Modul AjarBab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6 Bab 3: Temukan Minat, Tunjukkan Bakat

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 6 untuk Bab 3 "Temukan Minat, Tunjukkan Bakat", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6 Bab 3: Temukan Minat, Tunjukkan Bakat

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 3 — Temukan Minat, Tunjukkan Bakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 3 — Temukan Minat, Tunjukkan Bakat
Alokasi Waktu48 JP (48 x 35 menit = 1680 menit)
Jumlah Pertemuan24
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.3.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang wawancara minat dan bakat
  2. TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat
  3. TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun
  4. TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu mengetahui hal yang paling disukai dan diminati oleh seseorang?
  2. Informasi apa saja yang dapat kita tangkap saat mendengarkan percakapan tanya jawab wawancara?
  3. Bagaimana kita bisa mengetahui minat dan bakat seseorang hanya dari mendengarkan percakapan wawancara?
  4. Apa hubungan antara pertanyaan yang diajukan pewawancara dengan rincian jawaban yang diberikan oleh narasumber?
  5. Bagaimana kita bisa membedakan keterangan fakta berupa data nyata dengan perkiraan saat mendengarkan wawancara minat seseorang?
  6. Mengapa sebuah wawancara tentang minat dan bakat membutuhkan data pendukung seperti angka durasi, frekuensi latihan, atau bukti hasil?
  7. Apa perbedaan antara tantangan atau kesulitan yang dihadapi seseorang dengan usaha yang dilakukannya untuk mengatasi kesulitan tersebut?
  8. Bagaimana cara kita menemukan informasi tentang usaha seorang tokoh ketika menyimak percakapan wawancara?
  9. Bagaimana cara kita mengetahui inti atau kesimpulan dari percakapan wawancara yang kita dengarkan?
  10. Mengapa sebuah kesimpulan wawancara harus mencakup fakta minat, usaha yang dilakukan, dan hasil yang diperoleh narasumber?
  11. Bagaimana kita mengenali minat dan bakat yang dimiliki seseorang dari artikel profil tokoh yang kita baca?
  12. Informasi apa saja yang dapat kita temukan saat membaca perjalanan seorang tokoh dalam mengembangkan potensinya?
  13. Bagaimana cara kita menemukan gagasan pokok dari setiap paragraf pada bacaan profil tokoh?
  14. Mengapa gagasan pokok penting untuk memahami perjalanan seorang tokoh dalam mengembangkan bakatnya?
  15. Bagaimana kita mengetahui urutan peristiwa penting dalam kehidupan seorang tokoh yang mengembangkan bakatnya?
  16. Mengapa mengenali tahap awal, proses latihan, hingga pencapaian prestasi tokoh membantu kita memahami isi teks riwayat hidup secara utuh?
  17. Mengapa seseorang perlu berusaha keras saat ingin menguasai suatu bakat tertentu?
  18. Apa akibat yang dirasakan oleh seorang tokoh jika ia tekun berlatih dan tidak mudah menyerah?
  19. Bagaimana kita membedakan informasi yang langsung tertulis jelas (tersurat) dengan informasi yang harus kita simpulkan sendiri dari petunjuk visual (tersirat) pada sebuah infografik profil tokoh?
  20. Petunjuk visual apa saja dalam infografik yang membantu kita menyimpulkan sikap pantang menyerah seorang tokoh dalam mengembangkan bakatnya?
  21. Informasi apa saja yang membuktikan bahwa seorang tokoh berhasil mengembangkan minat dan bakatnya?
  22. Bagaimana cara menemukan rangkuman prestasi tokoh dari teks visual tanpa melewatkan data penting?
  23. Bagaimana cara kita menggabungkan dua kalimat tunggal tentang nama dan hobi teman menjadi satu kalimat kompleks yang padu?
  24. Kata penghubung apa saja yang tepat digunakan untuk menjelaskan identitas dan minat seseorang?
  25. Informasi apa saja yang perlu dicantumkan pada bagian pendahuluan sebuah laporan hasil wawancara?
  26. Bagaimana menggabungkan latar belakang dan tujuan wawancara ke dalam kalimat kompleks agar gagasan tersampaikan secara runtut?
  27. Bagaimana cara kita menggabungkan dua fakta hasil pengamatan wawancara minat menjadi satu kalimat yang padu?
  28. Kata penghubung apa saja yang dapat kita gunakan untuk menunjukkan hubungan setara atau sebab-akibat dalam mendeskripsikan bakat seseorang?
  29. Bagaimana kita merangkaikan dua ide tentang usaha narasumber mengatasi kesulitan berlatih menjadi satu kalimat yang padu?
  30. Kata penghubung apa saja yang tepat kita gunakan saat menuliskan hubungan sebab, syarat, atau waktu dalam upaya pengembangan bakat?
  31. Bagaimana cara kita merangkum inti pembicaraan wawancara minat dan bakat menjadi satu simpulan akhir yang padat?
  32. Kata penghubung apa saja yang dapat kita gunakan untuk merangkai kalimat simpulan wawancara agar maknanya jelas dan padu?
  33. Bagaimana cara menggabungkan dua kalimat tunggal yang terpisah dalam draf laporan wawancara menjadi satu kalimat kompleks yang padu?
  34. Mengapa penggunaan konjungsi yang tepat membuat penulisan teks laporan hasil wawancara minat dan bakat menjadi lebih jelas dan runtut?
  35. Bagaimana cara memilah informasi dari teks laporan hasil wawancara agar siap disajikan menjadi pokok-pokok gagasan presentasi yang efektif?
  36. Mengapa kita perlu mencatat pokok gagasan wawancara minat dan bakat sebelum mempresentasikannya kepada orang lain?
  37. Bagaimana caramu menyapa pendengar dan membuka presentasi agar orang lain tertarik menyimak hasil wawancaramu?
  38. Mengapa kita perlu menyampaikan identitas narasumber dan alasan memilih topik wawancara dengan kata-kata yang santun?
  39. Bagaimana cara menyampaikan gagasan isi temuan wawancara agar pendengar langsung memahami minat dan bakat narasumber?
  40. Apa perbedaan cara bicara yang santun dan efektif saat mempresentasikan temuan wawancara di depan kelas?
  41. Bagaimana cara mempresentasikan gagasan temuan wawancara minat dan bakat agar pendengar memahaminya secara efektif?
  42. Kalimat santun seperti apa yang dapat kita gunakan saat menjawab pertanyaan dari teman tentang isi wawancara kita?
  43. Bagaimana cara membagi peran dalam kelompok agar seluruh gagasan dari teks hasil wawancara tersampaikan secara utuh?
  44. Apa yang membuat penyampaian gagasan kelompok terdengar efektif dan tetap santun di hadapan teman-teman sekelas?
  45. Bagaimana cara menyampaikan evaluasi dan simpulan hasil wawancara minat dan bakat agar pendengar memahaminya secara jelas?
  46. Mengapa kita harus menggunakan tutur kata yang santun saat mempresentasikan temuan akhir wawancara di depan kelas?
  47. Bagaimana kita membuktikan bahwa kita mampu memahami informasi wawancara lisan maupun tulisan tentang bakat seseorang?
  48. Bagaimana cara menyajikan laporan wawancara secara tertulis dengan kalimat kompleks dan mempresentasikannya dengan efektif serta santun?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Informasi Pokok dari Teks Aural Wawancara Pengenalan Minat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang wawancara minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menganalisis informasi pokok dari teks aural percakapan wawancara pengenalan minat (3 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memperdengarkan teks aural pemantik singkat (durasi 30 detik): 'Halo Bayu, apa kegiatan yang paling kamu gemari sepulang sekolah? Bayu menjawab: Aku sangat suka merakit robot sederhana dari barang bekas karena aku bercita-cita menjadi teknisi mesin.' Murid diminta menuliskan informasi pokok minat narasumber pada lembar singkat (acuan: Bayu memiliki minat merakit robot dari barang bekas) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep teks aural wawancara serta cara mengenali informasi pokok (siapa narasumbernya, apa bidang minat yang ditekuni, dan alasan menyukai minat tersebut) dengan penuh perhatian (6 menit).
  • Guru membacakan teks aural pengantar berjudul 'Wawancara Wartawan Cilik dengan Ucok': Wartawan: 'Halo Ucok, apa minat yang sedang kamu tekuni saat ini?' Ucok: 'Halo! Aku sangat menyukai dunia tari tradisional, terutama tari Saman. Aku mulai tertarik sejak melihat pentas seni sekolah tahun lalu karena gerakan tangannya sangat kompak dan penuh semangat.' Murid menyimak dengan saksama tanpa menyela (4 menit).
  • Murid bersama guru membedah informasi pokok dari teks Ucok yang baru didengarkan secara terarah (acuan: narasumber adalah Ucok; minat yang ditekuni adalah tari tradisional/tari Saman; alasan berminat adalah tertarik karena gerakannya kompak dan penuh semangat) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tebak cepat 'Tangkap Informasi': guru memperdengarkan 3 rekaman suara cuplikan wawancara singkat secara berurutan, lalu murid secara berpasangan mengangkat kartu pilihan A, B, atau C untuk menentukan informasi pokok minat yang paling tepat (Cuplikan 1: Nina suka memotret pemandangan alam; Cuplikan 2: Rudi gemar bermain catur karena melatih strategi; Cuplikan 3: Sinta suka bercocok tanam hidroponik. Acuan kunci: Cuplikan 1 = Nina berminat pada fotografi alam; Cuplikan 2 = Rudi berminat pada catur untuk asah strategi; Cuplikan 3 = Sinta berminat pada pertanian hidroponik) (10 menit).
  • Guru memperdengarkan teks aural wawancara utama sebanyak 2 kali berjudul 'Bincang Minat Wartawan Cilik dengan Afrilla'. Naskah: 'Pewawancara: Selamat pagi Afrilla, bisa ceritakan apa minat terbesarmu? Afrilla: Selamat pagi. Minat terbesarku adalah seni bela diri pencak silat. Pewawancara: Sejak kapan kamu mulai menyukainya dan apa alasannya? Afrilla: Aku menyukainya sejak kelas 3 SD karena ingin melestarikan budaya bangsa dan menjaga kebugaran tubuh. Pewawancara: Di mana kamu menyalurkan minat tersebut? Afrilla: Aku bergabung di sanggar bela diri perkasa dan berlatih rutin tiga kali seminggu bersama pelatih profesional.' (5 menit).
  • Murid secara mandiri menganalisis teks aural tersebut dan mencatat 4 informasi pokok pada lembar kerja: (1) Nama narasumber; (2) Bidang minat yang ditekuni; (3) Alasan menekuni minat tersebut; (4) Tempat/cara menyalurkan minat (acuan jawaban: 1. Afrilla; 2. Seni bela diri pencak silat; 3. Ingin melestarikan budaya bangsa dan menjaga kebugaran tubuh; 4. Bergabung di sanggar bela diri perkasa/berlatih rutin 3 kali seminggu) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil analisis lembar kerjanya dengan panduan konfirmasi informasi yang disampaikan guru untuk mengevaluasi ketepatan analisis masing-masing secara objektif (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian informasi mana yang paling mudah ditangkap dan bagian mana yang memerlukan konsentrasi menyimak ulang (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali cara menemukan informasi pokok dari teks aural wawancara minat (fokus pada identitas narasumber, jenis minat, alasan, dan cara penyaluran) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pembelajaran dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (menganalisis rincian pertanyaan dan jawaban dari rekaman wawancara), lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan tempo pembacaan lebih pelan dan panduan 4 kata tanya kunci (Siapa, Apa, Mengapa, Di mana). Murid berkemampuan cepat menyimak teks aural berkecepatan alami satu kali putar.
  • Proses: Murid berkemampuan awal dibantu dengan tabel panduan isian rumpang informasi pokok. Murid berkemampuan cepat langsung menganalisis dan merumuskan kalimat simpulan informasi pokok secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid menuliskan 4 informasi pokok teks aural wawancara sesuai acuan, murid cepat menambahkan analisis hubungan alasan dengan pemilihan jenis sanggar latihan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menyimak 1 teks aural pemantik singkat dan menuliskan informasi pokok minat narasumber: 'Halo Bayu, apa kegiatan yang paling kamu gemari sepulang sekolah? Bayu menjawab: Aku sangat suka merakit robot sederhana dari barang bekas karena aku bercita-cita menjadi teknisi mesin.' (Acuan jawaban: Narasumber Bayu memiliki minat merakit robot dari barang bekas untuk meraih cita-cita teknisi mesin).

Proses:

  • Kuis responsif cepat 'Tangkap Informasi' berpasangan untuk mengidentifikasi informasi minat dari 3 cuplikan aural (Acuan: Cuplikan 1 = fotografi alam; Cuplikan 2 = catur; Cuplikan 3 = pertanian hidroponik).
  • Analisis mandiri lembar kerja menemukan 4 butir informasi pokok dari teks aural wawancara Afrilla (Acuan: 1. Nama narasumber: Afrilla; 2. Bidang minat: Seni bela diri pencak silat; 3. Alasan: Melestarikan budaya bangsa dan menjaga kebugaran tubuh; 4. Tempat penyaluran: Sanggar bela diri perkasa / latihan rutin 3 kali seminggu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan kembali 4 komponen informasi pokok yang wajib ditemukan dari teks aural wawancara minat (Acuan: nama narasumber, bidang minat, alasan minat, dan tempat/upaya menyalurkan minat).

Formatif:

  • Tes lisan/tulis singkat asesmen awal identifikasi minat narasumber dari teks aural singkat.
  • Penilaian kinerja analisis lembar kerja informasi pokok berdasarkan rekaman/teks aural 'Bincang Minat Wartawan Cilik dengan Afrilla'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menganalisis informasi pokok dari teks aural wawancara minatHanya mampu menemukan 1 dari 4 butir informasi pokok teks aural Afrilla dengan tepat sesuai acuan (Acuan: nama narasumber, bidang minat pencak silat, alasan pelestarian budaya/kebugaran, sanggar latihan).Mampu menemukan 2 dari 4 butir informasi pokok teks aural Afrilla dengan tepat sesuai acuan.Mampu menemukan 3 dari 4 butir informasi pokok teks aural Afrilla dengan tepat sesuai acuan secara mandiri.Mampu menemukan seluruhnya (4 butir) informasi pokok teks aural Afrilla secara lengkap dan tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pelafalan dan kejelasan suara saat membacakan teks aural wawancara sudah terdengar jelas oleh seluruh murid di kelas?
  • Bagian mana dari kegiatan analisis informasi aural yang masih menjadi kendala bagi sebagian murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah kamu temukan saat mendengarkan wawancara tentang minat tadi?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara menyimak percakapan orang lain?

Pertemuan 2 — Menganalisis Rincian Pertanyaan dan Jawaban dari Rekaman Wawancara Minat dan Bakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang wawancara minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis rincian pertanyaan dan jawaban dari rekaman wawancara minat dan bakat (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan teks aural cuplikan singkat: Pewawancara: 'Sejak kapan kamu gemar melukis pemandangan?' Narasumber: 'Saya mulai menyukainya sejak kelas tiga SD saat diajak paman ke pegunungan.' Murid diminta menjawab: (1) Apa rincian pertanyaan pewawancara? dan (2) Apa rincian jawaban narasumber? (Acuan: (1) Waktu mulai gemar melukis pemandangan; (2) Sejak kelas tiga SD saat diajak paman ke pegunungan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan rekaman/pembacaan teks aural 'Wawancara Minat Robotika Dio'. Teks berisi: Pewawancara: 'Halo Dio, apa minat utama yang sedang kamu tekuni?' Dio: 'Saya sangat berminat merakit robot sederhana.' Pewawancara: 'Apa alasan kamu memilih robotika?' Dio: 'Karena saya senang memecahkan teka-teki mekanik dan memprogram gerak.' Pewawancara: 'Siapa yang melatih dan mendukung bakatmu ini?' Dio: 'Ayah saya dan guru pembina ekstrakurikuler di sekolah.' (5 menit).
  • Murid bersama guru membedah keterkaitan antara pertanyaan pewawancara (fokus pertanyaan) dan rincian informasi pada jawaban narasumber berdasarkan teks aural yang baru diperdengarkan (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan pendengaran berpasangan 'Detektif Tanya-Jawab': guru memperdengarkan rekaman audio lanjutan berjudul 'Wawancara Bakat Memanah Sinta' (3 kali putar) (6 menit).
  • Secara mandiri pada lembar kerja, murid menganalisis rincian 3 pasang pertanyaan dan jawaban dari audio Sinta: (1) Pertanyaan: cabang olahraga yang ditekuni -> Jawaban: panahan tradisional; (2) Pertanyaan: jadwal rutin latihan -> Jawaban: tiga kali seminggu setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu sore; (3) Pertanyaan: target prestasi terdekat -> Jawaban: meraih medali emas pada Kejuaraan Daerah Pelajar bulan depan (Acuan rincian tepat: Butir 1: panahan tradisional; Butir 2: 3 kali seminggu / Selasa, Kamis, Sabtu sore; Butir 3: medali emas Kejuaraan Daerah Pelajar bulan depan) (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis rincian pertanyaan dan jawaban dengan naskah rekaman, lalu murid mengevaluasi bagian mana yang tepat dan bagian mana yang terlewat saat menyimak (12 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara menangkap rincian informasi penting dari pertanyaan dan jawaban dalam teks wawancara aural (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketelitian menyimak murid dan menutup pembelajaran dengan salam (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pemutaran audio dengan jeda per pasangan tanya-jawab bagi murid yang membutuhkan waktu menyimak lebih lama.
  • Proses: Murid cepat langsung menganalisis ketiga rincian pertanyaan-jawaban tanpa bantuan pemandu; murid yang butuh bimbingan dipandu mengenali kata tanya kunci (apa, kapan, apa target).
  • Produk: Semua murid menghasilkan analisis 3 butir rincian pertanyaan dan jawaban dari rekaman wawancara Sinta pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan berbasis teks aural singkat: Guru memperdengarkan kutipan tanya-jawab Dio: 'Sejak kapan kamu gemar melukis pemandangan?' - 'Saya mulai menyukainya sejak kelas tiga SD saat diajak paman ke pegunungan.' Guru menanyakan: 'Apa rincian pertanyaan pewawancara dan apa rincian jawaban narasumber?' (Acuan jawaban benar: Rincian pertanyaan = waktu/awal mula gemar melukis pemandangan; Rincian jawaban = sejak kelas 3 SD saat diajak paman ke pegunungan).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja analisis teks aural 'Wawancara Bakat Memanah Sinta' yang mengukur ketepatan menganalisis 3 rincian pertanyaan dan 3 rincian jawaban. Acuan kunci: (1) Pertanyaan: cabang olahraga minat/bakat yang ditekuni -> Jawaban: panahan tradisional; (2) Pertanyaan: waktu/jadwal latihan rutin -> Jawaban: tiga kali seminggu (Selasa, Kamis, dan Sabtu sore); (3) Pertanyaan: target prestasi terdekat -> Jawaban: medali emas Kejuaraan Daerah Pelajar bulan depan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: Guru membacakan satu pasang tanya-jawab baru: Pewawancara: 'Berapa jam kamu berlatih biola setiap hari?' Narasumber: 'Saya berlatih dua jam setiap malam setelah menyelesaikan PR.' Murid menyebutkan rincian pertanyaannya (durasi/lama latihan biola harian) dan rincian jawabannya (dua jam setiap malam setelah PR selesai).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang pemisahan rincian pertanyaan dan jawaban.
  • Penugasan analisis lembar kerja menyimak rekaman wawancara minat dan bakat 'Sinta'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menganalisis rincian pertanyaan dan jawaban dari teks aural wawancara minat dan bakatMenganalisis dengan tepat kurang dari 2 rincian pasangan pertanyaan dan jawaban berdasarkan teks aural.Menganalisis dengan tepat 2 dari 3 rincian pasangan pertanyaan dan jawaban berdasarkan teks aural.Menganalisis dengan tepat seluruh (3 dari 3) rincian pasangan pertanyaan dan jawaban berdasarkan teks aural dengan sedikit arahan guru.Menganalisis dengan tepat seluruh (3 dari 3) rincian pasangan pertanyaan dan jawaban berdasarkan teks aural secara mandiri dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks rekaman wawancara yang diperdengarkan memiliki artikulasi dan kecepatan bicara yang sesuai untuk disimak murid kelas 6?
  • Bagian mana dari rincian pertanyaan atau jawaban yang paling banyak mengalami kekeliruan analisis oleh murid?

Murid:

  • Apa strategi yang paling membantumu mencatat rincian informasi saat mendengarkan rekaman wawancara?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat membedakan rincian inti pertanyaan dengan rincian jawaban narasumber?

