MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C) Topik: Wawancara Singkat dengan Tokoh Berprofesi di Lingkungan Sekitar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Wawancara Singkat dengan Tokoh Berprofesi di Lingkungan Sekitar |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyusun daftar pertanyaan wawancara yang relevan untuk menggali informasi tentang perjalanan hobi menjadi profesi dari narasumber di lingkungan sekitar.
- Murid dapat menyampaikan hasil wawancara singkat tentang profesi yang berawal dari hobi kepada teman secara lisan dengan efektif dan percaya diri.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian bertemu seseorang yang pekerjaannya berasal dari hobi yang ia cintai sejak kecil? Cerita apa yang ingin kalian tahu dari orang itu?
- Jika kalian bisa mewawancarai satu orang di lingkungan sekolah atau rumah tentang profesinya, pertanyaan apa yang paling ingin kalian tanyakan?
- Apa bedanya bertanya biasa kepada teman dengan mewawancarai seorang narasumber secara resmi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan meminta murid duduk nyaman, lalu mengajak mereka melakukan tarik napas dalam selama 10 detik untuk mempersiapkan pikiran (berkesadaran).
- Guru menampilkan foto atau gambar singkat seorang wartawan cilik sedang mewawancarai narasumber, lalu mengajukan pertanyaan pemantik kepada beberapa murid secara lisan.
- Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan kartu kecil kepada setiap murid dan meminta mereka menuliskan satu pertanyaan yang akan mereka ajukan jika mewawancarai seseorang di sekitar sekolah. Guru mengamati kartu untuk memetakan pemahaman awal murid tentang konsep wawancara.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: menyusun pertanyaan wawancara yang baik dan mempresentasikan hasilnya kepada teman.
- Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan selama 70 menit ke depan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau membacakan contoh teks laporan hasil wawancara pendek (2–3 menit) tentang seorang pengrajin atau seniman lokal yang hobinya menjadi profesi.
- Murid menyimak, lalu guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa yang membuat pertanyaan wartawan ini efektif? Pertanyaan mana yang paling menggali informasi mendalam?'
- Guru memandu diskusi kelas singkat (5 menit) tentang ciri pertanyaan wawancara yang baik: relevan, terbuka, tidak menghakimi, dan mendorong narasumber bercerita lebih banyak.
- Guru mencatat kata kunci di papan tulis: 5W+1H, pertanyaan terbuka, pertanyaan lanjutan (follow-up), dan sikap pewawancara (sopan, antusias, aktif mendengar).
- Murid mencatat kata kunci tersebut di buku catatan mereka sebagai bekal menyusun daftar pertanyaan.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid menjadi pasangan (berpasangan dua orang) dan menjelaskan peran: satu berperan sebagai pewawancara, satu berperan sebagai narasumber yang berprofesi dari hobi (misalnya: guru melukis, penjaga perpustakaan yang hobi membaca, pedagang kantin yang hobi memasak).
- Setiap pasangan memilih satu profesi nyata dari lingkungan sekolah atau sekitar rumah yang mereka kenal, lalu menyusun minimal 5 pertanyaan wawancara dalam format kartu pertanyaan yang disediakan guru (kartu berkolom: nomor, pertanyaan, tujuan pertanyaan).
- Murid melakukan simulasi wawancara singkat di dalam kelas selama 5–7 menit: pewawancara mengajukan pertanyaan, narasumber menjawab berdasarkan informasi yang mereka ketahui tentang profesi tersebut.
- Pewawancara mencatat poin-poin jawaban secara ringkas di lembar catatan wawancara sederhana (nama narasumber/tokoh, profesi, awal hobi, perjalanan menuju profesi, pesan inspiratif).
- Setelah simulasi, pasangan bertukar peran sehingga semua murid merasakan pengalaman sebagai pewawancara.
- Guru berkeliling mengamati proses, memberikan umpan balik lisan singkat kepada pasangan yang memerlukan bimbingan (asesmen proses).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Setiap pasangan memilih satu hasil catatan wawancara terbaik untuk dipresentasikan. Pewawancara menyampaikan hasil wawancara secara lisan kepada pasangan lain (kelompok 4 orang) selama 2–3 menit dengan struktur: perkenalan narasumber → perjalanan hobi → profesi saat ini → pesan inspiratif.
- Pendengar memberikan umpan balik menggunakan kartu bintang (satu hal yang bagus) dan kartu panah (satu saran perbaikan) kepada penyaji (penilaian sejawat).
- Guru memilih 2–3 pasangan secara acak untuk mempresentasikan hasil wawancara mereka di depan kelas, lalu memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif secara terbuka.
