Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Apersepsi & Cerita-Cerita di Sekitar Kita: Mengenal Teks Sastra Bergambar (Cerita 'Kupu-Kupu Mira')

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Apersepsi & Cerita-Cerita di Sekitar Kita: Mengenal Teks Sastra Bergambar (Cerita 'Kupu-Kupu Mira')". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6: Apersepsi & Cerita-Cerita di Sekitar Kita: Mengenal Teks Sastra Bergambar (Cerita 'Kupu-Kupu Mira')

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Apersepsi & Cerita-Cerita di Sekitar Kita: Mengenal Teks Sastra Bergambar (Cerita 'Kupu-Kupu Mira')

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikApersepsi & Cerita-Cerita di Sekitar Kita: Mengenal Teks Sastra Bergambar (Cerita 'Kupu-Kupu Mira')
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menemukan informasi penting dari teks sastra bergambar cerita 'Kupu-Kupu Mira' yang dibacakan/didengarkan dengan menyebutkan minimal 3 informasi utama secara lisan. (elemen: Menyimak)
  2. Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri teks sastra bergambar dan membedakannya dari teks nonsastra berdasarkan contoh yang dibaca. (elemen: Membaca dan Memirsa)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca atau mendengar cerita bergambar yang membuat kalian merasa senang, sedih, atau penasaran? Cerita apa itu?
  2. Menurutmu, apa bedanya membaca cerita yang ada gambarnya dengan cerita yang hanya berisi tulisan saja?
  3. Jika kalian melihat seekor kupu-kupu di dalam kamar, apa yang akan kalian lakukan dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memimpin doa, dan mengecek kehadiran.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta 3-4 murid menyebutkan judul cerita bergambar yang pernah mereka baca dan satu hal yang mereka ingat dari cerita tersebut.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan menyimak cerita bergambar 'Kupu-Kupu Mira' dan belajar mengenali ciri-ciri teks sastra bergambar.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian membaca cerita bergambar? Apa yang membuat cerita itu menarik?' dan memberikan waktu 1-2 menit bagi murid untuk berpikir dan berbagi jawaban dengan teman sebangku.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan istilah 'teks sastra bergambar' dan menjelaskan secara singkat bahwa cerita bergambar adalah karya sastra yang menggunakan gambar sebagai bagian penting dari penceritaan.
  • Guru membacakan cerita 'Kupu-Kupu Mira' dengan intonasi dan ekspresi yang menarik, sambil menunjukkan gambar ilustrasi kepada murid. Murid menyimak dengan saksama.
  • Setelah pembacaan selesai, guru meminta murid menyebutkan secara lisan informasi penting yang mereka tangkap (siapa tokohnya, di mana tinggalnya, apa yang terjadi). Guru mencatat jawaban di papan tulis.
  • Guru membimbing murid untuk menemukan minimal 3 informasi utama: (1) Mira tinggal di rumah susun lantai 7 di Kota S, (2) Mira sangat suka membaca dan mendengarkan cerita, (3) Mira menemukan kepompong yang menetas menjadi kupu-kupu dan memutuskan melepaskannya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan dua contoh teks: (1) potongan cerita 'Kupu-Kupu Mira' lengkap dengan ilustrasi, dan (2) teks nonsastra berupa teks informasi tentang kupu-kupu (tanpa alur cerita, tanpa tokoh).
  • Murid bekerja berpasangan untuk mengidentifikasi perbedaan kedua teks tersebut. Guru memberikan lembar kerja sederhana berisi tabel perbandingan dengan kolom: ada/tidak ada tokoh, ada/tidak ada alur cerita, ada/tidak ada gambar ilustrasi cerita, menggunakan bahasa imajinatif atau tidak.
  • Perwakilan pasangan mempresentasikan hasil perbandingan mereka secara lisan di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan penguatan.
  • Guru bersama murid menyimpulkan ciri-ciri teks sastra bergambar: memiliki tokoh, alur cerita, latar, menggunakan bahasa imajinatif, dan dilengkapi gambar yang mendukung cerita.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menuliskan di buku tulis: 3 informasi penting dari cerita 'Kupu-Kupu Mira' dan 2 ciri teks sastra bergambar yang mereka pelajari hari ini.
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksi secara lisan: 'Apa yang paling menarik dari cerita Kupu-Kupu Mira?' dan 'Mengapa cerita ini termasuk teks sastra bergambar?'
  • Guru memberikan penguatan bahwa kemampuan menyimak dan mengenali jenis teks adalah bekal penting untuk memahami berbagai bacaan di kehidupan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: informasi penting cerita 'Kupu-Kupu Mira' dan ciri-ciri teks sastra bergambar.
  • Guru melakukan asesmen akhir: memberikan 3 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa serta salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu bergambar berisi ringkasan cerita 'Kupu-Kupu Mira' dengan poin-poin informasi utama yang disorot. Murid yang cepat memahami diberikan tantangan menemukan 5 informasi penting beserta bukti kalimat dari teks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru saat mengisi tabel perbandingan. Murid yang cepat memahami bekerja mandiri dan membantu teman sebangku menjelaskan perbedaan kedua teks.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menyampaikan jawaban secara lisan dengan bantuan kata kunci di papan tulis. Murid yang cepat memahami menuliskan penjelasan singkat mengapa cerita 'Kupu-Kupu Mira' termasuk teks sastra bergambar dengan kalimat sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan kepada 3-4 murid: 'Sebutkan judul cerita bergambar yang pernah kamu baca dan satu hal yang kamu ingat dari cerita itu.' Tujuan: mengecek pengalaman awal murid dengan teks sastra bergambar dan kemampuan mengingat informasi dari bacaan.

