Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Menyimak Cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Menyimak Cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Menyimak Cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua'

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Menyimak Cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikNilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Menyimak Cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis isi cerita rakyat 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' yang disimak secara audio dengan menjawab pertanyaan inferensial secara tertulis.
  2. Murid mampu menyebutkan minimal 3 nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' berdasarkan teks yang didengar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa sendirian dan ketakutan seperti tokoh dalam cerita? Apa yang kalian lakukan untuk mengatasinya?
  2. Menurutmu, mengapa cerita rakyat sering mengandung pesan atau nilai-nilai kebaikan?
  3. Apa yang dimaksud dengan 'doa' dalam kehidupan sehari-hari dan mengapa doa bisa menjadi kekuatan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah mendengar cerita rakyat? Cerita rakyat apa yang paling kalian ingat dan apa pesannya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis isi cerita rakyat dan menemukan nilai-nilai positif dari cerita yang disimak.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid tentang cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua'.
  • Guru menjelaskan bahwa murid akan menyimak cerita audio dan menjawab pertanyaan secara tertulis.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan cerita audio 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' secara utuh (atau membacakan dengan intonasi yang jelas). Murid menyimak dengan penuh perhatian.
  • Guru memperdengarkan cerita audio untuk kedua kalinya. Kali ini murid boleh mencatat kata kunci atau informasi penting di buku tulis.
  • Guru mengajak murid menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita, latar tempat, dan peristiwa utama secara lisan untuk memastikan pemahaman awal.
  • Guru menjelaskan pengertian pertanyaan inferensial: pertanyaan yang jawabannya tidak tersurat langsung dalam cerita, melainkan harus disimpulkan dari petunjuk dalam cerita.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja berisi 4-5 pertanyaan inferensial tentang cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' (contoh: 'Mengapa Murai Kecil tidak berpamitan kepada ibunya? Apa yang bisa kita simpulkan tentang sifatnya?', 'Bagaimana perasaan Ibu Murai ketika anaknya tidak ada? Dari mana kamu menyimpulkan hal itu?').
  • Murid menjawab pertanyaan inferensial secara tertulis dan mandiri di lembar kerja.
  • Setelah selesai menjawab, guru meminta murid untuk menuliskan minimal 3 nilai-nilai positif yang mereka temukan dalam cerita (misalnya: pantang menyerah, tolong-menolong, berdoa kepada Tuhan, kasih sayang, keberanian).
  • Beberapa murid diminta membacakan jawabannya di depan kelas. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memperkaya pemahaman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksi: 'Nilai positif mana dari cerita ini yang paling dekat dengan kehidupanmu sehari-hari? Mengapa?'
  • Murid menuliskan 2-3 kalimat refleksi pribadi di buku tulis tentang nilai yang paling bermakna bagi mereka dan bagaimana mereka bisa menerapkannya.
  • Guru meminta 2-3 murid berbagi refleksinya secara lisan untuk saling menginspirasi.
  • Guru memberikan penguatan bahwa nilai-nilai dalam cerita rakyat adalah warisan budaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: isi cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' dan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan satu kalimat kesimpulan tentang pesan utama cerita.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid selama pembelajaran.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih diberikan ringkasan cerita tertulis sebagai pendamping audio. Murid cepat diberikan pertanyaan inferensial tambahan yang lebih kompleks (misalnya membandingkan nilai cerita ini dengan cerita rakyat lain).
  • Proses: Murid yang memerlukan waktu lebih lama diberi kesempatan menyimak audio ketiga kali secara mandiri menggunakan earphone. Murid cepat langsung mengerjakan soal tanpa pengulangan audio.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menyebutkan 3 nilai positif dalam bentuk daftar singkat. Murid cepat diminta menjelaskan nilai positif disertai bukti kutipan atau peristiwa dari cerita.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang cerita rakyat? Sebutkan satu cerita rakyat dan pesan yang kalian ingat.' Guru mencatat pemahaman awal murid untuk menyesuaikan scaffolding selama pembelajaran.