Pertemuan 3 — Menganalisis Fakta dan Data Dukung dari Teks Aural Percakapan Wawancara Minat Murid — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang wawancara minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis fakta dan data dukung dari teks aural percakapan wawancara minat murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan membacakan teks lisan pendek (2 kalimat): 'Riko gemar melukis sejak umur 8 tahun. Kemarin ia melukis pemandangan selama 2 jam.' Guru meminta murid menuliskan 2 fakta/data dukung yang didengar di kertas kecil: (1) umur mulai gemar melukis, (2) durasi melukis (acuan: umur 8 tahun; durasi 2 jam) guna mengecek kesiapan menyimak data faktual (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep fakta dan data dukung dalam wawancara minat (fakta berupa peristiwa nyata, data dukung berupa rincian angka, waktu, jumlah, atau tempat konkret yang menguatkan keterangan minat narasumber) (5 menit).
  • Guru membacakan teks aural Percakapan Wawancara 1: Pewawancara bertanya kepada Doni tentang minat robotik. Teks: 'Pewawancara: Sejak kapan kamu mendalami robotik dan berapa kali kamu merakit dalam seminggu? Doni: Saya bergabung di klub robotik sejak kelas 4. Setiap minggu saya berlatih merakit selama 3 jam setiap hari Sabtu di bengkel sains sekolah.' Murid bersama guru membedah fakta (Doni minat robotik sejak kelas 4) dan data dukung (durasi latihan 3 jam tiap Sabtu; lokasi di bengkel sains sekolah) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Sebagai aktivitas joyful yang menantang, murid melakukan latihan tebak kartu cepat 'Detektif Fakta & Data': guru membacakan 4 pernyataan aural singkat, lalu murid mengangkat kartu 'Fakta' atau 'Bukan Fakta' berdasarkan kebenaran data yang baru dibacakan: (1) 'Doni latihan tiap hari Minggu' -> Bukan Fakta; (2) 'Doni bergabung klub sejak kelas 4' -> Fakta; (3) 'Doni merakit robot selama 5 jam' -> Bukan Fakta; (4) 'Latihan Doni bertempat di bengkel sains sekolah' -> Fakta (acuan: 1: Bukan Fakta, 2: Fakta, 3: Bukan Fakta, 4: Fakta) (10 menit).
  • Guru memperdengarkan/membacakan teks aural Percakapan Wawancara 2 sebanyak dua kali: 'Wartawan Cilik: Halo Nisa, apa kegiatan yang paling kamu tekuni saat ini? Nisa: Saya sangat menekuni renang gaya dada. Wartawan Cilik: Bagaimana jadwal latihanmu untuk mengasah minat itu? Nisa: Saya berlatih 4 kali seminggu di kolam renang Tirta. Setiap sesi latihan memakan waktu 90 menit. Dari latihan itu, saya berhasil meraih 3 medali perak di kejuaraan tingkat kecamatan.' Murid menyimak dengan cermat (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis untuk menemukan 4 rincian fakta dan data dukung dari rekaman percakapan Nisa: (1) cabang olahraga minat Nisa, (2) frekuensi latihan per minggu, (3) durasi setiap sesi latihan, (4) jumlah medali perak yang diraih (acuan jawaban: 1: renang gaya dada, 2: 4 kali seminggu, 3: 90 menit, 4: 3 medali perak) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa hasil analisisnya secara mandiri berdasarkan kunci verifikasi fakta yang diucapkan guru, lalu mengevaluasi ketelitian diri dalam menangkap data angka dan nama kegiatan dari teks yang didengar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh mengenai strategi menyimak fokus pada kata kunci angka, satuan waktu, dan nama spesifik dalam wawancara lisan (3 menit).
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pentingnya fakta dan data dukung dalam teks wawancara serta menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan analisis informasi rincian tantangan dan usaha dari teks aural (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks aural dibacakan dengan artikulasi jelas; untuk kelompok murid yang membutuhkan bimbingan, teks aural diulang satu kali per segmen pertanyaan-jawaban.
  • Proses: Murid cepat langsung menuliskan analisis 4 fakta/data secara mandiri tanpa bantuan kata kunci pemandu; murid yang butuh bimbingan disediakan lembar analisis dengan label petunjuk kategori data yang dicari (cabang olahraga, frekuensi, durasi, prestasi).
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar analisis yang memuat 4 butir fakta dan data dukung yang sama persis sesuai teks aural.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menyimak teks lisan 2 kalimat: 'Riko gemar melukis sejak umur 8 tahun. Kemarin ia melukis pemandangan selama 2 jam.' Murid menuliskan: (1) umur mulai gemar melukis, (2) durasi melukis (acuan kunci: 1: umur 8 tahun; 2: durasi 2 jam). Guru memetakan kesiapan murid dalam menyimak data spesifik.

Proses:

  • Tugas analisis mandiri teks aural wawancara Nisa. Murid menganalisis 4 butir data pada lembar kerja: (1) cabang olahraga minat Nisa, (2) frekuensi latihan mingguan, (3) durasi tiap sesi latihan, (4) jumlah medali perak yang diperoleh. Acuan jawaban lengkap: (1) renang gaya dada, (2) 4 kali seminggu, (3) 90 menit, (4) 3 medali perak. Penskoran: skor 25 untuk setiap butir tepat (total skor 100).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan 1 pertanyaan penutup: Murid menyebutkan kembali 1 data dukung berupa angka yang membuktikan keseriusan latihan Nisa (acuan yang diterima: latihan 4 kali seminggu, durasi 90 menit tiap sesi, atau raihan 3 medali perak).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi 2 data faktual singkat (umur dan durasi) dari teks aural 2 kalimat pembuka.
  • Asesmen formatif proses: lembar analisis mandiri menemukan 4 fakta dan data dukung dari teks aural percakapan wawancara Nisa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Fakta dan Data Dukung dari Teks Aural WawancaraMampu menganalisis tepat 1 dari 4 rincian fakta dan data dukung dari teks aural wawancara sesuai acuan kunci.Mampu menganalisis tepat 2 dari 4 rincian fakta dan data dukung dari teks aural wawancara sesuai acuan kunci.Mampu menganalisis tepat 3 dari 4 rincian fakta dan data dukung dari teks aural wawancara sesuai acuan kunci.Mampu menganalisis seluruh 4 rincian fakta dan data dukung dari teks aural wawancara secara tepat dan lengkap sesuai acuan kunci secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pelafalan teks aural saat dibacakan sudah cukup jelas sehingga murid dapat menangkap rincian angka dan data fakta dengan baik?
  • Bagian mana dari data teks wawancara (frekuensi, durasi, atau capaian) yang paling sering terlewat oleh murid saat menyimak?

Murid:

  • Data fakta apa yang paling mudah dan paling sulit saya tangkap saat mendengarkan percakapan wawancara tadi?
  • Strategi apa yang membantu saya mengingat rincian angka dan waktu saat mendengarkan pembacaan teks?

Pertemuan 4 — Menganalisis Informasi Tantangan dan Usaha dari Teks Aural Wawancara Pengembangan Bakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang wawancara minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengondisikan murid untuk siap menyimak teks lisan yang akan dibacakan (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis informasi tentang tantangan dan usaha dalam teks aural wawancara pengembangan bakat (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperdengarkan kutipan aural pendek: 'Wartawan: Mengapa kamu sempat ingin berhenti melukis? Dion: Kuas dan cat minyak cukup mahal, selain itu saya sering kesulitan membagi waktu dengan tugas sekolah. Namun, saya menyisihkan uang saku dan membuat jadwal belajar ketat agar tetap bisa berlatih.' Guru menanyakan 2 hal: (1) Sebutkan 1 tantangan yang dihadapi Dion! (acuan: kuas dan cat minyak mahal ATAU kesulitan membagi waktu dengan tugas sekolah); (2) Sebutkan 1 usaha yang dilakukan Dion! (acuan: menyisihkan uang saku ATAU membuat jadwal belajar ketat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembacaan teks pemodelan aural oleh guru berjudul 'Wawancara Wartawan Cilik dengan Afrilla, Sang Pesilat Muda' (Teks Aural: 'Wartawan: Halo Afrilla, selamat atas medali emasmu! Apa tantangan terberat yang kamu hadapi saat mulai menekuni pencak silat? Afrilla: Tantangan terberat saya adalah fisik yang sering kelelahan setelah latihan sepulang sekolah, rasa bosan saat harus mengulang jurus dasar yang sama setiap hari, serta rasa takut cedera saat latihan tanding. Wartawan: Sungguh bukan hal yang mudah. Lalu, apa saja usaha yang kamu lakukan untuk mengatasi berbagai tantangan itu? Afrilla: Usaha yang saya lakukan adalah disiplin tidur tepat waktu pukul sembilan malam untuk memulihkan stamina, membuat catatan target latihan jurus harian agar tetap semangat, serta selalu memakai pelindung tubuh lengkap dan mematuhi arahan pelatih saat bertanding.') (7 menit).
  • Murid bersama guru membedah konsep pemilahan informasi antara kategori 'Tantangan/Hambatan' (kondisi sulit atau rintangan yang dialami narasumber) dan 'Usaha/Solusi' (tindakan nyata yang dikerjakan narasumber untuk mengatasi hambatan tersebut) berdasarkan teks aural Afrilla yang baru diperdengarkan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kuis pendengaran cepat 'Tantangan atau Usaha?'. Guru membacakan 4 pernyataan acak dari rekaman suara fiktif atlet robotik cilik: (1) 'Komponen sensor sering rusak saat dirakit' -> murid mengangkat kartu bertuliskan TANTANGAN; (2) 'Membaca buku panduan pemrograman setiap malam' -> murid mengangkat kartu bertuliskan USAHA; (3) 'Kekurangan dana untuk membeli suku cadang lomba' -> murid mengangkat kartu bertuliskan TANTANGAN; (4) 'Mengumpulkan barang bekas untuk dijual bersama tim' -> murid mengangkat kartu bertuliskan USAHA (acuan: 1=Tantangan, 2=Usaha, 3=Tantangan, 4=Usaha) (10 menit).
  • Murid menyimak rekaman teks aural baru yang dibacakan guru sebanyak dua kali berjudul 'Wawancara dengan Bagas: Perjalanan Merakit Nada' (Teks Aural Bagas: 'Pewawancara: Selamat siang Bagas. Kamu dikenal sangat berbakat bermain biola. Apa saja rintangan yang kamu alami selama berlatih? Bagas: Ada tiga tantangan besar. Pertama, jari-jari tangan saya sering lecet dan kaku saat awal berlatih. Kedua, saya sulit membagi waktu antara jadwal latihan biola dan jadwal les matematika. Ketiga, tetangga merasa terganggu dengan suara bising latihan saya di sore hari. Pewawancara: Bagaimana usahamu untuk mengatasi hal-hal tersebut? Bagas: Untuk jari yang lecet, saya rutin mengompres jari dengan air hangat sebelum dan sesudah latihan. Untuk waktu les, saya menyusun jadwal harian tertulis di pintu kamar. Sedangkan untuk tetangga, saya meredam ruangan menggunakan karpet tebal serta membatasi jam latihan hanya sampai jam lima sore.') (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Aural untuk menguraikan dan mencocokkan tepat 3 rincian tantangan dan 3 rincian usaha Bagas berdasarkan rekaman yang didengar (acuan: Tantangan 1 = jari lecet/kaku, Usaha 1 = mengompres air hangat; Tantangan 2 = kesulitan membagi waktu latihan dan les matematika, Usaha 2 = menyusun jadwal harian tertulis; Tantangan 3 = tetangga terganggu suara bising, Usaha 3 = meredam ruangan dengan karpet tebal dan membatasi latihan sampai jam lima sore) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan pasang surut tantangan dan usaha yang telah ditulis dengan menyimak kembali pembacaan kunci konfirmasi oleh guru, lalu menandai mandiri bagian yang sudah tepat dan bagian yang terlewat (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran bahwa menganalisis teks wawancara aural membutuhkan fokus menyimak hubungan sebab-akibat antara masalah (tantangan) dan tindakan penanganan (usaha) yang diucapkan narasumber (3 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir lisan kepada 2 murid secara acak: 'Jika narasumber mengatakan: Saya bangun pukul 04.30 untuk lari pagi, apakah itu tantangan atau usaha?' (acuan: usaha) dan 'Jika narasumber mengatakan: Hujan lebat sering membuat lapangan latihan tergenang, apakah itu tantangan atau usaha?' (acuan: tantangan) (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks aural disajikan dengan variasi tempo pembacaan normal dan perlahan bagi murid yang membutuhkan waktu memproses informasi simakan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa format tabel berlabel petunjuk kata kunci (misal: 'masalah:' dan 'cara mengatasi:'), sedangkan murid yang sudah mahir menganalisis teks aural secara mandiri pada lembar kerja tanpa kata pemandu.
  • Produk: Murid dapat menuliskan analisis tantangan dan usaha dalam bentuk matriks tabel atau diagram alur panah masalah-solusi sesuai kenyamanan belajarnya tanpa mengubah target analisis 3 tantangan dan 3 usaha.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan berdasarkan kutipan aural pendek Dion: (1) Sebutkan 1 tantangan Dion (acuan: kuas dan cat mahal ATAU sulit membagi waktu belajar); (2) Sebutkan 1 usaha Dion (acuan: menyisihkan uang saku ATAU membuat jadwal belajar ketat).

Proses:

  • Kuis respon cepat kartu 'Tantangan atau Usaha' berdasarkan 4 pernyataan: (1) Sensor rusak (Tantangan); (2) Membaca buku pemrograman tiap malam (Usaha); (3) Kurang dana beli suku cadang (Tantangan); (4) Menjual barang bekas bersama tim (Usaha).
  • Pengerjaan Lembar Analisis Aural mengidentifikasi dan memasangkan tepat 3 tantangan dan 3 usaha narasumber Bagas dari teks aural (acuan: Pasangan 1 = jari lecet/kaku <-> kompres air hangat; Pasangan 2 = bentrok jadwal les matematika <-> jadwal tertulis di pintu; Pasangan 3 = keluhan suara bising dari tetangga <-> peredam karpet dan batas jam latihan sampai jam lima sore).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan klasikal: menentukan kategori dari 2 pernyataan aural narasumber: (1) 'Saya bangun pukul 04.30 untuk lari pagi' (acuan: usaha); (2) 'Hujan lebat sering membuat lapangan latihan tergenang' (acuan: tantangan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik aural singkat pada pendahuluan
  • Kuis cepat respon 'Tantangan atau Usaha?'
  • Penilaian analisis lembar kerja menyimak teks aural wawancara 'Bagas: Perjalanan Merakit Nada'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Informasi Tantangan dan Usaha dari Teks Aural WawancaraMenganalisis informasi dari teks aural wawancara dengan tepat hanya 1 pasang tantangan dan usaha (atau kurang dari 2 butir tepat) dari 3 pasang acuan.Menganalisis informasi dari teks aural wawancara dengan tepat 2 pasang tantangan dan usaha dari 3 pasang acuan yang diperdengarkan.Menganalisis informasi dari teks aural wawancara dengan tepat seluruh 3 pasang tantangan dan usaha sesuai acuan teks Bagas secara runtut.Menganalisis informasi dari teks aural wawancara dengan tepat seluruh 3 pasang tantangan dan usaha sesuai acuan secara mandiri serta mampu merinci detail penyebab tantangan dan tindakan usaha secara lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah artikulasi dan tempo pembacaan teks aural sudah cukup jelas bagi seluruh murid untuk menangkap informasi rincian tantangan dan usaha?
  • Bagian mana dari pemilahan antara tantangan dan usaha yang paling sering tertukar oleh murid saat menyimak rekaman wawancara?

Murid:

  • Kata kunci apa yang paling membantumu membedakan antara tantangan (kesulitan) dan usaha (tindakan) yang disampaikan narasumber?
  • Apakah kamu berhasil mencatat seluruh tantangan dan usaha yang dilakukan oleh Bagas saat mendengarkan teks tadi?

Pertemuan 5 — Menganalisis Kesimpulan Informasi dari Teks Aural Dialog Wawancara Minat dan Bakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang wawancara minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menganalisis kesimpulan informasi dari teks aural dialog wawancara minat dan bakat (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: guru membacakan 1 kutipan pendek: 'Pewawancara: Mengapa memilih robotika? Doni: Saya suka merakit sejak kecil dan berlatih tiap sore hingga juara lomba robot nasional.' Guru mengajukan pertanyaan: 'Apa kesimpulan minat dan pencapaian Doni dari kutipan tersebut?' (acuan jawaban benar: Doni berminat pada bidang robotika sejak kecil dan berhasil menjadi juara lomba robot nasional berkat latihan rutin tiap sore) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai 3 komponen utama dalam merumuskan kesimpulan hasil wawancara minat dan bakat: bidang minat, usaha/latihan rutin, dan capaian/hasil yang diperoleh narasumber (5 menit).
  • Guru memperdengarkan rekaman/pembacaan Teks Aural Dialog Wawancara 1: 'Pewawancara: Halo Afrilla, sejak kapan kamu menekuni pencak silat? Afrilla: Sejak kelas 3 SD. Awalnya diajak ayah, lalu saya merasa menemukan minat saya di seni bela diri ini. Pewawancara: Apa tantangan terbesarmu? Afrilla: Membagi waktu belajar dan latihan fisik 4 kali seminggu. Saya pantang menyerah meski lelah. Hasilnya, tahun lalu saya meraih medali emas O2SN tingkat provinsi.' Murid bersama guru membedah 3 unsur kesimpulan: bidang minat (pencak silat sejak kelas 3 SD), usaha (latihan fisik 4 kali seminggu serta disiplin membagi waktu belajar), dan hasil (medali emas O2SN tingkat provinsi) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menyelenggarakan permainan analisis cepat 'Tebak Kesimpulan Juara' secara berpasangan: guru membacakan kutipan dialog singkat, setiap pasangan mengangkat kartu pilihan kesimpulan A atau B yang paling tepat dan padat sesuai isi simakan (pilihan A memuat seluruh fakta minat-usaha-hasil, pilihan B memuat informasi keliru/tidak lengkap) (10 menit).
  • Guru memperdengarkan Teks Aural Dialog Wawancara 2: 'Wartawan Cilik: Halo Ucok, kamu sangat mahir memainkan drum. Apa rahasianya? Ucok: Minat saya pada musik perkusi muncul sejak usia 7 tahun. Saya rajin berlatih ketukan setiap hari selama satu jam di sanggar musik dan belajar otodidak dari video. Meski tangan sering pegal, saya terus mencoba hingga akhirnya terpilih menjadi drumer cilik terbaik festival musik daerah.' (5 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis untuk menganalisis kesimpulan dari Teks Aural Dialog Wawancara 2 dengan mengisi 3 rincian pokok dan 1 kalimat kesimpulan utuh: (1) Minat tokoh (acuan: musik perkusi/drum sejak usia 7 tahun); (2) Usaha/latihan tokoh (acuan: rajin berlatih ketukan tiap hari 1 jam di sanggar musik dan belajar otodidak); (3) Hasil/prestasi (acuan: terpilih menjadi drumer cilik terbaik festival musik daerah); (4) Kalimat kesimpulan terpadu (acuan: Ucok memiliki minat kuat pada drum/perkusi sejak usia 7 tahun, dan melalui latihan tekun setiap hari ia berhasil menjadi drumer cilik terbaik di festival musik daerah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membacakan kembali kunci unsur simpulan teks wawancara Ucok dan murid memeriksa ketepatan analisis informasi pada lembar kerja masing-masing secara berkesadaran (5 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan cara membedakan informasi pokok yang menjadi kesimpulan dengan rincian pendukung yang tidak wajib masuk ke dalam kalimat kesimpulan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali langkah merumuskan kesimpulan teks aural wawancara minat dan bakat berdasarkan keterpaduan informasi minat, usaha, dan pencapaian (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan berlanjut ke analisis informasi dari teks visual profil tokoh (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dialog wawancara yang dibacakan dengan tempo lebih lambat dan jeda intonasi yang jelas pada bagian data minat, usaha, serta hasil. Murid mahir menyimak teks dengan tempo wajar satu kali putar.
  • Proses: Murid yang memerlukan perancah (scaffolding) dipandu menggunakan tabel bantu berisi kata kunci 'Minat - Usaha - Hasil' sebelum menyusun kalimat kesimpulan utuh. Murid mahir langsung menganalisis dan merangkai kesimpulan utuh secara mandiri.
  • Produk: Murid yang masih berkembang cukup menuliskan 3 poin komponen kesimpulan dengan tepat. Murid berkemampuan cepat menuliskan formulasi kesimpulan dalam 2 variasi susunan kalimat terpadu tanpa mengubah kebenaran informasi simakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan setelah guru membacakan kutipan: 'Pewawancara: Mengapa memilih robotika? Doni: Saya suka merakit sejak kecil dan berlatih tiap sore hingga juara lomba robot nasional.' Pertanyaan: 'Sebutkan kesimpulan minat dan hasil yang diraih Doni berdasarkan kutipan tersebut!' (acuan jawaban: Doni meminati robotika sejak kecil dan berhasil meraih juara lomba robot nasional berkat latihan tiap sore).

