kota beserta hadiahnya); (3) Rincian pesan tersurat terkait voucer buku (acuan: voucer senilai lima ratus ribu rupiah akan dipakai membeli buku cerita anak di Toko Buku Cerdas minggu depan); (4) Pesan tersurat di akhir surat (acuan: meminta saran/rekomendasi judul buku kumpulan cerpen yang bagus melalui surat balasan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara berkesadaran dengan mencocokkan bukti kalimat kutipan langsung dari teks surat (10 menit).
- Murid menyimpulkan makna belajar hari ini tentang pentingnya ketelitian membaca detail tersurat agar memahami maksud pengirim surat pribadi secara tepat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap hasil analisis gagasan dan pesan tersurat murid (10 menit).
- Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan teks surat dengan penandaan warna (highlight) pada kalimat utama tiap paragraf; murid mahir menganalisis surat dengan kepadatan detail informasi yang lebih kompleks.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal didampingi guru melalui teknik pemodelan langsung penemuan kata kunci tersurat; murid mahir menyelesaikan lembar analisis secara mandiri penuh.
- Produk: Format penyajian analisis berupa isian tabel terstruktur untuk murid berkembang dan analisis poin berstruktur mandiri untuk murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat berisikan 2 butir pertanyaan di awal sesi: (1) 'Apakah yang dimaksud dengan informasi tersurat?' (acuan: informasi yang tertulis secara langsung, jelas, dan nyata di dalam teks); (2) 'Siapa pengirim surat jika tertulis di bagian penutup: Sahabatmu, Farhan?' (acuan: Farhan).
Proses:- Penilaian formatif pengerjaan Lembar Analisis Surat Pribadi (Teks Rian kepada Dea) berisikan 4 butir: (1) Gagasan pokok paragraf 1 (acuan: menanyakan kabar Dea dan keluarga di Bandung); (2) Gagasan pokok paragraf 2 (acuan: kemenangan lomba menulis cerpen tingkat kota dan perolehan hadiah piala serta voucer); (3) Rincian pesan tersurat pemanfaatan voucer (acuan: voucer lima ratus ribu rupiah akan dibelikan buku cerita anak di Toko Buku Cerdas minggu depan); (4) Pesan tersurat pada akhir surat (acuan: meminta rekomendasi judul buku kumpulan cerpen melalui surat balasan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: murid menuliskan 1 bukti kutipan kalimat langsung dari surat Rian yang memuat pesan permintaan saran (acuan: kalimat 'Aku ingin meminta saran darimu, judul buku kumpulan cerpen apa yang paling bagus untuk kubeli?' atau 'Tolong tuliskan rekomendasimu di surat balasan ya.').
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tentang pemahaman informasi tersurat pada teks surat
- Kuis cepat tangkap fakta dan pemeriksaan Lembar Analisis Surat Pribadi (4 butir terukur)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Gagasan Pokok Tersurat Surat Pribadi | Belum mampu menemukan gagasan pokok tersurat pada kedua paragraf surat (0 butir tepat dari 2 butir acuan). | Mampu menganalisis 1 dari 2 butir acuan gagasan pokok tersurat surat dengan tepat. | Mampu menganalisis seluruh 2 butir acuan gagasan pokok tersurat surat pribadi secara tepat dengan bimbingan berkala. | Mampu menganalisis seluruh 2 butir acuan gagasan pokok tersurat surat pribadi secara tepat dan mandiri tanpa kekeliruan. | | Menganalisis Rincian Pesan Tersurat Surat Pribadi | Belum mampu mengidentifikasi rincian pesan tersurat terkait voucer dan permintaan balasan (0 butir tepat dari 2 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 butir acuan rincian pesan tersurat surat secara tepat. | Mampu mengidentifikasi seluruh 2 butir acuan rincian pesan tersurat surat pribadi dengan tepat disertai kutipan kalimat. | Mampu mengidentifikasi seluruh 2 butir acuan rincian pesan tersurat surat pribadi secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan secara jelas antara gagasan utama tersurat dan pesan detail tertulis dalam teks surat pribadi?
- Apakah aktivitas berpasangan kuis cepat tangkap fakta efektif membangkitkan kegembiraan dan keaktifan murid?
Murid:- Bagian mana dari surat pribadi yang paling mudah kamu temukan informasi tersuratnya?
- Apakah kamu dapat menemukan gagasan utama dan pesan tertulis pengirim tanpa mengalami kebingungan?
Pertemuan 4 — Menganalisis Makna Tersirat dan Pesan Penulis dalam Teks Visual Surat Pribadi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.2 Menganalisis informasi berupa gagasan dan pesan dari teks visual berupa surat pribadi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis makna tersirat dan pesan penulis dalam teks visual surat pribadi (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 kutipan surat di layar: 'Kamar asramaku sepi sekali kalau malam tiba, aku sering menatap foto perpisahan kita tahun lalu.' Guru meminta murid menuliskan makna tersirat dari kalimat tersebut di selembar kertas kecil (acuan: penulis merasa kesepian, merindukan sahabatnya, dan belum terbiasa dengan lingkungan asrama baru) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan guru tentang perbedaan petunjuk tersurat (yang tertulis gamblang) dan petunjuk tersirat (makna tersembunyi di balik pilihan kata atau konteks peristiwa) menggunakan contoh surat pribadi pendek (15 menit).
- Murid membaca teks visual Surat Pribadi 1 dari Rian untuk Danu yang disajikan guru: 'Halo Danu, bagaimana kabarmu di Surabaya? Sejak kamu pindah sebulan lalu, meja sebelahku di kelas terasa sangat lengang. Tidak ada lagi yang mengingatkanku membawa buku PR Matematika tiap Selasa pagi. Kemarin tim basket kita menang, tapi saat selebrasi rasanya ada yang kurang karena kamu biasanya yang paling heboh berteriak. Semoga liburan semester nanti kamu bisa pulang ke kota ini.' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan detektif 'Tebak Makna Tersembunyi' secara berpasangan untuk membedah 3 petunjuk tersirat dari Surat Pribadi 1 dengan kartu petunjuk: (1) Meja lengang dan lupa PR Matematika -> Makna tersirat: Rian merasa kehilangan sosok sahabat yang selalu peduli dan membantunya; (2) Selebrasi basket terasa ada yang kurang -> Makna tersirat: Kemenangan terasa hampa tanpa kehadiran Danu yang biasanya memeriahkan suasana; (3) Harapan liburan semester Danu pulang -> Makna tersirat/pesan: Rian sangat merindukan Danu dan ingin bernostalgia bersama (25 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis teks visual Surat Pribadi 2 dari Nadia untuk Nenek: 'Nenek tercinta di Yogyakarta, cucumu di Bandung rindu sekali dengan masakan gudeg buatan Nenek. Ibu kemarin mencoba memasak gudeg, tapi rasanya manisnya beda dengan buatan Nenek. Minggu depan sekolahku mulai libur panjang dua minggu. Ayah sudah mengecek kondisi mesin mobil kemarin sore.' Murid mengerjakan LKPD Analisis Makna Tersirat yang memuat 4 butir analisis makna tersirat dan pesan penulis (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil analisisnya dengan mencocokkan bukti tekstual yang mereka temukan terhadap kunci acuan penafsiran makna tersirat yang dibuka guru (10 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi berkesadaran tentang kemampuannya membaca pesan yang tidak tertulis langsung dalam komunikasi tertulis (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara menemukan makna tersirat dan pesan penulis dalam surat pribadi melalui kata kunci situasi dan emosi (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja analisis mandiri murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, teks visual surat pribadi dilengkapi garis bawah pada frasa kunci penanda emosi; bagi murid yang cepat, teks visual disajikan utuh tanpa penanda.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru membaca lapis demi lapis kalimat pada Surat Pribadi 2; murid yang mahir langsung bekerja mandiri menganalisis rincian makna dan pesan tersirat.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menganalisis minimal 3 dari 4 butir makna tersirat; murid mahir menganalisis seluruh 4 butir makna tersirat disertai penjelasan alasan kontekstualnya secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menganalisis makna tersirat dari 1 kutipan surat pribadi: 'Kamar asramaku sepi sekali kalau malam tiba, aku sering menatap foto perpisahan kita tahun lalu.' (Kunci acuan: Penulis merasa kesepian, merindukan sahabatnya, dan belum terbiasa dengan lingkungan asrama baru).
