Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikNilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis informasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerita rakyat 'Hikayat Lubuk Larangan' dengan menjawab pertanyaan pemahaman secara tertulis.
  2. Murid mampu menyampaikan pendapat dan perasaan secara tertulis tentang aturan adat Lubuk Larangan dalam cerita menggunakan kalimat yang jelas dan santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat atau mendengar tentang aturan adat di sekitar tempat tinggalmu? Mengapa menurutmu aturan itu dibuat?
  2. Jika di sebuah sungai ada larangan untuk menangkap ikan, apa yang menurutmu akan terjadi jika aturan itu tidak dipatuhi?
  3. Apa yang membuat sebuah cerita rakyat masih tetap penting untuk diketahui oleh anak-anak zaman sekarang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal: murid menjawab secara lisan dua pertanyaan diagnostik — (1) 'Apa yang kamu ketahui tentang cerita rakyat?' dan (2) 'Apakah kamu pernah mendengar tentang aturan adat yang berkaitan dengan alam?' Guru mencatat ragam pengetahuan awal murid untuk menyesuaikan pendekatan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan dan meminta beberapa murid merespons secara singkat untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membaca dan menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan', lalu menuliskan pendapat dan perasaan tentang aturan adat yang ada dalam cerita tersebut.
  • Guru memberikan gambaran singkat tentang konteks geografis cerita: Lubuk Larangan berasal dari wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, dan merupakan praktik adat yang nyata hingga kini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks kutipan 'Hikayat Lubuk Larangan' (dari Buku Siswa hal. 68–70) dan meminta murid membaca dalam hati secara saksama selama ±8 menit. (Berkesadaran: murid diajak hadir penuh saat membaca, bukan sekadar memindai teks.)
  • Setelah membaca, guru meminta murid menuliskan di buku catatan mereka: satu hal yang paling menarik perhatian mereka dari teks, dan satu hal yang belum mereka pahami. Ini dilakukan secara individual selama ±3 menit.
  • Guru membahas hal-hal yang belum dipahami murid secara klasikal, memberikan penjelasan singkat tentang kosakata atau konteks budaya yang perlu diklarifikasi (misalnya: 'lubuk', 'pantangan', 'adat').
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan pemandu pemahaman: 'Apa itu Lubuk Larangan?', 'Siapa yang membuat aturannya?', 'Apa yang terjadi jika aturan dilanggar?' — murid merespons secara bergantian. (Bermakna: pertanyaan dikaitkan dengan praktik adat yang nyata di kehidupan masyarakat.)
  • Guru menjelaskan bahwa teks ini bukan sekadar cerita, melainkan mengandung nilai-nilai yang masih relevan: penghormatan terhadap alam, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membuka Buku Siswa hal. 70 (Aktivitas 2.11) dan secara mandiri mengisi tiga kolom latihan pemahaman bacaan: (1) Pantangan Lubuk Larangan, (2) Akibat Melanggar Pantangan Lubuk Larangan, dan (3) Manfaat Aturan Adat Lubuk Larangan. Alokasi waktu: ±10 menit. (Bermakna: pengisian kolom mendorong murid mengolah informasi dari teks, bukan menyalin.)
  • Guru berkeliling memantau pekerjaan murid, memberikan umpan balik lisan singkat kepada murid yang tampak kesulitan.
  • Setelah selesai mengisi kolom, dua atau tiga murid diminta berbagi jawaban mereka secara lisan. Kelas memberikan tanggapan: apakah ada yang berbeda atau ingin ditambahkan. (Menggembirakan: suasana berbagi jawaban dilakukan dengan nada santai dan saling menghargai.)
