Modul AjarPertemuan 10Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 5: Cinta Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 5: Cinta Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 5: Cinta Indonesia

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 5: Cinta Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif Bab 5: Cinta Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan menemukan informasi tersurat dan tersirat serta menganalisis nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra bertema cinta Indonesia melalui tes tertulis secara mandiri.
  2. Murid dapat menunjukkan kemampuan menulis teks sederhana bertema cinta Indonesia dengan kosakata yang tepat, kaidah kebahasaan yang benar, dan kalimat yang runtut melalui tes unjuk kerja secara mandiri.
  3. Murid dapat mempresentasikan atau menyampaikan hasil tulisan bertema cinta Indonesia secara lisan dengan efektif dan santun sebagai bagian dari asesmen sumatif bab ini.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja bentuk kecintaan terhadap Indonesia yang pernah kamu rasakan atau lakukan secara nyata?
  2. Mengapa penting bagi kita untuk mengenal tempat bersejarah dan cerita rakyat di Indonesia?
  3. Bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan rasa cinta terhadap Indonesia kepada orang lain melalui tulisan atau lisan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menanyakan kabar, dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif Bab 5 Cinta Indonesia, sehingga murid akan menunjukkan semua yang sudah mereka pelajari selama bab ini (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Sebelum kita mulai, siapa yang masih ingat satu hal paling menarik dari Bab 5 Cinta Indonesia?' — jawaban singkat dari 2–3 murid (diagnostik awal, 3 menit).
  • Guru menjelaskan tiga bagian asesmen hari ini: (1) tes tertulis membaca dan memirsa, (2) menulis teks, dan (3) presentasi lisan singkat. Guru menyampaikan alokasi waktu untuk masing-masing bagian agar murid dapat mengatur diri sendiri (3 menit).
  • Guru mengingatkan aturan asesmen: dikerjakan secara mandiri, jujur, dan tenang. Guru memastikan tempat duduk sudah tertata dan semua perlengkapan tersedia (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen tertulis (Bagian A: Membaca dan Memirsa). Soal memuat satu kutipan teks nonsastra (misalnya teks informasi tentang museum atau tempat bersejarah) dan satu kutipan teks sastra (penggalan cerita rakyat bertema cinta Indonesia) — masing-masing diikuti 4–5 pertanyaan (25 menit).
  • Murid membaca kedua teks secara mandiri dan saksama, lalu menjawab pertanyaan yang mencakup: menemukan informasi tersurat (fakta langsung dari teks), menemukan informasi tersirat (makna yang tidak dinyatakan langsung), dan mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam teks (misalnya nilai cinta tanah air, menghargai sejarah, atau menjaga budaya).
  • Guru berkeliling dengan tenang untuk memastikan kondusivitas dan memberi isyarat waktu (5 menit tersisa) agar murid dapat mengelola waktu mereka sendiri.
  • Setelah waktu habis, murid mengumpulkan lembar jawaban Bagian A kepada guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja Bagian B: Menulis. Murid diminta menulis satu teks sederhana (minimal 2 paragraf, sekitar 80–120 kata) bertema cinta Indonesia. Pilihan topik: (a) pengalaman mengunjungi tempat bersejarah, (b) cerita tentang budaya daerah yang disukai, atau (c) ungkapan rasa bangga menjadi warga Indonesia (20 menit).
  • Murid menulis secara mandiri dengan memperhatikan: penggunaan kosakata yang tepat dan variatif, penulisan huruf kapital yang benar, penggunaan tanda baca yang sesuai, hubungan sebab-akibat yang logis, dan kalimat yang runtut dan padu.
  • Guru mengingatkan secara lisan: 'Tulis dengan bahasamu sendiri, ceritakan yang kamu rasakan atau ketahui. Tidak ada jawaban yang salah selama kamu menulis dengan jujur dan runtut.'
  • Murid yang selesai lebih awal dapat memeriksa kembali tulisannya (terutama ejaan dan tanda baca) sebelum mengumpulkan.
  • Setelah waktu habis, murid mengumpulkan lembar tulisan kepada guru. Guru memberi nomor urut presentasi kepada setiap murid secara acak untuk Bagian C.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu Bagian C: Presentasi Lisan. Setiap murid dipanggil sesuai nomor urut untuk membacakan atau menyampaikan secara lisan isi tulisannya di depan kelas (atau di hadapan guru jika waktu terbatas, sisanya mendengarkan) — alokasi 1–1,5 menit per murid. Karena waktu terbatas, guru dapat memilih 5–8 murid secara representatif atau seluruh murid menyampaikan secara bergantian dalam sesi singkat (10 menit).
  • Murid yang menyampaikan dinilai berdasarkan: kejelasan suara dan pelafalan, kelancaran penyampaian, penggunaan bahasa yang santun, dan kesesuaian isi lisan dengan tulisan.
  • Murid lain mendengarkan dengan tertib. Guru mencatat penilaian pada lembar observasi presentasi.
  • Setelah sesi presentasi, guru mengajak seluruh murid melakukan refleksi singkat dengan menjawab dua pertanyaan secara tertulis di selembar kertas kecil (sticky note atau kolom refleksi): (1) 'Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling kamu kuasai?' dan (2) 'Apa yang ingin kamu tingkatkan setelah belajar Bab Cinta Indonesia?' (5 menit).
  • Guru mengumpulkan catatan refleksi murid sebagai bahan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran.

