Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Proyek Bersama: Mempresentasikan Gagasan tentang Minat dan Bakat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Proyek Bersama: Mempresentasikan Gagasan tentang Minat dan Bakat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Proyek Bersama: Mempresentasikan Gagasan tentang Minat dan Bakat

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Proyek Bersama: Mempresentasikan Gagasan tentang Minat dan Bakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikProyek Bersama: Mempresentasikan Gagasan tentang Minat dan Bakat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan gagasan tentang minat dan bakat berdasarkan data hasil wawancara dan pengalaman belajar di depan kelas secara efektif dan santun.
  2. Murid dapat menyampaikan perasaan dan inspirasi yang diperoleh selama proses menggali minat dan bakat secara lisan dengan pilihan kata yang kreatif dan menarik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya satu menit untuk menceritakan minat dan bakatmu kepada seluruh dunia, apa yang paling pertama ingin kamu sampaikan?
  2. Bagaimana cara membuat orang lain tertarik dan terinspirasi ketika mendengar cerita tentang minat dan bakatmu?
  3. Apa perasaan yang muncul saat kamu menceritakan sesuatu yang benar-benar kamu sukai kepada orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam hangat dan mengajak murid duduk membentuk setengah lingkaran atau formasi panggung mini untuk menciptakan suasana presentasi yang nyaman dan meriah.
  • Guru mengajukan asesmen awal secara lisan: menampilkan dua kata di papan tulis ('minat' dan 'bakat'), lalu bertanya, 'Siapa yang sudah siap menceritakan minat dan bakatnya hari ini? Tunjukkan jempol ke atas!' untuk mengukur kesiapan dan kepercayaan diri awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Jika kamu punya satu menit untuk menceritakan minat dan bakatmu kepada seluruh dunia, apa yang paling pertama ingin kamu sampaikan?' dan meminta 2–3 murid berbagi jawaban singkat secara spontan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa ramah: 'Hari ini kita akan tampil presentasi! Kalian akan berbagi cerita tentang minat dan bakat berdasarkan hasil wawancara yang sudah kalian kumpulkan, sekaligus menyampaikan perasaan dan inspirasi yang kalian dapatkan selama perjalanan belajar ini.'
  • Guru mengingatkan kesepakatan kelas saat presentasi berlangsung: mendengarkan dengan penuh hormat, tidak menyela, dan siap memberikan apresiasi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menuliskan di papan tulis tiga komponen presentasi efektif yang harus ada: (1) gagasan utama tentang minat/bakat narasumber, (2) data atau fakta menarik dari hasil wawancara, dan (3) perasaan serta inspirasi pribadi yang diperoleh selama proses menggali minat dan bakat.
  • Guru memperlihatkan contoh singkat presentasi (dapat berupa rekaman video pendek, rekaman suara, atau guru sendiri yang memeragakan selama ±2 menit) yang menunjukkan cara menyampaikan gagasan secara efektif dan santun, sekaligus menggunakan pilihan kata yang kreatif dan menarik.
  • Murid berdiskusi berpasangan selama 3 menit: 'Apa yang membuat presentasi tadi terasa menarik dan mudah dipahami?' Kemudian 2–3 pasangan berbagi hasil diskusinya secara lisan.
  • Guru merangkum poin kunci yang disebutkan murid dan menambahkan tips singkat: gunakan sapaan pembuka yang hangat, sampaikan fakta wawancara dengan kalimat yang jelas, dan tutup dengan kalimat inspiratif yang berkesan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid diberi waktu 5 menit untuk menyiapkan catatan presentasi mereka — boleh berupa poin-poin kunci, kartu catatan, infografik/poster yang sudah dibuat di pertemuan sebelumnya, atau alat bantu visual lain yang telah disiapkan.
  • Guru membagi kelas menjadi dua kelompok besar: satu kelompok presentasi lebih dulu (babak pertama), satu kelompok berikutnya (babak kedua), sehingga semua murid mendapat giliran tampil.
  • Setiap murid mempresentasikan gagasan tentang minat dan bakat narasumber hasil wawancara serta pengalaman belajarnya selama ±2–3 menit per orang di depan kelas. Murid menyertakan: (a) gagasan utama tentang minat/bakat, (b) minimal satu data/fakta dari hasil wawancara, dan (c) perasaan serta inspirasi yang diperoleh dengan pilihan kata yang kreatif.
  • Selama presentasi berlangsung, murid yang mendengarkan mengisi lembar observasi teman sebaya sederhana berisi tiga kolom: 'Gagasan yang disampaikan', 'Hal yang menginspirasi', dan 'Apresiasi untuk presenter'.
  • Guru berkeliling, mengamati, dan membuat catatan singkat pada lembar observasi guru untuk keperluan asesmen formatif, serta memberikan isyarat positif (anggukan, jempol) kepada presenter agar rasa percaya diri terjaga.
  • Setelah setiap presenter selesai, murid lain memberikan apresiasi dengan tepuk tangan atau kalimat pujian singkat (misal: 'Saya suka cara kamu menceritakan bagaimana kamu menemukan bakatmu!') untuk menciptakan suasana yang hangat dan menggembirakan.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setelah semua murid selesai presentasi, guru mengajak kelas duduk kembali dan memandu refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Dari semua presentasi tadi, cerita siapa yang paling menginspirasimu? Mengapa?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat (3–5 kalimat) di buku catatan atau lembar refleksi dengan panduan: (a) Apa yang paling berkesan dari pengalaman presentasi hari ini? (b) Apa yang ingin kamu tingkatkan dari cara berbicara dan presentasimu ke depan? (c) Inspirasi apa yang kamu bawa pulang hari ini?
  • Guru mempersilakan 3–4 murid yang bersedia membacakan atau menceritakan refleksinya secara sukarela, menekankan bahwa setiap pengalaman dan proses belajar itu berharga.
  • Guru menegaskan pesan utama: 'Setiap dari kalian punya cerita yang unik dan berharga. Kemampuan berbicara dengan santun, efektif, dan dari hati adalah bekal luar biasa yang akan terus kalian bawa sepanjang hidup.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran hari ini: komponen presentasi efektif, pentingnya pilihan kata yang kreatif, dan cara menyampaikan inspirasi secara lisan.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa self-assessment singkat: murid memberi tanda centang pada tiga pernyataan di lembar refleksi — 'Saya sudah menyampaikan gagasan dengan jelas', 'Saya menggunakan pilihan kata yang kreatif', 'Saya menyampaikan perasaan dan inspirasi saya dengan santun'.
  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh kepada seluruh murid atas keberanian dan kreativitas mereka tampil presentasi hari ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat menyempurnakan catatan presentasinya menjadi teks lisan tertulis sebagai portofolio belajar.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan ajakan: 'Terus temukan minatmu, kembangkan bakatmu, dan jangan lupa — ceritakan perjalananmu kepada dunia!'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum siap mempresentasikan seluruh materi dapat menyampaikan satu poin saja (misal: hanya cerita tentang minat narasumber dari wawancara) dengan durasi lebih singkat (±1 menit). Murid yang sudah sangat siap didorong untuk menyertakan kutipan langsung dari narasumber wawancara dan kalimat penutup yang puitis atau inspiratif.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kartu catatan bergambar atau poin-poin singkat sebagai pegangan saat presentasi. Murid yang cepat dapat diminta mempresentasikan tanpa catatan (hafal) dan merespons satu pertanyaan dari teman setelah presentasi.
  • Produk: Murid memiliki kebebasan menggunakan alat bantu presentasi sesuai kemampuan: poster/infografik buatan tangan, kartu poin verbal, atau rekaman audio/video singkat yang diputar sebagai pembuka presentasi mereka. Pilihan ini menghargai gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang sudah siap menceritakan minat dan bakatnya hari ini? Tunjukkan jempol ke atas!' untuk mengukur kesiapan dan kepercayaan diri murid sebelum presentasi.
  • Guru meminta 2–3 murid menjawab pertanyaan pemantik secara spontan untuk memetakan kesiapan verbal dan kekayaan kosakata awal murid.