Proses:

  • Observasi respon berpasangan saat kuis aural cepat 'Tebak Kesimpulan Juara' membedakan kesimpulan akurat vs kesimpulan keliru.
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis kesimpulan teks aural dialog wawancara Ucok dengan 4 butir acuan: (1) Minat: musik perkusi/drum sejak usia 7 tahun; (2) Usaha: berlatih tiap hari 1 jam di sanggar dan otodidak dari video; (3) Hasil: terpilih menjadi drumer cilik terbaik festival musik daerah; (4) Rumusan kesimpulan memadukan ketiga unsur fakta tersebut secara logis dan tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru membacakan satu pernyataan simpulan: 'Ucok menjadi drumer terbaik karena sering menonton video di rumah tanpa latihan.' Murid menentukan apakah simpulan itu tepat atau salah berdasarkan fakta teks aural (acuan jawaban: Salah, karena Ucok juga rajin berlatih ketukan tiap hari 1 jam di sanggar musik).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik lisan menentukan kesimpulan kutipan aural
  • Permainan berpasangan 'Tebak Kesimpulan Juara' mencocokkan kesimpulan tepat
  • Penilaian lembar kerja mandiri menganalisis 3 unsur dan 1 rumusan kesimpulan dari teks aural dialog wawancara

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menganalisis komponen informasi kesimpulan (minat, usaha, hasil) dari teks aural wawancaraMenganalisis 0-1 komponen informasi kesimpulan secara tepat dari 3 komponen yang tersedia pada teks aural wawancara.Menganalisis 2 dari 3 komponen informasi kesimpulan (minat, usaha, hasil) secara tepat dari teks aural wawancara.Menganalisis seluruh (3) komponen informasi kesimpulan (minat, usaha, hasil) secara tepat sesuai isi teks aural wawancara.Menganalisis seluruh (3) komponen informasi kesimpulan secara lengkap dan merumuskannya menjadi satu kesimpulan terpadu yang padat serta runtut tanpa ada kekeliruan fakta secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural dialog wawancara yang dibacakan/diperdengarkan sudah cukup jelas didengar dan dipahami oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari unsur kesimpulan (minat, usaha, atau hasil) yang paling sering terlewatkan oleh murid saat menyimak?

Murid:

  • Bagian mana dari dialog wawancara tadi yang paling membantumu menemukan inti kesimpulan?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat merangkum fakta wawancara menjadi satu kalimat kesimpulan utuh?

Pertemuan 6 — Menganalisis Informasi Profil Tokoh dari Teks Visual Artikel Pengembangan Bakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran membaca teks visual profil tokoh untuk menganalisis informasi minat dan bakat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca kutipan pendek satu kalimat 'Afrilla berlatih pencak silat sejak usia tujuh tahun hingga meraih medali emas' lalu menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Siapa nama tokoh? (2) Apa bidang bakatnya? (acuan jawaban: 1. Afrilla; 2. Pencak silat) untuk memetakan kesiapan membaca teks profil (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati teks visual artikel profil berjudul 'Rahasia Juara Afrilla' yang menyajikan informasi nama tokoh (Afrilla Dina Nastiti), asal sekolah (SMPN 3 Sewon Yogyakarta), bidang bakat (atlet pencak silat), bentuk usaha/latihan (disiplin berlatih teknik jurus setiap sore), tantangan yang dialami (kelelahan membagi waktu antara sekolah dan latihan), serta prestasi yang dicapai (peraih medali emas) (10 menit).
  • Guru memandu murid membedah unsur rincian profil dalam artikel visual tersebut melalui tanya jawab terarah mengenai cara mengidentifikasi identitas, minat, tantangan, dan capaian tokoh dalam teks bacaan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Profil Tokoh': tiap pasangan murid menerima kartu tantangan untuk menemukan dan mencatat 4 data spesifik profil tokoh dari artikel visual 'Rahasia Juara Afrilla': (1) Identitas dan asal sekolah tokoh, (2) Bidang bakat yang digeluti, (3) Tantangan dan cara tokoh berlatih, (4) Prestasi puncak yang diraih tokoh (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi lembar analisis informasi profil tokoh berdasarkan teks visual artikel tersebut untuk menetapkan 4 kategori informasi (identitas, bidang bakat, tantangan/usaha, dan prestasi) sesuai fakta teks (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan hasil analisis informasi profil tokoh miliknya dengan membandingkan temuannya terhadap acuan kunci jawaban teks visual bersama bimbingan guru (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menganalisis rincian informasi penting dari teks visual profil tokoh (identitas, minat-bakat, usaha menghadapi tantangan, dan prestasi) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik belajar dan menutup pertemuan dengan menyampaikan topik tindak lanjut analisis gagasan pokok pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks visual artikel profil tokoh dengan penanda warna/garis bawah pada bagian penting untuk murid yang memerlukan bimbingan membaca intensif.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca dipandu menemukan kata kunci identitas tokoh secara bertahap, sedangkan murid yang mahir menganalisis rincian informasi secara mandiri tanpa bantuan penanda.
  • Produk: Semua murid mengisi 4 kategori informasi profil tokoh yang sama, dengan variasi kedalaman kalimat rincian fakta yang ditemukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca kutipan profil singkat: Murid membaca kutipan 'Afrilla berlatih pencak silat sejak usia tujuh tahun hingga meraih medali emas' dan menjawab tertulis 2 butir: (1) Siapa nama tokoh? (2) Apa bidang bakatnya? (Acuan jawaban: 1. Nama tokoh adalah Afrilla; 2. Bidang bakatnya adalah pencak silat).

Proses:

  • Lembar analisis informasi profil tokoh dari artikel visual 'Rahasia Juara Afrilla' yang memuat 4 butir analisis: (1) Identitas tokoh dan asal sekolah (Acuan: Afrilla Dina Nastiti/Afrilla, siswi SMP Negeri 3 Sewon Yogyakarta); (2) Bidang bakat (Acuan: Olahraga beladiri pencak silat); (3) Tantangan dan bentuk usaha pengembangan bakat (Acuan: Mengalami kelelahan membagi waktu sekolah dan latihan, usaha dengan disiplin berlatih jurus/teknik setiap sore); (4) Prestasi yang diraih (Acuan: Meraih medali emas pencak silat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan kembali 1 bukti tekstual dari artikel visual yang menunjukkan usaha pantang menyerah Afrilla dalam mengembangkan bakatnya (Acuan penerimaan: Menyebutkan ketekunan Afrilla berlatih fisik/jurus secara disiplin meski harus membagi waktu dengan tugas sekolah).

Formatif:

  • Penilaian tertulis lembar analisis informasi teks visual profil tokoh
  • Pemeriksaan ketepatan jawaban kuis tantangan berpasangan 'Detektif Profil Tokoh'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Analisis Informasi Teks Visual Profil TokohMenganalisis dengan tepat 1 dari 4 rincian informasi profil tokoh (identitas, bidang bakat, tantangan/usaha, prestasi) berdasarkan acuan kunci jawaban.Menganalisis dengan tepat 2 dari 4 rincian informasi profil tokoh (identitas, bidang bakat, tantangan/usaha, prestasi) berdasarkan acuan kunci jawaban.Menganalisis dengan tepat 3 dari 4 rincian informasi profil tokoh (identitas, bidang bakat, tantangan/usaha, prestasi) berdasarkan acuan kunci jawaban secara mandiri.Menganalisis dengan tepat seluruh 4 rincian informasi profil tokoh (identitas, bidang bakat, tantangan/usaha, prestasi) berdasarkan acuan kunci jawaban secara mandiri dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks visual profil tokoh yang disajikan cukup jelas terbaca dan menarik minat murid dalam menggali informasi?
  • Bagian rincian informasi mana (identitas, bakat, tantangan, atau prestasi) yang paling sulit ditemukan oleh murid secara mandiri?

Murid:

  • Informasi apa yang paling menarik yang kamu temukan dari perjalanan tokoh dalam mengembangkan bakatnya?
  • Apakah kamu dapat menemukan fakta tentang tantangan dan usaha tokoh dari artikel bacaan tadi dengan mudah?

Pertemuan 7 — Menganalisis Informasi Gagasan Pokok Paragraf pada Teks Visual Profil Tokoh Berbakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menayangkan satu paragraf pemantik di papan tulis: 'Afrilla Dina Nastiti adalah siswi SMP Negeri 3 Sewon yang tekun berlatih pencak silat sejak usia dini. Berkat ketekunannya, ia berhasil meraih medali emas pada kejuaraan silat tingkat nasional.' Guru meminta murid menentukan gagasan pokok paragraf tersebut pada selembar kertas kecil (acuan jawaban: Ketekunan Afrilla berlatih pencak silat sejak dini hingga meraih prestasi/medali emas) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menganalisis gagasan pokok setiap paragraf pada teks visual profil tokoh berbakat (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks visual bertajuk 'Rahasia Juara Afrilla' yang ditampilkan pada layar proyektor atau lembar bacaan (5 menit).
  • Guru memodelkan cara menganalisis gagasan pokok pada Paragraf 1: membaca kalimat utama, membedakan kalimat utama dari kalimat penjelas, serta merumuskan inti sari paragraf (acuan Paragraf 1: Latar belakang dan ketertarikan awal Afrilla pada olahraga pencak silat) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Gagasan Pokok' secara menggembirakan: setiap pasangan membaca Paragraf 2, 3, dan 4 dari teks profil Afrilla untuk menganalisis gagasan pokok tiap paragraf pada lembar kerja analisis teks visual (15 menit).
  • Murid secara mandiri memeriksa ketepatan rumusan gagasan pokok teks profil Afrilla sesuai teks bacaan yang tersedia (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis gagasan pokok dengan acuan jawaban: Gagasan Pokok Paragraf 2: 'Latihan keras dan kedisiplinan Afrilla dalam membagi waktu antara sekolah dan silat'; Gagasan Pokok Paragraf 3: 'Tantangan cedera dan rasa lelah yang berhasil diatasi Afrilla'; Gagasan Pokok Paragraf 4: 'Pencapaian prestasi medali emas Afrilla serta motivasinya untuk terus berprestasi' (10 menit).
  • Murid menandai tingkat ketepatan analisis masing-masing dan menyadari langkah berpikir yang paling membantu dalam menemukan inti paragraf (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali cara menganalisis gagasan pokok dari teks visual profil tokoh (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik belajar singkat dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan kalimat utama yang dicetak tebal pada setiap paragraf; murid yang sudah mahir diberikan teks visual lengkap tanpa penanda visual tambahan.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal didampingi guru dengan panduan pertanyaan penuntun ('Apa hal utama yang dibicarakan paragraf ini?'); murid mahir bekerja mandiri menganalisis gagasan pokok dan merumuskannya dengan variasi kalimat sendiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan dapat memilih gagasan pokok yang tepat dari 2 opsi rumusan yang disiapkan di lembar kerja; murid mahir menuliskan rumusan gagasan pokok secara mandiri dalam bentuk kalimat efektif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menentukan gagasan pokok dari 1 paragraf pemantik di awal pelajaran. Paragraf: 'Afrilla Dina Nastiti adalah siswi SMP Negeri 3 Sewon yang tekun berlatih pencak silat sejak usia dini. Berkat ketekunannya, ia berhasil meraih medali emas pada kejuaraan silat tingkat nasional.' (Acuan jawaban: Ketekunan Afrilla berlatih pencak silat sejak dini hingga meraih prestasi/medali emas).

Proses:

  • Tugas analisis 3 paragraf teks 'Rahasia Juara Afrilla' pada lembar kerja. Target analisis: (1) Paragraf 2, (2) Paragraf 3, dan (3) Paragraf 4. Acuan jawaban benar: Paragraf 2 memuat gagasan pokok kedisiplinan latihan dan pembagian waktu Afrilla; Paragraf 3 memuat gagasan pokok tantangan cedera dan keteguhan Afrilla mengatasinya; Paragraf 4 memuat gagasan pokok raihan medali emas serta motivasi berprestasi Afrilla.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menentukan gagasan pokok 1 paragraf ringkas profil atlet cilik: 'Selain silat, Afrilla gemar melukis untuk melatih ketenangan pikiran dan konsentrasi. Menurutnya, pikiran yang tenang sangat membantu saat bertanding di gelanggang.' (Acuan jawaban: Kegemaran melukis yang membantu Afrilla menjaga ketenangan pikiran dan konsentrasi saat bertanding).

Formatif:

  • Penilaian proses analisis gagasan pokok paragraf pada teks visual profil tokoh melalui lembar kerja latihan berpasangan dan mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Gagasan Pokok Paragraf Teks Visual Profil TokohMenganalisis gagasan pokok dengan tepat pada 0 atau 1 dari 3 paragraf teks profil tokoh secara terbimbing.Menganalisis gagasan pokok dengan tepat pada 2 dari 3 paragraf teks profil tokoh dengan sedikit arahan.Menganalisis gagasan pokok dengan tepat pada seluruh (3) paragraf teks profil tokoh sesuai acuan secara mandiri.Menganalisis gagasan pokok dengan tepat pada seluruh (3) paragraf teks profil tokoh secara mandiri serta mampu merumuskannya dalam kalimat inti yang padat dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pemodelan cara menemukan gagasan pokok pada teks profil tokoh sudah jelas dipahami murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas 'Detektif Gagasan Pokok' berpasangan?

Murid:

  • Apa langkah yang paling membantumu menemukan gagasan pokok di setiap paragraf?
  • Paragraf mana yang paling menantang untuk dianalisis gagasan pokoknya, dan mengapa?

Pertemuan 8 — Menganalisis Informasi Rangkaian Peristiwa Perjalanan Tokoh pada Teks Bacaan Visual Minat dan Bakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menganalisis rangkaian peristiwa perjalanan tokoh pada teks bacaan visual profil tokoh (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca teks visual mini 3 baris di papan tulis ('Sejak usia 7 tahun, Afrilla rajin berlatih silat di perguruan desa. Berkat ketekunannya, pada usia 12 tahun ia terpilih mewakili sekolah ke kejuaraan daerah dan sukses merebut medali emas.'), lalu murid secara lisan mengurutkan 2 peristiwa utama (acuan: Peristiwa 1 = Afrilla mulai tekun berlatih silat usia 7 tahun; Peristiwa 2 = Afrilla mewakili sekolah dan meraih medali emas usia 12 tahun) untuk mengecek kemampuan awal memahami alur peristiwa (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memirsa dan membaca teks visual profil tokoh berjudul 'Rahasia Juara Afrilla' yang memuat perjalanan hidup tokoh: (1) Mengenal silat sejak kelas 2 SD karena diajak kakak; (2) Menghadapi masa sulit latihan fisik berat dan membagi waktu belajar; (3) Mengikuti seleksi kejuaraan tingkat kabupaten; (4) Berhasil meraih medali emas pencak silat tingkat nasional di SMP (10 menit).
  • Secara berkesadaran, murid mencermati kata-kata penanda urutan kronologis dalam teks (seperti: mula-mula, kemudian, setelah bertahun-tahun, akhirnya) untuk membedakan tahapan awal, perjuangan, hingga capaian prestasi tokoh (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas permainan tantangan berpasangan 'Garis Waktu Sang Juara' yang menggembirakan, murid menyusun 4 potongan kartu peristiwa acak teks visual ke dalam bagan alur kronologis: Kartu A ('Afrilla meraih medali emas pencak silat tingkat nasional'), Kartu B ('Afrilla mulai tertarik silat sejak kelas 2 SD'), Kartu C ('Afrilla disiplin membagi waktu belajar dan latihan fisik berat'), Kartu D ('Afrilla lolos seleksi dan mewakili kabupaten') dengan urutan yang benar (B -> C -> D -> A) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Analisis Peristiwa dengan menuliskan analisis rincian 4 peristiwa perjalanan tokoh Afrilla dari teks bacaan visual ke dalam format tabel kronologis: Peristiwa Awal/Pemicu Minat, Peristiwa Tantangan/Usaha, Peristiwa Titik Balik/Uji Coba, dan Peristiwa Puncak Keberhasilan (acuan: (1) Awal: Mengenal silat sejak kelas 2 SD diajak kakak; (2) Usaha: Latihan fisik rutin serta disiplin membagi waktu belajar sekolah; (3) Titik balik: Mengikuti dan lolos seleksi kejuaraan kabupaten; (4) Puncak: Membawa pulang medali emas tingkat nasional) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis rangkaian peristiwa dengan bagan kronologis acuan, lalu murid menandai ketepatan urutan alur peristiwa yang telah mereka temukan (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menganalisis rangkaian peristiwa teks visual tokoh (mencari penanda waktu dan mengurutkan tahapan dari awal hingga prestasi) (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar pertemuan ini dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya mengenai hubungan sebab-akibat perjuangan tokoh tanpa menutup pembelajaran bab (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks visual profil tokoh dengan penanda warna (highlighting) pada kata penunjuk kronologis waktu bagi murid yang memerlukan dukungan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan pertanyaan bertahap ('kapan peristiwa ini terjadi? apa yang terjadi berikutnya?'), sedangkan murid yang cepat menganalisis rincian kejadian penyerta di setiap tahapan peristiwa secara mandiri.
  • Produk: Format penulisan alur peristiwa dapat berupa bagan tangga kronologis atau tabel alur urutan peristiwa dengan isi fakta yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid membaca teks visual mini 3 baris di papan tulis, lalu menyebutkan 2 urutan peristiwa utama perjalanan tokoh (acuan: (1) Afrilla mulai tekun berlatih silat usia 7 tahun; (2) Afrilla mewakili sekolah dan meraih medali emas usia 12 tahun). Siswa yang menjawab tepat 2 urutan siap belajar mandiri; yang menjawab 1 atau belum tepat diberikan scaffolding penanda waktu.

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan tantangan kartu alur 'Garis Waktu Sang Juara' (acuan kunci urutan kartu: B -> C -> D -> A).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Peristiwa murid dalam mengisi 4 rincian peristiwa perjalanan tokoh (acuan: Tahap 1 = Mengenal silat di kelas 2 SD; Tahap 2 = Disiplin latihan fisik berat & membagi waktu; Tahap 3 = Lolos seleksi kejuaraan kabupaten; Tahap 4 = Meraih medali emas nasional).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menuliskan kembali urutan 4 peristiwa perjalanan tokoh dari teks bacaan visual yang dipelajari (acuan: 1. Mulai minat silat di kelas 2 SD -> 2. Menghadapi latihan berat & membagi waktu -> 3. Mengikuti seleksi tingkat kabupaten -> 4. Meraih medali emas tingkat nasional).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan tabel analisis 4 rangkaian peristiwa perjalanan tokoh dari teks bacaan visual 'Rahasia Juara Afrilla' menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Rangkaian Peristiwa Perjalanan Tokoh pada Teks VisualMenganalisis tepat 1 dari 4 tahapan peristiwa perjalanan tokoh secara kronologis sesuai teks acuan dengan bantuan penuh guru.Menganalisis tepat 2 dari 4 tahapan peristiwa perjalanan tokoh secara kronologis sesuai teks acuan dengan sedikit bimbingan guru.Menganalisis tepat 3 dari 4 tahapan peristiwa perjalanan tokoh secara kronologis sesuai teks acuan secara mandiri.Menganalisis seluruh 4 tahapan peristiwa perjalanan tokoh secara kronologis (awal mula, usaha/latihan, seleksi kejuaraan, hingga puncak medali emas) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan visual dan aktivitas kartu urutan alur mempermudah murid menemukan urutan kronologis perjalanan tokoh?
  • Apakah alokasi waktu pada tahap menganalisis dan verifikasi lembar kerja terlaksana dengan efektif sesuai rencana?

Murid:

  • Bagian mana dari perjalanan hidup tokoh Afrilla yang paling mudah dan paling sulit kamu tentukan urutannya?
  • Bagaimana kata penunjuk waktu dalam teks membantumu menyusun urutan peristiwa secara benar?

Pertemuan 9 — Menganalisis Hubungan Sebab-Akibat Perjuangan Tokoh Mengembangkan Bakat dari Teks Visual — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan topik pembelajaran yaitu menganalisis hubungan sebab-akibat perjuangan tokoh mengembangkan bakat dari teks visual (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menayangkan 1 kalimat ilustrasi di papan tulis: 'Afrilla berlatih silat setiap hari sepulang sekolah, sehingga staminanya meningkat drastis.' Guru meminta murid mengidentifikasi mana bagian sebab dan mana bagian akibat (acuan: sebab = berlatih silat setiap hari sepulang sekolah; akibat = staminanya meningkat drastis) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati teks visual bertajuk 'Langkah Nyata Sang Juara Silat' yang memuat kisah perjuangan Afrilla Dina Nastiti dalam mengembangkan bakat pencak silat (8 menit).
  • Murid mengidentifikasi kata penanda hubungan sebab-akibat dalam teks visual (seperti: 'karena', 'oleh sebab itu', 'sehingga') melalui bimbingan pemodelan guru (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan pasangan kartu 'Detektif Sebab-Akibat' secara berpasangan dengan menjodohkan 4 pasang kartu perjuangan tokoh: Kartu 1 Sebab 'Afrilla menambah porsi latihan fisik di pagi hari' -> Kartu 1 Akibat 'Kelincahan gerak dan tendangannya semakin akurat'; Kartu 2 Sebab 'Afrilla membagi waktu dengan ketat antara tugas sekolah dan latihan silat' -> Kartu 2 Akibat 'Prestasi akademiknya tetap terjaga baik'; Kartu 3 Sebab 'Afrilla mempelajari rekaman video pertandingan lawan secara teliti' -> Kartu 3 Akibat 'Mampu mengantisipasi serangan lawan saat bertanding di kejuaraan'; Kartu 4 Sebab 'Afrilla bangkit dan mengevaluasi kesalahan setelah sempat kalah di babak penyisihan' -> Kartu 4 Akibat 'Berhasil merebut medali emas di kejuaraan tingkat provinsi' (15 menit).
  • Murid secara mandiri menganalisis 4 hubungan sebab-akibat dari teks visual perjuangan tokoh pada Lembar Analisis Sebab-Akibat yang memuat tabel pasangan peristiwa sebab dan peristiwa akibat beserta bukti kalimatnya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi hasil analisis sebab-akibat miliknya dengan memeriksa kembali kesesuaian antara tindakan perjuangan tokoh dengan hasil yang diperoleh berdasarkan teks visual (7 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap perjuangan mengembangkan bakat (sebab) menghasilkan dampak positif bagi keberhasilan tokoh (akibat) (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik berbasis asesmen akhir serta menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan berlanjut ke analisis informasi tersurat dan tersirat dari infografik profil tokoh (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks visual dengan penanda visual (warna sorot pada kata penghubung sebab-akibat) untuk murid yang membutuhkan pendampingan, serta teks visual tanpa penanda untuk murid yang telah mahir.
  • Proses: Memberikan panduan bertahap menggunakan kartu bantuan bagi murid yang masih kesulitan membedakan sebab dan akibat, sedangkan murid yang cepat langsung menganalisis teks kompleks secara mandiri.
  • Produk: Format pelaporan analisis sebab-akibat dapat diisi dalam bentuk bagan panah alur maupun tabel relasi sebab-akibat sesuai preferensi murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman konsep sebab-akibat: Guru memberikan 1 kalimat ilustrasi 'Afrilla berlatih silat setiap hari sepulang sekolah, sehingga staminanya meningkat drastis' lalu meminta murid menentukan sebab dan akibatnya (acuan jawaban: Sebab = berlatih silat setiap hari sepulang sekolah; Akibat = staminanya meningkat drastis).

