MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 4 — Dari Hobi Menjadi Profesi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Dari Hobi Menjadi Profesi |
|---|
| Alokasi Waktu | 48 JP (48 x 35 menit = 1680 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 24 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
- TP 6.4.3 Mempresentasikan gagasan dari teks laporan hasil observasi tentang profesi di lingkungan sekitar dengan efektif dan santun
- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu mendengar cerita tentang seseorang yang kegemarannya waktu kecil kini menjadi pekerjaannya?
- Informasi apa saja yang biasanya kita dapatkan saat menyimak kisah awal mula seseorang merintis sebuah profesi?
- Bagaimana cara kita mengetahui pokok bahasan utama saat mendengarkan cerita seseorang?
- Apa hal terpenting yang menentukan perjalanan seorang atlet sejak masa awal menekuni hobi hingga berprestasi secara profesional?
- Saat mendengarkan kisah seseorang merintis karier, rincian peristiwa apa saja yang menunjukkan langkah nyata perubahan hobinya?
- Bagaimana kita mengenali urutan kejadian penting dalam teks yang dibacakan agar tidak ada tahapan kunci yang terlewat?
- Mengapa kegagalan awal dalam menjalankan hobi justru bisa menjadi pendorong seseorang meraih profesi impian?
- Bagaimana sebuah tindakan atau keputusan kecil tokoh saat menekuni hobi dapat mengakibatkan perubahan besar dalam karier profesionalnya?
- Bagaimana kita membedakan informasi yang berupa fakta dan data angka dengan pendapat seseorang saat mendengarkan cerita?
- Mengapa data angka seperti tahun, jumlah, atau durasi waktu sangat penting dalam membuktikan keberhasilan tokoh yang menekuni hobinya?
- Bagaimana kita bisa merangkum perjalanan hidup seseorang dari sekadar hobi hingga menjadi profesi yang sukses hanya dengan mendengarkan ceritanya?
- Informasi penting apa saja yang harus kita catat dari awal hingga akhir agar tidak ada fakta perjalanan tokoh yang terlewat?
- Bagaimana kita bisa menemukan data atau fakta yang tertulis jelas langsung di dalam sebuah teks visual?
- Apa perbedaan antara informasi yang tertulis langsung (tersurat) dengan hal yang masih harus kita tebak?
- Apa perbedaan antara hal yang tertulis jelas di gambar dengan hal yang harus kita simpulkan sendiri dari petunjuk visual?
- Bagaimana kita bisa mengetahui alasan seseorang berhasil mengembangkan hobinya menjadi profesi hanya dengan mengamati gambar dan bagan langkah kerjanya?
- Apa bukti tindakan seseorang yang menunjukkan bahwa ia tidak mudah menyerah saat hobinya menghadapi kegagalan?
- Bagaimana kita menemukan nilai ketekunan dari infografik atau teks visual tentang tokoh yang berhasil mengubah hobi menjadi profesi?
- Bagaimana gambar atau bagan visual menunjukkan ide baru yang membedakan hobi biasa dengan profesi inovatif?
- Apa bukti visual dalam infografik yang menunjukkan adanya nilai kreativitas seorang tokoh dalam mengubah hobinya menjadi profesi?
- Bagaimana sebuah pekerjaan atau profesi yang berawal dari hobi dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat di lingkungan sekitar?
- Bukti apa saja dalam gambar dan bagan visual yang menunjukkan bahwa seorang pelaku usaha peduli terhadap sesama dan lingkungannya?
- Bagaimana sebuah tindakan nyata dalam teks visual mencerminkan nilai ketekunan, kreativitas, atau tanggung jawab sosial seorang inovator?
- Mengapa kita perlu mengaitkan data/fakta yang terlihat dalam teks visual dengan nilai kehidupan yang melatarbelakanginya?
- Mengapa sebelum menulis laporan hasil observasi secara utuh kita perlu menyiapkan kerangka tulisan terlebih dahulu?
- Bagaimana cara menyusun catatan fakta pengamatan profesi agar tersusun rapi menjadi kerangka laporan yang runtut?
- Informasi apa saja yang harus ada pada bagian awal sebuah laporan hasil observasi agar pembaca langsung memahami apa yang diamati?
- Bagaimana cara merangkai dua informasi pengamatan menjadi satu kalimat kompleks menggunakan kata hubung yang tepat?
- Bagaimana kita menggambarkan alat kerja dan aktivitas seorang profesional agar pembaca bisa membayangkannya dengan jelas?
- Mengapa kita perlu menggabungkan dua fakta hasil pengamatan menjadi satu kalimat kompleks menggunakan kata hubung?
- Bagaimana cara kita menyimpulkan inti dari pengamatan terhadap suatu profesi dalam tulisan?
- Mengapa bagian penutup laporan hasil observasi perlu memuat simpulan yang jelas dan bermakna dari data lapangan?
- Bagaimana cara kita merangkai catatan pembuka, deskripsi pengamatan, dan penutup menjadi sebuah draf laporan hasil observasi yang utuh?
- Bagaimana penggunaan kalimat kompleks bertingkat membantu pembaca memahami alur kerja suatu profesi secara runtut dan kreatif?
- Bagaimana cara menggabungkan dua kalimat tunggal hasil pengamatan profesi menjadi satu kalimat kompleks yang lebih padu?
- Mengapa penggunaan kata hubung bertingkat dapat membuat laporan hasil observasi profesi menjadi lebih jelas dan kaya informasi?
- Bagaimana cara kita membuka presentasi laporan agar pendengar langsung memahami profesi yang kita amati?
- Mengapa kita perlu menyapa pendengar dengan santun saat menyampaikan pembuka laporan observasi?
- Bagaimana cara menyampaikan gagasan tentang aktivitas pekerjaan seseorang agar pendengar memahami alur kerjanya dengan jelas?
- Mengapa kita perlu menggunakan lafal yang jelas dan pilihan kata yang santun saat mempresentasikan hasil pengamatan profesi?
- Mengapa kita perlu mempresentasikan fungsi dan cara kerja alat profesi secara jelas kepada pendengar?
- Bagaimana cara menyampaikan gagasan tentang penggunaan alat profesi agar pendengar mudah memahami tanpa kebingungan?
- Bagaimana cara menyampaikan kesimpulan hasil pengamatan profesi agar pendengar langsung memahami poin intinya?
- Mengapa kita perlu memilih kata-kata yang santun saat menyampaikan kesimpulan laporan kepada orang lain?
- Bagaimana cara menyampaikan seluruh isi laporan hasil observasi profesi agar teman kelompok memahaminya secara utuh?
- Ungkapan santun apa yang sebaiknya kita gunakan saat menyajikan gagasan laporan hasil observasi di hadapan teman kelompok?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa sebuah hobi yang ditekuni secara konsisten dapat menghasilkan karya nyata dan profesi yang bermanfaat?
- Mengapa laporan hasil observasi profesi perlu ditulis dengan kalimat kompleks yang terstruktur dan dipresentasikan secara santun?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Informasi Awal dari Teks Aural Kisah Tokoh Mengubah Hobi Menjadi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yakni menyimak teks yang dibacakan untuk menganalisis informasi awal perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan berdasarkan teks mikro yang dibacakan guru: 'Deni gemar menggambar sejak umur 7 tahun. Kini ia menjadi ilustrator buku anak.' Pertanyaan 1: 'Apa hobi awal tokoh?' (acuan jawaban: menggambar). Pertanyaan 2: 'Apa profesi yang ditekuninya kini?' (acuan jawaban: ilustrator buku anak). Guru mencatat kesiapan murid dalam menangkap informasi aural (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan teks aural nonsastra berjudul 'Kisah Sukses Kak Danar: Bermula dari Kamera Saku' dengan suara jelas sebanyak dua kali. Teks lengkap: 'Sejak duduk di bangku kelas lima sekolah dasar, Danar sangat gemar memotret pemandangan dan benda-benda di sekitarnya menggunakan kamera saku tua milik ayahnya. Ketertarikan tersebut bermula saat ia sering diajak ayahnya bepergian ke alam terbuka pada akhir pekan. Menyadari minat besarnya pada bidang fotografi, Danar mulai tekun belajar teknik pencahayaan dan sudut pengambilan gambar secara mandiri melalui majalah. Setelah lulus sekolah, hobi memotret tersebut ia kembangkan menjadi profesi fotografer komersial profesional yang melayani pemotretan produk dan acara resmi.' Murid menyimak dengan saksama tanpa mencatat pada pembacaan pertama, lalu mencatat poin penting pada pembacaan kedua (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menyelenggarakan tantangan permainan analisis cepat 'Tepuk Benar atau Salah' yang menggembirakan secara klasikal berdasarkan 4 pernyataan lisan dari teks yang baru disimak: Pernyataan 1: 'Danar mulai menyukai fotografi saat duduk di bangku SMA' (acuan: Salah, yang benar kelas lima SD); Pernyataan 2: 'Kamera pertama yang digunakan Danar adalah kamera saku milik ayahnya' (acuan: Benar); Pernyataan 3: 'Danar belajar teknik fotografi pertama kali dari majalah' (acuan: Benar); Pernyataan 4: 'Profesi akhir Danar adalah montir bengkel' (acuan: Salah, yang benar fotografer komersial) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja analisis teks aural yang berisi 4 butir pertanyaan rincian informasi awal teks: (1) Apa hobi awal yang ditekuni tokoh Danar saat kecil? (acuan: memotret pemandangan dan benda sekitar/fotografi); (2) Alat apa yang pertama kali ia gunakan untuk menyalurkan hobinya? (acuan: kamera saku tua milik ayahnya); (3) Apa pemicu awal yang menumbuhkan ketertarikan Danar terhadap hobi tersebut? (acuan: sering diajak ayahnya bepergian ke alam terbuka pada akhir pekan); (4) Bagaimana Danar mulai mempelajari teknik hobi tersebut hingga menjadi profesi? (acuan: belajar mandiri melalui majalah teknik pencahayaan dan sudut pengambilan gambar) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid membahas bersama jawaban dari keempat butir lembar kerja analisis teks aural; murid membandingkan hasil analisisnya dengan acuan kunci jawaban serta menandai informasi awal yang berhasil diidentifikasi secara tepat (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketepatan analisis informasi murid dan menyimpulkan materi penemuan informasi awal dari teks aural (3 menit).
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya mengenai analisis gagasan pokok dari teks aural atlet dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks aural dibacakan dengan tempo lebih lambat dan jeda antarkalimat lebih tegas bagi murid yang memerlukan dukungan pemrosesan informasi pendengaran.
- Proses: Bagi murid yang belum mampu menangkap rincian teks aural secara utuh, guru memberikan kartu panduan kata kunci (hobi, alat, pemicu, cara belajar). Bagi murid yang cepat, diberikan tugas mandiri menganalisis 1 informasi tambahan yaitu jenis layanan jasa yang ditawarkan profesi Danar saat ini.
- Produk: Murid menjawab butir analisis pada lembar kerja baik dalam bentuk kalimat lengkap maupun frasa poin inti sesuai tingkat kesiapan menulisnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan analisis teks aural melalui 2 pertanyaan lisan dari teks mikro: 'Deni gemar menggambar sejak umur 7 tahun. Kini ia menjadi ilustrator buku anak.' Soal 1: 'Apa hobi awal tokoh?' (acuan kunci: menggambar); Soal 2: 'Apa profesi yang ditekuninya kini?' (acuan kunci: ilustrator buku anak).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam menjawab kuis klasikal 4 pernyataan benar/salah mengenai teks aural.
- Pemeriksaan lembar kerja tertulis mandiri berisi 4 butir pertanyaan analisis informasi teks aural 'Kisah Sukses Kak Danar: Bermula dari Kamera Saku' dengan acuan: (1) hobi: memotret/fotografi; (2) alat: kamera saku tua milik ayah; (3) pemicu awal: diajak ayah ke alam terbuka pada akhir pekan; (4) cara belajar: belajar mandiri teknik pencahayaan dan sudut pengambilan gambar melalui majalah.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan pemahaman mandiri di akhir sesi: Murid menyebutkan kembali 1 fakta penentu yang mengubah hobi Danar menjadi profesi fotografer berdasarkan teks aural (acuan: ketekunannya belajar teknik pencahayaan dan sudut pengambilan gambar dari majalah hingga menjadi fotografer komersial).
Formatif:- Tes lisan diagnostik singkat pada tahap pendahuluan
- Tantangan klasikal 'Tepuk Benar atau Salah' pada tahap inti
- Lembar kerja analisis teks aural individu berisi 4 butir pertanyaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis informasi teks aural kisah tokoh mengubah hobi menjadi profesi | Menganalisis dengan tepat 1 dari 4 butir informasi awal dari teks aural sesuai acuan kunci jawaban. | Menganalisis dengan tepat 2 dari 4 butir informasi awal dari teks aural sesuai acuan kunci jawaban. | Menganalisis dengan tepat 3 dari 4 butir informasi awal dari teks aural sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri. | Menganalisis dengan tepat seluruh (4 dari 4) butir informasi awal dari teks aural sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks aural sudah cukup jelas membantu semua murid menyerap informasi?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam membedakan antara hobi masa kecil dan profesi yang akhirnya ditekuni tokoh?
Murid:- Bagian mana dari teks yang dibacakan tadi yang paling mudah kamu ingat informasinya?
- Cara apa yang membantumu mencatat informasi penting saat mendengarkan teks tadi?
Pertemuan 2 — Menganalisis Gagasan Pokok dari Teks Aural Perjalanan Atlet Mengubah Hobi Menjadi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimak teks aural tentang perjalanan atlet silat Afrilla dan menganalisis gagasan pokok dari tiap bagian cerita (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal dengan membacakan satu paragraf singkat: 'Sejak umur tujuh tahun, Bayu gemar menggiring bola di lapangan desa. Ia berlatih tanpa henti hingga kini berhasil dikontrak klub sepak bola profesional.' Murid menjawab secara lisan apa gagasan pokok paragraf tersebut (acuan jawaban benar: 'Kegemaran Bayu bermain bola sejak kecil membawanya menjadi pesepak bola profesional') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai teknik menganalisis gagasan pokok dari teks aural, yaitu mencatat kata kunci yang sering diulang serta inti peristiwa dari paragraf yang diperdengarkan (5 menit).
- Guru membacakan teks aural 'Rahasia Juara Afrilla' Bagian 1: 'Afrilla Dina Najwa Nastiti adalah siswi SMP Negeri 3 Sewon, Yogyakarta. Sejak kecil ia sangat menyukai olahraga bela diri pencak silat dan giat berlatih di gelanggang sekolah.' Murid secara bersama-sama menentukan gagasan pokok bagian tersebut (acuan: 'Afrilla merintis kegemaran pencak silat sejak kecil melalui latihan giat') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas tantangan menyimak berpasangan 'Tangkis Kata Kunci': guru membacakan potongan teks aural Bagian 2 ('Latihan keras dilakukan setiap sore hingga ia berhasil menjuarai kompetisi daerah') dan Bagian 3 ('Kini Afrilla menjadi atlet pencak silat peraih medali emas yang bertanding di tingkat nasional'). Setiap pasangan menuliskan 2 gagasan pokok dari kedua bagian tersebut pada lembar kerja (15 menit).
- Secara mandiri, murid menyimak pembacaan teks aural Bagian 4: 'Afrilla kini tidak hanya bertanding, tetapi juga membagikan ilmunya sebagai pelatih junior di perguruannya dan berpenghasilan dari kejuaraan resmi.' Murid menuliskan analisis gagasan pokok bagian 4 pada lembar tugas (acuan: 'Afrilla menjadikan keahlian pencak silatnya sebagai profesi atlet berprestasi dan pelatih') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru memeriksa bersama hasil analisis gagasan pokok teks aural berdasarkan 3 kriteria acuan: ketepatan memuat inti peristiwa, keberadaan subjek tokoh (Afrilla), dan fokus pada perubahan hobi menjadi profesi/prestasi (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara menemukan gagasan pokok dari teks aural, yakni berfokus pada peristiwa utama tokoh dan mengabaikan kalimat penjelas yang rinci (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat: guru membacakan 1 kalimat simpulan dan murid menuliskan gagasan pokoknya, kemudian guru menutup pelajaran dengan doa dan motivasi (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks aural dibacakan dengan artikulasi jelas dan pengulangan 2 kali bagi murid yang membutuhkan waktu menyimak lebih lama, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks aural dengan kepadatan informasi yang lebih tinggi.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa pertanyaan penuntun (Siapa tokohnya? Apa kegiatan utamanya?), sedangkan murid mandiri langsung merumuskan gagasan pokok secara utuh.
- Produk: Murid menuliskan rumusan gagasan pokok secara ringkas dan tepat pada lembar kerja sesuai pemahaman menyimaknya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik setelah guru memperdengarkan teks satu paragraf pendek: 'Sejak umur tujuh tahun, Bayu gemar menggiring bola di lapangan desa. Ia berlatih tanpa henti hingga kini berhasil dikontrak klub sepak bola profesional.' Butir diagnostik: 'Apa gagasan pokok dari teks yang baru saja kalian dengar?' (Acuan jawaban benar: Kegemaran Bayu bermain bola mengantarkannya menjadi pemain sepak bola profesional).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis teks aural 'Rahasia Juara Afrilla' yang memuat 3 butir analisis gagasan pokok:
- Butir 1 (Bagian 2): 'Latihan keras dilakukan setiap sore hingga ia berhasil menjuarai kompetisi daerah.' (Acuan jawaban benar: Disiplin latihan membawa Afrilla menjuarai kompetisi silat daerah).
- Butir 2 (Bagian 3): 'Kini Afrilla menjadi atlet pencak silat peraih medali emas yang bertanding di tingkat nasional.' (Acuan jawaban benar: Keberhasilan Afrilla meraih medali emas nasional sebagai atlet silat).
- Butir 3 (Bagian 4): 'Afrilla kini tidak hanya bertanding, tetapi juga membagikan ilmunya sebagai pelatih junior di perguruannya dan berpenghasilan dari kejuaraan resmi.' (Acuan jawaban benar: Afrilla mengembangkan hobi bela dirinya menjadi profesi atlet dan pelatih silat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Guru memperdengarkan satu paragraf penutup: 'Ketekunan mengubah minat sederhana menjadi jalan hidup yang membanggakan.' Murid menuliskan gagasan pokok kalimat tersebut. (Acuan jawaban benar: Ketekunan dalam menekuni hobi dapat menghasilkan jalan karier atau profesi yang sukses).
Formatif:- Penilaian kinerja analisis lembar kerja menyimak gagasan pokok teks aural Bagian 2, 3, dan 4
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis gagasan pokok dari teks aural perjalanan atlet | Belum mampu menganalisis gagasan pokok (0 butir tepat dari 3 butir acuan bagian teks aural yang diperdengarkan). | Mampu menganalisis gagasan pokok secara tepat pada 1 butir dari 3 butir acuan bagian teks aural yang diperdengarkan. | Mampu menganalisis gagasan pokok secara tepat pada 2 butir dari 3 butir acuan bagian teks aural yang diperdengarkan. | Mampu menganalisis gagasan pokok secara tepat pada seluruh 3 butir acuan bagian teks aural yang diperdengarkan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kecepatan pembacaan teks aural sudah sesuai dengan daya tangkap menyimak sebagian besar murid?
- Bagian mana dari analisis gagasan pokok yang masih sering keliru disamakan oleh murid dengan kalimat penjelas?
Murid:- Bagian cerita atlet mana yang paling mudah kamu temukan gagasan pokoknya saat mendengarkan?
- Kesulitan apa yang kamu hadapi saat membedakan antara gagasan pokok dan rincian pendukung dalam teks yang dibacakan guru?
Pertemuan 3 — Menganalisis Rincian Peristiwa dari Teks Aural Tokoh Mengubah Hobi Menjadi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa singkat untuk menciptakan kesiapan belajar yang berkesadaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menganalisis rincian peristiwa dari teks aural tentang tokoh yang mengubah hobi menjadi profesi (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan satu paragraf mini: 'Sejak umur delapan tahun, Danu gemar mengutak-atik radio rusak di garasi rumahnya. Ketika duduk di bangku SMK, ia mulai menerima jasa servis alat elektronik dari tetangga sekitar hingga akhirnya membuka bengkel reparasi resmi saat berusia 22 tahun.' Guru mengajukan dua pertanyaan lisan untuk mengecek kesiapan murid mengidentifikasi rincian peristiwa: (1) 'Apa rincian peristiwa yang dilakukan tokoh saat duduk di bangku SMK?' (acuan jawaban: mulai menerima jasa servis alat elektronik dari tetangga sekitar); (2) 'Kapan rincian peristiwa pembukaan bengkel resmi terjadi?' (acuan jawaban: saat tokoh berusia 22 tahun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks aural nonsastra berjudul 'Langkah Nyata Kak Bima: Dari Hobi Sketsa ke Studio Animasi' secara jelas sebanyak dua kali pembaacan: 'Paragraf 1: Bima sangat gemar menggambar karakter kartun di buku tulisnya sejak kelas empat SD. Setiap pulang sekolah, ia menghabiskan waktu dua jam untuk melatih ketepatan garis dan ekspresi wajah tokoh buatannya. Paragraf 2: Pada tahun 2018, Bima memutuskan mengikuti kursus desain digital singkat selama tiga bulan untuk mendalami penggunaan gawai grafis. Setahun kemudian, pada 2019, ia memberanikan diri membuat komik strip mingguan di media sosial dan konsisten mengunggahnya setiap hari Jumat. Paragraf 3: Respons pembaca yang tinggi membuat sebuah penerbit lokal mengajaknya bekerja sama menerbitkan buku komik anak pada awal 2021. Berkat tabungan royalti buku pertamanya tersebut, pada akhir 2022 Bima resmi mendirikan Studio Animasi Cipta Kreasi dan merekrut tiga ilustrator muda di kotanya.' Murid menyimak teks secara seksama (10 menit).
