Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Nusantara Berjuta Cerita: Menjelajahi Kekayaan Cerita Rakyat Indonesia melalui Buku Digital

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Nusantara Berjuta Cerita: Menjelajahi Kekayaan Cerita Rakyat Indonesia melalui Buku Digital". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Nusantara Berjuta Cerita: Menjelajahi Kekayaan Cerita Rakyat Indonesia melalui Buku Digital

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Nusantara Berjuta Cerita: Menjelajahi Kekayaan Cerita Rakyat Indonesia melalui Buku Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikNusantara Berjuta Cerita: Menjelajahi Kekayaan Cerita Rakyat Indonesia melalui Buku Digital
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis informasi dari salah satu cerita rakyat digital yang diakses melalui tautan Kemendikdasmen dan membuat ringkasan cerita di buku tulis.
  2. Murid mampu mempresentasikan ringkasan cerita rakyat yang telah dibaca dengan menyebutkan tokoh, latar, dan peristiwa utama secara efektif di depan kelas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membaca cerita rakyat dari daerah lain di Indonesia? Apa yang membuatmu penasaran dengan cerita itu?
  2. Mengapa Indonesia memiliki begitu banyak cerita rakyat yang berbeda-beda di setiap daerah?
  3. Jika kamu harus menceritakan kembali sebuah cerita kepada temanmu, hal penting apa saja yang tidak boleh terlewat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pertanyaan diagnostik: 'Siapa yang pernah membaca cerita rakyat? Cerita dari daerah mana? Apa yang kamu ingat dari cerita itu?' — guru mencatat respons murid untuk mengetahui titik awal pengetahuan mereka.
  • Guru menyajikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid untuk berpikir serta berbagi jawaban secara lisan.
  • Guru memberikan penjelasan singkat bahwa Indonesia adalah negara dengan ribuan pulau yang melahirkan ratusan cerita rakyat berbeda — satu negara, berjuta cerita.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membaca cerita rakyat digital dari tautan Kemendikdasmen, membuat ringkasan di buku tulis, dan mempresentasikannya di depan kelas.
  • Guru menampilkan tautan https://budi.kemendikdasmen.go.id/buku?tipe=2fd97285-08d0-4d81-83f2-582f0e8b0f36 di layar dan menjelaskan cara mengaksesnya atau memindai QR code yang tertera di Buku Siswa halaman 88.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat struktur cerita rakyat: tokoh, latar (waktu dan tempat), serta rangkaian peristiwa utama. Guru menuliskan tiga elemen ini di papan tulis sebagai panduan.
  • Guru memperagakan cara membaca sekilas (skimming) untuk menemukan informasi penting dalam teks digital — murid menyimak dan bertanya bila ada yang belum dipahami.
  • Setiap murid mengakses tautan Kemendikdasmen secara mandiri (melalui perangkat masing-masing, tablet sekolah, atau guru menampilkan di proyektor untuk kelas yang tidak memiliki perangkat individu) dan memilih satu judul cerita rakyat yang menarik minatnya.
  • Murid membaca cerita rakyat pilihan mereka secara seksama. Guru mengingatkan murid untuk aktif memperhatikan tiga elemen utama: siapa tokohnya, di mana dan kapan cerita berlangsung, serta peristiwa apa saja yang terjadi.
  • Guru berkeliling memantau proses membaca, memastikan setiap murid sudah menemukan ketiga elemen tersebut dalam cerita yang mereka baca.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membuat ringkasan cerita rakyat yang telah dibaca di buku tulis masing-masing. Ringkasan memuat: (1) judul dan asal daerah cerita, (2) tokoh-tokoh utama beserta sifatnya, (3) latar waktu dan tempat, (4) peristiwa utama secara urut, dan (5) pesan atau nilai yang terkandung dalam cerita.
  • Guru mengingatkan murid bahwa ringkasan bukan menyalin teks — mereka harus menulis dengan kalimat sendiri menggunakan kosakata yang beragam.
  • Setelah selesai menulis, 3–4 murid dipilih secara sukarela atau acak untuk mempresentasikan ringkasan cerita rakyat mereka di depan kelas. Setiap murid menyebutkan tokoh, latar, dan peristiwa utama secara runtut dan jelas.
  • Murid yang mendengarkan presentasi diberikan tugas ringan: menuliskan satu hal menarik dari cerita yang dipresentasikan teman mereka di buku tulis (sebagai bentuk keterlibatan aktif seluruh kelas).
  • Guru memberikan umpan balik lisan secara konstruktif setelah setiap presentasi, menguatkan hal-hal yang sudah baik dan memberi satu saran perbaikan yang spesifik.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: 'Dari cerita rakyat yang kalian baca hari ini, nilai atau pesan apa yang paling berkesan? Apakah nilai itu masih relevan dalam kehidupan sehari-hari kalian?'
  • Murid berbagi refleksi secara lisan — guru menampung 3–4 jawaban dan mengaitkannya dengan kekayaan budaya Nusantara.
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi di bagian bawah ringkasan mereka: 'Aku belajar bahwa ...' atau 'Dari cerita ini, aku menyadari ...' — ini mendorong murid mengaitkan cerita dengan pengalaman dan nilai pribadi mereka.
  • Guru memperlihatkan peta Indonesia dan menunjukkan asal daerah dari cerita-cerita yang telah dibaca murid hari ini, memperkuat pemahaman bahwa kekayaan cerita rakyat adalah cerminan keberagaman budaya Indonesia.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: apa yang mereka pelajari tentang cerita rakyat digital dan cara meringkas serta mempresentasikannya.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka, terutama kepada murid yang sudah berani maju presentasi.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir berupa penilaian ringkasan tertulis dan penampilan presentasi yang akan dinilai menggunakan rubrik (guru mengumpulkan buku tulis atau menilai langsung dari presentasi yang sudah berlangsung).
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid membaca satu cerita rakyat lain dari daerah yang berbeda sebagai kegiatan mandiri di rumah menggunakan tautan yang sama.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar membaca dapat memilih cerita rakyat dengan teks yang lebih panjang atau dari daerah yang belum mereka kenal. Murid yang masih kesulitan membaca teks panjang dapat diarahkan memilih cerita bergambar (teks sastra bergambar) dari tautan yang sama agar beban kognitif lebih ringan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat diberi lembar bantu (graphic organizer) berupa tabel kosong bertuliskan: Tokoh | Sifat Tokoh | Latar | Peristiwa Utama | Pesan Cerita — sehingga mereka tinggal mengisi kolom yang sudah tersedia. Murid yang cepat selesai dapat diminta membandingkan dua cerita rakyat dari daerah berbeda dan menemukan persamaan nilai yang terkandung di keduanya.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif dapat menyajikan ringkasan dalam bentuk peta pikiran (mind map) bergambar di buku tulis. Murid yang lebih verbal dapat menyampaikan presentasi dengan intonasi dan ekspresi yang lebih dramatis. Murid yang pemalu atau membutuhkan waktu lebih dapat menyampaikan ringkasan dalam bentuk tulisan yang lebih detail sebagai pengganti presentasi lisan, dengan opsi maju di akhir sesi bila sudah siap.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah membaca cerita rakyat? Cerita dari daerah mana? Apa yang kamu ingat dari cerita itu?' — untuk mengetahui pengetahuan awal dan pengalaman murid dengan teks sastra.
  • Guru menanyakan: 'Apakah kalian tahu apa saja yang biasanya ada dalam sebuah cerita?' — untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang unsur cerita (tokoh, latar, alur).