Proses:

  • Pengamatan keaktifan dan ketepatan murid dalam mencocokkan 4 pasang kartu sebab-akibat pada permainan Detektif Sebab-Akibat (acuan: Kartu 1 Sebab 'Afrilla menambah porsi latihan fisik di pagi hari' -> Akibat 'Kelincahan gerak dan tendangannya semakin akurat'; Kartu 2 Sebab 'Afrilla membagi waktu dengan ketat antara tugas sekolah dan latihan silat' -> Akibat 'Prestasi akademiknya tetap terjaga baik'; Kartu 3 Sebab 'Afrilla mempelajari rekaman video pertandingan lawan secara teliti' -> Akibat 'Mampu mengantisipasi serangan lawan saat bertanding di kejuaraan'; Kartu 4 Sebab 'Afrilla bangkit dan mengevaluasi kesalahan setelah sempat kalah di babak penyisihan' -> Akibat 'Berhasil merebut medali emas di kejuaraan tingkat provinsi').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis: Murid menentukan pasangan sebab-akibat dari 4 butir peristiwa teks visual perjuangan tokoh Afrilla pada Lembar Analisis (acuan kunci 4 butir: 1. Sebab: Berlatih teknik dasar berulang kali -> Akibat: Menguasai jurus dengan mantap; 2. Sebab: Menjaga pola makan sehat -> Akibat: Kondisi fisik tetap bugar; 3. Sebab: Mengikuti arahan pelatih secara disiplin -> Akibat: Strategi bertanding berjalan efektif; 4. Sebab: Tidak mudah menyerah saat cedera ringan -> Akibat: Mampu menuntaskan pertandingan final hingga meraih kemenangan).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja analisis relasi sebab-akibat pada teks visual perjuangan tokoh menggunakan lembar pengamatan formatif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menganalisis hubungan sebab-akibat perjuangan tokoh dari teks visualBelum mampu menentukan hubungan sebab-akibat dari teks visual (hanya 0-1 dari 4 pasangan yang tepat sesuai acuan).Mampu menentukan sebagian hubungan sebab-akibat dari teks visual secara tepat (2 dari 4 pasangan tepat sesuai acuan).Mampu menganalisis hubungan sebab-akibat dari teks visual dengan tepat (3 dari 4 pasangan tepat sesuai acuan).Mampu menganalisis seluruh hubungan sebab-akibat dari teks visual secara mandiri dan tepat (seluruh 4 pasangan tepat sesuai acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu sebab-akibat efektif membantu murid memahami hubungan sebab dan akibat dalam perjuangan tokoh?
  • Bagian mana dari langkah analisis teks visual yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Bagaimana caraku membedakan antara tindakan perjuangan tokoh (sebab) dengan hasil yang dicapainya (akibat)?
  • Perjuangan tokoh mana dalam teks yang paling menginspirasiku untuk tekun mengembangkan bakat?

Pertemuan 10 — Menganalisis Informasi Tersurat dan Tersirat dari Infografik Profil Tokoh yang Mengembangkan Minat dan Bakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan topik serta tujuan pembelajaran menganalisis informasi tersurat dan tersirat dari infografik profil tokoh (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca cuplikan kartu infografik mini berisi teks: 'Afrilla berlatih pencak silat 4 jam sehari sejak usia 8 tahun dan telah meraih 5 medali emas nasional'. Guru menanyakan: (1) Sebutkan informasi yang tertulis langsung tentang jam latihan harian Afrilla! (acuan jawaban: 4 jam sehari); (2) Berdasarkan fakta tersebut, apa simpulan tersirat mengenai sifat Afrilla dalam berlatih? (acuan jawaban: disiplin, gigih, atau tekun) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid memirsa infografik visual berjudul 'Jejak Sang Juara Silat: Afrilla Dina' yang memuat data grafis: (a) teks tersurat: 'Mulai berlatih usia 7 tahun di perguruan silat desa', 'Jadwal latihan: Senin-Sabtu pukul 15.00-18.00', 'Prestasi: Juara 1 O2SN Tingkat Nasional 2023', 'Tantangan: Pernah cedera pergelangan kaki 2 bulan sebelum kejuaraan'; (b) elemen visual tersirat: grafik garis latihan yang terus menanjak setelah titik cedera, serta gambar jam weker dan sepatu silat bertambal (10 menit).
  • Guru memodelkan cara menganalisis teks visual: membedakan informasi tersurat (data literal tanggal, angka, kata kunci yang tertulis) dengan informasi tersirat (kesimpulan logis yang ditarik dari paduan data teks dan gambar grafis pendukung) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan kuis detektif visual berpasangan 'Tersurat atau Tersirat?': murid membedakan 4 kartu pernyataan berdasarkan infografik Afrilla: Kartu 1: 'Afrilla menjuarai O2SN Nasional tahun 2023' (acuan: Tersurat); Kartu 2: 'Afrilla memiliki komitmen pantang menyerah meski mengalami cedera fisik' (acuan: Tersirat); Kartu 3: 'Latihan rutin Afrilla berlangsung selama 3 jam per hari dari Senin hingga Sabtu' (acuan: Tersurat); Kartu 4: 'Keberhasilan Afrilla didukung oleh kedisiplinan mengelola waktu antara sekolah dan latihan' (acuan: Tersirat) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Infografik Profil Tokoh 'Perjalanan Pelukis Cilik: Bagas Mandiri' yang memuat 4 butir analisis informasi: Butir 1 (Tersurat 1): Usia Bagas mulai memamerkan karyanya (acuan: 9 tahun); Butir 2 (Tersurat 2): Jumlah karya lukis yang terjual untuk donasi anak jalanan (acuan: 25 lukisan); Butir 3 (Tersirat 1): Simpulan motivasi Bagas melukis selain menyalurkan bakat seni (acuan: memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap sesama/anak jalanan); Butir 4 (Tersirat 2): Simpulan faktor utama pendukung kemajuan bakat Bagas berdasarkan grafik 1.000 jam berkarya (acuan: ketekunan dan latihan yang konsisten tanpa kenal lelah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi hasil analisisnya dengan mencocokkan bukti tekstual dan visual yang ditemukan pada lembar kerja bersama bimbingan guru (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara membedakan informasi tersurat dan tersirat dari infografik profil tokoh, kemudian guru memberikan konfirmasi pemahaman materi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan infografik dengan teks berpenanda warna khusus (highlight) pada bagian data tersurat; murid yang cepat diberikan infografik dengan elemen grafis diagram batang tanpa narasi teks panjang.
  • Proses: Murid berkesulitan belajar dibimbing mengidentifikasi kata kunci konkret terlebih dahulu sebelum menarik simpulan tersirat; murid mahir menganalisis simpulan tersirat tingkat lanjut secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid mengisi 4 butir lembar kerja analisis teks visual yang sama dengan variasi tingkat kedalaman penjelasan pada butir inferensial (tersirat).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan membedakan makna tersurat dan tersirat berdasarkan teks mini Afrilla: (1) Menentukan fakta tertulis jam latihan Afrilla (acuan: 4 jam sehari); (2) Menyimpulkan sikap Afrilla berdasarkan fakta latihan tersebut (acuan: disiplin/tekun/gigih).

Proses:

  • Formatif 1 (Permainan Kuis Detektif Visual): Ketepatan mengelompokkan 4 pernyataan infografik: Kartu 1 (Tersurat), Kartu 2 (Tersirat), Kartu 3 (Tersurat), Kartu 4 (Tersirat).
  • Formatif 2 (Lembar Kerja Analisis Mandiri Infografik Bagas Mandiri): Ketepatan menjawab 4 butir: Butir 1 (acuan: usia 9 tahun), Butir 2 (acuan: 25 lukisan), Butir 3 (acuan: kepedulian sosial tinggi/berjiwa sosial), Butir 4 (acuan: latihan konsisten/ketekunan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menjawab 1 pertanyaan inferensial singkat dari gambar grafik profil: 'Jika grafik karya tokoh meningkat tajam setelah memenangkan lomba pertama, apa simpulan tersirat mengenai pengaruh kemenangan lomba terhadap semangatnya?' (acuan: kemenangan lomba meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri tokoh untuk terus berkarya).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan kuis detektif visual berpasangan mengelompokkan pernyataan tersurat dan tersirat
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis 4 butir informasi tersurat dan tersirat dari infografik profil tokoh Bagas Mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menganalisis informasi tersurat dari infografik profil tokoh (Butir 1 dan 2)Belum mampu menemukan informasi tersurat pada infografik profil tokoh secara tepat (0 butir benar dari target 2 butir acuan).Mampu menemukan 1 dari 2 butir informasi tersurat pada infografik profil tokoh secara tepat sesuai acuan jawaban.Mampu menemukan seluruh informasi tersurat (2 butir) pada infografik profil tokoh secara tepat sesuai acuan jawaban.Mampu menemukan seluruh informasi tersurat (2 butir) pada infografik profil tokoh secara tepat dan mandiri tanpa keraguan atau bantuan guru.
Ketepatan menganalisis informasi tersirat dari infografik profil tokoh (Butir 3 dan 4)Belum mampu menarik simpulan tersirat dari petunjuk visual/teks pada infografik profil tokoh (0 butir benar dari target 2 butir acuan).Mampu menarik simpulan tersirat secara tepat pada 1 dari 2 butir target berdasarkan petunjuk teks visual infografik sesuai kriteria penerimaan.Mampu menarik simpulan tersirat secara tepat pada seluruh target (2 butir) berdasarkan keterkaitan bukti teks dan visual infografik sesuai kriteria penerimaan.Mampu menarik simpulan tersirat secara komprehensif pada seluruh target (2 butir) dengan menghubungkan data grafis dan konteks perjuangan tokoh secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media infografik visual berhasil membantu murid membedakan fakta tersurat dan kesimpulan tersirat secara konkret?
  • Bagian mana dari infografik yang masih sulit ditafsirkan maknanya secara tersirat oleh sebagian murid?

Murid:

  • Apa perbedaan utama yang paling kamu ingat antara informasi tersurat dan informasi tersirat dalam sebuah infografik?
  • Petunjuk visual atau teks apa yang paling membantumu menemukan informasi tersirat tentang perjuangan tokoh tadi?

Pertemuan 11 — Menganalisis Rangkuman Informasi Prestasi Tokoh dari Teks Visual Inspirasi Minat dan Bakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menganalisis rangkuman informasi prestasi tokoh dari teks visual inspirasi minat dan bakat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan potongan infografik profil atlet pencak silat Afrilla Dina Nastiti di papan tulis, lalu meminta murid menuliskan 2 data prestasi yang tertera: (1) Medali emas cabang olahraga pencak silat; (2) Siswi berprestasi tingkat nasional (acuan: jawaban memuat capaian medali emas dan cabang silat/prestasi yang diraih) untuk mengidentifikasi kesiapan menganalisis informasi prestasi tokoh (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks visual bertajuk 'Profil Prestasi Afrilla Dina Nastiti: Dari Minat Menjadi Juara Pencak Silat' yang memuat ringkasan rincian prestasi, tahun perolehan, bidang bakat, dan tingkat kejuaraan (10 menit).
  • Guru memandu pemodelan cara menganalisis teks visual dengan menelaah tabel dan diagram prestasi tokoh, berfokus pada pemilahan informasi capaian utama, tahun, serta tingkat kejuaraan secara teliti dan berkesadaran (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid mengikuti tantangan menggembirakan 'Detektif Prestasi', yaitu mencocokkan 4 kartu potongan prestasi dengan bagan garis waktu prestasi tokoh pada lembar kerja: (1) Kartu 'Juara 1 Kejurda Pelajar 2021' -> Garis waktu 2021; (2) Kartu 'Medali Perak Kejurnas Remaja 2022' -> Garis waktu 2022; (3) Kartu 'Medali Emas O2SN Tingkat Nasional 2023' -> Garis waktu 2023; (4) Kartu 'Penghargaan Atlet Muda Inspiratif DIY 2024' -> Garis waktu 2024 (acuan: keempat pasangan tahun dan capaian tepat sesuai teks visual) (12 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar analisis untuk mengekstraksi dan merangkum 4 butir informasi pokok prestasi tokoh dari teks visual profil I Gede Agung Agrata Prana: (1) Bidang minat/bakat: Seni tari Bali dan musik gamelan; (2) Prestasi tertinggi: Juara 1 Festival Seni Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Bali; (3) Usaha pencapaian: Latihan rutin 4 kali sepekan di sanggar sejak usia 7 tahun; (4) Capaian terkini: Terpilih sebagai duta budaya cilik daerah (acuan: keempat butir informasi tepat merujuk data teks visual) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa ketepatan hasil rangkuman informasi prestasi tokoh, membandingkan data yang ditemukan dengan teks visual acuan untuk mengevaluasi ketelitian analisis data visual masing-masing (7 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara efektif menganalisis rangkuman prestasi tokoh dari teks visual dengan mengidentifikasi bidang bakat, nama kejuaraan, tahun capaian, dan tingkat prestasi (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya untuk mulai belajar menulis laporan hasil wawancara (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penanda visual warna pada informasi tahun dan nama kejuaraan; murid yang sudah mahir diberikan teks visual dengan infografik kompleks berisi perbandingan data prestasi multi-tahun.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca struktur garis waktu infografik; murid yang mandiri menganalisis teks visual secara langsung tanpa panduan tambahan.
  • Produk: Format rangkuman dapat disajikan dalam bentuk tabel isian terstruktur atau diagram alir prestasi sesuai kenyamanan murid selama memuat 4 unsur informasi prestasi tokoh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menemukan 2 data prestasi tokoh dari cuplikan infografik visual di awal pembelajaran (acuan jawaban: capaian 1 = Medali emas cabang olahraga pencak silat; capaian 2 = Siswi berprestasi tingkat nasional).

Proses:

  • Tantangan 'Detektif Prestasi' berpasangan mencocokkan 4 kartu prestasi dengan garis waktu (kartu 1: Juara 1 Kejurda 2021 -> 2021; kartu 2: Medali Perak Kejurnas Remaja 2022 -> 2022; kartu 3: Medali Emas O2SN 2023 -> 2023; kartu 4: Atlet Muda Inspiratif 2024 -> 2024; acuan: seluruh 4 pasangan tepat).
  • Analisis mandiri lembar rangkuman prestasi tokoh I Gede Agung Agrata Prana berisi 4 butir: bidang minat/bakat, prestasi tertinggi, usaha pencapaian, dan capaian terkini (acuan: sesuai butir data teks visual).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 bukti data prestasi dan 1 faktor usaha pendukungnya berdasarkan teks visual yang telah dipelajari (acuan: prestasi = Medali Emas O2SN / Juara Festival Seni Budaya; usaha = latihan konsisten di sanggar/perguruan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar analisis rangkuman informasi prestasi tokoh dari teks visual berdasarkan ketepatan data.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menganalisis informasi prestasi tokoh dari teks visualMenganalisis 1 dari 4 butir informasi prestasi tokoh dengan tepat sesuai teks visual dengan bimbingan penuh guru.Menganalisis 2 dari 4 butir informasi prestasi tokoh dengan tepat sesuai teks visual dengan sedikit bantuan.Menganalisis 3 dari 4 butir informasi prestasi tokoh dengan tepat sesuai data pada teks visual secara mandiri.Menganalisis seluruh (4 dari 4) butir informasi prestasi tokoh (bidang, prestasi tertinggi, usaha, capaian terkini) secara lengkap dan tepat sesuai data pada teks visual secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan teks visual dan infografik prestasi tokoh cukup jelas keterbacaannya bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari lembar analisis informasi prestasi yang paling banyak mengalami kekeliruan pembacaan oleh murid?

Murid:

  • Informasi prestasi tokoh mana yang paling mudah kamu temukan dari teks visual tadi?
  • Langkah apa yang membantumu menemukan hubungan antara tahun dan tingkat kejuaraan yang diraih tokoh?

Pertemuan 12 — Menulis Rangkaian Kalimat Kompleks Hasil Pengamatan Identitas dan Minat Narasumber Wawancara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu pembiasaan tertib di kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-12, yaitu menuliskan data identitas dan minat narasumber hasil pengamatan menjadi rangkaian kalimat kompleks (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menggabungkan 2 pasang kalimat tunggal menjadi kalimat kompleks menggunakan konjungsi yang tepat pada papan tulis/kertas singkat. Soal 1: 'Rani adalah murid kelas 6' + 'Rani sangat menyukai melukis' digabung dengan konjungsi 'yang' (acuan: Rani adalah murid kelas 6 yang sangat menyukai melukis). Soal 2: 'Budi menyukai robotik' + 'Budi ingin menjadi perancang mesin' digabung dengan konjungsi 'karena' (acuan: Budi menyukai robotik karena ingin menjadi perancang mesin) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan di papan tulis mengenai struktur kalimat kompleks (memuat klausa utama dan klausa bawahan dengan konjungsi bertingkat atau setara seperti 'karena', 'sejak', 'dan', 'yang') untuk menyajikan identitas dan minat seseorang berdasarkan catatan fakta pengamatan (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tebak Konjungsi Penyambung' yang disajikan guru: menebak konjungsi yang tepat untuk 3 kasus data minat murid (kasus 1: usia dan minat melukis -> konjungsi 'serta'; kasus 2: kegemaran lari dan alasan berlatih -> konjungsi 'karena'; kasus 3: minat bernyanyi dan waktu memulainya -> konjungsi 'sejak') dengan mengangkat kartu kata konjungsi secara gembira (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mencermati catatan hasil pengamatan identitas dan minat dari teman sebangku/narasumber yang berisi 4 poin data: nama lengkap, usia/kelas, bidang minat yang ditekuni, dan alasan menyukai minat tersebut (5 menit).
  • Murid secara mandiri menulis teks sederhana sebanyak 1 paragraf yang terdiri atas minimal 3 rangkaian kalimat kompleks untuk memaparkan identitas dan minat narasumber berdasarkan catatan pengamatan tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf tulisan masing-masing dengan mencentang daftar cek kesadaran diri: memastikan apakah setiap kalimat yang ditulis sudah memiliki minimal dua klausa yang terhubung dengan konjungsi yang tepat dan faktual sesuai data narasumber (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian pembentukan kalimat kompleks berdasarkan hasil tulisan murid serta meluruskan konjungsi yang kurang tepat (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan cara efektif merangkai data mentah identitas dan minat menjadi kalimat kompleks yang runtut sebelum pembelajaran ditutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan daftar pilihan konjungsi (karena, sejak, yang, serta, sehingga), sedangkan murid mahir menggunakan data pengamatan yang lebih rinci mencakup jadwal latihan minat.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap dalam menyambung antarklausa, sedangkan murid yang sudah lancar menulis secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menghasilkan 3 kalimat kompleks sederhana, sedangkan murid mahir menulis paragraf dengan 4-5 kalimat kompleks bervariasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat menggabungkan 2 pasang kalimat tunggal menjadi kalimat kompleks. Butir 1: 'Rani adalah murid kelas 6' + 'Rani sangat menyukai melukis' (acuan kunci: 'Rani adalah murid kelas 6 yang sangat menyukai melukis'); Butir 2: 'Budi menyukai robotik' + 'Budi ingin menjadi perancang mesin' (acuan kunci: 'Budi menyukai robotik karena ingin menjadi perancang mesin').

