Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Membaca Teks Narasi tentang Kunjungan ke Tempat Bersejarah Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Membaca Teks Narasi tentang Kunjungan ke Tempat Bersejarah Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Membaca Teks Narasi tentang Kunjungan ke Tempat Bersejarah Indonesia

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Membaca Teks Narasi tentang Kunjungan ke Tempat Bersejarah Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMembaca Teks Narasi tentang Kunjungan ke Tempat Bersejarah Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks narasi tentang kunjungan ke tempat bersejarah Indonesia (mis. Gedung Djoeang '45) dengan menjawab pertanyaan literal dan inferensial secara tepat.
  2. Murid dapat menganalisis hubungan sebab akibat yang terdapat dalam teks narasi tentang tempat bersejarah Indonesia dengan menuliskan minimal dua pasang sebab-akibat secara benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mengunjungi tempat bersejarah di Indonesia? Apa yang paling membuatmu terkesan dari kunjungan itu?
  2. Mengapa kita perlu menjaga dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Indonesia?
  3. Jika kamu membaca cerita tentang kunjungan ke suatu tempat, bagaimana kamu bisa tahu apakah informasi itu benar-benar tertulis di teks atau hanya kesimpulanmu sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru menampilkan gambar atau foto Gedung Djoeang '45 Solo (atau tempat bersejarah lain yang dikenal murid) di papan tulis atau layar proyektor.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu mengunjungi tempat bersejarah? Apa yang kamu lihat dan rasakan di sana?' untuk memancing rasa ingin tahu murid.
  • Asesmen awal: Guru memberi pertanyaan lisan singkat — 'Apa bedanya informasi yang langsung tertulis di teks dengan informasi yang kita simpulkan sendiri?' — untuk memetakan pemahaman awal murid tentang informasi tersurat dan tersirat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menemukan informasi tersurat dan tersirat, serta menganalisis hubungan sebab akibat dari teks narasi tentang tempat bersejarah.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan selama 70 menit ke depan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks narasi 'Berkunjung ke Gedung Djoeang '45 Solo' dari Buku Siswa halaman 93–94 (atau teks serupa yang telah disiapkan guru).
  • Murid membaca teks secara mandiri dalam hati selama ± 5 menit. Guru mengingatkan murid untuk membaca dengan tenang dan penuh perhatian.
  • Guru membacakan teks dengan suara nyaring dan ekspresif agar murid dapat menikmati alur cerita secara utuh (teks aural).
  • Guru menjelaskan secara singkat perbedaan antara informasi tersurat (yang langsung tertulis di teks) dan informasi tersirat (yang perlu disimpulkan dari teks), menggunakan contoh kalimat dari teks yang baru dibaca.
  • Guru menjelaskan konsep hubungan sebab akibat dengan contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari, lalu menunjukkan contoh satu pasang sebab-akibat yang ada dalam teks.
  • Murid diberi kesempatan bertanya apabila ada kata atau konsep yang belum dipahami.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) secara heterogen.
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja yang berisi: (1) empat pertanyaan literal dan inferensial tentang teks (mengacu pada Aktivitas 1 di Buku Siswa), dan (2) tabel kosong untuk mengisi minimal dua pasang sebab-akibat dari teks.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan literal (tersurat) terlebih dahulu, kemudian pertanyaan inferensial (tersirat) yang memerlukan penyimpulan.
  • Murid melanjutkan diskusi untuk mengidentifikasi dan menuliskan minimal dua pasang hubungan sebab akibat dari teks ke dalam tabel yang disediakan.
  • Guru berkeliling memantau proses diskusi, memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang kesulitan (mis. 'Mengapa tokoh aku merasa senang? Coba temukan kalimat yang mendukung jawabanmu'), dan mencatat perkembangan belajar murid.
  • Setelah diskusi kelompok selesai (± 15 menit), perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka secara singkat di depan kelas.
  • Guru dan murid lain memberikan tanggapan atau koreksi dengan santun terhadap hasil presentasi.
  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat, sekaligus meluruskan konsep yang masih keliru.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan merenungkan proses belajar yang telah dilakukan: 'Strategi apa yang kamu pakai saat mencari informasi tersirat tadi?'
  • Murid secara individual menuliskan di buku catatannya: (1) satu hal baru yang mereka pelajari hari ini, dan (2) satu pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui tentang tempat bersejarah atau cara membaca teks narasi.
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela berbagi tulisan refleksi mereka kepada kelas.
  • Guru menghubungkan pembelajaran hari ini dengan nilai kecintaan terhadap Indonesia: 'Dengan memahami sejarah tempat-tempat bersejarah, kita bisa lebih menghargai perjuangan para pahlawan dan bangga menjadi orang Indonesia.'
  • Murid diajak memikirkan: 'Apa yang bisa kamu lakukan untuk ikut menjaga dan memperkenalkan tempat bersejarah di kotamu kepada orang lain?'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat pembelajaran: perbedaan informasi tersurat dan tersirat, serta cara menemukan hubungan sebab akibat dalam teks narasi.
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid secara mandiri menjawab dua soal tertulis di selembar kertas — satu pertanyaan inferensial dari teks dan satu pasang sebab-akibat baru yang belum dibahas dalam kelompok.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat terhadap proses pembelajaran hari ini.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan teks yang sudah diberi penanda warna (highlight) untuk bagian informasi tersurat, serta tabel sebab-akibat yang sudah terisi sebagian sebagai scaffolding. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberikan teks tambahan tentang tempat bersejarah lain dan diminta menemukan lebih banyak pasang sebab-akibat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diberi kesempatan menyelesaikan lembar kerja secara berpasangan. Murid yang cepat dapat langsung mengerjakan secara mandiri dan diminta menambahkan penjelasan alasan di setiap jawaban inferensial mereka.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menyampaikan jawaban secara lisan kepada guru atau teman sebaya. Murid yang sudah mahir dapat menuliskan hasil analisis sebab-akibat dalam bentuk paragraf pendek, bukan sekadar tabel.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Apa bedanya informasi yang langsung tertulis di teks dengan informasi yang kita simpulkan sendiri?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang informasi tersurat dan tersirat.
  • Guru memperhatikan respons murid terhadap gambar tempat bersejarah yang ditampilkan — apakah murid sudah mengenal konsep tempat bersejarah atau belum — untuk menyesuaikan penjelasan di awal pembelajaran.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama diskusi kelompok: guru menggunakan lembar checklist untuk mencatat apakah setiap murid aktif berkontribusi, mampu membedakan informasi tersurat dan tersirat, serta dapat mengidentifikasi pasangan sebab-akibat.
  • Pertanyaan lisan pancingan yang diberikan guru saat berkeliling kelompok: 'Bagaimana kamu tahu informasi itu tersirat?' atau 'Apa yang menjadi akibat dari peristiwa ini?' untuk memantau proses berpikir murid.
  • Penilaian presentasi kelompok: ketepatan dan kelengkapan jawaban yang disampaikan perwakilan kelompok diberi umpan balik langsung oleh guru dan teman sekelas.

