Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Berdiskusi dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kekayaan Budaya Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Berdiskusi dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kekayaan Budaya Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Berdiskusi dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kekayaan Budaya Indonesia

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Berdiskusi dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kekayaan Budaya Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBerdiskusi dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kekayaan Budaya Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan gagasan tentang pentingnya menjaga kekayaan budaya dan sejarah Indonesia dari berbagai tipe teks yang telah dibaca atau disimak, secara efektif dan santun di depan kelas.
  2. Murid dapat menyampaikan perasaan bangga dan cinta terhadap Indonesia berdasarkan fakta sejarah dan budaya yang diperoleh dari teks, dalam bentuk penyampaian lisan yang menarik dengan pilihan kata yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua tempat bersejarah dan cerita budaya Indonesia yang sudah kamu pelajari di bab ini, mana yang paling membuatmu bangga? Mengapa?
  2. Apa yang akan terjadi jika generasi muda tidak peduli lagi dengan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia?
  3. Bagaimana cara kamu meyakinkan orang lain agar ikut mencintai dan menjaga budaya Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal: murid diminta menyebutkan satu kata yang muncul di benak mereka ketika mendengar 'budaya Indonesia'. Guru mencatat respons di papan tulis untuk memetakan skema awal pengetahuan murid (3 menit).
  • Guru menampilkan 2–3 gambar ikon budaya Indonesia (batik, wayang, Borobudur) dan mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan untuk memancing diskusi singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan berlatih mempresentasikan gagasan dan mengungkapkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia secara lisan, santun, dan menarik (2 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: memahami contoh presentasi → berlatih menyusun dan menyampaikan gagasan → merefleksi bersama (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membacakan contoh presentasi lisan singkat (2 menit) tentang salah satu kekayaan budaya Indonesia (misalnya cerita rakyat atau Gedung Djoeang '45) yang disusun dari teks yang telah dibaca murid di pertemuan sebelumnya.
  • Murid menyimak contoh presentasi tersebut, lalu guru mengajukan pertanyaan pemandu: 'Apa gagasan utama yang disampaikan? Fakta apa yang digunakan? Bagaimana pembicara mengungkapkan rasa bangganya?' (3 menit). Ini melatih kesadaran murid terhadap struktur presentasi yang efektif (prinsip Berkesadaran).
  • Guru bersama murid mendiskusikan ciri-ciri presentasi yang efektif, santun, dan menarik: kejelasan gagasan, penggunaan fakta dari teks, pilihan kata yang tepat, intonasi, dan ekspresi perasaan bangga (5 menit). Guru menuliskan poin-poin kunci di papan tulis sebagai panduan (prinsip Bermakna).
  • Murid diberi lembar panduan singkat berisi 3 poin yang harus ada dalam presentasi mereka: (1) Gagasan/pendapat tentang pentingnya menjaga budaya Indonesia, (2) Minimal satu fakta dari teks yang mendukung gagasan, (3) Ekspresi perasaan bangga dengan pilihan kata yang menarik.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diberi waktu 7 menit untuk menyusun poin-poin presentasi mereka secara mandiri di buku catatan, berdasarkan teks yang telah dibaca atau disimak sepanjang Bab 5 (cerita rakyat, kunjungan tempat bersejarah, atau topik budaya lainnya). Murid bebas memilih topik budaya yang paling mereka minati (diferensiasi konten).
  • Selama murid menyusun, guru berkeliling untuk memberikan umpan balik singkat dan memastikan setiap murid memiliki minimal satu fakta konkret dari teks (asesmen proses: observasi dan cek catatan murid).
  • Murid berlatih menyampaikan presentasi berpasangan selama 4 menit (masing-masing 2 menit). Pasangan bertugas memberi umpan balik menggunakan kartu respons sederhana: 'Gagasan jelas', 'Fakta ada', 'Perasaan bangga tersampaikan' (prinsip Menggembirakan — murid saling mendukung).
  • Guru memilih 4–5 murid secara acak (atau sukarela) untuk mempresentasikan gagasannya di depan kelas. Setiap presentasi berlangsung ±2 menit. Murid lain menyimak dengan tertib (prinsip Bermakna — murid belajar dari variasi ekspresi teman).
  • Setelah setiap penampil selesai, kelas memberikan apresiasi singkat dengan tepuk tangan dan satu komentar positif dari guru atau teman sebaya (prinsip Menggembirakan).
  • Guru mencatat observasi selama presentasi berlangsung menggunakan lembar observasi untuk keperluan asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi refleksi singkat bersama kelas (5 menit): 'Gagasan mana yang paling kuat tadi? Fakta apa yang paling mengejutkan atau menarik? Apa yang membuat sebuah presentasi terasa meyakinkan?'
  • Murid menuliskan 2 kalimat refleksi pribadi di buku catatan: (1) Satu hal yang sudah mereka lakukan dengan baik dalam presentasi, dan (2) Satu hal yang ingin mereka tingkatkan ke depan (prinsip Berkesadaran — murid mengenali kekuatan dan area tumbuh mereka).
