Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Membaca Teks Visual: Prosedur Kerja Pembuatan Produk Wirausaha Lala

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Membaca Teks Visual: Prosedur Kerja Pembuatan Produk Wirausaha Lala". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Membaca Teks Visual: Prosedur Kerja Pembuatan Produk Wirausaha Lala

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Membaca Teks Visual: Prosedur Kerja Pembuatan Produk Wirausaha Lala

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMembaca Teks Visual: Prosedur Kerja Pembuatan Produk Wirausaha Lala
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan teks visual berupa gambar prosedur kerja pembuatan stiker, murid dapat menganalisis informasi urutan langkah-langkah pembuatan produk wirausaha dengan benar.
  2. Melalui kegiatan menulis prosedur kerja pembuatan produk wirausaha berdasarkan teks visual, murid dapat menyusun kalimat prosedural secara runtut dan jelas menggunakan kosakata yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membuat sesuatu sendiri lalu menjualnya? Bagaimana caranya agar orang lain tahu cara membuatnya?
  2. Kalau kalian ingin mengajari teman membuat stiker, apa yang pertama kali kalian jelaskan?
  3. Mengapa urutan langkah-langkah dalam membuat sesuatu itu penting? Apa yang terjadi kalau urutannya salah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan suasana kelas siap belajar.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan dua gambar sederhana — satu gambar stiker jadi dan satu gambar alat-alat membuat stiker (spidol, kertas, selotip, gunting, plastik). Guru bertanya kepada beberapa murid: 'Kira-kira, bagaimana ya proses membuat stiker ini? Coba tebak langkah pertamanya apa.' Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian membuat sesuatu sendiri lalu menjualnya? Kalau kalian ingin mengajari teman membuat stiker, apa yang pertama kali kalian jelaskan?'
  • Guru mengaitkan jawaban murid dengan topik hari ini: membaca teks visual prosedur kerja pembuatan stiker milik Lala, tokoh wirausaha cilik dalam cerita yang sudah mereka kenal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan dan capai hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membagikan teks visual berupa rangkaian 5 gambar prosedur kerja pembuatan stiker Lala (sesuai buku siswa halaman 77: gambar menggambar serangga, menggunting, menempel di selotip, menggunting selotip dan menempel di plastik, stiker jadi).
  • Murid diminta mengamati seluruh gambar secara seksama selama 2 menit tanpa langsung menulis — hanya mengamati dan memikirkan urutannya (prinsip Berkesadaran: murid hadir penuh dan sadar terhadap teks yang diamati).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan bertahap untuk menggali pemahaman: 'Gambar mana yang menurutmu paling awal dilakukan Lala? Mengapa?' dan 'Ada berapa langkah yang bisa kalian temukan dari gambar-gambar ini?'
  • Murid secara mandiri menuliskan urutan gambar menggunakan angka (1–5) pada lembar pengamatan yang disediakan guru, lalu menuliskan satu kata kunci untuk setiap gambar (misalnya: gambar 1 = 'menggambar').
  • Guru membahas urutan bersama kelas dengan meminta 2–3 murid menyampaikan jawabannya. Guru mengkonfirmasi urutan yang benar berdasarkan teks narasi di buku siswa.
  • Guru menjelaskan secara singkat ciri kalimat prosedural: menggunakan kata kerja aktif (menggambar, menggunting, menempelkan), urutan logis, dan kalimat yang jelas dan singkat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap murid menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi 5 kotak gambar prosedur stiker Lala (tanpa teks keterangan) dan 5 baris kosong untuk diisi kalimat prosedural.
  • Murid bertugas menulis satu kalimat prosedural untuk setiap gambar secara mandiri — kalimat harus menggunakan kata kerja aktif, runtut, dan jelas. Contoh panduan yang ditempelkan di papan: 'Lala menggambar serangga dan mewarnainya dengan spidol.'