Proses:- Penilaian LKPD mandiri teks visual Surat Pribadi 2 yang memuat 4 butir analisis makna tersirat dan pesan: Butir 1. Maksud tersirat kalimat 'Ibu kemarin mencoba memasak gudeg, tapi rasanya manisnya beda dengan buatan Nenek' (Acuan: Masakan gudeg Nenek sangat istimewa dan tidak tergantikan oleh masakan siapa pun); Butir 2. Maksud tersirat kalimat 'Ayah sudah mengecek kondisi mesin mobil kemarin sore' (Acuan: Keluarga Nadia sedang bersiap-siap melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil ke Yogyakarta); Butir 3. Makna tersirat dari rangkaian situasi libur dua minggu dan pengecekan mobil (Acuan: Nadia dan keluarganya berencana mengunjungi Nenek di Yogyakarta saat libur panjang); Butir 4. Pesan pokok penulis kepada Nenek (Acuan: Harapan agar Nenek menyambut kedatangan mereka dan bersiap memasakkan makanan kesukaan cucunya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup (tiket keluar): Murid menentukan makna tersirat dari kutipan singkat: 'Jaket rajut hadiah ulang tahun darimu selalu kupakai setiap kali udara malam mulai dingin.' (Kunci acuan: Penulis sangat menghargai pemberian sahabatnya dan merasa dekat/hangat dengan mengingat sahabatnya melalui jaket tersebut).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi makna tersirat pada 1 kutipan surat pribadi.
- Asesmen formatif proses: unjuk kerja LKPD analisis makna tersirat dan pesan penulis pada teks visual Surat Pribadi 2.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Makna Tersirat dan Pesan Penulis dalam Teks Visual Surat Pribadi | Mampu menganalisis 1 dari 4 butir makna tersirat dan pesan penulis pada teks visual Surat Pribadi 2 sesuai kunci acuan. | Mampu menganalisis 2 dari 4 butir makna tersirat dan pesan penulis pada teks visual Surat Pribadi 2 sesuai kunci acuan. | Mampu menganalisis 3 dari 4 butir makna tersirat dan pesan penulis pada teks visual Surat Pribadi 2 sesuai kunci acuan. | Mampu menganalisis seluruh 4 butir makna tersirat dan pesan penulis pada teks visual Surat Pribadi 2 sesuai kunci acuan secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks visual surat pribadi yang dipilih kontekstual dan memudahkan murid menemukan makna tersirat?
- Bagian mana dari langkah bimbingan analisis makna tersirat yang masih memerlukan penguatan bagi murid yang lambat?
Murid:- Petunjuk kata apa yang paling membantuku menemukan makna tersembunyi dalam surat pribadi tadi?
- Apakah aku sudah bisa membedakan informasi yang tertulis langsung (tersurat) dengan maksud di balik kalimat (tersirat)?
Pertemuan 5 — Menganalisis Informasi Arahan dan Pesan Tersurat dalam Teks Visual Surat Resmi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.3 Menganalisis informasi berupa arahan dan pesan dari teks visual berupa surat resmi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa sejenak untuk memulai kegiatan secara khidmat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis informasi berupa arahan dan pesan tersurat dalam teks visual surat resmi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat: murid membaca satu kutipan kalimat surat resmi pada salindia, 'Seluruh ketua kelas wajib mengumpulkan daftar nama anggota kelas paling lambat hari Jumat di ruang OSIS', lalu murid menyebutkan arahan langsung yang tersurat dalam kalimat tersebut (acuan: arahan tersurat adalah mengumpulkan daftar nama anggota kelas paling lambat hari Jumat di ruang OSIS) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati model teks visual 'Surat Undangan Pelatihan Jurnalistik' dari OSIS SMP Bintang Harapan (nomor: 012/OSIS/IV/2024, hal: Undangan Pelatihan, perihal berisi informasi waktu: Sabtu, 20 April 2024 pukul 08.00 WIB; tempat: Aula Sekolah; arahan 1: membawa buku catatan dan alat tulis; arahan 2: mengenakan seragam pramuka lengkap; pesan 1: hadir 15 menit sebelum acara dimulai; pesan 2: konfirmasi kehadiran melalui nomor sekretariat maksimal tanggal 18 April 2024) (10 menit).
- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Detektif Kalimat Tersurat': guru membacakan 3 petunjuk cepat, dan murid berlomba secara berpasangan menunjukkan baris kalimat yang memuat arahan dan pesan langsung dari teks surat tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Analisis Informasi yang memuat teks visual 'Surat Pemberitahuan Kegiatan Kebersihan Lingkungan Sekolah' dari Kepala SMP Tunas Bangsa (nomor: 421/089/SMP-TB/2024, perihal: Pelaksanaan Jumat Bersih) (5 menit).
- Murid secara mandiri membaca teks surat dan menganalisis 4 rincian informasi tersurat yang ditentukan pada lembar kerja: (1) Arahan tindakan teknis, (2) Arahan perlengkapan yang dibawa, (3) Pesan tersurat mengenai waktu pelaksanaan, dan (4) Pesan tersurat mengenai pihak sasaran yang ditugaskan (acuan jawaban: [1] Arahan tindakan: membersihkan ruang kelas dan merapikan taman depan kelas masing-masing; [2] Arahan perlengkapan: membawa sapu lidi, lap kain, dan kantong sampah ramah lingkungan; [3] Pesan waktu: kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 26 April 2024 pukul 07.00 s.d. 09.00 WIB; [4] Pesan sasaran: ditujukan kepada seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX beserta wali kelas) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menukar lembar analisis dengan teman sebangku untuk memeriksa ketepatan kutipan arahan dan pesan tersurat berdasarkan acuan yang telah ditetapkan guru secara transparan (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menemukan arahan dan pesan tersurat dalam teks surat resmi, yaitu dengan menandai kata kerja imperatif/instruktif serta data faktual waktu, tempat, dan ketentuan yang tertulis eksplisit (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan materi berikutnya mengenai makna tersirat pada surat resmi, serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks surat dengan kata kerja instruksi (wajib, diharapkan, membawa) yang diberi cetak tebal, sedangkan murid yang mahir diberikan teks surat resmi tanpa penanda visual tambahan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan pembimbing untuk mengidentifikasi kata kunci arahan, sedangkan murid yang cepat langsung menganalisis secara mandiri.
- Produk: Murid menuliskan analisis pada tabel terstruktur; murid cepat menambahkan klasifikasi subjek penerima arahan dari teks yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab secara lisan arahan yang tertulis pada kutipan kalimat surat resmi: 'Seluruh ketua kelas wajib mengumpulkan daftar nama anggota kelas paling lambat hari Jumat di ruang OSIS' (acuan jawaban: arahan langsung adalah mengumpulkan daftar nama anggota kelas paling lambat hari Jumat di ruang OSIS).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 butir informasi arahan dan pesan tersurat pada Lembar Analisis Informasi Teks Surat Resmi Jumat Bersih: (1) Arahan tindakan, (2) Arahan perlengkapan, (3) Pesan waktu pelaksanaan, dan (4) Pesan pihak sasaran kegiatan (acuan jawaban: [1] membersihkan ruang kelas dan merapikan taman depan kelas; [2] membawa sapu lidi, lap kain, dan kantong sampah; [3] Jumat, 26 April 2024 pukul 07.00 s.d. 09.00 WIB; [4] seluruh siswa kelas VII, VIII, IX beserta wali kelas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar): murid mencatat 1 kalimat arahan tersurat yang paling pokok dari teks surat resmi yang telah dianalisis beserta 1 alasannya berdasarkan fakta tertulis (acuan kriteria: murid menuliskan salah satu kalimat perintah eksplisit dari teks dan menunjukkan letak kalimatnya pada isi surat).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pertemuan untuk mengetahui kemampuan mengenali kalimat arahan tersurat.
- Asesmen formatif lembar kerja analisis untuk mengukur ketepatan menemukan 4 informasi arahan dan pesan tersurat dalam teks surat resmi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis arahan tersurat dalam surat resmi | Belum mampu menemukan arahan tindakan maupun arahan perlengkapan yang tertulis secara tersurat dalam surat resmi (0 butir tepat dari 2 butir arahan acuan). | Mampu menemukan 1 dari 2 butir arahan tersurat (tindakan atau perlengkapan) dalam teks surat resmi sesuai acuan jawaban. | Mampu menganalisis dan menuliskan kedua butir arahan tersurat (tindakan dan perlengkapan) dalam teks surat resmi sesuai acuan jawaban. | Mampu menganalisis kedua butir arahan tersurat dalam teks surat resmi secara tepat dan lengkap sesuai kutipan eksplisit teks acuan tanpa kekeliruan secara mandiri. | | Ketepatan menganalisis pesan tersurat dalam surat resmi | Belum mampu menemukan pesan tersurat mengenai waktu pelaksanaan maupun pihak sasaran dalam teks surat resmi (0 butir tepat dari 2 butir pesan acuan). | Mampu menemukan 1 dari 2 butir pesan tersurat (waktu pelaksanaan atau sasaran) dalam teks surat resmi sesuai acuan jawaban. | Mampu menganalisis dan menuliskan kedua butir pesan tersurat (waktu pelaksanaan dan sasaran) dalam teks surat resmi sesuai acuan jawaban. | Mampu menganalisis kedua butir pesan tersurat dalam teks surat resmi secara tepat dan lengkap sesuai kutipan eksplisit teks acuan tanpa kekeliruan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks visual surat resmi yang disajikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh seluruh murid kelas VII?
