Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Laporan Hasil Wawancara tentang Minat dan Bakat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menulis Laporan Hasil Wawancara tentang Minat dan Bakat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Laporan Hasil Wawancara tentang Minat dan Bakat

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menulis Laporan Hasil Wawancara tentang Minat dan Bakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenulis Laporan Hasil Wawancara tentang Minat dan Bakat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis laporan hasil wawancara tentang minat dan bakat narasumber berdasarkan data yang diperoleh, dengan struktur paragraf yang jelas dan rangkaian kalimat kompleks.
  2. Murid dapat menggunakan kaidah kebahasaan yang benar serta kosakata bermakna denotatif dan konotatif dalam penulisan laporan hasil wawancara tentang minat dan bakat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu mewawancarai seorang teman tentang minat dan bakatnya, informasi apa yang paling penting untuk kamu tulis dalam laporan?
  2. Apa bedanya sekadar menuliskan percakapan wawancara dengan menulis laporan hasil wawancara yang baik?
  3. Mengapa pemilihan kata yang tepat—termasuk kata konotatif—bisa membuat laporan wawancara menjadi lebih hidup dan menarik dibaca?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar secara singkat.
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua contoh teks singkat di papan tulis—satu berupa catatan wawancara mentah dan satu berupa paragraf laporan—lalu bertanya, 'Mana yang lebih enak dibaca? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan atau menuliskan satu kalimat pada sticky note.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum merespons.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan menulis laporan hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan struktur paragraf jelas, kalimat kompleks, serta kosakata denotatif dan konotatif yang tepat.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan satu contoh laporan hasil wawancara tentang minat dan bakat (misalnya laporan wawancara dengan seorang siswa pelukis cilik). Murid membaca dalam hati selama 3 menit.
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi bersama-sama: (a) bagian pembuka laporan, (b) bagian isi yang memuat informasi minat dan bakat narasumber, dan (c) bagian penutup atau simpulan. Guru menandai setiap bagian di papan tulis.
  • Guru menunjukkan dua kolom di papan tulis: 'Makna Denotatif' dan 'Makna Konotatif'. Guru mengambil 3–4 kata dari contoh teks (misal: 'tangan dingin', 'melukis dari hati', 'berbakat') dan bersama murid mendiskusikan makna harfiah versus makna kiasannya.
  • Guru menjelaskan ciri kalimat kompleks dalam laporan: menggunakan konjungsi subordinatif (karena, sehingga, walaupun, ketika, sejak) dan memberi 2 contoh kalimat sederhana yang diubah menjadi kalimat kompleks.
  • Murid secara berpasangan memilih 2 kalimat dari contoh laporan, lalu menganalisis: apakah kalimat tersebut sudah kompleks? Kata apa yang bermakna konotatif? Pasangan berbagi temuan dengan pasangan di sebelahnya (think-pair-share singkat).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Kerangka Laporan Wawancara'. Lembar ini memuat tiga kotak: Pembuka (identitas narasumber dan konteks wawancara), Isi (minat narasumber, bakat narasumber, perjalanan mengembangkan bakat, perasaan narasumber), dan Penutup (kesan dan simpulan pewawancara).