Penutup:

  • Guru mengapresiasi seluruh murid atas usaha dan kejujuran mereka dalam mengikuti asesmen hari ini (2 menit).
  • Guru menyampaikan secara singkat gambaran umum tentang apa yang akan terjadi setelah asesmen ini: hasil akan diperiksa dan disampaikan kembali disertai umpan balik tertulis, sehingga murid tahu bagian mana yang sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan (2 menit).
  • Guru mengingatkan murid bahwa asesmen bukan untuk menghakimi, melainkan untuk membantu mereka tumbuh — dan rasa cinta terhadap Indonesia bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di atas kertas (1 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan mempersilakan murid beristirahat atau meneruskan jadwal pelajaran berikutnya (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memiliki kesulitan membaca dapat menggunakan teks dengan font lebih besar atau teks yang lebih pendek (versi sederhana) yang disiapkan guru sebagai akomodasi. Murid dengan kemampuan lebih tinggi mendapat tambahan satu pertanyaan analitis pada Bagian A (misalnya: 'Bandingkan nilai yang terdapat di teks sastra dan nonsastra. Apa persamaannya?').
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan ekstra diberi waktu tambahan hingga 10 menit untuk Bagian A dan B (tidak mengganggu jadwal kelas secara keseluruhan, dapat diselesaikan di luar jam jika memungkinkan). Murid dengan kemampuan lebih tinggi didorong untuk menggunakan kosakata yang lebih beragam dan menulis lebih dari batas minimal.
  • Produk: Untuk Bagian C (presentasi lisan), murid yang merasa kurang percaya diri berbicara di depan kelas dapat memilih opsi menyampaikan secara lisan kepada guru saja (bukan di depan seluruh kelas) atau merekam suaranya menggunakan perangkat yang tersedia. Murid dengan kemampuan lebih dapat menambahkan pendapat atau pesan moral dari tulisannya saat presentasi.

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang masih ingat satu hal paling menarik dari Bab 5 Cinta Indonesia?' untuk mengukur sejauh mana murid masih mengingat materi yang sudah dipelajari.
  • Guru mengamati respons murid (apakah dapat menyebut konsep/topik spesifik seperti tempat bersejarah, cerita rakyat, atau kaidah penulisan) sebagai gambaran kesiapan awal sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Selama Bagian A (Memahami): guru berkeliling dan mencatat murid yang tampak kebingungan atau terlalu cepat selesai sebagai data diferensiasi.
  • Selama Bagian B (Mengaplikasi): guru mengamati proses menulis — apakah murid menulis dengan lancar, terhenti lama, atau kembali mengoreksi tulisannya. Data ini digunakan untuk umpan balik pasca-asesmen.
  • Selama Bagian C (Merefleksi/Presentasi): guru mengisi lembar observasi lisan per murid menggunakan checklist: (1) suara jelas, (2) penyampaian lancar, (3) bahasa santun, (4) isi sesuai tulisan.