Proses:

  • Observasi guru dengan lembar catatan singkat selama presentasi berlangsung: mencatat nama murid, kejelasan penyampaian gagasan, penggunaan data wawancara, dan ekspresi perasaan/inspirasi.
  • Peer assessment: murid mengisi lembar observasi teman sebaya ('Gagasan yang disampaikan', 'Hal yang menginspirasi', 'Apresiasi untuk presenter') selama mendengarkan presentasi.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat dan langsung (afirmatif) kepada setiap presenter segera setelah mereka selesai berbicara.

Akhir:

  • Self-assessment murid: memberi tanda centang pada tiga pernyataan — 'Saya sudah menyampaikan gagasan dengan jelas', 'Saya menggunakan pilihan kata yang kreatif', 'Saya menyampaikan perasaan dan inspirasi saya dengan santun'.
  • Penilaian guru berdasarkan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) terhadap rekaman observasi selama presentasi berlangsung.
  • Refleksi tertulis murid (3–5 kalimat) sebagai bukti proses belajar yang dapat dimasukkan ke dalam portofolio.

Formatif:

  • Observasi guru selama presentasi berlangsung menggunakan lembar observasi dengan fokus pada kejelasan gagasan, kesantunan berbicara, dan kreativitas pilihan kata.
  • Lembar observasi teman sebaya (peer assessment) yang diisi murid selama mendengarkan presentasi teman, berisi kolom gagasan yang disampaikan, hal yang menginspirasi, dan apresiasi.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman murid terhadap komponen presentasi efektif.

