Modul AjarPertemuan 12Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Berwirausaha

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Berwirausaha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Berwirausaha

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Berwirausaha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: Belajar Berwirausaha
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen sumatif membaca, murid dapat menganalisis informasi dan nilai-nilai kewirausahaan dalam teks nonsastra bertema wirausaha cilik yang belum pernah dibaca sebelumnya secara mandiri.
  2. Melalui asesmen sumatif menulis, murid dapat menyusun teks sederhana berisi rancangan atau refleksi kegiatan wirausaha menggunakan kalimat kompleks, kosakata denotatif dan konotatif, serta kaidah kebahasaan yang tepat.
  3. Melalui asesmen sumatif berbicara, murid dapat memaparkan secara singkat ide atau hasil kegiatan wirausaha sederhana dengan efektif, percaya diri, dan santun di hadapan guru.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu punya ide wirausaha yang keren, bagaimana cara kamu meyakinkan orang lain bahwa ide itu layak dicoba?
  2. Apa yang membuat seorang wirausaha cilik bisa berhasil — apakah cukup hanya punya ide bagus, atau ada hal lain yang dibutuhkan?
  3. Jika kamu membaca kisah seorang wirausaha muda, nilai-nilai apa yang paling ingin kamu tiru dari tokoh itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan memimpin doa bersama sebelum memulai kegiatan asesmen.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas tenang dan kondusif untuk pelaksanaan asesmen.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif Bab 4 dan menjelaskan tiga bagian asesmen: membaca, menulis, dan berbicara.
  • Guru melakukan asesmen awal singkat: mengajukan 2 pertanyaan lisan kepada murid tentang materi Bab 4 yang telah dipelajari (misalnya: 'Siapa yang masih ingat apa itu wirausaha?' dan 'Apa satu nilai yang dibutuhkan wirausahawan?') untuk mengaktifkan skema pengetahuan sebelum asesmen dimulai.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan asesmen hari ini dan tata tertib pelaksanaan: membaca dan menulis dilakukan mandiri, berbicara dilakukan bergiliran ke hadapan guru.
  • Guru membagikan lembar soal asesmen membaca dan lembar jawab menulis kepada masing-masing murid.
  • Murid diberi waktu 1–2 menit untuk membaca petunjuk soal secara keseluruhan dan mengajukan pertanyaan bila ada yang kurang jelas.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca secara mandiri teks nonsastra baru bertema wirausaha cilik yang disediakan guru (teks belum pernah dibaca sebelumnya, sekitar 200–300 kata).
  • Setelah membaca, murid menjawab pertanyaan pemahaman tertulis: (a) mengidentifikasi informasi pokok dalam teks, (b) menyebutkan minimal dua nilai kewirausahaan yang ditemukan dalam teks, dan (c) menjelaskan alasan atau bukti dari teks yang mendukung jawaban mereka.
  • Guru memantau proses membaca dan menjawab soal; murid bekerja secara mandiri tanpa bantuan teman.
  • Guru mencatat murid yang tampak mengalami kesulitan membaca teks untuk keperluan tindak lanjut.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah menyelesaikan bagian membaca, murid beralih ke asesmen menulis: menyusun teks sederhana (minimal 2 paragraf) berisi rancangan atau refleksi kegiatan wirausaha pilihan mereka sendiri.
  • Murid diarahkan untuk menggunakan kalimat kompleks (kalimat yang mengandung dua klausa atau lebih), memilih kosakata yang tepat (minimal satu kosakata denotatif dan satu konotatif yang relevan), serta memperhatikan ejaan, tanda baca, dan struktur kalimat.
  • Guru mengingatkan murid untuk menulis dengan ide mereka sendiri dan tidak mencontek pekerjaan teman.
  • Sementara murid menulis, guru mulai memanggil murid satu per satu (dimulai dari yang telah selesai menulis atau sesuai urutan absen) ke sudut khusus di kelas untuk asesmen berbicara.
  • Pada asesmen berbicara, setiap murid memaparkan secara singkat (1–2 menit) ide atau hasil wirausaha sederhana mereka kepada guru. Guru mendengarkan dan menilai keefektifan penyampaian, kepercayaan diri, dan kesantunan berbahasa.
  • Murid yang belum dipanggil melanjutkan asesmen menulis. Guru memastikan tidak ada murid yang menganggur atau terganggu.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua murid menyelesaikan asesmen membaca, menulis, dan berbicara, guru mengajak kelas berhenti sejenak untuk refleksi bersama selama 5 menit.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling menantang bagimu? Mengapa?' dan 'Apa yang ingin kamu tingkatkan setelah melihat kemampuanmu hari ini?'
  • Beberapa murid berbagi jawaban secara sukarela. Guru merespons dengan apresiasi dan dorongan tanpa menghakimi hasil asesmen.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa berupa 3 pertanyaan tertulis di balik lembar jawab): (a) Hal yang sudah aku kuasai hari ini, (b) Hal yang masih perlu aku pelajari lagi, (c) Perasaanku setelah menyelesaikan asesmen ini.
  • Guru menekankan bahwa asesmen ini adalah cara untuk mengetahui kemajuan belajar, bukan sekadar mencari nilai — setiap murid punya potensi yang bisa terus berkembang.