- Guru memberikan pemodelan cara menganalisis rincian peristiwa dari teks aural menggunakan bagan rincian alur (waktu peristiwa, tindakan nyata tokoh, dan hasil tindakan), menunjukkan contoh rincian peristiwa pada tahun 2018: tindakan = kursus desain digital 3 bulan, hasil = mendalami penggunaan gawai grafis (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan tantangan interaktif 'Detektif Peristiwa Berpasangan': guru membacakan kembali Paragraf 2 dan Paragraf 3 teks aural, kemudian murid bersama teman sebangku berlomba menyusun kartu rincian peristiwa ke dalam garis waktu yang tepat di meja belajar masing-masing secara cepat dan tepat (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis rincian peristiwa yang memuat 4 butir analisis rincian peristiwa berdasarkan teks aural Bima: Butir 1: Rincian aktivitas hobi Bima saat kelas empat SD beserta durasinya (acuan jawaban: menggambar karakter kartun di buku tulis setiap pulang sekolah selama dua jam); Butir 2: Rincian peristiwa yang terjadi pada tahun 2019 (acuan jawaban: membuat komik strip mingguan di media sosial dan mengunggahnya setiap hari Jumat); Butir 3: Rincian peristiwa titik balik karier pada awal tahun 2021 (acuan jawaban: penerbit lokal mengajak bekerja sama menerbitkan buku komik anak); Butir 4: Rincian peristiwa pembentukan profesi mandiri pada akhir tahun 2022 (acuan jawaban: resmi mendirikan Studio Animasi Cipta Kreasi dan merekrut tiga ilustrator muda) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas kunci jawaban keempat butir rincian peristiwa, memberi umpan balik langsung, dan meminta murid memeriksa ketepatan analisis masing-masing (10 menit).
- Murid merefleksikan proses menyimak mereka: strategi apa yang paling membantu mereka menangkap rincian peristiwa secara lengkap saat teks diperdengarkan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu simpulan pembelajaran mengenai pentingnya rincian waktu, aksi nyata, dan hasil peristiwa dalam menganalisis perjalanan tokoh hobi menjadi profesi (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks dibacakan per paragraf dengan penekanan intonasi pada penanda waktu dan kata kerja tindakan; untuk murid mahir, teks dibacakan dengan kecepatan normal tanpa pengulangan berlebih.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa pertanyaan penuntun pada lembar kerja (kapan, apa yang dilakukan, apa hasilnya); murid cepat menganalisis rincian peristiwa secara mandiri tanpa pertanyaan penuntun.
- Produk: Murid menyajikan hasil analisis rincian peristiwa pada lembar kerja terstruktur sesuai tingkat kemandirian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik berdasarkan teks aural mini Danu. Pertanyaan 1: 'Apa rincian peristiwa yang dilakukan tokoh saat duduk di bangku SMK?' (acuan: mulai menerima jasa servis alat elektronik dari tetangga sekitar). Pertanyaan 2: 'Kapan rincian peristiwa pembukaan bengkel resmi terjadi?' (acuan: saat tokoh berusia 22 tahun).
Proses:- Pemeriksaan lembar analisis rincian peristiwa teks aural Bima yang memuat 4 butir: Butir 1: Rincian hobi SD dan durasi (acuan: menggambar karakter kartun di buku tulis sepulang sekolah selama dua jam); Butir 2: Rincian peristiwa tahun 2019 (acuan: membuat komik strip mingguan di media sosial dan konsisten mengunggahnya setiap hari Jumat); Butir 3: Rincian kerja sama awal 2021 (acuan: diajak penerbit lokal menerbitkan buku komik anak); Butir 4: Rincian pendirian studio akhir 2022 (acuan: mendirikan Studio Animasi Cipta Kreasi dan merekrut tiga ilustrator muda).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid diminta menyebutkan 1 rincian peristiwa perubahan dari hobi menjadi langkah profesional yang dialami tokoh Bima beserta tahun kejadiannya (acuan jawaban: tahun 2018 mengikuti kursus desain digital 3 bulan ATAU tahun 2019 mengunggah komik strip mingguan di media sosial ATAU awal 2021 menerbitkan buku komik anak bersama penerbit lokal ATAU akhir 2022 mendirikan Studio Animasi Cipta Kreasi dan merekrut 3 ilustrator muda).
Formatif:- Asesmen awal berupa tanya jawab lisan diagnostik rincian peristiwa dari teks mini aural.
- Asesmen proses berupa penugasan lembar kerja mandiri menganalisis 4 rincian peristiwa dari teks aural kisah tokoh Bima.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Rincian Peristiwa Teks Aural | Murid hanya mampu menganalisis 1 dari 4 rincian peristiwa dari teks aural tokoh Bima secara tepat sesuai acuan jawaban. | Murid mampu menganalisis 2 dari 4 rincian peristiwa dari teks aural tokoh Bima secara tepat sesuai acuan jawaban. | Murid mampu menganalisis 3 dari 4 rincian peristiwa dari teks aural tokoh Bima secara tepat sesuai acuan jawaban. | Murid mampu menganalisis seluruh (4 dari 4) rincian peristiwa dari teks aural tokoh Bima secara tepat sesuai acuan jawaban secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks aural sudah optimal sehingga membantu seluruh murid menyimak rincian peristiwa dengan baik?
- Bagian rincian peristiwa mana yang paling sering terlewat oleh murid dan apa strategi perbaikan penyampaiannya pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Apakah kamu dapat mencatat dan mengingat urutan rincian peristiwa penting dari teks yang dibacakan guru?
- Langkah apa yang membantumu menemukan rincian tindakan tokoh saat mengubah hobinya menjadi profesi?
Pertemuan 4 — Menganalisis Hubungan Sebab-Akibat dari Teks Aural Tokoh Mengembangkan Hobi Jadi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu menganalisis hubungan sebab-akibat dari teks aural tentang perjalanan tokoh yang mengembangkan hobi memasak menjadi koki profesional (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan: guru membacakan 1 kalimat stimulus, yaitu 'Karena Doni tekun berlatih memasak setiap sore, masakannya disukai banyak orang,' lalu meminta murid menyebutkan mana peristiwa sebab dan mana peristiwa akibat (acuan: sebab = Doni tekun berlatih memasak setiap sore; akibat = masakannya disukai banyak orang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks aural nonsastra berjudul 'Kisah Chef Dimas: Dari Dapur Rumah Menuju Restoran Bintang' yang dibacakan guru secara bertahap (guru membacakan paragraf 1 dan 2 dengan jelas) (10 menit).
- Murid bersama guru membedah contoh hubungan sebab-akibat dalam teks dengan menemukan kata penanda kausalitas (seperti: karena, sehingga, akibatnya, oleh sebab itu) yang didengar dari teks aural (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan 'Detektif Sebab-Akibat' secara berpasangan: guru memperdengarkan rekaman lisan paragraf lanjutan tentang Chef Dimas, lalu murid berlomba mencocokkan potongan kartu peristiwa sebab dengan kartu peristiwa akibat secara cepat dan tepat (15 menit).
- Murid secara mandiri menyimak kembali pembacaan utuh teks aural oleh guru dan mengerjakan Lembar Kerja Analisis Hubungan Sebab-Akibat yang memuat 4 pasangan hubungan sebab-akibat peristiwa tokoh (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil analisis hubungan sebab-akibat yang dikerjakan dengan mencocokkan pada kunci verifikasi yang diuraikan guru, lalu menandai pemahaman mereka terhadap alur kausalitas perjalanan tokoh (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menemukan hubungan sebab-akibat dalam teks aural, yaitu dengan mencermati kata hubung kausalitas dan meneliti peristiwa pemicu serta peristiwa yang timbul setelahnya (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil analisis mandiri murid dan menyampaikan topik pembelajaran pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan tempo pembacaan lebih lambat dan penekanan vokal pada konjungsi kausalitas; murid yang mahir menyimak teks dengan kecepatan wajar tanpa jeda penekanan khusus.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan lembar kerja berpemandu kata kunci pemicu (pertanyaan panduan 'Mengapa hal itu terjadi?'); murid yang mahir langsung menentukan hubungan kausalitas secara mandiri dari informasi aural.
- Produk: Semua murid menghasilkan analisis 4 pasangan hubungan sebab-akibat yang tepat dari teks aural yang diperdengarkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan singkat di pendahuluan: Guru membacakan kalimat 'Karena Doni tekun berlatih memasak setiap sore, masakannya disukai banyak orang.' Murid diminta mengidentifikasi bagian yang menyatakan sebab dan bagian yang menyatakan akibat. Acuan jawaban benar: Sebab = Doni tekun berlatih memasak setiap sore; Akibat = masakannya disukai banyak orang.
Proses:- Pengamatan keaktifan dan ketepatan murid saat permainan tantangan berpasangan 'Detektif Sebab-Akibat' mencocokkan 4 kartu sebab dan 4 kartu akibat.
- Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Hubungan Sebab-Akibat dari teks aural Chef Dimas. Acuan 4 pasangan sebab-akibat dari teks aural: (1) Sebab: Dimas gemar mencoba resep baru kue tradisional -> Akibat: variasi rasa kue buatannya sangat banyak; (2) Sebab: oven tua milik ibunya rusak -> Akibat: Dimas harus belajar mengukus adonan secara manual; (3) Sebab: Dimas membagikan hasil kuenya secara cuma-cuma kepada tetangga -> Akibat: banyak tetangga yang mulai memesan kuenya untuk acara keluarga; (4) Sebab: Dimas konsisten menjaga kebersihan dan mutu bahan masakannya -> Akibat: sebuah restoran hotel berbintang merekrutnya menjadi koki pastry.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir tahap merefleksi/penutup: Murid menuliskan satu pasangan hubungan sebab-akibat terpenting yang mengubah hidup Chef Dimas berdasarkan teks aural. Kriteria penerimaan operasional: jawaban memuat hubungan logis kausalitas yang valid sesuai teks aural, yaitu hubungan antara ketekunan/inovasi memasak Chef Dimas dengan keberhasilannya menjadi koki profesional.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan penentuan pasangan sebab-akibat sederhana pada awal pembelajaran
- Lembar Kerja Mandiri: Menganalisis 4 hubungan sebab-akibat dari teks aural 'Kisah Chef Dimas: Dari Dapur Rumah Menuju Restoran Bintang'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis hubungan sebab-akibat dari teks aural | Menganalisis dengan tepat paling banyak 1 dari 4 pasangan hubungan sebab-akibat dari teks aural yang diperdengarkan. | Menganalisis dengan tepat 2 dari 4 pasangan hubungan sebab-akibat dari teks aural yang diperdengarkan. | Menganalisis dengan tepat 3 dari 4 pasangan hubungan sebab-akibat dari teks aural yang diperdengarkan secara mandiri. | Menganalisis dengan tepat seluruh (4 dari 4) pasangan hubungan sebab-akibat dari teks aural yang diperdengarkan secara mandiri dan akurat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks aural oleh guru sudah memfasilitasi seluruh murid untuk menangkap informasi kausalitas dengan jelas?
- Bagian mana dari hubungan sebab-akibat dalam teks yang paling sering keliru diidentifikasi oleh murid?
Murid:- Bagian cerita Chef Dimas mana yang paling mudah kamu temukan hubungan sebab-akibatnya saat didengarkan?
- Kata hubung apa yang paling membantumu mengenali alasan terjadinya suatu peristiwa dalam teks aural tadi?
Pertemuan 5 — Menganalisis Fakta dan Data Penting dari Teks Aural Tokoh Mengubah Hobi Menjadi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap menyimak materi pembelajaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis fakta dan data penting berupa angka, tahun, serta capaian konkret dari teks aural tentang tokoh yang mengubah hobi menjadi profesi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat menyimak: guru membacakan 2 kalimat pendek: (1) 'Pak Budi gemar memasak sejak tahun 2015 dan kini memiliki 3 cabang kedai' dan (2) 'Masakan Pak Budi tampaknya paling lezat di seluruh kota'. Murid diminta secara cepat mengangkat tangan menentukan kalimat mana yang memuat fakta dan data angka (acuan: kalimat 1 memuat data tahun 2015 dan 3 cabang; kalimat 2 adalah opini/dugaan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai karakteristik fakta (peristiwa nyata yang terbukti terjadi) dan data penting (informasi terukur berupa angka, tahun, durasi, jumlah, persentase) dalam teks biografi profesi aural (5 menit).
- Guru membacakan teks aural peraga berjudul 'Kisah Sukses Kak Danar: Dari Hobi Merakit Robot Menjadi Wirausahawan Teknologi' bagian pertama dengan lafal jelas: 'Danar memulai hobi merakit robot sejak usia 10 tahun pada tahun 2014. Selama 5 tahun pertama, ia telah merakit 40 jenis robot mini secara mandiri.' (5 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi data konkret dari teks yang baru didengar dengan menandai data terukur: (1) usia mulai hobi: 10 tahun; (2) tahun mulai: 2014; (3) rentang waktu awal: 5 tahun; (4) jumlah robot: 40 jenis (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengadakan permainan menyimak 'Tangkap Fakta & Data': guru membacakan 4 pernyataan aural singkat dan murid berlomba secara cepat menuliskan data angka/fakta spesifik yang terdengar di papan mini masing-masing: Pernyataan 1: 'Pada tahun 2020, Danar mendirikan bengkel robot edukasi dengan modal awal 2 juta rupiah'; Pernyataan 2: 'Bengkel Danar mungkin merupakan tempat paling asyik di dunia'; Pernyataan 3: 'Danar telah melatih 150 anak sekolah dasar dalam 12 kali lokakarya'; Pernyataan 4: 'Semua anak pasti sangat bahagia belajar robot'. Murid menuliskan data pada pernyataan 1 (tahun 2020, modal 2 juta rupiah) dan pernyataan 3 (150 anak, 12 kali lokakarya) (acuan: pernyataan 1 dan 3 memuat data konkret; pernyataan 2 dan 4 adalah opini) (10 menit).
- Guru membacakan rekaman/teks aural lengkap 'Kisah Sukses Kak Danar: Dari Hobi Merakit Robot Menjadi Wirausahawan' bagian kedua secara utuh sebanyak 2 kali: 'Pada tahun 2021, karya robot pembersih debu Kak Danar berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Inovasi Pemuda Nasional. Prestasi tersebut membuka jalan bisnisnya. Kini, usahanya mempekerjakan 8 orang teknisi tetap dan memproduksi rata-rata 60 unit perangkat edukasi setiap bulan untuk dikirim ke 15 kota di Indonesia. Kak Danar membuktikan bahwa hobi merakit yang ditekuni secara konsisten selama lebih dari 9 tahun mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan.' (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja analisis untuk mengidentifikasi dan mencatat tepat 5 fakta dan data penting dari teks aural yang diperdengarkan: (1) Tahun perolehan prestasi dan tingkat juara; (2) Jumlah teknisi tetap yang dipekerjakan; (3) Kapasitas produksi perangkat per bulan; (4) Jumlah kota tujuan pengiriman; (5) Durasi waktu menekuni hobi hingga berhasil (acuan jawaban: (1) Tahun 2021, juara 1 Lomba Inovasi Pemuda Nasional; (2) 8 orang teknisi tetap; (3) 60 unit perangkat edukasi; (4) 15 kota; (5) lebih dari 9 tahun) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan fakta dan data yang dicatat secara mandiri melalui pencocokan terbimbing bersama guru terhadap kunci acuan informasi teks aural (5 menit).
- Murid menyampaikan kendala atau strategi menyimak yang dirasakan paling efektif untuk menangkap rincian angka dan data penting saat mendengarkan teks secara langsung (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menganalisis serta memilah fakta dan data penting terukur (angka, nama lomba, jumlah, durasi) dari teks aural biografi tokoh (4 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut dan apresiasi atas ketelitian murid dalam menyimak data, kemudian menutup pertemuan dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru membacakan ulang segmen kalimat yang memuat data angka dengan tempo lebih lambat; untuk murid yang mahir, teks aural hanya dibacakan dengan tempo normal.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah diberikan lembar kerja dengan format isian terpandu yang memuat petunjuk jenis data (misal: Tahun = ..., Jumlah orang = ...); murid reguler dan mahir mencatat mandiri dari format tabel kosong.
- Produk: Murid reguler menemukan tepat 5 data penting; murid dengan pengayaan diarahkan menganalisis perbandingan pertumbuhan data awal hobi versus data profesi saat ini pada teks aural yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memperdengarkan 2 kalimat aural: (1) 'Pak Budi gemar memasak sejak tahun 2015 dan kini memiliki 3 cabang kedai'; (2) 'Masakan Pak Budi tampaknya paling lezat di seluruh kota'. Murid menentukan kalimat yang memuat fakta dan data angka (Acuan jawaban benar: kalimat 1, karena memuat data tahun 2015 dan jumlah 3 cabang; kalimat 2 memuat opini).
Proses:- Tugas mandiri menyimak teks aural 'Kisah Sukses Kak Danar'. Murid mencatat 5 fakta dan data penting pada lembar kerja (Daftar acuan kunci jawaban lengkap: 1. Prestasi dan tahun: Juara 1 Lomba Inovasi Pemuda Nasional tahun 2021; 2. Tenaga kerja: 8 orang teknisi tetap; 3. Produksi: 60 unit perangkat edukasi per bulan; 4. Jangkauan distribusi: 15 kota di Indonesia; 5. Durasi menekuni hobi: lebih dari 9 tahun).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil kerja mandiri murid: murid mencocokkan hasil analisisnya terhadap 5 data acuan kunci jawaban yang dikonfirmasi guru untuk mengukur tingkat ketepatan analisis informasi aural.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi kalimat berisi fakta dan data angka dari 2 kalimat aural pemantik
- Asesmen proses (Lembar Kerja Menyimak): menganalisis dan mencatat 5 fakta dan data penting dari teks aural kisah tokoh 'Kak Danar'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis fakta dan data penting dari teks aural | Menemukan kurang dari 2 fakta dan data penting dari teks aural secara tepat sesuai kunci acuan. | Menemukan 2 sampai 3 fakta dan data penting dari teks aural secara tepat sesuai kunci acuan. | Menemukan 4 fakta dan data penting dari teks aural secara tepat sesuai kunci acuan. | Menemukan seluruh 5 fakta dan data penting dari teks aural secara lengkap dan tepat sesuai kunci acuan (prestasi 2021, 8 teknisi, 60 unit, 15 kota, dan durasi >9 tahun). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pelafalan dan tempo pembacaan teks aural sudah cukup jelas sehingga murid dapat menangkap rincian data penting dengan akurat?
- Bagian data mana dari teks aural yang paling banyak terlewat atau keliru dicatat oleh murid?
Murid:- Strategi apa yang paling membantuku mengingat atau mencatat data angka saat guru membacakan teks?
- Apakah aku sudah mampu membedakan fakta yang pasti dengan pendapat atau dugaan saat menyimak?
Pertemuan 6 — Menganalisis Keseluruhan Informasi dari Teks Aural Kisah Sukses Hobi Menjadi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis keseluruhan informasi dari teks aural kisah sukses hobi menjadi profesi (3 menit).
- Guru membacakan teks aural diagnostik singkat: 'Sejak kecil, Danu gemar merakit robot mainan dari barang bekas. Pada usia 25 tahun, ia mendirikan bengkel robotika edukasi yang melatih ratusan anak sekolah.' Murid menjawab 2 pertanyaan cek awal secara lisan: (1) Apa hobi awal Danu? (acuan: merakit robot mainan dari barang bekas), (2) Apa wujud profesi sukses Danu saat dewasa? (acuan: mendirikan bengkel robotika edukasi) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara menganalisis keseluruhan informasi dari teks aural, mencakup: (1) hobi awal, (2) tantangan yang dihadapi, (3) langkah pengembangan, dan (4) wujud keberhasilan profesi (5 menit).
- Guru membacakan teks aural model berjudul 'Perjalanan Kak Maya: Dari Gemar Memotret Makanan Menjadi Fotografer Kuliner Profesional': 'Kak Maya memiliki hobi memotret makanan rumahan dengan kamera ponsel sejak duduk di bangku SMP. Tantangan terbesarnya adalah keterbatasan alat pencahayaan dan penolakan dari beberapa pemilik restoran saat menawarkan jasanya. Kak Maya tekun mengikuti kursus daring fotografi dan mengunggah portofolionya setiap hari ke media sosial. Kini, ia menjadi fotografer kuliner langganan puluhan restoran ternama dan memiliki studio foto sendiri' (5 menit).