  • Guru berkeliling memantau proses penulisan, memberikan umpan balik singkat kepada murid yang mengalami kesulitan (misalnya mencontohkan struktur kalimat prosedural di buku catatannya) tanpa langsung memberikan jawaban.
  • Setelah selesai, murid menukar LKPD dengan teman sebangku dan saling membaca kalimat prosedural yang ditulis. Teman sebangku memberikan tanda centang bila kalimat sudah menggunakan kata kerja aktif dan tanda tanya bila belum jelas.
  • Beberapa murid (3–4 orang) diminta membacakan kalimat prosedural hasil tulisannya di depan kelas. Kelas menanggapi dengan mengacungkan jempol jika kalimat sudah runtut dan jelas, atau mengajukan pertanyaan jika ada yang kurang dipahami (prinsip Menggembirakan: suasana apresiasi dan eksplorasi bersama).
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif atas kalimat yang dibacakan: menegaskan kalimat yang sudah tepat dan menyarankan perbaikan untuk yang belum tepat, dengan melibatkan murid lain untuk ikut memperbaiki.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan kepada kelas: 'Bagian gambar mana yang paling sulit dijadikan kalimat tadi? Mengapa?'
  • Murid menuliskan jawaban singkat pada sticky note atau bagian bawah LKPD (2–3 kalimat): (1) Langkah pembuatan stiker mana yang menurut saya paling penting? Mengapa? (2) Apa satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang cara menulis prosedur? (prinsip Berkesadaran: murid mengelola dan memaknai proses belajarnya sendiri).
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi refleksinya secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan menghubungkan refleksi murid ke tujuan pembelajaran.
  • Guru mengajak murid berpikir lebih luas: 'Kalau kalian ingin membuat produk wirausaha sendiri, kira-kira prosedur apa yang perlu kalian tulis agar orang lain bisa mengikutinya?' — menghubungkan keterampilan menulis prosedur dengan kehidupan nyata (prinsip Bermakna).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: teks visual prosedur dibaca dengan memperhatikan urutan gambar, dan setiap gambar dapat diubah menjadi kalimat prosedural menggunakan kata kerja aktif yang jelas.
  • Asesmen Akhir (Sumatif): Guru meminta murid mengumpulkan LKPD yang telah diisi sebagai bukti hasil belajar. LKPD dinilai menggunakan rubrik yang telah disiapkan.
  • Guru memberikan tindak lanjut singkat: murid yang sudah sangat lancar diminta mencoba menulis prosedur produk wirausaha lain yang mereka bayangkan di rumah; murid yang masih kesulitan diberikan contoh tambahan satu kalimat prosedural untuk dipelajari.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas usaha seluruh murid dan mengingatkan bahwa kemampuan menulis prosedur yang jelas adalah keterampilan yang berguna dalam kehidupan nyata.
  • Berdoa bersama dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, gambar prosedur dilengkapi dengan kata kunci di bawah setiap gambar (misalnya: 'menggambar', 'menggunting') sebagai scaffolding. Untuk murid yang sudah cepat menguasai, gambar yang disediakan tidak disertai urutan nomor — mereka juga harus mengurutkan gambar terlebih dahulu sebelum menulis kalimat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja berpasangan dengan teman yang lebih mahir saat menulis kalimat prosedural. Murid yang cepat diminta menulis kalimat prosedural dalam paragraf utuh (bukan poin per gambar), sehingga hasilnya berbentuk teks prosedur pendek yang padu.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menulis 5 kalimat prosedural sederhana (satu per gambar). Murid yang sudah cakap dapat menulis teks prosedur utuh dengan penambahan kalimat pengantar ('Berikut adalah cara membuat stiker ala Lala.') dan kalimat penutup ('Stiker pun siap digunakan.').