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawab asesmen membaca dan menulis dari murid.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas usaha dan kesungguhan murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif hari ini.
  • Guru memberikan gambaran singkat tentang tindak lanjut: kapan hasil asesmen akan dikembalikan dan bagaimana guru akan memberikan umpan balik.
  • Guru menginformasikan bahwa pembelajaran Bab 4 telah selesai dan memberi sedikit pratinjau materi Bab 5 untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Ketua kelas memimpin doa penutup dan murid merapikan meja sebelum mengakhiri kegiatan.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan: guru dapat menyediakan teks bacaan dengan kosakata yang lebih familiar atau dilengkapi glosarium kecil di pinggir halaman. Untuk murid yang sudah sangat mahir: teks bacaan bisa lebih panjang atau mengandung ide yang lebih kompleks sebagai tantangan tambahan.
  • Proses: Untuk murid yang memerlukan dukungan: guru memberikan panduan berupa kerangka tulisan sederhana (misalnya: nama kegiatan wirausaha, produk/jasa, cara membuat/melakukan, target pembeli) agar tidak kebingungan memulai. Untuk asesmen berbicara, murid yang pemalu diberi opsi memaparkan kepada guru secara privat bukan di depan kelas. Untuk murid cepat: setelah menyelesaikan semua bagian asesmen, mereka dapat menuliskan refleksi lebih mendalam tentang nilai wirausaha yang ingin mereka terapkan dalam kehidupan nyata.
  • Produk: Teks yang dihasilkan dalam asesmen menulis dapat bervariasi: murid boleh memilih menulis rancangan wirausaha baru atau menulis refleksi tentang wirausaha yang sudah pernah mereka coba/bayangkan, sehingga relevan dengan pengalaman masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat di awal pendahuluan: 'Apa yang kamu ingat tentang wirausaha dari pembelajaran Bab 4 ini?' dan 'Nilai apa yang paling kamu ingat dari kisah wirausaha cilik yang sudah kita pelajari?' — jawaban lisan murid digunakan guru untuk memastikan skema pengetahuan murid sudah aktif sebelum asesmen dimulai, bukan untuk dinilai secara formal.

Proses:

  • Observasi mandiri: guru berkeliling memantau murid saat mengerjakan soal membaca dan menulis, mencatat siapa yang tampak kesulitan atau memerlukan dukungan lanjutan.
  • Pencatatan anekdotal selama asesmen berbicara: guru mencatat kualitas paparan setiap murid (kejelasan ide, kepercayaan diri, kesantunan) sebagai data formatif yang melengkapi penilaian sumatif.
  • Guru memberikan sinyal nonverbal (anggukan, senyum, atau gestur semangat) kepada murid yang tampak ragu-ragu saat berbicara untuk menjaga kepercayaan diri tanpa mengganggu penilaian.

Akhir:

  • Penilaian jawaban tertulis asesmen membaca menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: ketepatan identifikasi informasi pokok dan analisis nilai kewirausahaan.
  • Penilaian teks asesmen menulis menggunakan rubrik 4 level pada aspek: penggunaan kalimat kompleks, ketepatan kosakata denotatif dan konotatif, serta kaidah kebahasaan (ejaan, tanda baca, struktur).
  • Penilaian asesmen berbicara menggunakan rubrik 4 level pada aspek: keefektifan penyampaian ide, kepercayaan diri, dan kesantunan berbahasa.
  • Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai dokumen portofolio yang menunjukkan kesadaran murid terhadap perkembangan belajarnya sendiri.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid membaca teks dan menjawab soal: guru mencatat tingkat fokus, kemandirian, dan strategi membaca yang digunakan.
  • Pertanyaan lisan di pendahuluan (asesmen awal) untuk mengukur kesiapan belajar sebelum asesmen sumatif dimulai.
  • Lembar refleksi diri murid di akhir kegiatan inti sebagai umpan balik proses belajar.
  • Catatan anekdotal guru selama asesmen berbicara berlangsung: mencatat kesan umum dan poin yang perlu ditindaklanjuti.

