Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 7 untuk Bab 2 "Berkelana di Dunia Imajinasi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 7 Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi

Bahasa Indonesia - Kelas 7

Bab 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Berkelana di Dunia Imajinasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 2 — Berkelana di Dunia Imajinasi
Alokasi Waktu30 JP (30 x 40 menit = 1200 menit)
Jumlah Pertemuan12
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.2.1 Menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural berupa pembacaan cerita fantasi
  2. TP 7.2.2 Menganalisis pesan dari teks sastra visual berupa cerita fantasi untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat
  3. TP 7.2.3 Mengevaluasi kualitas dari teks berwujud teks visual berupa cerita fantasi menggunakan sumber informasi lain
  4. TP 7.2.4 Mempresentasikan pesan untuk tujuan pemberian solusi dalam bentuk monolog secara kritis dan kreatif terkait masalah tokoh pada teks cerita fantasi
  5. TP 7.2.5 Menulis imajinasi dalam tipe teks cerita fantasi secara kreatif dan menarik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kalian mendengarkan sebuah dongeng atau kisah ajaib dibacakan, hal apa yang membuat kalian bisa membayangkan wujud tokoh dan tempat kejadiannya secara jelas?
  2. Bagaimana kita bisa mengetahui sifat seorang tokoh dan suasana suatu tempat hanya dari suara pembacaan cerita?
  3. Bagaimana kita bisa mengetahui urutan kejadian dalam sebuah cerita fantasi hanya dengan mendengarkannya?
  4. Mengapa peristiwa dalam cerita fantasi harus memiliki hubungan sebab-akibat, mulai dari munculnya masalah hingga penyelesaiannya?
  5. Ketika membaca cerita petualangan fantasi, bagaimana cara kalian mengetahui nasihat yang disampaikan pengarang secara tertulis langsung dalam teks?
  6. Mengapa pesan tertulis (tersurat) dalam cerita fantasi penting dipahami sebelum kita menyimpulkan isi ceritanya?
  7. Pernahkah kalian membaca cerita fantasi yang di dalamnya tokoh tidak pernah menasihati secara langsung, tetapi perilakunya menyadarkan kita akan suatu hal penting?
  8. Bagaimana cara kita mengetahui pesan atau nasihat tersembunyi yang ingin disampaikan penulis melalui tindakan dan peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita fantasi visual?
  9. Bagaimana kita dapat mengetahui apakah alur sebuah cerita fantasi tersusun dengan runtut dan logis?
  10. Mengapa kita memerlukan teks atau sumber informasi lain sebagai pembanding saat menilai kualitas alur suatu cerita fantasi?
  11. Bagaimana kita membuktikan apakah penggambaran watak tokoh dalam sebuah cerita komik fantasi sudah masuk akal atau meyakinkan?
  12. Mengapa kita memerlukan sumber teks atau informasi pembanding saat menilai kelebihan dan kelemahan penokohan dalam cerita fantasi visual?
  13. Jika tokoh dalam cerita fantasi terjebak dalam masalah besar akibat keajaiban atau kutukan, pesan solusi apa yang dapat kita tawarkan kepadanya?
  14. Bagaimana cara menyampaikan pesan berisi gagasan solusi kepada seorang tokoh cerita secara mandiri dan meyakinkan melalui monolog?
  15. Bagaimana sebuah pesan monolog dapat menawarkan jalan keluar yang tidak terduga namun tetap masuk akal bagi tokoh yang terjebak masalah ajaib?
  16. Mengapa kita perlu menyajikan solusi alternatif yang kreatif dan kritis saat menghadapi krisis dalam cerita fantasi?
  17. Jika kalian bisa menciptakan sebuah dunia baru yang belum pernah dikunjungi manusia, benda ajaib apa yang menjadi ciri khas tempat tersebut?
  18. Bagaimana cara menggambarkan tokoh dengan kekuatan unik agar pembaca langsung penasaran sejak kalimat pertama?
  19. Bagaimana sebuah masalah atau rintangan yang dialami tokoh dalam cerita fantasi bisa memuncak secara ajaib dan menegangkan?
  20. Apa yang membuat penyelesaian masalah (resolusi) dalam cerita fantasi terasa menarik dan memuaskan bagi pembaca?
  21. Bagaimana pilihan kosakata kiasan dan konotatif dapat menghidupkan suasana magis dalam sebuah naskah cerita fantasi?
  22. Bagaimana cara merangkai gagasan orientasi, komplikasi, dan resolusi menjadi satu naskah cerita fantasi utuh yang memikat pembaca?
  23. Bagaimana pemahaman kita terhadap unsur cerita fantasi membantu kita mengevaluasi mutu cerita dan merancang karya imajinatif sendiri?
  24. Mengapa solusi yang kita tawarkan bagi tokoh cerita fantasi harus disampaikan secara kritis, logis, dan menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Unsur Tokoh dan Latar dari Pembacaan Cerita Fantasi Aural — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural berupa pembacaan cerita fantasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis unsur intrinsik tokoh dan latar dari rekaman/pembacaan cerita fantasi aural (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat menyimak: guru membacakan kutipan aural pendek: 'Di puncak Gunung Halimun yang selalu diselimuti kabut ungu, bertengger Elang Perak bermata api yang selalu waspada menjaga gerbang kristal.' Murid menuliskan tokoh, latar tempat, dan latar suasana pada selembar kertas memo. Acuan jawaban: tokoh = Elang Perak (karakteristik: bermata api/waspada); latar tempat = puncak Gunung Halimun/gerbang kristal; latar suasana = misterius/tegang/dingin berkabut ungu (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan penjelasan terarah tentang konsep unsur intrinsik cerita fantasi yang disimak, khususnya identifikasi tokoh (nama, perwatakan/ciri khas imajinatif) dan latar (tempat, waktu, suasana magis/imajinatif) melalui petunjuk verbal dalam teks aural (15 menit).
  • Guru memutarkan/membacakan cuplikan cerita aural model 1 berjudul 'Kembalinya Kristal Lumina': 'Malam tanpa bintang mencekam Lembah Zamrud. Elyas, seorang kurcaci pemalu bersenjatakan lentera embun, melangkah gontai melewati akar-akar pohon raksasa yang mendesis pelan.' (5 menit).
  • Guru mendemonstrasikan cara mencatat dan menganalisis unsur tokoh dan latar secara terstruktur pada bagan analisis unsur intrinsik berdasarkan bukti tuturan yang disimak (acuan: Tokoh: Elyas, perwatakan: pemalu, ciri: membawa lentera embun; Latar tempat: Lembah Zamrud/di sela akar raksasa; Latar waktu: malam tanpa bintang; Latar suasana: mencekam/menegangkan) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Tantangan Menggembirakan 'Detektif Bunyi Imajinasi': Guru memutar efek suara magis singkat (gemuruh petir, desau angin gua, langkah kaki mengendap-endap), lalu murid menebak suasana dan kemungkinan latar tempatnya secara cepat dan ceria untuk melatih kepekaan auditori sebelum menyimak cerita utama (10 menit).
  • Guru memutarkan/membacakan teks aural utama 'Misteri Menara Jam Awan' sebanyak dua kali pemutaran dengan jeda hening 2 menit antar-pemutaran (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Analisis Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Aural untuk menganalisis 4 target unsur intrinsik: (1) Tokoh utama dan wataknya (Acuan: Arka, watak: pemberani dan ingin tahu; ciri fantasi: sayap mekanik); (2) Tokoh pendamping/antagonis dan wataknya (Acuan: Goran sang Penjaga Bayangan, watak: kaku dan mudah curiga; ciri fantasi: tubuh tersusun dari kabut hitam); (3) Rincian latar tempat dan waktu (Acuan: Menara Jam Awan di angkasa lapis ketiga; waktu: tepat tengah malam saat lonceng berdentang tiga belas kali); (4) Latar suasana beserta bukti tuturan (Acuan: suasana ganjil/ajaib dan menegangkan; bukti tuturan: roda-roda gerigi raksasa berputar melayang tanpa poros dan lolongan angin menggetarkan dinding perak) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menayangkan acuan kunci jawaban analisis 4 unsur intrinsik 'Misteri Menara Jam Awan' di papan tulis dan memfasilitasi murid memeriksa hasil kerjanya secara jujur dan sadar (self-assessment) (10 menit).
  • Murid menandai bagian analisis yang sudah tepat dan menggarisbawahi bukti tuturan yang terlewat saat menyimak teks aural, kemudian menuliskan strategi perbaikan menyimak untuk pertemuan berikutnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan unsur tokoh dan latar cerita fantasi dari teks yang didengarkan melalui pencatatan kata-kata kunci sifat, tempat, dan suasana (7 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketelitian murid dalam menangkap rincian aural dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan perancah disediakan rekaman aural dengan kecepatan pelafalan yang sedikit lebih lambat atau pengulangan ketiga pada bagian rincian latar; bagi murid mahir diberikan teks aural dengan petunjuk tokoh dan suasana yang lebih tersamar menggunakan metafora fantasi.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi dengan lembar pemandu yang memiliki format isian berumpan (scaffolding petunjuk kata tanya: siapa, di mana, kapan, bagaimana suasananya); murid mahir langsung menganalisis pada bagan mandiri terbuka.
  • Produk: Semua murid menghasilkan analisis tertulis unsur tokoh dan latar sesuai 4 butir acuan, dengan kedalaman bukti kutipan aural yang lebih kaya bagi murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan menyimak aural: Murid mendengarkan 1 kalimat fantasi ('Di puncak Gunung Halimun yang selalu diselimuti kabut ungu, bertengger Elang Perak bermata api yang selalu waspada menjaga gerbang kristal.') dan menuliskan: (1) Nama & ciri tokoh (acuan: Elang Perak, bermata api/waspada), (2) Latar tempat (acuan: puncak Gunung Halimun/gerbang kristal), (3) Latar suasana (acuan: misterius/tegang/dingin berkabut ungu).

Proses:

  • Observasi keterlibatan menyimak saat pemutaran teks aural 'Misteri Menara Jam Awan' berlangsung
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 unsur pada Lembar Analisis Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Aural: (1) Tokoh utama, (2) Tokoh pendamping/antagonis, (3) Latar tempat dan waktu, (4) Latar suasana beserta bukti aural sesuai daftar acuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Murid mencocokkan hasil analisisnya terhadap 4 target acuan cerita 'Misteri Menara Jam Awan' (Tokoh 1: Arka [pemberani/sayap mekanik]; Tokoh 2: Goran [curiga/tubuh kabut]; Latar tempat & waktu: Menara Jam Awan angkasa lapis ketiga, tengah malam lonceng ke-13; Latar suasana: ganjil/menegangkan dengan bukti roda berputar melayang/lolongan angin) dan menghitung skor ketercapaian mandiri (skor 1-4 target terpenuhi).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik aural singkat di awal pembelajaran untuk mengecek kepekaan mendengarkan tokoh dan latar
  • Penilaian lembar kerja analisis unsur tokoh dan latar teks cerita fantasi aural 'Misteri Menara Jam Awan' menggunakan rubrik analitik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Tokoh dari Cerita Fantasi AuralHanya mampu menganalisis 1 tokoh tanpa menyebutkan watak maupun ciri fantasi berdasarkan tuturan aural.Menganalisis 1-2 tokoh dengan menyebutkan nama, namun perwatakan atau ciri fantasi belum tepat sesuai acuan teks aural.Menganalisis 2 tokoh (utama dan pendamping/antagonis: Arka dan Goran) beserta watak dan ciri fantasinya secara tepat sesuai acuan teks aural.Menganalisis 2 tokoh (Arka dan Goran) beserta watak, ciri fantasi, dan bukti kalimat tuturan aural pendukungnya secara lengkap dan mandiri tanpa kekeliruan.
Analisis Latar (Tempat, Waktu, Suasana) dari Cerita Fantasi AuralHanya menganalisis 1 unsur latar secara tepat dari teks aural yang didengarkan.Menganalisis 2 dari 3 unsur latar (tempat, waktu, suasana) secara tepat sesuai acuan teks aural.Menganalisis ketiga unsur latar (tempat: Menara Jam Awan, waktu: tengah malam lonceng ke-13, suasana: ganjil/menegangkan) secara tepat sesuai acuan teks aural.Menganalisis ketiga unsur latar secara tepat dan menyertakan bukti tuturan aural yang mendeskripsikan latar tersebut secara lengkap dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah artikulasi dan intonasi pembacaan/rekaman aural terdengar jelas oleh seluruh murid di ruang kelas?
  • Apakah murid mampu membedakan rincian latar tempat dan latar suasana murni dari daya simak aural tanpa bantuan visual teks?
  • Langkah perancah mana yang paling efektif membantu murid yang kesulitan mencatat rincian tokoh saat teks dibacakan?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita yang paling mudah kamu bayangkan tokoh dan tempatnya saat mendengarkan?
  • Kesulitan apa yang kamu hadapi saat harus mengingat watak tokoh dan suasana tempat hanya dari suara pembacaan?
  • Strategi apa yang membantumu mencatat informasi penting secara cepat saat mendengarkan teks aural?