- Murid secara mandiri mengisi lembar refleksi diri singkat dengan tiga pertanyaan: (1) Apa yang berhasil saya lakukan dengan baik hari ini? (2) Apa yang masih perlu saya perbaiki? (3) Apa yang paling saya pelajari dari narasumber yang saya wawancarai?
- Guru merangkum pembelajaran hari ini bersama murid dengan menegaskan kembali: pertanyaan yang baik menghasilkan cerita yang kaya, dan menyampaikan informasi dengan percaya diri adalah keterampilan yang bisa diasah.
Penutup:- Guru mengajak murid melakukan 'satu kata penutup': setiap murid menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan atau pelajaran mereka hari ini (misalnya: terinspirasi, penasaran, percaya diri).
- Guru memberikan umpan balik umum tentang proses hari ini dan mengapresiasi keberanian murid dalam berperan sebagai pewawancara.
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid yang sudah siap dapat mencoba mewawancarai narasumber nyata di lingkungan sekitar dan menuliskan laporan hasil wawancara untuk pertemuan berikutnya.
- Guru menutup kelas dengan salam dan pengingat untuk membawa semangat wartawan cilik dalam kehidupan sehari-hari.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum siap belajar diberikan contoh teks wawancara yang lebih sederhana dengan struktur pertanyaan yang sudah sebagian terisi (scaffolded questions), sehingga mereka hanya perlu melengkapi dan menyesuaikan. Murid yang sudah siap belajar diberikan teks wawancara yang lebih kompleks dan diminta menganalisis teknik pertanyaan lanjutan (follow-up) secara mandiri sebelum menyusun daftar pertanyaan mereka.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih melakukan simulasi wawancara bersama guru secara klasikal dengan bimbingan intensif sebelum berpasangan. Murid yang cepat dapat langsung merancang pertanyaan tanpa scaffolding dan diberi tantangan tambahan: menyusun pertanyaan lanjutan berdasarkan jawaban simulasi yang tidak terduga.
- Produk: Murid yang belum siap belajar menyampaikan hasil wawancara kepada satu teman saja secara informal. Murid yang sudah siap belajar menyampaikan hasil wawancara di depan kelompok dengan struktur presentasi yang lebih lengkap dan diminta memberikan kesimpulan serta nilai inspiratif dari profesi narasumber.
ASESMENAwal:- Murid menuliskan satu pertanyaan pada kartu kecil yang akan mereka ajukan jika mewawancarai seseorang di sekitar sekolah. Guru membaca kartu secara cepat untuk memetakan: apakah murid sudah memahami konsep pertanyaan terbuka, apakah pertanyaan sudah relevan dengan topik profesi, dan seberapa besar rasa ingin tahu mereka terhadap topik wawancara.
- Guru mengajukan dua pertanyaan lisan kepada 3–4 murid secara acak: 'Apa perbedaan wawancara dengan obrolan biasa?' dan 'Siapa yang pernah melihat atau membaca teks hasil wawancara?' untuk mengetahui pengalaman awal murid.
Proses:- Observasi berkeliling selama kegiatan penyusunan pertanyaan dan simulasi wawancara: guru mencatat murid yang kesulitan merumuskan pertanyaan terbuka dan memberikan umpan balik langsung.
- Guru meminta 2–3 pasangan berbagi satu pertanyaan terbaik mereka sebelum simulasi dimulai, untuk mengecek pemahaman kelas secara cepat.
- Penilaian sejawat menggunakan kartu bintang (satu hal positif) dan kartu panah (satu saran) setelah presentasi dalam kelompok kecil 4 orang.
Akhir:- Presentasi lisan hasil wawancara kepada kelompok atau kelas (2–3 menit per murid): guru menilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek kualitas pertanyaan wawancara dan kemampuan menyampaikan hasil secara lisan.
- Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai bukti proses berpikir dan kesadaran diri tentang capaian belajar hari ini.
Formatif:- Observasi guru selama simulasi wawancara: kualitas pertanyaan yang diajukan, kemampuan mendengarkan aktif, dan pencatatan jawaban narasumber.
- Penilaian sejawat menggunakan kartu bintang dan kartu panah saat presentasi dalam kelompok kecil.
- Umpan balik lisan guru kepada pasangan selama kegiatan Mengaplikasi.
Sumatif:- Presentasi lisan hasil wawancara di depan kelas atau kelompok: dinilai berdasarkan rubrik meliputi aspek kualitas pertanyaan, kelengkapan informasi yang disampaikan, kejelasan berbicara, dan kepercayaan diri.