  • Guru mengkonfirmasi dan melengkapi jawaban yang kurang tepat, memastikan seluruh murid memiliki pemahaman yang akurat.
  • Murid kemudian menuliskan pendapat dan perasaan mereka secara tertulis tentang aturan adat Lubuk Larangan dalam 3–5 kalimat. Panduan penulisan: sampaikan apakah kamu setuju dengan aturan tersebut, mengapa, dan bagaimana perasaanmu mengetahui aturan ini masih ada hingga sekarang. Gunakan kalimat yang jelas dan santun. Alokasi waktu: ±8 menit.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa murid (2–3 orang) diminta membacakan tulisan pendapat dan perasaan mereka di depan kelas. Kelas menyimak dengan sikap menghargai. (Berkesadaran: murid diajak mendengarkan dengan penuh perhatian, bukan menilai secara reaktif.)
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apakah nilai-nilai dalam cerita ini relevan dengan kehidupan kita sekarang? Adakah aturan serupa di sekitar tempat tinggal kalian?' (Bermakna: murid menghubungkan nilai cerita dengan konteks hidup mereka sendiri.)
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi personal di buku catatan: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cerita rakyat dan aturan adat adalah...'
  • Guru memperlihatkan QR code dan tautan buku Jagapati Bumi (https://buku.kemendikdasmen.go.id/katalog/jagapati-bumi) dan mengajak murid yang ingin mendalami cerita lengkapnya untuk membacanya di rumah sebagai pengayaan.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: apa itu Lubuk Larangan, nilai-nilai apa yang terkandung di dalamnya, dan mengapa aturan adat penting dijaga.
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang kualitas jawaban dan tulisan murid hari ini — menyebutkan hal-hal yang sudah baik dan satu hal yang bisa ditingkatkan.
  • Guru menginformasikan bahwa tulisan pendapat dan perasaan yang sudah dibuat akan dikumpulkan sebagai asesmen akhir pertemuan ini.
  • Murid mengumpulkan lembar kerja/buku catatan yang berisi isian kolom Aktivitas 2.11 dan tulisan pendapat-perasaan.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan apresiasi atas partisipasi murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat membaca teks dengan bantuan garis panduan (teks diperbesar atau dengan catatan kosakata di pinggir teks). Murid dengan kecepatan belajar tinggi dipersilakan membaca versi cerita lengkap melalui tautan Jagapati Bumi dan menjawab pertanyaan tambahan: 'Nilai apa lagi yang kamu temukan di luar tiga kolom yang sudah diisi?'
  • Proses: Murid yang kesulitan mengisi kolom dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya. Murid yang sudah selesai lebih cepat dapat membuat diagram sederhana (peta konsep mini) yang menghubungkan pantangan, akibat, dan manfaat Lubuk Larangan.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menuliskan pendapat dan perasaan dalam 2–3 kalimat dengan struktur panduan yang disediakan guru (kalimat rumpang). Murid yang sudah percaya diri dapat menulis lebih dari 5 kalimat dan mengembangkan argumennya dengan contoh dari kehidupan sehari-hari.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan dua pertanyaan lisan di Pendahuluan: (1) 'Apa yang kamu ketahui tentang cerita rakyat?' dan (2) 'Pernahkah kamu mendengar tentang aturan adat yang berkaitan dengan alam?' Respons murid digunakan untuk memetakan pengetahuan awal dan menentukan kedalaman penjelasan konteks yang diperlukan.