- Bagian mana dari langkah analisis arahan dan pesan tersurat yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Bagian isi surat mana yang paling mudah kamu temukan arahannya secara tersurat?
- Strategi apa yang membantumu menemukan rincian waktu, perlengkapan, dan tugas dalam teks surat resmi hari ini?
Pertemuan 6 — Menganalisis Makna Tersirat dari Arahan dan Pesan dalam Teks Visual Surat Resmi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.3 Menganalisis informasi berupa arahan dan pesan dari teks visual berupa surat resmi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa singkat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menayangkan 1 kalimat dari surat resmi: 'Peserta diharapkan membawa botol minum pribadi untuk mengurangi sampah plastik.' Murid menjawab makna tersiratnya di secarik kertas: apakah hanya membatasi jenis wadah, atau ada arahan kepedulian lingkungan dan kebersihan? (acuan: arahan tersirat menghemat pengeluaran panitia dan mendukung program ramah lingkungan/bebas sampah plastik) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks visual surat resmi bertema 'Undangan Peringatan Hari Bumi di Sekolah' yang ditampilkan di layar atau salinan lembar bacaan (5 menit).
- Murid membedah perbedaan makna tersurat (tertulis langsung) dengan makna tersirat (makna tersembunyi/konsekuensi logis di balik arahan) melalui pemodelan analisis guru pada teks tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengadakan tantangan berpasangan interaktif 'Detektif Makna Tersirat' di mana setiap pasangan menganalisis 3 butir kutipan arahan/pesan dari surat dinas OSIS tentang 'Ketentuan Pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer' (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Analisis Makna Tersirat untuk menemukan makna tersirat dari 3 arahan surat resmi yang tercantum: (1) Kalimat 'Siswa yang terlambat tidak diberikan perpanjangan waktu' (acuan: arahan tersirat disiplin waktu hadir dan konsekuensi hilangnya hak waktu pengerjaan); (2) Kalimat 'Harap menonaktifkan gawai selama kegiatan berlangsung' (acuan: pesan tersirat pencegahan kecurangan dan menjaga fokus ketenangan ruangan); (3) Kalimat 'Pakaian wajib seragam batik lengkap dan bersepatu hitam' (acuan: arahan tersirat menjaga ketertiban, keseragaman formal, serta identitas sekolah) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan temuan makna tersiratnya dengan mencocokkan pada rubrik pemaknaan dan mendiskusikan rambu-rambu inferensi logis yang dipaparkan guru (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menyimpulkan makna tersirat dari arahan dan pesan dalam teks visual surat resmi (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap capaian murid, mengarahkan persiapan untuk sesi berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks surat resmi dilengkapi penanda visual/garis bawah pada klausa arahan; untuk murid mahir, disediakan teks surat resmi dengan kalimat arahan formal yang lebih padat dan kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu melalui pertanyaan penuntun (misalnya: 'Apa akibat jika arahan ini dilanggar?'), sedangkan murid yang cepat diarahkan merumuskan implikasi arahan secara mandiri tanpa pemandu.
- Produk: Murid mendokumentasikan analisis makna tersirat dalam tabel inferensi sederhana sesuai format lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman makna tersirat: Murid menentukan makna tersirat dari arahan 'Peserta diharapkan membawa botol minum pribadi untuk mengurangi sampah plastik'. (Acuan benar: pesan/arahan tersirat mendukung pelestarian lingkungan/kebersihan sekolah dan kemandirian konsumsi peserta).
Proses:- Observasi keterlibatan dan verifikasi lembar kerja analisis 3 butir arahan surat resmi OSIS: Butir 1 'Siswa yang terlambat tidak diberikan perpanjangan waktu' (Acuan: penegakan disiplin waktu dan risiko pengurangan waktu ujian); Butir 2 'Harap menonaktifkan gawai selama kegiatan berlangsung' (Acuan: menjaga konsentrasi serta mencegah kecurangan/gangguan); Butir 3 'Pakaian wajib seragam batik lengkap dan bersepatu hitam' (Acuan: penegakan kerapian, keseragaman resmi, dan kepatuhan norma sekolah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan pesan tersirat dari kalimat 'Panitia tidak bertanggung jawab atas barang berharga yang tertinggal di aula'. (Acuan: arahan tersirat agar setiap peserta secara mandiri menjaga dan mengamankan barang bawaannya masing-masing).
Formatif:- Penilaian proses mandiri melalui Lembar Kerja Analisis Makna Tersirat dari arahan dan pesan surat resmi berdasarkan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis makna tersirat dari arahan dan pesan dalam teks visual surat resmi | Belum mampu menemukan makna tersirat; hanya menyalin ulang kalimat tersurat dari teks untuk seluruh butir arahan yang disajikan. | Mampu menganalisis makna tersirat secara tepat pada 1 dari 3 butir arahan/pesan surat resmi sesuai acuan jawaban. | Mampu menganalisis makna tersirat secara tepat pada 2 dari 3 butir arahan/pesan surat resmi sesuai acuan jawaban. | Mampu menganalisis makna tersirat secara tepat pada seluruh 3 butir arahan/pesan surat resmi sesuai acuan jawaban secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah petunjuk membedakan makna tersurat dan tersirat dalam surat resmi sudah cukup jelas bagi murid?
- Bagian mana dari surat resmi yang paling sering disalahpahami makna tersiratnya oleh murid?
Murid:- Apa perbedaan utama yang saya rasakan antara mencari informasi tersurat dengan menyimpulkan makna tersirat?
- Langkah apa yang membantu saya memahami pesan tersembunyi di balik kalimat resmi yang baku?
Pertemuan 7 — Mempresentasikan Gagasan Pengajuan Usul Berdasarkan Arahan Surat Resmi dalam Dialog Logis Terbimbing — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.4 Mempresentasikan gagasan dan pandangan untuk tujuan pengajuan usul dalam bentuk dialog logis secara kritis
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan usulan dan pandangan secara lisan dalam bentuk percakapan logis terbimbing berdasarkan isi arahan surat resmi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menjawab secara lisan 1 pertanyaan panduan terkait cara mengajukan usul: 'Jika ada surat edaran tentang Pekan Literasi Sekolah yang mewajibkan pojok baca, usulan apa yang logis diajukan dan apa alasannya?' (acuan jawaban: menyebutkan usulan konkret yang sesuai dengan tema pojok baca dan disertai alasan sebab-akibat yang masuk akal, misalnya: mengusulkan penambahan rak buku digital agar koleksi bacaan lebih beragam tanpa memakan ruang kelas) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati stimulus teks arahan surat resmi dari Kepala Sekolah tentang 'Pelaksanaan Bulan Bahasa dan Literasi Sekolah' yang memuat 3 butir arahan utama: (1) Peningkatan minat baca di ruang kelas, (2) Pengurangan timbunan sampah kertas dalam publikasi, dan (3) Keterlibatan seluruh siswa dalam karya kebahasaan (5 menit).
- Guru memodelkan struktur dialog logis terbimbing untuk pengajuan usul yang terdiri atas 3 komponen wajib: (a) pernyataan gagasan usul yang relevan dengan butir arahan, (b) pandangan/alasan logis yang mendasari usulan (sebab-akibat), dan (c) tanggapan kritis terhadap pertanyaan mitra bicara (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Panduan Dialog Berpasangan yang memuat 2 opsi skenario arahan surat resmi: Skenario A (Arahan Pameran Karya Daur Ulang Literasi) dan Skenario B (Arahan Festival Teater Mini Bahasa) beserta kartu alur percakapan terstruktur (peran: Pengusul Ide dan Peninjau Program) (5 menit).
- Murid melakukan 'Tantangan Dialog Usul Kilat': secara bergantian bersama pasangannya, murid mempresentasikan gagasan pengajuan usul berdasarkan skenario yang dipilih menggunakan alur dialog logis (Pengusul: menyampaikan usul + alasan logis; Peninjau: mengajukan pertanyaan kritis 'Mengapa usulan itu efektif?'; Pengusul: merespons kritis berbasis arahan surat) dengan panduan scaffolding kartu respon (19 menit).