Proses:

  • Cek pemahaman pada tahap Memahami melalui kuis 'Tebak Konjungsi Penyambung' (3 kasus acuan: kasus 1 memakai 'serta', kasus 2 memakai 'karena', kasus 3 memakai 'sejak').
  • Pemeriksaan draf tulisan individu saat murid menyusun minimal 3 kalimat kompleks dari 4 poin data pengamatan (nama, kelas/usia, minat, alasan).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan tulisan paragraf akhir murid: memeriksa apakah tulisan memuat minimal 3 kalimat kompleks yang benar-benar memadukan identitas dan minat narasumber sesuai data pengamatan (kriteria: memuat klausa bertingkat/setara dengan konjungsi yang tepat dan isi sesuai data fakta pengamatan).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja menulis rangkaian kalimat kompleks berdasarkan catatan data pengamatan identitas dan minat narasumber

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rangkaian Kalimat KompleksMenulis teks yang seluruhnya masih berupa kalimat tunggal dan belum menggunakan konjungsi penghubung antarklausa.Menulis teks dengan 1 kalimat kompleks yang tepat, sedangkan kalimat lainnya masih berupa kalimat tunggal.Menulis teks dengan minimal 3 kalimat kompleks yang tepat menggunakan konjungsi antarklausa secara runtut.Menulis teks dengan 4 atau lebih kalimat kompleks yang variatif konjungsinya secara runtut dan mandiri.
Kesesuaian dengan Hasil Pengamatan Identitas dan MinatIsi teks tidak memuat fakta identitas maupun minat narasumber berdasarkan catatan pengamatan.Isi teks hanya memuat 1 atau 2 poin data pengamatan identitas dan minat narasumber.Isi teks memuat secara lengkap 4 poin data hasil pengamatan (nama, usia/kelas, bidang minat, alasan) ke dalam kalimat yang disusun.Isi teks memuat seluruh poin data hasil pengamatan secara lengkap, rinci, dan faktual ke dalam kalimat yang disusun.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk latihan menulis mandiri kalimat kompleks mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian penggabungan kalimat manakah yang masih sering membingungkan murid saat menulis laporan?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa mengubah catatan fakta hasil wawancara teman menjadi kalimat kompleks?
  • Konjungsi apa yang paling mudah dan paling sulit aku gunakan dalam tulisanku hari ini?

Pertemuan 13 — Menulis Bagian Pendahuluan Laporan Wawancara Minat dan Bakat Menggunakan Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menulis bagian pendahuluan laporan hasil wawancara minat dan bakat menggunakan rangkaian kalimat kompleks (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan 2 pasang klausa tunggal di papan tulis: (1) 'Wawancara ini dilaksanakan' dan 'kami ingin mengetahui minat melukis narasumber'; (2) 'Narasumber memilih bidang robotika' dan 'ia gemar merakit benda elektronik sejak kecil'. Murid diminta menyatukan tiap pasang klausa menjadi 1 kalimat kompleks menggunakan kata hubung yang tepat secara lisan atau di kertas coret (acuan jawaban: (1) 'Wawancara ini dilaksanakan karena kami ingin mengetahui minat melukis narasumber'; (2) 'Narasumber memilih bidang robotika karena ia gemar merakit benda elektronik sejak kecil') (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati contoh teks bagian pendahuluan laporan hasil wawancara minat dan bakat yang disajikan guru di papan tulis, yang memuat latar belakang, tujuan wawancara, serta identitas narasumber (7 menit).
  • Murid membedah struktur kalimat kompleks pada contoh pendahuluan tersebut dengan menandai klausa utama, klausa bawahan, dan kata penghubung bertingkat seperti 'karena', 'agar', 'ketika', atau 'sehingga' yang merangkaikan informasi pendahuluan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Rangkai Kalimat Pembuka', yaitu menyusun 3 potong kartu klausa terpisah menjadi 1 kalimat kompleks pendahuluan yang utuh dan logis secara cepat dan ceria (acuan susunan kartu: Klausa A 'Pewawancara mengamati kegiatan menyanyi narasumber' + Kata Hubung 'agar' + Klausa B 'tujuan penggalian bakat musik dapat dipahami dengan jelas') (10 menit).
  • Murid secara mandiri menulis draf bagian pendahuluan laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan data pengamatan wawancara yang telah disiapkan, dengan menuliskan minimal 3 kalimat kompleks yang mencakup latar belakang, tujuan, dan identitas narasumber (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf pendahuluan yang telah ditulisnya menggunakan lembar cek mandiri untuk memastikan setiap kalimat merupakan kalimat kompleks (memiliki minimal dua klausa dengan kata hubung yang sesuai) dan memuat unsur latar belakang serta tujuan wawancara (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan unsur-unsur penting dalam menulis pendahuluan laporan wawancara (latar belakang, identitas, tujuan) serta penggunaan kalimat kompleks yang menghubungkan informasi secara runtut (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas draf pendahuluan yang telah disusun murid dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan berlanjut ke penulisan bagian deskripsi hasil pengamatan wawancara (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan berisi daftar kata hubung bertingkat (karena, agar, sejak, sehingga) dan pola pembuka kalimat pendahuluan, sedangkan murid mahir langsung menulis draf tanpa pola rintisan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menulis kalimat demi kalimat dengan bimbingan bertahap dari guru, sementara murid yang sudah mahir menulis secara mandiri dan dapat mengembangkan 4-5 kalimat kompleks.
  • Produk: Draf bagian pendahuluan laporan hasil wawancara minimal terdiri atas 3 kalimat kompleks bagi seluruh murid, dan dapat dikembangkan lebih dari 3 kalimat kompleks bagi murid yang mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat menggabungkan 2 pasang klausa tunggal menjadi kalimat kompleks menggunakan konjungsi bertingkat (acuan: butir 1 menggunakan konjungsi sebab/tujuan seperti 'karena'/'agar'; butir 2 menggunakan konjungsi sebab/waktu seperti 'karena'/'sejak')

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam tantangan berpasangan merangkai klausa kartu menjadi kalimat kompleks pendahuluan
  • Pemeriksaan draf tulisan pendahuluan laporan hasil wawancara saat tahap Mengaplikasi untuk mengecek keberadaan klausa bertingkat dan informasi latar belakang serta tujuan wawancara

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri pada draf akhir bagian pendahuluan laporan hasil wawancara dengan kriteria: minimal 3 kalimat kompleks yang memuat latar belakang pengamatan, identitas narasumber, dan tujuan wawancara minat/bakat secara padu

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis draf pendahuluan laporan hasil wawancara minat dan bakat dengan indikator pemenuhan struktur pendahuluan dan ketepatan rangkaian kalimat kompleks

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Informasi Pendahuluan Laporan WawancaraMenulis pendahuluan hanya memuat 1 unsur (hanya identitas, atau hanya latar belakang saja).Menulis pendahuluan yang memuat 2 unsur (misalnya latar belakang dan identitas, namun belum memuat tujuan wawancara).Menulis pendahuluan secara lengkap memuat 3 unsur: latar belakang pengamatan, identitas narasumber, dan tujuan wawancara minat dan bakat.Menulis pendahuluan secara lengkap memuat 3 unsur (latar belakang, identitas, tujuan wawancara minat dan bakat) dengan uraian rincian pengamatan yang sangat padu.
Penyusunan Rangkaian Kalimat KompleksBelum berhasil menyusun kalimat kompleks (seluruh tulisan masih berupa kalimat tunggal sederhana tanpa kata hubung bertingkat).Menyusun 1-2 kalimat kompleks dengan kata hubung bertingkat, tetapi beberapa hubungan antarklausa masih belum tepat.Menyusun minimal 3 kalimat kompleks dengan hubungan antarklausa yang logis dan penggunaan kata hubung bertingkat yang tepat.Menyusun lebih dari 3 kalimat kompleks dengan variasi kata hubung bertingkat yang tepat dan hubungan antarklausa yang sangat runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap Mengaplikasi cukup bagi seluruh murid untuk menyelesaikan draf bagian pendahuluan?
  • Bagian mana dari perangkaian kalimat kompleks yang paling sering menimbulkan kekeliruan pada tulisan murid?

Murid:

  • Apakah saya sudah berhasil menuliskan latar belakang dan tujuan wawancara ke dalam bentuk kalimat kompleks?
  • Kata hubung apa saja yang sudah berhasil saya gunakan dengan tepat dalam draf pendahuluan hari ini?

Pertemuan 14 — Menulis Deskripsi Hasil Pengamatan Wawancara Minat dengan Rangkaian Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis deskripsi hasil pengamatan wawancara minat menggunakan rangkaian kalimat majemuk setara dan bertingkat (kalimat kompleks) (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan menuliskan dua pasang klausa tunggal di papan tulis: (1) 'Rani gemar melukis' + 'Rani rajin berlatih setiap sore'; (2) 'Budi menyukai robotika' + 'ia ingin menjadi perakit robot handal'. Murid diminta secara lisan menyebutkan kata hubung yang tepat untuk menggabungkan klausa tersebut (acuan: pasangan 1 digabung dengan 'dan'/'serta' menjadi kalimat majemuk setara; pasangan 2 digabung dengan 'karena'/'sehingga' menjadi kalimat majemuk bertingkat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang struktur kalimat majemuk setara (menggunakan konjungsi: dan, tetapi, atau) dan kalimat majemuk bertingkat (menggunakan konjungsi: karena, ketika, jika, sehingga) yang diterapkan pada teks deskripsi hasil pengamatan wawancara minat (10 menit).
  • Murid menganalisis contoh kutipan deskripsi hasil pengamatan: 'Edo sangat menyukai olahraga bulu tangkis dan ia berlatih di klub tiga kali seminggu, meskipun jadwal belajarnya sangat padat'. Murid membedakan klausa setara dan klausa bertingkat di dalamnya berdasarkan konjungsi yang digunakan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan bahasa 'Sambung Konjungsi': dalam berpasangan, murid mengambil satu kartu data pengamatan minat lalu secara bergantian merangkainya menjadi 1 kalimat majemuk setara dan 1 kalimat majemuk bertingkat secara lisan dengan ceria (10 menit).
  • Murid secara mandiri menulis teks sederhana (1-2 paragraf) berisi deskripsi hasil pengamatan wawancara minat narasumber dengan menggunakan minimal 2 kalimat majemuk setara dan 2 kalimat majemuk bertingkat berdasarkan catatan wawancara yang telah disiapkan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali draf deskripsi yang telah ditulis untuk memeriksa apakah kalimat yang dirangkai sudah membentuk kalimat majemuk setara dan bertingkat secara tepat serta menggarisbawahi konjungsi yang digunakan (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil tulisan deskripsi pengamatan murid dan memberi umpan balik langsung mengenai ketepatan pembentukan kalimat kompleks (5 menit).
  • Guru membimbing murid menyimpulkan fungsi konjungsi setara dan bertingkat dalam menyusun laporan hasil wawancara yang runtut, lalu menutup sesi pembelajaran (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan daftar konjungsi setara (dan, tetapi, lalu) dan bertingkat (karena, ketika, sehingga, walaupun). Murid yang mahir diberikan tantangan menggunakan variasi konjungsi bertingkat bertingkat ganda (misal: meskipun... namun...).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru membedakan klausa inti dan klausa bawahan dalam menuliskan fakta pengamatan, sedangkan murid mandiri langsung menyusun paragraf penuh.
  • Produk: Murid menyusun deskripsi hasil pengamatan dengan variasi jumlah kalimat kompleks sesuai kesiapan belajar (minimal 4 kalimat kompleks untuk standar ketercapaian).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan cepat menggabungkan 2 pasang klausa: (1) 'Rani gemar melukis' dan 'Rani rajin berlatih setiap sore' (acuan kunci: menggunakan konjungsi setara 'dan' atau 'serta'); (2) 'Budi menyukai robotika' dan 'ia ingin menjadi perakit robot handal' (acuan kunci: menggunakan konjungsi bertingkat 'karena' atau 'sehingga').

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid dalam permainan 'Sambung Konjungsi' serta penelusuran draf tulisan murid saat merangkai deskripsi pengamatan wawancara menjadi kalimat majemuk setara dan bertingkat.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan teks deskripsi hasil pengamatan wawancara minat buatan murid. Kriteria penerimaan operasional: teks memuat deskripsi data minat hasil pengamatan yang dirangkai menggunakan minimal 2 kalimat majemuk setara (klausa dihubungkan dengan konjungsi setara seperti dan/tetapi/serta) dan minimal 2 kalimat majemuk bertingkat (klausa dihubungkan dengan konjungsi bertingkat seperti karena/ketika/sehingga/walaupun).

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis teks deskripsi hasil pengamatan wawancara minat dengan rangkaian kalimat majemuk setara dan bertingkat menggunakan rubrik analitis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Kalimat Majemuk Setara dalam Deskripsi PengamatanBelum menuliskan kalimat majemuk setara dalam deskripsi hasil pengamatan; seluruh kalimat masih berbentuk kalimat tunggal sederhana.Menuliskan 1 kalimat majemuk setara dalam deskripsi hasil pengamatan dengan konjungsi setara yang tepat secara terbimbing.Menuliskan minimal 2 kalimat majemuk setara dalam deskripsi hasil pengamatan dengan konjungsi setara yang tepat secara mandiri.Menuliskan lebih dari 2 kalimat majemuk setara dalam deskripsi hasil pengamatan dengan variasi konjungsi setara yang beragam secara mandiri dan tepat.
Penulisan Kalimat Majemuk Bertingkat dalam Deskripsi PengamatanBelum menuliskan kalimat majemuk bertingkat dalam deskripsi hasil pengamatan; hubungan antar-klausa belum tampak.Menuliskan 1 kalimat majemuk bertingkat dalam deskripsi hasil pengamatan dengan konjungsi bertingkat yang tepat secara terbimbing.Menuliskan minimal 2 kalimat majemuk bertingkat dalam deskripsi hasil pengamatan dengan konjungsi bertingkat yang tepat secara mandiri.Menuliskan lebih dari 2 kalimat majemuk bertingkat dalam deskripsi hasil pengamatan dengan variasi konjungsi bertingkat yang kaya dan hubungan klausa yang logis secara mandiri.
Kesesuaian Deskripsi dengan Data Hasil Pengamatan Wawancara MinatIsi deskripsi belum memuat informasi data hasil pengamatan wawancara minat narasumber.Isi deskripsi memuat sebagian kecil fakta pengamatan wawancara minat narasumber secara terbimbing.Isi deskripsi memuat fakta pengamatan minat narasumber secara lengkap dan tepat sesuai catatan wawancara.Isi deskripsi memuat seluruh fakta pengamatan minat narasumber secara mendalam, rinci, dan utuh sesuai catatan wawancara secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penulisan terbimbing dan mandiri sudah memadai bagi murid untuk merangkai kalimat kompleks?
  • Bagian manakah dari penggabungan kalimat majemuk bertingkat yang masih menjadi kendala terbesar bagi murid?

Murid:

  • Konjungsi apa yang paling mudah dan paling menantang bagiku saat merangkai kalimat majemuk tadi?
  • Apakah aku sudah bisa mengenali perbedaan kalimat majemuk setara dan bertingkat dalam draf tulisan deskripsiku?

Pertemuan 15 — Menulis Pembahasan Upaya Pengembangan Bakat dalam Draf Laporan Wawancara dengan Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-15, yaitu menuliskan bagian pembahasan upaya pengembangan bakat pada draf laporan hasil wawancara menggunakan rangkaian kalimat kompleks (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 klausa tunggal di papan tulis: (Klausa 1) 'Ucok berlatih melukis setiap sore.', (Klausa 2) 'Ia ingin menjuarai kompetisi tingkat kota.' Murid diminta menggabungkannya menjadi 1 kalimat kompleks menggunakan konjungsi yang tepat secara lisan atau tertulis di secarik kertas (acuan jawaban: penggabungan menggunakan konjungsi tujuan seperti 'karena/agar/supaya', misalnya 'Ucok berlatih melukis setiap sore agar ia dapat menjuarai kompetisi tingkat kota') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan contoh paragraf pembahasan upaya pengembangan bakat yang tersusun dari kalimat kompleks bertingkat dengan kata penghubung hubungan waktu (ketika, sejak), hubungan syarat (jika, asalkan), dan hubungan konsesif (meskipun, walaupun) (8 menit).
  • Murid membedah struktur klausa utama (induk kalimat) dan klausa bawahan (anak kalimat) pada 3 contoh kalimat upaya pengembangan bakat yang disediakan guru: (1) 'Meskipun jari jemarinya sering terasa lelah, ia tetap rutin memetik senar gitar selama dua jam setiap hari.' (Induk: ia tetap rutin memetik senar gitar...; Anak: Meskipun jari jemarinya sering terasa lelah); (2) 'Sejak bergabung dengan sanggar tari dua tahun lalu, narasumber belajar membagi waktu antara sekolah dan latihan.' (Induk: narasumber belajar membagi waktu...; Anak: Sejak bergabung dengan sanggar tari dua tahun lalu); (3) 'Jika menghadapi teknik gerakan yang sulit, ia meminta bimbingan langsung dari pelatihnya.' (Induk: ia meminta bimbingan langsung...; Anak: Jika menghadapi teknik gerakan yang sulit) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan berpasangan gembira 'Sambung Klausa Usaha': setiap pasangan mengambil 1 kartu anak kalimat berisi kendala/kondisi latihan lalu secara bergantian dan cepat melengkapinya dengan induk kalimat berupa tindakan nyata pengembangan bakat sehingga membentuk kalimat kompleks yang utuh dan padu (8 menit).
  • Murid membuka kembali catatan hasil pengamatan dan data wawancara tentang upaya, jadwal latihan, kendala, dan strategi narasumber yang telah dikumpulkan pada sesi sebelumnya (7 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan draf bagian pembahasan laporan hasil wawancara minimal 1 paragraf (berisi minimal 4 kalimat kompleks) yang merangkaikan fakta upaya narasumber mengembangkan bakatnya dengan konjungsi bertingkat yang tepat (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf tulisan masing-masing menggunakan daftar cek mandiri untuk memastikan setiap kalimat dalam pembahasan upaya memuat minimal 2 klausa (klausa utama dan klausa bawahan) yang dihubungkan kata hubung yang logis (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan ciri penulisan pembahasan upaya pengembangan bakat yang jelas dengan menggunakan rangkaian kalimat kompleks (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil draf penulisan, menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (menulis simpulan laporan), serta menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu berisi daftar konjungsi bertingkat (hubungan tujuan, waktu, syarat, pertentangan) bagi murid yang membutuhkan panduan pilihan kata.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang masih kesulitan menggabungkan dua klausa menjadi kalimat kompleks, sedangkan murid yang mahir menulis draf secara mandiri dengan variasi konjungsi yang lebih beragam.
  • Produk: Murid dengan kemampuan dasar menyusun minimal 4 kalimat kompleks dalam satu paragraf pembahasan, sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan mengembangkan hingga 6-8 kalimat kompleks yang memuat rincian tantangan dan solusi latihan narasumber.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik penggabungan 2 klausa tunggal menjadi 1 kalimat kompleks menggunakan konjungsi tujuan (Soal: gabungkan 'Ucok berlatih melukis setiap sore' dan 'Ia ingin menjuarai kompetisi tingkat kota'; Acuan jawaban: 'Ucok berlatih melukis setiap sore agar/karena/supaya ia dapat menjuarai kompetisi tingkat kota').

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas tantangan berpasangan 'Sambung Klausa Usaha' dan pemeriksaan ketepatan struktur kalimat kompleks pada lembar draf tulisan murid selama kegiatan menulis mandiri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman draf bagian pembahasan: murid mengumpulkan draf tulisan berisi minimal 4 kalimat kompleks tentang upaya pengembangan bakat (Kriteria penerimaan: setiap kalimat memiliki minimal satu klausa utama dan satu klausa bawahan yang dihubungkan konjungsi bertingkat secara logis sesuai konteks upaya narasumber).

Formatif:

  • Penilaian proses penulisan draf bagian pembahasan laporan hasil wawancara menggunakan lembar observasi ketepatan pembentukan kalimat kompleks berdasarkan catatan wawancara.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Rangkaian Kalimat Kompleks dalam Pembahasan UpayaMenuliskan pembahasan upaya pengembangan bakat hanya menggunakan kalimat tunggal sederhana tanpa konjungsi bertingkat, atau kurang dari 2 kalimat kompleks.Menuliskan pembahasan upaya pengembangan bakat dengan 2-3 kalimat kompleks, namun hubungan antar-klausa pada beberapa kalimat belum padu dengan bimbingan guru.Menuliskan pembahasan upaya pengembangan bakat dengan minimal 4 kalimat kompleks yang menghubungkan klausa utama dan klausa bawahan secara padu dan logis sesuai data wawancara secara mandiri.Menuliskan pembahasan upaya pengembangan bakat secara mandiri dengan lebih dari 4 kalimat kompleks yang memadukan variasi konjungsi bertingkat (waktu, syarat, tujuan, konsesif) secara runtut dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemodelan penguraian klausa utama dan klausa bawahan cukup jelas membantu murid memahami pembentukan kalimat kompleks?
  • Bagian mana dari draf tulisan murid yang paling sering mengalami kesalahan penggunaan konjungsi subordinatif?

Murid:

  • Konjungsi apa yang paling mudah dan paling menantang bagiku saat merangkaikan kalimat tentang usaha narasumber?
  • Apakah draf pembahasan upaya yang kutulis sudah berhasil menggambarkan perjuangan narasumber mengembangkan bakatnya?

