Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenyimak Cerita 'Di Mana Salah Bima?': Menganalisis Masalah Tokoh Wirausaha
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak teks aural 'Di Mana Salah Bima?' yang dibacakan guru, murid dapat menganalisis informasi tentang tantangan dan masalah yang dihadapi tokoh Bima dalam menjalankan usahanya secara tepat.
  2. Melalui kegiatan menyimak cerita wirausaha cilik, murid dapat mengidentifikasi penyebab kegagalan awal usaha tokoh Bima berdasarkan informasi yang didengar dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mencoba berjualan sesuatu? Apa yang membuat dagangan kalian laris atau tidak laris?
  2. Bayangkan kamu berjualan es di lapangan yang ramai, tetapi tidak ada yang membeli. Kira-kira, apa yang salah?
  3. Menurut kalian, apa saja yang harus dipersiapkan seorang penjual agar dagangannya bisa laku?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta salah satu murid memimpin doa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Guru mengajukan pertanyaan apersepsi: 'Siapa di antara orang tua kalian yang punya warung atau usaha sendiri? Ceritakan satu hal menarik dari usaha tersebut!'
  • Beberapa murid berbagi jawaban singkat; guru merespons dengan hangat dan mengaitkan jawaban mereka ke topik wirausaha.
  • Guru menyampaikan asesmen awal: murid diminta menuliskan satu kata atau kalimat singkat di sticky note tentang apa yang mereka ketahui tentang 'wirausaha' (digunakan sebagai pemetaan awal).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Kita akan menyimak cerita tentang Bima yang mencoba berjualan es. Kita akan mencari tahu masalah apa yang dia hadapi dan mengapa usahanya belum berhasil.'
  • Guru membacakan pertanyaan pemantik satu per satu dan mempersilakan 2–3 murid merespons secara lisan untuk memancing rasa ingin tahu.
  • Guru meminta murid menyiapkan buku dan lembar catatan menyimak yang telah disiapkan sebelumnya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan 'Lembar Catatan Menyimak' berisi kolom: Nama Tokoh, Masalah yang Dihadapi, Penyebab Masalah, dan Bukti dari Cerita.
  • Sebelum membacakan cerita, guru meminta murid memejamkan mata sejenak dan membayangkan situasi lapangan yang ramai dan terik — membantu mereka membangun gambaran mental (berkesadaran).
  • Guru membacakan teks aural 'Di Mana Salah Bima?' dengan intonasi yang jelas, ekspresif, dan tempo yang sesuai agar mudah dipahami murid.
  • Selama membaca, guru sesekali berhenti pada bagian kunci (misalnya saat Bima menyadari posisi jualannya kurang strategis) dan bertanya: 'Apa yang kalian tangkap dari bagian ini?' — murid menjawab dalam hati atau menuliskan di lembar catatan.
  • Setelah pembacaan selesai, guru memberi waktu 3 menit untuk murid melengkapi catatan mereka secara mandiri berdasarkan apa yang sudah didengar.
  • Guru membacakan ulang bagian-bagian penting cerita (bagian peta lapangan dan jenis es yang dijual Bima) agar murid dapat melengkapi catatan dengan lebih akurat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) untuk mendiskusikan hasil catatan menyimak masing-masing.
  • Setiap kelompok mendapat 'Kartu Analisis Masalah' berisi dua pertanyaan: (1) Apa saja masalah yang dihadapi Bima? dan (2) Apa penyebab kegagalan awal usaha Bima berdasarkan cerita yang didengar?