Sumatif:

  • Asesmen membaca: murid menjawab pertanyaan tertulis tentang teks nonsastra wirausaha cilik yang belum pernah dibaca — mengukur kemampuan menganalisis informasi dan nilai-nilai kewirausahaan.
  • Asesmen menulis: murid menyusun teks sederhana rancangan/refleksi wirausaha — mengukur kemampuan menulis kalimat kompleks, penggunaan kosakata denotatif dan konotatif, serta kaidah kebahasaan.
  • Asesmen berbicara: murid memaparkan ide wirausaha kepada guru secara lisan — mengukur keefektifan penyampaian, kepercayaan diri, dan kesantunan berbahasa.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca: Menganalisis Informasi dalam Teks NonsastraMurid belum dapat mengidentifikasi informasi pokok atau nilai kewirausahaan dalam teks; jawaban tidak relevan atau kosong.Murid dapat mengidentifikasi sebagian informasi pokok, namun belum mampu menjelaskan nilai kewirausahaan secara tepat; bukti dari teks tidak disertakan atau tidak sesuai.Murid dapat mengidentifikasi informasi pokok dengan tepat dan menyebutkan minimal satu nilai kewirausahaan yang ditemukan dalam teks disertai bukti yang cukup.Murid dapat menganalisis informasi pokok secara lengkap, mengidentifikasi minimal dua nilai kewirausahaan dengan penjelasan yang kuat dan didukung bukti konkret dari teks.
Menulis: Teks Rancangan/Refleksi WirausahaTeks yang ditulis tidak menggunakan kalimat kompleks, kosakata yang dipilih tidak tepat atau tidak ada upaya menggunakan kosakata denotatif/konotatif, dan banyak kesalahan kaidah kebahasaan.Teks menggunakan sedikit kalimat kompleks atau kalimat masih sederhana; ada upaya menggunakan kosakata denotatif atau konotatif meskipun belum tepat; kaidah kebahasaan masih banyak yang perlu diperbaiki.Teks menggunakan kalimat kompleks dengan benar di sebagian besar paragraf; kosakata denotatif dan konotatif digunakan dengan cukup tepat; kaidah kebahasaan sebagian besar sudah benar.Teks menggunakan kalimat kompleks secara konsisten dan variatif; kosakata denotatif dan konotatif dipilih dengan tepat dan memperkaya makna teks; kaidah kebahasaan (ejaan, tanda baca, struktur kalimat) sangat tepat dan rapi.
Berbicara: Memaparkan Ide WirausahaPaparan sangat singkat dan tidak jelas; murid tampak sangat tidak percaya diri (tidak berani berbicara atau berhenti di tengah jalan); bahasa yang digunakan kurang santun atau tidak relevan.Murid memaparkan ide wirausaha meskipun kurang runtut dan tidak lengkap; kepercayaan diri masih rendah (banyak jeda panjang, suara pelan); bahasa cukup santun namun masih perlu ditingkatkan.Murid memaparkan ide wirausaha dengan cukup jelas dan runtut; percaya diri cukup baik (kontak mata ada, suara cukup jelas); bahasa santun dan sesuai konteks.Murid memaparkan ide wirausaha dengan sangat jelas, runtut, dan meyakinkan; percaya diri tinggi (kontak mata baik, intonasi tepat, ekspresi natural); bahasa santun, efektif, dan komunikatif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk tiga jenis asesmen (membaca, menulis, berbicara)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah teks bacaan yang dipilih sudah tepat tingkat kesulitannya untuk murid kelas 5 Fase C?
  • Murid mana yang masih memerlukan dukungan khusus dalam keterampilan membaca, menulis, atau berbicara berdasarkan hasil asesmen hari ini?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah membantu murid yang memerlukan dukungan untuk tetap dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya?
  • Apa tindak lanjut yang akan saya lakukan berdasarkan data asesmen ini, baik untuk murid yang sudah sangat berkembang maupun yang masih perlu dukungan?

Refleksi Murid:

  • Bagian asesmen mana (membaca, menulis, atau berbicara) yang paling mudah bagimu? Mengapa?
  • Bagian mana yang paling menantang dan apa yang ingin kamu perbaiki setelah asesmen ini?
  • Nilai kewirausahaan apa yang paling berkesan bagimu dari Bab 4 ini dan mengapa nilai itu penting?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemdikbud 2024 (ISBN 978-623-388-134-0)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemdikbud 2024
  3. Teks nonsastra baru bertema wirausaha cilik yang disiapkan guru (teks otentik atau diadaptasi, belum pernah digunakan di kelas sebelumnya)
  4. Lembar soal asesmen membaca yang dicetak/difotokopi oleh guru
  5. Lembar jawab/kertas tulis untuk asesmen menulis
  6. Buku pengayaan 'Karena Anggrek Ibu' karya Debby Lukito (https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/karena-anggrek-ibu) — sebagai referensi konteks bagi guru
  7. Alat tulis: pensil/pulpen, penggaris
  8. Papan tulis/whiteboard untuk menuliskan alur kegiatan asesmen di awal pertemuan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.