- Murid bersama guru membedah keseluruhan informasi teks percontohan tersebut ke dalam 4 kategori informasi (acuan: hobi awal = memotret makanan rumahan dengan ponsel sejak SMP; tantangan = alat pencahayaan terbatas dan ditolak restoran; langkah pengembangan = kursus daring fotografi dan rajin unggah portofolio ke medsos; wujud sukses = fotografer langganan puluhan restoran dan punya studio sendiri) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan menyimak 'Tantangan Detektif Cerita': guru membacakan teks aural utama berjudul 'Jejak Sukses Pak Rangga: Dari Menggambar Komik Menjadi Pemilik Studio Animasi': 'Sejak SD, Rangga gemar menggambar karakter komik pada buku tulis bekas. Saat mulai merintis karier, ia menghadapi kendala minimnya modal untuk membeli perangkat gambar digital dan sempat ditolak penerbit. Untuk mengatasinya, Rangga bekerja paruh waktu demi menabung membeli tablet grafis serta aktif mengikuti kompetisi ilustrasi tingkat nasional. Berkat ketekunannya, Rangga kini berhasil mendirikan studio animasi yang memproduksi serial edukasi anak dan mempekerjakan lima belas animator muda' (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid menganalisis keseluruhan informasi teks aural yang didengarkan dengan melengkapi lembar analisis berisi 4 butir informasi: Butir 1 Hobi awal tokoh, Butir 2 Tantangan yang dialami, Butir 3 Langkah pengembangan yang dilakukan, Butir 4 Wujud kesuksesan profesi saat ini (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membacakan kembali acuan jawaban lembar analisis 4 butir (acuan: Butir 1 = menggambar karakter komik di buku tulis bekas sejak SD; Butir 2 = minim modal membeli perangkat gambar digital dan ditolak penerbit; Butir 3 = bekerja paruh waktu untuk menabung beli tablet grafis dan ikut kompetisi ilustrasi nasional; Butir 4 = mendirikan studio animasi serial edukasi dan mempekerjakan 15 animator muda), lalu murid secara mandiri memeriksa dan mencocokkan kelengkapan hasil analisis masing-masing (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menangkap keseluruhan informasi teks aural secara terstruktur mulai dari hobi, rintangan, usaha, hingga hasil profesinya (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir pertanyaan cek pemahaman singkat lisan berdasarkan teks Pak Rangga: (1) Sebutkan 1 langkah pengembangan diri yang dilakukan tokoh (acuan: bekerja paruh waktu untuk menabung beli tablet grafis ATAU mengikuti kompetisi ilustrasi nasional), (2) Apa dampak kesuksesan profesi tokoh bagi lingkungan sekitarnya? (acuan: mempekerjakan lima belas animator muda) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan teks aural dengan intonasi diperlambat dan penekanan khusus pada kata kunci informasi penting.
- Proses: Murid yang sudah mahir menganalisis teks dengan sekali pendengaran secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan dukungan diberikan kesempatan mendengarkan pembacaan ulang teks aural satu kali tambahan.
- Produk: Murid cepat menganalisis rincian informasi teks aural secara lengkap dan detail pada lembar kerja, sedangkan murid dengan kesiapan belajar bertahap cukup mengisi poin-poin inti informasi sesuai format 4 kategori.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik singkat berdasarkan teks aural tokoh Danu dengan 2 pertanyaan: (1) Apa hobi awal Danu? (acuan: merakit robot mainan dari barang bekas), (2) Apa wujud profesi sukses Danu saat dewasa? (acuan: mendirikan bengkel robotika edukasi)
Proses:- Penilaian lembar kerja mandiri analisis 4 butir informasi dari teks aural Pak Rangga: (1) Hobi awal (acuan: menggambar karakter komik di buku tulis bekas sejak SD), (2) Tantangan (acuan: minim modal membeli perangkat digital dan sempat ditolak penerbit), (3) Langkah pengembangan (acuan: bekerja paruh waktu untuk menabung beli tablet grafis dan ikut kompetisi ilustrasi nasional), (4) Wujud sukses profesi (acuan: mendirikan studio animasi serial edukasi dan mempekerjakan 15 animator muda)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir berdasarkan teks aural Pak Rangga: (1) Sebutkan 1 langkah pengembangan diri yang dilakukan tokoh (acuan: bekerja paruh waktu untuk membeli tablet grafis ATAU mengikuti kompetisi ilustrasi nasional), (2) Apa dampak profesi tokoh bagi orang lain? (acuan: mempekerjakan lima belas animator muda)
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis 4 kategori informasi teks aural kisah sukses hobi menjadi profesi Pak Rangga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keseluruhan informasi dari teks aural | Menganalisis secara tepat 1 dari 4 butir informasi teks aural sesuai acuan kunci (hobi awal, tantangan, langkah pengembangan, wujud sukses) | Menganalisis secara tepat 2 dari 4 butir informasi teks aural sesuai acuan kunci (hobi awal, tantangan, langkah pengembangan, wujud sukses) | Menganalisis secara tepat 3 dari 4 butir informasi teks aural sesuai acuan kunci (hobi awal, tantangan, langkah pengembangan, wujud sukses) | Menganalisis secara tepat seluruh 4 butir informasi teks aural sesuai acuan kunci (hobi awal, tantangan, langkah pengembangan, wujud sukses) secara mandiri |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan memiliki kejelasan artikulasi dan tempo yang memudahkan seluruh murid menganalisis informasi?
- Bagian informasi manakah (hobi awal, tantangan, langkah pengembangan, atau wujud sukses) yang paling banyak belum teridentifikasi tepat oleh murid?
Murid:- Bagian informasi mana dari cerita Pak Rangga yang paling mudah kamu temukan saat menyimak?
- Strategi apa yang membantumu mencatat keseluruhan informasi secara tepat saat mendengarkan pembacaan teks?
Pertemuan 7 — Menganalisis Informasi Tersurat dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis informasi tersurat dari teks nonsastra visual tentang inovasi profesi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan membaca informasi tersurat: guru menampilkan 1 kalimat di layar proyektor 'Pak Budi memodifikasi bubu bambu dengan katup otomatis sejak tahun 2021' lalu mengajukan 2 pertanyaan langsung: 'Kapan Pak Budi mulai memodifikasi alat?' (acuan: tahun 2021) dan 'Alat apa yang dimodifikasi?' (acuan: bubu bambu dengan katup otomatis) untuk memetakan pemahaman dasar murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati teks nonsastra visual bertajuk 'Hobi Membuat Perangkap Ikan, Kini Jadi Nelayan Inovatif' yang memuat teks dan gambar infografik alat tangkap ikan ramah lingkungan (10 menit).
- Guru memodelkan teknik membaca memindai (scanning) untuk menemukan fakta tersurat berupa kata kunci, nama alat, angka tahun, dan bahan baku yang tercetak jelas pada teks visual tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan detektif fakta berpasangan 'Berburu Jawaban Tersurat': murid menerima lembar analisis berisi 4 butir pertanyaan informasi tersurat berdasarkan teks visual 'Hobi Membuat Perangkap Ikan, Kini Jadi Nelayan Inovatif' dan saling mencocokkan kutipan kalimat persis yang ada di teks (20 menit). Isi 4 butir pertanyaan dan kunci acuannya: (1) 'Apa nama inovasi alat perangkap yang dibuat tokoh?' (acuan: Bubu Lipat Berkatup Otomatis); (2) 'Bahan ramah lingkungan apa yang digunakan untuk membuat kerangka perangkap tersebut?' (acuan: Anyaman bambu dan kawat baja tahan karat); (3) 'Berapa persen peningkatan hasil tangkapan ikan menurut infografik?' (acuan: 40 persen); (4) 'Di mana lokasi awal uji coba alat perangkap ikan tersebut?' (acuan: Perairan Teluk Muara).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa ketepatan jawaban analisis informasi tersurat dengan menandai letak kalimat rujukan pada teks visual secara langsung (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bahwa informasi tersurat adalah data yang tertulis jelas dan dapat ditunjukkan buktinya secara langsung pada teks visual tanpa perlu penafsiran (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar hari ini, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (informasi tersirat), dan menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penandaan warna (highlight) pada kata kunci penting, sedangkan murid yang mahir diberikan teks visual lengkap tanpa bantuan warna.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membaca memindai didampingi langsung oleh guru dengan panduan menemukan letak nomor paragraf atau bagian gambar, sementara murid yang mahir bekerja mandiri secara penuh.
- Produk: Semua murid menjawab 4 butir pertanyaan informasi tersurat yang sama; murid yang selesai lebih cepat dapat menambahkan 2 kutipan kalimat fakta lain yang ditemukan langsung dari teks visual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran berdasarkan kalimat pengantar di papan tulis: (1) 'Kapan Pak Budi mulai memodifikasi alat?' (acuan: tahun 2021); (2) 'Alat apa yang dimodifikasi?' (acuan: bubu bambu dengan katup otomatis).
Proses:- Observasi saat murid mengerjakan lembar kerja 'Berburu Jawaban Tersurat' untuk memeriksa ketepatan menemukan 4 informasi tersurat dari teks nonsastra visual: (1) Nama inovasi (acuan: Bubu Lipat Berkatup Otomatis); (2) Bahan kerangka (acuan: Anyaman bambu dan kawat baja tahan karat); (3) Persentase peningkatan hasil tangkapan (acuan: 40 persen); (4) Lokasi uji coba (acuan: Perairan Teluk Muara).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir penutup secara lisan: (1) 'Apakah jawaban tersurat memerlukan dugaan pembaca atau tertulis jelas?' (acuan: tertulis jelas di dalam teks); (2) 'Sebutkan salah satu fakta angka dari infografik tadi!' (acuan: 40 persen peningkatan tangkapan).
Formatif:- Tes tertulis objektif singkat (lembar cek pemahaman informasi tersurat 4 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis informasi tersurat dalam teks nonsastra visual | Menganalisis informasi tersurat dengan tepat hanya 1 butir atau kurang dari 4 butir yang tersedia. | Menganalisis informasi tersurat dengan tepat sebanyak 2 butir dari 4 butir yang tersedia. | Menganalisis informasi tersurat dengan tepat sebanyak 3 butir dari 4 butir yang tersedia secara mandiri. | Menganalisis seluruh informasi tersurat (4 butir) dengan tepat dan menunjukkan kalimat rujukan pada teks visual secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan teks visual infografik efektif memfasilitasi murid dalam menemukan data tersurat secara tepat?
- Apakah alokasi waktu pada tahap memindai informasi tersurat sudah mencukupi bagi murid yang membaca dengan kecepatan lambat?
Murid:- Bagian mana dari teks visual yang paling mudah kamu temukan jawabannya?
- Langkah apa yang paling membantumu menemukan fakta yang tertulis jelas di dalam teks?
Pertemuan 8 — Menganalisis Informasi Tersirat dalam Teks Nonsastra Visual Inovasi Profesi dari Hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan dan menganalisis informasi tersirat (kesimpulan dari petunjuk tersembunyi) dalam teks nonsastra visual tentang inovasi profesi dari hobi (3 menit).
- Asesmen Awal: Guru menampilkan gambar pemantik berupa infografik mini 'Budi Si Perakit Robot Mainan Menjadi Teknisi Otomasi' yang memuat tulisan 'Dulu membongkar radio bekas di kamar sempit, kini mendirikan bengkel rekayasa robotika'. Guru mengajukan 1 pertanyaan diagnostik: 'Berdasarkan gambar tersebut, mengapa usaha Budi bisa berkembang pesat padahal modal awalnya terbatas?' Guru mencatat kesiapan murid (acuan jawaban tepat: karena Budi tekun memanfaatkan barang bekas dan terus belajar mengembangkan keahliannya secara konsisten) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati teks nonsastra visual berupa poster infografik inovasi profesi berjudul 'Hobi Membuat Perangkap Ikan, Kini Jadi Nelayan Inovatif' yang memuat diagram perbandingan jaring tradisional bambu dan jaring ramah lingkungan bersensor cahaya buatan Pak Rahmat (10 menit).
- Guru memodelkan cara menganalisis informasi tersirat melalui teknik 'Bukti Visual + Pengetahuan Saya = Kesimpulan Tersirat' menggunakan contoh elemen visual lampu LED hemat energi pada jaring (acuan simpulan tersirat: Pak Rahmat peduli kelestarian laut dan efisiensi biaya bahan bakar perahu) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Berpasangan 'Detektif Makna Tersirat': Murid bekerja berpasangan membedah lembar kerja teks visual 'Dari Hobi Tanaman Hias ke Budidaya Hidroponik Otomatis' yang berisi infografik proses dan data visual (5 menit).
- Setiap murid secara mandiri menuliskan analisis terhadap 3 butir informasi tersirat pada lembar kerja berdasarkan bukti visual yang disediakan: Butir 1 — Makna tersirat di balik grafik peningkatan pesanan dari luar kota (acuan: produknya memiliki kualitas tinggi dan dipercaya konsumen luas); Butir 2 — Alasan tokoh beralih dari pot tanah ke pipa paralon otomatis (acuan: untuk menghemat lahan sempit dan waktu penyiraman); Butir 3 — Karakter tokoh yang tercermin dari catatan kegagalan panen 4 kali sebelum berhasil (acuan: memiliki ketekunan pantang menyerah dan kemauan belajar dari kesalahan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan analisis informasi tersirat yang telah dibuat dengan mencocokkannya bersama kunci indikator yang dipandu guru (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi pada lembar kerja mengenai petunjuk visual mana yang paling membantu mereka menemukan informasi tersirat (acuan: murid menyebutkan elemen grafik, perubahan ekspresi/kondisi tokoh, atau perbandingan alat) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa informasi tersirat dapat ditemukan dengan menggabungkan petunjuk visual (gambar, simbol, bagan) dengan logika berpikir logis (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk pertemuan berikutnya (menganalisis nilai ketekunan pada teks visual inovasi profesi) dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, poster visual dilengkapi pertanyaan pemandu bertahap pada lembar kerja; untuk murid yang cepat, poster visual memuat infografik data dan diagram alir yang lebih padat.
- Proses: Murid yang belum siap dipandu guru dengan identifikasi fakta visual terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan; murid yang mahir menganalisis mandiri dan merumuskan bukti visual pendukung kesimpulannya.
- Produk: Analisis informasi tersirat disajikan dalam bentuk tabel inferensi visual terstruktur sesuai lembar kerja masing-masing tingkatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan infografik mini 'Budi Si Perakit Robot Mainan Menjadi Teknisi Otomasi'. Pertanyaan: 'Mengapa usaha Budi bisa berkembang pesat padahal modal awalnya terbatas?' (Acuan jawaban tepat: karena Budi tekun memanfaatkan barang bekas dan terus belajar mengembangkan keahliannya secara konsisten).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis 3 butir informasi tersirat dari teks nonsastra visual 'Dari Hobi Tanaman Hias ke Budidaya Hidroponik Otomatis' dengan rincian acuan: Butir 1 — grafik pesanan luar kota (acuan: produk berkualitas tinggi dan dipercaya pasar luas); Butir 2 — perpindahan ke sistem paralon (acuan: efisiensi lahan sempit dan otomatisasi perawatan); Butir 3 — catatan 4 kali gagal panen (acuan: ketekunan dan sikap pantang menyerah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): Murid menuliskan makna tersirat dari ikon 'daun hijau berputar' pada infografik hidroponik (acuan jawaban: sistem budidaya yang diterapkan ramah lingkungan dan berkelanjutan).
Formatif:- Penilaian kinerja analisis informasi tersirat teks nonsastra visual melalui lembar kerja mandiri dengan rubrik analitis (3 butir soal inferensi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis informasi tersirat dari teks nonsastra visual | Belum mampu menemukan informasi tersirat; hanya menuliskan kembali informasi tersurat/teks literal yang tampak pada gambar. | Mampu menganalisis 1 dari 3 informasi tersirat secara tepat sesuai acuan bukti visual. | Mampu menganalisis 2 dari 3 informasi tersirat secara tepat sesuai acuan bukti visual. | Mampu menganalisis seluruh (3 dari 3) informasi tersirat secara tepat dan logis berdasarkan bukti teks nonsastra visual. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media teks visual yang digunakan memuat petunjuk visual yang cukup jelas untuk melatih daya inferensi murid?
- Bagian langkah manakah yang paling efektif membantu murid membedakan fakta visual tersurat dengan kesimpulan tersirat?
Murid:- Apa tanda atau petunjuk pada gambar yang paling membantuku menemukan pesan tersembunyi/tersirat?
- Apakah aku sudah bisa membedakan antara apa yang tertulis langsung dengan apa yang harus kusimpulkan sendiri?
Pertemuan 9 — Menganalisis Nilai Ketekunan dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis nilai ketekunan dalam teks nonsastra visual mengenai inovasi profesi dari hobi (2 menit).
- Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik dengan menjawab pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan satu tindakan tokoh yang mencerminkan sikap pantang menyerah saat merintis usaha!' (acuan jawaban: berlatih rutin setiap hari, terus mencoba memperbaiki alat/karya meski berulang kali gagal, atau tetap berusaha mencari solusi saat menghadapi hambatan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid memirsa infografik/poster visual nonsastra berjudul 'Perjalanan Pak Joko: Dari Hobi Membuat Perangkap Ikan Tradisional Menjadi Nelayan Inovatif Ramah Lingkungan' yang memuat alur visual: (1) Hobi merakit bubu bambu sejak kecil; (2) Mengalami 15 kali kegagalan saat bubu buatannya hancur diterjang arus laut; (3) Belajar mandiri selama 2 tahun memperbaiki konstruksi bubu baja lipat; (4) Berhasil memproduksi alat tangkap inovatif yang digunakan ratusan nelayan (7 menit).
- Guru membimbing pemahaman konsep bahwa nilai ketekunan dapat ditemukan melalui bukti visual dan keterangan teks berupa tindakan nyata: durasi waktu berusaha, kesediaan bangkit dari kegagalan, dan latihan berulang untuk menyempurnakan karya (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Bukti Ketekunan' yang menggembirakan: tiap pasangan menerima lembar teks visual infografik inovasi budidaya anggrek mini perkotaan oleh Bu Sarah (hobi merawat tanaman menjadi pebisnis tanaman hias) dan berlomba menandai secara cepat serta tepat 3 bukti visual/tekstual yang mencerminkan nilai ketekunan (10 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis teks nonsastra visual pada Lembar Analisis Nilai Ketekunan dengan menjawab 3 butir analisis: (1) Mengidentifikasi tindakan tokoh dalam mengatasi kegagalan (acuan: Bu Sarah melakukan uji coba media tanam sebanyak 8 kali hingga menemukan formula arang sekam yang tepat); (2) Menunjukkan bukti durasi dan konsistensi usaha tokoh (acuan: merawat dan mencatat pertumbuhan bibit setiap pagi selama 3 tahun); (3) Menganalisis alasan mengapa tindakan tersebut mencerminkan nilai ketekunan (acuan: tokoh tidak berhenti ketika tanaman pertama mati, melainkan terus mengulang dan memperbaiki proses perawatannya hingga berhasil) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara berkesadaran dengan membandingkan temuannya terhadap rubrik analisis nilai ketekunan yang dipandu oleh guru (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan analisis murid dalam mengaitkan fakta visual dengan simpulan nilai ketekunan tokoh (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menemukan dan menganalisis nilai ketekunan dalam teks visual nonsastra (mencari bukti kegagalan yang dihadapi, durasi perjuangan, dan tindakan nyata tokoh untuk tidak menyerah) (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan analisis teks visual untuk nilai kreativitas (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan teks visual dengan penanda visual (ikon dan garis sorot) pada bagian peristiwa penting; murid mahir menganalisis infografik visual yang memiliki data rincian grafik rentang waktu usaha yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan pertanyaan penuntun terstruktur saat mencermati gambar; murid yang mandiri langsung menganalisis secara individual.
- Produk: Semua murid mengisi lembar analisis kompetensi yang sama; murid mahir menganalisis bukti ketekunan tambahan dari grafik perjalanan tokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis di awal pembelajaran: 'Tuliskan satu tindakan tokoh yang mencerminkan sikap pantang menyerah saat merintis usaha!' (acuan jawaban: berlatih rutin setiap hari, terus mencoba memperbaiki alat/karya meski berulang kali gagal, atau tetap berusaha mencari solusi saat menghadapi rintangan).
Proses:- Lembar Analisis Nilai Ketekunan Teks Visual (3 butir): (1) Bukti tindakan mengatasi kegagalan (acuan: Bu Sarah melakukan uji coba media tanam sebanyak 8 kali hingga berhasil); (2) Bukti durasi dan konsistensi usaha (acuan: merawat dan mencatat pertumbuhan bibit setiap pagi selama 3 tahun); (3) Alasan tindakan mencerminkan ketekunan (acuan: tokoh tidak menyerah saat tanaman mati, melainkan terus mencoba dan memperbaiki prosesnya hingga berhasil).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir tertulis: 'Sebutkan 2 bukti dalam teks visual Pak Joko yang menunjukkan nilai ketekunan!' (acuan jawaban benar memuat 2 dari: tetap merakit bubu meski 15 kali hancur diterjang arus laut, belajar mandiri memperbaiki konstruksi bubu selama 2 tahun).
Formatif:- Penilaian proses analisis nilai ketekunan melalui lembar analisis berbasis teks visual nonsastra
- Observasi diagnostik awal mengenai pemahaman konsep tindakan pantang menyerah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis nilai ketekunan dalam teks nonsastra visual | Belum mampu menemukan bukti tindakan tokoh yang mencerminkan nilai ketekunan dalam teks visual nonsastra (0 bukti tepat sesuai acuan). | Mampu menemukan 1 bukti tindakan tokoh yang mencerminkan nilai ketekunan dalam teks visual nonsastra sesuai acuan secara tepat. | Mampu menganalisis 2 bukti tindakan tokoh serta mengaitkannya dengan nilai ketekunan dalam teks visual nonsastra sesuai acuan secara tepat. | Mampu menganalisis seluruh (3) bukti tindakan tokoh, durasi konsistensi, dan alasan pencerminan nilai ketekunan dalam teks visual nonsastra sesuai acuan secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks visual infografik yang disajikan sudah cukup jelas memberikan bukti konkret tentang nilai ketekunan?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan berpasangan dalam mengidentifikasi bukti ketekunan tokoh?
Murid:- Bagian mana dari infografik tadi yang paling mudah membantumu menemukan sikap pantang menyerah tokoh?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara mengenali nilai ketekunan dari sebuah gambar dan bagan?