- Beberapa pasangan murid memperagakan presentasi dialog logis pengajuan usul di hadapan guru dan kelas, sementara guru memberikan umpan balik langsung pada ketepatan keterkaitan usulan dengan arahan surat serta kekritisan alasan logis yang disajikan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengevaluasi apakah usulan yang dipresentasikan sudah memenuhi 2 kriteria: (1) gagasan selaras dengan butir arahan surat resmi dan (2) alasan logis dapat diterima akal sehat tanpa kontradiksi (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap performa presentasi dialog logis murid, menegaskan pentingnya menghubungkan usulan dengan dokumen arahan resmi secara kritis dan runtut (4 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran pertemuan 7 dan guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya latihan dialog logis pengajuan usul akan dilakukan secara mandiri berpasangan tanpa kartu panduan (4 menit); doa dan salam penutup (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan alur kalimat rumpang (Contoh: 'Berdasarkan surat arahan butir ..., saya mengusulkan ... karena jika ..., maka ...'); murid yang cepat diberikan skenario surat edaran dengan kendala anggaran dan waktu yang lebih kompleks.
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid berkemampuan awal rendah mendapatkan bimbingan terbimbing langsung oleh guru pada putaran pertama dialog, sedangkan murid yang mandiri langsung melakukan simulasi dialog kritis dengan variasi sanggahan bertingkat.
- Produk: Presentasi lisan dialog logis dilakukan dengan bantuan kartu pemandu dialog bagi murid yang butuh perancah (scaffolding), dan tanpa kartu panduan bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Jika ada surat edaran tentang Pekan Literasi Sekolah yang mewajibkan pojok baca, usulan apa yang logis diajukan dan apa alasannya?' (Acuan jawaban yang dinilai: murid mampu menyebutkan usulan konkret yang selaras dengan arahan surat dan memberikan minimal 1 alasan logis sebab-akibat, misalnya usulan pengadaan tukar buku mingguan karena dapat memperbarui bahan bacaan tanpa biaya).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mempresentasikan usulan dalam dialog berpasangan terbimbing: memeriksa keterkaitan gagasan usul dengan 3 butir arahan surat (minat baca, hemat kertas, partisipasi karya) dan ketepatan penyampaian pandangan logis (hubungan sebab-akibat yang masuk akal).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan kembali formula dialog pengajuan usul yang kritis (acuan: (1) sebutkan butir arahan surat yang mendasari, (2) rumuskan gagasan usul yang spesifik, (3) sertakan alasan/pandangan logis mengapa usul tersebut menjawab arahan surat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja presentasi dialog logis pengajuan usul terbimbing menggunakan rubrik penilaian berbicara dan mempresentasikan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Gagasan Pengajuan Usul Berdasarkan Arahan Surat Resmi | Gagasan usul yang disampaikan tidak relevan dengan 3 butir arahan dalam surat resmi. | Gagasan usul yang disampaikan hanya relevan dengan 1 butir arahan dalam surat resmi namun belum spesifik. | Gagasan usul yang disampaikan spesifik dan relevan dengan butir arahan dalam surat resmi dengan bantuan panduan kartu dialog. | Gagasan usul yang disampaikan sangat spesifik, relevan dengan butir arahan dalam surat resmi secara mandiri tanpa bergantung pada kartu panduan. | | Kekritisan dan Kelogisan Pandangan dalam Dialog | Pandangan atau alasan yang menyertai usulan tidak logis atau tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. | Pandangan yang menyertai usulan logis secara sederhana, tetapi belum mampu memberikan penjelasan kritis saat ditanya oleh mitra dialog. | Pandangan yang menyertai usulan disusun dengan hubungan sebab-akibat yang logis dan mampu merespons pertanyaan mitra dialog secara runtut dengan bantuan panduan. | Pandangan yang menyertai usulan disajikan secara kritis dan logis dengan argumentasi sebab-akibat yang kuat serta tanggapan spontan yang tepat tanpa panduan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah format panduan dialog terbimbing efektif membantu murid merumuskan dan mempresentasikan usulan secara logis?
- Bagian mana dari pemodelan dialog pengajuan usul yang masih memerlukan penguatan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Apakah saya sudah berhasil menyampaikan gagasan usul yang sesuai dengan isi arahan dalam surat resmi?
- Apakah alasan yang saya sampaikan dalam percakapan sudah masuk akal dan meyakinkan bagi mitra bicara saya?
Pertemuan 8 — Mempresentasikan Gagasan dan Pandangan Pengajuan Usul secara Kritis dalam Dialog Logis Berpasangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.4 Mempresentasikan gagasan dan pandangan untuk tujuan pengajuan usul dalam bentuk dialog logis secara kritis
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu mempresentasikan gagasan dan pandangan pengajuan usul secara kritis dalam dialog logis berpasangan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menganalisis 1 pernyataan usul, yaitu 'Saya mengusulkan bazar buku sekolah diadakan di lapangan terbuka saat puncak musim hujan karena seru' untuk menyebutkan kelemahan logisnya (acuan jawaban benar: usul tidak logis karena pemilihan waktu pada musim hujan di ruang terbuka berisiko kehujanan dan merusak buku) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menyajikan model dialog logis pengajuan usul antara Ketua OSIS dan Pembina tentang usulan 'Penyediaan Pojok Baca Digital Sekolah' yang memuat komponen usul, alasan rasional, pandangan mitra bicara, serta sanggahan/solusi logis (8 menit).
- Murid secara berpasangan membedah struktur dialog percontohan tersebut untuk mengidentifikasi 3 elemen dialog logis: (1) gagasan usulan, (2) alasan logis pendukung, dan (3) pandangan kritis saat menanggapi pertimbangan mitra dialog (acuan: usulan = pojok baca digital; alasan = keterbatasan ruang fisik buku; pandangan tanggapan = efisiensi anggaran gawai dengan rotasi akses) (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengadakan tantangan 'Tukar Kartu Usul Berpasangan' (joyful challenge): setiap pasangan memilih 1 dari 2 kartu skenario masalah sekolah berikut: Kartu A: 'Kantin sekolah menghasilkan banyak sampah plastik kemasan', atau Kartu B: 'Siswa kesulitan mencari informasi jadwal lomba antarkelas' (5 menit).
- Setiap pasangan menyusun draf kerangka dialog logis mandiri berisi gagasan usul, alasan pendukung, dan pandangan kritis terhadap potensi kendala (Kartu A acuan: usul membawa wadah sendiri, alasan mengurangi volume sampah, pandangan kendala kesiapan murid diatasi sanksi/insentif poin; Kartu B acuan: usul papan info digital/mading berkala, alasan sentralisasi info, pandangan kendala pembaruan data diatasi penunjukan penanggung jawab bergilir) (15 menit).
- Secara bergantian, setiap pasangan mempresentasikan pengajuan usul mereka dalam format unjuk kerja dialog logis di hadapan pasangan lain atau di depan kelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap pasangan saling mengevaluasi ketepatan alur dialog logis pasangannya menggunakan lembar cek ketercapaian (apakah usul memiliki alasan logis dan tanggapan kritis atas pandangan lawan bicara) (5 menit).
- Murid mengidentifikasi bagian penyampaian dialog pengajuan usul yang paling membutuhkan penalaran kritis saat merespons pandangan mitra bicara (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan mempresentasikan usul dengan alasan logis dan kritis yang telah ditampilkan seluruh pasangan (5 menit).
- Guru memandu simpulan pembelajaran pertemuan 8 dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk penulisan surat pribadi tanpa menutup keseluruhan bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur alur dialog rumpang (Usul - Alasan - Pandangan Mitra - Tanggapan Kritis), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu skenario dengan dua kendala operasional yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dialog berpasangan dengan umpan balik langsung dari guru sebelum presentasi, sedangkan murid mahir langsung menyusun dan mempresentasikan variasi argumen logis secara mandiri.
- Produk: Semua murid menampilkan unjuk kerja presentasi dialog logis berpasangan; murid mahir menyajikan dialog dengan pertukaran minimal dua putaran sanggahan dan tanggapan logis, sedangkan murid dengan bimbingan menyajikan satu putaran dialog logis terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi kelemahan logis pada satu kalimat usulan: 'Saya mengusulkan bazar buku sekolah diadakan di lapangan terbuka saat puncak musim hujan karena seru.' (Kriteria penerimaan/acuan: murid menyebutkan ketidaksesuaian/pertentangan logis antara pelaksanaan di lapangan terbuka pada musim hujan dengan risiko kerusakan buku atau ketergangguan acara).