Pertemuan 16 — Menulis Bagian Simpulan Laporan Hasil Wawancara Minat dan Bakat dengan Kalimat Kompleks yang Runtut — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis bagian simpulan teks laporan hasil wawancara minat dan bakat menggunakan rangkaian kalimat kompleks yang runtut (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid membaca dua klausa tunggal di papan tulis: (1) 'Rian tekun berlatih bulu tangkis setiap sore' dan (2) 'Rian berhasil menjuarai turnamen antarsekolah'. Murid diminta menggabungkan kedua klausa tersebut menggunakan satu konjungsi sebab-akibat (acuan jawaban benar: menggunakan konjungsi 'karena', 'sehingga', atau 'maka', contoh: 'Rian tekun berlatih bulu tangkis setiap sore sehingga ia berhasil menjuarai turnamen antarsekolah') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati contoh teks bagian simpulan laporan wawancara minat dan bakat: 'Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa minat melukis yang dimiliki Danu berkembang pesat karena ia konsisten berlatih meskipun menghadapi keterbatasan alat lukis' (7 menit).
  • Murid membedah struktur klausa dan kata penghubung (karena, meskipun, bahwa) yang membentuk kalimat kompleks pada teks simpulan tersebut bersama bimbingan guru (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Rangkai Simpulan Cepat': setiap pasangan menerima 3 potongan klausa bertema wawancara minat musik: (A) 'Siti memiliki minat besar pada alat musik biola', (B) 'Siti terus berlatih setiap akhir pekan', (C) 'Siti bercita-cita menjadi pemain orkes simfoni'. Pasangan berlomba merangkai ketiga klausa menjadi 1 kalimat kompleks yang runtut menggunakan kata hubung yang tepat (acuan jawaban: 'Siti memiliki minat besar pada alat musik biola dan terus berlatih setiap akhir pekan karena ia bercita-cita menjadi pemain orkes simfoni') (10 menit).
  • Secara mandiri, murid membuka catatan data hasil pengamatan dan wawancara minat dan bakat yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya, lalu menuliskan bagian simpulan laporan hasil wawancara minimal 2 kalimat kompleks yang runtut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa draf simpulan tulisannya sendiri secara berkesadaran menggunakan daftar periksa mandiri: (1) memuat inti simpulan minat dan bakat narasumber, (2) berbentuk kalimat kompleks dengan konjungsi antarklausa, (3) susunan antarklausa runtut dan bermakna padu (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan teknik merangkai kalimat kompleks yang runtut untuk bagian simpulan laporan hasil wawancara minat dan bakat (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas hasil tulisan simpulan murid dan menginformasikan bahwa draf laporan wawancara yang telah lengkap ini akan disempurnakan pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan konjungsi koordinatif dan subordinatif (karena, sehingga, meskipun, agar, bahwa) untuk memandu penulisan kalimat kompleks.
  • Proses: Murid yang sudah mahir diarahkan menulis minimal 3 kalimat kompleks yang memuat simpulan menyeluruh mencakup identitas minat, tantangan, serta prospek masa depan narasumber.
  • Produk: Variasi panjang simpulan laporan antara 2 hingga 4 kalimat kompleks runtut sesuai kedalaman catatan wawancara masing-masing murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menggabungkan 2 klausa terpisah: (1) 'Rian tekun berlatih bulu tangkis setiap sore' dan (2) 'Rian berhasil menjuarai turnamen antarsekolah'. Acuan jawaban benar: murid menuliskan 1 kalimat kompleks gabungan dengan konjungsi sebab/akibat ('karena', 'sehingga', atau 'maka').

Proses:

  • Pengamatan dan pemeriksaan langsung saat pengerjaan mandiri penulisan simpulan: memastikan murid menulis minimal 2 kalimat kompleks (memiliki klausa bertingkat/setara dengan konjungsi yang tepat) berdasarkan catatan wawancara minat dan bakat narasumber.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk akhir paragraf simpulan laporan wawancara murid. Kriteria penerimaan: paragraf memuat minimal 2 kalimat kompleks runtut yang menyimpulkan hasil pengamatan wawancara minat dan bakat narasumber dengan penggunaan konjungsi antarklausa yang logis dan padu.

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis bagian simpulan laporan hasil wawancara minat dan bakat dengan rangkaian kalimat kompleks yang runtut

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Rangkaian Kalimat Kompleks pada Simpulan LaporanBelum mampu menulis simpulan laporan wawancara dalam bentuk kalimat kompleks (seluruh tulisan berupa kalimat tunggal terpisah tanpa konjungsi).Menulis simpulan laporan wawancara dengan 1 kalimat kompleks, tetapi keterkaitan antarklausa belum padu atau pemilihan konjungsi belum tepat.Menulis simpulan laporan wawancara dengan minimal 2 kalimat kompleks yang runtut dan padu sesuai hasil pengamatan wawancara minat dan bakat.Menulis simpulan laporan wawancara dengan lebih dari 2 kalimat kompleks yang sangat runtut, padu, serta memuat variasi konjungsi kompleks secara tepat dan mandiri.
Kesesuaian Isi Simpulan dengan Hasil Pengamatan Wawancara Minat dan BakatIsi simpulan tidak sesuai atau keluar dari data hasil pengamatan wawancara minat dan bakat yang dilakukan.Isi simpulan hanya memuat sebagian kecil data minat tanpa merangkum proses atau upaya pengembangan bakat narasumber.Isi simpulan merangkum seluruh aspek penting (minat, proses latihan, dan capaian bakat narasumber) berdasarkan hasil pengamatan wawancara.Isi simpulan merangkum seluruh aspek penting minat dan bakat secara mendalam, tepat, serta memberikan gambaran hasil wawancara yang utuh dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi perangkaian klausa menjadi kalimat kompleks pada bagian simpulan dapat dipahami murid dengan mudah?
  • Bagian mana dari penulisan simpulan yang masih menjadi kendala bagi sebagian besar murid?

Murid:

  • Apakah aku sudah berhasil menggunakan kata hubung yang tepat untuk membuat kalimat kompleks pada bagian simpulan?
  • Apa hal baru yang kupelajari tentang cara menyimpulkan hasil wawancara teman hari ini?

Pertemuan 17 — Menyempurnakan Penulisan Teks Laporan Hasil Wawancara Minat dan Bakat dengan Rangkaian Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-17, yaitu menyempurnakan penulisan draf laporan hasil wawancara minat dan bakat dengan merangkai kalimat-kalimat tunggal menjadi kalimat kompleks (kalimat majemuk) secara utuh dan padu (3 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik singkat di papan tulis: mengidentifikasi konjungsi yang tepat untuk menggabungkan 2 pasang kalimat tunggal terpisah (contoh 1: 'Rani gemar menggambar lukisan pemandangan.' + 'Ia sering berlatih setiap sore.' digabung dengan konjungsi 'sehingga/karena'; contoh 2: 'Budi menyukai robotika.' + 'Ia belum pernah mengikuti kompetisi.' digabung dengan konjungsi 'tetapi/namun') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan telaah teks laporan wawancara minat dan bakat di papan tulis yang masih tersusun dari kalimat-kalimat pendek terpisah, lalu membandingkannya dengan versi yang telah disempurnakan menggunakan rangkaian kalimat kompleks bertingkat dan setara (8 menit).
  • Murid bersama guru menganalisis penempatan konjungsi antarklausa (seperti 'ketika', 'karena', 'sehingga', 'meskipun', 'dan', 'tetapi') untuk memastikan hubungan makna antarbagian teks laporan wawancara menjadi logis dan padu (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam tantangan permainan cepat 'Rangkai Kalimat Juara' secara berpasangan: menghubungkan kartu klausa minat/bakat dengan kartu konjungsi yang tepat menjadi kalimat kompleks yang logis dalam waktu 5 menit (5 menit).
  • Murid membuka kembali draf utuh teks laporan hasil wawancara minat dan bakat yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (mencakup identitas, pendahuluan, deskripsi hasil pengamatan wawancara, pembahasan upaya, dan simpulan) (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyempurnakan penulisan teks laporan hasil wawancara masing-masing dengan merevisi kalimat-kalimat tunggal menjadi rangkaian kalimat kompleks yang efektif, runtut, dan padu berdasarkan hasil pengamatan wawancara (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca ulang secara berkesadaran teks laporan hasil wawancara yang telah disempurnakan untuk memeriksa keterpaduan seluruh paragraf dan ketepatan rangkaian kalimat kompleks yang digunakan (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan teknik menyempurnakan teks laporan hasil wawancara melalui penggabungan ide menggunakan kalimat kompleks yang runtut (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dalam merevisi laporan, memberikan arahan bahwa teks laporan final ini akan digunakan sebagai bahan presentasi pada pertemuan berikutnya, dan menutup sesi dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan daftar kata hubung/konjungsi koordinatif dan subordinatif bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam merangkai kalimat kompleks.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada penyusunan struktur anak kalimat bagi murid yang kesulitan menggabungkan klausa, sementara murid yang sudah mahir menyempurnakan draf secara mandiri dengan variasi konjungsi yang lebih beragam.
  • Produk: Semua murid menghasilkan teks laporan hasil wawancara minat dan bakat yang telah disempurnakan; murid yang mahir mengombinasikan lebih dari 3 variasi konjungsi kompleks dalam teks laporannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemetaan kemampuan merangkai kalimat kompleks di awal sesi: Murid diminta menentukan 1 konjungsi yang tepat untuk menggabungkan 2 set kalimat: Set A: 'Edo berlatih bulu tangkis secara rutin.' + 'Ia ingin menjadi atlet profesional.' (acuan jawaban benar: konjungsi tujuan/sebab seperti 'karena', 'supaya', atau 'agar'); Set B: 'Siti memiliki bakat bermain piano.' + 'Ia tetap tekun mengikuti les musik seminggu dua kali.' (acuan jawaban benar: konjungsi pertentangan/konsesif seperti 'meskipun', 'walaupun', atau 'tetapi'). Kriteria: Murid siap jika mampu memilih minimal 1 konjungsi logis yang tepat dari 2 set tersebut.

Proses:

  • Observasi pengerjaan mandiri penyempurnaan draf teks laporan wawancara minat dan bakat: Guru memeriksa ketepatan integrasi minimal 4 kalimat kompleks (bertingkat/setara) yang menghubungkan klausa identitas/minat narasumber, proses pengamatan, tantangan dan upaya pengembangan bakat, serta simpulan hasil wawancara.

Akhir Pertemuan:

  • Cek hasil akhir penyempurnaan penulisan teks laporan: Guru memverifikasi naskah teks laporan hasil wawancara minat dan bakat murid berdasarkan kriteria kelengkapan teks dan penggunaan minimal 4 rangkaian kalimat kompleks yang terhubung secara logis dan utuh (acuan struktur laporan lengkap: 1. Identitas Narasumber & Minat; 2. Bagian Pendahuluan; 3. Deskripsi Pengamatan Wawancara; 4. Pembahasan Upaya & Tantangan Bakat; 5. Simpulan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja proses penyempurnaan draf teks laporan hasil wawancara minat dan bakat menggunakan rangkaian kalimat kompleks melalui lembar observasi/ceklis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kepaduan Penulisan Teks Laporan Wawancara dengan Rangkaian Kalimat KompleksTeks laporan hasil wawancara belum memuat rangkaian kalimat kompleks; seluruh isi masih berupa kalimat tunggal terpisah yang belum disempurnakan.Menyempurnakan penulisan teks laporan hasil wawancara dengan memadukan 1-2 kalimat kompleks, namun konjungsi yang menghubungkan klausa belum sepenuhnya logis.Menyempurnakan penulisan teks laporan hasil wawancara secara runtut dan padu menggunakan minimal 3-4 rangkaian kalimat kompleks dengan konjungsi antarklausa yang tepat.Menyempurnakan seluruh penulisan teks laporan hasil wawancara secara mandiri menggunakan lebih dari 4 rangkaian kalimat kompleks yang sangat variatif, runtut, dan padu dari pendahuluan hingga simpulan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 18 menit pada tahap penyempurnaan draf mandiri mencukupi bagi seluruh murid untuk merangkai kalimat kompleks?
  • Bagian penulisan teks laporan mana yang paling sering mengalami kendala keterpaduan saat murid menghubungkan antarklausa?

Murid:

  • Bagian mana dari laporan hasil wawancara minat dan bakat yang menurutmu paling berhasil kamu perbaiki dan sempurakan hari ini?
  • Apakah kamu sudah dapat memilih kata hubung yang tepat untuk membuat kalimat kompleks dalam tulisanmu?

Pertemuan 18 — Mempersiapkan Pokok-Pokok Gagasan dari Teks Laporan Hasil Wawancara Minat dan Bakat untuk Presentasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-18, yaitu menyusun dan mempersiapkan pokok-pokok gagasan dari teks laporan hasil wawancara minat dan bakat untuk presentasi (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid membaca satu kutipan laporan: 'Rian gemar menggambar komik sejak usia delapan tahun karena terinspirasi kartun, kemudian ia rutin berlatih setiap sore sehingga berhasil menjuarai lomba komik tingkat kota.' Murid diminta menuliskan pokok gagasan dari kalimat tersebut (acuan jawaban tepat: Rian mengembangkan minat menggambar komik lewat latihan rutin setiap sore hingga menjuarai lomba) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai 3 komponen pokok gagasan presentasi dari teks laporan wawancara minat dan bakat: (1) Identitas narasumber dan bidang minat, (2) Upaya serta tantangan mengembangkan bakat, dan (3) Prestasi atau simpulan hasil pengembangan bakat (5 menit).
  • Murid mengamati pemodelan di papan tulis mengenai cara mengubah satu paragraf teks laporan hasil wawancara menjadi 3 butir kartu pokok gagasan yang padat, lugas, dan runtut (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tangkis Pokok Gagasan': Setiap meja mendapatkan 1 lembar draf teks laporan wawancara minat dan bakat. Pasangan murid berlomba mengekstraksi dan mencatat 3 pokok gagasan utama ke dalam Kartu Rancang Gagasan Presentasi secara cepat dan tepat (10 menit).
  • Secara mandiri, murid membuka teks laporan hasil wawancara minat dan bakat masing-masing (yang telah diselesaikan pada pertemuan sebelumnya) lalu memilah dan menuliskan 3 pokok gagasan presentasi pada lembar kerja: Pokok Pembuka (identitas dan minat narasumber), Pokok Isi (upaya nyata dan tantangan pengembangan bakat), serta Pokok Simpulan (capaian dan pesan inspiratif narasumber) (15 menit).
  • Murid saling menukarkan kartu rancang pokok gagasan dengan teman sebangku untuk memeriksa apakah gagasan yang dirumuskan sudah mencakup 3 pokok informasi teks wawancara secara tepat dan efektif (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca ulang catatan pokok gagasan miliknya dan menandai bagian gagasan yang dirasa paling penting dan menarik untuk disampaikan pada sesi presentasi (5 menit).
  • Dua orang perwakilan murid membacakan susunan pokok gagasan yang telah mereka siapkan, kemudian guru memberikan konfirmasi dan apresiasi terhadap ketepatan perumusan gagasan tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menyiapkan pokok gagasan yang runtut mempermudah penyampaian informasi wawancara secara efektif dan santun (5 menit).
  • Guru mengarahkan murid untuk menyimpan Kartu Rancang Gagasan Presentasi sebagai bahan persiapan presentasi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format kartu terstruktur dengan pemandu rumpang 3 bagian (identitas minat, usaha/latihan, capaian); murid yang sudah mahir menyusun kartu pokok gagasan mandiri dengan rincian kata kunci yang lebih variatif.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding bertahap bagi murid yang masih menyalin seluruh kalimat laporan, sedangkan murid yang mandiri langsung menyarikan menjadi frasa atau klausa pokok gagasan.
  • Produk: Murid menghasilkan catatan Kartu Rancang Gagasan Presentasi yang memuat minimal 3 pokok gagasan dari teks laporan wawancara minat dan bakat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat tertulis: Murid membaca kutipan laporan wawancara 'Rian gemar menggambar komik sejak usia delapan tahun karena terinspirasi kartun, kemudian ia rutin berlatih setiap sore sehingga berhasil menjuarai lomba komik tingkat kota.' Murid menuliskan 1 pokok gagasan utama dari kutipan tersebut. (Kriteria ketepatan/acuan jawaban: menyebutkan subjek Rian, minat menggambar komik, latihan sore hari, serta capaian juara lomba).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri ekstraksi pokok gagasan: Guru memeriksa ketepatan 3 butir pokok gagasan yang disiapkan murid dari teks laporan wawancara masing-masing (Acuan kelayakan: Butir 1 memuat identitas & jenis minat narasumber; Butir 2 memuat usaha latihan/tantangan bakat; Butir 3 memuat hasil/prestasi/simpulan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menjawab pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan 3 unsur pokok gagasan dari teks laporan wawancara minat dan bakat yang wajib disiapkan sebelum presentasi!' (Acuan jawaban benar: (1) identitas narasumber dan bidang minat, (2) usaha atau cara mengembangkan bakat/tantangan, (3) hasil capaian, prestasi, atau simpulan wawancara).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja Kartu Rancang Gagasan Presentasi berdasarkan ketepatan ekstraksi 3 pokok gagasan dari teks laporan wawancara minat dan bakat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Merumuskan Pokok-Pokok Gagasan dari Teks Laporan Wawancara Minat dan Bakat untuk PresentasiBelum mampu merumuskan pokok gagasan secara tepat; hanya menyalin teks panjang utuh tanpa memilah butir gagasan penting.Mampu merumuskan 1 dari 3 pokok gagasan (hanya identitas minat narasumber) dari teks laporan wawancara dengan tepat.Mampu merumuskan 2 dari 3 pokok gagasan (identitas minat dan usaha pengembangan bakat) dari teks laporan wawancara secara tepat dan ringkas.Mampu merumuskan seluruh (3 dari 3) pokok gagasan (identitas minat, upaya pengembangan bakat, dan simpulan capaian) dari teks laporan wawancara secara tepat, efektif, dan runtut secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pemodelan ekstraksi pokok gagasan membantu murid memilah bagian penting dari teks laporan wawancara?
  • Apakah murid mengalami kendala saat meringkas kalimat laporan wawancara menjadi butir gagasan pokok presentasi?

Murid:

  • Bagian mana dari laporan hasil wawancaraku yang paling mudah dan paling menantang untuk dijadikan pokok gagasan?
  • Apakah catatan pokok gagasan yang kubuat hari ini sudah cukup membantuku untuk berbicara dengan percaya diri nanti?

Pertemuan 19 — Mempresentasikan Gagasan Pembuka Laporan Hasil Wawancara Minat dan Bakat dengan Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempresentasikan bagian pembuka teks laporan hasil wawancara minat dan bakat secara efektif dan santun (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan meminta 2 orang murid secara acak memperagakan kalimat pembuka presentasi laporan wawancara untuk mengecek kesiapan berbicara santun dan runtut (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang struktur gagasan pembuka laporan hasil wawancara, yang meliputi 3 unsur pokok: salam pembuka dan sapaan santun, identitas narasumber (nama dan minat/bakat), serta latar belakang atau alasan wawancara dilakukan (7 menit).
  • Murid mencermati contoh pemodelan teks lisan pembuka laporan wawancara: 'Selamat pagi bapak/ibu guru dan teman-teman, perkenankan saya menyampaikan hasil wawancara dengan Dafa, teman sekelas kita yang memiliki minat besar di bidang seni lukis komik. Kami memilih topik ini untuk mengetahui bagaimana Dafa mengasah bakatnya di tengah kesibukan sekolah' (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Estafet Salam Pembuka': setiap murid secara bergantian berlatih menyampaikan gagasan pembuka laporan wawancaranya kepada pasangan dengan menerapkan sapaan santun dan penyampaian runtut (10 menit).
  • Secara bergiliran di hadapan kelompok kecil atau kelas, setiap murid mempresentasikan gagasan pembuka laporan hasil wawancara minat dan bakat yang telah disusunnya, mencakup identitas narasumber dan latar belakang dengan efektif dan santun (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi penampilannya sendiri dengan memeriksa kelengkapan unsur pembuka (salam santun, identitas narasumber, alasan wawancara) serta mencatat bagian yang masih perlu disempurnakan (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap cara murid menyampaikan pembuka laporan wawancara yang santun dan efektif (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya pembuka yang jelas dan santun dalam presentasi laporan wawancara, kemudian menutup pertemuan dengan salam dan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kata sapaan pembuka santun bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan berlatih mempresentasikan pembuka dengan bantuan teks draf di meja, sedangkan murid yang sudah mahir mempresentasikan gagasan pembuka secara langsung tanpa membaca teks secara penuh.
  • Produk: Variasi pilihan kata sapaan dan kalimat penghubung latar belakang sesuai gaya komunikasi masing-masing murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan singkat di pendahuluan: meminta murid mengucapkan contoh kalimat sapaan pembuka dan perkenalan topik wawancara minat teman. Kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat sapaan santun (misalnya: 'Selamat pagi teman-teman...') dan menyebutkan nama orang yang diwawancarai serta bidang minatnya (misalnya: '...saya akan menyampaikan wawancara dengan Budi tentang minat bermain catur').