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat tanya jawab pemandu pemahaman (tahap Memahami).
  • Pengecekan isian kolom Aktivitas 2.11 selama murid mengerjakan secara mandiri — guru memberikan umpan balik lisan langsung (tahap Mengaplikasi).
  • Penilaian kualitas kalimat refleksi personal yang ditulis murid di akhir tahap Merefleksi.

Akhir:

  • Isian lengkap tiga kolom Aktivitas 2.11: Pantangan Lubuk Larangan, Akibat Melanggar Pantangan, dan Manfaat Aturan Adat — dinilai berdasarkan ketepatan dan kelengkapan informasi dari teks.
  • Tulisan pendapat dan perasaan tentang aturan adat Lubuk Larangan — dinilai berdasarkan kejelasan kalimat, kesantunan bahasa, dan relevansi isi dengan teks yang dibaca.

Formatif:

  • Observasi guru selama tahap Memahami: murid mampu mengidentifikasi hal menarik dan hal yang belum dipahami dari teks.
  • Pengamatan respons lisan murid saat guru mengajukan pertanyaan pemandu pemahaman.
  • Pemantauan pengisian kolom Aktivitas 2.11 secara mandiri — guru berkeliling dan mencatat murid yang memerlukan bantuan tambahan.

Sumatif:

  • Tulisan pendapat dan perasaan tentang aturan adat Lubuk Larangan (minimal 3 kalimat, menggunakan bahasa yang jelas dan santun) — dikumpulkan di akhir pertemuan.
  • Isian kolom Aktivitas 2.11 (Pantangan, Akibat Melanggar, Manfaat Aturan Adat) sebagai bukti kemampuan menganalisis informasi dari teks.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis informasi dari teks (Aktivitas 2.11: isian 3 kolom)Murid hanya mengisi satu kolom atau tidak mengisi sama sekali, atau jawaban tidak berkaitan dengan isi teks.Murid mengisi dua dari tiga kolom dengan informasi yang sebagian sesuai teks, namun belum lengkap atau ada yang kurang tepat.Murid mengisi ketiga kolom dengan informasi yang tepat dan sesuai teks, meskipun penjelasannya masih singkat.Murid mengisi ketiga kolom secara lengkap, tepat, dan detail — disertai penjelasan atau contoh yang menunjukkan pemahaman mendalam terhadap isi teks.
Menyampaikan pendapat dan perasaan secara tertulisTulisan tidak menyampaikan pendapat atau perasaan yang jelas, atau kalimat tidak dapat dipahami.Murid menyampaikan pendapat atau perasaan dalam 1–2 kalimat, namun belum menggunakan bahasa yang santun atau kalimatnya belum jelas.Murid menyampaikan pendapat dan perasaan dalam 3–5 kalimat yang cukup jelas dan santun, meskipun belum disertai alasan yang kuat.Murid menyampaikan pendapat dan perasaan dalam 3–5 kalimat atau lebih dengan kalimat yang jelas, santun, dan didukung alasan yang berkaitan langsung dengan isi cerita dan konteks kehidupan nyata.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami isi teks 'Hikayat Lubuk Larangan' dengan baik? Murid mana yang tampak kesulitan dan perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan pemandu pemahaman yang saya gunakan berhasil mendorong murid untuk berpikir kritis dan terlibat aktif?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang diterapkan hari ini dalam membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling baru atau paling menarik yang kamu pelajari tentang 'Hikayat Lubuk Larangan' hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa menjelaskan apa itu Lubuk Larangan, pantangannya, dan manfaatnya? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Bagaimana perasaanmu saat mengetahui bahwa aturan adat seperti Lubuk Larangan masih ada di Indonesia sampai sekarang?
  • Apakah kamu puas dengan tulisan pendapat dan perasaan yang sudah kamu buat hari ini? Apa yang ingin kamu perbaiki?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI: 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' (Edisi Revisi), Bab 2, hal. 60–71 — teks 'Hikayat Lubuk Larangan' dan Aktivitas 2.11
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VI — panduan Bab 2, Subbab C (Aktivitas 2.11)
  3. Buku Jagapati Bumi karya Anna Farida (2023) — versi cerita lengkap, dapat diakses melalui: https://buku.kemendikdasmen.go.id/katalog/jagapati-bumi
  4. QR code Jagapati Bumi (tercetak di Buku Siswa hal. 70)
  5. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan pertanyaan pemandu dan poin-poin kunci
  6. Lembar kerja tambahan (opsional) bagi murid yang memerlukan teks dengan panduan kosakata atau kalimat rumpang untuk diferensiasi produk

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.