Pertemuan 10 — Menganalisis Nilai Kreativitas dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu menganalisis nilai kreativitas dalam teks nonsastra visual mengenai inovasi profesi dari hobi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengamati satu gambar pemantik 'Modifikasi Perangkap Ikan Ramah Lingkungan' dan menjawab pertanyaan pemantik lisan untuk memetakan kesiapan menganalisis gagasan baru/orisinal pada teks visual (acuan diagnostik: murid dapat menyebutkan ciri kebaruan pada gambar, yaitu penggunaan bahan jaring ramah lingkungan atau mekanisme pintu otomatis) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria ketercapaian analisis nilai kreativitas dalam teks visual inovasi profesi (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa infografik/poster visual nonsastra berjudul 'Dari Hobi Merakit Jadi Teknisi Drone Pertanian' yang memuat diagram alur: (1) hobi merakit mainan layang-layang elektrik, (2) masalah hama tanaman padi di sawah, (3) rancangan orisinal drone penyemprot pupuk cair dari bahan daur ulang, dan (4) layanan jasa semprot drone hemat biaya (10 menit).
- Guru memandu murid membedah indikator nilai kreativitas dalam teks visual (pemecahan masalah secara baru/orisinal, modifikasi alat, dan fleksibilitas ide) melalui penelusuran tanda visual seperti ikon, bagan perubahan alat, serta keterangan ringkas pada infografik (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Nilai Kreativitas': tiap pasangan menerima infografik visual 'Inovasi Sepeda Pembuat Kompos' yang memuat 4 elemen visual: (A) Sepeda bekas hobi gowes dimodifikasi pedalnya memutar tabung sampah organik; (B) Pisau pencacah mini dari pelat baja sisa; (C) Saringan kompos otomatis berputar saat dikayuh; (D) Jasa keliling pengolah limbah sayur pasar (10 menit).
- Secara mandiri pada lembar analisis, murid menganalisis dan menuliskan 3 bukti tindakan nilai kreativitas tokoh beserta penjelasannya berdasarkan infografik tersebut (acuan kunci jawaban: 1. Memodifikasi sepeda gowes menjadi alat pemutar tabung sampah; 2. Memanfaatkan pelat baja sisa menjadi pisau pencacah mini; 3. Menciptakan mekanisme penyaringan kompos otomatis yang digerakkan kayuhan kaki) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya dengan mencocokkan bukti tindakan pada infografik menggunakan daftar cek kriteria kreativitas (orisinalitas, pemecahan masalah, nilai guna baru) (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan cara menemukan nilai kreativitas dari data visual (mengamati perubahan wujud benda, alur modifikasi ide, dan kebaruan solusi kerja) (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir cek pemahaman mandiri berupa 2 soal singkat berdasarkan gambar infografik mini 'Pot Tanaman Hidroponik Botol Bekas Karya Pengrajin Tanaman Hias' (acuan kunci: soal 1 menyebutkan wujud inovasi botol bekas disusun vertikal bersistem sumbu; soal 2 menjelaskan nilai kreativitasnya memecahkan keterbatasan lahan sempit perkotaan) dan menerima umpan balik sebelum pembelajaran ditutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disajikan teks visual dengan penanda visual warna kontras pada bagian inovasi modifikasi alat; bagi murid mahir disajikan diagram visual alur teknik inovasi yang memuat data teknis perbandingan alat lama dan alat baru.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal didampingi guru dengan pertanyaan penuntun untuk membaca bagan perubahan; murid mahir menganalisis nilai kreativitas secara mandiri penuh dengan menguraikan dampak kebaruan alat.
- Produk: Format penyajian lembar kerja analisis dapat berupa tabel pencocokan bukti visual-makna kreativitas atau paragraf analisis keterkaitan visual sesuai tingkat kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berbasis tayangan gambar 'Modifikasi Perangkap Ikan Ramah Lingkungan': 'Berdasarkan gambar, bagian mana yang menunjukkan ide baru tokoh dalam mengubah alat penangkap ikan biasa menjadi alat tangkap inovatif?' (acuan: murid tepat menunjukkan bagian jaring ramah lingkungan atau mekanisme pintu otomatis yang mencegah ikan kecil terperangkap).
Proses:- Pemeriksaan lembar analisis mandiri menemukan 3 bukti nilai kreativitas pada infografik visual 'Inovasi Sepeda Pembuat Kompos'. Target dan acuan jawaban: (1) Memodifikasi sepeda bekas menjadi pemutar tabung sampah; (2) Memanfaatkan pelat sisa menjadi pisau pencacah; (3) Menciptakan mekanisme saringan kompos otomatis dari kayuhan pedal.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir soal teks visual 'Pot Tanaman Hidroponik Botol Bekas': (1) Apa wujud inovasi yang tampak pada gambar? (acuan: botol bekas disusun vertikal bertingkat dengan sistem sumbu serap air); (2) Nilai kreativitas apa yang ditunjukkan tokoh untuk profesinya? (acuan: menciptakan solusi bertanam pada lahan sempit perkotaan tanpa tanah).
Formatif:- Penilaian proses analisis lembar kerja 'Detektif Nilai Kreativitas' teks nonsastra visual
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis nilai kreativitas dalam teks nonsastra visual | Menemukan kurang dari 2 bukti nilai kreativitas dari teks nonsastra visual dan belum tepat mengaitkannya dengan ide inovasi tokoh (acuan: hanya menemukan 0 atau 1 butir tepat dari 3 acuan kunci). | Menemukan tepat 2 dari 3 bukti nilai kreativitas dari teks nonsastra visual sesuai acuan kunci dengan bantuan guru. | Menemukan seluruh 3 bukti nilai kreativitas dari teks nonsastra visual sesuai acuan kunci secara mandiri dan tepat. | Menemukan seluruh 3 bukti nilai kreativitas dari teks nonsastra visual sesuai acuan kunci secara mandiri serta mampu menguraikan rincian keterkaitan visual antara modifikasi alat dan nilai kebaruannya secara mendalam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media teks visual (infografik) yang digunakan cukup jelas memvisualisasikan nilai kebaruan dan kreativitas tokoh?
- Bagian mana dari kegiatan analisis visual yang paling membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Bagian gambar atau diagram mana yang paling membantumu menemukan ide kreatif tokoh?
- Bagaimana kamu membedakan antara kegiatan hobi biasa dengan hasil kreativitas inovasi yang ditampilkan pada gambar?
Pertemuan 11 — Menganalisis Nilai Tanggung Jawab Sosial dalam Teks Nonsastra Visual Inovasi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengecek kesiapan belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis wujud nilai tanggung jawab sosial dalam teks nonsastra visual mengenai inovasi profesi dari hobi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan: 'Jika seorang pembuat kue dari hobi menggratiskan kelas memanggang untuk warga kurang mampu dan membagikan sisa makanan layak konsumsi ke panti asuhan, tindakan mana yang merupakan contoh kepedulian atau tanggung jawab sosial kepada sesama?' (acuan: keduanya merupakan tindakan tanggung jawab sosial; kriteria ketercapaian: murid mampu menyebutkan minimal salah satu tindakan tersebut secara tepat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid memirsa infografik visual berjudul 'Nelayan Inovatif Ramah Lingkungan: Dari Hobi Perangkap Ikan Menjadi Pembudidaya Berkelanjutan' yang memuat 3 elemen teks visual: (1) Gambar celengan bambu bertuliskan 'Dana Beasiswa Anak Nelayan' dengan teks 'Menyisihkan 5% keuntungan budidaya untuk biaya sekolah anak-anak nelayan setempat', (2) Ilustrasi papan kayu bertuliskan 'Pelatihan Pembuatan Perangkap Bambu Ramah Lingkungan untuk Pemuda Desa', dan (3) Lambang jaring ramah lingkungan dengan tulisan 'Menjaga kelestarian terumbu karang dan ekosistem laut bersama komunitas' (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi makna konsep nilai tanggung jawab sosial (manfaat, kepedulian, dan bantuan bagi masyarakat atau lingkungan sekitar) berdasarkan bukti visual dan keterangan teks yang tercantum dalam infografik tersebut (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam permainan seru berpasangan 'Tantangan Detektif Kebaikan Sosial', tiap pasangan menerima lembar pengamatan visual yang memuat 4 cuplikan teks visual profesi inovatif: Cuplikan A: Tokoh membagikan bibit gratis dan mengajari warga menanam; Cuplikan B: Tokoh mencatat pembukuan laba rugi pribadi di toko; Cuplikan C: Tokoh merekrut tetangga yang menganggur untuk merakit produk; Cuplikan D: Tokoh menolak membantu kerja bakti lingkungan karena sibuk berbisnis. Pasangan murid berlomba menandai mana cuplikan yang mencerminkan nilai tanggung jawab sosial dan mana yang bukan (acuan benar: Cuplikan A dan C adalah nilai tanggung jawab sosial; Cuplikan B dan D bukan) (12 menit).
- Secara mandiri, murid menganalisis lembar kerja analisis teks visual yang memuat poster visual inovasi profesi 'Kriya Kayu Bekas Pak Budi' dan menjawab 3 pertanyaan analisis bukti tanggung jawab sosial: (1) Menuliskan tindakan Pak Budi yang membantu warga sekitar (acuan: mengadakan pelatihan pertukangan gratis bagi pemuda putus sekolah), (2) Menuliskan tindakan Pak Budi yang menjaga kelestarian lingkungan (acuan: memanfaatkan limbah kayu palet bekas agar tidak mencemari lingkungan desa), (3) Menuliskan dampak sosial dari inovasi profesi tersebut bagi komunitas (acuan: terciptanya lapangan kerja baru bagi warga sekitar) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru memeriksa bersama hasil analisis lembar kerja secara teliti dengan mencocokkan bukti kalimat dan gambar pendukung pada poster visual (5 menit).
- Murid merefleksikan proses menalar nilai tanggung jawab sosial dengan menjawab pertanyaan: bagian visual mana yang paling jelas memperlihatkan kepedulian sosial seorang tokoh profesi? (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan materi bahwa inovasi profesi dari hobi tidak hanya menghasilkan keuntungan pribadi, tetapi juga memiliki nilai tanggung jawab sosial nyata bagi orang lain dan lingkungan (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas partisipasi belajar murid dan memimpin doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan poster visual dengan tingkat keterbacaan teks yang lebih ringkas dan petunjuk tanda panah penjelas nilai sosial untuk murid yang memerlukan bimbingan, serta poster visual yang lebih kaya rincian grafik statistik sosial untuk murid mahir.
- Proses: Memberikan pendampingan langsung dengan pertanyaan pancingan identifikasi visual bagi murid yang kesulitan, sementara murid yang telah mahir bekerja mandiri menganalisis 3 butir pertanyaan secara mendalam.
- Produk: Jawaban analisis dituliskan dalam tabel telaah visual sederhana atau uraian analisis mandiri berlandaskan 3 acuan pertanyaan yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman konsep nilai tanggung jawab sosial secara lisan: Murid menyimak skenario singkat 'Seorang pembuat kue menggratiskan kelas memanggang bagi warga kurang mampu dan menyumbangkan sisa makanan layak konsumsi ke panti asuhan'. Soal: 'Sebutkan tindakan mana yang menunjukkan kepedulian atau tanggung jawab sosial kepada sesama!' (Acuan jawaban: Menggratiskan kelas memanggang untuk warga kurang mampu DAN/ATAU menyumbangkan sisa makanan layak konsumsi ke panti asuhan. Kriteria: Murid tepat menyebutkan minimal 1 tindakan kepedulian sosial tersebut).
Proses:- Tantangan berpasangan memeriksa 4 cuplikan teks visual: Cuplikan A (membagikan bibit dan mengajari warga), Cuplikan B (mencatat laba rugi toko), Cuplikan C (merekrut tetangga menganggur untuk merakit produk), Cuplikan D (menolak kerja bakti). Acuan benar: Cuplikan A dan C = Nilai Tanggung Jawab Sosial; Cuplikan B dan D = Bukan Nilai Tanggung Jawab Sosial.
- Lembar kerja analisis visual mandiri poster 'Kriya Kayu Bekas Pak Budi' dengan 3 butir target analisis: Butir 1 Tindakan membantu warga sekitar (acuan: mengadakan pelatihan pertukangan gratis bagi pemuda putus sekolah), Butir 2 Tindakan menjaga lingkungan (acuan: memanfaatkan limbah kayu palet bekas agar tidak mencemari lingkungan), Butir 3 Dampak sosial bagi komunitas (acuan: terciptanya lapangan kerja baru bagi warga sekitar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menuliskan 1 bukti visual tindakan tanggung jawab sosial dari poster inovasi profesi yang dianalisis beserta alasannya (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat tindakan pelatihan gratis warga, daur ulang limbah kayu, atau penyerapan tenaga kerja lokal yang berlandaskan bukti poster visual).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 cuplikan teks visual pada aktivitas 'Tantangan Detektif Kebaikan Sosial'
- Penilaian lembar kerja analisis mandiri teks visual mengenai 3 bukti nilai tanggung jawab sosial pada poster inovasi profesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis nilai tanggung jawab sosial dalam teks nonsastra visual | Belum mampu menemukan dan menganalisis nilai tanggung jawab sosial pada teks nonsastra visual (0 butir tepat dari 3 butir acuan target analisis). | Mampu menemukan dan menganalisis nilai tanggung jawab sosial pada teks nonsastra visual secara tepat pada 1 butir dari 3 butir acuan target analisis. | Mampu menemukan dan menganalisis nilai tanggung jawab sosial pada teks nonsastra visual secara tepat pada 2 butir dari 3 butir acuan target analisis. | Mampu menemukan dan menganalisis nilai tanggung jawab sosial pada teks nonsastra visual secara lengkap dan tepat pada seluruh 3 butir acuan target analisis secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks nonsastra visual (infografik dan poster) yang digunakan memfasilitasi murid secara konkret dalam menemukan bukti-bukti nilai tanggung jawab sosial?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid selama proses analisis teks visual berlangsung, khususnya saat aktivitas tantangan detektif berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari gambar atau teks dalam poster visual yang paling membantumu memahami nilai kepedulian sosial?
- Mengapa penting bagi seseorang yang sukses mengembangkan hobi menjadi profesi untuk memiliki rasa tanggung jawab sosial kepada lingkungan sekitarnya?
Pertemuan 12 — Menganalisis Keterkaitan Informasi dan Nilai-Nilai dalam Teks Nonsastra Visual Inovasi Profesi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: menayangkan teks visual pendek berisi kutipan infografik: 'Pak Made merancang perangkap ikan ramah lingkungan dari bambu bekas selama 2 tahun tanpa henti agar terumbu karang tidak rusak'. Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Sebutkan 1 informasi tindakan Pak Made dan 1 nilai yang tercermin dari tindakan tersebut!' (acuan jawaban: informasi tindakan = merancang perangkap ikan ramah lingkungan dari bambu bekas/meneliti selama 2 tahun; nilai = ketekunan/pantang menyerah atau kepedulian lingkungan/tanggung jawab sosial) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan guru di papan tulis tentang bagan hubungan informasi-tindakan dengan nilai karakter pada teks visual infografik 'Inovasi Perangkap Ikan Ramah Lingkungan' (tindakan nyata tokoh -> nilai ketekunan, kreativitas, tanggung jawab sosial) (10 menit).
- Murid secara interaktif membedah contoh kalimat visual terpandu untuk menemukan bukti keterkaitan antara informasi perbuatan inovator dengan nilai karakter yang mendasarinya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Nilai & Bukti Teks': tiap pasangan menerima 3 kartu teks visual inovasi profesi dan memasangkan 3 kartu informasi tindakan dengan 3 kartu nilai yang tepat: (1) Kartu A: 'Pak Joko mencoba 15 kali formula pakan ikan alami sebelum berhasil' -> Nilai Ketekunan; (2) Kartu B: 'Ibu Rina memanfaatkan limbah kain perca menjadi tas jinjing bernilai jual tinggi' -> Nilai Kreativitas; (3) Kartu C: 'Budi melatih pemuda desa mengoperasikan aplikasi pemasaran hasil tani tanpa memungut biaya' -> Nilai Tanggung Jawab Sosial (acuan: pasangan 1-A Ketekunan, 2-B Kreativitas, 3-C Tanggung Jawab Sosial) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis membaca teks nonsastra visual 'Kisah Sukses Pak Wayan: Dari Hobi Kayu Bekas Menjadi Pengrajin Mainan Edukatif Berkelanjutan'. Murid menganalisis 3 butir keterkaitan informasi dan nilai: (1) Informasi 'Pak Wayan gagal 10 kali membuat pola puzzle presisi namun terus memperbaiki pola hingga berhasil' dikaitkan dengan Nilai Ketekunan; (2) Informasi 'Mengubah potongan limbah kayu mebel yang terbuang menjadi 12 jenis alat peraga edukasi anak' dikaitkan dengan Nilai Kreativitas; (3) Informasi 'Menyediakan lapangan kerja bagi 10 warga sekitar yang menganggur dan menyumbang 100 mainan ke PAUD desa' dikaitkan dengan Nilai Tanggung Jawab Sosial (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara mandiri menggunakan daftar cek panduan ketepatan pasangan informasi-nilai di lembar kerjanya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara menghubungkan fakta/informasi tindakan tokoh dengan nilai-nilai karakter dalam teks nonsastra visual (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat dengan 1 butir pengujian cepat dan menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penanda visual khusus (teks bergaris bawah pada bagian bukti tindakan). Murid yang siap diberikan teks visual dengan informasi yang lebih padat.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan pemicu terstruktur saat mengidentifikasi bukti tindakan. Murid yang mahir diminta merinci hubungan sebab-akibat antara tindakan dan nilai tersebut secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid tetap menganalisis 3 keterkaitan informasi dan nilai sesuai kriteria lembar tugas mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan pada pendahuluan: Murid menyebutkan 1 informasi tindakan tokoh dan 1 nilai dari kutipan infografik Pak Made. Acuan jawaban: Tindakan = meneliti/merancang perangkap ikan dari bambu bekas selama 2 tahun; Nilai = ketekunan/kegigihan atau tanggung jawab sosial/peduli lingkungan.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam permainan memasangkan kartu informasi dan nilai (acuan: Kartu 1-A Nilai Ketekunan, Kartu 2-B Nilai Kreativitas, Kartu 3-C Nilai Tanggung Jawab Sosial).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri teks visual Pak Wayan untuk 3 butir analisis keterkaitan: Butir 1 Ketekunan (bukti: gagal 10 kali namun terus mencoba hingga berhasil); Butir 2 Kreativitas (bukti: memanfaatkan limbah kayu mebel menjadi 12 alat peraga edukasi); Butir 3 Tanggung Jawab Sosial (bukti: mempekerjakan 10 warga sekitar dan mendonasikan 100 mainan ke PAUD).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru membacakan satu kalimat dari teks visual: 'Siti menyisihkan 20% keuntungan penjualan tas daur ulangnya untuk membiayai pengobatan kucing liar di lingkungannya.' Murid menuliskan nilai yang terkandung dan informasi pendukungnya. Acuan jawaban: Nilai = tanggung jawab sosial/kepedulian sosial; Informasi pendukung = menyisihkan 20% keuntungan untuk biaya pengobatan kucing liar.
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan pada permainan 'Detektif Nilai & Bukti Teks'
- Penilaian tertulis analisis keterkaitan informasi dan nilai pada lembar kerja teks visual
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keterkaitan informasi dan nilai dalam teks visual | Belum mampu mengaitkan informasi tindakan tokoh dengan nilai-nilai (0 dari 3 butir tepat sesuai acuan). | Mampu menganalisis keterkaitan informasi tindakan tokoh dengan nilai secara tepat pada 1 dari 3 butir sesuai acuan dengan bimbingan guru. | Mampu menganalisis keterkaitan informasi tindakan tokoh dengan nilai secara tepat pada minimal 2 dari 3 butir sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menganalisis keterkaitan informasi tindakan tokoh dengan nilai secara tepat pada seluruh 3 butir (Ketekunan, Kreativitas, Tanggung Jawab Sosial) secara lengkap dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur bagan pemodelan membantu murid mengaitkan tindakan nyata tokoh dengan nilai karakter secara logis?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam membedakan antara nilai kreativitas dan ketekunan berdasarkan bukti kalimat dalam teks visual?
Murid:- Bagian mana dari teks visual yang paling mudah membantumu menemukan nilai karakter sang tokoh?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara mengenali nilai-nilai kebaikan dari tindakan inovator?
Pertemuan 13 — Menulis Kerangka Laporan Hasil Observasi Sederhana tentang Profesi di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengecek kesiapan belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang dan menulis kerangka teks laporan hasil observasi profesi di lingkungan sekitar yang memuat unsur identitas pengamatan, objek profesi, rincian aktivitas/alat, serta simpulan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid mengurutkan 4 komponen acak kerangka laporan di papan tulis: (1) Hasil Pengamatan/Aktivitas, (2) Judul & Identitas Pengamatan, (3) Kesimpulan, (4) Objek Pengamatan (acuan urutan logis kerangka laporan observasi: 2 - 4 - 1 - 3) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan bagan kerangka laporan observasi sederhana tentang profesi (memuat 4 bagian utama: Identitas [tempat/waktu/pengamat], Objek Profesi yang diamati, Poin-poin Fakta Pengamatan [alat yang dipakai dan rangkaian aktivitas kerja], serta Gagasan Simpulan) (10 menit).
- Murid mencermati contoh pemetaan catatan fakta profesi 'Petugas Perpustakaan Sekolah' ke dalam format kerangka laporan observasi dan mengidentifikasi bagaimana data mentah dirangkum menjadi butir-butir kerangka yang jelas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Tantangan Kartu Kerangka' secara berpasangan: murid mencocokkan 4 kartu fakta (Kartu A: 'Pukul 08.00 di Kebun Sekolah'; Kartu B: 'Bapak Kebun Sekolah'; Kartu C: 'Menyiram tanaman dengan selang dan memangkas rumput memakai gunting besar'; Kartu D: 'Pekerjaan kebun menjaga lingkungan tetap asri dan nyaman') ke dalam 4 kotak kerangka (Identitas Pengamatan, Objek Pengamatan, Fakta Aktivitas & Alat, Simpulan) (acuan pasangan benar: Kartu A -> Identitas Pengamatan; Kartu B -> Objek Pengamatan; Kartu C -> Fakta Aktivitas & Alat; Kartu D -> Simpulan) (10 menit).