Pertemuan 2 — Menganalisis Unsur Alur Peristiwa dari Pembacaan Cerita Fantasi Aural — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural berupa pembacaan cerita fantasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi suasana kelas yang siap belajar dengan kesadaran penuh (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis unsur intrinsik alur peristiwa (awal/pengenalan masalah, tengah/klimaks, akhir/penyelesaian) dari teks aural cerita fantasi yang dibacakan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan 3 cuplikan kronologis singkat dari kisah fiksi lalu meminta murid menunjukkan tahap alurnya. Cuplikan 1: 'Kala tinggal di desa yang damai sebelum kabut ungu datang' (Acuan: pengenalan/awal); Cuplikan 2: 'Naga es menyemburkan kristal raksasa dan Kala terdesak di tebing' (Acuan: puncak masalah/klimaks); Cuplikan 3: 'Kala berhasil menyegel kristal dan desa kembali hangat' (Acuan: penyelesaian/akhir) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak pembacaan teks pemodelan oleh guru berjudul 'Lorong Waktu di Balik Lemari Tua' Bagian 1, yang mengilustrasikan bagaimana sebuah peristiwa saling terhubung sebab-akibat (10 menit).
  • Guru memandu murid menelaah ciri-ciri 3 tahapan alur peristiwa teks narasi fantasi: (1) peristiwa awal berupa pengenalan situasi dan pemicu masalah, (2) peristiwa tengah berupa eskalasi konflik menuju klimaks aksi menegangkan, dan (3) peristiwa akhir berupa penyelesaian konflik (10 menit).
  • Tantangan Menggembirakan 'Detektif Garis Waktu': Murid bermain cepat secara berpasangan menebak urutan 3 potongan kartu peristiwa yang dibacakan guru secara acak: Kartu A 'Pintu gerbang dimensi terbuka lebar karena mantra terucap salah', Kartu B 'Arka menemukan kunci perak berkarat di loteng', Kartu C 'Arka memutar kembali kunci dan menutup portal selamanya'. Murid menyusun urutan logis (Acuan urutan tepat: Kartu B [awal] -> Kartu A [klimaks/masalah] -> Kartu C [penyelesaian]) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mendengarkan pembacaan teks cerita fantasi aural berjudul 'Kembalinya Kristal Surya' yang dibacakan oleh guru secara jelas sebanyak dua kali (15 menit).
  • Murid bekerja berpasangan menganalisis alur peristiwa dari teks aural yang didengar ke dalam bagan alur peristiwa yang mencakup 4 unsur analisis: (1) Peristiwa Pengenalan Latar & Tokoh, (2) Peristiwa Pemicu Masalah, (3) Peristiwa Puncak Konflik/Klimaks, dan (4) Peristiwa Penyelesaian. Bahan teks aural: Kerajaan Lumina kehilangan Kristal Surya karena direbut Raksasa Bayangan; Danu dan peri bersayap perak menyusup ke sarang bayangan; Danu menggunakan cermin pemantul untuk membakar bayangan saat raksasa hendak menerkam; Kristal Surya diletakkan kembali ke menara dan kerajaan terang kembali (20 menit).
  • Murid mencocokkan hasil analisis alur peristiwa dengan pasangan lain untuk memeriksa kesesuaian fakta peristiwa teks yang disimak (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru meninjau kembali ketepatan hasil analisis alur peristiwa dengan acuan jawaban: (1) Peristiwa Pengenalan: Kerajaan Lumina yang damai dipimpin Danu; (2) Pemicu Masalah: Kristal Surya dicuri Raksasa Bayangan hingga negeri gelap; (3) Puncak Konflik: Pertarungan di sarang raksasa ketika Danu nyaris diterkam lalu mengarahkan cermin pemantul; (4) Penyelesaian: Raksasa lenyap, Kristal Surya kembali ke menara, Lumina terang benderang (10 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pribadi di lembar catatan tentang kemudahan atau kesulitan yang dialami saat menyimak detail urutan peristiwa secara aural (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan menyimak kritis dalam menangkap rangkaian peristiwa sebab-akibat pada teks sastra fantasi (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut kegiatan untuk pertemuan berikutnya (analisis makna tersurat cerita fantasi visual) dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, teks dibacakan dengan tempo lebih lambat serta penekanan intonasi penanda urutan peristiwa (misalnya kata: awalnya, tiba-tiba, puncaknya, akhirnya). Bagi murid mahir, teks diperdengarkan dengan kecepatan normal dan tanpa jeda buatan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan diberikan format bagan alur dengan kata panduan (Apa awal masalahnya? Kapan adegan paling gawat? Bagaimana masalah beres?). Murid mahir mengisi bagan alur kosong mandiri secara rinci.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bagan analisis 4 tahapan alur peristiwa yang sama sesuai teks aural yang disimak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan cepat menentukan tahapan alur pada 3 cuplikan kalimat yang dibacakan guru. Butir 1: 'Kala tinggal di desa yang damai sebelum kabut ungu datang' (Acuan: tahap pengenalan/awal); Butir 2: 'Naga es menyemburkan kristal raksasa dan Kala terdesak di tebing' (Acuan: tahap konflik memuncak/klimaks); Butir 3: 'Kala berhasil menyegel kristal dan desa kembali hangat' (Acuan: tahap penyelesaian/akhir).

Proses:

  • Penilaian formatif pengerjaan Lembar Kerja Analisis Alur Peristiwa Teks Aural 'Kembalinya Kristal Surya' yang memuat 4 unsur: (1) Pengenalan: Kerajaan Lumina yang damai kehilangan cahaya; (2) Pemicu Masalah: Pencurian Kristal Surya oleh Raksasa Bayangan; (3) Puncak Konflik (Klimaks): Danu mengarahkan cermin pemantul saat raksasa hendak menerkamnya di sarang bayangan; (4) Penyelesaian: Raksasa sirna, kristal kembali dipasang di menara, dan kerajaan kembali bersinar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid menyebutkan kembali secara tertulis 1 bukti peristiwa klimaks dari teks aural yang disimak (Acuan: adegan Danu menggunakan cermin pemantul cahaya untuk mengalahkan raksasa yang hendak menerkamnya).

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tes lisan identifikasi 3 tahapan alur cuplikan cerita
  • Lembar Kerja Analisis Alur Peristiwa Teks Cerita Fantasi Aural 'Kembalinya Kristal Surya'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menganalisis 4 tahapan unsur alur peristiwa dari teks aural (Pengenalan, Pemicu Masalah, Puncak Konflik/Klimaks, Penyelesaian)Tepat menganalisis 1 dari 4 tahapan alur peristiwa teks aural sesuai acuan isi cerita.Tepat menganalisis 2 dari 4 tahapan alur peristiwa teks aural sesuai acuan isi cerita.Tepat menganalisis 3 dari 4 tahapan alur peristiwa teks aural sesuai acuan isi cerita.Tepat menganalisis seluruh 4 tahapan alur peristiwa teks aural sesuai acuan isi cerita secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pembacaan teks aural dengan kecepatan wajar sudah memfasilitasi seluruh murid dalam menangkap rincian alur peristiwa?
  • Bagian tahapan alur mana (pengenalan, pemicu masalah, klimaks, atau penyelesaian) yang paling banyak mengalami kekeliruan analisis oleh murid?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu kenali tahapan alurnya saat mendengarkan pembacaan tadi?
  • Cara apa yang membantumu mengingat urutan kejadian cerita saat mendengarkan guru membacakan teks?

Pertemuan 3 — Menganalisis Makna Tersurat dari Pesan Teks Cerita Fantasi Visual — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menganalisis pesan dari teks sastra visual berupa cerita fantasi untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa bersama untuk mengawali kegiatan belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis pesan atau amanat yang tertulis secara langsung (makna tersurat) dalam teks cerita fantasi visual (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat: murid membaca kutipan 2 kalimat fantasi pada layar, lalu mengidentifikasi kalimat mana yang menyatakan nasihat secara langsung (tersurat). Butir soal: (1) 'Batu kristal itu memancarkan cahaya ungu ketika malam tiba.' (2) 'Ingatlah anakku, jangan sekali-kali membuka peti pusaka sebelum fajar merekah.' (Acuan jawaban benar: kalimat 2 karena tertulis langsung sebagai petuah/larangan dari pengarang/tokoh) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid memirsa teks cerita fantasi visual berjudul 'Misteri Gerbang Awan' yang dibagikan dalam lembar bacaan dan membaca bagian narasi serta dialog secara saksama (15 menit).
  • Guru memberikan pemodelan cara menemukan pesan tersurat dengan menandai kalimat nasihat, kaidah budi pekerti, atau larangan yang tertulis kata demi kata secara eksplisit di dalam teks tanpa perlu ditafsirkan makna tersembunyinya (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan 'Detektif Kalimat Bijak': dalam waktu 10 menit secara berpasangan, murid berlomba memindai teks 'Misteri Gerbang Awan' untuk menemukan dan menempelkan stiker penanda pada kalimat-kalimat yang berisi nasihat tertulis langsung (10 menit).
  • Secara mandiri, murid menganalisis dan menuliskan 4 pesan tersurat dari teks 'Misteri Gerbang Awan' beserta bukti kalimat teks pada Lembar Kerja Analisis Makna Tersurat. Keempat pesan target yang harus diidentifikasi: (1) Kewajiban menepati janji (bukti teks: 'Siapa pun yang berjanji kepada Penjaga Gerbang wajib memenuhinya tepat waktu'); (2) Larangan mengambil barang tanpa izin (bukti teks: 'Jangan menyentuh tongkat pusaka bila bukan hakmu'); (3) Kerja sama mengatasi rintangan (bukti teks: 'Kalian harus bersatu merapatkan barisan agar badai sihir dapat ditembus'); (4) Kejujuran dalam bertindak (bukti teks: 'Katakanlah yang sebenarnya agar cermin kebenaran membukakan jalan') (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara berpasangan menggunakan rubrik kunci pengecekan untuk memastikan bahwa setiap pesan yang ditulis memiliki kutipan kalimat bukti yang tepat dan tertulis langsung di dalam teks (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pengertian makna tersurat dari pesan teks cerita fantasi (makna/pesan yang tertulis jelas dan langsung dibaca dari teks) (10 menit).
  • Guru mengumpulkan Lembar Kerja Analisis Makna Tersurat dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mendalami makna tersirat dari pesan cerita fantasi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, teks bacaan dilengkapi garis bawah penuntun pada paragraf yang memuat pesan moral. Bagi murid yang mahir, diberikan teks tanpa tanda pemandu.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menemukan 2 pesan tersurat pertama dengan pendampingan langsung, sedangkan murid yang mahir menganalisis seluruh 4 pesan tersurat secara mandiri penuh.
  • Produk: Seluruh murid menyajikan hasil temuan analisis pesan tersurat pada format lembar kerja yang sama disertai kutipan kalimat bukti dari teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik membaca 2 kalimat kutipan cerita fantasi pada layar: (1) 'Batu kristal itu memancarkan cahaya ungu ketika malam tiba.' (2) 'Ingatlah anakku, jangan sekali-kali membuka peti pusaka sebelum fajar merekah.' Murid diminta menunjuk kalimat yang memuat pesan tersurat (Acuan: kalimat nomor 2 memuat pesan tersurat larangan/nasihat yang tertulis langsung).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan analisis pesan tersurat pada Lembar Kerja Siswa berdasarkan teks 'Misteri Gerbang Awan' dengan 4 target pesan: (1) Kewajiban menepati janji (bukti teks: 'Siapa pun yang berjanji kepada Penjaga Gerbang wajib memenuhinya tepat waktu'); (2) Larangan mengambil barang tanpa izin (bukti teks: 'Jangan menyentuh tongkat pusaka bila bukan hakmu'); (3) Kerja sama mengatasi rintangan (bukti teks: 'Kalian harus bersatu merapatkan barisan agar badai sihir dapat ditembus'); (4) Kejujuran dalam bertindak (bukti teks: 'Katakanlah yang sebenarnya agar cermin kebenaran membukakan jalan').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan kesesuaian antara rumusan pesan tersurat murid dengan kutipan kalimat bukti yang dicantumkan pada lembar kerja (kriteria penerimaan: rumusan pesan selaras dengan kalimat teks yang dikutip secara harfiah).