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar stiker jadi dan alat-alat pembuatannya, lalu bertanya lisan: 'Kira-kira bagaimana cara membuat stiker ini? Langkah pertamanya apa?' — guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal tentang konsep prosedur dan urutan langkah.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan LKPD secara mandiri: guru memperhatikan apakah murid mampu mengidentifikasi urutan gambar dan menuliskan kalimat prosedural yang menggunakan kata kerja aktif.
  • Penilaian sejawat saat murid menukar LKPD: murid menandai kalimat yang sudah tepat dan yang masih perlu diperbaiki — hasilnya digunakan guru untuk umpan balik langsung.
  • Presentasi lisan 3–4 murid: guru menilai kemampuan mengomunikasikan kalimat prosedural secara lisan dan merespons pertanyaan teman.

Akhir:

  • Pengumpulan LKPD: dinilai menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek — ketepatan urutan langkah prosedur dan kejelasan kalimat prosedural dengan kosakata yang tepat.
  • Refleksi tertulis murid (sticky note/bagian LKPD): guru membaca hasil refleksi untuk memahami sejauh mana murid memaknai pembelajaran dan sebagai bahan perencanaan tindak lanjut.

Formatif:

  • Pengamatan guru saat murid menentukan urutan gambar prosedur secara mandiri — guru mencatat siapa yang langsung tepat dan siapa yang masih ragu.
  • Penilaian sejawat: murid menukar LKPD dan saling menandai kalimat yang sudah menggunakan kata kerja aktif dengan benar.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami untuk memantau pemahaman awal tentang urutan prosedur.

Sumatif:

  • Penilaian LKPD: kualitas 5 kalimat prosedural yang ditulis murid dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek — (1) ketepatan urutan langkah dan (2) kejelasan kalimat prosedural dengan kosakata yang tepat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Urutan Langkah Prosedur (TP 5.4.3.1)Murid tidak dapat menentukan urutan langkah pembuatan stiker dari gambar, atau urutannya salah semua (lebih dari 3 gambar tidak pada posisi yang tepat).Murid dapat menentukan urutan 2–3 gambar dengan benar, tetapi masih terdapat kekeliruan urutan pada gambar lainnya.Murid dapat menentukan urutan 4–5 gambar dengan benar dan dapat menjelaskan alasan urutannya secara umum.Murid dapat menentukan urutan seluruh 5 gambar dengan tepat dan dapat menjelaskan alasan setiap urutan langkah secara logis dan terperinci.
Kejelasan Kalimat Prosedural dan Ketepatan Kosakata (TP 5.4.3.2)Kalimat yang ditulis tidak menggunakan kata kerja aktif, tidak runtut, dan kosakata yang digunakan tidak sesuai konteks prosedur pembuatan stiker (misalnya hanya menulis kata benda atau kalimat tidak lengkap).Murid menulis 1–2 kalimat prosedural yang menggunakan kata kerja aktif dengan benar; kalimat lainnya masih kurang jelas atau tidak menggunakan kata kerja aktif.Murid menulis 3–4 kalimat prosedural yang menggunakan kata kerja aktif, runtut, dan kosakatanya sesuai; 1–2 kalimat masih perlu sedikit perbaikan.Murid menulis 5 kalimat prosedural yang seluruhnya menggunakan kata kerja aktif, runtut, jelas, dan menggunakan kosakata yang tepat sesuai konteks prosedur pembuatan stiker.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengidentifikasi urutan gambar prosedur dengan benar? Jika tidak, pada gambar/langkah mana mereka paling banyak mengalami kesulitan?
  • Apakah strategi scaffolding yang saya gunakan (kata kunci di bawah gambar untuk murid yang membutuhkan dukungan) cukup efektif? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh tahapan kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan waktunya pada pertemuan serupa berikutnya?
  • Seberapa efektif penilaian sejawat dalam mendorong murid mengenali kalimat prosedural yang tepat? Apakah perlu panduan lebih spesifik untuk kegiatan ini?

Refleksi Murid:

  • Langkah pembuatan stiker Lala mana yang menurut kamu paling sulit dijelaskan dalam kalimat? Mengapa?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara menulis prosedur?
  • Kalau kamu ingin membuat dan menjual produk sendiri seperti Lala, produk apa yang ingin kamu buat? Coba bayangkan satu langkah pertama pembuatannya!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — halaman 69 dan 77 (teks narasi prosedur pembuatan stiker Lala dan gambar prosedur kerja)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab IV
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi 5 kotak gambar prosedur pembuatan stiker dan baris kosong untuk penulisan kalimat prosedural (dibuat oleh guru)
  4. Gambar prosedur kerja pembuatan stiker Lala (ditayangkan melalui proyektor atau dicetak sebagai kartu gambar)
  5. Sticky note atau kertas kecil untuk penulisan refleksi murid
  6. Spidol dan papan tulis untuk menuliskan contoh kalimat prosedural selama diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.