Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Apersepsi dan Mengenal Kisah Mbah Sadiman Melalui Teks Nonsastra

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Apersepsi dan Mengenal Kisah Mbah Sadiman Melalui Teks Nonsastra". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Apersepsi dan Mengenal Kisah Mbah Sadiman Melalui Teks Nonsastra

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Apersepsi dan Mengenal Kisah Mbah Sadiman Melalui Teks Nonsastra

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikApersepsi dan Mengenal Kisah Mbah Sadiman Melalui Teks Nonsastra
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi informasi pokok tentang Mbah Sadiman dan upaya pelestarian lingkungan dari teks nonsastra yang dibacakan guru.
  2. Murid dapat menjelaskan hubungan antara penanaman pohon beringin oleh Mbah Sadiman dengan ketersediaan sumber air di lingkungan sekitar berdasarkan teks yang didengar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat sawah mengering atau sumur warga yang surut saat musim kemarau? Apa yang kalian rasakan waktu itu?
  2. Menurut kalian, apa hubungannya pohon dan hutan dengan ketersediaan air di sekitar kita?
  3. Bisakah satu orang biasa — bukan pejabat, bukan ilmuwan — benar-benar mengubah kondisi lingkungan yang rusak? Bagaimana caranya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal: mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Apa yang kalian ketahui tentang fungsi pohon bagi sumber air?' — dan mencatat respons murid sebagai data diagnostik.
  • Guru membangun apersepsi dengan mengajak murid membayangkan kondisi musim kemarau panjang: sawah mengering, sumur menyusut, hewan ternak kesulitan minum. Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang apa yang akan terjadi jika kondisi itu terus berlanjut.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi beberapa murid untuk merespons secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini murid akan menyimak kisah nyata seorang warga Wonogiri bernama Mbah Sadiman yang berhasil mengubah bukit gersang menjadi sumber air bagi masyarakat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menyiapkan buku catatan dan memberi tahu bahwa mereka akan mendengarkan teks yang dibacakan — bukan membaca sendiri. Murid diminta fokus menyimak.
  • Guru membacakan teks nonsastra 'Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri' dengan suara jelas, intonasi wajar, dan kecepatan sedang. Teks mencakup: latar belakang Mbah Sadiman, kondisi bukit Ampyangan dan Gendol sebelum penghijauan (penebangan liar, kebakaran, mata air kering), upaya Mbah Sadiman menanam ribuan pohon beringin selama ±20 tahun, dan hasil: mata air dan sungai kembali mengalir.
  • Setelah pembacaan pertama, guru memberi jeda 2 menit. Murid menuliskan secara mandiri minimal 3 hal yang berhasil mereka tangkap dari teks (siapa, apa yang dilakukan, apa hasilnya).
  • Guru membacakan teks untuk kedua kalinya. Kali ini murid boleh melengkapi atau memperbaiki catatan mereka.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan kepada kelas: 'Siapa Mbah Sadiman dan dari mana asalnya?', 'Mengapa bukit di sekitar dusunnya menjadi gundul dan airnya mengering?', 'Pohon apa yang dipilih Mbah Sadiman dan mengapa pohon itu?', 'Berapa lama ia melakukan penghijauan dan apa hasilnya?' Beberapa murid dipanggil menjawab secara lisan.
