Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Merancang Ide Wirausaha Sederhana untuk Pasar Kecil

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Merancang Ide Wirausaha Sederhana untuk Pasar Kecil". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Merancang Ide Wirausaha Sederhana untuk Pasar Kecil

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Merancang Ide Wirausaha Sederhana untuk Pasar Kecil

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMerancang Ide Wirausaha Sederhana untuk Pasar Kecil
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan diskusi dan pengamatan, murid dapat merancang ide wirausaha sederhana secara tertulis dengan mencantumkan nama produk, bahan, prosedur pembuatan, dan strategi penjualan secara runtut.
  2. Melalui kegiatan merancang wirausaha, murid dapat menghubungkan pengalaman pribadi dan nilai-nilai dari kisah Lala serta Bima sebagai dasar penentuan ide produk atau jasa wirausaha yang akan dirancang.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat teman atau anggota keluarga menjual sesuatu? Apa yang mereka jual dan bagaimana caranya?
  2. Jika kalian punya kesempatan berjualan di pasar kecil di sekolah, produk atau jasa apa yang ingin kalian tawarkan dan mengapa?
  3. Apa pelajaran paling berharga yang bisa kalian ambil dari cara Lala dan Bima memulai wirausaha mereka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran murid (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar (warung sederhana dan stan bazar sekolah), lalu meminta murid mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan singkat — 'Siapa yang pernah berjualan atau punya ide jualan?' Guru mencatat pola respons untuk memetakan pemahaman awal tentang wirausaha (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid merespons secara lisan singkat (5 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan merancang ide wirausaha sederhana secara tertulis, menghubungkan pengalaman pribadi dan nilai dari kisah Lala serta Bima (2 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: mengingat kembali kisah Lala dan Bima → berdiskusi kelompok → mengisi lembar rancangan wirausaha → mempresentasikan hasil → merefleksi (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid melakukan 'Jeda Sadar 1 Menit': murid memejamkan mata, mengingat kembali satu detail dari kisah Lala (hobi menggambar yang menjadi produk) dan satu detail dari kisah Bima (kesalahan yang menjadi pelajaran). Guru meminta dua-tiga murid berbagi ingatan mereka (3 menit). [Berkesadaran]
  • Guru menayangkan atau menuliskan di papan tulis empat komponen rancangan wirausaha yang harus ada: (1) Nama Produk/Jasa, (2) Bahan atau Sumber Daya, (3) Prosedur Pembuatan atau Langkah Kerja, (4) Strategi Penjualan. Guru menjelaskan masing-masing komponen dengan contoh sederhana dari kisah Lala (misalnya: nama produk = 'Gambar Pemandangan Hutan'; bahan = kertas, pensil warna; prosedur = menggambar, membingkai; strategi = menjual saat bazar kelas) (5 menit). [Bermakna]
  • Guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman secara lisan: 'Dari kisah Lala dan Bima, nilai atau sikap apa yang bisa kita jadikan dasar dalam memilih ide wirausaha kita sendiri?' Murid menjawab secara bergantian, guru mencatat poin utama di papan tulis (4 menit). [Bermakna]

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok beranggotakan 4–5 orang. Setiap kelompok menerima Lembar Rancangan Wirausaha yang memuat kolom: Nama Kegiatan Wirausaha, Nama Produk/Jasa, Bahan atau Sumber Daya, Prosedur Pembuatan (langkah 1–3), Strategi Penjualan, dan Nilai dari Kisah Lala/Bima yang Menginspirasi (2 menit). [Menggembirakan]
  • Kelompok berdiskusi untuk menentukan satu ide wirausaha yang akan dirancang, dengan syarat ide tersebut dikaitkan dengan pengalaman pribadi minimal satu anggota atau nilai yang mereka petik dari kisah Lala atau Bima. Guru berkeliling memantau, memberi pertanyaan pemandu seperti: 'Bahan apa yang sudah kalian punya di rumah?' atau 'Apa yang suka kalian lakukan bersama dan bisa dijual?' (12 menit). [Bermakna]
  • Setiap anggota kelompok menuliskan rancangan pada Lembar Rancangan Wirausaha secara individu terlebih dahulu (nama produk, bahan, prosedur, strategi), kemudian kelompok menyepakati satu versi bersama yang paling runtut dan lengkap untuk dipresentasikan (8 menit). [Bermakna]
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan wirausahanya di depan kelas secara singkat (2–3 menit per kelompok). Kelompok lain menyimak dan boleh memberi satu pertanyaan atau masukan positif. Guru memandu agar suasana presentasi terasa seperti 'pameran mini' — menyenangkan dan tidak menegangkan (10 menit). [Menggembirakan]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi terstruktur menggunakan teknik 'Tiga Jari': (1) ibu jari = satu hal yang paling aku kuasai hari ini, (2) jari telunjuk = satu hal yang masih perlu aku pelajari, (3) jari tengah = satu nilai dari Lala atau Bima yang ingin aku terapkan. Murid menuliskan jawabannya di pojok bawah Lembar Rancangan Wirausaha masing-masing (5 menit). [Berkesadaran]
  • Guru meminta dua-tiga murid berbagi hasil refleksi 'Tiga Jari' mereka secara sukarela. Guru memberikan umpan balik singkat dan menghubungkan refleksi murid dengan tujuan pembelajaran yang telah dicapai hari ini (3 menit). [Bermakna]
  • Guru mengajak murid mengevaluasi rancangan wirausaha kelompoknya sendiri: 'Apakah rancangan kita sudah mencantumkan keempat komponen dengan runtut? Apa yang bisa kita perbaiki?' Murid menandai komponen yang sudah lengkap dengan tanda centang pada lembar rancangan (2 menit). [Berkesadaran]