Proses:- Pengamatan performa presentasi dialog logis berpasangan berdasarkan 3 kriteria ketercapaian: (1) kejelasan gagasan pengajuan usul, (2) ketepatan alasan logis pendukung usul, dan (3) kekritisan pandangan saat menanggapi sanggahan/pertimbangan mitra bicara (Acuan ketercapaian: usul relevan dengan skenario Kartu A atau B, alasan rasional masuk akal, dan tanggapan menjawab kendala secara solutif).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menuliskan satu refleksi singkat mengenai 2 syarat utama agar sebuah pengajuan usul dapat diterima secara logis oleh mitra dialog (Acuan jawaban benar: memiliki alasan pendukung yang rasional/berbasis fakta dan mampu memberikan tanggapan solutif atas kritik/pandangan mitra bicara).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan/tulis singkat tentang kelemahan logis usulan pada pendahuluan
- Penilaian unjuk kerja presentasi dialog logis pengajuan usul berpasangan menggunakan rubrik observasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Gagasan Pengajuan Usul | Gagasan usul yang disampaikan dalam dialog tidak relevan dengan permasalahan skenario. | Gagasan usul relevan dengan skenario, tetapi rumusan usulannya masih belum jelas tujuannya. | Gagasan usul disampaikan secara jelas, terarah, dan relevan dengan permasalahan skenario. | Gagasan usul disampaikan secara sangat jelas, terarah, relevan, serta menawarkan alternatif solusi yang runtut. | | Penalaran Alasan Logis | Alasan pendukung usulan tidak masuk akal atau bertentangan dengan konteks masalah. | Alasan pendukung usulan dapat dipahami, tetapi bukti atau keterkaitan sebab-akibatnya masih lemah. | Alasan pendukung usulan logis dan memiliki hubungan sebab-akibat yang rasional terhadap usulan. | Alasan pendukung usulan sangat logis, runtut, memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat dan didukung pertimbangan dampak yang komprehensif. | | Pandangan Kritis dalam Dialog | Tidak mampu memberikan tanggapan terhadap pandangan atau kendala yang dikemukakan mitra dialog. | Memberikan tanggapan terhadap pandangan mitra dialog, tetapi belum menjawab kendala yang diajukan secara kritis. | Memberikan tanggapan kritis yang logis dan menjawab keberatan atau kendala dari mitra dialog. | Memberikan tanggapan kritis yang tajam, logis, serta menyajikan solusi alternatif terukur terhadap kendala mitra dialog secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur latihan berpasangan efektif memandirikan murid dalam mempresentasikan gagasan usul dan pandangan secara kritis?
- Apakah diferensiasi kerangka dialog membantu murid yang mengalami kendala bernalar logis saat berdialog?
Murid:- Bagian mana dari dialog berpasangan tadi yang membuat saya tertantang untuk berpikir kritis?
- Apakah alasan yang saya presentasikan sudah cukup logis untuk meyakinkan teman saya?
Pertemuan 9 — Menulis Pengalaman dan Pesan dalam Surat Pribadi secara Kreatif Menggunakan Kosakata Baru Bermakna Denotatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.5 Menulis pengalaman dan pesan dalam surat pribadi secara kreatif menggunakan kosakata baru bermakna denotatif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menulis pengalaman dan pesan dalam surat pribadi secara kreatif dengan kosakata baru bermakna denotatif (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid memasangkan 3 kata denotatif berikut dengan makna sebenarnya di papan tulis: (1) Swafoto, (2) Daring, (3) Merenda; dengan acuan makna: (1) potret diri sendiri menggunakan kamera ponsel, (2) terhubung melalui jejaring internet, (3) merajut benang menggunakan jarum kait (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati model surat pribadi yang memuat penceritaan pengalaman belajar dan pesan harapan kepada sahabat, serta memperhatikan 4 kartu kosakata baru bertema aktivitas harian: (1) 'pustaka' (kumpulan buku/bahan bacaan), (2) 'swafoto' (memotret diri sendiri), (3) 'daring' (terhubung melalui jaringan internet), (4) 'darmakwisata' (perjalanan rekreasi sambil belajar) (8 menit).
- Murid mengikuti kuis kilat 'Tebak Makna Nyata': guru menyebutkan 1 kalimat rumpang lalu murid secara cepat memilih kata denotatif yang tepat dari daftar kartu kosakata yang tersedia (contoh: 'Kami mengadakan ... ke museum seni' -> acuan: darmakwisata) (7 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid merancang draf pengalaman berkesan (misalnya kegiatan ekstrakurikuler, belajar kelompok, atau liburan) dan pesan pribadi untuk seorang kawan/kerabat (10 menit).
- Murid menulis draf surat pribadi secara kreatif yang berisi penceritaan pengalaman dan pesan harapan/anjuran pribadi, dengan menyisipkan minimal 3 kosakata baru bermakna denotatif dari daftar target (pustaka, swafoto, daring, darmakwisata) sesuai konteks maknanya (21 menit).
- Murid membaca ulang draf surat pribadi miliknya secara mandiri untuk memeriksa apakah pengalaman, pesan, dan minimal 3 kata bermakna denotatif telah terangkai secara utuh dan padu (7 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menandai kosakata denotatif yang berhasil mereka gunakan dalam surat pribadi masing-masing dan mencatat apakah pesan yang ingin disampaikan sudah dapat dipahami pembaca (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menuangkan pengalaman dan pesan dalam surat pribadi menggunakan kosakata bermakna denotatif secara kreatif (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas proses berkarya murid serta menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (10) mengenai perancangan draf surat resmi (3min).
- Guru menutup pertemuan dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Disediakan kartu bantu daftar kosakata baru berserta definisi denotatifnya untuk murid yang membutuhkan panduan; bagi murid mahir disediakan opsi memilih kosakata baru tambahan dari glosarium buku siswa.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibimbing dengan pemantik ide pengalaman pribadi sederhana, sedangkan murid yang mandiri langsung menulis draf surat secara utuh.
- Produk: Murid bebas memilih peristiwa pengalaman pribadi nyata yang dialami (kegiatan seni, olahraga, perkemahan, atau kunjungan belajar) untuk dituangkan dalam isi surat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat memasangkan 3 kata denotatif dengan makna sebenarnya: (1) Swafoto -> potret diri sendiri menggunakan kamera ponsel; (2) Daring -> terhubung melalui jejaring internet; (3) Merenda -> merajut benang menggunakan jarum kait. Kriteria: murid yang tepat minimal 2 butir dianggap siap mengikuti penulisan mandiri.
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan penulisan surat pribadi: memeriksa pemuatan pengalaman nyata/berkesan, perumusan pesan pribadi kepada penerima, dan ketepatan penggunaan minimal 3 kosakata baru bermakna denotatif dari daftar target (pustaka, swafoto, daring, darmakwisata) sesuai makna sebenarnya pada draf surat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: murid menunjukkan surat pribadi yang telah memuat bagian pengalaman, pesan, serta minimal 3 kosakata bermakna denotatif yang digarisbawahi. Kriteria penerimaan: pengalaman diceritakan dengan jelas, terdapat kalimat pesan, dan kosakata denotatif digunakan sesuai arti leksikal/sebenarnya dalam konteks kalimat.
Formatif:- Penilaian proses penulisan draf surat pribadi melalui lembar amatan ketercakupan pengalaman, pesan, dan pemakaian kosakata baru bermakna denotatif
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Pengalaman dan Pesan dalam Surat Pribadi | Belum menuliskan pengalaman dan pesan pribadi dalam surat secara jelas. | Menuliskan pengalaman pribadi namun pesan pribadi kepada penerima belum termuat jelas, atau sebaliknya. | Menuliskan pengalaman pribadi secara runtut dan pesan pribadi kepada penerima secara jelas. | Menuliskan pengalaman pribadi secara runtut, rinci, dan menuangkan pesan pribadi yang sangat menggugah dan padu. | | Penggunaan Kosakata Baru Bermakna Denotatif | Belum menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dari daftar acuan dalam draf surat pribadi. | Menggunakan 1-2 kosakata baru dari daftar acuan namun makna denotatifnya belum sepenuhnya sesuai konteks kalimat. | Menggunakan minimal 3 kosakata baru dari daftar acuan (pustaka, swafoto, daring, darmakwisata) dengan makna denotatif yang tepat sesuai konteks kalimat. | Menggunakan seluruh (4) kosakata baru dari daftar acuan (pustaka, swafoto, daring, darmakwisata) secara tepat dan luwes sesuai makna denotatifnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penulisan surat pribadi mencukupi bagi seluruh murid untuk mengekspresikan gagasannya?
- Bagian mana dari bimbingan pemakaian kosakata denotatif yang masih memerlukan penguatan pada murid yang lambat?
Murid:- Pengalaman apa yang paling menyenangkan saat kamu ceritakan kembali dalam surat pribadi tadi?
- Apakah kamu dapat menggunakan kata baru secara tepat sesuai makna aslinya tanpa tertukar makna kiasan?