Formatif:

  • Penilaian proses analisis pesan tersurat menggunakan lembar kerja berbasis kutipan teks pada teks cerita fantasi visual 'Misteri Gerbang Awan'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menganalisis Pesan Tersurat dari Teks Cerita Fantasi VisualMenganalisis pesan tersurat dengan tepat hanya pada 1 dari 4 pesan acuan disertai bukti kalimat teks yang sesuai.Menganalisis pesan tersurat dengan tepat pada 2 dari 4 pesan acuan disertai bukti kalimat teks yang sesuai.Menganalisis pesan tersurat dengan tepat pada 3 dari 4 pesan acuan disertai bukti kalimat teks yang sesuai.Menganalisis pesan tersurat dengan tepat pada seluruh 4 pesan acuan disertai bukti kalimat teks yang sesuai secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks visual 'Misteri Gerbang Awan' yang disediakan memuat pesan tersurat yang cukup jelas untuk dianalisis oleh murid kelas 7?
  • Bagian mana dari kegiatan identifikasi pesan tersurat yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan kalimat narasi biasa dengan kalimat yang memuat pesan langsung (tersurat) dalam cerita fantasi?
  • Langkah apa yang membantumu menemukan bukti kalimat pesan tersurat dengan lebih cepat di dalam teks?

Pertemuan 4 — Menganalisis Makna Tersirat dari Pesan Teks Cerita Fantasi Visual — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menganalisis pesan dari teks sastra visual berupa cerita fantasi untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan suasana ruang kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yakni menganalisis pesan dari teks cerita fantasi visual untuk menemukan makna yang tersirat di balik tindakan tokoh dan peristiwa (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid membedakan pesan tersurat dan tersirat menggunakan kartu contoh kutipan cerita (9 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang cara menemukan pesan tersirat dalam teks cerita fantasi visual melalui 3 langkah: mencatat tindakan atau perkataan tokoh, mengidentifikasi akibat yang ditimbulkan, dan menyimpulkan nilai atau nasihat yang tidak tertulis langsung (15 menit).
  • Murid membaca teks cerita fantasi visual berjudul 'Cermin Kejujuran Mao' yang memuat narasi dan panel visual interaksi tokoh Mao dan Piru (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan tebak petunjuk 'Detektif Makna' untuk menemukan 3 bukti petunjuk tersirat (tindakan tokoh) pada teks cerita fantasi visual yang disediakan (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Analisis Makna Tersirat untuk menganalisis 3 peristiwa/tindakan tokoh dalam teks guna menemukan makna tersirat dan bukti tekstual pendukungnya (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan hasil analisis makna tersirat dengan membandingkan temuannya terhadap rubrik kriteria penafsiran makna tersirat (10 menit).
  • Murid menuliskan satu kesadaran belajar tentang pentingnya kejelian menafsirkan tindakan tokoh dalam memahami pesan moral tersirat sebuah bacaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang perbedaan makna tersurat (tertulis langsung) dan makna tersirat (disimpulkan dari tindakan tokoh dan akibat peristiwa) (8 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir berisi 1 butir penggalan cerita untuk menganalisis pesan tersiratnya secara mandiri (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan, apresiasi atas kesungguhan belajar murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya tentang mengevaluasi alur cerita menggunakan sumber pembanding, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penanda visual (highlight) pada dialog kunci dan tindakan tokoh, sedangkan murid yang mahir menganalisis teks cerita fantasi visual yang memuat konflik batin tokoh yang lebih berlapis.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah didampingi menggunakan lembar panduan bertahap (scaffolding: fakta tindakan -> akibat -> kesimpulan pesan), sedangkan murid berkesiapan tinggi bekerja mandiri merumuskan pesan tersirat tanpa panduan rumpang.
  • Produk: Murid dapat menuangkan simpulan analisis makna tersirat dalam bentuk tabel perincian tindakan-makna atau diagram alir simpulan pesan tersirat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menampilkan 2 kartu kutipan dari teks cerita fantasi di papan tulis. Murid diminta menentukan apakah pesan yang terkandung bersifat tersurat atau tersirat: (1) Kartu A: 'Tetua desa berkata, "Kalian harus selalu tolong-menolong agar selamat di hutan ajaib."' (Acuan benar: Tersurat, karena pesan tertulis langsung dalam ucapan tokoh); (2) Kartu B: 'Walau tongkat sihirnya patah demi menyelamatkan anak burung pipit, Mao tersenyum melihat burung itu terbang bebas kembali ke sarangnya.' (Acuan benar: Tersirat, karena pesan rela berkorban/menolong tanpa pamrih tidak tertulis langsung melainkan tersirat dari tindakan dan ekspresi tokoh Mao). Kriteria: Murid siap jika tepat menentukan kategori kedua kartu.

Proses:

  • Observasi pengerjaan Lembar Analisis Makna Tersirat pada teks 'Cermin Kejujuran Mao'. Tugas murid menganalisis 3 peristiwa tindakan tokoh berikut: (1) Peristiwa 1: Mao menyembunyikan kristal retak di sakunya karena takut dimarahi, namun setiap melangkah kristal itu terasa semakin membakar kain sakunya (Acuan analisis pesan tersirat: Menyembunyikan kesalahan menimbulkan rasa bersalah dan kegelisahan batin yang terus mengganggu; bukti: rasa panas membakar di saku saat menyembunyikannya); (2) Peristiwa 2: Piru mengakui bahwa ia yang lalai saat menyentuh ramuan hingga cermin bergetar, lalu meminta maaf kepada seluruh penghuni perpustakaan (Acuan analisis pesan tersirat: Keberanian mengakui kekhilafan adalah sikap ksatria yang memulihkan kepercayaan orang lain; bukti: Piru berterus terang meminta maaf tanpa melempar kesalahan pada orang lain); (3) Peristiwa 3: Mao akhirnya mengeluarkan kristal retak dari sakunya dan memberikannya kepada Guru Mantra meski harus menerima sanksi membersihkan perpustakaan (Acuan analisis pesan tersirat: Kejujuran dan kesediaan menanggung risiko kesalahan membawa ketenangan jiwa; bukti: Mao menyerahkan kristal secara sukarela dan menerima hukuman dengan lapang dada). Aturan penskoran: Tepat menganalisis pesan tersirat dan bukti tekstual untuk ketiga peristiwa = Sangat Berkembang; tepat 2 peristiwa = Berkembang; tepat 1 peristiwa = Mulai Berkembang; belum tepat = Belum Berkembang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri (5 menit) berupa 1 soal analisis teks singkat: 'Saat jembatan pelangi mulai runtuh karena kelebihan beban, Raka melepaskan tas ranselnya yang penuh berisi batu permata emas ke dalam jurang agar ketiga temannya dapat melangkah cepat menyeberang ke tepi pulau awan.' Soal: Tentukan pesan tersirat dari tindakan tokoh Raka beserta buktinya! (Acuan jawaban benar: Pesan tersirat adalah keselamatan sesama manusia/teman jauh lebih berharga daripada harta benda; bukti tekstual: Raka rela membuang ransel emasnya demi menyelamatkan nyawa ketiga temannya yang menyeberang).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi kategori pernyataan tersurat atau tersirat pada 2 kutipan pembuka
  • Asesmen formatif proses: Lembar Analisis Makna Tersirat (menganalisis 3 tindakan tokoh, akibat peristiwa, dan simpulan pesan tersirat beserta bukti tekstualnya)
  • Asesmen akhir: cek pemahaman analisis pesan tersirat pada 1 penggalan teks penutup

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Makna Tersirat dari Pesan Teks Cerita Fantasi VisualBelum mampu menemukan makna tersirat dari tindakan tokoh cerita fantasi visual; penafsiran hanya mengulang kata-kata literal tanpa menghubungkan tindakan dengan akibat peristiwa.Mampu menemukan makna tersirat dari 1 peristiwa tindakan tokoh pada teks cerita fantasi visual secara tepat dengan bantuan pertanyaan pemandu guru.Mampu menganalisis makna tersirat dari 2 peristiwa tindakan tokoh pada teks cerita fantasi visual secara tepat dan mandiri beserta bukti tekstual pendukungnya.Mampu menganalisis makna tersirat dari seluruh 3 peristiwa tindakan tokoh pada teks cerita fantasi visual secara tepat, mendalam, dan mandiri disertai bukti tekstual pendukung yang relevan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks visual dan scaffolding yang dirancang berhasil membantu murid membedakan pesan yang tersurat secara langsung dengan pesan yang tersirat di balik tindakan tokoh?
  • Bagian mana dari langkah pemodelan analisis pesan tersirat yang paling efektif memfasilitasi nalar kritis murid dalam menafsirkan teks?

Murid:

  • Petunjuk atau tindakan tokoh mana dalam cerita fantasi hari ini yang paling mudah kamu tebak pesan tersiratnya?
  • Apa kesulitan yang kamu hadapi saat harus merumuskan makna nasihat yang tidak tertulis langsung dengan bahasamu sendiri?

Pertemuan 5 — Mengevaluasi Kualitas Alur Teks Cerita Fantasi Visual Menggunakan Sumber Informasi Lain — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Mengevaluasi kualitas dari teks berwujud teks visual berupa cerita fantasi menggunakan sumber informasi lain