  • Murid mengisi kerangka laporan berdasarkan data wawancara yang telah mereka lakukan pada pertemuan sebelumnya (catatan wawancara atau rekaman yang sudah mereka miliki). Guru mengingatkan: 'Gunakan data nyata dari wawancaramu, bukan mengarang.'
  • Setelah kerangka selesai (±8 menit), murid mulai menulis draf laporan lengkap di lembar tulis. Guru mengingatkan tiga hal yang harus ada: (a) struktur paragraf jelas sesuai kerangka, (b) minimal 3 kalimat kompleks, (c) minimal 2 kata bermakna konotatif.
  • Selama proses menulis (±15 menit), guru berkeliling melakukan observasi dan memberikan umpan balik lisan singkat kepada murid—terutama yang terlihat kesulitan memulai paragraf atau menyusun kalimat kompleks.
  • Diferensiasi proses diterapkan: murid yang sudah selesai lebih cepat diminta memeriksa kembali tulisannya menggunakan 'Daftar Periksa Mandiri' (checklist struktur, kalimat kompleks, kosakata). Murid yang masih kesulitan dapat menggunakan 'Kalimat Pembuka Terpandu' yang disediakan guru sebagai scaffolding.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Dua atau tiga murid sukarela membacakan satu paragraf terbaik dari laporan mereka di depan kelas. Kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Kalimat mana yang menurutmu paling kuat? Kata konotatif apa yang paling tepat menggambarkan narasumber?' Murid merespons secara lisan.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri (3 pertanyaan singkat): (1) Bagian mana dari laporan yang sudah kamu tulis dengan baik? (2) Bagian mana yang masih perlu kamu perbaiki? (3) Apa yang akan kamu lakukan berbeda saat menulis laporan berikutnya?
  • Guru merangkum poin-poin penting yang muncul dari refleksi murid dan mengaitkannya kembali dengan tujuan pembelajaran hari ini.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa saja ciri laporan hasil wawancara yang baik? (struktur, kalimat kompleks, kaidah bahasa, diksi denotatif-konotatif).
  • Guru mengumpulkan draf laporan murid sebagai asesmen akhir (sumatif pertemuan).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil kerja kelas secara positif dan konstruktif.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat menyempurnakan laporan di rumah sebagai tugas opsional pengayaan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan pesan semangat.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan contoh laporan wawancara sederhana yang sudah dilengkapi anotasi (penanda bagian pembuka, isi, penutup, serta contoh kalimat kompleks dan kata konotatif yang diberi warna berbeda).
  • Proses: Murid cepat menggunakan 'Daftar Periksa Mandiri' untuk merevisi dan memperkaya tulisannya secara mandiri. Murid yang memerlukan scaffolding menggunakan 'Kalimat Pembuka Terpandu' berupa awal kalimat yang sudah disiapkan guru untuk membantu memulai tiap paragraf.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat mengembangkan laporannya dengan menambahkan kutipan langsung narasumber (dialog yang ditulis dalam format tanda kutip) serta menyisipkan kata-kata deskriptif yang lebih kaya untuk menggambarkan ekspresi dan suasana wawancara.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua teks singkat (catatan wawancara mentah vs. paragraf laporan) dan meminta murid memilih mana yang lebih baik serta memberi alasan secara lisan atau tertulis singkat di sticky note. Tujuan: mengetahui pemahaman awal murid tentang perbedaan mencatat dan menulis laporan, serta kesiapan mereka mengikuti pembelajaran hari ini.