Proses:

  • Observasi langsung saat murid membaca — guru mencatat murid yang tampak kesulitan menemukan informasi utama dan memberi bantuan tepat waktu.
  • Pengecekan buku tulis secara langsung saat murid menulis ringkasan — guru memastikan ringkasan mencakup tokoh, latar, peristiwa utama, dan pesan cerita.
  • Penilaian presentasi lisan dengan lembar observasi sederhana: (1) menyebutkan tokoh ✓/✗, (2) menyebutkan latar ✓/✗, (3) menyebutkan peristiwa utama secara runtut ✓/✗.
  • Umpan balik lisan konstruktif langsung setelah setiap presentasi untuk memperkuat pemahaman seluruh kelas.

Akhir:

  • Pengumpulan buku tulis untuk penilaian ringkasan tertulis menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek kelengkapan unsur cerita dan kejelasan bahasa.
  • Rekap nilai presentasi lisan dari lembar observasi yang diisi guru selama sesi presentasi berlangsung, mencakup aspek kelengkapan informasi, keruntutan penyampaian, dan kepercayaan diri.
  • Satu kalimat refleksi murid ('Aku belajar bahwa ...' / 'Dari cerita ini, aku menyadari ...') digunakan sebagai indikator kualitatif kedalaman pemahaman dan koneksi nilai.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid membaca cerita rakyat digital — memperhatikan keterlibatan dan fokus murid.
  • Pemantauan proses penulisan ringkasan di buku tulis — guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung.
  • Penilaian presentasi lisan secara langsung menggunakan lembar observasi sederhana (tokoh, latar, peristiwa utama).
  • Catatan satu kalimat refleksi murid di akhir ringkasan sebagai indikator kedalaman pemahaman.