  • Guru mengajak murid menghubungkan pengalaman hari ini dengan kehidupan nyata: 'Di mana lagi kalian bisa mempraktikkan kemampuan mempresentasikan gagasan tentang budaya Indonesia?' (misalnya: upacara sekolah, lomba, percakapan dengan keluarga) (prinsip Bermakna).
  • Murid secara sukarela membagikan refleksinya (1–2 murid), kemudian guru memberikan penguatan pesan utama: mencintai budaya Indonesia dimulai dari mengenal, memahami, dan berani bercerita tentangnya.

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: murid telah berlatih mempresentasikan gagasan dan mengungkapkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia secara lisan dan santun (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid mengisi lembar 'exit ticket' dengan menjawab dua pertanyaan tertulis — (1) Tuliskan satu gagasan tentang pentingnya menjaga budaya Indonesia, (2) Tuliskan satu kalimat yang mengungkapkan perasaan banggamu terhadap Indonesia. Dikumpulkan sebelum keluar kelas (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian dan partisipasi aktif hari ini.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang kegiatan pembelajaran berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid memilih sendiri topik budaya yang akan dipresentasikan dari teks-teks yang telah dipelajari di Bab 5 (tempat bersejarah, cerita rakyat, atau topik budaya lain). Murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan lembar panduan dengan kerangka kalimat bantuan (contoh: 'Saya bangga dengan ... karena ...'). Murid yang sudah mahir didorong memilih topik yang lebih kompleks dan menggunakan data atau fakta lebih dari satu teks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diberi kesempatan berlatih lebih lama berpasangan sebelum tampil di depan kelas. Guru mendampingi kelompok murid yang membutuhkan bimbingan lebih selama sesi latihan berpasangan. Murid yang sudah siap dapat langsung tampil di depan kelas lebih awal.
  • Produk: Sebagian besar murid menyampaikan presentasi lisan langsung. Murid yang belum percaya diri tampil di depan kelas dapat mempresentasikan hanya kepada pasangan atau kelompok kecil dan menulis refleksi lebih mendalam sebagai gantinya. Murid dengan kemampuan lebih dapat menambahkan penutup persuasif yang mengajak pendengar untuk ikut menjaga budaya Indonesia.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan satu kata yang muncul di benak mereka ketika mendengar 'budaya Indonesia'. Respons dicatat di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal dan kesiapan belajar murid sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan terbuka saat menampilkan gambar ikon budaya: 'Apa yang kamu ketahui tentang benda atau tempat ini?' untuk mengidentifikasi murid yang sudah memiliki pemahaman kuat dan yang masih perlu dibangun terlebih dahulu.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat murid menyusun poin presentasi secara mandiri: guru mengecek apakah murid mampu mengidentifikasi minimal satu fakta konkret dari teks yang pernah dibaca.
  • Pengamatan saat sesi latihan berpasangan: guru menilai kemampuan murid menyampaikan gagasan secara lisan dan menggunakan kartu respons teman sebaya dengan tepat.
  • Pengamatan saat presentasi di depan kelas: guru mencatat kualitas gagasan, kehadiran fakta pendukung, pilihan kata, dan kesantunan tiap penampil pada lembar observasi.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis dua pertanyaan: (1) Tuliskan satu gagasan tentang pentingnya menjaga kekayaan budaya dan sejarah Indonesia, (2) Tuliskan satu kalimat yang mengungkapkan perasaan banggamu terhadap Indonesia menggunakan pilihan kata yang menarik. Exit ticket dikumpulkan sebelum murid keluar kelas dan digunakan guru untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
  • Nilai presentasi lisan dari 4–5 penampil di depan kelas dinilai menggunakan rubrik 4 level. Murid yang tidak tampil di depan kelas dinilai berdasarkan observasi saat latihan berpasangan.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi latihan berpasangan: memperhatikan kejelasan gagasan, penggunaan fakta dari teks, dan cara murid mengungkapkan perasaan bangga.
  • Kartu respons antar teman (peer feedback) saat latihan berpasangan: 'Gagasan jelas', 'Fakta ada', 'Perasaan bangga tersampaikan'.
  • Observasi guru selama presentasi di depan kelas menggunakan lembar observasi dengan indikator: kesesuaian gagasan dengan topik, kehadiran fakta, pilihan kata, kesantunan, dan kelancaran.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis di akhir pembelajaran: murid menuliskan satu gagasan tentang pentingnya menjaga budaya Indonesia dan satu kalimat ungkapan perasaan bangga terhadap Indonesia.
  • Penilaian presentasi lisan menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: efektivitas penyampaian gagasan, penggunaan fakta dari teks, ekspresi perasaan bangga, pilihan kata, dan kesantunan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Efektivitas Penyampaian GagasanMurid belum mampu menyampaikan gagasan yang jelas tentang kekayaan budaya Indonesia; tuturan tidak terstruktur dan sulit dipahami pendengar.Murid menyampaikan gagasan dengan struktur yang belum konsisten; gagasan utama dapat ditangkap namun penjelasan masih terbatas atau melompat-lompat.Murid menyampaikan gagasan dengan cukup jelas dan terstruktur; pendengar dapat memahami ide utama meskipun ada bagian yang kurang rinci.Murid menyampaikan gagasan dengan sangat jelas, terstruktur, dan runtut; pendengar mudah memahami dan mengikuti seluruh isi presentasi dari awal hingga akhir.
