Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Memahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMemahami Makna Konotasi dalam Teks Wirausaha Cilik
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menelaah teks 'Stiker Lala', murid dapat menemukan dan menjelaskan kalimat yang mengandung makna konotasi dalam teks bertema wirausaha cilik dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan menulis ulang kalimat berkonotasi dari teks wirausaha cilik, murid dapat menggunakan kosakata bermakna konotatif dalam kalimat sederhana mereka sendiri secara tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar seseorang berkata 'hatinya berbunga-bunga'? Menurutmu, apakah orang itu benar-benar punya bunga di hatinya?
  2. Mengapa kita sering menggunakan kata-kata yang artinya bukan makna sesungguhnya saat berbicara atau menulis?
  3. Jika kamu mau mempromosikan produk buatanmu sendiri, kata-kata seperti apa yang akan kamu pakai agar terdengar menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan suasana kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan dua kalimat di papan tulis — (1) 'Pohon di taman itu berbunga-bunga' dan (2) 'Pujian itu membuat hati Lala berbunga-bunga' — lalu menanyakan, 'Apa perbedaan makna kata berbunga-bunga pada dua kalimat ini?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal tentang konotasi dan denotasi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu untuk memancing rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menemukan kalimat bermakna konotasi dalam teks 'Stiker Lala' dan menulis kalimat baru menggunakan kata konotatif.
  • Guru memberikan gambaran singkat alur kegiatan: membaca teks, berdiskusi menemukan kata konotasi, lalu menulis kalimat sendiri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka teks 'Stiker Lala' di buku siswa. Guru membacakan teks secara nyaring dengan intonasi ekspresif sementara murid menyimak dengan seksama (Berkesadaran: membaca dengan penuh perhatian).
  • Guru menjelaskan konsep makna konotasi dan denotasi secara singkat menggunakan contoh konkret dari teks: kalimat 'Pujian itu membuat hati Lala berbunga-bunga' dibandingkan dengan 'Pohon itu berbunga-bunga'. Guru menekankan bahwa konotasi adalah makna kiasan yang melampaui arti harfiah kata.
  • Guru menampilkan Tabel 4.3 (Kata Konotasi) dari buku siswa dan membahas bersama baris pertama sebagai contoh: 'sang raja siang' bermakna 'matahari' (Bermakna: mengaitkan dengan pengalaman nyata murid tentang matahari siang hari).
  • Murid diminta membaca ulang teks secara mandiri selama 3 menit, lalu memberi tanda (garis bawah) pada kalimat atau kata yang mereka duga mengandung makna konotasi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan: 'Mengapa penulis memilih kata konotasi daripada kata bermakna langsung? Apa efeknya bagi pembaca?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Tabel 4.3 secara berpasangan: melengkapi kolom 'Kata Konotasi' dan 'Arti' untuk baris 2 hingga 4 berdasarkan teks 'Stiker Lala' (Menggembirakan: kerja berpasangan menciptakan suasana diskusi yang hidup).
  • Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan pancingan jika pasangan mengalami kesulitan, misalnya: 'Coba bayangkan situasinya — apa yang sebenarnya dilakukan tokoh saat dikatakan ia turun tangan?'
  • Setelah tabel selesai, dua–tiga pasang berbagi jawaban di depan kelas. Guru memberikan umpan balik langsung dan meluruskan jika ada pemahaman yang keliru (Asesmen Proses: observasi jawaban tabel dan diskusi kelas).
  • Kegiatan menulis (TP 5.4.2.2): Setiap murid memilih minimal 2 kata konotatif dari tabel yang sudah dilengkapi, lalu menulis 2 kalimat baru yang berbeda dari kalimat asli dalam teks — kalimat harus menggunakan kata konotatif tersebut dalam konteks cerita atau pengalaman mereka sendiri (Bermakna: menghubungkan kata konotasi dengan kehidupan nyata murid).
  • Contoh instruksi yang diberikan guru: 'Kamu boleh membuat kalimat tentang pengalamanmu sendiri, teman, atau situasi di sekitarmu. Yang penting, kata konotasinya dipakai dengan tepat.'
  • Murid menuliskan hasilnya di buku tulis masing-masing.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru meminta 3–4 murid secara sukarela membacakan kalimat baru yang mereka tulis. Kelas memberikan tanggapan: apakah kata konotatif sudah digunakan dengan tepat? (Menggembirakan: apresiasi dari teman sebaya menciptakan suasana positif).
  • Guru memandu refleksi singkat dengan pertanyaan: 'Kata konotasi mana yang paling menarik menurutmu? Mengapa?' dan 'Apakah menulis kalimat dengan kata konotasi lebih sulit atau lebih menyenangkan dari kalimat biasa?'
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi diri di buku tulis: 'Hari ini aku belajar bahwa... dan aku merasa...' (Berkesadaran: mendorong murid mengevaluasi proses belajarnya sendiri).
  • Guru mengumpulkan atau meminta murid menunjukkan hasil tabel dan kalimat buatan mereka sebagai bukti belajar (Asesmen Proses lanjutan).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: makna konotasi adalah makna kiasan yang berbeda dari arti harfiah, dan penggunaannya membuat tulisan lebih hidup dan menarik.