  • Kelompok mendiskusikan dan menuliskan jawaban bersama pada kartu analisis; guru berkeliling memantau diskusi dan memberikan pertanyaan pancingan jika kelompok mengalami kesulitan, seperti: 'Coba ingat kembali, di mana posisi Bima berjualan? Mengapa itu menjadi masalah?'
  • Setelah diskusi kelompok selesai (±8 menit), setiap kelompok memilih satu juru bicara untuk menyampaikan hasil analisis mereka di depan kelas secara singkat.
  • Guru mencatat poin-poin penting dari presentasi tiap kelompok di papan tulis dalam bentuk tabel sederhana: Masalah | Penyebab — agar seluruh kelas dapat melihat perbandingan hasil analisis.
  • Guru memandu diskusi kelas untuk menyepakati jawaban yang paling tepat dan lengkap berdasarkan informasi yang ada dalam cerita.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk menghubungkan masalah Bima dengan kehidupan nyata: 'Apakah kalian pernah melihat pedagang yang seperti Bima — kurang strategis tempatnya atau jualannya sama dengan yang lain? Apa yang terjadi?'
  • Murid menulis refleksi singkat (3–5 kalimat) di buku masing-masing tentang: apa yang mereka pelajari dari masalah Bima dan apa satu saran yang ingin mereka berikan kepada Bima.
  • Beberapa murid (sukarela) membacakan refleksi mereka; guru merespons dengan mengapresiasi keberanian berbagi dan menguatkan pemahaman.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lanjutan: 'Dari cerita Bima hari ini, pelajaran apa yang paling berkesan buat kalian? Mengapa?'
  • Murid melakukan penilaian diri singkat menggunakan skala bintang (1–4) di lembar refleksi: seberapa baik mereka merasa sudah bisa menganalisis masalah tokoh dari cerita yang didengar.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin pembelajaran hari ini: masalah Bima (posisi berjualan, jenis es tidak berbeda) dan penyebabnya.
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal tertulis singkat di lembar kerja tentang masalah dan penyebab kegagalan awal usaha Bima (dikerjakan individual, ±5 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja dan lembar penilaian diri murid.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang memotivasi: 'Bima tidak menyerah — dia belajar dari kesalahannya. Kalian juga sudah belajar hari ini dengan luar biasa!'
  • Salah satu murid memimpin doa penutup, lalu guru mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan menyimak, guru menyediakan ringkasan cerita 'Di Mana Salah Bima?' dalam bentuk teks pendek bergambar (visual support) yang dapat dibaca ulang. Untuk murid yang sudah mahir, guru menyediakan versi cerita yang lebih panjang dengan tambahan detail tantangan Bima hari kedua berjualan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengisi Lembar Catatan Menyimak yang sudah dilengkapi petunjuk berupa kata kunci di setiap kolom. Murid yang lebih cepat memahami didorong untuk menganalisis lebih dari dua masalah dan mengurutkannya dari yang paling berdampak.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan menjawab 3 soal pilihan ganda tentang masalah Bima. Murid tingkat menengah menjawab soal isian singkat. Murid yang sudah mahir membuat diagram sebab-akibat (cause-and-effect chart) yang menggambarkan masalah dan dampaknya bagi usaha Bima.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menulis satu kata atau kalimat singkat di sticky note tentang apa yang mereka ketahui tentang wirausaha sebelum pembelajaran dimulai — guru menggunakannya untuk memetakan pengetahuan awal dan mengidentifikasi murid yang memerlukan penguatan konsep dasar.

