Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Menyimak Kisah Inspiratif Tokoh yang Mengubah Hobi Menjadi Profesi (Teks Aural)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menyimak Kisah Inspiratif Tokoh yang Mengubah Hobi Menjadi Profesi (Teks Aural)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Menyimak Kisah Inspiratif Tokoh yang Mengubah Hobi Menjadi Profesi (Teks Aural)

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menyimak Kisah Inspiratif Tokoh yang Mengubah Hobi Menjadi Profesi (Teks Aural)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenyimak Kisah Inspiratif Tokoh yang Mengubah Hobi Menjadi Profesi (Teks Aural)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis isi teks sastra aural berupa kisah inspiratif tokoh (seperti atlet atau seniman) yang mengembangkan hobi menjadi profesi dengan mencatat informasi penting secara tertulis.
  2. Murid dapat mengaitkan nilai-nilai kegigihan dan kerja keras dari kisah tokoh yang didengar dengan pengalaman pribadi murid secara lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar cerita seseorang yang hobinya berubah menjadi pekerjaan? Siapa orang itu dan bagaimana ceritanya?
  2. Menurutmu, apa yang membuat seseorang berhasil mengubah hobi menjadi profesi?
  3. Apakah kalian punya hobi yang ingin dijadikan profesi kelak? Apa tantangan yang mungkin dihadapi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid melakukan teknik pernapasan tenang selama 1 menit untuk membangun fokus (berkesadaran).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan bertanya: 'Siapa yang punya hobi? Coba sebutkan hobimu dan apakah kamu tahu ada orang yang menjadikan hobi itu sebagai profesi?' Guru mencatat respons murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menampilkan pertanyaan pemantik di papan tulis.
  • Guru menjelaskan bahwa murid akan menyimak sebuah kisah inspiratif tokoh dan berlatih mencatat informasi penting.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan teks aural berupa kisah inspiratif tokoh (misalnya atlet pencak silat atau seniman muda) yang mengembangkan hobi menjadi profesi. Durasi audio sekitar 3-4 menit.
  • Murid menyimak dengan saksama sambil mencatat kata kunci dan informasi penting pada lembar kerja yang telah disiapkan (siapa tokohnya, apa hobinya, bagaimana prosesnya, apa hasilnya).
  • Guru memperdengarkan audio kedua kali agar murid dapat melengkapi catatan mereka.
  • Guru memfasilitasi tanya jawab klasikal untuk mengecek pemahaman awal: 'Siapa tokoh dalam cerita? Apa hobi tokoh tersebut? Bagaimana ia mengubah hobinya menjadi profesi?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan mendiskusikan informasi yang telah dicatat dan saling melengkapi catatan masing-masing.
  • Setiap murid menganalisis isi kisah dengan menjawab pertanyaan panduan secara tertulis: (1) Apa nilai kegigihan yang ditunjukkan tokoh? (2) Apa bentuk kerja keras tokoh? (3) Hambatan apa yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya?
  • Murid mengaitkan nilai kegigihan dan kerja keras dari kisah tokoh dengan pengalaman pribadi mereka secara lisan dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap murid mendapat giliran berbicara minimal 1 menit.
  • Guru berkeliling memantau diskusi dan memberikan umpan balik langsung (asesmen proses).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua hingga tiga murid mempresentasikan hasil analisis dan kaitan dengan pengalaman pribadi di depan kelas.
  • Murid lain memberikan tanggapan atau pertanyaan terhadap presentasi teman.
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini? Nilai apa dari tokoh yang ingin kamu tiru?'
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi di lembar kerja tentang rencana tindak lanjut (misalnya: 'Saya ingin lebih tekun berlatih hobi saya karena...').

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pentingnya kegigihan dan kerja keras untuk mengembangkan hobi menjadi profesi.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi seluruh murid.
  • Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut: murid mencari satu kisah inspiratif lain dari lingkungan sekitar untuk diceritakan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapatkan lembar kerja dengan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur dan contoh jawaban singkat. Murid mahir mendapatkan lembar kerja terbuka tanpa panduan pertanyaan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menyimak audio hingga tiga kali dan berdiskusi dengan bimbingan langsung guru. Murid mahir cukup menyimak dua kali dan langsung mengerjakan analisis mandiri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menyampaikan kaitan pengalaman pribadi dalam 2-3 kalimat sederhana. Murid mahir menyampaikan dalam bentuk narasi lisan yang lebih elaboratif disertai alasan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan hobimu dan apakah kamu tahu ada orang yang menjadikan hobi serupa sebagai profesi?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang kaitan hobi dan profesi.