Proses:

  • Observasi saat menyimak: guru mengamati konsentrasi dan respons murid selama pembacaan cerita (mencatat murid yang tampak kesulitan fokus).
  • Cek pemahaman lisan: setelah pembacaan, guru meminta murid menyebutkan informasi penting dan mencatat ketepatan jawaban.
  • Penilaian lembar kerja berpasangan: guru memeriksa kelengkapan dan ketepatan pengisian tabel perbandingan teks sastra bergambar vs teks nonsastra.
  • Observasi presentasi: guru menilai kejelasan dan ketepatan murid saat menyampaikan hasil kerja di depan kelas.

Akhir:

  • Murid secara individu menyebutkan minimal 3 informasi utama dari cerita 'Kupu-Kupu Mira' secara lisan kepada guru.
  • Murid menuliskan di buku tulis minimal 2 ciri teks sastra bergambar beserta contohnya dari cerita yang telah disimak.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat menyebutkan informasi penting dari cerita secara lisan.
  • Penilaian lembar kerja perbandingan teks sastra bergambar dan teks nonsastra.
  • Observasi kemampuan murid mempresentasikan hasil kerja berpasangan.

Sumatif:

  • Penilaian lisan: murid menyebutkan minimal 3 informasi utama dari cerita 'Kupu-Kupu Mira'.
  • Penilaian tertulis singkat: murid menuliskan 2 ciri teks sastra bergambar yang membedakannya dari teks nonsastra.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi Penting dari Teks yang Disimak (TP 6.2.1.1)Murid belum mampu menyebutkan informasi penting dari cerita meskipun dengan bantuan guru.Murid mampu menyebutkan 1-2 informasi penting dari cerita dengan bantuan pertanyaan pancingan guru.Murid mampu menyebutkan 3 informasi penting dari cerita secara lisan dengan tepat.Murid mampu menyebutkan lebih dari 3 informasi penting dari cerita secara lisan dengan tepat dan runtut, serta dapat menjelaskan keterkaitan antar-informasi.
Mengidentifikasi Ciri Teks Sastra Bergambar (TP 6.2.1.2)Murid belum mampu menyebutkan ciri teks sastra bergambar dan belum dapat membedakannya dari teks nonsastra.Murid mampu menyebutkan 1 ciri teks sastra bergambar namun belum dapat menjelaskan perbedaannya dengan teks nonsastra secara jelas.Murid mampu menyebutkan minimal 2 ciri teks sastra bergambar dan membedakannya dari teks nonsastra dengan tepat.Murid mampu menyebutkan 3 atau lebih ciri teks sastra bergambar, membedakannya dari teks nonsastra dengan tepat, dan memberikan contoh dari teks yang dibaca.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyimak pembacaan cerita dengan fokus? Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk menarik perhatian murid yang kurang fokus?
  • Apakah penggunaan tabel perbandingan efektif membantu murid memahami perbedaan teks sastra bergambar dan teks nonsastra?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan tambahan pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cerita bergambar?
  • Informasi apa dari cerita 'Kupu-Kupu Mira' yang paling mudah aku ingat dan mengapa?
  • Apa yang masih membingungkan tentang perbedaan teks sastra bergambar dan teks biasa?
  • Bagaimana perasaanku saat menyimak cerita 'Kupu-Kupu Mira'?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' (Edisi Revisi), Bab 2: Nusantara Berjuta Cerita, halaman cerita 'Kupu-Kupu Mira'.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' (Edisi Revisi), Bab 2.
  3. Teks cerita 'Kupu-Kupu Mira' karya Darwanto (cetak besar untuk ditampilkan di depan kelas).
  4. Contoh teks nonsastra tentang kupu-kupu (teks informasi/ensiklopedia anak) sebagai bahan perbandingan.
  5. Lembar kerja tabel perbandingan teks sastra bergambar vs teks nonsastra.
  6. Gambar ilustrasi cerita 'Kupu-Kupu Mira' (dicetak atau ditampilkan melalui proyektor).
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat informasi penting hasil diskusi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.