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengevaluasi kualitas alur teks cerita fantasi visual 'Keberanian Emas' dengan membandingkannya terhadap teks sumber lain (teks cerita rakyat asal 'Timun Mas') (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan membacakan 2 kutipan peristiwa acak: (1) 'Raksasa mengejar gadis pembawa biji timun' dan (2) 'Sepasang petani menerima biji mentimun ajaib', lalu meminta murid menentukan urutan logis kejadian mana yang menjadi sebab dan mana yang menjadi akibat (acuan: peristiwa 2 merupakan penyebab/kejadian awal, peristiwa 1 merupakan akibat/kejadian setelahnya) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memirsa dan membaca teks visual cerita fantasi 'Keberanian Emas' yang disajikan dalam bentuk diagram alur bergambar pada Buku Siswa (15 menit).
  • Murid membaca teks pembanding sebagai sumber informasi lain, yaitu ringkasan narasi tradisional 'Legenda Timun Mas' yang memuat tahap alur standar (orientasi: perjanjian benih timun; komplikasi: penagihan janji oleh raksasa dan aksi kejar-kejaran menggunakan empat benda bekal; resolusi: raksasa tenggelam di lumpur) (15 menit).
  • Secara berkesadaran, murid mencermati penjelasan guru mengenai kriteria evaluasi kualitas alur naratif fantasi: (1) kelogisan hubungan sebab-akibat antarperistiwa, (2) kejelasan eskalasi konflik menuju klimaks, dan (3) ketuntasan penyelesaian pada resolusi berdasarkan perbandingan kedua teks (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana menggembirakan melalui tantangan kolaboratif 'Detektif Alur Cerita', murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) menerima Lembar Kerja Evaluasi Alur untuk membandingkan alur teks visual 'Keberanian Emas' dengan sumber pembanding 'Legenda Timun Mas' (10 menit).
  • Kelompok mendiskusikan dan mengisi 3 butir instrumen evaluasi kualitas alur pada lembar kerja: (1) Evaluasi bagian awal/orientasi: membandingkan bagaimana motivasi tokoh muncul (acuan: pada Keberanian Emas motivasi adalah tekad mandiri tokoh menghentikan teror, sedangkan Timun Mas bermula dari janji hutang anak oleh orang tua); (2) Evaluasi bagian komplikasi/klimaks: menilai kelogisan rintangan dan penggunaan benda ajaib dalam meloloskan diri (acuan: kedua teks sama-sama menggunakan benda ajaib penunda raksasa, namun alur Keberanian Emas menghadirkan variasi rintangan yang lebih dinamis karena tokoh aktif merancang jebakan); (3) Evaluasi bagian resolusi: menilai apakah penyelesaian masalah tuntas dan masuk akal dalam kaidah dunia fantasi (acuan: raksasa berhasil dikalahkan sepenuhnya menggunakan sumber daya alam/bekal terakhir secara tuntas tanpa pertolongan mendadak yang tidak beralasan) (25 menit).
  • Setiap kelompok memeriksa ketepatan catatan evaluasi alurnya dan memastikan 3 aspek evaluasi telah terisi bukti pembanding yang konkret dari kedua teks (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksi temuan telaah alur dengan merangkum bagaimana keberadaan sumber informasi pembanding membantu pembaca menilai kelebihan serta kelemahan alur cerita fantasi secara objektif (10 menit).
  • Murid menuliskan refleksi singkat pada lembar jurnal harian mengenai kemudahan atau kesulitan yang dialami saat membandingkan alur kedua teks naratif (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap hasil kerja kelompok dalam mengisi lembar kerja evaluasi alur cerita (3 menit).
  • Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Mengevaluasi Kualitas Penokohan Cerita Fantasi Visual Menggunakan Sumber Pembanding) lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks perbandingan 'Legenda Timun Mas' yang sudah dilengkapi sorotan warna (highlight) pada bagian orientasi, klimaks, dan resolusi. Murid yang mahir diberikan teks narasi pembanding versi adaptasi modern tanpa penanda visual tambahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru melalui pemodelan bertahap saat mengisi butir kelogisan sebab-akibat alur. Murid yang mahir bekerja mandiri mengevaluasi kekuatan dramatika alur dari kedua teks.
  • Produk: Format lembar evaluasi kualitas alur tetap seragam pada pemenuhan 3 indikator (evaluasi orientasi, komplikasi, resolusi), namun murid mahir menyertakan kutipan kalimat pendukung spesifik pada setiap analisis perbandingan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemberian 2 kutipan peristiwa acak secara lisan oleh guru: (1) 'Raksasa mengejar gadis pembawa biji timun' dan (2) 'Sepasang petani menerima biji mentimun ajaib'. Murid diminta menentukan urutan logis sebab-akibat (acuan kunci: peristiwa 2 mendahului peristiwa 1 sebagai pemicu awal konflik cerita).

Proses:

  • Pemeriksaan pengisian Lembar Kerja Evaluasi Alur berisi 3 butir analisis pembanding: (1) evaluasi orientasi (acuan: ketepatan membandingkan motivasi awal tokoh antara kedua teks), (2) evaluasi komplikasi/klimaks (acuan: ketepatan menilai kelogisan rintangan aksi tokoh dalam menghadapi ancaman raksasa), dan (3) evaluasi resolusi (acuan: ketepatan menilai ketuntasan kekalahan raksasa pada akhir cerita).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 1 pertanyaan tertulis singkat: 'Berdasarkan pembandingan teks, mengapa rintangan yang dihadapi tokoh pada klimaks Keberanian Emas dinilai lebih logis atau kurang logis dibandingkan teks asal Timun Mas?' (kriteria penerimaan: jawaban memuat evaluasi perbandingan tindakan tokoh dan alasan logis konfrontasi dengan raksasa).

Formatif:

  • Penilaian proses diskusi dan penugasan lembar kerja evaluasi kualitas alur teks cerita fantasi visual menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Kualitas Alur Menggunakan Sumber PembandingBelum mampu mengevaluasi kualitas alur teks visual cerita fantasi; catatan belum menunjukkan perbandingan dengan teks pembanding pada ketiga bagian alur (orientasi, komplikasi, resolusi).Mengevaluasi kualitas alur teks visual cerita fantasi dengan membandingkan 1 dari 3 bagian alur (orientasi/komplikasi/resolusi) sesuai acuan sumber informasi lain.Mengevaluasi kualitas alur teks visual cerita fantasi dengan membandingkan 2 dari 3 bagian alur (orientasi, komplikasi, resolusi) secara logis dan tepat sesuai acuan sumber informasi lain.Mengevaluasi kualitas alur teks visual cerita fantasi secara utuh dan tepat pada seluruh 3 bagian alur (orientasi, komplikasi, resolusi) dengan memberikan pertimbangan logis berbasis sumber informasi lain secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penyediaan teks pembanding 'Legenda Timun Mas' efektif memfasilitasi murid dalam mengevaluasi alur 'Keberanian Emas'?
  • Bagian alur mana (orientasi, komplikasi, atau resolusi) yang paling menantang bagi murid saat dinilai kualitas dan kelogisannya?

Murid:

  • Apakah membaca teks pembanding membantumu menemukan kelebihan atau kekurangan urutan peristiwa pada cerita fantasi yang kamu kaji?
  • Langkah apa yang menurutmu paling mudah saat menentukan kelogisan peristiwa di dalam cerita fantasi?

Pertemuan 6 — Mengevaluasi Kualitas Penokohan Cerita Fantasi Visual Menggunakan Sumber Pembanding — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Mengevaluasi kualitas dari teks berwujud teks visual berupa cerita fantasi menggunakan sumber informasi lain

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, serta mengondisikan kesiapan fisik dan mental murid untuk belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengevaluasi kualitas penokohan teks cerita fantasi visual (komik 'Sihir Unik Mao') menggunakan teks sumber pembanding cerita fantasi naratif ('Keberanian Emas') (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik tertulis singkat berupa 2 butir soal pada lembar mini untuk memetakan kesiapan mengevaluasi penokohan: (1) 'Apakah Mao dalam komik langsung digambarkan kuat dan percaya diri sejak awal?' (acuan jawaban: Tidak, Mao awalnya pemalu, cemas, dan meragukan kemampuan sihirnya); (2) 'Siapa tokoh yang membantu menumbuhkan keberanian Mao?' (acuan jawaban: Tokoh guru sihir / teman sekelas yang memberi penguatan) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memirsa teks visual komik fantasi 'Sihir Unik Mao' dan membaca teks cerita fantasi pembanding 'Keberanian Emas' di Buku Siswa untuk mengidentifikasi perincian watak, tindakan, dan perkembangan tokoh protagonis Mao dan Emas (15 menit).
  • Guru memberikan penjelasan terbimbing mengenai kriteria evaluasi kualitas penokohan cerita fantasi visual berdasarkan sumber pembanding, yang meliputi: (1) konsistensi perwatakan tokoh, (2) motivasi tindakan tokoh menghadapi konflik, dan (3) kelogisan perubahan karakter tokoh (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas interaktif 'Tantangan Detektif Karakter' berpasangan: murid mencocokkan 3 kartu bukti tindakan tokoh dengan 3 kartu penilaian kualitas watak: Kartu A1 'Mao ragu mengeluarkan sihir tanaman saat ujian' berpasangan dengan P1 'Menunjukkan kelemahan awal yang realistis'; Kartu A2 'Emas menyusun jebakan biji mentimun untuk Raksasa' berpasangan dengan P2 'Menunjukkan kecerdikan dan keberanian aktif'; Kartu A3 'Mao menggunakan sihirnya demi menyelamatkan temannya yang terjatuh' berpasangan dengan P3 'Menunjukkan perkembangan karakter yang meyakinkan karena didorong kepedulian' (acuan pasangan: A1-P1, A2-P2, A3-P3) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Evaluasi Penokohan dengan membandingkan kualitas tokoh Mao (visual) terhadap tokoh Emas (teks pembanding) berdasarkan 3 aspek acuan: (1) Konsistensi watak: Mao ragu-ragu di awal lalu berkembang percaya diri, sementara Emas sejak awal pemberani dan taat pesan orang tua; (2) Motivasi tindakan: Mao bertindak karena empati menolong kawan, Emas bertindak demi bertahan hidup dan menyelamatkan desa; (3) Kelogisan penyelesaian konflik oleh tokoh: keberhasilan Mao masuk akal karena sihir uniknya dilatih, keberhasilan Emas masuk akal karena memanfaatkan kelemahan raksasa dengan bekal benda wasiat (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa kembali lembar evaluasi penokohannya menggunakan rubrik evaluasi pembanding, mengecek apakah seluruh 3 aspek (konsistensi, motivasi, kelogisan perubahan) telah dinilai menggunakan bukti tekstual dari kedua teks (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara mengevaluasi kualitas penokohan teks fantasi visual menggunakan teks pembanding secara objektif dan berdasar bukti (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil lembar kerja evaluasi, lalu mengarahkan murid untuk merapikan bahan belajar sebelum menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan komparasi yang memuat kutipan adegan spesifik penokohan Mao dan Emas; murid yang mahir diberikan teks pembanding tambahan dengan variasi konflik tokoh yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing dalam mengidentifikasi motivasi tindakan tokoh, sedangkan murid mahir langsung mengevaluasi derajat kelogisan resolusi karakter secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid menyusun lembar evaluasi penokohan pembanding; murid yang mahir menambahkan analisis perbandingan kelebihan dan kelemahan penyajian visual tokoh komik dibanding narasi tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis 2 butir soal pada awal pembelajaran: (1) 'Apakah Mao dalam komik langsung digambarkan kuat dan percaya diri sejak awal?' (acuan jawaban: Tidak, Mao awalnya pemalu, cemas, dan meragukan kemampuan sihirnya); (2) 'Siapa tokoh yang membantu menumbuhkan keberanian Mao?' (acuan jawaban: Tokoh guru sihir / teman sekelas yang memberi penguatan).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan hasil analisis komparasi pada Lembar Kerja Evaluasi Penokohan dengan 3 indikator: (1) ketepatan analisis konsistensi watak Mao vs Emas, (2) ketepatan analisis motivasi tindakan kedua tokoh, dan (3) ketepatan evaluasi kelogisan perubahan watak tokoh berdasarkan bukti adegan komik dan teks pembanding (acuan: Mao berkembang dari ragu menjadi percaya diri demi menolong kawan; Emas konsisten berani dan cerdik memanfaatkan bekal demi bertahan hidup).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi melalui 1 butir evaluatif tertulis: 'Berdasarkan perbandingannya dengan tokoh Emas pada teks pembanding, apakah penggambaran watak Mao pada komik visual dinilai meyakinkan dan berkualitas? Jelaskan dengan 1 alasan berdasarkan kelogisan perubahannya!' (kriteria penerimaan: murid menyatakan meyakinkan disertai bukti bahwa perubahan Mao dari takut menjadi berani terjadi secara bertahap saat temannya menghadapi bahaya, bukan berubah secara tiba-tiba tanpa alasan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja mandiri mengevaluasi kualitas penokohan teks visual fantasi menggunakan teks sumber pembanding
  • Observasi diagnostik pemahaman awal penokohan melalui lembar mini pendahuluan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi kualitas penokohan cerita fantasi visual menggunakan sumber pembandingMurid belum mampu mengevaluasi kualitas penokohan cerita fantasi visual atau hanya menuliskan ulang nama tokoh tanpa membandingkannya dengan sumber pembanding.Murid mengevaluasi kualitas penokohan cerita fantasi visual berdasarkan 1 dari 3 aspek acuan (konsistensi watak, motivasi tindakan, kelogisan perubahan) menggunakan sumber pembanding.Murid mengevaluasi kualitas penokohan cerita fantasi visual berdasarkan 2 dari 3 aspek acuan (konsistensi watak, motivasi tindakan, kelogisan perubahan) secara tepat menggunakan sumber pembanding.Murid mengevaluasi kualitas penokohan cerita fantasi visual secara mandiri dan tepat mencakup seluruh 3 aspek acuan (konsistensi watak, motivasi tindakan, kelogisan perubahan) didukung bukti konkret dari teks visual maupun sumber pembanding.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan teks pembanding 'Keberanian Emas' efektif membantu murid menilai mutu penokohan komik 'Sihir Unik Mao' secara objektif?
  • Bagian mana dari kriteria evaluasi penokohan yang masih dirasa sulit dipahami oleh murid saat membandingkan teks visual dan teks naratif?