Proses:

  • Guru mengobservasi kelengkapan dan ketepatan isian Lembar Catatan Menyimak secara berkala selama kegiatan inti.
  • Guru menggunakan pertanyaan pancingan saat berkeliling ke kelompok untuk mengecek pemahaman dan mendorong berpikir lebih dalam.
  • Guru mencatat hasil presentasi kelompok di papan tulis dan menggunakannya sebagai bahan umpan balik langsung kepada seluruh kelas.

Akhir:

  • Murid mengerjakan lembar kerja akhir berisi 3 soal tertulis individual tentang masalah dan penyebab kegagalan awal usaha Bima — dikerjakan selama ±5 menit di akhir pembelajaran.
  • Guru menilai lembar kerja menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: ketepatan mengidentifikasi masalah dan ketepatan menganalisis penyebab kegagalan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok menggunakan checklist keaktifan.
  • Lembar Catatan Menyimak yang diisi murid secara mandiri selama dan setelah pembacaan cerita.
  • Presentasi singkat juru bicara kelompok — guru menilai ketepatan analisis dan kemampuan mengomunikasikan hasil diskusi.
  • Penilaian diri menggunakan skala bintang (1–4) di lembar refleksi murid.

Sumatif:

  • Lembar kerja akhir berisi 3 soal tertulis: (1) Sebutkan dua masalah utama yang dihadapi Bima dalam cerita! (2) Apa penyebab dagangan Bima tidak laku pada hari pertama? (3) Informasi apa dalam cerita yang paling membantumu memahami masalah Bima? Jelaskan!

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis masalah yang dihadapi BimaMurid tidak dapat menyebutkan masalah yang dihadapi Bima meskipun sudah menyimak cerita.Murid dapat menyebutkan satu masalah Bima tetapi belum tepat atau masih sangat umum (contoh: 'Bima tidak berhasil berjualan').Murid dapat menyebutkan dua masalah Bima secara tepat berdasarkan informasi dalam cerita (posisi berjualan dan jenis es yang tidak berbeda).Murid dapat menyebutkan dua masalah Bima secara tepat dan menjelaskan dampak masing-masing masalah terhadap keberhasilan usaha Bima dengan kata-kata sendiri.
Mengidentifikasi penyebab kegagalan awal usaha BimaMurid tidak dapat mengidentifikasi penyebab kegagalan Bima berdasarkan cerita yang didengar.Murid dapat menyebutkan satu penyebab kegagalan tetapi belum didukung bukti dari cerita.Murid dapat mengidentifikasi penyebab kegagalan Bima secara tepat dan menyertakan satu bukti atau detail dari cerita sebagai pendukung.Murid dapat mengidentifikasi penyebab kegagalan Bima secara tepat, menyertakan dua atau lebih bukti dari cerita, dan menghubungkannya dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pembacaan teks aural yang saya lakukan sudah cukup jelas dan ekspresif sehingga murid dapat memahami cerita dengan baik?
  • Murid mana yang belum aktif dalam diskusi kelompok, dan apa yang perlu saya lakukan pada pertemuan berikutnya untuk mendukung mereka?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan berjalan sesuai rencana?
  • Seberapa efektif lembar catatan menyimak dalam membantu murid mengorganisasi informasi yang mereka dengar?

Refleksi Murid:

  • Apa dua masalah utama yang kamu temukan dari cerita Bima hari ini? Tuliskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Apakah ada bagian cerita yang sulit kamu pahami saat menyimak? Bagian mana itu, dan mengapa menurutmu itu sulit?
  • Kalau kamu adalah Bima, satu langkah apa yang pertama kali akan kamu lakukan untuk memperbaiki usahamu?
  • Seberapa baik kamu merasa sudah bisa menganalisis masalah dari cerita yang didengar? (Bintang 1 = belum bisa, Bintang 4 = sudah sangat bisa)

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Bab 4 'Belajar Berwirausaha', subbab B 'Di Mana Salah Bima?' halaman 77–79
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab IV
  3. Teks aural 'Di Mana Salah Bima?' yang dibacakan oleh guru
  4. Lembar Catatan Menyimak (disiapkan oleh guru, berisi kolom: Nama Tokoh, Masalah yang Dihadapi, Penyebab Masalah, Bukti dari Cerita)
  5. Kartu Analisis Masalah untuk diskusi kelompok (disiapkan oleh guru)
  6. Lembar Kerja Akhir berisi 3 soal tertulis (disiapkan oleh guru)
  7. Lembar Refleksi Murid dengan skala penilaian diri bintang 1–4
  8. Sticky note untuk asesmen awal
  9. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat hasil diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.