- Murid secara mandiri memilih satu profesi di lingkungan sekitar sekolah yang telah diobservasi (misal: penjaga kantin, satpam, pustakawan, atau petugas kebersihan) dan menuliskan kerangka laporan hasil observasi pada lembar kerja yang memuat 4 bagian terstruktur: Judul/Identitas, Objek Profesi, Butir-Butir Catatan Aktivitas & Alat, serta Rencana Simpulan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan draf kerangka tulisan yang telah dibuat menggunakan daftar centang mandiri (apakah 4 bagian kerangka laporan hasil observasi sudah terisi secara runtut dan berbasis fakta pengamatan) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kerangka tulisan sebagai panduan sebelum menyusun kalimat teks laporan hasil observasi secara lengkap (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil kerja penyusunan kerangka dan menginformasikan rencana pertemuan berikutnya, yaitu menulis bagian pembuka laporan berdasarkan kerangka yang telah dibuat (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar kerangka berscaffolding berupa panduan pertanyaan pemandu di tiap bagian; murid yang mahir diberikan lembar kerangka polos untuk diisi rincian observasi yang lebih mendalam.
- Proses: Guru memberikan pendampingan terfokus kepada murid yang kesulitan membedakan antara fakta aktivitas profesi dan simpulan, sedangkan murid mandiri langsung menyusun kerangka secara penuh.
- Produk: Draf kerangka laporan hasil observasi profesi dengan kedalaman poin pengamatan yang disesuaikan kesiapan murid (minimal 2 butir fakta pengamatan untuk murid pemula, dan 4 butir atau lebih untuk murid mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas mengurutkan 4 kartu komponen acak kerangka teks laporan hasil observasi di papan tulis: (1) Hasil Pengamatan/Aktivitas, (2) Judul & Identitas Pengamatan, (3) Kesimpulan, (4) Objek Pengamatan. (Acuan urutan runtut kerangka laporan: 2 - Judul & Identitas Pengamatan -> 4 - Objek Pengamatan -> 1 - Hasil Pengamatan/Aktivitas -> 3 - Kesimpulan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan mencocokkan kartu pada permainan cepat 'Tantangan Kartu Kerangka' (acuan pasangan tepat: Kartu A 'Pukul 08.00 di Kebun Sekolah' -> Identitas Pengamatan; Kartu B 'Bapak Kebun Sekolah' -> Objek Pengamatan; Kartu C 'Menyiram tanaman dengan selang dan memangkas rumput memakai gunting besar' -> Fakta Aktivitas & Alat; Kartu D 'Pekerjaan kebun menjaga lingkungan tetap asri dan nyaman' -> Simpulan).
- Pemeriksaan draf tulisan kerangka laporan hasil observasi mandiri murid berdasarkan kelengkapan 4 komponen kerangka (Identitas, Objek, Rincian Fakta Aktivitas/Alat, Simpulan) berbasis hasil pengamatan lapangan.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri hasil draf kerangka tulisan murid dengan kriteria penerimaan operasional: lembar kerangka memuat judul & identitas (waktu/tempat), penentuan objek profesi yang jelas, minimal 2 poin catatan fakta pengamatan alat dan aktivitas kerja, serta 1 kalimat rencana simpulan laporan.
Formatif:- Penilaian proses penyusunan kerangka laporan observasi profesi melalui lembar observasi dan lembar kerja murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Komponen Kerangka Laporan Observasi Profesi | Menulis kerangka laporan yang hanya memuat 1 dari 4 komponen (identitas, objek, rincian aktivitas/alat, simpulan) dengan bimbingan penuh. | Menulis kerangka laporan yang memuat 2 dari 4 komponen (identitas, objek, rincian aktivitas/alat, simpulan) secara tepat. | Menulis kerangka laporan yang memuat 3 dari 4 komponen (identitas, objek, rincian aktivitas/alat, simpulan) secara tepat dan runtut. | Menulis kerangka laporan yang memuat seluruh 4 komponen (identitas, objek, rincian aktivitas/alat, simpulan) secara lengkap, runtut, dan mandiri. | | Ketepatan Catatan Fakta Pengamatan pada Kerangka | Belum menuliskan catatan fakta aktivitas dan alat profesi secara jelas pada kerangka tulisan. | Menuliskan 1 butir catatan fakta alat atau aktivitas profesi yang sesuai hasil pengamatan pada kerangka tulisan. | Menuliskan 2-3 butir catatan fakta alat dan aktivitas profesi yang sesuai hasil pengamatan pada kerangka tulisan. | Menuliskan 4 butir atau lebih catatan fakta alat dan aktivitas profesi yang rinci dan terarah sesuai hasil pengamatan pada kerangka tulisan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk merampungkan kerangka laporan hasil observasi?
- Bagian kerangka mana yang paling sering membuat murid bingung antara fakta pengamatan dan opini/simpulan?
Murid:- Bagian mana dari kerangka laporan observasi profesi yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu susun hari ini?
- Bagaimana kerangka yang kamu buat membantumu membayangkan isi tulisan laporan yang lengkap nantinya?
Pertemuan 14 — Menulis Bagian Pembuka Teks Laporan Hasil Observasi Sederhana dengan Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis bagian pembuka teks laporan hasil observasi sederhana dengan rangkaian kalimat kompleks berdasarkan data pengamatan profesi (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen diagnostik singkat: guru menampilkan 2 pasang klausa tunggal di papan tulis: Pasangan 1: 'Pak Joko menyapu halaman sekolah' dan 'warga sekolah berdatangan'; Pasangan 2: 'Bu Guru membimbing murid di perpustakaan' dan 'bel masuk berbunyi'. Murid menuliskan penggabungan kedua klausa tersebut menggunakan kata hubung (konjungsi) yang tepat pada selembar kertas kecil (acuan jawaban: Pasangan 1 digabung menjadi 'Pak Joko menyapu halaman sekolah sebelum/ketika warga sekolah berdatangan'; Pasangan 2 digabung menjadi 'Bu Guru membimbing murid di perpustakaan ketika/setelah bel masuk berbunyi') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati contoh teks pembuka laporan hasil observasi profesi di lingkungan sekolah yang disajikan guru, lalu mengidentifikasi unsur pembuka: objek yang diamati, tempat, waktu, pengamat, dan tujuan pengamatan (acuan unsur pembuka teks: Objek: Petugas Kebersihan Sekolah; Tempat: Lingkungan halaman SDN 01; Waktu: Senin, 12 Februari 2025 pukul 06.30 WIB; Pengamat: Kelompok Peneliti Cilik; Tujuan: Mengetahui rutinitas penataan lingkungan sekolah) (10 menit).
- Murid mengamati pemodelan cara merangkai unsur-unsur pembuka tersebut menjadi kalimat kompleks menggunakan konjungsi subordinatif seperti 'karena', 'ketika', 'sehingga', atau 'agar' secara runtut (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Sambung Kalimat Kompleks Pembuka': setiap pasangan menerima kartu unsur data pengamatan profesi penjaga kantin lalu berlomba merangkai 2 kalimat kompleks pembuka yang memuat objek, tempat, dan tujuan pengamatan (acuan: kalimat 1 memadukan objek dan tempat, contoh 'Pengamatan ini dilakukan di area kantin sekolah untuk mengamati aktivitas Ibu Rita yang mengelola makanan sehat'; kalimat 2 memadukan waktu dan tujuan, contoh 'Kegiatan observasi dilaksanakan pada hari Senin pagi agar kami dapat mencatat persiapan penyajian makanan secara rinci') (10 menit).
- Berdasarkan kerangka laporan yang telah dirancang sebelumnya, murid secara mandiri menulis paragraf pembuka teks laporan hasil observasi sederhana tentang profesi di lingkungan sekitar sebanyak minimal 3 kalimat kompleks yang memuat objek, tempat, waktu, pengamat, dan tujuan pengamatan secara kreatif (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali hasil tulisan pembuka laporannya dengan panduan daftar periksa mandiri: memeriksa kelengkapan unsur pembuka (objek, tempat, waktu, pengamat, tujuan) dan keberadaan minimal 3 kalimat kompleks dengan kata hubung yang tepat (acuan kata hubung: ketika, karena, agar, sehingga, setelah) (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan unsur-unsur penting pada bagian pembuka laporan hasil observasi dan penggunaan kalimat kompleks (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap draf tulisan pembuka murid serta menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya yaitu menulis deskripsi pengamatan alat dan aktivitas profesi (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format panduan rumpang unsur pembuka dengan pilihan kata hubung bantu (karena, saat, agar), sedangkan murid yang cepat menulis diberikan kebebasan menggunakan variasi kata hubung bertingkat yang lebih luas.
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif pada murid yang kesulitan menggabungkan dua klausa menjadi kalimat kompleks, sementara murid yang mahir menulis draf secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan pendampingan menulis paragraf pembuka minimal memuat 2 kalimat kompleks dengan 4 unsur pembuka, sedangkan murid mahir menulis paragraf pembuka minimal 3-4 kalimat kompleks lengkap memuat 5 unsur pembuka.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis singkat menggabungkan dua klausa tunggal menjadi satu kalimat kompleks menggunakan kata hubung yang tepat. Butir 1: 'Pak Joko menyapu halaman sekolah' dan 'warga sekolah berdatangan' (acuan jawaban: 'Pak Joko menyapu halaman sekolah sebelum/ketika warga sekolah berdatangan'); Butir 2: 'Bu Guru membimbing murid di perpustakaan' dan 'bel masuk berbunyi' (acuan jawaban: 'Bu Guru membimbing murid di perpustakaan ketika/setelah bel masuk berbunyi'). Kriteria ketercapaian diagnostik: murid mampu menggabungkan minimal 1 butir secara tepat dengan konjungsi yang logis.
Proses:- Observasi dan pemeriksaan draf tulisan saat latihan menulis draf pembuka laporan: memeriksa ketepatan pembentukan kalimat kompleks (adanya induk kalimat, anak kalimat, dan kata hubung bertingkat) serta kelengkapan unsur pembuka laporan (objek, tempat, waktu, pengamat, tujuan).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk tulisan bagian pembuka teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan kriteria: (1) Memuat unsur pembuka lengkap (objek yang diamati, tempat, waktu, pengamat, dan tujuan pengamatan); (2) Disusun dalam bentuk rangkaian minimal 3 kalimat kompleks yang menggunakan kata hubung secara tepat dan kreatif (kriteria penerimaan: setiap kalimat kompleks memiliki minimal dua klausa dengan konjungsi koordinatif/subordinatif yang padu dan bermakna logis).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis paragraf pembuka laporan hasil observasi sederhana menggunakan rangkaian kalimat kompleks dan kelengkapan unsur pembuka
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Unsur Pembuka Laporan Observasi | Menuliskan bagian pembuka dengan memuat kurang dari 2 unsur (hanya memuat 1 unsur dari: objek, tempat, waktu, pengamat, tujuan) dengan bantuan penuh. | Menuliskan bagian pembuka dengan memuat 2-3 unsur dari kelima unsur pembuka secara tepat. | Menuliskan bagian pembuka dengan memuat 4 unsur dari kelima unsur pembuka secara tepat dan mandiri. | Menuliskan bagian pembuka dengan memuat seluruh 5 unsur pembuka (objek, tempat, waktu, pengamat, dan tujuan pengamatan) secara lengkap, runtut, dan tepat. | | Penggunaan Rangkaian Kalimat Kompleks | Hanya menulis kalimat tunggal sederhana tanpa kata hubung bertingkat, belum membentuk kalimat kompleks. | Menulis 1 kalimat kompleks dengan kata hubung yang tepat dalam paragraf pembuka laporan observasi. | Menulis 2 kalimat kompleks dengan kata hubung bertingkat yang tepat dan logis dalam paragraf pembuka laporan observasi. | Menulis 3 kalimat kompleks atau lebih secara kreatif dengan variasi kata hubung bertingkat yang tepat, padu, dan runtut dalam paragraf pembuka laporan observasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami struktur bagian pembuka laporan hasil observasi dan unsur-unsur yang harus dimuat?
- Bagaimana efektivitas pemodelan dan permainan kalimat dalam memandu murid merangkai kalimat kompleks secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari unsur pembuka laporan yang paling mudah dan paling menantang untuk saya tuliskan?
- Apakah saya sudah berhasil merangkai kalimat kompleks dengan kata hubung yang tepat pada tulisan saya hari ini?
Pertemuan 15 — Menulis Deskripsi Pengamatan Alat dan Aktivitas Profesi Menggunakan Rangkaian Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis deskripsi pengamatan alat dan aktivitas profesi menggunakan rangkaian kalimat kompleks (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat di papan tulis: murid diminta mengidentifikasi satu konjungsi bertingkat yang tepat untuk menggabungkan dua klausa fakta: 'Koki menyalakan kompor gas' dan 'ia hendak memasak sup pesanan pelanggan' (acuan jawaban: 'karena', 'saat', atau 'ketika') (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati tabel contoh pemodelan penggabungan catatan fakta pengamatan alat dan aktivitas profesi menjadi kalimat kompleks bertingkat: Klausa 1 'Pak Anto memakai celemek kain tebal' digabung dengan Klausa 2 'ia menyalakan oven pemanggang kue pada suhu 180 derajat' menggunakan konjungsi 'sebelum' menjadi kalimat kompleks: 'Pak Anto memakai celemek kain tebal sebelum ia menyalakan oven pemanggang kue pada suhu 180 derajat' (acuan pemodelan: fungsi klausa alat mendukung klausa aktivitas melalui konjungsi waktu/tujuan) (10 menit).
- Murid bersama teman sebangku memainkan permainan kartu cepat 'Tantangan Rangkai Kata': guru menyediakan 3 pasang kartu alat dan aktivitas: (1) 'kuas lukis - mencampur cat akrilik', (2) 'kamera mirrorless - mengatur fokus lensa', (3) 'termometer digital - memeriksa suhu ruangan penyimpanan'; murid berlomba merangkai lisan menjadi 1 kalimat kompleks utuh dengan konjungsi seperti 'agar', 'sehingga', atau 'ketika' secara menggembirakan sebelum menuliskannya di buku latihan (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Berdasarkan data observasi profesi di lingkungan sekolah/sekitar yang telah dikumpulkan pada pertemuan sebelumnya (misalnya penjaga perpustakaan, petugas kebersihan, atau barista kantin), murid menuliskan secara mandiri bagian deskripsi hasil pengamatan minimal 4 kalimat kompleks yang merinci alat yang dipakai dan aktivitas kerja yang dilakukan secara kreatif (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang draf deskripsi yang ditulisnya sendiri dan memeriksa apakah setiap kalimat telah memuat minimal dua klausa (klausa alat dan klausa aktivitas) yang dihubungkan dengan konjungsi yang tepat (10 menit).
Penutup:- Murid menyerahkan lembar kerja deskripsi hasil pengamatan alat dan aktivitas profesi kepada guru untuk diperiksa (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap penggunaan kalimat kompleks dalam teks observasi dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan menulis bagian penutup teks laporan observasi (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar bank kata hubung (ketika, karena, agar, sebelum, sehingga) dan tabel panduan berisi dua kolom: nama alat dan nama aktivitas kerja.
- Proses: Murid yang sudah mahir ditantang membuat variasi pola kalimat kompleks (menempatkan anak kalimat di awal kalimat dengan tanda koma), sedangkan murid yang berkembang menulis kalimat kompleks dengan pola klausa utama mendahului anak kalimat.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menyusun minimal 3 kalimat kompleks deskripsi alat dan aktivitas profesi, sedangkan murid mahir menyusun 5 kalimat kompleks atau lebih secara terperinci dan kreatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman kalimat kompleks: Murid menggabungkan dua klausa berikut menjadi satu kalimat kompleks: Klausa A: 'Montir mengambil obeng minus berujung pipih'; Klausa B: 'ia ingin mengencangkan baut karburator yang longgar'. (Acuan jawaban benar: menggunakan konjungsi tujuan seperti 'karena', 'agar', atau 'untuk', contoh: 'Montir mengambil obeng minus berujung pipih karena ia ingin mengencangkan baut karburator yang longgar').
Proses:- Penilaian performa proses menulis: Guru memeriksa draf lembar kerja murid saat tahap Mengaplikasi untuk memastikan teks laporan memuat rincian nama alat dan deskripsi aktivitas kerja yang dirangkai dalam minimal 4 kalimat kompleks dengan konjungsi bertingkat yang tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru memeriksa hasil akhir paragraf deskripsi murid dengan acuan ketercapaian: (1) memuat minimal 4 kalimat kompleks, (2) memuat deskripsi alat profesi konkret, (3) memuat deskripsi aktivitas kerja profesi, dan (4) konjungsi bertingkat digunakan secara tepat sesuai hubungan makna antarklausa.
Formatif:- Pemeriksaan draf tulisan deskripsi pengamatan alat dan aktivitas profesi menggunakan rubrik penulisan kalimat kompleks
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Deskripsi Alat dan Aktivitas Profesi Berdasarkan Pengamatan | Belum mendeskripsikan alat dan aktivitas profesi dari hasil pengamatan dalam draf laporannya. | Mendeskripsikan alat atau aktivitas profesi secara terpisah dan belum lengkap (hanya menyebutkan 1-2 fakta pengamatan). | Mendeskripsikan alat dan aktivitas profesi secara jelas sesuai data pengamatan (memuat 3-4 rincian alat dan aktivitas). | Mendeskripsikan alat dan aktivitas profesi secara mendalam, rinci, dan kontekstual sesuai data pengamatan secara mandiri (memuat lebih dari 4 rincian alat dan aktivitas). | | Rangkaian Kalimat Kompleks secara Kreatif | Belum menulis kalimat kompleks (seluruh tulisan masih berupa kalimat tunggal sederhana tanpa konjungsi). | Menulis 1-2 kalimat kompleks yang menggabungkan alat dan aktivitas profesi, tetapi konjungsi bertingkat yang digunakan belum tepat. | Menulis 3-4 kalimat kompleks yang menggabungkan alat dan aktivitas profesi secara kreatif dengan konjungsi bertingkat yang tepat. | Menulis lebih dari 4 kalimat kompleks dengan variasi konjungsi dan variasi struktur letak anak kalimat secara kreatif dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan penggabungan klausa alat dan aktivitas berhasil membantu murid memahami pembentukan kalimat kompleks?
- Bagian mana dari kegiatan menulis deskripsi pengamatan yang masih dirasa sulit oleh sebagian murid?
Murid:- Konjungsi apa yang paling sering saya gunakan untuk menghubungkan alat kerja dan aktivitas profesi dalam tulisan saya?
- Apakah orang lain dapat membayangkan alat dan cara kerja profesi yang saya amati setelah membaca kalimat-kalimat yang saya tulis?
Pertemuan 16 — Menulis Bagian Penutup Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Hasil Pengamatan Lapangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis bagian penutup (kesimpulan) teks laporan hasil observasi profesi berdasarkan catatan pengamatan lapangan menggunakan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan menyajikan 2 contoh kalimat penutup di papan tulis: Kalimat A ('Tukang kebun bekerja setiap pagi.') dan Kalimat B ('Berdasarkan hasil pengamatan, profesi perawat tanaman sekolah membutuhkan ketekunan tinggi karena mereka harus memastikan seluruh tanaman terawat dengan baik agar lingkungan tetap asri.') lalu murid mengidentifikasi mana yang berfungsi sebagai penutup/simpulan yang memuat intisari pengamatan (acuan: Kalimat B merupakan penutup/simpulan karena merangkum intisari pengamatan dengan kalimat kompleks bertingkat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati model struktur bagian penutup teks laporan hasil observasi yang memuat intisari temuan pengamatan lapangan dan kesan/kesimpulan umum mengenai profesi yang diamati (10 menit).
- Murid membedah contoh kalimat kompleks yang dapat digunakan untuk menyusun penutup laporan: contoh kalimat klausa utama dan klausa bawahan dengan kata penghubung sebab-akibat atau tujuan ('Meskipun pekerjaan juru masak sekolah memerlukan tenaga fisik yang berat, profesi ini sangat penting karena menjamin gizi seluruh warga sekolah tetap terpenuhi.') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Rangkai Simpulan': murid berpasangan saling melempar kartu konjungsi (seperti 'karena', 'sehingga', 'meskipun', 'agar') lalu secara lisan spontan menyusun satu kalimat simpulan profesi secara bergantian dengan ceria dan tanggap (5 menit).
- Murid secara mandiri menulis draf bagian penutup (simpulan) teks laporan hasil observasi masing-masing (minimal 2 sampai 3 kalimat kompleks) berdasarkan data catatan lapangan pengamatan profesi yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang draf bagian penutup yang telah ditulis, lalu memeriksa kelengkapan isi simpulan dan keberadaan konjungsi penghubung kalimat kompleks yang digunakan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan fungsi penting bagian penutup dalam laporan hasil observasi sebagai penegas intisari data lapangan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap draf penutup yang ditulis murid serta menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya untuk menyatukan seluruh bagian menjadi draf lengkap laporan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu pemandu kata penghubung subordinatif (karena, sehingga, agar, walaupun) bagi murid yang membutuhkan inspirasi struktur kalimat.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus bagi murid yang masih menulis kalimat tunggal dalam merangkai gagasannya menjadi kalimat majemuk/kompleks.