Murid:

  • Hal baru apa yang saya pelajari hari ini tentang cara menilai sifat dan tindakan tokoh dalam cerita komik fantasi?
  • Apakah membandingkan tokoh Mao dengan tokoh Emas memudahkan saya melihat kelebihan dan kekurangan penggambaran watak tokoh fantasi?

Pertemuan 7 — Mempresentasikan Pesan Berisi Solusi Masalah Tokoh Cerita Fantasi secara Monolog — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Mempresentasikan pesan untuk tujuan pemberian solusi dalam bentuk monolog secara kritis dan kreatif terkait masalah tokoh pada teks cerita fantasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun dan mempresentasikan pesan berisi usul/solusi atas masalah tokoh cerita fantasi secara monolog mandiri (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan murid mengidentifikasi masalah tokoh dan merumuskan solusi logis (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati cuplikan teks cerita fantasi singkat 'Kotak Musik Ajaib Elian' yang disajikan guru di papan tulis/lembar panduan. Teks cerita: 'Elian menemukan sebuah kotak musik tua di loteng rumahnya yang berputar tanpa henti dan menghentikan aliran waktu di seluruh desanya. Masalah utama Elian: ia ceroboh memutar tuas terlarang tiga kali sehingga kunci pemutar patah di dalam dan seluruh warga desa membeku menjadi patung es' (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menyusun pesan monolog pemberian solusi yang terarah dengan 3 bagian pesan: (1) Pernyataan masalah tokoh, (2) Pesan usulan solusi logis/kritis, dan (3) Gagasan cara kreatif penyelesaian masalah tanpa bergantung pada keajaiban semata (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan pemantik 'Estafet Solusi Imajinatif': murid secara bergantian cepat menyebutkan satu ide tindakan penyelamatan kreatif untuk tokoh Elian sebelum menyusun naskah monolog masing-masing (5 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid menyusun draf kerangka monolog pesan solusi berdurasi 1-2 menit yang memuat 3 butir wajib: identifikasi masalah Elian, usulan solusi rasional-kritis, dan penawaran langkah kreatif penyelesaian masalah (15 menit).
  • Setiap murid menampilkan monolog mandiri di depan kelas atau di hadapan pasangannya secara bergantian untuk menyampaikan pesan solusi atas masalah tokoh cerita fantasi secara lugas, kritis, dan kreatif (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi terbimbing mengenai kesesuaian pesan solusi yang dipresentasikan: apakah argumen solusinya menjawab akar masalah tokoh dan apakah ide yang diajukan orisinal serta logis (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan unsur pokok dalam mempresentasikan pesan pemberian solusi cerita melalui monolog (masalah tokoh, solusi kritis, dan ide kreatif) (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap penampilan monolog murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru menyediakan templat kerangka rumpang kalimat monolog (Masalah tokoh adalah... Solusi yang saya usulkan adalah... Langkah kreatif yang harus diambil adalah...). Bagi murid mahir, murid menyusun kerangka monolog mandiri dengan menambahkan analisis risiko konsekuensi dari solusi yang ditawarkan.
  • Proses: Murid yang masih ragu diberi kesempatan berlatih monolog satu kali di hadapan rekan sebangku sebelum tampil, sedangkan murid mahir langsung mempresentasikan monolog secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan monolog lisan penyampaian pesan solusi masalah tokoh cerita fantasi berdurasi 1-2 menit.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memberikan 1 studi kasus masalah tokoh: 'Niko tersesat di Hutan Kristal karena bayangannya sendiri dicuri oleh Monster Kabut saat ia melanggar janji untuk tidak menyalakan api unggun.' Murid diminta menuliskan: (1) Apa akar masalah tokoh Niko? (2) Tuliskan 1 kalimat pesan usulan solusi konkret agar Niko mendapatkan kembali bayangannya! [Kriteria penerimaan operasional: Jawaban butir (1) tepat bila memuat pelanggaran janji/api unggun atau pencurian bayangan oleh Monster Kabut; Jawaban butir (2) tepat bila memuat solusi yang menjawab masalah hilangnya bayangan atau menghadapi monster kabut secara logis/kreatif (misalnya: Niko harus meminta maaf dan mencari sumber cahaya pemantul untuk menjebak Monster Kabut)].

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja monolog mempresentasikan pesan solusi masalah tokoh cerita fantasi menggunakan lembar observasi ketercapaian 3 kriteria: (1) Kejelasan pengungkapan masalah tokoh Elian, (2) Kekritisan pesan pemberian solusi (solusi relevan dan logis mengatasi patahnya tuas/pembekuan desa), dan (3) Kreativitas penyampaian pesan monolog (ide solusi memiliki kebaruan gagasan pemecahan masalah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 tiket keluar (exit ticket) berisi pernyataan ringkas: 'Sebutkan pesan solusi utama yang kamu tawarkan dalam monologmu tadi dan jelaskan mengapa solusi tersebut paling kritis dan logis untuk menyelesaikan masalah Elian!' [Kriteria penerimaan operasional: Tiket keluar diterima jika murid menuliskan rumusan solusi yang relevan dengan masalah kunci patah/warga membeku dan menyertakan minimal 1 alasan logis mengapa solusi tersebut dapat memulihkan keadaan].

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tes lisan/tulis singkat analisis masalah tokoh dan usulan solusi
  • Observasi unjuk kerja monolog presentasi pesan solusi masalah tokoh fantasi menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Pesan Masalah TokohBelum mampu menyebutkan masalah tokoh cerita fantasi dalam monolog.Menyebutkan masalah tokoh cerita fantasi tetapi belum tepat sasaran atau hanya mengulang detail latar tanpa menyentuh konflik utama tokoh.Menyampaikan pesan yang secara tepat mengidentifikasi akar masalah tokoh cerita fantasi (kecerobohan memutar tuas hingga kunci patah dan desa membeku).Menyampaikan pesan yang secara sangat mendalam dan tepat menguraikan akar masalah tokoh beserta penyebab dan dampak peristiwanya secara komprehensif.
Pemberian Solusi Kritis dalam MonologBelum menyajikan pesan usulan solusi bagi masalah tokoh dalam monolog.Menyajikan usulan solusi bagi tokoh tetapi solusi tidak relevan dengan konflik atau tidak logis.Menyajikan pesan pemberian solusi yang logis, kritis, dan relevan untuk mengatasi masalah utama tokoh dalam cerita fantasi.Menyajikan pesan pemberian solusi yang sangat logis, kritis, sistematis tahapannya, dan memperhitungkan dampak penyelesaian bagi tokoh dan lingkungan cerita.
Kreativitas Pesan Gagasan Solusi MonologSolusi yang disampaikan klise tanpa ada sentuhan ide baru atau gagasan pemikiran sendiri.Menunjukkan gagasan pemecahan masalah yang mulai bervariasi namun masih sangat bergantung pada kebetulan/bantuan keajaiban pasif.Menyampaikan ide solusi yang kreatif, orisinal, dan memadukan pemikiran imajinatif aktif tokoh dalam monolog.Menyampaikan ide solusi yang sangat kreatif, unik, orisinal, serta menghadirkan terobosan pemecahan masalah yang luar biasa cerdas dalam konteks fantasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit untuk unjuk kerja monolog mencukupi seluruh murid untuk tampil atau berlatih berpasangan?
  • Apakah stimulasi cerita pendek 'Kotak Musik Ajaib Elian' cukup memicu penalaran kritis dan kreativitas murid dalam merumuskan pesan solusi?

Murid:

  • Bagian mana dari pesan solusi yang saya buat dalam monolog tadi yang menurut saya paling kritis dan kreatif?
  • Tantangan apa yang saya rasakan saat menyampaikan gagasan solusi secara mandiri dalam bentuk monolog di depan orang lain?

Pertemuan 8 — Mempresentasikan Pesan Berisi Solusi Alternatif Masalah Cerita Fantasi secara Monolog Kreatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Mempresentasikan pesan untuk tujuan pemberian solusi dalam bentuk monolog secara kritis dan kreatif terkait masalah tokoh pada teks cerita fantasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni mempresentasikan pesan berisi usulan solusi alternatif masalah tokoh cerita fantasi dalam bentuk monolog secara kritis dan kreatif (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menyajikan studi kasus: 'Tokoh Elian terjebak di lorong cermin berputar karena mantra cermin retak; apa satu gagasan solusi alternatif yang berbeda dari sekadar memecahkan cermin secara kasar?' Murid menjawab singkat untuk memetakan kesiapan menalar solusi alternatif secara kritis dan kreatif (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan monolog berdurasi 1 menit dari guru yang menampilkan pesan pemberian solusi alternatif kreatif untuk tokoh Elian (misalnya: memantulkan sinar senter kuno ke cermin pusat agar membuka portal keluar tanpa merusak kaca penopang dunia) (7 menit).
  • Secara berpasangan, murid menelaah ciri monolog solusi kritis-kreatif: (1) identifikasi inti masalah tokoh, (2) usulan solusi alternatif yang baru/tidak klise, dan (3) alasan logis mengapa alternatif tersebut menyelesaikan krisis cerita fantasi (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Dalam aktivitas tantangan 'Monolog Penyelamat Fantasi', murid memilih 1 dari 2 skenario masalah tokoh: Skenario A (Nara kehilangan sayap anginnya di puncak Gunung Petir karena kristal energi retak) atau Skenario B (Kael terkunci di ruang waktu beku karena jam pasir ajaibnya terbalik tanpa sengaja) (5 menit).
  • Murid menyusun kerangka monolog pesan solusi alternatif secara mandiri (mencakup: salam pembuka monolog, paparan krisis tokoh, tawaran solusi alternatif kreatif, dan argumen kritis penyelesaian) (10 menit).
  • Murid secara bergantian melakukan simulasi monolog berdurasi 1,5–2 menit di kelompok kecil (masing-masing 3 orang) untuk mempresentasikan pesan solusi alternatif secara kritis dan kreatif, di mana teman menyimak keterpenuhan solusi alternatif (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan murid menampilkan monolog solusi alternatif terbaik di depan kelas dan seluruh kelas mengevaluasi ketajaman argumen solusi alternatif yang diajukan (8 menit).
  • Murid mengisi lembar refleksi pribadi terkait keberhasilan mereka merumuskan gagasan solusi yang tidak biasa namun logis bagi masalah tokoh fantasi (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kemampuan murid menyajikan pesan solusi alternatif secara monolog (3 menit).
  • Guru menyimpulkan kegiatan dan mengarahkan murid menyiapkan diri untuk materi penulisan orientasi cerita fantasi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kata kunci pemantik solusi kreatif (misal: 'memanfaatkan kelemahan musuh', 'mengubah fungsi alat ajaib') untuk murid yang butuh bantuan perumusan ide.
  • Proses: Murid yang mahir ditantang merumuskan dua cabang solusi alternatif sekaligus dalam satu monolog runtut, sedangkan murid yang memerlukan bimbingan fokus menyusun satu solusi alternatif berbasis panduan urutan kalimat.
  • Produk: Penyajian monolog disampaikan secara lisan langsung dengan opsi bantuan kartu gagasan kata kunci bagi yang memerlukan perancah berpikir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru mengajukan studi kasus: 'Tokoh Elian terjebak di lorong cermin berputar karena mantra cermin retak; apa solusi alternatif yang logis dan kreatif selain memecahkan cermin secara kasar?' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat tindakan alternatif yang relevan dengan unsur fantasi cermin dan tidak sekadar merusak fisik, misalnya: memantulkan cahaya berlawanan arah, membisikkan mantra pembalik ke bayangan, atau menutup refleksi utama dengan kain penutup bayangan).