Pertemuan 10 — Menulis Draf Gagasan dan Arahan dalam Bagian-Bagian Surat Resmi secara Logis Menggunakan Kosakata Baku — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.6 Menulis gagasan dan arahan dalam surat resmi secara logis dengan menggunakan kosakata baku
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, mengecek presensi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis draf bagian-bagian surat resmi berisi gagasan dan arahan secara logis dengan kosakata baku (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan menulis kosakata baku: murid diminta memilih kata baku yang tepat dari 3 pasangan kata: (1) izin vs ijin, (2) memohon vs meminta tolong banget, (3) jadwal vs jadual (acuan tepat: izin, memohon, jadwal) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mencermati bagan draf bagian surat resmi (tujuan/perihal, salam pembuka, gagasan maksud kegiatan, arahan tindak lanjut, salam penutup) dan mencermati hubungan sebab-akibat yang logis antara gagasan kegiatan dengan arahan yang diminta (10 menit).
- Permainan Kuis Kata Baku Cepat: Murid secara berpasangan menebak cepat bentuk baku dari 4 kata tidak baku yang ditampilkan guru pada kartu kata: (1) 'nomer' -> 'nomor', (2) 'kegiatan studi bandhing' -> 'kegiatan studi banding', (3) 'dapet' -> 'dapat', (4) 'kasih tau' -> 'memberitahukan' (acuan kunci: nomor, kegiatan studi banding, dapat, memberitahukan) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri menulis draf bagian-bagian surat resmi permohonan izin kegiatan OSIS dengan melengkapi 4 bagian inti secara logis: (1) Bagian Perihal/Hal, (2) Bagian Gagasan Pokok (tujuan pelaksanaan kegiatan), (3) Bagian Arahan/Permohonan (tindakan yang diharapkan dari penerima), dan (4) Penutup, menggunakan kosakata baku (kriteria penerimaan: gagasan menyatakan maksud kegiatan secara jelas, arahan meminta izin/fasilitas secara logis berkaitan dengan maksud, dan menggunakan kata baku tanpa ragam cakap) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali draf tulisan masing-masing dengan panduan daftar periksa keterpaduan logis antara gagasan dan arahan serta ketepatan kosakata baku yang telah digunakan (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menyusun draf bagian surat resmi agar gagasan dan arahannya saling terhubung secara logis dengan kosakata baku (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap draf yang telah disusun murid sebagai persiapan menulis surat resmi utuh pada pertemuan berikutnya dan menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang untuk bagian gagasan dan arahan; murid mahir diberikan stimulus topik kegiatan OSIS yang membutuhkan rincian arahan teknis lebih kompleks.
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif pada murid yang masih mencampurkan kosakata cakap saat menuliskan arahan.
- Produk: Semua murid menghasilkan draf bagian-bagian surat resmi berisi gagasan dan arahan logis; tingkat kompleksitas kalimat disesuaikan dengan kesiapan belajar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes pilihan kata baku singkat: Murid memilih bentuk baku dari 3 pasangan kata: (1) izin vs ijin, (2) memohon vs meminta tolong banget, (3) jadwal vs jadual (kunci acuan tepat: (1) izin, (2) memohon, (3) jadwal).
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan murid: menilai kelogisan hubungan antara gagasan kegiatan dengan arahan permohonan pada draf bagian surat resmi serta ketepatan minimal 4 kosakata baku yang digunakan (acuan kata baku yang diharapkan muncul: permohonan, izin/pelaksanaan, sehubungan, berkenan/menyetujui).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan perbaikan 1 kalimat arahan berunsur tidak baku menjadi baku dan logis: 'Maka itu kita minta tolong kepala sekolah kasih acc cepetan' (kriteria perbaikan diterima: 'Sehubungan dengan hal tersebut, kami memohon Bapak/Ibu Kepala Sekolah berkenan memberikan izin/persetujuan').
Formatif:- Penilaian proses lembar draf penulisan bagian surat resmi (keselarasan logis gagasan-arahan dan ketepatan kosakata baku)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelogisan Gagasan dan Arahan dalam Draf Bagian Surat Resmi | Gagasan maksud kegiatan dan arahan tindakan belum saling terhubung secara logis atau bertolak belakang. | Gagasan maksud kegiatan terhubung dengan arahan permohonan namun alur hubungannya masih melompat dan memerlukan bantuan guru. | Gagasan maksud kegiatan dan arahan tindakan tersusun secara logis dan saling mendukung secara runtut. | Gagasan maksud kegiatan dan arahan tindakan tersusun sangat logis, padu, dan saling menguatkan secara utuh dan mandiri. | | Penggunaan Kosakata Baku | Sebagian besar draf masih menggunakan kosakata percakapan santai/tidak baku (kurang dari 2 kata baku yang tepat). | Menggunakan 2-3 kosakata baku dalam draf, namun masih tercampur beberapa ragam kata cakap nonformal. | Menggunakan minimal 4 kosakata baku dengan tepat sesuai konteks bagian surat resmi tanpa ragam bahasa percakapan sehari-hari. | Menggunakan seluruh kosakata baku secara konsisten, tepat konteks, dan variatif di setiap bagian draf surat resmi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu menulis mandiri mencukupi murid untuk merumuskan gagasan dan arahan secara logis?
- Bagian draf surat resmi manakah yang paling banyak memunculkan kesalahan kosakata tidak baku pada murid?
Murid:- Apakah gagasan kegiatan dan kalimat arahan yang saya tulis sudah saling nyambung dan masuk akal?
- Kata tidak baku apa yang paling sering hampir saya gunakan saat menyusun draf surat resmi hari ini?
Pertemuan 11 — Menulis Surat Resmi Utuh Berisi Gagasan dan Arahan Kegiatan secara Logis dengan Kosakata Baku — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.6 Menulis gagasan dan arahan dalam surat resmi secara logis dengan menggunakan kosakata baku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan lembar draf surat resmi yang telah dirintis pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 11, yaitu menulis teks surat resmi utuh yang memuat gagasan dan arahan kegiatan secara logis dengan menggunakan kosakata baku (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat pengubahan 3 kata tidak baku menjadi kata baku: (1) 'jadwal' vs 'jadual', (2) 'izin' vs 'ijin', (3) 'kegiatan' vs 'giat' untuk mengukur kesiapan kosakata baku murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati bagan alur penulisan surat resmi utuh di papan tulis yang memuat hubungan logis antara kop surat, nomor/hal/lampiran, salam pembuka, paragraf pembuka (tujuan gagasan), paragraf isi (rincian arahan teknis kegiatan seperti hari/tanggal, waktu, tempat, dan instruksi peran), serta paragraf penutup (8 menit).
- Murid memainkan permainan kuis kilat 'Pilah Baku Ceria' secara interaktif: murid mengangkat kartu hijau jika kata di layar baku atau kartu merah jika tidak baku untuk 4 kata target berikut: (1) 'narasumber' [baku - kartu hijau], (2) 'praktek' [tidak baku - kartu merah; baku: praktik], (3) 'konfirmasi' [baku - kartu hijau], (4) 'antri' [tidak baku - kartu merah; baku: antre] (7 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menulis teks surat resmi utuh pada format lembar kerja penulisan berdasarkan skenario resmi OSIS: surat undangan permohonan kehadiran narasumber pelatihan kepemimpinan, dengan menuliskan gagasan tujuan secara jelas, menyusun arahan kegiatan secara runtut logis (waktu pelaksanaan, ruang kegiatan, serta arahan materi yang perlu disiapkan narasumber), dan menggunakan kosakata baku (25 menit).
- Murid melakukan penyuntingan mandiri terhadap surat resmi yang disusunnya, berfokus memeriksa kelogisan rangkaian kalimat arahan agar tidak tumpang-tindih serta memverifikasi ketepatan penggunaan kosakata baku (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali hasil surat resmi buatannya sendiri dan menandai bagian kalimat arahan yang menurutnya paling logis serta kosakata baku yang berhasil diterapkannya dengan tepat (8 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan hasil tulisan surat resmi utuh kepada guru untuk dinilai ketercapaian gagasan, arahan logis, dan kosakata bakunya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum mengenai kejelasan alur logika arahan dan konsistensi kosakata baku yang telah digunakan sebagian besar murid, lalu menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar panduan 10 kata baku esensial surat resmi (surat, permohonan, izin, jadwal, narasumber, kehadiran, kegiatan, tempat, waktu, konfirmasi); murid mahir diberikan skenario dengan arahan kegiatan yang mencakup tiga sub-acara terjadwal.
- Proses: Guru memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan gagasan pembuka dengan rincian teknis arahan; murid yang lebih mandiri langsung menyusun surat secara utuh tanpa bantuan draf bertahap.