Akhir:

  • Murid mengerjakan dua soal tertulis secara mandiri (± 10 menit): (1) Satu pertanyaan inferensial yang belum dibahas dalam kelompok — murid menuliskan jawaban beserta bukti kalimat dari teks; (2) Murid menuliskan satu pasang sebab-akibat baru dari teks yang belum disebutkan saat diskusi kelompok.
  • Hasil lembar kerja mandiri dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: kemampuan menemukan informasi tersurat/tersirat dan kemampuan menganalisis hubungan sebab-akibat.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi kelompok: guru mencatat kemampuan murid dalam mengidentifikasi informasi tersurat, tersirat, dan hubungan sebab akibat menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
  • Presentasi kelompok: guru menilai ketepatan jawaban pertanyaan literal dan inferensial yang disampaikan perwakilan kelompok.
  • Tanya jawab lisan selama pembelajaran berlangsung untuk mengecek pemahaman murid secara real-time.

Sumatif:

  • Murid secara mandiri menjawab dua soal tertulis di akhir pertemuan: satu pertanyaan inferensial dari teks dan satu pasang sebab-akibat baru, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar kerja kelompok (tabel sebab-akibat dan jawaban pertanyaan literal/inferensial) dikumpulkan sebagai bukti hasil belajar pertemuan ini.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi Tersurat dan Tersirat [TP 5.5.1.1]Murid belum mampu menjawab pertanyaan literal maupun inferensial dari teks, atau jawaban tidak berkaitan dengan isi teks.Murid mampu menjawab pertanyaan literal (tersurat) dengan benar, tetapi belum mampu menjawab pertanyaan inferensial (tersirat) secara tepat.Murid mampu menjawab pertanyaan literal dan inferensial dengan benar, meskipun belum selalu menyertakan bukti kalimat dari teks.Murid mampu menjawab pertanyaan literal dan inferensial dengan benar dan tepat, serta menyertakan bukti kalimat dari teks yang mendukung jawaban inferensialnya.
Menganalisis Hubungan Sebab Akibat [TP 5.5.1.2]Murid tidak dapat mengidentifikasi pasangan sebab-akibat dari teks, atau pasangan yang dituliskan tidak relevan dengan isi teks.Murid dapat menuliskan satu pasang sebab-akibat, tetapi pasangan tersebut kurang tepat atau hanya menyebutkan sebab atau akibat saja.Murid dapat menuliskan dua pasang sebab-akibat dengan benar sesuai isi teks.Murid dapat menuliskan dua pasang atau lebih sebab-akibat dengan benar, lengkap, dan disertai penjelasan singkat mengapa hubungan tersebut merupakan sebab-akibat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah memahami perbedaan informasi tersurat dan tersirat setelah kegiatan ini? Bagian mana yang masih perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diskusi kelompok hari ini efektif mendorong murid untuk berpikir kritis? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah scaffolding yang diberikan untuk murid yang membutuhkan dukungan sudah cukup membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana kualitas pertanyaan pemantik yang diajukan — apakah berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara membaca teks narasi?
  • Bagian mana yang masih terasa sulit — menemukan informasi tersirat atau mencari hubungan sebab akibat? Mengapa?
  • Setelah membaca cerita tentang Gedung Djoeang '45, apa yang kamu rasakan tentang tempat-tempat bersejarah di Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V, halaman 92–95 (Bab 5, Subbab A: Berkunjung ke Tempat Bersejarah)
  2. Buku Guru: Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi)
  3. Gambar/foto Gedung Djoeang '45 Solo dan tempat bersejarah lainnya (dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor)
  4. Lembar kerja murid (LKM) yang disiapkan guru: berisi pertanyaan literal dan inferensial serta tabel hubungan sebab-akibat
  5. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan gambar dan poin-poin penting
  6. Lembar asesmen mandiri (soal tertulis akhir pertemuan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.