Akhir:

  • Penilaian jawaban tertulis Bagian A dengan kunci jawaban dan pedoman penskoran yang telah disiapkan guru (setiap soal bernilai 1–2 poin tergantung tingkat analisis).
  • Penilaian tulisan Bagian B menggunakan rubrik 4 aspek: kesesuaian isi dengan tema, penggunaan kosakata, kaidah kebahasaan (huruf kapital, tanda baca, ejaan), dan keruntutan kalimat.
  • Penilaian presentasi lisan Bagian C menggunakan rubrik 4 aspek: kejelasan suara/pelafalan, kelancaran berbicara, kesantunan bahasa, dan kesesuaian isi lisan dengan tulisan.
  • Catatan refleksi murid (sticky note/kolom refleksi) dikumpulkan sebagai data kualitatif pendukung untuk umpan balik individual.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid mengerjakan Bagian A (membaca) untuk memantau keterlibatan dan kemandirian murid.
  • Pemantauan proses menulis pada Bagian B: guru mencatat murid yang tampak kesulitan memulai atau mengembangkan ide untuk diberikan umpan balik segera.
  • Penilaian lisan informal saat presentasi Bagian C menggunakan lembar observasi singkat (checklist kejelasan, kelancaran, kesantunan).

Sumatif:

  • Tes tertulis Bagian A: jawaban atas pertanyaan informasi tersurat, tersirat, dan nilai-nilai dalam teks (dinilai dengan skor per soal).
  • Tes unjuk kerja Bagian B: tulisan teks bertema cinta Indonesia dinilai menggunakan rubrik 4 level (aspek: isi, kosakata, kaidah kebahasaan, keruntutan kalimat).
  • Presentasi lisan Bagian C: penyampaian hasil tulisan dinilai menggunakan rubrik 4 level (aspek: kejelasan suara, kelancaran, kesantunan bahasa, kesesuaian isi).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi Tersurat dan Tersirat (Bagian A)Murid belum dapat menemukan informasi tersurat dari teks dan belum dapat mengenali makna yang tersirat.Murid dapat menemukan sebagian informasi tersurat tetapi masih kesulitan mengidentifikasi informasi tersirat dan nilai-nilai dalam teks.Murid dapat menemukan informasi tersurat dengan tepat dan mulai dapat mengidentifikasi informasi tersirat serta menyebutkan nilai-nilai dalam teks.Murid dapat menemukan informasi tersurat dan tersirat dengan tepat dan lengkap, serta menganalisis nilai-nilai dalam teks dengan penjelasan yang logis dan relevan.
Kesesuaian Isi Tulisan dengan Tema (Bagian B)Tulisan tidak berkaitan dengan tema cinta Indonesia atau isi sangat tidak jelas.Tulisan sedikit berkaitan dengan tema cinta Indonesia tetapi masih sangat umum dan kurang berkembang.Tulisan berkaitan dengan tema cinta Indonesia, isi cukup jelas dan menunjukkan pemahaman terhadap topik.Tulisan sangat relevan dengan tema cinta Indonesia, isi kaya, jelas, dan menunjukkan pemahaman mendalam serta perspektif pribadi yang bermakna.
Kaidah Kebahasaan dan Kosakata (Bagian B)Banyak kesalahan ejaan, huruf kapital, dan tanda baca; kosakata sangat terbatas dan tidak sesuai konteks.Terdapat beberapa kesalahan ejaan dan huruf kapital; kosakata cukup terbatas namun masih dapat dipahami.Penulisan sudah cukup tepat dengan sedikit kesalahan ejaan atau tanda baca; kosakata cukup beragam dan sesuai konteks.Penulisan ejaan, huruf kapital, dan tanda baca hampir/seluruhnya tepat; kosakata beragam, tepat, dan memperkuat isi tulisan.