Proses:

  • Guru mengobservasi kemampuan murid mencatat kata kunci saat menyimak (apakah murid aktif mencatat atau pasif).
  • Guru memantau jawaban lisan murid saat identifikasi tokoh dan peristiwa untuk memastikan pemahaman literal sebelum inferensial.
  • Guru berkeliling memantau proses murid menjawab lembar kerja dan memberikan umpan balik individual bila murid kesulitan menyimpulkan jawaban.

Akhir:

  • Penilaian tertulis lembar kerja: ketepatan jawaban inferensial (4-5 soal) dan kelengkapan nilai-nilai positif (minimal 3 nilai).
  • Penilaian refleksi pribadi: murid mampu mengaitkan nilai cerita dengan kehidupan sehari-hari dalam 2-3 kalimat.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat menyimak dan mencatat kata kunci.
  • Tanya jawab lisan tentang tokoh, latar, dan peristiwa cerita setelah menyimak.
  • Pemantauan proses menjawab pertanyaan inferensial di lembar kerja.

Sumatif:

  • Penilaian lembar kerja berisi jawaban pertanyaan inferensial dan daftar nilai-nilai positif.
  • Penilaian tulisan refleksi pribadi murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjawab pertanyaan inferensialMurid belum mampu menjawab pertanyaan inferensial atau jawaban tidak berkaitan dengan isi cerita.Murid menjawab 1-2 pertanyaan inferensial dengan benar namun alasan/simpulan belum jelas.Murid menjawab 3-4 pertanyaan inferensial dengan benar disertai simpulan yang logis.Murid menjawab semua pertanyaan inferensial dengan benar, simpulan logis, dan didukung bukti dari cerita.
Mengidentifikasi nilai-nilai positifMurid belum mampu menyebutkan nilai positif dari cerita atau menyebutkan kurang dari 2 nilai.Murid menyebutkan 2 nilai positif namun belum mampu menjelaskan kaitannya dengan cerita.Murid menyebutkan 3 nilai positif dan mampu menjelaskan secara singkat kaitannya dengan peristiwa dalam cerita.Murid menyebutkan lebih dari 3 nilai positif dengan penjelasan yang jelas dan dikaitkan dengan bukti peristiwa spesifik dalam cerita.
Refleksi pribadiMurid belum menuliskan refleksi atau tulisan tidak berkaitan dengan nilai cerita.Murid menuliskan refleksi singkat (1 kalimat) namun belum mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.Murid menuliskan refleksi 2-3 kalimat yang mengaitkan nilai cerita dengan pengalaman pribadi.Murid menuliskan refleksi mendalam yang mengaitkan nilai cerita dengan kehidupan sehari-hari dan menyebutkan rencana tindak lanjut konkret.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyimak cerita audio dengan fokus? Apa hambatan yang muncul dan bagaimana mengatasinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan inferensial yang diberikan sudah sesuai tingkat kemampuan murid kelas 6? Perlu penyesuaian apa?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Nilai-nilai positif apa yang paling banyak ditemukan murid? Apakah ada nilai yang terlewat dan perlu dibahas di pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian cerita yang paling menarik atau berkesan buatmu? Mengapa?
  • Apakah kamu merasa kesulitan menjawab pertanyaan yang jawabannya tidak langsung tertulis dalam cerita? Bagian mana yang paling sulit?
  • Nilai positif apa dari cerita ini yang ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang cerita rakyat Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' (Edisi Revisi 2025), Bab 2: Nusantara Berjuta Cerita, halaman 60-61.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Bab 2, Subbab C: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat.
  3. Audio cerita 'Doa-Doa dalam Sumur Tua' karya Darwanto (tersedia melalui tautan kupusbuk.id/s/CeritaRakyat atau dibacakan guru).
  4. Lembar kerja pertanyaan inferensial (disiapkan guru).
  5. Alat tulis murid (buku tulis dan pensil/pulpen).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.