- Kartu pertanyaan wawancara yang disusun murid: dinilai berdasarkan relevansi, keberagaman tipe pertanyaan (5W+1H), dan kualitas pertanyaan terbuka.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kualitas Pertanyaan Wawancara | Pertanyaan yang disusun tidak relevan dengan topik profesi, bersifat tertutup (ya/tidak), dan tidak menggali informasi yang bermakna. | Pertanyaan relevan dengan topik profesi tetapi sebagian besar bersifat tertutup; belum menggunakan variasi 5W+1H secara lengkap. | Pertanyaan relevan, menggunakan variasi 5W+1H, sebagian besar bersifat terbuka dan mendorong narasumber bercerita; sudah ada pertanyaan lanjutan. | Pertanyaan relevan, seluruhnya terbuka, menggunakan variasi 5W+1H secara lengkap, terdapat pertanyaan lanjutan yang cerdas, dan disusun dalam urutan yang logis dari perkenalan hingga penutup. | | Penyampaian Hasil Wawancara Secara Lisan | Murid membacakan catatan secara kaku, suara tidak jelas, tidak ada kontak mata dengan pendengar, dan informasi yang disampaikan tidak terstruktur. | Murid menyampaikan sebagian informasi hasil wawancara dengan suara cukup jelas, namun masih bergantung penuh pada catatan dan struktur penyampaian belum runtut. | Murid menyampaikan hasil wawancara secara runtut (perkenalan → perjalanan hobi → profesi → pesan inspiratif) dengan suara jelas dan sesekali melakukan kontak mata dengan pendengar. | Murid menyampaikan hasil wawancara secara runtut, percaya diri, suara jelas dan intonasi bervariasi, kontak mata terjaga, serta mampu menambahkan komentar atau kesimpulan pribadi tentang narasumber. | | Kelengkapan Informasi yang Digali | Informasi yang dikumpulkan sangat minim; hanya menyebutkan nama dan profesi narasumber tanpa detail perjalanan hobi menjadi profesi. | Informasi mencakup nama, profesi, dan satu aspek perjalanan hobi, tetapi belum lengkap dan belum menggali latar belakang atau motivasi narasumber. | Informasi mencakup nama, profesi, asal hobi, perjalanan menjadi profesi, dan tantangan yang dihadapi narasumber. | Informasi lengkap dan kaya: mencakup nama, profesi, asal hobi, perjalanan, tantangan, strategi mengatasi tantangan, dan pesan inspiratif dari narasumber untuk generasi muda. | | Kepercayaan Diri dan Sikap Berbicara | Murid tampak sangat gugup, suara sangat pelan, menghindari kontak mata, dan berhenti di tengah presentasi. | Murid tampak sedikit gugup tetapi mampu menyelesaikan presentasi; suara kadang terdengar jelas dan sesekali ada kontak mata. | Murid menyampaikan presentasi dengan cukup percaya diri, suara jelas, dan postur tubuh menunjukkan keterbukaan kepada pendengar. | Murid tampil percaya diri, suara lantang dan jelas, postur terbuka, kontak mata terjaga, dan mampu merespons pertanyaan atau reaksi pendengar dengan tenang. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid memahami perbedaan antara pertanyaan terbuka dan tertutup setelah kegiatan Memahami? Apa yang perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?
- Seberapa efektif format berpasangan dalam simulasi wawancara? Apakah ada murid yang tidak mendapat kesempatan menjadi pewawancara secara optimal?
- Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid yang belum siap dan yang sudah siap belajar? Apa penyesuaian yang perlu dilakukan?
- Apakah alokasi waktu 70 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan durasinya?
Refleksi Murid:- Apa kendala yang kamu hadapi saat menyusun pertanyaan wawancara, dan bagaimana cara kamu mengatasinya?
- Apa yang kamu rasakan ketika berhasil menyampaikan hasil wawancara kepada teman? Apakah kamu merasa cukup percaya diri?
- Apa yang paling menarik dari cerita narasumber yang kamu wawancarai hari ini? Apakah informasinya menginspirasimu?
- Satu hal apa yang ingin kamu perbaiki jika kamu melakukan wawancara lagi di kesempatan berikutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas VI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025 — Bab IV: Dari Hobi Menjadi Profesi
- Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas VI
- Contoh teks laporan hasil wawancara pendek (disiapkan guru) tentang profesi yang berawal dari hobi
- Video wawancara singkat wartawan cilik (opsional, untuk murid yang belum siap belajar)
- Kartu pertanyaan wawancara (lembar kerja berkolom: nomor, pertanyaan, tujuan pertanyaan) — disiapkan guru
- Lembar catatan wawancara sederhana (berisi kolom: nama narasumber, profesi, asal hobi, perjalanan, pesan inspiratif) — disiapkan guru
- Kartu bintang dan kartu panah untuk penilaian sejawat — disiapkan guru
- Lembar refleksi diri murid — disiapkan guru
- Papan tulis dan alat tulis untuk mencatat kata kunci bersama
|