Penggunaan Fakta dari TeksMurid tidak menggunakan fakta dari teks yang telah dibaca atau disimak; presentasi hanya berisi pendapat umum tanpa dasar informasi.Murid menyebutkan satu fakta dari teks namun penggunaannya kurang relevan atau tidak dikaitkan secara langsung dengan gagasan yang disampaikan.Murid menggunakan minimal satu fakta dari teks secara relevan untuk mendukung gagasan yang disampaikan.Murid menggunakan lebih dari satu fakta dari berbagai teks yang telah dibaca atau disimak, mengaitkannya secara logis dan memperkuat gagasan dengan tepat.
Ekspresi Perasaan Bangga terhadap IndonesiaMurid tidak mengungkapkan perasaan bangga atau cinta terhadap Indonesia dalam presentasinya; tuturan bersifat datar dan informatif saja.Murid mengungkapkan perasaan bangga namun terasa dipaksakan atau tidak terhubung dengan fakta budaya yang disampaikan.Murid mengungkapkan perasaan bangga dan cinta terhadap Indonesia dengan cukup tulus dan dikaitkan dengan fakta budaya dalam teks.Murid mengungkapkan perasaan bangga dan cinta terhadap Indonesia secara tulus, menyentuh, dan terhubung erat dengan fakta sejarah/budaya; mampu menginspirasi pendengar.
Pilihan KataMurid menggunakan kosakata yang sangat terbatas dan tidak sesuai konteks; banyak pengulangan kata atau pilihan kata yang tidak tepat.Murid menggunakan kosakata yang cukup namun belum bervariasi; pilihan kata sudah sesuai konteks meski masih sangat sederhana.Murid menggunakan pilihan kata yang tepat dan cukup bervariasi sehingga presentasi terdengar menarik.Murid menggunakan pilihan kata yang tepat, kaya, dan kreatif; kosakata yang dipilih membuat presentasi terasa hidup, menarik, dan berkesan bagi pendengar.
Kesantunan BerbahasaMurid tidak memperhatikan kesantunan dalam berbahasa; terdapat pilihan kata atau cara penyampaian yang tidak sopan.Murid berbicara dengan cukup santun namun masih ada bagian yang perlu diperbaiki, misalnya nada bicara atau kata sapaan yang kurang tepat.Murid berbicara dengan santun secara konsisten; menggunakan sapaan dan bahasa yang sesuai dengan konteks presentasi di depan kelas.Murid berbicara dengan sangat santun, menghargai pendengar, menggunakan bahasa yang sopan dan ramah secara konsisten dari awal hingga akhir presentasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih menyampaikan gagasan secara lisan, baik berpasangan maupun di depan kelas?
  • Apakah contoh presentasi yang saya tunjukkan cukup membantu murid memahami struktur dan kualitas presentasi yang diharapkan?
  • Murid mana yang tampak belum percaya diri atau belum mampu mengaitkan fakta dari teks dengan gagasannya? Apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan sudah seimbang? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan mendatang?
  • Sejauh mana murid berhasil mengungkapkan perasaan bangga terhadap Indonesia, bukan sekadar menyampaikan fakta? Bagaimana saya bisa lebih mendorong dimensi afektif ini?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal tentang kekayaan budaya Indonesia yang paling membuatmu bangga hari ini? Mengapa?
  • Apa yang sudah kamu lakukan dengan baik saat mempresentasikan gagasanmu tadi?
  • Apa satu hal yang ingin kamu tingkatkan jika kamu presentasi lagi tentang budaya Indonesia?
  • Apakah kamu merasa lebih percaya diri mengungkapkan perasaan banggamu terhadap Indonesia secara lisan dibandingkan sebelum pelajaran ini? Jelaskan.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V — Bab 5 'Cinta Indonesia' (Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemendikbudristek, 2024)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V — Panduan Khusus Bab V
  3. Teks-teks yang telah dibaca/disimak murid di Bab 5: teks kunjungan ke Gedung Djoeang '45, cerita rakyat, dan teks budaya lainnya
  4. Gambar atau tayangan ikon budaya Indonesia (batik, wayang, Borobudur, dll.) untuk apersepsi — dapat disiapkan dari buku atau internet
  5. Lembar panduan presentasi (dibuat guru): berisi 3 poin struktur presentasi dan contoh kerangka kalimat bantuan
  6. Kartu respons peer feedback (dibuat guru): kartu kecil dengan 3 indikator 'Gagasan jelas', 'Fakta ada', 'Perasaan bangga tersampaikan'
  7. Lembar exit ticket (dibuat guru): dua pertanyaan tertulis untuk asesmen akhir
  8. Lembar observasi guru: tabel penilaian presentasi dengan 5 aspek rubrik dan 4 level capaian
  9. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk mencatat kata kunci dan poin panduan presentasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.