MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C) Topik: Apersepsi & Cerita-Cerita di Sekitar Kita: Mengenal Teks Sastra Bergambar (Cerita 'Kupu-Kupu Mira') INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Apersepsi & Cerita-Cerita di Sekitar Kita: Mengenal Teks Sastra Bergambar (Cerita 'Kupu-Kupu Mira') |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menemukan informasi penting dari teks sastra bergambar cerita 'Kupu-Kupu Mira' yang dibacakan/didengarkan dengan menyebutkan minimal 3 informasi utama secara lisan. (elemen: Menyimak)
- Murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri teks sastra bergambar dan membedakannya dari teks nonsastra berdasarkan contoh yang dibaca. (elemen: Membaca dan Memirsa)
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian membaca atau mendengar cerita bergambar yang membuat kalian merasa senang, sedih, atau penasaran? Cerita apa itu?
- Menurutmu, apa bedanya membaca cerita yang ada gambarnya dengan cerita yang hanya berisi tulisan saja?
- Jika kalian melihat seekor kupu-kupu di dalam kamar, apa yang akan kalian lakukan dan mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memimpin doa, dan mengecek kehadiran.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta 3-4 murid menyebutkan judul cerita bergambar yang pernah mereka baca dan satu hal yang mereka ingat dari cerita tersebut.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan menyimak cerita bergambar 'Kupu-Kupu Mira' dan belajar mengenali ciri-ciri teks sastra bergambar.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian membaca cerita bergambar? Apa yang membuat cerita itu menarik?' dan memberikan waktu 1-2 menit bagi murid untuk berpikir dan berbagi jawaban dengan teman sebangku.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan istilah 'teks sastra bergambar' dan menjelaskan secara singkat bahwa cerita bergambar adalah karya sastra yang menggunakan gambar sebagai bagian penting dari penceritaan.
- Guru membacakan cerita 'Kupu-Kupu Mira' dengan intonasi dan ekspresi yang menarik, sambil menunjukkan gambar ilustrasi kepada murid. Murid menyimak dengan saksama.
- Setelah pembacaan selesai, guru meminta murid menyebutkan secara lisan informasi penting yang mereka tangkap (siapa tokohnya, di mana tinggalnya, apa yang terjadi). Guru mencatat jawaban di papan tulis.
- Guru membimbing murid untuk menemukan minimal 3 informasi utama: (1) Mira tinggal di rumah susun lantai 7 di Kota S, (2) Mira sangat suka membaca dan mendengarkan cerita, (3) Mira menemukan kepompong yang menetas menjadi kupu-kupu dan memutuskan melepaskannya.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru menampilkan dua contoh teks: (1) potongan cerita 'Kupu-Kupu Mira' lengkap dengan ilustrasi, dan (2) teks nonsastra berupa teks informasi tentang kupu-kupu (tanpa alur cerita, tanpa tokoh).
- Murid bekerja berpasangan untuk mengidentifikasi perbedaan kedua teks tersebut. Guru memberikan lembar kerja sederhana berisi tabel perbandingan dengan kolom: ada/tidak ada tokoh, ada/tidak ada alur cerita, ada/tidak ada gambar ilustrasi cerita, menggunakan bahasa imajinatif atau tidak.
- Perwakilan pasangan mempresentasikan hasil perbandingan mereka secara lisan di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan penguatan.
- Guru bersama murid menyimpulkan ciri-ciri teks sastra bergambar: memiliki tokoh, alur cerita, latar, menggunakan bahasa imajinatif, dan dilengkapi gambar yang mendukung cerita.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid menuliskan di buku tulis: 3 informasi penting dari cerita 'Kupu-Kupu Mira' dan 2 ciri teks sastra bergambar yang mereka pelajari hari ini.
- Beberapa murid diminta berbagi refleksi secara lisan: 'Apa yang paling menarik dari cerita Kupu-Kupu Mira?' dan 'Mengapa cerita ini termasuk teks sastra bergambar?'
- Guru memberikan penguatan bahwa kemampuan menyimak dan mengenali jenis teks adalah bekal penting untuk memahami berbagai bacaan di kehidupan sehari-hari.
Penutup:- Guru bersama murid merangkum pembelajaran: informasi penting cerita 'Kupu-Kupu Mira' dan ciri-ciri teks sastra bergambar.
- Guru melakukan asesmen akhir: memberikan 3 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek pemahaman murid.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa serta salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu bergambar berisi ringkasan cerita 'Kupu-Kupu Mira' dengan poin-poin informasi utama yang disorot. Murid yang cepat memahami diberikan tantangan menemukan 5 informasi penting beserta bukti kalimat dari teks.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru saat mengisi tabel perbandingan. Murid yang cepat memahami bekerja mandiri dan membantu teman sebangku menjelaskan perbedaan kedua teks.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menyampaikan jawaban secara lisan dengan bantuan kata kunci di papan tulis. Murid yang cepat memahami menuliskan penjelasan singkat mengapa cerita 'Kupu-Kupu Mira' termasuk teks sastra bergambar dengan kalimat sendiri.
