Modul AjarPertemuan 9Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Imajinasi yang Sangat Berharga: Mengenal Tokoh Imajinasi dalam Cerita Rakyat dan Merancang Tokoh Sendiri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Imajinasi yang Sangat Berharga: Mengenal Tokoh Imajinasi dalam Cerita Rakyat dan Merancang Tokoh Sendiri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Imajinasi yang Sangat Berharga: Mengenal Tokoh Imajinasi dalam Cerita Rakyat dan Merancang Tokoh Sendiri

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Imajinasi yang Sangat Berharga: Mengenal Tokoh Imajinasi dalam Cerita Rakyat dan Merancang Tokoh Sendiri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikImajinasi yang Sangat Berharga: Mengenal Tokoh Imajinasi dalam Cerita Rakyat dan Merancang Tokoh Sendiri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis karakteristik tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Nusantara yang telah dibaca/disimak dan menjelaskan peran tokoh dalam alur cerita secara lisan.
  2. Murid mampu menulis deskripsi tokoh imajinatif untuk cerita rakyat yang akan dibuat dengan pilihan kata yang kreatif dan menarik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membayangkan tokoh cerita rakyat yang belum pernah ada sebelumnya? Seperti apa wujud dan sifatnya?
  2. Mengapa tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Nusantara memiliki kekuatan atau keunikan tertentu? Apa hubungannya dengan pesan cerita?
  3. Jika kalian bisa menciptakan satu tokoh baru untuk cerita rakyat daerahmu, siapa tokoh itu dan mengapa ia istimewa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru menampilkan kutipan Albert Einstein: 'Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan terbatas, sedangkan imajinasi seluas langit dan bumi.' Murid diminta merespons makna kutipan tersebut secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Sebutkan satu tokoh cerita rakyat yang kalian ingat dan satu sifat utamanya!' Murid menjawab secara lisan bergantian.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau memutar audio ringkasan cerita rakyat Nusantara (misalnya Timun Mas atau Malin Kundang) sambil menampilkan ilustrasi tokoh-tokohnya.
  • Murid menyimak dengan penuh perhatian dan mencatat nama tokoh serta sifat-sifat yang mereka tangkap.
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Siapa saja tokoh dalam cerita tadi? Bagaimana sifat masing-masing? Apa peran mereka dalam alur cerita?'
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan karakteristik tokoh (sifat, penampilan, motivasi) dan peran tokoh (protagonis, antagonis, pembantu) lalu menuliskan hasil diskusi pada tabel sederhana.
  • Guru menjelaskan konsep tokoh imajinatif: tokoh yang diciptakan dari imajinasi penulis dengan memadukan unsur fisik, sifat, kekuatan, dan kelemahan yang unik.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara individu merancang satu tokoh imajinatif untuk cerita rakyat buatan sendiri menggunakan lembar kerja 'Profil Tokoh Imajinatifku' yang berisi kolom: nama tokoh, asal daerah, ciri fisik, sifat/karakter, kekuatan unik, kelemahan, dan peran dalam cerita.
  • Murid menulis deskripsi tokoh imajinatif tersebut dalam satu paragraf (minimal 5 kalimat) menggunakan pilihan kata kreatif dan menarik, termasuk penggunaan kata konotatif.
  • Setelah selesai menulis, murid bergabung dalam kelompok kecil (3-4 anak) untuk mempresentasikan tokoh ciptaannya secara lisan, menjelaskan karakteristik dan peran tokoh dalam alur cerita yang direncanakan.
  • Anggota kelompok memberikan tanggapan berupa satu pujian dan satu saran untuk memperkaya deskripsi tokoh temannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Apa yang paling sulit saat merancang tokoh imajinatif? Bagaimana kalian mengatasinya?'
  • Murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari hari ini dan satu hal yang ingin diperbaiki pada pertemuan berikutnya di sticky note atau buku tulis.
  • Guru memberikan umpan balik positif terhadap keberanian dan kreativitas murid, serta merangkum strategi yang berhasil digunakan murid dalam menciptakan tokoh.
  • Murid melakukan penilaian diri menggunakan skala sederhana (bintang 1-3) terhadap kemampuan menganalisis tokoh dan menulis deskripsi tokoh.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pentingnya imajinasi dalam menciptakan tokoh cerita rakyat dan unsur-unsur yang membuat tokoh menarik.
  • Guru menyampaikan bahwa deskripsi tokoh hari ini akan digunakan sebagai dasar menulis cerita rakyat pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi dan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan contoh profil tokoh yang sudah terisi sebagian sebagai scaffolding. Murid cepat diberikan tantangan tambahan: menciptakan dua tokoh yang saling berlawanan (protagonis dan antagonis).
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih lama mengerjakan deskripsi tokoh secara tertulis mendapat pendampingan guru dan boleh menggunakan peta pikiran visual. Murid cepat boleh langsung menulis dialog antar tokoh sebagai pengayaan.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis boleh menyampaikan deskripsi tokoh secara lisan dan guru mencatat poin-poinnya. Murid cepat menghasilkan deskripsi tokoh yang lebih panjang dengan ilustrasi gambar tokoh.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan satu tokoh cerita rakyat yang kalian ingat dan satu sifat utamanya!' untuk mengecek pengetahuan awal murid tentang tokoh cerita rakyat.
  • Guru meminta murid mengangkat tangan jika pernah membaca atau mendengar cerita rakyat dari daerah lain selain daerahnya sendiri, untuk memetakan pengalaman literasi murid.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi berpasangan saat menganalisis karakteristik dan peran tokoh cerita rakyat.
  • Pemantauan proses menulis deskripsi tokoh imajinatif: guru berkeliling memeriksa kelengkapan unsur profil tokoh dan penggunaan pilihan kata.
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok kecil: guru mencatat kemampuan murid menjelaskan peran tokoh dalam alur cerita.