- Produk: Murid mahir ditantang menuliskan penutup yang memadukan 3 sampai 4 kalimat kompleks yang saling berkait logis dan kaya kosakata deskriptif pengamatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi pemahaman fungsi kalimat penutup melalui 2 kalimat pemantik: Murid membedakan antara deskripsi fakta tunggal ('Tukang kebun bekerja setiap pagi.') dan kalimat simpulan observasi ('Berdasarkan hasil pengamatan, profesi perawat tanaman sekolah membutuhkan ketekunan tinggi karena mereka harus memastikan seluruh tanaman terawat dengan baik agar lingkungan tetap asri.') (acuan: jawaban tepat adalah kalimat kedua karena merangkum intisari pengamatan dengan kalimat kompleks bertingkat).
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan bagian penutup laporan hasil observasi: guru memeriksa apakah tulisan memuat simpulan intisari hasil pengamatan profesi dan dirangkai menggunakan minimal 2 kalimat kompleks secara kreatif.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui penyerahan draf penutup laporan: dinilai berdasarkan keterpaduan simpulan hasil pengamatan dan ketepatan penggunaan konjungsi subordinatif dalam rangkaian kalimat kompleks (kriteria penerimaan: paragraf penutup berisi simpulan objek pengamatan profesi dengan minimal 2 kalimat kompleks yang logis).
Formatif:- Penilaian proses draf penulisan bagian penutup laporan hasil observasi menggunakan rubrik penulisan kalimat kompleks dan kesesuaian simpulan dengan hasil pengamatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Bagian Penutup Berdasarkan Pengamatan | Belum mampu menuliskan simpulan yang sesuai dengan data hasil pengamatan lapangan profesi. | Menuliskan simpulan penutup tetapi isinya belum mencerminkan data pengamatan lapangan profesi secara tepat. | Menuliskan bagian penutup berisi simpulan yang sesuai dengan data pengamatan lapangan profesi secara jelas. | Menuliskan bagian penutup berisi simpulan mendalam yang sangat tepat merangkum seluruh esensi pengamatan lapangan profesi. | | Rangkaian Kalimat Kompleks secara Kreatif | Belum menggunakan rangkaian kalimat kompleks dalam menulis bagian penutup (hanya kalimat tunggal sederhana). | Menulis bagian penutup dengan 1 kalimat kompleks namun hubungan antarklausa belum padu. | Menulis bagian penutup dengan minimal 2 kalimat kompleks yang padu dan kreatif. | Menulis bagian penutup dengan lebih dari 2 kalimat kompleks yang variatif, padu, dan dirangkai secara sangat kreatif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perangkaian simpulan menggunakan kalimat kompleks dapat dipahami dengan baik oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari pendampingan penulisan yang masih membutuhkan permodelan lebih terperinci?
Murid:- Apakah kalimat penutup yang saya tulis sudah benar-benar menyimpulkan profesi yang saya amati?
- Apakah saya sudah berhasil menggunakan kata penghubung untuk membentuk kalimat kompleks yang runtut?
Pertemuan 17 — Menulis Draf Lengkap Teks Laporan Hasil Observasi Sederhana Berdasarkan Hasil Pengamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menggabungkan bagian pembuka, deskripsi alat dan aktivitas, serta penutup menjadi satu draf utuh teks laporan hasil observasi sederhana dengan rangkaian kalimat kompleks (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan memberikan 2 cuplikan kalimat tunggal yang harus digabungkan murid menggunakan konjungsi bertingkat secara tepat di papan tulis (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati bagan perakitan draf laporan observasi yang diproyeksikan guru, memuat susunan utuh: judul, bagian pembuka (identitas & tujuan), deskripsi pengamatan (alat dan aktivitas profesi), serta bagian penutup (simpulan fakta pengamatan) (7 menit).
- Murid berpartisipasi dalam permainan 'Estafet Konjungsi Kompleks': secara berpasangan murid saling melempar kartu konjungsi (karena, ketika, sehingga, meskipun) untuk menyambung klausa pengamatan menjadi satu kalimat kompleks yang padu dan kreatif (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid membuka kembali lembar kerja catatan pengamatan profesi lingkungan sekitar (taman/kantin/perpustakaan) yang telah disusun pada pertemuan-pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Murid secara mandiri menulis draf lengkap teks laporan hasil observasi sederhana, merangkai bagian pembuka, deskripsi alat dan aktivitas kerja, serta penutup dengan menerapkan minimal 3 kalimat kompleks secara kreatif (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa draf tulisannya secara mandiri menggunakan daftar cek kelengkapan struktur (pembuka, deskripsi pengamatan, penutup) dan menandai kalimat kompleks yang telah berhasil ditulis (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keutuhan draf laporan observasi yang menghubungkan fakta pengamatan dengan variasi kalimat kompleks (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap draf yang telah disusun, mengingatkan murid untuk menyimpan draf tersebut guna tahap penyempurnaan di pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan kata penghubung bertingkat (seperti: 'ketika', 'karena', 'sehingga', 'meskipun') bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam merangkai kalimat kompleks.
- Proses: Memberikan pendampingan berjenjang: bimbingan langsung bagi murid yang belum mandiri merangkai struktur draf utuh, serta tantangan menulis draf dengan variasi konjungsi yang lebih beragam bagi murid yang telah mahir.
- Produk: Draf tulisan teks LHO dapat memuat rincian pengamatan profesi sederhana (minimal 3 kalimat kompleks) hingga draf yang lebih mendalam dan kaya rangkaian kalimat kompleks.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menggabungkan 2 klausa lepas menjadi kalimat kompleks: (1) 'Pak Joko menyiram tanaman di taman sekolah.' dan 'Tanaman tersebut tidak layu terkena terik matahari.' (acuan jawaban benar: 'Pak Joko menyiram tanaman di taman sekolah agar/supaya/sehingga tanaman tersebut tidak layu terkena terik matahari'); (2) 'Penjaga kantin mengenakan sarung tangan plastik.' dan 'Makanan yang disajikan tetap bersih dan higienis.' (acuan jawaban benar: 'Penjaga kantin mengenakan sarung tangan plastik agar/karena makanan yang disajikan tetap bersih dan higienis'). Kriteria: tepat memilih konjungsi subordinatif penghubung antarklausa.
Proses:- Pengamatan langsung dan pemeriksaan draf tertulis murid saat menyusun teks laporan hasil observasi: memeriksa kelengkapan struktur (pembuka, deskripsi aktivitas/alat, penutup) dan keberadaan minimal 3 kalimat kompleks berdasarkan hasil pengamatan lapangan yang nyata.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman draf mandiri pada lembar periksa draf: murid menandai secara mandiri 3 kalimat kompleks yang telah ditulis dalam drafnya (kriteria penerimaan: kalimat memuat minimal 2 klausa yang dihubungkan oleh konjungsi bertingkat seperti 'karena', 'ketika', 'sehingga', 'agar', atau 'meskipun' sesuai konteks pengamatan profesi).
Formatif:- Penilaian proses menulis draf laporan hasil observasi menggunakan lembar observasi ketuntasan struktur dan penggunaan kalimat kompleks.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Struktur Teks Laporan Hasil Observasi | Hanya menulis 1 bagian struktur draf laporan observasi berdasarkan pengamatan. | Menulis 2 bagian struktur draf laporan observasi (misalnya pembuka dan deskripsi saja, atau penutup terlewat). | Menulis draf lengkap memuat 3 bagian struktur (pembuka, deskripsi pengamatan alat dan aktivitas, serta penutup) secara runtut. | Menulis draf lengkap memuat seluruh bagian struktur secara runtut, mendalam, dan terperinci berdasarkan hasil pengamatan. | | Penggunaan Rangkaian Kalimat Kompleks | Belum menggunakan kalimat kompleks; seluruh draf hanya tersusun atas kalimat tunggal sederhana. | Menggunakan 1-2 kalimat kompleks dalam draf, tetapi hubungan antarklausa belum tepat. | Menggunakan minimal 3 kalimat kompleks dengan hubungan antarklausa yang tepat dan logis dalam draf laporan. | Menggunakan lebih dari 3 kalimat kompleks dengan variasi konjungsi bertingkat secara kreatif, tepat, dan padu dalam seluruh draf laporan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu menulis mandiri selama 25 menit cukup bagi murid untuk menyusun draf lengkap?
- Bagian struktur mana yang masih menjadi kendala bagi sebagian besar murid saat merangkai draf laporan?
Murid:- Bagian mana dari draf laporan observasi profesi yang paling mudah dan paling menantang saya tulis?
- Apakah saya sudah berhasil menggunakan minimal tiga kalimat kompleks dalam draf laporan saya?
Pertemuan 18 — Menulis Perbaikan Teks Laporan Hasil Observasi Sederhana dengan Rangkaian Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan draf laporan hasil observasi profesi yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca dua kalimat tunggal di papan tulis: (1) 'Pak Joko merawat tanaman hidroponik setiap pagi' dan (2) 'Sayuran tumbuh dengan segar dan terhindar dari hama', lalu diminta memilih satu kata hubung bertingkat yang tepat untuk menggabungkannya menjadi kalimat kompleks (pilihan: 'sehingga', 'tetapi', 'atau'; acuan jawaban benar: 'sehingga') (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Pertemuan 18, yaitu memperbaiki draf teks laporan hasil observasi sederhana tentang profesi dengan memperkaya dan menyempurnakan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menyajikan contoh perbandingan paragraf draf awal (didominasi kalimat tunggal sederhana yang terputus-putus) dengan paragraf hasil perbaikan (menggunakan rangkaian kalimat kompleks dengan konjungsi bertingkat seperti 'karena', 'sehingga', 'meskipun', 'ketika') bertema profesi barista kopi (7 menit).
- Murid mencermati dan membedah 3 pasangan kalimat tunggal menjadi kalimat kompleks pada teks barista kopi: (1) 'Barista menimbang biji kopi' + 'Rasa seduhan kopi menjadi konsisten' -> digabung dengan 'agar'; (2) 'Toko kopi sangat ramai pengunjung' + 'Ia tetap tersenyum melayani pesanan' -> digabung dengan 'meskipun'; (3) 'Ia membersihkan mesin penyaring' + 'Pengunjung selesai menikmati pesanan' -> digabung dengan 'setelah' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan 'Kartu Hubung Ajaib': Murid bermain kuis cepat berpasangan dengan menyambungkan 4 kartu potongan klausa hasil observasi menggunakan konjungsi yang tepat: (a) 'Pak Banu memeriksa tekanan ban mobil' disambung 'ia memastikan keselamatan pengendara' (konjungsi: 'sebelum'); (b) 'Ibu Nina merangkai bunga pesanan pelanggan' disambung 'toko bunga mulai dibuka' (konjungsi: 'ketika'); (c) 'Petugas kebersihan menyapu lorong sekolah' disambung 'warga sekolah merasa nyaman belajar' (konjungsi: 'supaya'); (d) 'Kak Reza merancang kode program gim' disambung 'ia mengalami kendala teknis berulang kali' (konjungsi: 'meskipun') (10 menit).
- Murid secara mandiri memeriksa draf lengkap teks laporan hasil observasi profesi masing-masing (pembuka, deskripsi pengamatan alat dan aktivitas, serta penutup) untuk menandai kalimat tunggal yang masih kaku atau terputus-putus (10 menit).
- Murid menulis perbaikan teks laporan hasil observasi profesi dengan mengubah minimal 3 bagian kalimat tunggal menjadi rangkaian kalimat kompleks secara kreatif dan koheren sesuai data fakta pengamatan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali hasil tulisan perbaikannya secara berkesadaran untuk memastikan seluruh kalimat kompleks yang dirangkai memiliki kejelasan hubungan sebab-akibat, waktu, tujuan, atau pertentangan sesuai data observasi (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa pengubahan kalimat tunggal menjadi rangkaian kalimat kompleks membuat alur teks laporan hasil observasi profesi lebih mengalir dan runtut (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman mandiri: murid mengidentifikasi konjungsi pada 1 kalimat kompleks penutup: 'Usaha pembuatan kerajinan bambu ini terus berkembang karena perajin selalu berinovasi menciptakan motif baru' (acuan jawaban: konjungsi 'karena') (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar kata hubung bertingkat (karena, sehingga, ketika, agar, meskipun) beserta contoh kalimatnya, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan menggunakan konjungsi korelatif bertingkat yang lebih variatif.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menulis perbaikan diberikan pendampingan langsung melalui pemodelan bertahap mengubah 1 kalimat tunggal terlebih dahulu, sementara murid yang mahir langsung memperbaiki draf secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan wajib menghasilkan minimal 3 kalimat kompleks dalam perbaikan teks laporannya, sedangkan murid yang mahir ditantang merangkai 5 atau lebih kalimat kompleks dalam perbaikan teks laporannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan menulis kalimat kompleks: Murid menggabungkan dua kalimat tunggal: (1) 'Pak Joko merawat tanaman hidroponik setiap pagi' dan (2) 'Sayuran tumbuh dengan segar dan terhindar dari hama' dengan memilih salah satu konjungsi: 'sehingga', 'tetapi', atau 'atau'. (Acuan jawaban benar: konjungsi bertingkat 'sehingga' menghasilkan kalimat: 'Pak Joko merawat tanaman hidroponik setiap pagi sehingga sayuran tumbuh dengan segar dan terhindar dari hama').
Proses:- Cek formatif latihan pembentukan kalimat kompleks pada perbaikan draf laporan observasi: Memeriksa ketepatan murid dalam menyusun minimal 3 kalimat kompleks bertingkat berdasarkan data pengamatan profesi yang diobservasi, dinilai dari kesesuaian kata hubung (seperti: 'karena', 'sehingga', 'agar', 'ketika', 'meskipun') dan kepaduan arti antar-klausa.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri penutup: Murid menuliskan kata penghubung (konjungsi) yang digunakan pada kalimat: 'Usaha pembuatan kerajinan bambu ini terus berkembang karena perajin selalu berinovasi menciptakan motif baru'. (Acuan jawaban benar: kata 'karena').
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja perbaikan penulisan draf laporan hasil observasi profesi dengan indikator ketercapaian pembentukan rangkaian kalimat kompleks.
- Observasi unjuk kerja saat murid menandai dan mengubah kalimat tunggal menjadi kalimat kompleks pada teks laporannya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Rangkaian Kalimat Kompleks dalam Teks Laporan | Belum mampu menuliskan perbaikan kalimat tunggal menjadi kalimat kompleks pada draf teks laporan hasil observasi (0 kalimat kompleks terbentuk secara tepat). | Menuliskan perbaikan draf teks laporan hasil observasi dengan merangkai 1-2 kalimat kompleks secara tepat sesuai konteks pengamatan dengan bantuan bimbingan guru. | Menuliskan perbaikan draf teks laporan hasil observasi dengan merangkai minimal 3 kalimat kompleks secara mandiri dan tepat sesuai konteks pengamatan. | Menuliskan perbaikan draf teks laporan hasil observasi dengan merangkai 5 atau lebih kalimat kompleks yang bervariasi jenis konjungsinya secara mandiri dan sangat kreatif sesuai konteks pengamatan. | | Kepaduan Makna Antarklausa pada Teks Laporan | Klausa yang dihubungkan tidak padu dan pemilihan kata hubung tidak sesuai dengan fakta hasil pengamatan. | Klausa yang dihubungkan sebagian padu, namun masih terdapat 1-2 kesalahan pemilihan kata hubung antarklausa. | Seluruh klausa dalam kalimat kompleks yang dirangkai padu dengan kata hubung yang tepat mencerminkan fakta hasil pengamatan. | Seluruh klausa dalam kalimat kompleks yang dirangkai sangat padu, mengalir luwes, dan memperjelas hubungan logis rincian data pengamatan secara kreatif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu mengenali kalimat tunggal yang perlu diperbaiki menjadi kalimat kompleks pada draf teks laporannya?
- Bagian mana dari aktivitas perbaikan draf yang paling membantu murid memahami cara merangkai kalimat kompleks secara kreatif?
Murid:- Kata hubung apa saja yang berhasil saya gunakan untuk memperbaiki kalimat pada laporan hasil observasiku?
- Apakah teks laporan hasil observasi yang saya perbaiki sekarang terasa lebih jelas dan enak dibaca dibanding draf awal?
Pertemuan 19 — Mempresentasikan Pokok Pikiran Pembuka Laporan Observasi Profesi Lingkungan secara Efektif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Mempresentasikan gagasan dari teks laporan hasil observasi tentang profesi di lingkungan sekitar dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-19, yaitu mempresentasikan pokok pikiran bagian pembuka teks laporan hasil observasi profesi di lingkungan sekitar secara efektif dan santun (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: membagikan potongan kartu pembuka laporan kepada 3 orang perwakilan murid untuk dibacakan di depan kelas: (1) 'Laporan ini mengamati tukang kebun sekolah bernama Pak Joko pada hari Senin di halaman belakang untuk mengetahui cara merawat tanaman hias', (2) 'Kemarin saya melihat-lihat saja di kantin sekolah tanpa tujuan yang jelas', dan (3) 'Laporan observasi pustakawan sekolah bernama Ibu Santi di perpustakaan bertujuan mengamati penataan buku bacaan'. Guru bersama kelas mengidentifikasi kartu yang memuat pembuka laporan yang efektif (acuan kunci diagnostik: kartu 1 dan 3 efektif karena memuat objek, nama tokoh profesi, lokasi, dan tujuan observasi; kartu 2 tidak efektif karena tidak memuat informasi pengamatan profesi yang jelas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan pemodelan guru tentang kriteria mempresentasikan pokok pikiran pembuka laporan observasi secara efektif (memuat 3 unsur pokok: objek/nama profesi, tempat/waktu pengamatan, dan tujuan observasi secara lugas tanpa berbelit-belit) dan santun (menggunakan salam pembuka yang ramah, sapaan hormat kepada pendengar, dan bahasa yang tidak merendahkan profesi yang diamati) (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 pokok pikiran pembuka pada draf laporan hasil observasi profesi masing-masing yang telah ditulis di pertemuan sebelumnya (misal: profesi petugas kebersihan, pengelola kantin, atau satpam sekolah) dengan menandai garis bawah pada unsur objek profesi, tempat/waktu, dan tujuan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan latihan permainan tantangan berpasangan 'Reporter Cilik Pengamat Profesi': berpasangan dengan teman sebangku, murid secara bergantian mempraktikkan penyampaian pembuka laporan observasi profesi dalam waktu maksimal 1 menit dengan salam santun dan penyampaian 3 unsur pembuka secara efektif (10 menit).
- Setiap murid maju secara bergiliran atau berpasangan di depan kelas/kelompok kecil untuk mempresentasikan pokok pikiran pembuka teks laporan hasil observasinya dengan menerapkan penyampaian efektif (lugas menyampaikan objek, lokasi/waktu, dan tujuan pengamatan) dan santun (salam hormat pembuka dan tutur kata sopan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memberikan umpan balik berbasis format ceklis sederhana: memeriksa ketercapaian 3 unsur pokok pikiran pembuka yang disampaikan (objek profesi, tempat/waktu, tujuan) dan penggunaan salam serta sapaan santun (5 menit).
- Murid menyimpulkan sendiri sejauh mana keberhasilan mereka menyampaikan pokok pikiran pembuka laporan dengan lugas dan sikap santun selama latihan dan presentasi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap praktik presentasi murid, menegaskan bahwa pokok pikiran pembuka yang efektif membantu pendengar langsung memahami konteks profesi yang diamati dengan santun (3 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 20: Mempresentasikan Gagasan Hasil Pengamatan Aktivitas Profesi dengan Lafal Jelas dan Santun) lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa pemantik pembuka (contoh: 'Selamat pagi teman-teman, hari ini saya akan menyampaikan hasil pengamatan terhadap profesi [nama profesi] di [tempat] yang bertujuan untuk...'). Murid yang sudah mahir menyusun kalimat sapaan pembuka secara mandiri dengan variasi gaya reporter yang formal dan lugas.
- Proses: Bagi murid yang belum percaya diri, latihan presentasi dilakukan secara berpasangan dengan teman sebangku sebelum tampil; murid yang mahir langsung mempresentasikan di hadapan kelompok empat orang.
- Produk: Semua murid mempresentasikan pokok pikiran pembuka laporan observasi dengan memenuhi kriteria keefektifan (3 unsur pokok) dan kesantunan (salam dan tutur sopan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi pembuka efektif: Murid mendengarkan 3 kartu pernyataan pembuka laporan: (1) 'Laporan ini mengamati tukang kebun sekolah bernama Pak Joko pada hari Senin di halaman belakang untuk mengetahui cara merawat tanaman hias', (2) 'Kemarin saya melihat-lihat saja di kantin sekolah tanpa tujuan yang jelas', (3) 'Laporan observasi pustakawan sekolah bernama Ibu Santi di perpustakaan bertujuan mengamati penataan buku bacaan'. Kriteria penerimaan: Murid tepat memilih kartu 1 dan 3 sebagai pembuka yang efektif karena memuat objek profesi, tempat/waktu, dan tujuan pengamatan yang jelas, serta menolak kartu 2 yang tidak memuat informasi pengamatan profesi.
Proses:- Pengamatan performa berbicara: Guru mencatat ketercapaian penyampaian pokok pikiran pembuka laporan observasi saat murid tampil dengan acuan pengamatan: (1) Efektivitas: memuat minimal 3 unsur pokok (objek/profesi yang diamati, lokasi/waktu observasi, tujuan observasi); (2) Kesantunan: menggunakan salam pembuka, kata sapaan hormat, dan bahasa yang sopan menghargai profesi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan kembali 3 unsur pokok pikiran yang wajib disampaikan dalam pembuka presentasi laporan observasi profesi agar efektif. Kriteria penerimaan tepat: murid menyebutkan (1) objek/nama profesi yang diamati, (2) lokasi atau waktu observasi, dan (3) tujuan dilakukannya observasi.