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat murid mempresentasikan gagasan pembuka di kegiatan inti: guru mencatat pemenuhan 3 unsur gagasan pembuka (salam santun, identitas narasumber minat/bakat, serta alasan wawancara) dan kesantunan berbahasa.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid menyampaikan 1 simpulan lisan tentang 3 unsur wajib yang harus ada di bagian pembuka presentasi laporan wawancara. Acuan jawaban benar: (1) salam/sapaan santun, (2) identitas narasumber dan bidang minat/bakatnya, (3) alasan atau tujuan wawancara dilakukan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja mempresentasikan gagasan pembuka teks laporan hasil wawancara menggunakan lembar pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Gagasan Pembuka Laporan WawancaraHanya mempresentasikan 1 dari 3 unsur pembuka (hanya salam saja, tanpa identitas narasumber dan latar belakang wawancara).Mempresentasikan 2 dari 3 unsur pembuka secara jelas (misalnya: salam dan identitas narasumber, tetapi alasan wawancara terlewat).Mempresentasikan seluruh 3 unsur pembuka secara lengkap (salam santun, identitas narasumber minat/bakat, dan alasan wawancara).Mempresentasikan seluruh 3 unsur pembuka secara lengkap, runtut, dan terelaborasi dengan kalimat efektif tanpa ragu secara mandiri.
Kesantunan Berbahasa dalam MempresentasikanMempresentasikan gagasan pembuka tanpa menggunakan kata-kata santun dan sapaan yang sesuai situasi komunikasi formal.Mempresentasikan gagasan pembuka dengan menggunakan sebagian sapaan santun, namun masih diselingi ungkapan lisan informal yang kurang tepat.Mempresentasikan gagasan pembuka secara santun dengan pilihan kata penghormatan yang tepat sejak awal hingga akhir paparan.Mempresentasikan gagasan pembuka secara santun, konsisten menggunakan bahasa Indonesia baku yang lugas dan berterima tinggi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap presentasi bergiliran cukup memfasilitasi setiap murid untuk berbicara?
  • Apakah murid telah mampu membedakan bagian gagasan pembuka dengan bagian isi laporan wawancara secara tepat?

Murid:

  • Bagian mana dari kalimat pembuka presentasi saya yang paling disukai oleh teman pendengar?
  • Apakah saya sudah merasa percaya diri dan menggunakan kata-kata yang santun saat membuka presentasi tadi?

Pertemuan 20 — Mempresentasikan Gagasan Isi Temuan Wawancara Minat dan Bakat secara Efektif dan Jelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu mempresentasikan gagasan isi temuan wawancara minat dan bakat secara efektif dan santun (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menyajikan contoh kalimat penyampaian temuan dan meminta murid menentukan pilihan cara penyampaian yang efektif dan santun: Kalimat A: 'Si narasumber suka robotik karena seru aja, terus dia ikut lomba.', Kalimat B: 'Berdasarkan wawancara, narasumber menekuni minat robotik sejak kelas 4 dan berusaha mengikuti kompetisi antarsekolah.' (Acuan jawaban benar: Kalimat B lebih efektif dan santun karena gagasan disajikan lengkap, jelas fokus minatnya, dan pilihan kata teratur) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang cara mempresentasikan 3 butir gagasan isi temuan wawancara minat dan bakat secara efektif (langsung pada inti temuan, jelas fokusnya) dan santun (menggunakan sapaan wajar dan bahasa lugas menghargai data narasumber) (10 menit).
  • Murid menganalisis 2 draf catatan gagasan isi temuan hasil wawancara teman yang telah disiapkan pada pertemuan sebelumnya untuk memastikan kelengkapan 3 fokus temuan: (1) aktivitas minat yang ditekuni, (2) usaha narasumber mengembangkan bakat, dan (3) capaian/kendala yang dihadapi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Estafet Tutur Efektif': bergantian mempresentasikan 3 gagasan isi temuan wawancara kepada teman sebangku dengan panduan waktu maksimal 1,5 menit per murid, menjaga agar kalimat efektif dan pilihan ungkapan tetap santun (10 menit).
  • Setiap murid maju bergiliran secara mandiri mempresentasikan 3 gagasan isi temuan teks hasil wawancara minat dan bakat di hadapan kelas/kelompok pengamat secara efektif dan santun (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi ketercapaian penyampaian presentasinya sendiri menggunakan ceklis pengamatan: ketepatan isi 3 gagasan temuan wawancara serta kesantunan dan keefektifan bahasa tutur yang digunakan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan esensi mempresentasikan isi temuan wawancara secara efektif dan santun (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa umpan balik langsung terhadap performa presentasi dan menyampaikan kegiatan persiapan sesi berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu bantuan berisi 3 frasa rintisan presentasi temuan, sedangkan murid mahir mempresentasikan temuan dengan perbandingan 2 aspek usaha narasumber secara mandiri.
  • Proses: Latihan berpasangan berulang untuk murid yang ragu, sementara murid mahir langsung mempresentasikan di depan kelompok yang lebih besar.
  • Produk: Penyampaian presentasi lisan gagasan isi temuan wawancara 3 fokus (minat, usaha, kendala/capaian).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan membedakan tuturan efektif-santun: Guru memperdengarkan dua model tuturan: Tuturan 1: 'Dia itu pokoknya suka gambar dari dulu.', Tuturan 2: 'Temuan wawancara menunjukkan bahwa narasumber gemar menggambar komik sejak usia sembilan tahun dan rutin berlatih teknik pewarnaan.' Murid diminta memilih tuturan yang efektif dan santun beserta alasannya. (Acuan: Tuturan 2 tepat karena menyajikan gagasan spesifik, runtut, lugas, dan santun).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja presentasi gagasan isi temuan wawancara menggunakan lembar ceklis kriteria: (1) kelengkapan 3 butir gagasan isi temuan (fokus minat, usaha pengembangan, capaian/kendala), (2) keefektifan tuturan (langsung pada gagasan, tidak bertele-tele), dan (3) kesantunan penyampaian (bahasa baku, intonasi wajar menghargai narasumber dan pendengar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tulis singkat di penutup: Murid menyebutkan 3 butir gagasan utama isi temuan wawancara yang baru saja dipresentasikan (Acuan jawaban lengkap: mencakup minat yang ditekuni, tindakan/usaha mengembangkan bakat, serta capaian atau kendala yang dihadapi narasumber).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Pengamatan unjuk kerja presentasi lisan gagasan isi temuan wawancara

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Gagasan Isi Temuan Wawancara (Fokus minat, Usaha pengembangan, Capaian/Kendala)Hanya menyampaikan 1 butir gagasan isi temuan wawancara secara tepat dengan bantuan guru.Menyampaikan 2 butir gagasan isi temuan wawancara secara tepat dengan sedikit arahan guru.Menyampaikan 3 butir gagasan isi temuan wawancara secara lengkap dan tepat secara mandiri.Menyampaikan 3 butir gagasan isi temuan wawancara secara lengkap, runtut, dan terperinci secara mandiri.
Keefektifan dan Kesantunan PresentasiMempresentasikan gagasan dengan tuturan yang berbelit-belit dan pilihan kata belum santun.Mempresentasikan gagasan dengan tuturan yang cukup efektif namun sesekali kurang santun.Mempresentasikan gagasan dengan tuturan yang efektif (langsung pada inti temuan) dan santun secara konsisten.Mempresentasikan gagasan dengan tuturan yang sangat efektif, jelas, lugas, dan santun di sepanjang presentasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi seluruh murid untuk menampilkan presentasi isi temuan wawancaranya?
  • Bagaimana respons murid terhadap permainan berpasangan 'Estafet Tutur Efektif' dalam membangun kepercayaan diri presentasi?

Murid:

  • Bagian mana dari isi temuan wawancara yang paling jelas berhasil kamu sampaikan kepada teman?
  • Apa yang perlu kamu perbaiki agar tutur presentasimu terdengar lebih santun dan efektif?

Pertemuan 21 — Mempresentasikan Gagasan Hasil Wawancara Minat dan Bakat serta Merespons Pertanyaan dengan Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mempresentasikan gagasan hasil wawancara minat dan bakat secara efektif serta merespons pertanyaan penyimak dengan santun (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan simulasi respon santun: (1) 'Jika ada teman bertanya: Mengapa narasumbermu memilih minat melukis, bukan musik?', respons santun seperti apa yang kamu gunakan?; (2) 'Bagaimana caramu mengawali jawaban jika data narasumber belum kamu ketahui secara pasti?' (acuan respons santun: (1) Membuka dengan ucapan apresiasi/santun seperti 'Terima kasih atas pertanyaannya, narasumber memilih melukis karena...'; (2) Menjawab jujur dan santun seperti 'Terima kasih atas pertanyaannya, hal tersebut belum sempat kami tanyakan kepada narasumber') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang cara menyampaikan gagasan hasil wawancara secara efektif (fokus langsung pada pokok temuan: identitas narasumber, bidang minat/bakat yang ditekuni, alasan ketertarikan, dan usaha pengembangannya) tanpa bertele-tele (6 menit).
  • Murid membedakan contoh respons yang santun versus kurang santun melalui 2 contoh kontras: Contoh A (kurang santun: 'Ya begitulah, kan tadi sudah dibilang!') vs Contoh B (santun dan efektif: 'Terima kasih atas pertanyaannya. Berdasarkan keterangan narasumber, ia berlatih tiga kali seminggu untuk mengasah bakatnya') (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan melakukan simulasi 'Tanya-Jawab Santun Minat dan Bakat': satu murid mempresentasikan 2 gagasan pokok dari teks laporan hasil wawancaranya (meliputi bidang minat narasumber dan cara narasumber mengembangkan bakatnya), lalu pasangannya mengajukan 1 pertanyaan untuk dijawab dengan respons santun (10 menit).
  • Murid bergantian peran dalam simulasi berpasangan sehingga setiap murid berlatih menyampaikan gagasan dan merespons pertanyaan dengan kalimat santun (10 menit).
  • Murid bergiliran tampil di depan kelas secara individu/berpasangan untuk mempresentasikan gagasan pokok hasil wawancara minat dan bakat secara efektif dan langsung merespons pertanyaan yang diajukan oleh teman sekelas secara santun (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi proses presentasi dan sesi tanya jawab, mengidentifikasi ungkapan-ungkapan santun yang paling efektif digunakan saat merespons tanggapan audiens (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik spesifik terhadap efektivitas penyampaian gagasan hasil wawancara dan kesantunan bahasa yang digunakan saat menjawab pertanyaan (5 menit).
  • Guru menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa presentasi yang baik menggabungkan kejelasan gagasan dengan sikap tutur kata yang santun, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa santun pembuka jawaban (misal: 'Terima kasih atas pertanyaannya...', 'Berdasarkan catatan wawancara saya...'), sedangkan murid mahir mempresentasikan gagasan dengan variasi data wawancara yang lebih mendalam tanpa kartu bantuan.
  • Proses: Pada tahap simulasi, murid yang masih ragu berlatih dengan pasangan yang suportif dalam kelompok kecil terbimbing sebelum maju ke depan kelas.
  • Produk: Semua murid menampilkan unjuk kerja berbicara mempresentasikan gagasan dan merespons pertanyaan secara lisan dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan kesiapannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan mengenai respons santun saat ditanya teman: (1) Respons santun terhadap pertanyaan mengapa narasumber memilih minatnya; (2) Respons santun saat ditanya data yang belum diketahui (acuan: (1) Menggunakan kalimat santun seperti 'Terima kasih atas pertanyaannya, menurut wawancara narasumber memilih minat itu karena...'; (2) 'Terima kasih pertanyaannya, mohon maaf bagian itu belum tercatat pada wawancara kami')

Proses:

  • Cek formatif pada tahap Mengaplikasi: Guru mencatat kemampuan murid dalam menyampaikan 2 gagasan temuan wawancara (bidang minat dan usaha pengembangan bakat) secara efektif serta penggunaan minimal 1 frasa respons santun (seperti 'Terima kasih atas pertanyaannya...', 'Baik, saya akan menjelaskan...') saat menjawab pertanyaan teman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: Murid menyebutkan 1 kalimat santun yang paling tepat digunakan ketika penyimak meminta penjelasan ulang atas hasil wawancara yang baru saja dipresentasikan (kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat ucapan kesediaan atau terima kasih dengan nada menghargai, misalnya 'Tentu, dengan senang hati saya jelaskan kembali bagian usaha narasumber...').

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja lisan saat murid mempresentasikan gagasan temuan wawancara minat dan bakat
  • Pengamatan keteraturan dan kesantunan murid dalam merespons pertanyaan pendengar menggunakan rubrik penilaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Efektivitas Penyampaian Gagasan Hasil WawancaraMenyampaikan gagasan hasil wawancara secara terputus-putus atau belum memuat inti informasi minat dan bakat narasumber.Menyampaikan gagasan hasil wawancara yang memuat sebagian inti informasi minat dan bakat narasumber namun masih bertele-tele.Menyampaikan gagasan hasil wawancara (bidang minat dan usaha pengembangan bakat narasumber) secara efektif, runtut, dan jelas.Menyampaikan seluruh gagasan hasil wawancara (identitas, minat, tantangan, dan usaha pengembangan bakat) secara mandiri, runtut, ringkas, dan sangat efektif.
Kesantunan Merespons PertanyaanBelum menunjukkan respons santun atau mengabaikan tata tutur kata yang sopan saat menjawab pertanyaan penyimak.Merespons pertanyaan penyimak dengan kalimat yang cukup jelas namun belum konsisten menggunakan frasa pembuka/penutup yang santun.Merespons pertanyaan penyimak secara konsisten menggunakan ungkapan santun (misalnya mengapresiasi pertanyaan dan bertutur sopan).Merespons setiap pertanyaan penyimak secara konsisten dengan bahasa yang sangat santun, menghargai penanya, dan menjawab tepat pada sasaran pertanyaan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu simulasi berpasangan cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid untuk berlatih merespons pertanyaan secara santun?
  • Bagaimana respons murid terhadap variasi tantangan tanya-jawab temuan wawancara minat dan bakat?

Murid:

  • Bagian mana dari hasil wawancara temanmu yang menurutmu paling menarik saat didengarkan?
  • Ungkapan santun apa yang paling mudah kamu gunakan saat menjawab pertanyaan dari teman tadi?

Pertemuan 22 — Mempresentasikan Seluruh Gagasan Teks Hasil Wawancara Minat dan Bakat secara Berkelompok dengan Efektif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu mempresentasikan seluruh gagasan teks hasil wawancara minat dan bakat secara berkelompok dengan efektif dan santun (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan penyampaian gagasan teks hasil wawancara secara lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 3 bagian pokok gagasan dalam teks laporan hasil wawancara yang harus dipresentasikan secara berurutan!' (acuan jawaban: 1. Bagian pembuka/identitas narasumber & minat; 2. Bagian isi/proses & usaha pengembangan bakat; 3. Bagian penutup/simpulan atau pesan inspiratif) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok (3-4 orang) mencermati panduan presentasi berkelompok yang efektif dan santun: pembagian giliran bicara merata, gagasan disampaikan runtut tanpa melompati bagian teks laporan (pembuka, temuan proses/usaha, simpulan), serta menggunakan sapaan dan kalimat santun (5 menit).
  • Guru memodelkan simulasi singkat peralihan antar-penyaji dengan bahasa transisi yang efektif dan santun, misalnya: 'Bagian pembuka mengenai identitas narasumber telah kami sampaikan, selanjutnya rekan saya akan menyampaikan proses dan usaha narasumber dalam menekuni bakatnya' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok melakukan permainan gladi bersih cepat 'Estafet Presentasi 3 Menit' di mana setiap anggota memegang tanggung jawab memaparkan 1 bagian gagasan teks wawancara mereka secara bergantian dan lancar (10 menit).
  • Secara bergiliran, masing-masing kelompok mempresentasikan seluruh gagasan teks hasil wawancara minat dan bakat di depan kelas dengan efektif (gagasan runtut dari pembuka, isi usaha, simpulan) dan santun (menggunakan sapaan pembuka, peralihan hormat, dan penutup terima kasih) dengan alokasi 4-5 menit per kelompok (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi kelengkapan gagasan yang telah dipresentasikan oleh setiap kelompok serta efektivitas pembagian giliran bicara seluruh anggota (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pentingnya kerja sama tim dalam menyampaikan seluruh gagasan laporan wawancara secara utuh, efektif, dan santun (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas unjuk kerja presentasi kelompok dan menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan menggunakan teks laporan wawancara yang telah diberi nomor urut 1 (pembuka), 2 (isi), dan 3 (simpulan) sebagai panduan pembagian giliran bicara; kelompok mandiri mempresentasikan laporan wawancara yang memuat rincian tantangan dan strategi narasumber secara lebih kompleks.
  • Proses: Kelompok yang memerlukan dukungan mendapatkan bimbingan guru dalam merangkai kalimat transisi antar-penyaji; kelompok mahir menyajikan presentasi secara langsung dan bergantian tanpa jeda ragu.
  • Produk: Seluruh kelompok mempresentasikan seluruh isi gagasan teks hasil wawancara, dengan variasi kedalaman uraian rincian data wawancara sesuai kesiapan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 3 bagian pokok gagasan dalam teks laporan hasil wawancara yang harus dipresentasikan secara berurutan!' (acuan jawaban: 1. Bagian pembuka/identitas narasumber & minat; 2. Bagian isi/proses & usaha pengembangan bakat; 3. Bagian penutup/simpulan atau pesan inspiratif).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja saat kelompok tampil mempresentasikan gagasan teks hasil wawancara (kriteria penerimaan: seluruh anggota kelompok berbicara memaparkan bagian gagasan secara runtut mulai dari identitas minat, isi proses bakat, hingga simpulan wawancara dengan kata-kata yang santun dan jelas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 kelompok menyebutkan satu kalimat transisi/peralihan antar-anggota yang santun saat bergantian presentasi (kriteria penerimaan: kalimat memuat sapaan santun kepada audiens atau rekan dan menyebutkan bagian gagasan berikutnya yang akan dibahas, misal: 'Terima kasih, selanjutnya teman saya Dodi akan memaparkan bagian isi wawancara').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja presentasi kelompok menggunakan lembar amatan ketercapaian efektivitas dan kesantunan penyampaian gagasan teks wawancara

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Keruntutan Seluruh Gagasan Teks Hasil WawancaraMempresentasikan kurang dari 2 bagian gagasan teks wawancara sehingga informasi tidak utuh.Mempresentasikan 2 bagian gagasan teks wawancara (misalnya hanya pembuka dan isi, tanpa simpulan) dengan urutan yang masih melompat-lompat.Mempresentasikan seluruh 3 bagian gagasan teks hasil wawancara (pembuka, isi proses/usaha, simpulan) secara runtut dan utuh.Mempresentasikan seluruh 3 bagian gagasan teks hasil wawancara secara runtut, sangat utuh, dan padu antargagasan secara mandiri.
Efektivitas dan Kesantunan Presentasi BerkelompokPenyampaian gagasan belum efektif (didominasi satu orang saja) dan belum menggunakan sapaan santun.Seluruh anggota mulai berbagi peran berbicara namun penyampaian gagasan masih terputus-putus dan ungkapan santun digunakan sesekali.Seluruh anggota mempresentasikan gagasan secara efektif dengan pembagian peran yang seimbang serta konsisten menggunakan kalimat santun (sapaan, transisi, terima kasih).Seluruh anggota mempresentasikan gagasan secara sangat efektif, pembagian peran sangat seimbang dan mengalir lancar, serta konsisten menunjukkan kesantunan berbahasa tingkat tinggi sepanjang presentasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok berhasil mendistribusikan giliran bicara kepada semua anggotanya saat mempresentasikan teks hasil wawancara?
  • Bagian gagasan wawancara mana yang paling sering terlewatkan saat murid melakukan presentasi berkelompok?

Murid:

  • Apakah aku sudah menyampaikan bagian gagasanku dengan jelas dan menggunakan bahasa yang santun saat kelompokku tampil?
  • Apa hal paling menyenangkan saat mempresentasikan laporan hasil wawancara bersama teman sekelompok?

Pertemuan 23 — Mempresentasikan Evaluasi dan Simpulan Gagasan Laporan Hasil Wawancara Minat dan Bakat secara Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-23 mengenai presentasi bagian evaluasi dan simpulan gagasan teks laporan hasil wawancara minat dan bakat secara efektif dan santun (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menyajikan dua contoh kalimat penutup presentasi pada papan tulis: Kalimat A: 'Pokoknya gitu aja simpulannya, narasumber emang hebat dan kita sudahi presentasinya' vs Kalimat B: 'Berdasarkan wawancara, dapat disimpulkan bahwa ketekunan berlatih adalah kunci mengembangkan bakat menggambar narasumber; terima kasih atas perhatian teman-teman', lalu meminta murid memilih kalimat yang efektif dan santun (acuan jawaban: Kalimat B, karena memuat gagasan simpulan yang jelas dan kalimat penutup yang santun/menghargai pendengar) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan penjelasan mengenai cara mempresentasikan bagian evaluasi (penilaian atas proses/usaha bakat narasumber) dan simpulan (inti sari hasil wawancara minat dan bakat) secara efektif (gagasan fokus, tidak berbelit-belit) dan santun (menggunakan salam penutup, ucapan terima kasih, dan kata permohonan maaf apabila ada kekurangan) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan memainkan kuis cepat 'Pilah Kalimat Santun dan Efektif' dengan mencocokkan 3 kartu kalimat presentasi simpulan berikut ke kategori Tepat atau Kurang Tepat: (1) 'Kesimpulannya dia suka musik karena sering latihan, sekian' -> Kurang Tepat (kurang santun dan kurang lengkap); (2) 'Simpulan kami, narasumber berhasil mengukir prestasi robotik karena didukung latihan disiplin; demikian evaluasi dari kelompok kami, terima kasih' -> Tepat (efektif dan santun); (3) 'Udah selesai ya, pokoknya narasumber juara renang' -> Kurang Tepat (tidak santun dan tidak efektif) (acuan ketepatan: kartu 1 Kurang Tepat, kartu 2 Tepat, kartu 3 Kurang Tepat) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyiapkan draf teks evaluasi dan simpulan dari laporan hasil wawancara minat dan bakat kelompok masing-masing yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Setiap perwakilan kelompok tampil ke depan kelas secara bergiliran untuk mempresentasikan gagasan evaluasi dan simpulan laporan hasil wawancara minat dan bakat secara efektif dan santun dengan alokasi waktu 3 menit per penampil (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan jalannya presentasi dengan mengevaluasi ketepatan gagasan simpulan yang disampaikan serta kesantunan bahasa yang digunakan selama presentasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama mengenai pentingnya menyampaikan gagasan evaluasi dan simpulan wawancara secara efektif dan santun (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap penampilan murid serta menginformasikan bahwa seluruh rangkaian latihan laporan wawancara telah selesai dan pertemuan berikutnya adalah Asesmen Sumatif Bab 3 (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan frasa baku simpulan santun (misalnya: 'Berdasarkan hasil wawancara, simpulan yang kami peroleh adalah... Demikian presentasi kami, terima kasih.'), sedangkan murid mahir mempresentasikan simpulan analitis mandiri tanpa kartu panduan.
  • Proses: Pemberian waktu latihan mandiri terbimbing bagi kelompok yang masih ragu sebelum maju mempresentasikan ke depan kelas.
  • Produk: Variasi kedalaman ulasan evaluasi usaha narasumber yang dipresentasikan, mulai dari simpulan inti pokok hingga evaluasi komprehensif atas proses perjuangan narasumber.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan mengenai perbandingan dua model kalimat simpulan: Kalimat A ('Pokoknya gitu aja simpulannya, narasumber emang hebat dan kita sudahi presentasinya') vs Kalimat B ('Berdasarkan wawancara, dapat disimpulkan bahwa ketekunan berlatih adalah kunci mengembangkan bakat menggambar narasumber; terima kasih atas perhatian teman-teman'). Murid diminta menentukan kalimat yang efektif dan santun (acuan jawaban: Kalimat B, karena gagasan simpulan terurai jelas/efektif dan diakhiri dengan etika berbicara yang santun).