Akhir:

  • Pengumpulan lembar kerja 'Profil Tokoh Imajinatifku' beserta paragraf deskripsi tokoh untuk dinilai menggunakan rubrik.
  • Penilaian presentasi lisan murid tentang tokoh imajinatif menggunakan rubrik aspek berbicara dan mempresentasikan.

Formatif:

  • Observasi guru saat diskusi berpasangan menganalisis tokoh cerita rakyat (keaktifan, ketepatan identifikasi sifat dan peran tokoh).
  • Umpan balik lisan guru saat presentasi tokoh imajinatif dalam kelompok kecil.
  • Penilaian diri murid menggunakan skala bintang terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.

Sumatif:

  • Penilaian tulisan deskripsi tokoh imajinatif berdasarkan rubrik (aspek kelengkapan unsur tokoh dan kreativitas pilihan kata).
  • Penilaian presentasi lisan tokoh imajinatif berdasarkan rubrik (aspek kejelasan analisis karakteristik dan peran tokoh).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Karakteristik dan Peran Tokoh (Berbicara dan Mempresentasikan)Murid belum mampu menyebutkan sifat tokoh dan belum dapat menjelaskan peran tokoh dalam alur cerita.Murid mampu menyebutkan 1-2 sifat tokoh tetapi penjelasan peran tokoh dalam alur cerita masih kurang jelas atau tidak runtut.Murid mampu menganalisis 3 atau lebih sifat tokoh dan menjelaskan peran tokoh dalam alur cerita secara lisan dengan cukup jelas dan runtut.Murid mampu menganalisis karakteristik tokoh secara mendalam (sifat, motivasi, hubungan antar tokoh) dan menjelaskan peran tokoh dalam alur cerita secara lisan dengan sangat jelas, runtut, dan percaya diri.
Deskripsi Tokoh Imajinatif (Menulis)Murid belum mampu menulis deskripsi tokoh; tulisan kurang dari 3 kalimat dan belum memuat unsur tokoh yang diminta.Murid menulis deskripsi tokoh minimal 3 kalimat namun unsur tokoh belum lengkap (hanya mencakup 1-2 unsur: nama, ciri fisik, sifat, kekuatan, kelemahan, peran) dan pilihan kata masih umum.Murid menulis deskripsi tokoh minimal 5 kalimat dengan unsur tokoh cukup lengkap (4-5 unsur) dan menggunakan beberapa pilihan kata kreatif atau konotatif.Murid menulis deskripsi tokoh lebih dari 5 kalimat dengan semua unsur tokoh lengkap, pilihan kata sangat kreatif dan menarik, serta penggunaan kata konotatif yang tepat dan orisinal.
Kreativitas dan Orisinalitas TokohTokoh yang dibuat menyalin tokoh cerita rakyat yang sudah ada tanpa perubahan berarti.Tokoh yang dibuat memiliki sedikit unsur baru tetapi sebagian besar masih meniru tokoh yang sudah dikenal.Tokoh yang dibuat cukup orisinal dengan perpaduan unsur baru yang menarik dan sesuai konteks cerita rakyat Nusantara.Tokoh yang dibuat sangat orisinal, unik, dan imajinatif dengan perpaduan unsur budaya lokal dan kreativitas tinggi yang menunjukkan penghayatan mendalam.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menganalisis karakteristik tokoh cerita rakyat dan menjelaskan perannya secara lisan sesuai tujuan pembelajaran?
  • Apakah kegiatan menulis deskripsi tokoh imajinatif berhasil memfasilitasi kreativitas murid dalam menggunakan pilihan kata?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki agar murid yang masih kesulitan menulis deskripsi tokoh bisa lebih terbantu pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kegiatan hari ini: menganalisis tokoh cerita rakyat atau merancang tokoh sendiri? Mengapa?
  • Apa kesulitan yang kamu rasakan saat menulis deskripsi tokoh imajinatif dan bagaimana kamu mengatasinya?
  • Jika kamu bisa mengubah satu hal dari tokoh yang kamu ciptakan hari ini, apa yang akan kamu ubah dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi), Bab 2 'Nusantara Berjuta Cerita'
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI: Anak-Anak yang Mengubah Dunia (Edisi Revisi)
  3. Lembar Kerja 'Profil Tokoh Imajinatifku' (disiapkan guru)
  4. Ilustrasi atau gambar tokoh-tokoh cerita rakyat Nusantara (poster atau tayangan digital)
  5. Audio atau video cerita rakyat Nusantara (misalnya Timun Mas, Malin Kundang, atau cerita rakyat daerah setempat)
  6. Sticky note atau kertas kecil untuk refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.