Sumatif:

  • Self-assessment murid di akhir pembelajaran menggunakan tiga pernyataan yang dicentang secara jujur.
  • Penilaian presentasi oleh guru menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kejelasan gagasan, penggunaan data wawancara, penyampaian perasaan dan inspirasi, serta pilihan kata yang kreatif dan santun.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kejelasan dan Efektivitas Penyampaian GagasanMurid belum mampu menyampaikan gagasan tentang minat dan bakat secara jelas; tuturan terputus-putus, tidak runtut, dan sulit dipahami pendengar.Murid menyampaikan gagasan dengan runtutan yang kurang jelas; beberapa bagian dapat dipahami namun masih banyak jeda panjang dan kalimat tidak lengkap.Murid menyampaikan gagasan dengan cukup jelas dan runtut; pendengar dapat memahami isi presentasi meskipun ada beberapa bagian yang kurang detail.Murid menyampaikan gagasan dengan sangat jelas, runtut, dan efektif; pendengar dapat dengan mudah memahami seluruh isi presentasi dari awal hingga akhir.
Penggunaan Data Hasil WawancaraMurid tidak menyertakan data atau fakta dari hasil wawancara dalam presentasinya.Murid menyebutkan satu data dari wawancara namun kurang relevan atau tidak dikaitkan dengan gagasan yang disampaikan.Murid menyertakan data dari wawancara dan mengaitkannya dengan gagasan utama meskipun belum sepenuhnya mendalam.Murid menyertakan minimal satu data/fakta spesifik dari wawancara, mengaitkannya secara logis dengan gagasan utama, dan memperkuat pesan presentasi secara keseluruhan.
Penyampaian Perasaan dan InspirasiMurid tidak menyampaikan perasaan atau inspirasi pribadi yang diperoleh selama proses menggali minat dan bakat.Murid menyampaikan perasaan atau inspirasi secara sangat singkat dan umum (misal: 'saya senang') tanpa penjelasan lebih lanjut.Murid menyampaikan perasaan dan inspirasi dengan cukup jelas dan ada keterkaitannya dengan pengalaman belajar yang dilalui.Murid menyampaikan perasaan dan inspirasi secara mendalam, autentik, dan menyentuh; pesan inspiratif tersampaikan dengan tulus dan bermakna bagi pendengar.
Kreativitas Pilihan Kata dan Kesantunan BerbicaraMurid menggunakan pilihan kata yang sangat terbatas dan monoton; tuturan terdengar kurang santun atau tidak sesuai konteks presentasi di kelas.Murid menggunakan pilihan kata yang sederhana dan sudah cukup santun, namun belum terlihat upaya untuk membuat tuturan lebih menarik atau kreatif.Murid menggunakan beberapa pilihan kata yang cukup kreatif dan menarik; tuturan disampaikan dengan santun dan sesuai konteks.Murid menggunakan pilihan kata yang kaya, kreatif, dan menarik sehingga presentasi terasa hidup dan menginspirasi; tuturan sepenuhnya santun, hangat, dan sesuai konteks presentasi di kelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan gagasannya? Jika tidak, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya untuk ke depan?
  • Strategi manakah yang paling efektif mendorong murid berbicara dengan percaya diri dan menggunakan pilihan kata yang kreatif hari ini?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit sudah cukup untuk seluruh murid tampil? Perlu penyesuaian apa jika jumlah murid lebih besar?
  • Bagaimana kualitas data wawancara yang digunakan murid dalam presentasinya — apakah pertemuan sebelumnya sudah membekali mereka dengan cukup baik?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu banggakan dari presentasimu hari ini?
  • Bagian mana dari presentasimu yang menurutmu perlu ditingkatkan, dan apa langkah yang akan kamu lakukan?
  • Cerita atau inspirasi siapa yang paling membekas di hatimu hari ini? Mengapa?
  • Apa hal baru tentang dirimu sendiri yang kamu sadari setelah menjalani proses menggali minat dan bakat serta mempresentasikannya hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas VI — Penulis: Nisa Yustisia, Darwanto, M. Arif (ISBN 978-634-00-2617-7)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas VI
  3. Lembar hasil wawancara murid yang telah dikumpulkan pada pertemuan sebelumnya
  4. Poster atau infografik 'Langkah-Langkah Menemukan Minat dan Mengembangkan Bakat' yang telah dibuat murid
  5. Papan tulis/whiteboard untuk menuliskan komponen presentasi efektif dan tips berbicara
  6. Lembar observasi teman sebaya (peer assessment) — disiapkan guru
  7. Lembar refleksi dan self-assessment murid — disiapkan guru
  8. Video contoh presentasi singkat tentang minat dan bakat (opsional, jika tersedia perangkat dan koneksi internet)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.