Proses:

  • Pengamatan performa monolog presentasi solusi alternatif berdasarkan instrumen ceklis: (1) Menyajikan inti krisis tokoh secara tepat sesuai skenario, (2) Mengusulkan solusi alternatif yang kreatif (berbeda dari solusi konvensional/langsung), (3) Memberikan alasan logis kritis atas pilihan solusi tersebut dalam format monolog utuh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan 1 kalimat inti pesan solusi alternatif yang kamu sampaikan dalam monologmu beserta alasan mengapa caramu tersebut efektif mengatasi krisis tokoh!' (Kriteria penerimaan: memuat usulan tindakan alternatif yang jelas dan 1 argumen efektivitas yang logis terhadap masalah tokoh fantasi pada skenario terpilih).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik lisan perumusan gagasan solusi alternatif kasus 'Cermin Retak Elian'.
  • Asesmen Proses: Lembar observasi unjuk kerja monolog presentasi pesan solusi alternatif masalah tokoh fantasi secara kritis dan kreatif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kekritisan Pemberian Solusi Alternatif Masalah TokohBelum menyajikan solusi yang relevan dengan masalah tokoh cerita fantasi; solusi yang diajukan tidak masuk akal dalam konteks cerita.Menyajikan solusi yang relevan dengan masalah tokoh cerita fantasi, namun masih bersifat klise/solusi umum dan belum disertai alasan penyelesaian yang logis.Menyajikan usulan solusi alternatif yang relevan dan berbeda dari cara umum dengan disertai alasan logis penyelesaian masalah tokoh fantasi.Menyajikan usulan solusi alternatif yang sangat mendalam dan terperinci dengan disertai penalaran kritis yang runtut mengenai dampak keberhasilan solusi bagi tokoh fantasi secara mandiri.
Kreativitas Penyajian Pesan dalam Bentuk MonologPenyampaian pesan belum berbentuk monolog utuh (hanya menyebut poin jawaban terputus tanpa struktur presentasi pesan).Menyampaikan pesan dalam bentuk monolog namun gagasan pesan masih kaku dan pilihan sudut pandang monolog belum konsisten.Menyampaikan pesan dalam bentuk monolog yang mengalir lancar secara kreatif menggunakan sudut pandang penyampai pesan yang ajek.Menyampaikan pesan dalam bentuk monolog yang sangat kreatif, ekspresif, dan memikat dengan struktur pesan utuh (pembuka krisis, tawaran alternatif, penguat ajakan/solusi) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario cerita fantasi yang disediakan memantik imajinasi kritis murid dalam memikirkan jalan keluar alternatif?
  • Apakah alokasi waktu praktik monolog dalam kelompok kecil berjalan efektif memberi kesempatan berbicara kepada seluruh murid?

Murid:

  • Bagian mana dari ide solusi alternatif yang saya buat yang menurut saya paling unik dan berani?
  • Tantangan apa yang saya hadapi ketika menyatukan gagasan solusi dan alasan logis ke dalam satu tuturan monolog?

Pertemuan 9 — Menulis Bagian Orientasi Berisi Imajinasi Tokoh dan Latar Teks Cerita Fantasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.5 Menulis imajinasi dalam tipe teks cerita fantasi secara kreatif dan menarik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menulis bagian orientasi teks cerita fantasi yang memuat pengenalan tokoh imajinatif dan latar magis (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menuliskan secara cepat 1 nama tokoh ciptaan dan 1 kekuatan/ciri tidak lazim pada secarik kertas (acuan penerimaan: menyebutkan nama tokoh serta ciri ajaib/kehebatan di luar kenyataan, contoh: 'Niko, anak yang rambutnya memancarkan cahaya saat malam' atau 'Peri Moru, bersayap daun kristal') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati kutipan teks orientasi pemodelan: 'Di Lembah Lumut Biru, tempat bebatuan mengambang tanpa gravitasi dan sungai mengalirkan air perak yang hangat, hiduplah seorang gadis penenun kabut bernama Elia. Jari-jemarinya mampu memintal asap embun menjadi jubah penembus badai.' Murid mengidentifikasi 2 unsur orientasi yang dimodelkan: pengenalan latar ajaib (Lembah Lumut Biru dengan batu mengambang dan sungai air perak) dan pengenalan tokoh unik (Elia sang penenun kabut dengan kemampuan memintal asap embun) (10 menit).
  • Permainan 'Kartu Paduan Fantasi' (joyful challenge): Murid secara berpasangan mengambil kombinasi 1 kartu profesi/karakter unik dan 1 kartu lingkungan imajinatif dari set kartu kelas untuk memicu ide imajinasi (Koleksi kartu: Profesi/Karakter = [Penyelam Awan, Penjaga Jam Pasir Raksasa, Penunggang Elang Api]; Lingkungan = [Kota Terapung Beratap Kristal, Hutan Pohon Kaca Bersuara, Gua Batu Permata Bernyawa). Murid merangkai lisan 1 kalimat orientasi singkat yang memadukan kedua kartu tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyusun draf bagian orientasi cerita fantasi karya mandiri minimal 1-2 paragraf pada Lembar Kreasi Cerita. Tulisan wajib memuat imajinasi pengenalan tokoh (nama, ciri fisik/watak unik, kemampuan luar biasa) dan imajinasi latar (nama tempat fantasi, suasana, ciri lingkungan magis/tidak lazim) secara kreatif dan menarik (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca ulang draf orientasi masing-masing dan menandai dengan garis bawah bagian yang mendeskripsikan keunikan tokoh serta memberi lingkaran pada bagian yang mendeskripsikan keajaiban latar untuk memastikan kedua unsur imajinatif tersebut telah terbangun (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil draf orientasi murid dan mengingatkan bahwa draf orientasi ini akan dilanjutkan dengan tahap komplikasi pada pertemuan berikutnya (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa bagian orientasi cerita fantasi berfungsi menarik perhatian pembaca melalui penggambaran tokoh dan latar yang memikat imajinasi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan templat panduan rumpang pengembang orientasi (misal: 'Di [nama tempat magis], hiduplah [nama tokoh] yang memiliki keistimewaan [ciri ajaib]...'), sedangkan murid yang mahir diarahkan langsung menulis bebas dengan variasi sudut pandang penceritaan.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada murid yang kesulitan menentukan ciri khas magis tokoh/latar, sementara murid mandiri langsung mengeksplorasi penulisan orientasi.
  • Produk: Target minimal produk adalah 1 paragraf orientasi utuh memuat tokoh dan latar imajinatif; murid yang menulis cepat diperbolehkan memperluas hingga 2-3 paragraf pembuka yang lebih mendalam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat di awal pertemuan: Murid menuliskan 1 nama tokoh rekaan dan 1 kekuatan/ciri tidak lazim pada secarik kertas. Kriteria penerimaan operasional: Menyebutkan nama tokoh dan keunikan/kekuatan imajinatif di luar logika dunia nyata (acuan benar contoh: 'Kael, pemuda bersayap bayangan' atau 'Ratu Tania, penguasa kristal es abadi'; acuan salah/belum siap: 'Budi, anak yang rajin belajar' tanpa ada unsur fantasi).

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan bagian orientasi pada saat tahap Mengaplikasi dengan memeriksa ketercakupan dua aspek: (1) deskripsi imajinasi tokoh (keistimewaan/ciri fisik magis) dan (2) deskripsi imajinasi latar (nama tempat dan rincian keajaiban suasana/tempat).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri pada akhir pembelajaran: Murid melengkapi lembar centang reflektif orientasi dengan menuliskan bukti kalimat dari drafnya sendiri untuk 2 hal: (1) Kalimat penggambaran tokoh unik, (2) Kalimat penggambaran latar imajinatif. Acuan ketercapaian: kedua bukti kalimat memuat unsur fantasi yang relevan dengan cerita yang dibangun.

Formatif:

  • Penilaian proses penulisan draf orientasi cerita fantasi menggunakan lembar observasi dan rubrik analitis fokus penulisan imajinasi tokoh dan latar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Imajinasi Tokoh dalam OrientasiMenuliskan nama tokoh namun tidak memuat ciri fisik, watak khusus, atau keajaiban/kemampuan imajinatif sama sekali.Menuliskan tokoh imajinatif dengan menyebutkan 1 ciri atau kemampuan ajaib, tetapi penggambarannya masih sangat singkat dan terbatas.Menuliskan tokoh imajinatif secara menarik dengan mendeskripsikan ciri fisik, watak, serta kemampuan/keistimewaan ajaib secara jelas.Menuliskan tokoh imajinatif secara sangat kreatif, menarik, dan hidup dengan elaborasi ciri fisik yang khas, sifat, dan kemampuan unik yang terpadu harmonis dalam cerita secara mandiri.
Penulisan Imajinasi Latar dalam OrientasiMenuliskan latar tempat/waktu biasa tanpa unsur imajinasi atau suasana khas dunia fantasi.Menuliskan latar imajinatif dengan menyebutkan nama tempat rekaan, namun detail keajaiban lingkungan atau suasananya belum tergambar.Menuliskan latar imajinatif secara menarik dengan menyajikan nama tempat dan rincian keunikan/keajaiban kondisi lingkungan atau suasananya secara jelas.Menuliskan latar imajinatif secara sangat kreatif dan memikat dengan rincian sensorik lingkungan magis yang mendalam dan membangun atmosfer cerita secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemodelan dan permainan kartu fantasi efektif membantu murid memicu ide penulisan latar dan tokoh imajinatif?
  • Bagian mana dari draf murid yang paling banyak memerlukan pendampingan guru dalam membangun orientasi yang menarik?

Murid:

  • Hal unik dan ajaib apa yang paling kamu sukai dari tokoh dan latar yang berhasil kamu ciptakan hari ini?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat menuangkan imajinasi di kepalamu menjadi kalimat pembuka cerita?

Pertemuan 10 — Menulis Bagian Komplikasi Imajinatif dan Resolusi Teks Cerita Fantasi Menarik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.5 Menulis imajinasi dalam tipe teks cerita fantasi secara kreatif dan menarik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran sesi ini yaitu menulis kelanjutan cerita fantasi pada bagian komplikasi imajinatif dan resolusi yang menarik (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis klasifikasi cepat 2 cuplikan teks: Cuplikan A berbunyi 'Tiba-tiba tanah terbelah dan pusaran angin api menyedot tongkat sihir milik Elina hingga ia terjebak di tebing jurang' dan Cuplikan B berbunyi 'Dengan menyatukan serpihan kristal air, Elina berhasil memadamkan api dan gerbang dimensi kembali tertutup rapat'. Murid diminta menuliskan mana yang tergolong komplikasi dan mana resolusi (acuan: Cuplikan A = komplikasi; Cuplikan B = resolusi) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mencermati model pemetaan konflik menuju peleraian menggunakan contoh penggalan teks fantasi 'Keberanian Emas', mengidentifikasi kemunculan masalah ajaib (komplikasi) dan cara tokoh menyelesaikannya secara kreatif (resolusi) (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Roda Tantangan Ajaib', yaitu memilih 1 dari 3 kartu tantangan imajinatif untuk memicu ide konflik: Kartu 1 'Pintu waktu tertutup otomatis saat jam berdentang tiga kali', Kartu 2 'Cermin ramalan pecah dan memantulkan bayangan monster bayangan', atau Kartu 3 'Kristal pelindung desa kehabisan energi sihir di tengah badai' (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid membuka kembali draf orientasi cerita fantasi yang telah dibuat pada Pertemuan 9, kemudian merancang dan menulis paragraf bagian komplikasi yang memuat rintangan imajinatif/ajaib yang dialami tokoh (20 menit).
  • Murid melanjutkan menulis paragraf bagian resolusi yang menghadirkan cara unik atau kekuatan tokoh dalam memecahkan masalah tersebut hingga cerita mencapai penyelesaian yang menarik (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan swa-periksa terhadap draf komplikasi dan resolusi yang baru ditulisnya menggunakan panduan: (1) Apakah masalah menghadirkan unsur imajinasi/keajaiban? (2) Apakah ada cara penyelesaian yang logis dalam logika dunia fantasi tersebut? (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bagian komplikasi dan resolusi harus saling berkaitan erat agar alur fantasi tetap menarik dan logis (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap draf murid, menyampaikan rencana menyatukan draf naskah secara utuh pada pertemuan berikutnya, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu pemantik konflik berupa 3 kartu stimulus masalah bagi murid yang memerlukan inspirasi alur, sementara murid yang telah mandiri dapat mengembangkan komplikasi bertingkat secara bebas.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan sebab-akibat konflik dengan cara resolusinya.
  • Produk: Murid bebas menentukan tingkat kerumitan resolusi, baik berupa penyelesaian langsung yang tuntas maupun resolusi dengan kejutan imajinatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Klasifikasi cuplikan teks struktur fantasi: Guru menampilkan 2 cuplikan teks: Cuplikan 1 'Tiba-tiba tanah terbelah dan pusaran angin api menyedot tongkat sihir milik Elina hingga ia terjebak di tebing jurang' dan Cuplikan 2 'Dengan menyatukan serpihan kristal air, Elina berhasil memadamkan api dan gerbang dimensi kembali tertutup rapat'. Murid mengklasifikasikan bagian struktur kedua cuplikan tersebut. Acuan jawaban benar: Cuplikan 1 = komplikasi/konflik; Cuplikan 2 = resolusi/penyelesaian.