  • Guru memberikan penguatan singkat atas jawaban murid dan meluruskan miskonsepsi jika ada.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja sederhana berisi dua kolom: (1) Informasi Pokok tentang Mbah Sadiman, dan (2) Hubungan Pohon Beringin dengan Sumber Air.
  • Kelompok berdiskusi mengisi lembar kerja berdasarkan hasil simakan mereka. Kolom pertama diisi dengan minimal 4 informasi pokok (nama tokoh, asal, tindakan, durasi, hasil). Kolom kedua diisi dengan penjelasan hubungan sebab-akibat: mengapa pohon beringin dapat memulihkan sumber air (misalnya: akar beringin menyimpan air, mencegah erosi, mengeluarkan air di musim kemarau).
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberi pertanyaan pancingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan tanpa langsung memberikan jawaban.
  • Setiap kelompok menuliskan satu kalimat simpulan di bagian bawah lembar kerja: 'Kami menyimpulkan bahwa penanaman pohon beringin oleh Mbah Sadiman menyebabkan … sehingga …'
  • Dua hingga tiga kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka secara lisan di depan kelas. Kelompok lain menyimak dan boleh menambahkan atau memberikan tanggapan singkat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada seluruh kelas: 'Dari kisah Mbah Sadiman, hal apa yang paling membuat kalian kagum atau terkesan? Mengapa?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi pribadi secara singkat di buku catatan masing-masing (3–5 kalimat). Tidak ada jawaban benar atau salah — ini adalah pendapat mereka sendiri.
  • Guru meminta 2–3 murid membagikan refleksinya secara sukarela kepada kelas.
  • Guru memfasilitasi koneksi antara kisah Mbah Sadiman dengan kehidupan murid: 'Apakah ada hal kecil yang bisa kalian lakukan di rumah atau sekolah untuk menjaga lingkungan, terinspirasi dari Mbah Sadiman?'
  • Murid menuliskan satu tindakan nyata yang akan mereka coba lakukan di buku catatan mereka sebagai bentuk komitmen.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: informasi pokok tentang Mbah Sadiman dan hubungan pohon beringin dengan sumber air.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir: murid menjawab 2 pertanyaan tertulis secara individu di selembar kertas (dikumpulkan) — (1) Sebutkan 3 informasi pokok tentang Mbah Sadiman berdasarkan teks yang kamu dengar, dan (2) Jelaskan mengapa penanaman pohon beringin oleh Mbah Sadiman bisa membantu ketersediaan air di dusunnya.
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang kualitas simakan dan diskusi hari ini.
  • Guru menyampaikan gambaran singkat pembelajaran berikutnya yang masih berkaitan dengan Bab 6 Sayangi Bumi.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid berdoa dan memberi salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat menerima ringkasan poin-poin kunci teks (berupa kata kunci atau frasa pendek) sebagai scaffolding sebelum teks dibacakan, sehingga mereka tahu apa yang perlu diperhatikan saat menyimak.
  • Proses: Murid yang sudah cepat menangkap informasi diberi tantangan tambahan: menemukan hubungan sebab-akibat berantai (penebangan liar → kebakaran → kekeringan → Mbah Sadiman menanam → air kembali) dan menuliskannya dalam bentuk diagram alur sederhana di buku catatan mereka.
  • Produk: Murid yang belum siap menulis kalimat utuh dapat menyampaikan simpulan secara lisan kepada guru atau teman, sementara murid yang sudah mahir dapat menuliskan simpulan dalam 2–3 kalimat lengkap yang memuat kata hubung sebab-akibat (karena, sehingga, akibatnya).