Penutup:

  • Guru mengumpulkan Lembar Rancangan Wirausaha yang telah diisi sebagai bukti asesmen sumatif pertemuan ini (2 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap presentasi kelompok: mengapresiasi kreativitas ide dan keruntutan prosedur yang sudah terlihat hari ini (2 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat menyempurnakan rancangan di rumah dan membawa bahan atau contoh produk jika ada pasar kecil yang akan dilaksanakan (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid mengucapkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka hari ini secara serentak (1 menit).
  • Doa penutup dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan konsep wirausaha, guru menyediakan kartu contoh rancangan wirausaha sederhana (mengacu pada contoh Kelompok 1 dan Kelompok 2 di Buku Siswa halaman 87–88) sebagai referensi visual. Untuk murid yang sudah memahami konsep, guru mendorong mereka menambahkan kolom 'Perkiraan Harga Jual' atau 'Target Pembeli' pada lembar rancangan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan lebih dapat mengerjakan Lembar Rancangan Wirausaha dengan panduan pertanyaan bertahap yang lebih terstruktur (scaffold) di setiap kolom, misalnya: 'Tuliskan nama satu bahan utama yang kamu butuhkan.' Murid yang lebih cepat dapat langsung menulis narasi rancangan dalam bentuk paragraf runtut tanpa menggunakan lembar berkolom.
  • Produk: Murid dapat memilih format hasil rancangan: (a) mengisi Lembar Rancangan Wirausaha berkolom, (b) membuat poster rancangan sederhana dengan gambar dan teks, atau (c) menulis narasi rancangan dalam 3–4 paragraf. Semua format tetap harus mencakup keempat komponen wajib: nama produk, bahan, prosedur, dan strategi penjualan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (warung sederhana dan stan bazar sekolah) dan mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah berjualan atau punya ide jualan?' serta 'Menurut kalian, apa saja yang perlu disiapkan sebelum berjualan?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal tentang konsep wirausaha dan kesiapan merancang secara tertulis.
  • Guru menanyakan secara singkat: 'Dari kisah Lala dan Bima yang sudah kita pelajari sebelumnya, siapa yang masih ingat satu pelajaran penting yang bisa kita ambil?' untuk mengukur retensi pengetahuan dari pertemuan sebelumnya.

Proses:

  • Observasi aktif saat diskusi kelompok (tahap Mengaplikasi): guru menggunakan lembar ceklis dengan indikator — murid mengusulkan ide, murid menghubungkan ide dengan pengalaman pribadi atau nilai Lala/Bima, murid menuliskan minimal tiga langkah prosedur secara runtut.
  • Tanya jawab lisan selama guru berkeliling: guru mengajukan pertanyaan pemandu seperti 'Mengapa kalian memilih produk ini?' dan 'Bagaimana cara kalian menjualnya?' untuk mendorong penalaran kritis.
  • Pengamatan saat presentasi: guru mencatat kelompok mana yang sudah mampu menyampaikan keempat komponen rancangan dan mana yang masih perlu bimbingan, sebagai dasar umpan balik langsung.

Akhir:

  • Lembar Rancangan Wirausaha yang dikumpulkan dinilai menggunakan rubrik empat aspek (lihat bagian rubrik): kelengkapan komponen, keruntutan prosedur, keterkaitan nilai, dan strategi penjualan.
  • Refleksi 'Tiga Jari' yang dituliskan murid di lembar rancangan digunakan sebagai data asesmen diri (assessment as learning) untuk mengetahui tingkat kesadaran murid terhadap proses belajarnya sendiri.

Formatif:

  • Observasi langsung saat diskusi kelompok: guru menggunakan lembar ceklis partisipasi untuk menandai apakah murid aktif menyumbang ide, mendengarkan teman, dan menghubungkan nilai kisah Lala/Bima dengan ide wirausaha yang dipilih.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman murid tentang empat komponen rancangan wirausaha.
  • Penilaian sejawat singkat saat presentasi: setiap kelompok pendengar memberikan satu komentar positif dan satu pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.