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan murid pada lembar kerja saat tahap mengaplikasi dengan kriteria penerimaan: (1) bagian komplikasi memuat minimal 1 peristiwa konflik yang melibatkan unsur ajaib/imajinatif, dan (2) bagian resolusi memuat tindakan atau cara penyelesaian masalah yang menuntaskan konflik tokoh secara menarik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: Murid menuliskan satu kalimat ringkasan yang merangkum hubungan sebab-akibat antara komplikasi dan resolusi dari draf fantasi yang baru saja mereka tulis. Kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat masalah utama tokoh dan tindakan/peristiwa yang menjadi jalan keluar dari masalah tersebut.

Formatif:

  • Penilaian proses penulisan draf komplikasi imajinatif dan resolusi cerita fantasi menggunakan lembar cek kriteria penulisan narasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Komplikasi Imajinatif Cerita FantasiDraf tulisan belum memuat masalah atau konflik yang dihadapi tokoh.Menuliskan masalah yang dialami tokoh tetapi masih berupa peristiwa biasa tanpa unsur imajinatif/keajaiban dengan bantuan guru.Menuliskan komplikasi imajinatif yang memuat rintangan/konflik bernuansa fantasi secara runtut dan mandiri.Menuliskan komplikasi imajinatif yang memuat rintangan beruntun bernuansa fantasi yang sangat kreatif, menegangkan, dan memikat pembaca secara mandiri.
Penulisan Resolusi Cerita Fantasi MenarikDraf tulisan belum memuat penyelesaian dari masalah yang dialami tokoh.Menuliskan penyelesaian masalah tetapi terputus dari konflik yang terjadi atau belum tuntas dengan bantuan guru.Menuliskan resolusi cerita yang menuntaskan komplikasi secara padu, logis dalam konteks fantasi, dan mandiri.Menuliskan resolusi cerita yang menuntaskan masalah secara kreatif, menghadirkan kejutan imajinatif yang menarik, dan terhubung sangat kuat dengan komplikasi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemantik ide konflik imajinatif melalui kartu tantangan efektif membantu murid mengembangkan komplikasi?
  • Apakah alokasi waktu menulis 35 menit cukup memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan draf komplikasi dan resolusi?

Murid:

  • Bagian mana dari komplikasi cerita fantasi yang saya tulis yang paling seru dan ajaib?
  • Apakah penyelesaian masalah (resolusi) yang saya buat sudah menjawab seluruh rintangan yang dialami tokoh cerita saya?

Pertemuan 11 — Menulis Utuh Naskah Cerita Fantasi Imajinatif Menggunakan Kosakata Kiasan dan Konotatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.5 Menulis imajinasi dalam tipe teks cerita fantasi secara kreatif dan menarik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun naskah utuh cerita fantasi imajinatif dengan memadukan kosakata kiasan dan konotatif (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca satu kutipan kalimat fantasi netral 'Hutan itu gelap dan sunyi di malam hari' lalu diminta menuliskan 1 padanan kalimat imajinatif menggunakan kosakata kiasan atau konotatif (kriteria penerimaan: kalimat memuat perbandingan imajinatif atau makna emosional kiasan, misalnya 'Hutan itu bagai kuburan raksasa yang menelan seluruh cahaya malam' atau 'Malam mencekam memeluk pepohonan sunyi') (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati model naskah cerita fantasi utuh dan membedah penggunaan 3 ragam ungkapan kiasan/konotatif di dalamnya: (1) majas perbandingan/kiasan, (2) kata sifat berkonotasi magis/intens, dan (3) kata kerja asosiatif imajinatif untuk menggambarkan aksi magis tokoh (10 menit).
  • Murid memainkan permainan bahasa berpasangan 'Kotak Kata Ajaib': setiap pasangan mengambil 3 kartu tantangan berisi kata denotatif dasar ('angin', 'pohon', 'sinar') lalu berlomba mengubahnya menjadi frasa kiasan/konotatif imajinatif (kunci acuan kartu: 'angin' diubah menjadi 'hembusan nafas naga' / 'bisikan bayangan'; 'pohon' diubah menjadi 'raksasa berkulit lumut' / 'penjaga bertangan ranting'; 'sinar' diubah menjadi 'cahaya perak membelah kelam' / 'pijaran mata dewa') (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyiapkan draf bagian orientasi, komplikasi, dan resolusi yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya, lalu memadukannya menjadi satu draf naskah cerita fantasi yang utuh dan runtut (10 menit).
  • Murid menulis dan menyempurnakan naskah utuh cerita fantasi imajinatif secara mandiri dengan memasukkan minimal 3 kosakata kiasan dan minimal 3 kosakata konotatif ke dalam naskah untuk memperkuat keajaiban peristiwa dan daya tarik cerita (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan penyuntingan mandiri menggunakan lembar ceklis penulisan: menandai dan memastikan hadirnya 3 kosakata kiasan dan 3 kosakata konotatif serta keutuhan alur imajinatif dari awal hingga akhir cerita (7 menit).
  • Murid mengevaluasi tingkat keberhasilan naskahnya dalam membangkitkan imajinasi pembaca dan mencatat 1 bagian narasi yang dirasa paling kreatif dan menarik (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap proses penggabungan draf menjadi naskah utuh dan mengapresiasi keberanian berimajinasi murid dalam memanfaatkan kosakata kiasan serta konotatif (5 menit).
  • Murid mengumpulkan draf naskah utuh cerita fantasi dan menyimak pengantar persiapan kegiatan pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan glosarium mini berisi 6 contoh kosakata kiasan/konotatif siap pakai, sedangkan murid yang mahir ditantang mengeksplorasi kosakata kiasan metaforis baru.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan memadukan alur dibimbing langkah demi langkah merangkai kalimat transisi antarbagian cerita, sementara murid yang mahir menulis mandiri secara penuh.
  • Produk: Murid bebas menyajikan format naskah utuh dalam bentuk narasi cerpen fantasi mini bertema keajaiban atau petualangan magis sepanjang 200–400 kata.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik variasi kosakata imajinatif (tertulis singkat): Murid mengubah kalimat netral 'Hutan itu gelap dan sunyi di malam hari' menjadi 1 kalimat imajinatif bermajas kiasan atau berkonotasi puitis (kriteria penerimaan: kalimat memuat perbandingan figuratif atau makna emosional kiasan, misal: 'Hutan itu bagai kuburan raksasa yang menelan seluruh cahaya malam').

Proses:

  • Formatif proses: Pemeriksaan ketepatan pemakaian kosakata kiasan dan konotatif pada naskah utuh murid selama tahap Mengaplikasi (acuan: naskah memuat minimal 3 kosakata kiasan/majas dan 3 kosakata bernilai rasa konotatif yang sesuai konteks peristiwa fantasi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir naskah: Murid melingkari dan mengidentifikasi minimal 3 kosakata kiasan dan 3 kosakata konotatif pada naskah utuh karyanya sendiri sebelum naskah dikumpulkan.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal penulisan frasa kiasan/konotatif dari kalimat netral.
  • Observasi unjuk kerja permainan bahasa 'Kotak Kata Ajaib'.
  • Penilaian produk draf naskah utuh cerita fantasi menggunakan rubrik penulisan kreatif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keutuhan Penulisan Naskah Fantasi ImajinatifNaskah belum utuh, cerita berhenti pada salah satu bagian (hanya orientasi atau komplikasi tanpa penyelesaian alur imajinatif).Naskah memuat bagian awal, tengah, dan akhir, tetapi transisi imajinasi antarbabak cerita masih terputus-putus dan kurang padu.Menulis naskah cerita fantasi secara utuh dan padu yang memuat peristiwa imajinatif dari awal, konflik magis, hingga penyelesaian yang logis dalam dunia fantasi.Menulis naskah cerita fantasi secara utuh, runtut, dan sangat memikat dengan pengembangan peristiwa imajinatif yang detail serta orisinal.
Penggunaan Kosakata Kiasan dan KonotatifBelum menggunakan kosakata kiasan maupun konotatif dalam naskah (seluruh teks memakai kosakata denotatif lugas).Menggunakan 1–2 kosakata kiasan atau konotatif dalam naskah, tetapi penggunaannya masih kaku atau kurang selaras dengan konteks peristiwa.Menggunakan minimal 3 kosakata kiasan dan 3 kosakata konotatif secara tepat dan wajar untuk memperkuat suasana imajinatif cerita.Menggunakan lebih dari 3 kosakata kiasan dan konotatif yang sangat variatif, puitis, dan tepat konteks sehingga menghidupkan suasana magis secara memikat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap penulisan mandiri naskah utuh mencukupi bagi seluruh murid?
  • Apakah permainan 'Kotak Kata Ajaib' efektif membantu murid menemukan inspirasi kosakata kiasan dan konotatif?

Murid:

  • Kosakata kiasan atau konotatif mana dalam ceritaku yang paling berhasil menggambarkan keajaiban peristiwa?
  • Bagian cerita mana yang paling menantang untuk dirangkai secara utuh menjadi akhir cerita yang menarik?

Pertemuan 12 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural berupa pembacaan cerita fantasi
  • TP 7.2.2 Menganalisis pesan dari teks sastra visual berupa cerita fantasi untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat
  • TP 7.2.3 Mengevaluasi kualitas dari teks berwujud teks visual berupa cerita fantasi menggunakan sumber informasi lain
  • TP 7.2.4 Mempresentasikan pesan untuk tujuan pemberian solusi dalam bentuk monolog secara kritis dan kreatif terkait masalah tokoh pada teks cerita fantasi
  • TP 7.2.5 Menulis imajinasi dalam tipe teks cerita fantasi secara kreatif dan menarik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik dan psikis murid, serta menegaskan integritas kejujuran akademik dalam pelaksanaan asesmen sumatif bab (3 menit).
  • Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis dan mengondisikan seluruh murid duduk mandiri tanpa membuka buku catatan atau perangkat komunikasi di luar petunjuk teknis (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membacakan petunjuk teknis pelaksanaan 3 bagian asesmen sumatif: Bagian 1 Tes Tertulis Analisis Teks (40 menit), Bagian 2 Produk Penulisan Cerita Fantasi (25 menit), dan Bagian 3 Rekaman Monolog Solusi Tokoh (5 menit) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • TUGAS 1 (TP 1, TP 2, TP 3): Murid menyimak audio cerita fantasi 'Pintu Antardimensi Arka' yang diperdengarkan serentak oleh guru sebanyak 2 kali, lalu mengerjakan tes tertulis mandiri selama 40 menit. Butir soal dan acuan kunci jawaban: (1) Tokoh utama dan watak: Arka (pantang menyerah, pemberani) dan Kakek Baruna (bijaksana, misterius); (2) Latar tempat dan waktu: Lorong bawah tanah perpustakaan kuno, tengah malam saat purnama; (3) Alur peristiwa: Arka menemukan liontin jam kuno, memutar jarum jam hingga membuka portal waktu, bertemu penjaga portal yang memberi peringatan bahaya menutup portal; (4) Makna tersurat pesan teks visual 'Misteri Cermin Perak': Keinginan serakah menghancurkan bayangan diri sendiri; (5) Makna tersirat pesan teks visual 'Misteri Cermin Perak': Penerimaan terhadap jati diri asli jauh lebih berharga daripada ilusi kecantikan semu; (6) Evaluasi alur teks visual 'Misteri Cermin Perak' dibandingkan teks artikel 'Prinsip Ketegangan Alur Naratif': Alur komplikasi cerita tergolong mendadak karena tidak ada tanda awal (foreshadowing) sebelum cermin pecah; (7) Evaluasi penokohan tokoh antagonis dibandingkan referensi ensiklopedia karakter: Tokoh antagonis datar (flat character) karena motif kejahatannya hanya didasari rasa iri tanpa latar belakang psikologis yang kuat (40 menit).
  • TUGAS 2 (TP 5): Murid secara mandiri menulis naskah cerita fantasi orisinal sepanjang 2-3 paragraf pada lembar portofolio. Naskah wajib memuat: bagian orientasi (pengenalan tokoh magis dan latar fantastis), komplikasi imajinatif (konflik supranatural/keajaiban), resolusi yang menarik, serta minimal menggunakan 2 kosakata konotatif/kiasan (misal: 'matahari memeluk bumi', 'langkah kaki bagai halilintar', 'hatinya membeku'). Acuan kriteria keberhasilan: keutuhan 3 struktur naratif fantasi dan keberadaan majas kiasan/konotatif (22 menit).
  • TUGAS 3 (TP 4): Murid secara serentak membuka aplikasi perekam suara pada gawai/perangkat komputer lab dan merekam monolog lisan berdurasi tepat 1 menit berisi pengajuan usulan solusi kritis atas konflik tokoh Arka yang terjebak portal waktu, lalu mengunggah berkas audio (.mp3/.m4a) ke pelataran tugas digital sekolah. Acuan isi monolog: menyampaikan salam pembuka, rumusan masalah keterjebakan tokoh, rekomendasi 1 solusi logis alternatif (misal: mengorbankan liontin untuk menyegel portal demi keselamatan warga kota), argumen penguat, serta lafal yang jelas (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kelengkapan nama dan unggahan berkas rekaman audio, lalu mengisi lembar refleksi regulasi diri singkat berisi 2 butir pernyataan kejujuran dan kemandirian pengerjaan asesmen (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban fisik tes tertulis dan lembar naskah cerita fantasi murid, memverifikasi keterimaan seluruh berkas rekaman audio di sistem, memberikan apresiasi atas disiplin murid, serta menutup rangkaian Bab 2 (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bahan tes tertulis dan instruksi audio disajikan secara terstandar untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif.
  • Proses: Akomodasi akses visual berupa cetakan huruf lebih besar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi soal atau alokasi waktu.
  • Produk: Format penyerahan naskah tertulis rapi pada lembar bergaris dan rekaman audio berdurasi 1 menit sesuai spesifikasi instrumen sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis perangkat rekam audio dan kelengkapan lembar jawab sebelum asesmen sumatif dimulai.