Proses:

  • Penilaian performa saat murid mempresentasikan gagasan evaluasi dan simpulan laporan hasil wawancara minat dan bakat di depan kelas berdasarkan rubrik efektivitas gagasan dan kesantunan berbicara (acuan amatan: gagasan evaluasi dan simpulan tersampaikan dengan lugas/fokus serta menggunakan kata pembuka/penutup yang santun seperti salam, permohonan maaf, dan ucapan terima kasih).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan dua kriteria utama presentasi yang baik yang telah dipraktikkan hari ini (acuan jawaban: (1) Efektif dalam menyampaikan gagasan simpulan secara jelas tanpa berbelit-belit; (2) Santun dalam tutur kata dan sikap berbicara kepada pendengar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja presentasi evaluasi dan simpulan laporan hasil wawancara minat dan bakat menggunakan lembar amatan efektivitas dan kesantunan berbahasa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Efektivitas Presentasi Gagasan Evaluasi dan SimpulanBelum mampu mempresentasikan gagasan evaluasi dan simpulan dari teks hasil wawancara minat dan bakat secara jelas atau gagasan keluar dari konteks isi wawancara.Mampu mempresentasikan gagasan simpulan teks hasil wawancara minat dan bakat, tetapi evaluasi belum termuat secara utuh atau penyampaian masih berbelit-belit.Mampu mempresentasikan gagasan evaluasi dan simpulan dari teks hasil wawancara minat dan bakat secara efektif, runtut, dan tepat sasaran.Mampu mempresentasikan gagasan evaluasi dan simpulan dari teks hasil wawancara minat dan bakat secara sangat efektif, lugas, komprehensif, dan mandiri tanpa bergantung pada teks catatan.
Kesantunan Berbicara Saat PresentasiBelum menunjukkan tutur kata yang santun saat mempresentasikan simpulan laporan hasil wawancara di depan kelas.Menunjukkan tutur kata santun pada sebagian presentasi simpulan, tetapi masih memerlukan pengingat dari guru untuk menyapa atau mengucapkan terima kasih.Menunjukkan tutur kata yang santun secara konsisten (mengucapkan salam, terima kasih, dan kata permohonan maaf) saat mempresentasikan simpulan.Menunjukkan tutur kata yang sangat santun, penuh hormat kepada audiens, dan konsisten sepanjang penyampaian presentasi evaluasi dan simpulan tanpa diarahkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah percaya diri dan santun saat menyampaikan evaluasi serta simpulan laporan hasil wawancara di depan kelas?
  • Bagian mana dari bimbingan presentasi yang paling membantu murid berbicara secara efektif?

Murid:

  • Bagian apa yang menurutmu paling menantang saat menyimpulkan dan mempresentasikan hasil wawancara minat dan bakat teman?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyampaikan simpulan presentasi secara santun di hadapan teman-teman?

Pertemuan 24 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang wawancara minat dan bakat
  • TP 6.3.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang tokoh yang mengembangkan minat dan bakat
  • TP 6.3.3 Mempresentasikan gagasan dari teks hasil wawancara tentang minat dan bakat dengan efektif dan santun
  • TP 6.3.4 Menulis teks sederhana berupa laporan hasil wawancara minat dan bakat berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 3 yang mencakup analisis teks aural wawancara, analisis teks visual profil tokoh, penulisan laporan dengan kalimat kompleks, serta presentasi gagasan (2 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Sumatif (Bagian Teks Visual dan Penulisan Draf Laporan) dan menjelaskan alur pelaksanaan tiga tugas asesmen secara tertib dan transparan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mendengarkan petunjuk teknis pelaksanaan tugas tertulis individu dan tes lisan bergiliran: seluruh murid serentak membaca teks visual 'Afrilla Dina Nastiti, Atlet Pencak Silat Berprestasi' serta menulis laporan wawancara, sementara guru memanggil murid satu per satu ke meja asesmen untuk menjawab 2 pertanyaan teks aural dari cuplikan audio wawancara minat-bakat berdurasi 30 detik (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 & 2 Paralel: Seluruh murid secara individual mengerjakan tes tertulis analisis teks visual profil tokoh dan menulis draf laporan hasil wawancara minat-bakat menggunakan rangkaian kalimat kompleks pada lembar kerja (22 menit). Butir teks visual: (1) Menemukan gagasan pokok paragraf 1 (acuan: awal mula ketertarikan Afrilla pada pencak silat sejak usia 8 tahun); (2) Menemukan 2 tantangan yang dihadapi tokoh (acuan: membagi waktu latihan dengan jadwal sekolah, dan cedera pergelangan kaki sebelum kejuaraan daerah); (3) Menyimpulkan kunci keberhasilan tokoh (acuan: disiplin berlatih rutin setiap sore dan dukungan penuh orang tua/pelatih). Butir menulis laporan wawancara: menyusun minimal 1 paragraf laporan (minimal 3 kalimat majemuk setara/bertingkat) yang merangkai fakta identitas, minat, tantangan, dan upaya narasumber.
  • Tugas 1 Paralel (Tes Lisan Aural): Secara simultan saat murid lain menulis, guru memanggil 28 murid secara bergiliran cepat (1 menit per murid) untuk mendengarkan audio rekaman wawancara minat robotik dan menjawab 2 pertanyaan lisan: (a) 'Apa minat utama yang ditekuni narasumber?' (acuan: merakit robot pemilah sampah otomatis); (b) 'Sebutkan usaha yang dilakukan narasumber saat robotnya mengalami kegagalan program!' (acuan: mengulang penulisan kode perintah hingga larut malam bersama pembimbing) (18 menit).
  • Tugas 3 (Presentasi Kelompok): Murid bergabung dalam kelompok beranggotakan 4 orang (total 7 kelompok) dan secara bergantian mempresentasikan gagasan laporan hasil wawancara minat dan bakat di depan kelas (masing-masing kelompok mendapat alokasi 2,5 menit untuk pemaparan dan tanggapan; 7 kelompok x 2,5 menit = 17,5 menit dibulatkan teknis 18 menit) dengan kriteria penyampaian efektif (gagasan runtut, diksi tepat) dan santun (intonasi wajar, kalimat pembuka dan penutup sopan) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan melakukan hening sejenak untuk memikirkan tingkat kemandirian serta ketepatan pengerjaan seluruh tugas evaluasi bab yang telah diselesaikan (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 3 (2 menit).
  • Guru menutup bab dengan menginformasikan tindak lanjut umpan balik hasil sumatif serta menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: naskah teks visual profil tokoh disediakan dengan ukuran huruf lebih besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan kejelasan pendengaran diperkenankan menyimak rekaman aural pada jarak lebih dekat dengan pelantang suara.
  • Produk: Standar bukti capaian tetap sama bagi seluruh murid tanpa penurunan kriteria penilaian kompetensi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman alur asesmen sumatif (acuan: murid siap di meja masing-masing dengan lembar kerja).

Proses:

  • Pencatatan ketepatan jawaban lisan pada rubrik aural saat giliran tes lisan berlangsung.
  • Observasi keteraturan pengerjaan tugas tulis mandiri dan observasi rubrik unjuk kerja presentasi kelompok.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan-tulis integratif dan unjuk kerja presentasi kelompok: rekaman respons lisan dan lembar kerja analisis teks profil, teks laporan hasil wawancara dengan kalimat kompleks, serta performa presentasi laporan minat dan bakat
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan murid menjawab 2 pertanyaan analisis isi rekaman audio wawancara minat dan bakat secara bergiliran cepat (1 menit per murid saat murid lain membaca teks; 28 murid x 1 menit = 28 menit) (28 menit; individual; instrumen: daftar pertanyaan lisan dan rubrik ketercapaian pemahaman aural)
  • tes tertulis dan penugasan menulis serentak: lembar kerja analisis informasi teks visual profil tokoh minat-bakat sekaligus penulisan draf laporan hasil wawancara minat dan bakat menggunakan rangkaian kalimat kompleks yang dikerjakan seluruh murid secara bersamaan (22 menit; individual; instrumen: rubrik analitis analisis teks visual dan struktur kalimat kompleks)
  • unjuk kerja presentasi kelompok: penyampaian lisan gagasan laporan hasil wawancara minat dan bakat secara bergantian dalam kelompok beranggotakan 4 orang (7 kelompok x 2,5 menit presentasi dan tanggapan) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kejelasan artikulasi, keruntutan gagasan, dan kesantunan))

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan-tulis integratif dan unjuk kerja presentasi kelompok: rekaman respons lisan dan lembar kerja analisis teks profil, teks laporan hasil wawancara dengan kalimat kompleks, serta performa presentasi laporan minat dan bakat
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan murid menjawab 2 pertanyaan analisis isi rekaman audio wawancara minat dan bakat secara bergiliran cepat (1 menit per murid saat murid lain membaca teks; 28 murid x 1 menit = 28 menit) (28 menit; individual; instrumen: daftar pertanyaan lisan dan rubrik ketercapaian pemahaman aural)
  • tes tertulis dan penugasan menulis serentak: lembar kerja analisis informasi teks visual profil tokoh minat-bakat sekaligus penulisan draf laporan hasil wawancara minat dan bakat menggunakan rangkaian kalimat kompleks yang dikerjakan seluruh murid secara bersamaan (22 menit; individual; instrumen: rubrik analitis analisis teks visual dan struktur kalimat kompleks)
  • unjuk kerja presentasi kelompok: penyampaian lisan gagasan laporan hasil wawancara minat dan bakat secara bergantian dalam kelompok beranggotakan 4 orang (7 kelompok x 2,5 menit presentasi dan tanggapan) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kejelasan artikulasi, keruntutan gagasan, dan kesantunan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Teks Aural Wawancara (TP 6.3.1)Belum mampu menjawab 2 pertanyaan teks aural secara tepat (0 jawaban tepat dari acuan: minat robotik pemilah sampah dan usaha mengulang penulisan kode perintah).Menjawab tepat 1 dari 2 pertanyaan teks aural sesuai acuan.Menjawab tepat 2 pertanyaan teks aural sesuai acuan (minat robot pemilah sampah dan usaha mengulang penulisan kode bersama pembimbing).Menjawab tepat 2 pertanyaan teks aural secara rinci, lugas, dan mandiri tanpa perlu pengulangan audio.
Menganalisis Teks Visual Profil Tokoh (TP 6.3.2)Menjawab tepat 0-1 butir analisis teks visual (dari 3 butir acuan: gagasan pokok paragraf 1, dua tantangan cedera/jadwal, dan simpulan kunci keberhasilan).Menjawab tepat 2 butir analisis teks visual sesuai acuan.Menjawab tepat seluruh 3 butir analisis teks visual profil tokoh sesuai acuan.Menjawab tepat seluruh 3 butir analisis teks visual disertai kutipan kalimat pendukung dari teks bacaan secara tepat.
Menulis Laporan Wawancara dengan Kalimat Kompleks (TP 6.3.4)Belum menulis laporan atau teks yang ditulis hanya memuat kalimat tunggal sederhana tanpa kalimat majemuk/kompleks.Menulis laporan hasil wawancara yang memuat 1-2 kalimat kompleks (majemuk setara atau bertingkat), namun keterkaitan antarklausa belum padu.Menulis laporan hasil wawancara yang memuat minimal 3 rangkaian kalimat kompleks secara padu dan runtut merangkai fakta identitas, minat, dan usaha narasumber.Menulis laporan hasil wawancara yang seluruhnya menggunakan variasi rangkaian kalimat majemuk setara dan bertingkat secara runtut, padu, dan utuh.
Mempresentasikan Gagasan Laporan Wawancara (TP 6.3.3)Menyampaikan gagasan laporan secara tidak runtut dan belum menunjukkan kesantunan berbicara.Menyampaikan gagasan laporan secara cukup jelas tetapi keruntutan gagasan belum konsisten atau kesantunan masih terbatas.Menyampaikan gagasan laporan secara efektif (gagasan runtut, artikulasi jelas) dan santun (kalimat pembuka/penutup sopan serta intonasi wajar).Menyampaikan seluruh gagasan laporan secara sangat efektif, runtut, artikulasi sangat jelas, serta santun dan percaya diri secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pembagian tes lisan bergiliran dan penugasan tertulis berjalan efektif dan tepat waktu?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 6 pada kompetensi merangkai kalimat kompleks dan mempresentasikan laporan wawancara secara santun?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif Bab 3 hari ini yang paling berhasil saya selesaikan dengan baik?
  • Keterampilan berbahasa apa (menyimak, membaca visual, menulis kalimat kompleks, atau presentasi) yang masih perlu saya tingkatkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Edisi Revisi 2025), Bab 3: Temukan Minat, Tunjukkan Bakat.
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Edisi Revisi 2025), Bab 3.
  3. Naskah teks aural wawancara 'Bincang Minat Wartawan Cilik dengan Afrilla'.
  4. Kartu jawaban pilihan ganda huruf (A, B, C) untuk aktivitas permainan menyimak.
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, 2025)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, 2025)
  7. Rekaman audio/pembacaan teks aural 'Wawancara Minat Robotika Dio' dan 'Wawancara Bakat Memanah Sinta'
  8. Lembar Kerja Analisis Simakan Tanya-Jawab Wawancara
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen 2025 (Bab 3)
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen 2025 (Bab 3)
  11. Naskah teks aural wawancara minat dan bakat murid (Doni & Nisa) yang disiapkan guru
  12. Kartu respons fakta/bukan fakta untuk permainan menyimak
  13. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD (Kemendikdasmen, 2025)
  14. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD (Kemendikdasmen, 2025) Bab 3
  15. Naskah teks aural wawancara 'Wawancara dengan Bagas: Perjalanan Merakit Nada' dan teks 'Afrilla, Sang Pesilat Muda'
  16. Set kartu dua warna bertuliskan 'TANTANGAN' dan 'USAHA' untuk kuis kelas
  17. Lembar Kerja Analisis Informasi Menyimak Wawancara
  18. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI, Kemendikdasmen 2025 (Bab 3)
  19. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI, Kemendikdasmen 2025 (Bab 3)
  20. Naskah/Rekaman teks aural dialog wawancara minat dan bakat ('Rahasia Juara Afrilla' dan 'Ucok dan Wartawan Cilik')
  21. Lembar Kerja Murid Analisis Kesimpulan Teks Aural
  22. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Kemendikdasmen 2025)
  23. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Bab 3 (Kemendikdasmen 2025)
  24. Teks visual artikel profil 'Rahasia Juara Afrilla'
  25. Lembar Kerja Analisis Detektif Profil Tokoh
  26. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas VI (Edisi Revisi 2025)
  27. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia SD Kelas VI (Bab 3: Temukan Minat, Tunjukkan Bakat)
  28. Teks visual profil tokoh 'Rahasia Juara Afrilla'
  29. Lembar Kerja Analisis Gagasan Pokok Paragraf
  30. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen, 2025
  31. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI, Bab 3, Kemendikdasmen, 2025
  32. Teks bacaan visual dan gambar profil tokoh 'Rahasia Juara Afrilla'
  33. Kartu aktivitas alur peristiwa 'Garis Waktu Sang Juara' dan lembar kerja analisis
  34. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Bab 3 Halaman 118-119
  35. Lembar Teks Visual 'Langkah Nyata Sang Juara Silat'
  36. Set Kartu 'Detektif Sebab-Akibat' dan Lembar Kerja Analisis Hubungan Sebab-Akibat
  37. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI (Kemendikdasmen 2025), Bab 3: Temukan Minat, Tunjukkan Bakat
  38. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI (Kemendikdasmen 2025), Halaman 101-119
  39. Media visual infografik profil tokoh: 'Jejak Sang Juara Silat: Afrilla Dina' dan 'Perjalanan Pelukis Cilik: Bagas Mandiri'
  40. Kartu permainan Kuis Detektif Visual
  41. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi 2025), Bab 3 Halaman 136-139.
  42. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Bab 3 Halaman 100-101 dan 118-119.
  43. Lembar teks visual profil prestasi tokoh Afrilla Dina Nastiti dan I Gede Agung Agrata Prana.
  44. Kartu informasi 'Detektif Prestasi' dan lembar bagan garis waktu.
  45. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD (Edisi Revisi 2025)
  46. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD (Edisi Revisi 2025) Bab 3
  47. Lembar catatan hasil pengamatan/wawancara identitas dan minat teman sebaya
  48. Kartu kata konjungsi (yang, karena, sejak, serta, sehingga)
  49. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI, Kemendikdasmen 2025
  50. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI, Kemendikdasmen 2025 (Bab 3: Temukan Minat, Tunjukkan Bakat)
  51. Contoh teks bagian pendahuluan laporan hasil wawancara minat dan bakat
  52. Set kartu klausa untuk permainan tantangan perangkaian kalimat kompleks
  53. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Revisi 2025
  54. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Bab 3
  55. Catatan/draf hasil pengamatan wawancara minat murid
  56. Kartu konjungsi dan kartu klausa latihan
  57. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD, Kemendikdasmen 2025.
  58. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD Bab 3 'Temukan Minat, Tunjukkan Bakat'.
  59. Kartu klausa latihan 'Sambung Klausa Usaha'.
  60. Catatan hasil wawancara dan pengamatan minat-bakat murid dari pertemuan sebelumnya.
  61. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SD Kelas VI (Edisi Revisi, 2025)
  62. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia SD Kelas VI (Edisi Revisi, 2025) Bab 3
  63. Lembar draf laporan hasil wawancara murid dari pertemuan sebelumnya
  64. Kartu tantangan klausa kalimat kompleks 'Rangkai Simpulan Cepat'
  65. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI, Kemendikdasmen 2025
  66. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI Bab 3 'Temukan Minat, Tunjukkan Bakat'
  67. Draf laporan hasil wawancara minat dan bakat milik murid (pertemuan 12-16)
  68. Kartu klausa dan kata hubung/konjungsi untuk permainan rangkaian kalimat
  69. Buku Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab III 'Temukan Minat, Tunjukkan Bakat'
  70. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI Edisi Revisi 2025
  71. Teks laporan hasil wawancara minat dan bakat karya murid dari pertemuan sebelumnya
  72. Kartu Rancang Gagasan Presentasi
  73. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Bab 3
  74. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Halaman 92-101
  75. Draf laporan hasil wawancara minat dan bakat milik murid (hasil kegiatan Pertemuan 17)
  76. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Edisi Revisi 2025)
  77. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI Bab 3
  78. Kartu panduan alur presentasi isi temuan wawancara
  79. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI SD (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025)
  80. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD Bab 3 (Edisi Revisi 2025)
  81. Draf teks laporan hasil wawancara minat dan bakat milik masing-masing murid
  82. Kartu panduan frasa santun presentasi dan tanya jawab
  83. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
  84. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Bab 3 (Kemendikdasmen, 2025)
  85. Draf Teks Laporan Hasil Wawancara Minat dan Bakat karya masing-masing kelompok
  86. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI SD/MI (Edisi Revisi 2025)
  87. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI SD/MI Bab 3 (Edisi Revisi 2025)
  88. Draf teks laporan hasil wawancara minat dan bakat buatan murid
  89. Kartu kalimat 'Pilah Kalimat Santun dan Efektif'
  90. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI (Kemendikbudristek 2025)
  91. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia Kelas VI Bab 3 (Kemendikbudristek 2025)
  92. Rekaman audio wawancara minat robotik anak (durasi 30 detik)
  93. Lembar Asesmen Sumatif Bab 3 (Teks bacaan visual 'Afrilla Dina Nastiti' dan lembar penulisan laporan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.