Formatif:- Unjuk kerja presentasi lisan pokok pikiran pembuka laporan hasil observasi profesi dengan lembar amatan ketercapaian efektivitas dan kesantunan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keefektifan Penyampaian Pokok Pikiran Pembuka | Menyampaikan pembuka laporan observasi tanpa menyebutkan 3 unsur pokok (objek profesi, tempat/waktu, tujuan observasi) sehingga gagasan pembuka tidak jelas. | Menyampaikan pembuka laporan observasi dengan memuat 1 dari 3 unsur pokok (hanya objek profesi, atau lokasi saja, atau tujuan saja). | Menyampaikan pembuka laporan observasi dengan memuat 2 dari 3 unsur pokok secara jelas. | Menyampaikan pembuka laporan observasi secara efektif dengan memuat lengkap 3 unsur pokok (objek profesi, tempat/waktu, dan tujuan observasi) secara lugas. | | Kesantunan dalam Mempresentasikan | Mempresentasikan pembuka laporan tanpa salam pembuka dan menggunakan bahasa yang kurang pantas atau tidak menghargai audiens/profesi yang diamati. | Mempresentasikan pembuka laporan dengan menggunakan salam pembuka tetapi belum menggunakan kata sapaan yang santun kepada audiens. | Mempresentasikan pembuka laporan dengan salam pembuka, sapaan santun, dan bahasa yang sopan dengan sedikit diingatkan guru. | Mempresentasikan pembuka laporan secara mandiri dan konsisten menggunakan salam pembuka yang ramah, sapaan hormat kepada audiens, serta tutur kata yang santun dan menghargai profesi yang diamati. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu menyampaikan 3 unsur pokok pikiran pembuka laporan secara lugas?
- Bagaimana tingkat kepercayaan diri dan kesantunan berbahasa murid saat tampil mempresentasikan pembuka laporan di depan teman?
Murid:- Bagian mana dari pembuka laporan observasiku yang paling jelas didengar dan dipahami oleh teman?
- Apakah aku sudah menyapa teman-teman dengan salam dan bahasa yang santun saat mempresentasikan pembuka laporanku?
Pertemuan 20 — Mempresentasikan Gagasan Hasil Pengamatan Aktivitas Profesi dengan Lafal Jelas dan Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Mempresentasikan gagasan dari teks laporan hasil observasi tentang profesi di lingkungan sekitar dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid untuk belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempresentasikan gagasan hasil pengamatan aktivitas profesi dengan lafal yang jelas dan bahasa yang santun (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta seorang murid melafalkan satu kalimat contoh: 'Dokter memeriksa denyut nadi pasien menggunakan stetoskop setiap pagi', lalu murid bersama guru mengecek kejelasan lafal bunyi vokal/konsonan dan kesantunannya (acuan diagnostik: pengucapan tiap suku kata terdengar terpisah dan bersih tanpa gumaman, serta pembukaan kalimat menggunakan sapaan ramah seperti 'Bapak/Ibu yang kami hormati' atau 'Teman-teman yang baik') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati panduan presentasi efektif dan santun pada teks laporan hasil pengamatan, khususnya pada bagian uraian aktivitas profesi yang memuat 3 komponen: (1) jenis tindakan kerja, (2) urutan pelaksanaan, dan (3) interaksi dengan orang lain (acuan komponen: misalnya profesi pustakawan melakukan inventarisasi buku, melayani peminjaman, dan merapikan rak secara berkala) (8 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 kalimat gagasan aktivitas profesi dari draf laporan observasi masing-masing dan menandai kata-kata kunci yang memerlukan pelafalan tegas serta menyisipkan frasa santun pembuka dan penjelas (acuan frasa santun: 'Izinkan saya menyampaikan hasil pengamatan...', 'Berdasarkan pengamatan kami...', 'Terima kasih atas perhatian teman-teman') (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan tantangan permainan komunikatif 'Estafet Suara Berbisik ke Bersuara Emas': Murid A membacakan 3 butir gagasan aktivitas profesi hasil observasinya kepada Murid B dengan lafal yang jelas per kata dan sikap santun, lalu Murid B memberikan umpan balik langsung menggunakan kartu centang kesantunan (12 menit).
- Secara bergantian, Murid B mempresentasikan 3 gagasan aktivitas profesi dari laporannya kepada Murid A dengan kejelasan artikulasi dan kesantunan berbahasa yang setara (11 menit).
- Perwakilan beberapa murid mempresentasikan gagasan aktivitas profesinya di depan kelas secara langsung, menyampaikan 3 poin aktivitas kerja berdasarkan laporan observasi (acuan presentasi: memuat urutan aktivitas harian profesi yang diamati, dilafalkan dengan artikulasi kata yang presisi dan intonasi santun) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi penampilan dirinya dan pasangannya dalam mempresentasikan gagasan aktivitas profesi, meninjau apakah lafal setiap istilah teknis pekerjaan terdengar jelas dan apakah kata-kata penghubung yang digunakan mencerminkan kesantunan (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama kunci presentasi gagasan laporan observasi yang berhasil, yakni lafal yang tepat pada istilah aktivitas dan pemilihan kata sapaan serta penjelasan yang santun (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian presentasi hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempresentasikan bagian alat-alat profesi (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan teks pengamatan dengan struktur kalimat berpanduan rumpang, sedangkan murid yang mahir menggunakan teks observasi mandiri dengan kosakata profesi yang lebih kaya.
- Proses: Pada latihan berpasangan, murid yang belum percaya diri berlatih melafalkan gagasan satu per satu kalimat dengan bimbingan teman sebaya atau guru, sedangkan murid yang sudah lancar langsung mempresentasikan seluruh rangkaian 3 aktivitas secara utuh.
- Produk: Format penyampaian presentasi lisan disesuaikan: murid dapat menyajikan dengan bantuan catatan poin kunci (cue card) atau presentasi lisan bebas bertumpu pada teks laporan lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji petik lafal dan kesantunan: Murid melafalkan satu kalimat aktivitas profesi contoh ('Dokter memeriksa denyut nadi pasien menggunakan stetoskop setiap pagi'). Guru mengecek 2 indikator kesiapan: (1) artikulasi suku kata jelas tanpa keraguan/gumaman, (2) menyertakan minimal satu sapaan santun pembuka (acuan: contoh sapaan santun 'Selamat pagi teman-teman', 'Permisi Bapak/Ibu guru').
Proses:- Observasi unjuk kerja saat presentasi berpasangan: Memeriksa apakah murid memaparkan 3 butir gagasan aktivitas profesi dari laporan observasi (acuan: [1] tindakan kerja pokok, [2] langkah/tahapan pengerjaan, [3] interaksi kerja) dengan lafal yang jelas (seluruh kata terartikulasi penuh) dan santun (menggunakan sapaan pembuka serta frasa santun penjelas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan 2 kaidah penting saat mempresentasikan gagasan laporan (acuan jawaban: melafalkan kata-kata tindakan secara jelas agar mudah dipahami, dan menggunakan frasa atau kalimat yang santun saat menyampaikan informasi).
Formatif:- Penilaian kinerja (unjuk kerja) presentasi berpasangan menggunakan rubrik kejelasan lafal dan kesantunan penyampaian gagasan aktivitas profesi.
- Catatan anekdotal guru selama murid menyajikan gagasan laporan di depan kelas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kejelasan Lafal Gagasan Aktivitas | Melafalkan gagasan aktivitas profesi dengan artikulasi yang kurang jelas, banyak gumaman, dan sebagian besar kata sulit dipahami pendengar. | Melafalkan gagasan aktivitas profesi dengan cukup jelas, namun beberapa istilah kegiatan pekerjaan masih diucapkan terburu-buru atau kurang tepat artikulasinya. | Melafalkan seluruh gagasan aktivitas profesi (tindakan kerja, tahapan, dan interaksi) dengan artikulasi kata yang jelas dan mudah dipahami pendengar secara mandiri. | Melafalkan seluruh gagasan aktivitas profesi dengan sangat jelas, artikulasi setiap istilah pekerjaan terdengar sempurna, bersih, dan konsisten tanpa jeda ragu. | | Kesantunan Presentasi | Menyampaikan gagasan tanpa menggunakan sapaan pembuka, kalimat penjelas bernada ketus atau tidak formal, serta tanpa ucapan terima kasih/penutup. | Menyampaikan gagasan dengan menyertakan sapaan pembuka, tetapi belum konsisten menggunakan frasa penjelas yang santun sepanjang presentasi. | Menyampaikan gagasan dengan bahasa yang santun secara utuh, mencakup sapaan ramah, kalimat penjelas yang menghargai pendengar, dan ungkapan penutup santun. | Menyampaikan gagasan dengan tingkat kesantunan yang tinggi secara alami dan konsisten, memilih diksi santun yang sangat takzim, serta menghormati seluruh respon pendengar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk latihan berpasangan cukup memfasilitasi seluruh murid melatih pelafalan dan kesantunannya?
- Bagaimana respons dan keaktifan murid saat melakukan umpan balik sebaya menggunakan tantangan presentasi?
Murid:- Bagian mana dari gagasan aktivitas profesi yang paling mudah dan paling menantang untuk kulafalkan secara jelas?
- Apakah aku sudah merasa percaya diri dan menggunakan tutur kata yang santun ketika berbicara di hadapan teman?
Pertemuan 21 — Mempresentasikan Gagasan Penggunaan Alat Profesi Berdasarkan Laporan Observasi secara Efektif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Mempresentasikan gagasan dari teks laporan hasil observasi tentang profesi di lingkungan sekitar dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempresentasikan gagasan mengenai penggunaan alat profesi dari teks laporan hasil observasi secara efektif dan santun (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 contoh kalimat presentasi alat profesi di papan tulis: Kalimat A: 'Dia pakai alat itu buat bikin adonan' vs Kalimat B: 'Koki menggunakan mikser elektrik berkecepatan tinggi untuk mencampur adonan roti secara merata', lalu meminta murid memilih kalimat mana yang menyampaikan gagasan alat secara efektif dan santun beserta alasannya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati pemodelan dari guru mengenai cara mempresentasikan gagasan bagian alat profesi secara efektif (gagasan fokus pada nama alat, fungsi spesifik, dan cara pemakaian) serta santun (menggunakan salam, pilihan kata sopan, dan apresiasi pendengar) berdasarkan laporan observasi (10 menit).
- Murid secara berpasangan menandai dan mencatat 3 komponen gagasan alat profesi dari draf teks laporan hasil observasi yang telah mereka miliki masing-masing, yaitu: (1) nama alat, (2) fungsi utama, dan (3) cara atau prosedur penggunaan alat tersebut oleh pelaku profesi (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid melakukan simulasi presentasi berpasangan dalam aktivitas 'Estafet Uji Alat': secara bergantian, setiap murid mempresentasikan gagasan penggunaan alat profesi dari laporannya selama 1,5 menit kepada pasangan dengan menerapkan kriteria efektif (gagasan runtut dan jelas) dan santun (kalimat pembuka dan penutup sopan), sementara pasangannya memberikan tanda centang pada lembar ceklist ketercapaian gagasan alat (15 menit).
- Guru memfasilitasi beberapa perwakilan murid untuk mempresentasikan gagasan penggunaan alat profesi di depan kelas, kemudian murid lain menyimak pemaparan gagasan tersebut secara tertib (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereviu efektivitas penyampaian gagasan penggunaan alat profesi yang telah dipresentasikan, mengidentifikasi apakah seluruh fungsi dan cara kerja alat telah tersampaikan tanpa ada informasi rancu (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelengkapan gagasan penggunaan alat profesi dan kesantunan berbahasa yang ditunjukkan selama presentasi (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melatih presentasi bagian kesimpulan laporan observasi, lalu menutup dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pandu alur presentasi alat berisi kalimat rumpang pembuka, fungsi, dan penutup; murid yang mahir mempresentasikan 2 hingga 3 variasi alat yang saling melengkapi dalam satu profesi.
- Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih presentasi terlebih dahulu dalam kelompok kecil 2 orang; murid yang siap langsung mempresentasikan gagasannya di depan kelompok yang lebih besar.
- Produk: Penyampaian gagasan lisan dapat didukung dengan peragaan kartu gambar alat atau bagan alur penggunaan alat sesuai pilihan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman keefektifan presentasi: Murid diminta menentukan kalimat presentasi alat profesi yang efektif dan santun di antara 2 pilihan: (Kalimat A) 'Dia pakai alat itu buat bikin adonan.' dan (Kalimat B) 'Koki menggunakan mikser elektrik berkecepatan tinggi untuk mencampur adonan roti secara merata.' Kriteria penerimaan/acuan: Murid memilih Kalimat B karena menyebutkan nama alat secara spesifik (mikser elektrik), fungsinya (mencampur adonan secara merata), dan subjek pengguna (koki) dengan bahasa yang runtut dan jelas.
Proses:- Penilaian formatif unjuk kerja saat murid mempresentasikan gagasan penggunaan alat profesi. Acuan penilaian: (1) Menyebutkan minimal 2 informasi penting alat (nama alat dan fungsinya/cara pakainya) secara tepat sesuai isi laporan observasi murid; (2) Menyampaikan gagasan secara efektif (langsung pada inti, tidak berbelit-belit); (3) Menggunakan bahasa yang santun (memakai kalimat pembuka sopan seperti 'Berikut adalah alat yang digunakan...', dan kalimat penutup 'Terima kasih atas perhatian teman-teman').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid secara acak diminta menyebutkan kembali 2 unsur utama yang wajib disampaikan saat mempresentasikan bagian alat profesi agar efektif. Kriteria penerimaan/acuan jawaban benar: Murid menyebutkan (1) nama alat profesi yang diamati dan (2) fungsi atau cara kerja alat tersebut dalam menunjang pekerjaan profesi.
Formatif:- Observasi unjuk kerja presentasi lisan gagasan penggunaan alat profesi berdasarkan rubrik keefektifan dan kesantunan penyampaian gagasan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keefektifan Gagasan Penggunaan Alat Profesi | Menyampaikan gagasan penggunaan alat profesi dengan belum jelas, belum memuat nama alat maupun fungsi kerja alat dari teks laporan observasi. | Menyampaikan gagasan penggunaan alat profesi dengan hanya memuat 1 informasi (nama alat saja atau fungsinya saja) dari teks laporan observasi. | Menyampaikan gagasan penggunaan alat profesi secara efektif dengan memuat 2 informasi pokok (nama alat dan fungsinya secara jelas) sesuai teks laporan observasi secara mandiri. | Menyampaikan gagasan penggunaan alat profesi secara efektif dan lengkap mencakup nama alat, fungsi utama, dan cara kerja alat secara terperinci sesuai teks laporan observasi secara mandiri. | | Kesantunan dalam Mempresentasikan Gagasan | Mempresentasikan gagasan tanpa menggunakan ungkapan santun pembuka maupun penutup. | Mempresentasikan gagasan dengan menggunakan ungkapan santun pada salah satu bagian saja (pembuka saja atau penutup saja) dengan arahan guru. | Mempresentasikan gagasan dengan menggunakan pilihan kata yang santun pada kalimat pembuka dan penutup secara mandiri. | Mempresentasikan gagasan dengan menggunakan pilihan kata yang santun secara konsisten sepanjang presentasi (pembuka, transisi penjelasan gagasan, dan penutup) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kegiatan simulasi presentasi berpasangan mencukupi bagi seluruh murid untuk menyampaikan gagasan alat profesi?
- Bagian mana dari penyampaian gagasan alat profesi yang masih paling sulit dipresentasikan murid secara efektif?
Murid:- Bagian apa yang paling mudah dan paling menantang ketika mempresentasikan alat profesi kepada teman?
- Apakah temanmu dapat memahami fungsi dan cara penggunaan alat profesi yang kamu sampaikan?
Pertemuan 22 — Mempresentasikan Kesimpulan Teks Laporan Hasil Observasi Profesi Lingkungan secara Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Mempresentasikan gagasan dari teks laporan hasil observasi tentang profesi di lingkungan sekitar dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempresentasikan gagasan kesimpulan dari teks laporan hasil observasi profesi di lingkungan sekitar secara efektif dan santun (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Apa saja dua unsur utama yang harus ada dalam kalimat kesimpulan laporan hasil observasi?' Murid menjawab secara lisan (acuan jawaban: memuat inti ringkasan hasil pengamatan dan pesan/penilaian umum tentang profesi yang diamati) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati contoh teks kesimpulan laporan observasi profesi penjaga perpustakaan yang ditampilkan guru: 'Berdasarkan hasil pengamatan, profesi pustakawan sekolah berperan penting dalam mengelola buku dan melayani peminjaman secara tertib, sehingga perpustakaan menjadi sarana belajar yang sangat nyaman bagi warga sekolah.' (acuan gagasan inti: peran pustakawan dalam ketertiban dan kenyamanan belajar) (7 menit).
- Guru memodelkan cara mempresentasikan gagasan kesimpulan tersebut secara efektif (langsung pada inti, tidak berbelit-belit) dan santun (menggunakan sapaan sopan pembuka 'Selamat pagi teman-teman', bahasa yang runtut, dan penutup 'Terima kasih atas perhatian teman-teman'), lalu mendiskusikannya bersama murid (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyiapkan bagian kesimpulan dari draf laporan hasil observasi profesi lingkungan sekitar yang telah ditulis sebelumnya (misalnya profesi petugas kebersihan, penjaga kantin, atau satpam sekolah) (5 menit).
- Tantangan 'Estafet Suara Reporter Santun': Murid berpasangan memainkan peran saling mempresentasikan gagasan kesimpulan laporannya secara bergantian layaknya reporter yang santun, saling memeriksa apakah gagasan kesimpulan tersampaikan secara efektif dan menggunakan kalimat pembuka/penutup yang santun (12 menit).
- Tiga perwakilan murid mempresentasikan gagasan kesimpulan laporan observasinya di depan kelas secara mandiri, efektif, dan santun, sementara murid lain menyimak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi keberhasilan diri dalam mempresentasikan kesimpulan secara efektif (gagasan pokok kesimpulan terucap jelas) dan santun (menggunakan kata sapaan serta penutup santun) menggunakan lembar cek mandiri singkat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa presentasi kesimpulan yang efektif berfokus pada gagasan pokok hasil observasi serta disampaikan dengan bahasa yang santun (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid berbicara dan menutup pelajaran dengan doa serta salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu panduan kerangka frasa santun ('Berdasarkan pengamatan kami, dapat disimpulkan bahwa... Terima kasih'), sedangkan murid yang mahir mempresentasikan kesimpulan tanpa bantuan kartu.
- Proses: Murid berlatih mempresentasikan kesimpulan secara berpasangan sebelum tampil di depan kelas; murid yang kurang percaya diri didampingi guru saat latihan berpasangan.
- Produk: Penyampaian gagasan kesimpulan dapat disesuaikan dengan profesi lingkungan sekitar yang telah diamati masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 unsur yang harus termuat saat menyampaikan gagasan kesimpulan laporan observasi!' (Kriteria/Acuan jawaban: (1) Menyebutkan inti ringkasan tugas/peran profesi hasil observasi, (2) Menyebutkan dampak/manfaat profesi tersebut bagi lingkungan sekitar).
Proses:- Observasi ketercapaian saat murid mempresentasikan gagasan kesimpulan dalam kegiatan berpasangan 'Estafet Suara Reporter Santun' berdasarkan dua kriteria: efektivitas penyampaian gagasan pokok kesimpulan (tanpa keluar konteks pengamatan) dan kesantunan berbahasa (memakai sapaan dan penutup santun).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa identifikasi mandiri pada kartu centang: murid menandai apakah gagasan kesimpulan profesi mereka sudah memuat poin inti hasil pengamatan dan telah disampaikan dengan kalimat santun (kriteria penerimaan: murid dapat menunjukkan 1 kalimat inti simpulan profesi yang diobservasi dan 1 frasa pembuka/penutup santun yang digunakan saat presentasi).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja presentasi kesimpulan laporan observasi profesi lingkungan sekitar secara berpasangan dan perwakilan individu dengan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Efektivitas Penyampaian Gagasan Kesimpulan | Belum mampu menyampaikan gagasan pokok kesimpulan laporan observasi profesi. | Menyampaikan sebagian gagasan kesimpulan laporan observasi profesi tetapi masih berbelit-belit atau belum memuat inti hasil pengamatan. | Mempresentasikan gagasan kesimpulan laporan observasi profesi secara efektif dan langsung memuat inti hasil pengamatan. | Mempresentasikan gagasan kesimpulan laporan observasi profesi secara sangat efektif, ringkas, padat, dan runtut mencakup seluruh inti hasil pengamatan secara mandiri. | | Kesantunan Mempresentasikan | Belum menggunakan ungkapan atau tata cara berbicara yang santun saat mempresentasikan kesimpulan. | Menggunakan ungkapan santun hanya pada bagian pembuka atau penutup saja saat mempresentasikan kesimpulan. | Mempresentasikan gagasan kesimpulan dengan bahasa yang santun secara konsisten pada pembuka, penyampaian isi, dan penutup. | Mempresentasikan gagasan kesimpulan dengan bahasa yang sangat santun, menggunakan pilihan kata yang sangat sopan dan menghargai audiens secara konsisten tanpa diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk berlatih mempresentasikan gagasan kesimpulan secara santun?
- Bagian mana dari panduan efektivitas presentasi kesimpulan yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Apakah saya sudah berhasil menyampaikan kesimpulan laporan observasi profesi saya secara ringkas dan mudah dipahami teman?
- Kata-kata santun apa saja yang tadi sudah saya gunakan saat membuka dan menutup presentasi kesimpulan saya?