  • Asesmen Akhir (Sumatif): Guru memberikan kuis singkat tertulis — murid diminta (1) menentukan makna konotatif satu kalimat baru yang belum dibahas, dan (2) menulis satu kalimat menggunakan kata konotatif pilihan mereka sendiri. Dikerjakan mandiri selama 5 menit.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat menggunakan Tabel 4.3 yang sudah diisi sebagian (baris pertama sudah terisi sebagai contoh) dan daftar kata konotatif beserta artinya sebagai scaffolding saat menulis kalimat baru.
  • Proses: Murid yang lebih cepat menyelesaikan tugas didorong untuk menemukan kata konotasi tambahan di luar tabel yang disediakan, langsung dari teks 'Stiker Lala'. Murid yang mengalami kesulitan dapat bekerja lebih lama dalam pasangan sebelum melanjutkan ke tugas menulis mandiri.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat menulis 4 kalimat atau lebih menggunakan kata konotatif, dan boleh mengembangkannya menjadi sebuah paragraf pendek tentang pengalaman berwirausaha. Murid yang masih berkembang cukup menulis 2 kalimat sederhana dengan kata konotatif yang tepat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua kalimat menggunakan kata 'berbunga-bunga' (denotasi vs. konotasi) di papan tulis dan meminta murid menjelaskan perbedaan maknanya secara lisan. Respons murid digunakan untuk memetakan pemahaman awal tentang konsep konotasi sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi dan pengecekan Tabel 4.3 saat murid bekerja berpasangan menemukan kata konotasi dan maknanya.
  • Tanya jawab lisan saat murid berbagi jawaban tabel di depan kelas — guru mencatat ketepatan dan kedalaman pemahaman.
  • Pemantauan langsung hasil tulisan kalimat baru berkonotasi milik murid selama guru berkeliling kelas.
  • Lembar refleksi diri ('Hari ini aku belajar bahwa...') sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Akhir:

  • Kuis tertulis mandiri (5 menit): murid (1) menentukan makna konotatif dari satu kalimat baru yang belum dibahas di kelas, dan (2) menulis satu kalimat orisinal menggunakan kata konotatif pilihan sendiri. Hasil dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi makna konotasi dan denotasi.
  • Pengecekan kelengkapan dan ketepatan Tabel 4.3 yang diisi secara berpasangan.
  • Pemantauan kalimat baru berkonotasi yang ditulis murid selama kegiatan mengaplikasi.
  • Lembar refleksi diri murid di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Kuis tertulis mandiri di penutup: menentukan makna konotatif satu kalimat baru dan menulis satu kalimat menggunakan kata konotatif pilihan sendiri.
  • Penilaian produk: hasil penulisan kalimat berkonotasi dari kata-kata yang ditemukan dalam teks 'Stiker Lala'.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan dan Menjelaskan Makna Konotasi (TP 5.4.2.1)Murid belum dapat membedakan makna konotasi dari makna denotasi; tidak dapat menemukan kata konotatif dalam teks.Murid dapat menemukan 1 kata konotatif dalam teks tetapi penjelasan maknanya masih kurang tepat atau membutuhkan banyak bantuan guru.Murid dapat menemukan 2–3 kata konotatif dalam teks dan menjelaskan maknanya dengan cukup tepat secara mandiri.Murid dapat menemukan lebih dari 3 kata konotatif dalam teks dan menjelaskan maknanya secara tepat dan rinci, disertai alasan mengapa kata tersebut bersifat konotatif.
Menulis Kalimat Menggunakan Kata Konotatif (TP 5.4.2.2)Murid belum dapat menulis kalimat menggunakan kata konotatif, atau kalimat yang ditulis tidak menunjukkan pemahaman makna konotatif sama sekali.Murid menulis kalimat dengan kata konotatif tetapi penggunaannya belum tepat atau kalimat masih menyalin langsung dari teks.Murid menulis 2 kalimat orisinal menggunakan kata konotatif dengan penggunaan yang tepat dan konteks yang logis.Murid menulis 2 kalimat atau lebih yang orisinal, menggunakan kata konotatif dengan tepat dalam konteks yang kreatif dan berbeda dari contoh yang ada di teks.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menemukan minimal 2 kata konotatif dalam teks secara mandiri? Jika tidak, bagian mana yang perlu dijelaskan ulang?
  • Apakah strategi kerja berpasangan efektif membantu pemahaman murid tentang makna konotasi?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh kegiatan, termasuk menulis kalimat dan kuis akhir?
  • Murid mana yang perlu mendapat pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Kata konotasi mana yang paling kamu ingat hari ini? Mengapa kata itu menarik bagimu?
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan makna konotasi dan makna denotasi? Bagian mana yang masih membingungkan?
  • Saat menulis kalimat barumu sendiri, apakah kamu merasa mudah atau sulit? Apa yang membuatnya mudah atau sulit?
  • Di luar pelajaran ini, di mana kamu pernah mendengar atau membaca kata-kata bermakna konotasi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 5 SD/MI: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) — Teks 'Stiker Lala', Bab 4 Belajar Berwirausaha, halaman 73–75.
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas 5 SD/MI: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab IV, halaman 101–106.
  3. Papan tulis / whiteboard untuk menampilkan dua kalimat pembanding (diagnostik awal) dan tabel kata konotasi.
  4. Buku tulis murid untuk mencatat, mengisi tabel, dan menulis kalimat baru.
  5. Lembar kerja/tabel kosong Tabel 4.3 (dapat difotokopi atau disalin di buku tulis) sebagai scaffolding bagi murid yang memerlukan dukungan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.