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Apa yang kalian ketahui tentang fungsi pohon bagi air?' dan 'Pernahkah kalian melihat atau merasakan dampak kekeringan?' Respons murid digunakan untuk memetakan pengetahuan awal dan menentukan kedalaman scaffolding yang dibutuhkan.

Proses:

  • Observasi dan catatan anekdotal guru saat murid menuliskan hasil simakan mandiri setelah pembacaan pertama.
  • Pemantauan lembar kerja kelompok selama tahap Mengaplikasi untuk melihat ketepatan identifikasi informasi pokok dan pemahaman hubungan sebab-akibat.
  • Tanya jawab lisan setelah pembacaan teks sebagai cek pemahaman cepat (quick check) seluruh kelas.

Akhir:

  • Murid mengerjakan 2 soal tertulis individu secara mandiri di lembar yang dikumpulkan ke guru: Soal 1 — Sebutkan minimal 3 informasi pokok tentang Mbah Sadiman dari teks yang kamu dengar (menguji TP 5.6.1.1). Soal 2 — Jelaskan dengan kalimatmu sendiri mengapa penanaman pohon beringin oleh Mbah Sadiman dapat membantu ketersediaan air di dusunnya (menguji TP 5.6.1.2). Hasil dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi apersepsi dan tanya jawab lisan setelah pembacaan teks.
  • Pengamatan proses diskusi kelompok saat mengisi lembar kerja dua kolom (informasi pokok dan hubungan sebab-akibat).
  • Penilaian presentasi lisan kelompok: kejelasan informasi pokok dan ketepatan menjelaskan hubungan pohon beringin dengan sumber air.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis individu di akhir pembelajaran: (1) menyebutkan 3 informasi pokok tentang Mbah Sadiman, dan (2) menjelaskan hubungan penanaman pohon beringin dengan ketersediaan air — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi informasi pokok tentang Mbah Sadiman (TP 5.6.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan informasi pokok tentang Mbah Sadiman, atau informasi yang disebutkan tidak sesuai dengan teks yang dibacakan.Murid dapat menyebutkan 1–2 informasi pokok tentang Mbah Sadiman (misalnya hanya nama atau asal daerah) meski kurang lengkap.Murid dapat menyebutkan 3–4 informasi pokok tentang Mbah Sadiman dengan tepat, mencakup identitas, tindakan, dan hasil upayanya.Murid dapat menyebutkan 5 atau lebih informasi pokok secara tepat dan lengkap (identitas, asal, tindakan, durasi, jenis pohon, hasil) dengan urutan yang logis.
Menjelaskan hubungan penanaman pohon beringin dengan ketersediaan sumber air (TP 5.6.1.2)Murid tidak dapat menjelaskan hubungan antara penanaman pohon beringin dengan ketersediaan air, atau penjelasan tidak relevan dengan teks.Murid menyebutkan ada hubungan antara pohon beringin dan air tetapi penjelasan sangat umum dan tidak menunjukkan pemahaman sebab-akibat.Murid menjelaskan hubungan sebab-akibat dengan cukup tepat: penanaman pohon beringin menyebabkan air kembali tersedia, dengan menyebut setidaknya satu mekanisme (misalnya akar beringin menyimpan air).Murid menjelaskan hubungan sebab-akibat secara runtut dan mendalam: menghubungkan kondisi sebelum (bukit gundul, mata air kering) dengan tindakan Mbah Sadiman dan hasilnya (mata air mengalir), disertai penjelasan mekanisme pohon beringin dalam menyimpan air.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan apersepsi berhasil membangun koneksi antara pengalaman murid dan topik pembelajaran? Bagaimana saya tahu?
  • Apakah tempo dan kejelasan pembacaan teks saya sudah cukup baik sehingga murid dapat menangkap informasi pokok?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dan murid mana yang sudah sangat paham? Apa yang akan saya lakukan berbeda untuk mereka di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diskusi kelompok berjalan produktif? Apa yang bisa saya perbaiki dalam pengelolaan kelompok?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang Mbah Sadiman dan lingkungan?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling mudah bagimu, dan bagian mana yang paling sulit? Mengapa?
  • Apa satu hal yang ingin kamu lakukan setelah mendengar kisah Mbah Sadiman?

SUMBER BELAJAR

  1. Teks nonsastra 'Mbah Sadiman, Pejuang Penghijauan Wonogiri' (dibacakan guru, bersumber dari Buku Siswa Bahasa Indonesia Bergerak Bersama Kelas V Edisi Revisi, Bab 6)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V Edisi Revisi (Panduan Khusus Bab VI)
  3. Lembar kerja kelompok dua kolom: Informasi Pokok & Hubungan Pohon Beringin dengan Sumber Air (dibuat guru)
  4. Lembar asesmen akhir individual (dibuat guru)
  5. Papan tulis atau media tayang untuk mencatat ringkasan poin penting selama diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.