Proses:

  • Observasi dan pencatatan guru saat murid mengisi kerangka laporan (apakah data ditempatkan di bagian yang tepat).
  • Umpan balik lisan guru kepada individu saat berkeliling selama kegiatan menulis draf.
  • Penilaian sejawat singkat (peer check) saat sesi think-pair-share: murid saling mengecek apakah pasangannya sudah menemukan kata konotatif dengan benar.

Akhir:

  • Pengumpulan draf laporan hasil wawancara lengkap yang ditulis murid selama pertemuan, dinilai dengan rubrik empat aspek (struktur paragraf, kalimat kompleks, kaidah kebahasaan, kosakata denotatif-konotatif) menggunakan empat level: Belum Berkembang, Mulai Berkembang, Berkembang, Sangat Berkembang.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi kerangka laporan: apakah data wawancara diorganisasikan dengan benar ke dalam tiga bagian (pembuka, isi, penutup)?
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling selama murid menulis draf laporan.
  • Think-pair-share pada tahap Memahami: guru menilai kemampuan murid mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif.
  • Lembar refleksi diri murid sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Draf laporan hasil wawancara yang dikumpulkan di akhir pertemuan, dinilai menggunakan rubrik empat aspek: struktur paragraf, penggunaan kalimat kompleks, kaidah kebahasaan, dan penggunaan kosakata denotatif-konotatif.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Paragraf LaporanLaporan tidak memiliki struktur yang jelas; bagian pembuka, isi, dan penutup tidak dapat dibedakan.Laporan memiliki satu atau dua bagian yang dapat dikenali, namun belum lengkap atau urutannya tidak logis.Laporan memuat tiga bagian (pembuka, isi, penutup) yang dapat dibedakan dengan jelas dan urutan logis.Laporan memuat tiga bagian yang lengkap, urut, dan kohesif; setiap paragraf memiliki ide pokok yang jelas dan dikembangkan dengan baik.
Penggunaan Kalimat KompleksLaporan hanya menggunakan kalimat-kalimat pendek dan sederhana tanpa konjungsi subordinatif.Terdapat satu kalimat kompleks, namun penggunaan konjungsi subordinatif belum tepat atau kalimat kurang padu.Terdapat minimal tiga kalimat kompleks dengan konjungsi subordinatif yang tepat (karena, sehingga, ketika, sejak, walaupun, dsb.).Kalimat kompleks digunakan secara konsisten di seluruh laporan, konjungsi bervariasi dan tepat, serta kalimat terasa padu dan mengalir.
Kaidah Kebahasaan (ejaan, tanda baca, tata kalimat)Banyak kesalahan ejaan, tanda baca, dan tata kalimat yang mengganggu pemahaman.Terdapat beberapa kesalahan ejaan atau tanda baca, namun pesan utama masih dapat dipahami.Ejaan dan tanda baca sebagian besar benar; kesalahan kecil yang ada tidak mengganggu pemahaman.Ejaan, tanda baca, dan tata kalimat seluruhnya benar dan konsisten sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kosakata Denotatif dan KonotatifLaporan tidak menggunakan kosakata konotatif; pilihan kata datar dan tidak bervariasi.Terdapat satu kata konotatif, namun penggunaannya kurang tepat konteks atau maknanya tidak sesuai.Terdapat minimal dua kata bermakna konotatif yang digunakan dengan tepat dan sesuai konteks, dipadukan dengan kosakata denotatif yang akurat.Kosakata denotatif dan konotatif digunakan secara variatif dan tepat di seluruh laporan, sehingga tulisan terasa hidup, menarik, dan ekspresif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menyelesaikan draf laporan dalam waktu yang tersedia? Jika tidak, apa penyebabnya dan bagaimana saya menyesuaikan alokasi waktu ke depan?
  • Apakah scaffolding (kerangka laporan, kalimat pembuka terpandu) yang saya siapkan cukup membantu murid yang kesulitan memulai menulis?
  • Apakah murid sudah memahami perbedaan makna denotatif dan konotatif dengan cukup baik untuk menerapkannya dalam tulisan mereka?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini? Apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari laporanmu yang kamu tulis dengan paling baik hari ini?
  • Apakah kamu sudah menggunakan kata konotatif dalam laporanmu? Kata apa yang kamu pilih, dan mengapa kata itu terasa tepat untuk menggambarkan narasumbermu?
  • Apa satu hal yang ingin kamu perbaiki jika kamu boleh menulis ulang laporan ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' Edisi Revisi Kelas VI (Nisa Yustisia, Darwanto, M. Arif) — Bab 3: Temukan Minat, Tunjukkan Bakat
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' Edisi Revisi Kelas VI
  3. Contoh teks laporan hasil wawancara (disiapkan guru, dicetak atau ditampilkan di layar proyektor)
  4. Lembar Kerja Kerangka Laporan Wawancara (dibuat guru, dibagikan kepada setiap murid)
  5. Lembar Daftar Periksa Mandiri / checklist revisi tulisan (untuk murid yang selesai lebih cepat)
  6. Lembar Kalimat Pembuka Terpandu / scaffolding (untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan)
  7. Lembar Refleksi Diri murid (3 pertanyaan tertulis)
  8. Sticky note (untuk asesmen awal diagnostik)
  9. Papan tulis dan spidol / proyektor untuk menampilkan contoh teks dan penjelasan konsep
  10. Catatan atau rekaman hasil wawancara minat dan bakat yang telah dilakukan murid pada pertemuan sebelumnya

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.