Proses:

  • Observasi kemampuan murid mencatat informasi penting saat menyimak teks aural (kelengkapan dan ketepatan catatan).
  • Pemantauan kemampuan murid berdiskusi dan mengaitkan nilai-nilai dari kisah tokoh dengan pengalaman pribadi secara lisan dalam kelompok kecil.
  • Ceklis keterlibatan aktif murid selama diskusi berpasangan dan kelompok.

Akhir:

  • Penilaian hasil lembar kerja tertulis berdasarkan rubrik: kelengkapan informasi, ketepatan analisis nilai kegigihan dan kerja keras, serta kejelasan kaitan dengan pengalaman pribadi.
  • Penilaian presentasi lisan menggunakan rubrik: kejelasan penyampaian, relevansi kaitan dengan pengalaman pribadi, dan kepercayaan diri.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid selama menyimak dan mencatat informasi penting.
  • Pemantauan diskusi kelompok: kemampuan murid mengaitkan nilai tokoh dengan pengalaman pribadi secara lisan.
  • Umpan balik langsung guru saat berkeliling kelompok.

Sumatif:

  • Penilaian lembar kerja tertulis berisi analisis isi kisah inspiratif dan catatan informasi penting.
  • Penilaian presentasi lisan murid dalam mengaitkan nilai kegigihan dan kerja keras dengan pengalaman pribadi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Menganalisis Isi Teks Aural (Mencatat Informasi Penting)Murid belum mampu mencatat informasi dari teks aural; lembar kerja kosong atau berisi informasi yang tidak relevan.Murid mencatat 1-2 informasi penting dari teks aural namun belum lengkap dan kurang terorganisasi.Murid mencatat sebagian besar informasi penting (tokoh, hobi, proses, hasil) dengan cukup terorganisasi.Murid mencatat seluruh informasi penting secara lengkap, terorganisasi, dan menambahkan detail pendukung dari teks aural.
Kemampuan Mengaitkan Nilai Kegigihan dan Kerja Keras dengan Pengalaman Pribadi (Lisan)Murid belum mampu menyampaikan kaitan nilai tokoh dengan pengalaman pribadi; diam atau menyampaikan hal yang tidak relevan.Murid menyebutkan satu nilai dari tokoh tetapi belum mampu mengaitkannya dengan pengalaman pribadi secara jelas.Murid menyebutkan nilai kegigihan atau kerja keras dan mengaitkannya dengan satu pengalaman pribadi secara lisan dengan cukup jelas.Murid menyebutkan nilai kegigihan dan kerja keras, mengaitkannya dengan pengalaman pribadi secara lisan dengan jelas, runtut, dan disertai alasan yang logis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyimak teks aural dengan fokus? Apa hambatan yang muncul dan bagaimana mengatasinya?
  • Apakah strategi diskusi kelompok kecil efektif memfasilitasi murid mengaitkan nilai tokoh dengan pengalaman pribadi?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas teks aural atau media audio untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari dari kisah tokoh yang didengar hari ini?
  • Nilai apa dari tokoh tersebut yang ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menarik atau menantang bagimu? Mengapa?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika diminta menyimak dan mencatat lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi), Bab 4 'Dari Hobi Menjadi Profesi'.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi), Bab 4.
  3. Rekaman audio atau video kisah inspiratif tokoh yang mengubah hobi menjadi profesi (misalnya kisah atlet pencak silat muda atau seniman lokal). Sumber: tautan Kemdikdasmen atau rekaman guru.
  4. Lembar kerja murid (disiapkan guru) berisi kolom pencatatan informasi penting dan pertanyaan panduan analisis.
  5. Perangkat audio (speaker) untuk memperdengarkan teks aural di kelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.