Sumatif:

  • Penilaian ringkasan tertulis di buku tulis berdasarkan kelengkapan unsur (tokoh, latar, peristiwa utama, pesan cerita) dan kejelasan kalimat.
  • Penilaian presentasi lisan berdasarkan kelengkapan informasi, keruntutan penyampaian, dan kepercayaan diri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis dan Kelengkapan Ringkasan TertulisRingkasan tidak memuat tokoh, latar, maupun peristiwa utama secara jelas. Tulisan sulit dipahami atau sangat singkat tanpa informasi bermakna.Ringkasan memuat 1–2 unsur cerita (misalnya hanya tokoh dan latar, tanpa peristiwa utama) dan masih banyak kalimat yang kurang jelas atau menyalin langsung dari teks.Ringkasan memuat tokoh, latar, dan peristiwa utama secara cukup lengkap dengan kalimat sendiri. Pesan cerita belum ditulis atau ditulis sangat singkat.Ringkasan memuat tokoh beserta sifatnya, latar waktu dan tempat, peristiwa utama secara runtut, serta pesan/nilai cerita. Ditulis dengan kalimat sendiri yang jelas, runtut, dan menggunakan kosakata yang beragam.
Kelengkapan Informasi dalam Presentasi LisanPresentasi tidak menyebutkan tokoh, latar, maupun peristiwa utama secara jelas. Informasi yang disampaikan sangat terbatas atau tidak relevan.Presentasi menyebutkan 1–2 unsur saja (misalnya hanya tokoh atau hanya peristiwa) dan penyampaian tidak runtut.Presentasi menyebutkan tokoh, latar, dan peristiwa utama meskipun urutan penyampaian belum sepenuhnya runtut.Presentasi menyebutkan tokoh, latar, dan peristiwa utama secara lengkap dan runtut. Informasi disampaikan dengan jelas sehingga mudah dipahami pendengar.
Kepercayaan Diri dan Efektivitas Penyampaian PresentasiMurid tidak mau maju atau berbicara sangat pelan dan tidak dapat didengar oleh kelas. Tidak ada kontak mata dengan pendengar.Murid maju tetapi sering terdiam lama, membaca seluruh ringkasan dari buku tulis tanpa mengangkat kepala, dan suara kurang jelas.Murid menyampaikan presentasi dengan suara cukup jelas dan sesekali melakukan kontak mata. Sesekali masih perlu melihat catatan namun tidak bergantung penuh.Murid menyampaikan presentasi dengan suara jelas, intonasi yang menarik, kontak mata yang baik dengan pendengar, dan tidak bergantung penuh pada catatan. Presentasi terasa alami dan komunikatif.
Koneksi Nilai dan RefleksiMurid tidak menuliskan atau menyampaikan pesan/nilai dari cerita yang dibaca.Murid menyebutkan pesan cerita secara sangat umum (misalnya: 'harus baik') tanpa mengaitkan dengan konteks cerita atau kehidupan nyata.Murid menyebutkan pesan cerita yang sesuai dengan isi cerita dan sedikit mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.Murid mengidentifikasi pesan/nilai cerita secara tepat, mengaitkannya dengan kehidupan nyata secara konkret, dan menunjukkan pemahaman bahwa nilai-nilai dalam cerita rakyat mencerminkan kearifan lokal Nusantara.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengakses tautan Kemendikdasmen dengan lancar? Jika ada kendala teknis, strategi apa yang bisa disiapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk murid membaca, menulis ringkasan, dan mempresentasikan? Bagian mana yang perlu disesuaikan alokasi waktunya?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan dalam menganalisis unsur cerita? Tindak lanjut apa yang tepat untuk mereka?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing antusiasme murid terhadap topik cerita rakyat Nusantara?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan hari ini sudah menjangkau kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Cerita rakyat dari daerah mana yang kamu baca hari ini? Apa yang paling menarik dari cerita itu?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling mudah buatmu — membaca, menulis ringkasan, atau presentasi? Bagian mana yang paling menantang?
  • Nilai atau pesan apa dari cerita rakyat yang kamu baca yang ingin kamu terapkan dalam hidupmu?
  • Setelah belajar hari ini, apa yang ingin kamu ceritakan kepada keluargamu di rumah tentang cerita rakyat yang kamu baca?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI (Nisa Yustisia, Darwanto, M. Arif) — Bab 2 Nusantara Berjuta Cerita, halaman 42–89
  2. Buku Guru: Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI
  3. Platform Buku Digital Kemendikdasmen: https://budi.kemendikdasmen.go.id/buku?tipe=2fd97285-08d0-4d81-83f2-582f0e8b0f36 (koleksi cerita rakyat digital)
  4. QR Code di Buku Siswa halaman 88 untuk akses langsung ke tautan cerita rakyat digital
  5. Perangkat digital: tablet, laptop, atau smartphone untuk mengakses buku digital (atau proyektor + komputer guru jika perangkat individu tidak tersedia)
  6. Papan tulis dan spidol untuk mencatat elemen cerita (tokoh, latar, peristiwa utama) sebagai panduan visual kelas
  7. Buku tulis murid untuk penulisan ringkasan cerita
  8. Lembar bantu graphic organizer (opsional, untuk murid yang membutuhkan dukungan diferensiasi)
  9. Peta Indonesia (fisik atau digital) untuk menunjukkan asal daerah cerita rakyat pada sesi refleksi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.