- Produk: Murid dengan hambatan menulis dapat menggunakan format surat resmi berbingkai garis bantu struktur; murid mahir menyusun surat resmi utuh dengan variasi kalimat arahan dinas yang kompleks dan runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan/tulis diagnostik singkat 3 butir kosakata baku. Butir soal: Tentukan bentuk baku dari pasangan kata berikut: (1) jadual / jadwal; (2) ijin / izin; (3) giat / kegiatan. Acuan jawaban benar: (1) jadwal, (2) izin, (3) kegiatan.
Proses:- Pengamatan langsung dan catatan berkala saat murid menulis surat resmi utuh: memeriksa apakah murid merumuskan gagasan tujuan surat secara jelas, apakah arahan kegiatan disajikan berurutan secara logis (penjelasan agenda sebelum rincian waktu/teknis), dan apakah kata yang digunakan baku (memeriksa setidaknya 5 kosakata baku seperti permohonan, kehadiran, jadwal, narasumber, pelaksanaan).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk tulisan surat resmi utuh murid. Kriteria penerimaan operasional: (1) Memuat gagasan pokok tujuan surat resmi secara jelas; (2) Memuat arahan kegiatan yang runtut logis (rincian hari/tanggal, waktu, tempat, dan arahan tugas/kehadiran); (3) Menggunakan kosakata baku (minimal memuat dan tepat menuliskan 5 kata baku dinas: permohonan, jadwal, kehadiran, narasumber, pelaksanaan tanpa kata nonbaku).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis teks surat resmi utuh menggunakan rubrik analitik berbasis ketercapaian gagasan, keruntutan arahan logis, dan ketepatan kosakata baku.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelogisan Gagasan dan Arahan Kegiatan | Gagasan pokok surat belum jelas dan rangkaian kalimat arahan kegiatan tidak saling terhubung secara logis. | Gagasan pokok surat jelas, tetapi urutan kalimat arahan kegiatan masih melompat-lompat atau kurang runtut logis. | Gagasan pokok surat jelas dan seluruh arahan kegiatan (waktu, tempat, teknis peran/kehadiran) tersusun secara berurutan dan runtut logis. | Gagasan pokok surat sangat jelas, terstruktur, dan seluruh rincian arahan kegiatan terangkai secara runtut logis serta kohesif dari pembuka hingga penutup. | | Penggunaan Kosakata Baku | Menulis surat dengan dominasi kata tidak baku (kurang dari 2 kata baku dinas yang tepat dari target 5 kata). | Menulis surat dengan menggunakan 2-3 kosakata baku dinas secara tepat, namun masih ditemukan kosakata tidak baku dalam kalimat arahan. | Menulis surat secara konsisten menggunakan minimal 4-5 kosakata baku dinas secara tepat tanpa kosakata tidak baku. | Menulis surat secara mandiri dengan seluruh kosakata yang digunakan merupakan kosakata baku dinas (lebih dari 5 kata baku) secara tepat dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu menulis mandiri selama 25 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan draf utuh surat resmi?
- Bagian arahan kegiatan mana yang paling sering disusun secara kurang logis oleh murid?
Murid:- Apakah kalimat arahan kegiatan yang saya tulis dalam surat resmi sudah mudah dipahami dan urutannya masuk akal?
- Kosakata baku apa saja yang berhasil saya terapkan dengan benar dalam surat resmi hari ini?
Pertemuan 12 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.6.1 Menganalisis pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan di ruang bincang media sosial
- TP 7.6.2 Menganalisis informasi berupa gagasan dan pesan dari teks visual berupa surat pribadi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
- TP 7.6.3 Menganalisis informasi berupa arahan dan pesan dari teks visual berupa surat resmi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
- TP 7.6.4 Mempresentasikan gagasan dan pandangan untuk tujuan pengajuan usul dalam bentuk dialog logis secara kritis
- TP 7.6.5 Menulis pengalaman dan pesan dalam surat pribadi secara kreatif menggunakan kosakata baru bermakna denotatif
- TP 7.6.6 Menulis gagasan dan arahan dalam surat resmi secara logis dengan menggunakan kosakata baku
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, mengecek kehadiran murid, dan mengondisikan meja agar rapi serta siap untuk pelaksanaan evaluasi mandiri (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan sesi evaluasi akhir Bab 6 yang mencakup tes tertulis analisis teks aural dan visual, tugas menulis surat, serta performa unjuk kerja dialog logis pengajuan usul secara bergiliran (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pembacaan petunjuk pengerjaan instrumen sumatif oleh guru mengenai pembagian 3 sesi tugas, kriteria kelengkapan jawaban, alokasi waktu per tugas, dan ketertiban selama asesmen berlangsung (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 Tes Tertulis Analisis Teks (25 menit). Pada 10 menit pertama, guru membacakan rekaman transkrip percakapan ruang bincang media sosial WhatsApp kelompok belajar sebanyak 2 kali: 'Rian: Teman-teman, tugas mading ditunda sampai Senin karena kertas karton basah terkena hujan saat dibawa Dika tadi sore. Dika: Maaf ya teman-teman, motorku mogok di jalan dan jas hujanku robek. Siti: Tidak apa-apa Dika, yang penting kamu selamat. Besok pagi aku bawa karton cadangan dari rumah.' Murid menganalisis pesan pokok dan konteks penutur: (1) Pesan pokok: Penundaan pengumpulan tugas mading hingga hari Senin akibat karton basah; (2) Konteks hubungan: Teman sekelompok/sekelas yang saling memaklumi musibah. Selanjutnya selama 15 menit, murid membaca teks visual surat pribadi dari Ratna kepada pamannya (berisi cerita liburan dan makna tersurat pamannya baru pindah tugas, serta makna tersirat Ratna rindu berkunjung ke kebun teh paman) dan teks visual surat resmi OSIS SMP Tunas Bangsa (Nomor: 04/OSIS/III/2024 berisi arahan tersurat permohonan peminjaman aula sekolah pada Sabtu 20 April 2024 pukul 08.00, serta arahan tersirat panitia wajib menjaga kebersihan dan mengembalikan kunci aula setelah selesai). Kunci jawaban acuan: Soal 1 (pesan ruang bincang: penundaan tugas mading karena karton kehujanan; hubungan: rekan sekelas/kelompok saling peduli); Soal 2 (surat pribadi: tersurat = Ratna mengabarkan nilai ujian dan menanyakan kabar paman di tempat dinas baru, tersirat = kerinduan menikmati suasana kebun teh bersama paman); Soal 3 (surat resmi: tersurat = OSIS meminjam aula untuk pelatihan jurnalistik tanggal 20 April 2024, tersirat = peminjam berkewajiban merawat fasilitas dan menyerahkan kembali ruang tepat waktu) (25 menit).
- Murid mengerjakan Tugas 2 Menulis Draf Surat Pribadi dan Resmi (25 menit). Murid menulis draf surat pribadi sepanjang 1 paragraf kepada sahabat berisi pengalaman pribadi dengan kosakata denotatif santun (kriteria acuan: memuat pengalaman nyata, tanpa makna konotatif ambigu, menggunakan kosakata denotatif: gembira, belajar, berkunjung, membantu; struktur memuat salam dan isi pembuka/pesan). Selanjutnya murid menyusun draf surat resmi OSIS berisi gagasan/arahan kegiatan sekolah (kriteria acuan: kop surat lengkap dengan nama organisasi dan tanggal, nomor/perihal: Permohonan Izin Tempat, isi arahan logis yang memuat waktu/kegiatan, serta memakai kosakata baku: sehubungan, memohon, pelaksanaan, berkenan, hadir; bukan kata tidak baku seperti karna/dimohonkan/bikin) (25 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 3 Unjuk Kerja Dialog Logis Berpasangan (18 menit). Sebanyak 14 pasangan murid (total 28 murid) tampil secara bergiliran selama masing-masing 1 hingga 1,5 menit di meja penguji/guru untuk menyajikan dialog logis pengajuan usul kegiatan sekolah. Satu murid berperan mengajukan usulan beserta alasan logis (skenario topik acuan: usulan penambahan tempat sampah pilah di depan kelas atau usulan pengadaan pojok baca kelas), dan pasangannya memberikan tanggapan kritis/persetujuan berdasar pertimbangan logis (skenario acuan: menanggapi ketersediaan anggaran atau pembagian jadwal piket pengawasan). Sementara pasangan tampil di hadapan guru, murid lain duduk tertib memeriksa kerapian berkas tugas tulis mereka (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara hening memeriksa kembali kelengkapan identitas dan lembar jawaban Tugas 1 serta naskah draf surat Tugas 2, lalu mengumpulkan seluruh berkas secara mandiri ke meja pengawas/guru (2 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merefleksikan tuntasnya rangkaian pembelajaran Bab 6 'Sampaikan Melalui Surat' dan mengapresiasi integritas serta kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif (1 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut pengolahan nilai sumatif dan menutup sesi pembelajaran dengan doa syukur serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks aural dibacakan dengan artikulasi jelas dan pengulangan jeda yang cukup; naskah teks visual disajikan dengan ukuran huruf proporsional dan kontras yang jelas bagi murid berkebutuhan visual khusus tanpa mengubah teks soal.