ASESMENAwal:- Guru bertanya secara lisan kepada 3-4 murid: 'Sebutkan judul cerita bergambar yang pernah kamu baca dan satu hal yang kamu ingat dari cerita itu.' Tujuan: mengecek pengalaman awal murid dengan teks sastra bergambar dan kemampuan mengingat informasi dari bacaan.
Proses:- Observasi saat menyimak: guru mengamati konsentrasi dan respons murid selama pembacaan cerita (mencatat murid yang tampak kesulitan fokus).
- Cek pemahaman lisan: setelah pembacaan, guru meminta murid menyebutkan informasi penting dan mencatat ketepatan jawaban.
- Penilaian lembar kerja berpasangan: guru memeriksa kelengkapan dan ketepatan pengisian tabel perbandingan teks sastra bergambar vs teks nonsastra.
- Observasi presentasi: guru menilai kejelasan dan ketepatan murid saat menyampaikan hasil kerja di depan kelas.
Akhir:- Murid secara individu menyebutkan minimal 3 informasi utama dari cerita 'Kupu-Kupu Mira' secara lisan kepada guru.
- Murid menuliskan di buku tulis minimal 2 ciri teks sastra bergambar beserta contohnya dari cerita yang telah disimak.
Formatif:- Observasi keaktifan murid saat menyebutkan informasi penting dari cerita secara lisan.
- Penilaian lembar kerja perbandingan teks sastra bergambar dan teks nonsastra.
- Observasi kemampuan murid mempresentasikan hasil kerja berpasangan.
Sumatif:- Penilaian lisan: murid menyebutkan minimal 3 informasi utama dari cerita 'Kupu-Kupu Mira'.
- Penilaian tertulis singkat: murid menuliskan 2 ciri teks sastra bergambar yang membedakannya dari teks nonsastra.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan Informasi Penting dari Teks yang Disimak (TP 6.2.1.1) | Murid belum mampu menyebutkan informasi penting dari cerita meskipun dengan bantuan guru. | Murid mampu menyebutkan 1-2 informasi penting dari cerita dengan bantuan pertanyaan pancingan guru. | Murid mampu menyebutkan 3 informasi penting dari cerita secara lisan dengan tepat. | Murid mampu menyebutkan lebih dari 3 informasi penting dari cerita secara lisan dengan tepat dan runtut, serta dapat menjelaskan keterkaitan antar-informasi. | | Mengidentifikasi Ciri Teks Sastra Bergambar (TP 6.2.1.2) | Murid belum mampu menyebutkan ciri teks sastra bergambar dan belum dapat membedakannya dari teks nonsastra. | Murid mampu menyebutkan 1 ciri teks sastra bergambar namun belum dapat menjelaskan perbedaannya dengan teks nonsastra secara jelas. | Murid mampu menyebutkan minimal 2 ciri teks sastra bergambar dan membedakannya dari teks nonsastra dengan tepat. | Murid mampu menyebutkan 3 atau lebih ciri teks sastra bergambar, membedakannya dari teks nonsastra dengan tepat, dan memberikan contoh dari teks yang dibaca. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat menyimak pembacaan cerita dengan fokus? Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk menarik perhatian murid yang kurang fokus?
- Apakah penggunaan tabel perbandingan efektif membantu murid memahami perbedaan teks sastra bergambar dan teks nonsastra?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
- Murid mana yang memerlukan pendampingan tambahan pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cerita bergambar?
- Informasi apa dari cerita 'Kupu-Kupu Mira' yang paling mudah aku ingat dan mengapa?
- Apa yang masih membingungkan tentang perbedaan teks sastra bergambar dan teks biasa?
- Bagaimana perasaanku saat menyimak cerita 'Kupu-Kupu Mira'?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VI 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' (Edisi Revisi), Bab 2: Nusantara Berjuta Cerita, halaman cerita 'Kupu-Kupu Mira'.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VI 'Anak-Anak yang Mengubah Dunia' (Edisi Revisi), Bab 2.
- Teks cerita 'Kupu-Kupu Mira' karya Darwanto (cetak besar untuk ditampilkan di depan kelas).
- Contoh teks nonsastra tentang kupu-kupu (teks informasi/ensiklopedia anak) sebagai bahan perbandingan.
- Lembar kerja tabel perbandingan teks sastra bergambar vs teks nonsastra.
- Gambar ilustrasi cerita 'Kupu-Kupu Mira' (dicetak atau ditampilkan melalui proyektor).
- Papan tulis dan spidol untuk mencatat informasi penting hasil diskusi.
|