Sumatif:

  • Penilaian Lembar Rancangan Wirausaha yang dikumpulkan di akhir pertemuan, dinilai berdasarkan rubrik empat aspek: kelengkapan komponen, keruntutan prosedur, keterkaitan dengan nilai kisah Lala/Bima, dan kejelasan strategi penjualan.
  • Penilaian presentasi kelompok berdasarkan aspek kemampuan menyampaikan rancangan dengan jelas dan percaya diri di depan kelas.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Komponen Rancangan (Nama Produk, Bahan, Prosedur, Strategi Penjualan)Hanya menuliskan 1 komponen atau tidak menuliskan sama sekali.Menuliskan 2 komponen dari 4 komponen yang diminta.Menuliskan 3 dari 4 komponen dengan cukup jelas.Menuliskan keempat komponen secara lengkap dan jelas.
Keruntutan Prosedur PembuatanProsedur tidak dituliskan atau tidak berurutan sama sekali.Menuliskan prosedur tetapi hanya 1–2 langkah dan kurang berurutan.Menuliskan 3 atau lebih langkah prosedur dengan urutan yang cukup logis.Menuliskan prosedur pembuatan secara runtut, logis, dan mudah dipahami dengan 3 atau lebih langkah yang jelas.
Keterkaitan Ide dengan Pengalaman Pribadi atau Nilai Kisah Lala/BimaTidak menuliskan atau menyebutkan hubungan antara ide wirausaha dengan pengalaman pribadi atau nilai dari kisah Lala/Bima.Menyebutkan keterkaitan secara sangat singkat dan umum tanpa penjelasan.Menjelaskan keterkaitan antara ide wirausaha dengan pengalaman pribadi atau nilai dari Lala/Bima dengan cukup jelas.Menjelaskan secara spesifik dan detail bagaimana pengalaman pribadi dan/atau nilai dari kisah Lala atau Bima mendasari pemilihan ide wirausaha yang dirancang.
Strategi PenjualanTidak menuliskan strategi penjualan.Menyebutkan strategi penjualan tetapi sangat umum, misalnya hanya menulis 'dijual ke teman'.Menuliskan strategi penjualan dengan menyebutkan target pembeli dan cara menawarkan produk.Menuliskan strategi penjualan yang jelas mencakup target pembeli, cara menawarkan, dan cara menetapkan harga atau keunggulan produk.
Kemampuan Presentasi (penyampaian rancangan di depan kelas)Tidak dapat menyampaikan rancangan atau hanya membaca tanpa dapat menjelaskan.Menyampaikan sebagian rancangan dengan bantuan guru atau teman, suara kurang terdengar.Menyampaikan rancangan dengan cukup jelas dan percaya diri, mencakup sebagian besar komponen.Menyampaikan seluruh rancangan dengan jelas, percaya diri, runtut, dan dapat merespons pertanyaan dari teman dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami keempat komponen rancangan wirausaha sebelum mulai mengerjakan? Apa indikator yang saya amati?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Kelompok mana yang perlu pendampingan lebih lanjut dan mengapa?
  • Apakah murid berhasil menghubungkan nilai dari kisah Lala dan Bima dengan ide wirausaha mereka, atau hanya mengisi kolom secara formal?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini cukup memfasilitasi murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
  • Apa yang perlu saya perbaiki pada perancangan kegiatan atau pengelolaan waktu untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa ide wirausaha yang paling kamu banggakan hari ini dan mengapa?
  • Nilai atau pelajaran apa dari kisah Lala atau Bima yang paling membantu kamu dalam merancang ide wirausahamu?
  • Bagian mana dari membuat rancangan wirausaha yang terasa paling sulit bagimu? Apa yang akan kamu lakukan agar lebih mudah ke depannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemendikbudristek 2024, halaman 66–88 (Bab 4: Belajar Berwirausaha, bagian Pasar Kecil, Aktivitas 10)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — halaman 100–105 (Panduan Khusus Bab IV: Belajar Berwirausaha, termasuk Asesmen Sumatif Tabel 4.2)
  3. Lembar Rancangan Wirausaha (lembar kerja buatan guru, berkolom: Nama Kegiatan, Nama Produk/Jasa, Bahan/Sumber Daya, Prosedur Pembuatan, Strategi Penjualan, Nilai Inspirasi dari Lala/Bima)
  4. Gambar atau foto contoh wirausaha sederhana (warung, stan bazar, produk kerajinan) untuk apersepsi dan asesmen awal — dapat berupa gambar di papan tulis, kartu gambar, atau tayangan sederhana
  5. Kartu contoh rancangan wirausaha (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan scaffolding), mengacu pada contoh Kelompok 1 dan Kelompok 2 di Buku Siswa halaman 87–88
  6. Alat tulis dan kertas (atau lembar kerja tercetak) untuk murid mengisi rancangan wirausaha
  7. Papan tulis atau media tulis kelas untuk mencatat poin refleksi bersama dan komponen rancangan wirausaha

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.