- Proses: Akomodasi akses: giliran pasangan unjuk kerja dialog diatur dengan pemanggilan berurutan yang tenang agar murid tidak cemas, tanpa menurunkan kriteria penilaian kelogisan argumen.
- Produk: Akomodasi akses: murid dengan hambatan motorik halus diperkenankan menuliskan draf surat dengan garis bantu lembar berjarak lebih lebar tanpa mengurangi komponen isi surat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman prosedur pengerjaan asesmen sumatif (acuan: murid memastikan telah membawa bolpoin, pensil, dan lembar jawab siap digunakan tanpa membawa catatan).
Proses:- Pengamatan keteraturan pengerjaan tugas mandiri dan ketepatan giliran unjuk kerja dialog logis berpasangan sesuai nomor urut meja.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis analisis teks, penulisan surat, dan unjuk kerja dialog logis berpasangan: lembar jawaban analisis pesan aural dan visual, produk penulisan surat pribadi dan resmi, serta performa dialog pengajuan usul berpasangan
- tes tertulis serentak: lembar tes berisi analisis pesan dan konteks hubungan penutur dari rekaman aural percakapan media sosial yang diperdengarkan secara klasikal, serta analisis makna tersurat dan tersirat dari teks surat pribadi dan surat resmi (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- tugas menulis terbimbing serentak: lembar kerja penulisan berisi draf surat pribadi yang memuat pengalaman dengan kosakata denotatif santun dan draf surat resmi bertema kegiatan sekolah dengan struktur baku dan kosakata formal (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian menulis surat (struktur, kejelasan arahan/pesan, dan ketepatan kosakata))
- unjuk kerja simulasi dialog berpasangan: performa dialog logis berpasangan (14 pasang untuk 28 murid, berdurasi 2 menit per pasang) di hadapan guru untuk mempresentasikan usulan dan tanggapan kritis terkait kegiatan sekolah (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kelogisan argumen, kesantunan tuturan, dan respon kritis))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis analisis teks, penulisan surat, dan unjuk kerja dialog logis berpasangan: lembar jawaban analisis pesan aural dan visual, produk penulisan surat pribadi dan resmi, serta performa dialog pengajuan usul berpasangan
- tes tertulis serentak: lembar tes berisi analisis pesan dan konteks hubungan penutur dari rekaman aural percakapan media sosial yang diperdengarkan secara klasikal, serta analisis makna tersurat dan tersirat dari teks surat pribadi dan surat resmi (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- tugas menulis terbimbing serentak: lembar kerja penulisan berisi draf surat pribadi yang memuat pengalaman dengan kosakata denotatif santun dan draf surat resmi bertema kegiatan sekolah dengan struktur baku dan kosakata formal (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian menulis surat (struktur, kejelasan arahan/pesan, dan ketepatan kosakata))
- unjuk kerja simulasi dialog berpasangan: performa dialog logis berpasangan (14 pasang untuk 28 murid, berdurasi 2 menit per pasang) di hadapan guru untuk mempresentasikan usulan dan tanggapan kritis terkait kegiatan sekolah (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kelogisan argumen, kesantunan tuturan, dan respon kritis))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Pesan Teks Aural dan Visual (TP 7.6.1, 7.6.2, 7.6.3; acuan: 3 butir soal - pesan dan konteks ruang bincang WhatsApp, tersurat-tersirat surat pribadi Ratna, arahan tersurat-tersirat surat resmi OSIS) | Menganalisis pesan dengan tepat hanya pada 0-1 butir dari 3 butir soal acuan. | Menganalisis pesan dengan tepat pada 2 butir dari 3 butir soal acuan. | Menganalisis pesan dengan tepat pada seluruh 3 butir soal acuan, namun penjelasan makna tersirat masih memerlukan kelengkapan detail. | Menganalisis pesan dan arahan dengan tepat, lengkap, serta mendalam pada seluruh 3 butir soal acuan (pesan ruang bincang, tersurat-tersirat surat pribadi, dan arahan surat resmi) tanpa kesalahan. | | Menulis Surat Pribadi dan Surat Resmi (TP 7.6.5, 7.6.6; acuan: draf surat pribadi memuat pengalaman nyata dan kosakata denotatif; draf surat resmi memuat struktur baku, arahan logis, dan kosakata baku: sehubungan, memohon, pelaksanaan, berkenan, hadir) | Menulis draf surat pribadi atau surat resmi yang belum memenuhi struktur baku dan memuat banyak kata nonbaku pada surat resmi serta makna denotatif yang rancu. | Menulis draf kedua jenis surat, tetapi surat resmi masih memuat 1-2 kosakata tidak baku dan surat pribadi belum sepenuhnya menggunakan kosakata denotatif yang santun. | Menulis draf surat pribadi berisi pengalaman dengan kosakata denotatif serta surat resmi dengan arahan logis menggunakan kosakata baku sesuai struktur acuan. | Menulis draf surat pribadi yang kreatif dan santun dengan kosakata denotatif tepat serta surat resmi dengan kelogisan arahan yang runtut dan kepatuhan penuh pada kosakata baku. | | Mempresentasikan Gagasan Pengajuan Usul dalam Dialog Logis (TP 7.6.4; acuan: menyampaikan usulan kegiatan sekolah dengan alasan logis dan menanggapi usulan secara kritis) | Menyajikan tuturan dalam dialog yang belum runtut logikanya dan belum mampu memberikan tanggapan kritis terhadap usulan pasangan. | Menyajikan usulan dalam dialog namun argumen pendukungnya masih belum sepenuhnya logis atau tanggapan masih sebatas setuju/tidak setuju singkat. | Mempresentasikan usulan dalam dialog dengan alasan yang logis serta memberikan tanggapan yang relevan dan kritis secara runtut. | Mempresentasikan usulan dalam dialog secara kritis dengan argumen logis yang meyakinkan, runtut, santun, serta saling merespons secara dinamis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit telah terdistribusi secara efektif antara tes tertulis, penulisan draf surat, dan perputaran dialog pasangan murid?
- Bagaimana capaian murid pada elemen menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dalam bab ini secara keseluruhan?
Murid:- Bagian mana dari tes sumatif hari ini (analisis teks, menulis surat, atau berdialog) yang paling menunjukkan keberhasilan belajarku di Bab 6?
- Keterampilan menulis atau berkomunikasi apa yang paling ingin terus kuperbaiki setelah menyelesaikan bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek 2023) Bab 6
- Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek 2023) Bab 6
- Rekaman audio percakapan ruang bincang media sosial WhatsApp/Surel/Forum Sekolah
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Pesan Aural
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII Edisi Revisi (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6 Halaman 220.
- Rekaman audio teks aural percakapan ruang bincang / voice note media sosial buatan guru.
- Lembar Kerja Murid 'Detektif Obrolan Teks Aural'.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek Edisi Revisi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek Edisi Revisi (Bab VI: Sampaikan Melalui Surat)
- Lembar Kerja Teks Visual Surat Pribadi
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023) Bab VI
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Makna Tersirat Surat Pribadi
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023 Bab VI 'Sampaikan Melalui Surat'.
- Lembar Kerja Murid (LKPD) teks visual surat dinas/resmi sekolah.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023 Bab 6 Sampaikan Melalui Surat
- Contoh teks visual surat resmi dinas sekolah/OSIS
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Bab VI
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Bab VI: Sampaikan Melalui Surat
- Lembar Stimulus Arahan Surat Resmi Sekolah dan Kartu Panduan Dialog Pengajuan Usul
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek Bab VI
- Kartu Skenario Masalah Sekolah (Kartu A: Pengelolaan Sampah Kantin; Kartu B: Informasi Lomba Sekolah)
- Lembar Alur Dialog Logis Pengajuan Usul
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek 2023 Bab 6
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring
- Kartu kosakata baru dan model teks surat pribadi
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Revisi (halaman 226-231)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (halaman 230-231, Bagian Menulis Draf Surat Resmi)
- KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Daring / Luring
- Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023), Bab VI: Sampaikan Melalui Surat
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023)
- Lembar Kerja Menulis Surat Resmi Utuh OSIS
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023 Bab VI
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023 Bab VI
- Naskah transkrip audio/aural percakapan ruang bincang media sosial
- Lembar tes tertulis analisis teks visual surat pribadi dan surat resmi
- Lembar kerja tugas menulis draf surat pribadi dan surat resmi
- Instrumen dan rubrik penilaian unjuk kerja dialog logis
|