Keruntutan Kalimat (Bagian B)Kalimat-kalimat tidak runtut, ide melompat-lompat, dan sulit dipahami hubungan antarparagrafnya.Kalimat cukup runtut di beberapa bagian tetapi hubungan antarkalimat dan antarparagraf masih kurang logis.Kalimat-kalimat tersusun runtut dan hubungan antarparagraf cukup logis, meski ada satu dua bagian yang kurang padu.Kalimat-kalimat tersusun sangat runtut, padu, dan mengalir dengan baik; hubungan sebab-akibat atau urutan logis terlihat jelas di seluruh tulisan.
Presentasi Lisan — Kejelasan dan Kelancaran (Bagian C)Suara tidak terdengar jelas, penyampaian terputus-putus, dan isi tidak dapat dipahami pendengar.Suara cukup terdengar tetapi penyampaian masih sering terhenti; isi dapat dipahami sebagian.Suara jelas dan penyampaian cukup lancar; isi dapat dipahami dengan baik oleh pendengar.Suara sangat jelas, penyampaian lancar dan percaya diri; isi tersampaikan secara efektif dan mudah dipahami seluruh pendengar.
Presentasi Lisan — Kesantunan Bahasa (Bagian C)Bahasa yang digunakan tidak santun atau tidak sesuai konteks komunikasi formal di kelas.Bahasa cukup santun tetapi masih sering menggunakan ekspresi yang kurang sesuai untuk presentasi.Bahasa santun dan cukup sesuai untuk konteks presentasi, dengan sedikit penggunaan ekspresi yang kurang formal.Bahasa sangat santun, sesuai, dan tepat untuk konteks presentasi; murid mampu menyampaikan dengan gaya yang efektif dan menghormati pendengar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti ketiga bagian asesmen (tertulis, menulis, presentasi lisan) dengan kondusif dan sesuai alokasi waktu?
  • Apakah instruksi yang saya berikan untuk setiap bagian asesmen cukup jelas sehingga murid dapat bekerja secara mandiri tanpa kebingungan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan pada bagian tertentu, dan intervensi/tindak lanjut apa yang perlu saya lakukan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan (teks akomodasi, waktu tambahan, opsi presentasi) efektif menjangkau kebutuhan murid yang berbeda?
  • Seberapa baik murid mampu mengaitkan materi Bab 5 Cinta Indonesia dengan nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan mereka, berdasarkan tulisan dan presentasi yang mereka hasilkan?

Refleksi Murid:

  • Dari tiga bagian asesmen hari ini (menjawab pertanyaan bacaan, menulis, dan presentasi lisan), bagian mana yang paling kamu kuasai? Mengapa?
  • Bagian mana yang paling menantang bagimu hari ini, dan apa yang akan kamu lakukan untuk meningkatkan kemampuanmu di bagian tersebut?
  • Apa satu hal baru yang kamu sadari tentang cinta Indonesia setelah menyelesaikan seluruh kegiatan di Bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V — Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemendikbudristek 2024 (Bab 5: Cinta Indonesia, hlm. 92–114)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas V — Kemendikbudristek 2024 (Bab V: Cinta Indonesia, termasuk panduan asesmen sumatif dan kunci jawaban)
  3. Lembar soal asesmen tertulis Bagian A (dibuat guru, memuat teks nonsastra informatif dan teks sastra bertema cinta Indonesia beserta pertanyaan)
  4. Lembar kerja menulis Bagian B (dibuat guru, memuat pilihan topik dan panduan penulisan)
  5. Lembar observasi presentasi lisan Bagian C (checklist penilaian lisan yang disiapkan guru)
  6. Sticky note atau lembar refleksi murid untuk Bagian Merefleksi
  7. Papan tulis/whiteboard untuk menuliskan instruksi dan alokasi waktu tiap bagian asesmen

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.