Proses:

  • Pemantauan ketertiban, kejujuran, dan kepatuhan alokasi waktu per segmen asesmen oleh pengawas/guru.

Sumatif Bab:

  • tes tertulis analisis teks, produk penulisan cerita fantasi, dan rekaman unjuk kerja monolog: lembar kerja analisis aural-visual dan evaluasi teks fantasi, naskah cerita fantasi individu, serta berkas rekaman audio monolog solusi tokoh
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis mandiri berisi identifikasi unsur intrinsik (tokoh, alur, latar) dari audio cerita fantasi yang diperdengarkan serentak, telaah makna tersurat/tersirat pesan cerita visual, dan catatan perbandingan alur/penokohan cerita terhadap teks rujukan pembanding (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • produk tertulis: naskah cerita fantasi orisinal karya individual yang memuat keutuhan alur imajinatif (orientasi, komplikasi, resolusi), penokohan magis/fantastis, dan penggunaan kosakata kiasan/konotatif (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian naskah narasi fantasi (kriteria: struktur alur, daya imajinasi, dan kesesuaian kebahasaan))
  • unjuk kerja mandiri rekaman audio: berkas rekaman audio monolog berdurasi 1 menit per murid yang direkam serentak oleh seluruh murid (menggunakan perekam gawai/fasilitas laboratorium sekolah) berisi penyampaian pesan kritis dan usulan solusi atas konflik tokoh dalam cerita fantasi untuk dinilai guru setelah jam kelas (10 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja monolog lisan (kriteria: ketepatan isi solusi, kelogisan argumen pesan, serta kejelasan lafal/intonasi))

Sumatif:

  • tes tertulis analisis teks, produk penulisan cerita fantasi, dan rekaman unjuk kerja monolog: lembar kerja analisis aural-visual dan evaluasi teks fantasi, naskah cerita fantasi individu, serta berkas rekaman audio monolog solusi tokoh
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis mandiri berisi identifikasi unsur intrinsik (tokoh, alur, latar) dari audio cerita fantasi yang diperdengarkan serentak, telaah makna tersurat/tersirat pesan cerita visual, dan catatan perbandingan alur/penokohan cerita terhadap teks rujukan pembanding (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • produk tertulis: naskah cerita fantasi orisinal karya individual yang memuat keutuhan alur imajinatif (orientasi, komplikasi, resolusi), penokohan magis/fantastis, dan penggunaan kosakata kiasan/konotatif (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian naskah narasi fantasi (kriteria: struktur alur, daya imajinasi, dan kesesuaian kebahasaan))
  • unjuk kerja mandiri rekaman audio: berkas rekaman audio monolog berdurasi 1 menit per murid yang direkam serentak oleh seluruh murid (menggunakan perekam gawai/fasilitas laboratorium sekolah) berisi penyampaian pesan kritis dan usulan solusi atas konflik tokoh dalam cerita fantasi untuk dinilai guru setelah jam kelas (10 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja monolog lisan (kriteria: ketepatan isi solusi, kelogisan argumen pesan, serta kejelasan lafal/intonasi))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Unsur Intrinsik Teks Sastra Aural (TP 1)Menjawab dengan tepat 1 dari 3 unsur intrinsik (tokoh/latar/alur) berdasarkan teks aural 'Pintu Antardimensi Arka'.Menjawab dengan tepat 2 dari 3 unsur intrinsik (tokoh/latar/alur) sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab dengan tepat seluruh 3 unsur intrinsik (tokoh Arka & Kakek Baruna, latar lorong perpustakaan tengah malam, alur penemuan liontin hingga bahaya portal) sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab dengan tepat seluruh 3 unsur intrinsik secara perinci beserta kutipan peristiwa pendukung sesuai acuan kunci jawaban.
Menganalisis Makna Pesan Teks Visual (TP 2)Belum mampu mengidentifikasi makna tersurat maupun tersirat dari pesan teks visual 'Misteri Cermin Perak'.Hanya mengidentifikasi makna tersurat (keinginan serakah menghancurkan bayangan) atau makna tersirat (penerimaan jati diri lebih berharga daripada ilusi kecantikan) dengan tepat.Mengidentifikasi makna tersurat dan makna tersirat pesan teks visual 'Misteri Cermin Perak' secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mengidentifikasi makna tersurat dan tersirat secara tepat disertai penjelasan relevansi nilai pesan terhadap realitas kehidupan.
Mengevaluasi Kualitas Teks Cerita Fantasi Visual (TP 3)Menyampaikan evaluasi kualitas alur atau penokohan teks tanpa menggunakan sumber rujukan informasi lain.Mengevaluasi salah satu aspek (kualitas alur komplikasi atau kualitas kedalaman penokohan) dengan merujuk sumber informasi pembanding.Mengevaluasi kualitas alur komplikasi (ketiadaan foreshadowing) dan kualitas penokohan (karakter antagonis datar) menggunakan sumber informasi pembanding secara tepat sesuai acuan kunci.Mengevaluasi alur dan penokohan secara komprehensif, kritis, dan logis berbasis dua sumber teks pembanding.
Mempresentasikan Pesan Solusi secara Monolog (TP 4)Rekaman monolog belum menyampaikan usulan solusi konkrit terhadap masalah tokoh atau durasi rekaman di bawah 30 detik.Menyampaikan pesan solusi masalah tokoh namun argumen pendukung kurang logis atau pelafalan kurang jelas.Menyampaikan pesan berisi 1 solusi logis atas masalah tokoh dalam rekaman audio berdurasi 1 menit dengan lafal jelas dan argumen yang kritis.Menyampaikan pesan solusi yang sangat orisinal, kritis, terstruktur rapi, dan meyakinkan dalam batas durasi rekaman 1 menit.
Menulis Imajinasi Cerita Fantasi (TP 5)Naskah hanya memuat 1 struktur naratif dan tidak menggunakan kosakata kiasan/konotatif.Naskah memuat 2 bagian struktur naratif (misal orientasi dan komplikasi saja) serta memuat 1 kosakata kiasan/konotatif.Naskah memuat lengkap 3 struktur naratif fantasi (orientasi, komplikasi imajinatif, resolusi) dan memuat minimal 2 kosakata kiasan/konotatif secara harmonis.Naskah memuat struktur naratif utuh dengan jalinan imajinasi yang sangat kreatif, memikat, dan kaya akan variasi kosakata konotatif/kiasan yang tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pengerjaan tes tertulis, penulisan cerita, dan rekaman monolog berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada lima TP Bab 2 berdasarkan hasil penilaian sumatif ini?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling menunjukkan kemampuan terbaik saya selama mempelajari cerita fantasi pada bab ini?
  • Keterampilan menulis atau berbicara apa yang masih perlu saya tingkatkan pada bab pembelajaran berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Revisi 2023 (Kemendikbudristek)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Revisi 2023 (Kemendikbudristek)
  3. Naskah dan rekaman audio cerita fantasi: 'Kembalinya Kristal Lumina' dan 'Misteri Menara Jam Awan'
  4. Pengeras suara/audio player dan efek suara auditori lingkungan
  5. Lembar Kerja Analisis Unsur Intrinsik Cerita Fantasi Aural
  6. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023 Bab 2
  7. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023 Bab 2
  8. Naskah Teks Narasi Cerita Fantasi Aural 'Kembalinya Kristal Surya'
  9. Lembar Bagan Alur Peristiwa (Diagram Alur Teks Naratif)
  10. Teks cerita fantasi visual 'Misteri Gerbang Awan' dan Lembar Kerja Analisis Makna Tersurat
  11. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Edisi Revisi). Jakarta: Pusat Perbukuan.
  12. Teks cerita fantasi visual 'Cermin Kejujuran Mao' beserta kartu petunjuk 'Detektif Makna'
  13. Lembar Kerja Analisis Makna Tersirat Teks Cerita Fantasi
  14. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023), Bab II: 'Berkelana di Dunia Imajinasi', Kegiatan 10: Menilai Alur dalam Cerita Fantasi
  15. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023)
  16. Teks Pembanding: Ringkasan Cerita Tradisional 'Legenda Timun Mas'
  17. Lembar Kerja Evaluasi Alur Naratif Fantasi
  18. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023)
  19. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023) Bab 2: Komik 'Sihir Unik Mao' dan Cerita Fantasi 'Keberanian Emas'
  20. Lembar Kerja Evaluasi Penokohan dan Kartu Detektif Karakter
  21. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII (Buku Siswa & Buku Guru). Penulis: Eugenia Rakhma Subarna, dkk.
  22. Lembar Teks Cerita Fantasi Stimulus 'Kotak Musik Ajaib Elian'
  23. Panduan Kerangka Monolog Pesan Solusi Masalah Tokoh
  24. Kartu Skenario Masalah Fantasi (Skenario A: Nara dan Kristal Angin; Skenario B: Kael dan Jam Pasir Beku)
  25. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi.
  26. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi.
  27. Set Kartu Paduan Fantasi (kartu profesi fantasi dan kartu lingkungan unik).
  28. Lembar Kerja Kreasi Cerita Bagian Orientasi.
  29. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Edisi Revisi 2023, Kemendikbudristek
  30. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Edisi Revisi 2023, Kemendikbudristek
  31. Lembar Kerja Menulis Cerita Fantasi (Bagian Komplikasi dan Resolusi)
  32. Kartu Roda Tantangan Ajaib (stimulus pemantik konflik naratif)
  33. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023, Bab 2: Berkelana di Dunia Imajinasi.
  34. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Kemendikbudristek 2023, Bab 2, Kegiatan 12: Menulis Cerita Fantasi Sederhana.
  35. Kartu tantangan kata 'Kotak Kata Ajaib' dan lembar kerja penulisan naskah fantasi.
  36. Rekaman audio teks sastra fantasi 'Pintu Antardimensi Arka'
  37. Lembar teks naratif visual 'Misteri Cermin Perak' dan kutipan artikel pembanding struktur alur/penokohan
  38. Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Kemendikbudristek 2023
  39. Perangkat perekam audio digital / gawai laboratorium sekolah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.