Pertemuan 23 — Mempresentasikan Keseluruhan Gagasan Teks Laporan Hasil Observasi Profesi dalam Diskusi Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Mempresentasikan gagasan dari teks laporan hasil observasi tentang profesi di lingkungan sekitar dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-23, yaitu mempresentasikan keseluruhan gagasan teks laporan hasil observasi profesi secara efektif dan santun dalam kelompok (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 kriteria presentasi santun dan efektif: (1) kata sapaan/penutup santun yang digunakan dan (2) kelengkapan 3 bagian gagasan laporan (pembuka, deskripsi pengamatan aktivitas/alat, simpulan). Murid menjawab secara lisan (acuan: sapaan santun pembuka seperti 'Selamat pagi teman-teman, izinkan saya membagikan laporan observasi...' dan penutup seperti 'Terima kasih atas perhatian teman-teman'; 3 bagian gagasan mencakup bagian pembuka identitas profesi, deskripsi aktivitas/alat, serta simpulan profesi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati panduan penyajian gagasan laporan observasi secara utuh dan santun yang dicontohkan guru, meliputi penyampaian bagian pembuka, deskripsi observasi alat dan aktivitas, serta simpulan profesi secara runtut dan efektif (5 menit).
- Murid bersama pasangannya memainkan kuis cepat 'Tantangan Kalimat Santun': murid memilih 3 kalimat pembuka dan penutup presentasi yang efektif dan santun dari daftar berikut: (1) 'Woy dengarkan ini laporku!', (2) 'Selamat pagi teman-teman, perkenankan saya mempresentasikan hasil pengamatan profesi pustakawan di sekolah kita', (3) 'Cepat catat ya!', (4) 'Demikian laporan observasi ini saya sampaikan, terima kasih atas perhatian teman-teman'. (Acuan pilihan benar: kalimat nomor 2 dan 4) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang dan menyiapkan teks laporan hasil observasi profesi lingkungan sekitar masing-masing yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Secara bergiliran dalam kelompok, setiap murid mempresentasikan keseluruhan gagasan dari teks laporan hasil observasi profesi masing-masing secara utuh (mencakup bagian pembuka, deskripsi pengamatan alat dan aktivitas profesi, serta penutup/kesimpulan) dengan kalimat yang efektif serta tutur kata yang santun (25 menit).
- Saat satu murid mempresentasikan laporan observasinya, teman sekelompok menyimak dan menandai lembar cek presentasi efektif dan santun berdasarkan ketercakupan 3 bagian laporan serta kesantunan penyampaian (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid menyampaikan refleksi diri secara singkat di dalam kelompok mengenai kelancaran dan kesantunannya saat menyampaikan keseluruhan gagasan laporan observasi tadi (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya mempresentasikan keseluruhan gagasan laporan observasi dengan urutan yang padu, kalimat yang efektif, dan bahasa yang santun (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas pelaksanaan presentasi kelompok, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif bab, lalu menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan alur bicara yang memuat transisi kata santun per bagian laporan (Pembuka -> Deskripsi -> Simpulan); murid yang mahir mempresentasikan langsung berpedoman pada teks laporan utuh miliknya.
- Proses: Pada saat presentasi kelompok, murid yang membutuhkan bimbingan dapat mempresentasikan laporan dengan dipandu giliran per bagian oleh ketua kelompok.
- Produk: Seluruh murid tetap mempresentasikan keseluruhan gagasan laporan hasil observasi profesi yang telah dibuat secara lisan di hadapan kelompoknya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan tentang kriteria penyajian gagasan yang efektif dan santun: Murid menyebutkan 1 kalimat pembuka/penutup santun dan 3 bagian isi laporan observasi yang wajib disampaikan (Acuan jawaban: kalimat pembuka/penutup santun memuat kata sapaan/terima kasih yang santun, misalnya 'Selamat pagi/siang...', 'Terima kasih atas perhatian teman-teman'; 3 bagian laporan yang wajib disampaikan: pembuka/identitas profesi, deskripsi aktivitas dan alat kerja, serta simpulan/penutup).
Proses:- Pengamatan performa berbicara saat mempresentasikan gagasan laporan dalam kelompok. Indikator pengamatan: (1) Menyajikan keseluruhan isi laporan observasi mencakup 3 bagian: pembuka, deskripsi pengamatan aktivitas & alat profesi, dan simpulan; (2) Menggunakan kalimat yang efektif (langsung pada inti gagasan tanpa berbelit-belit); (3) Menggunakan tutur kata dan bahasa yang santun (memakai sapaan pembuka santun, intonasi sopan, dan penutup berterima kasih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan secara mandiri apakah presentasi yang mereka lakukan tadi telah memuat ketiga bagian laporan observasi profesi (pembuka, deskripsi alat & aktivitas, simpulan) dan menerapkan ungkapan santun (Acuan: murid mampu mengonfirmasi penyampaian ketiga bagian laporan observasi profesi secara runtut dan santun).
Formatif:- Observasi unjuk kerja presentasi lisan keseluruhan gagasan teks laporan hasil observasi dalam kelompok menggunakan rubrik penilaian keefektifan dan kesantunan berbahasa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Penyajian Keseluruhan Gagasan Laporan Observasi | Hanya mempresentasikan 1 bagian dari teks laporan hasil observasi profesi (hanya pembuka, deskripsi, atau penutup). | Mempresentasikan 2 bagian dari teks laporan hasil observasi profesi secara runtut. | Mempresentasikan keseluruhan 3 bagian teks laporan hasil observasi profesi (pembuka, deskripsi aktivitas dan alat kerja, serta penutup/simpulan) secara runtut. | Mempresentasikan keseluruhan 3 bagian teks laporan hasil observasi profesi secara runtut, lengkap, dan mengalir dengan transisi antargagasan yang sangat padu. | | Keefektifan dan Kesantunan Berbicara | Belum menggunakan kalimat yang efektif dan belum menerapkan ungkapan pembuka maupun penutup yang santun saat presentasi. | Menyampaikan gagasan dengan kalimat yang cukup efektif, namun hanya memuat salah satu ungkapan santun (hanya pembuka atau hanya penutup). | Menyampaikan gagasan dengan kalimat yang efektif (langsung pada pokok bahasan) serta menerapkan ungkapan santun pada pembuka dan penutup presentasi. | Menyampaikan gagasan secara konsisten dengan kalimat yang sangat efektif serta menggunakan pilihan kata dan tata krama tutur yang sangat santun di sepanjang presentasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan waktu yang cukup untuk mempresentasikan keseluruhan gagasan laporan observasinya di dalam kelompok?
- Bagaimana respons murid dalam menerapkan tutur bahasa yang efektif dan santun selama presentasi berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari laporan observasi profesi yang paling mudah dan paling menantang untuk kupresentasikan di hadapan teman kelompok?
- Apakah saya sudah menggunakan bahasa yang santun dan kalimat yang jelas saat membagikan hasil pengamatan saya?
Pertemuan 24 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang perjalanan tokoh mengubah hobi menjadi profesi
- TP 6.4.2 Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi
- TP 6.4.3 Mempresentasikan gagasan dari teks laporan hasil observasi tentang profesi di lingkungan sekitar dengan efektif dan santun
- TP 6.4.4 Menulis teks laporan hasil observasi sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan seluruh murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur asesmen sumatif Bab 4 yang mencakup tiga bagian: tes pemahaman teks aural-visual, penulisan teks laporan hasil observasi sederhana, serta presentasi kelompok hasil observasi (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan teks aural nonsastra berjudul 'Kisah Sukses Kak Danu: Merakit Robot Mainan Menjadi Teknisi Otomasi' sebanyak dua kali, kemudian murid menyimak lembar teks visual infografik tentang 'Inovasi Petani Hidroponik Kota dari Hobi Berkebun' yang dibagikan secara serentak di meja masing-masing (5 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar tes tertulis pemahaman menyimak dan membaca visual berisi 4 butir soal: (1) Informasi awal latar belakang tokoh Danu mengubah hobi merakit mainan menjadi profesi perakit mesin otomasi; (2) Gagasan pokok perjalanan karier Danu; (3) Informasi tersurat dan tersirat dalam infografik hidroponik perkotaan; (4) Nilai ketekunan dan inovasi profesi yang tercermin dalam kedua teks (acuan jawaban: Soal 1 = Danu gemar membongkar-pasang mainan elektronik bekas sejak SD hingga mampu membuat robot pengemas otomatis; Soal 2 = Ketekunan menekuni hobi robotika mengantarkan tokoh menjadi wirausahawan teknisi otomasi lokal; Soal 3 tersurat = lahan hidroponik kota seluas 50 m2 menghasilkan 120 kg sayur per bulan, tersirat = keterbatasan lahan perkotaan bukan halangan berproduksi jika memanfaatkan teknologi pipa bertingkat; Soal 4 = nilai ketekunan pantang menyerah saat uji coba gagal dan nilai inovasi memanfaatkan barang bekas/teknologi tepat guna untuk memberi dampak ekonomi) (18 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individu menulis teks laporan hasil observasi sederhana tentang salah satu profesi di lingkungan sekitar sekolah yang telah diamati (misalnya penjaga perpustakaan, pengelola kantin sehat, atau petugas kebersihan sekolah), dengan menyusun minimal 3 paragraf (bagian pembuka, deskripsi pengamatan aktivitas dan alat kerja, serta penutup simpulan) menggunakan minimal 3 rangkaian kalimat kompleks dengan konjungsi koordinatif/subordinatif secara kreatif (acuan kriteria: laporan memuat judul objek profesi, waktu/lokasi observasi, minimal 3 kalimat kompleks penghubung 'karena', 'sehingga', 'meskipun', 'ketika', atau 'bahwa', dan mendeskripsikan aktivitas serta alat kerja secara faktual) (21 menit).
- Murid secara beregu dalam kelompok (7 kelompok yang terdiri atas 4 murid) secara bergiliran menampilkan presentasi pokok gagasan teks laporan observasi profesi di depan kelas dengan durasi masing-masing tampil 2,5 menit, menyampaikan pokok pembuka, pengamatan aktivitas dan alat, serta simpulan dengan lafal jelas, intonasi wajar, dan tata krama santun (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar refleksi diri mengenai pengalaman menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif (menyimak teks aural, membaca teks visual, menulis laporan kalimat kompleks, dan presentasi unjuk kerja) secara jujur dan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja artefak analisis dan teks laporan hasil observasi murid untuk dinilai (1 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas integritas dan kerja keras murid selama menyelesaikan asesmen Bab 4 serta menutup sesi dengan doa penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar instrumen teks visual dengan ukuran huruf lebih besar atau tata letak kontras tinggi bagi murid yang membutuhkan akomodasi penglihatan tanpa mengubah isi teks atau bobot butir soal.
- Proses: Memberikan kesempatan posisi duduk di baris terdepan saat menyimak pembacaan teks aural bagi murid dengan kendala pendengaran tanpa mengurangi kecepatan atau mengubah naskah simakan.
- Produk: Format penyajian laporan tulisan dan rubrik unjuk kerja presentasi disamakan sesuai acuan standar sumatif ATP untuk seluruh murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan fisik dan kelengkapan alat tulis murid sebelum memulai pengerjaan tiga sesi asesmen sumatif Bab 4.
Proses:- Pemantauan kemandirian murid selama tes tertulis dan penulisan teks laporan serta pencatatan lembar observasi guru saat giliran unjuk kerja presentasi kelompok berlangsung.
Sumatif Bab:- Portofolio terpadu simak-baca-tulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar kerja analisis simakan dan bacaan visual, teks laporan hasil observasi profesi sederhana dengan kalimat kompleks, serta penampilan presentasi kelompok yang santun dan efektif
- Tes tertulis pemahaman simakan dan bacaan visual serentak: Lembar kerja berisi catatan analisis informasi dari teks aural yang dibacakan guru mengenai kisah tokoh, serta analisis informasi dan nilai keteladanan dari teks visual tentang inovasi profesi yang dikerjakan serentak seluruh kelas (25 menit; kelompok; instrumen: Kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman teks)
- Penilaian produk penulisan laporan hasil observasi: Teks laporan hasil observasi sederhana tentang profesi di lingkungan sekitar yang ditulis secara individual serentak dengan menggunakan rangkaian kalimat kompleks dan struktur padu (25 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian produk menulis teks laporan hasil observasi)
- Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyampaian lisan gagasan pokok laporan hasil observasi profesi secara beregu (7 kelompok @ 4 murid, masing-masing tampil 2,5 menit) menggunakan lafal jelas, intonasi tepat, serta sikap santun (20 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi unjuk kerja presentasi lisan)
Sumatif:- Portofolio terpadu simak-baca-tulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar kerja analisis simakan dan bacaan visual, teks laporan hasil observasi profesi sederhana dengan kalimat kompleks, serta penampilan presentasi kelompok yang santun dan efektif
- Tes tertulis pemahaman simakan dan bacaan visual serentak: Lembar kerja berisi catatan analisis informasi dari teks aural yang dibacakan guru mengenai kisah tokoh, serta analisis informasi dan nilai keteladanan dari teks visual tentang inovasi profesi yang dikerjakan serentak seluruh kelas (25 menit; kelompok; instrumen: Kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman teks)
- Penilaian produk penulisan laporan hasil observasi: Teks laporan hasil observasi sederhana tentang profesi di lingkungan sekitar yang ditulis secara individual serentak dengan menggunakan rangkaian kalimat kompleks dan struktur padu (25 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian produk menulis teks laporan hasil observasi)
- Unjuk kerja presentasi kelompok: Penyampaian lisan gagasan pokok laporan hasil observasi profesi secara beregu (7 kelompok @ 4 murid, masing-masing tampil 2,5 menit) menggunakan lafal jelas, intonasi tepat, serta sikap santun (20 menit; kelompok; instrumen: Rubrik observasi unjuk kerja presentasi lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Teks Aural dan Visual (TP 6.4.1 & TP 6.4.2) | Hanya mampu menganalisis 1 dari 4 butir acuan informasi/nilai teks aural-visual secara tepat. | Mampu menganalisis 2 dari 4 butir acuan informasi/nilai teks aural-visual secara tepat. | Mampu menganalisis 3 dari 4 butir acuan informasi/nilai teks aural-visual secara tepat. | Mampu menganalisis seluruh 4 butir acuan informasi (informasi awal, gagasan pokok, informasi tersurat/tersirat, serta nilai ketekunan dan inovasi) secara tepat dan lengkap. | | Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kalimat Kompleks (TP 6.4.4) | Menulis teks laporan observasi belum terstruktur dan belum menggunakan kalimat kompleks (0 kalimat kompleks teridentifikasi). | Menulis teks laporan observasi memuat pembuka dan deskripsi pengamatan dengan 1-2 kalimat kompleks yang tepat. | Menulis teks laporan observasi lengkap (pembuka, deskripsi alat dan aktivitas, penutup) dengan minimal 3 kalimat kompleks secara tepat. | Menulis teks laporan observasi lengkap dengan struktur padu dan menggunakan lebih dari 3 kalimat kompleks yang bervariasi konjungsinya secara tepat dan kreatif. | | Mempresentasikan Laporan Observasi Profesi (TP 6.4.3) | Menyampaikan gagasan laporan observasi dengan suara tidak terdengar jelas dan sikap belum menunjukkan tata krama santun. | Menyampaikan gagasan laporan observasi dengan lafal cukup jelas namun intonasi kaku dan sikap kurang santun. | Menyampaikan gagasan laporan observasi (pembuka, hasil pengamatan, atau penutup) secara efektif dengan lafal jelas dan sikap santun. | Menyampaikan keseluruhan pokok gagasan laporan observasi secara sangat efektif, runtut, lafal artikulatif, intonasi tepat, serta sikap santun dan percaya diri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit terdistribusi secara efektif untuk ketiga instrumen asesmen sumatif (tes tulis, produk menulis, dan unjuk kerja presentasi)?
- Bagaimanakah tingkat ketercapaian murid kelas 6 pada kompetensi menulis kalimat kompleks dan kemampuan menganalisis teks aural-visual dalam Bab 4?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini (menyimak-membaca, menulis laporan, atau presentasi) yang paling berhasil kamu kerjakan dengan mandiri?
- Pelajaran berharga apa yang kamu dapatkan tentang cara mengembangkan hobi menjadi profesi yang bermanfaat setelah menyelesaikan seluruh bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025)
- Naskah teks aural nonsastra 'Kisah Sukses Kak Danar: Bermula dari Kamera Saku'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Teks Aural
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Bab 4, Halaman 176-180
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI, Bab 4 'Dari Hobi Menjadi Profesi' dan Teks Biografi Atlet 'Rahasia Juara Afrilla'
- Lembar Kerja Menyimak Gagasan Pokok Teks Aural
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Revisi 2025, Bab 4
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI Revisi 2025, Bab 4
- Naskah teks aural 'Langkah Nyata Kak Bima: Dari Hobi Sketsa ke Studio Animasi'
- Kartu rincian peristiwa untuk aktivitas berpasangan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI, Kemendikdasmen 2025
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI, Kemendikdasmen 2025 Bab 4
- Naskah teks aural 'Kisah Chef Dimas: Dari Dapur Rumah Menuju Restoran Bintang'
- Kartu permainan 'Detektif Sebab-Akibat' dan Lembar Kerja Analisis Kausalitas
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi 2025), Bab 4
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Bab 4 'Dari Hobi Menjadi Profesi'
- Naskah teks aural 'Kisah Sukses Kak Danar: Dari Hobi Merakit Robot Menjadi Wirausahawan Teknologi'
- Papan tulis mini/kertas lembar kerja murid
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD (Kemendikbudristek 2025)
- Naskah teks aural kisah sukses hobi menjadi profesi: 'Jejak Sukses Pak Rangga' dan 'Perjalanan Kak Maya'
- Lembar analisis informasi teks aural 4 butir
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI (Kemendikdasmen 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI (Kemendikdasmen 2025) Halaman 135-138
- Lembar teks nonsastra visual 'Hobi Membuat Perangkap Ikan, Kini Jadi Nelayan Inovatif'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Berburu Jawaban Tersurat'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen 2025
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen 2025
- Lembar Kerja Teks Visual 'Dari Hobi Tanaman Hias ke Budidaya Hidroponik Otomatis'
- Poster infografik 'Hobi Membuat Perangkap Ikan, Kini Jadi Nelayan Inovatif'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Bab 4
- Infografik visual 'Perjalanan Pak Joko Menjadi Nelayan Inovatif' dan 'Budidaya Anggrek Mini Bu Sarah'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025)
- Poster infografik 'Dari Hobi Merakit Jadi Teknisi Drone Pertanian'
- Lembar infografik 'Inovasi Sepeda Pembuat Kompos'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI Revisi 2025, Bab 4 'Dari Hobi Menjadi Profesi'
- Media infografik 'Nelayan Inovatif Ramah Lingkungan'
- Poster visual 'Kriya Kayu Bekas Pak Budi'
- Kartu tantangan detektif visual kebaikan sosial
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Kemendikdasmen, 2025)
- Lembar Teks Visual Infografik: 'Kisah Sukses Pak Wayan: Pengrajin Mainan Edukatif Berkelanjutan'
- Set kartu berpasangan 'Detektif Nilai & Bukti Teks'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen RI, 2025.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen RI, 2025 (Bab 4).
- Lembar Kerja Murid: Bagan Kerangka Teks Laporan Hasil Observasi Profesi Lingkungan Sekitar.
- Kartu permainan 'Tantangan Kartu Kerangka'.
- Contoh teks model bagian pembuka laporan hasil observasi profesi lingkungan sekolah
- Kartu latihan unsur data pengamatan untuk permainan 'Sambung Kalimat Kompleks Pembuka'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD (Edisi Revisi 2025)
- Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Edisi Revisi 2025) Bab 4
- Lembar catatan pengamatan lapangan profesi milik murid
- Kartu permainan rangkai kata alat dan aktivitas profesi
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Edisi Revisi 2025) Bab 4
- Lembar catatan hasil observasi lapangan murid tentang profesi di lingkungan sekitar
- Kartu konjungsi subordinatif untuk permainan kalimat
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi, 2025)
- Lembar Kerja Draf Teks Laporan Hasil Observasi
- Kartu Kata Konjungsi Kompleks Bertingkat
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
- Draf teks laporan hasil observasi profesi milik murid dari pertemuan sebelumnya
- Kartu Hubung Ajaib (kartu berisi klausa pengamatan dan kartu kata hubung)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Revisi 2025
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI Revisi 2025 Bab 4
- Draf teks laporan hasil observasi profesi lingkungan sekitar karya murid (dari Pertemuan 17-18)
- Kartu pemantik salam dan pembuka presentasi laporan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
- Draf Teks Laporan Hasil Observasi Profesi buatan murid (dari pertemuan 17-18)
- Kartu kendali kesantunan berbicara (rubrik sebaya sederhana)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI, Kemendikdasmen 2025, Bab 4.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI, Bab 4 Dari Hobi Menjadi Profesi.
- Draf teks laporan hasil observasi profesi lingkungan sekitar milik murid.
- Lembar ceklist pengamatan presentasi berpasangan.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD, Kemendikdasmen 2025 Bab IV
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD Bab IV 'Dari Hobi Menjadi Profesi'
- Draf laporan hasil observasi profesi lingkungan sekitar karya murid
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD (Edisi Revisi 2025) Bab 4
- Draf lengkap Teks Laporan Hasil Observasi Profesi karya masing-masing murid
- Lembar cek pengamatan presentasi kelompok
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Bab IV 'Dari Hobi Menjadi Profesi'
- Naskah teks aural 'Kisah Sukses Kak Danu: Merakit Robot Mainan Menjadi Teknisi Otomasi'
- Lembar teks visual infografik 'Inovasi Petani Hidroponik Kota dari Hobi Berkebun'
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 4 dan Rubrik Penilaian Observasi Guru
|