Modul AjarPertemuan 11Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Simulasi Pasar Kecil: Mempraktikkan dan Merefleksikan Kegiatan Wirausaha

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Simulasi Pasar Kecil: Mempraktikkan dan Merefleksikan Kegiatan Wirausaha". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Simulasi Pasar Kecil: Mempraktikkan dan Merefleksikan Kegiatan Wirausaha

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Simulasi Pasar Kecil: Mempraktikkan dan Merefleksikan Kegiatan Wirausaha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikSimulasi Pasar Kecil: Mempraktikkan dan Merefleksikan Kegiatan Wirausaha
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan simulasi pasar kecil di kelas, murid dapat mempresentasikan dan menawarkan produk atau jasa wirausaha mereka kepada pembeli (teman sekelas) secara percaya diri dan santun.
  2. Melalui kegiatan refleksi setelah simulasi pasar kecil, murid dapat menuliskan pengalaman berwirausaha mereka secara singkat dengan menggunakan kosakata bermakna denotatif dan konotatif secara tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu menjual sesuatu kepada teman, kalimat apa yang akan kamu ucapkan agar mereka tertarik membeli?
  2. Menurutmu, apa bedanya menawarkan barang dengan cara biasa dan dengan cara yang meyakinkan?
  3. Setelah mencoba berwirausaha, pengalaman apa yang paling berkesan dan bagaimana kamu bisa menceritakannya dengan kata-kata yang menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru melakukan absensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan — 'Siapa yang pernah menjual sesuatu, entah di rumah atau di sekolah? Bagaimana pengalamannya?' — untuk mengetahui pengalaman awal murid terkait wirausaha.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Jika kamu menjual sesuatu kepada teman, kalimat apa yang akan kamu ucapkan agar mereka tertarik membeli?' dan meminta 2–3 murid berbagi jawaban.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mensimulasikan pasar kecil (menawarkan produk/jasa) dan menuliskan refleksi pengalaman wirausaha.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: sesi persiapan lapak, simulasi pasar, lalu menulis refleksi.
  • Guru memastikan setiap kelompok sudah memiliki produk atau jasa yang disiapkan dari pertemuan sebelumnya, serta meja/area lapak sudah tertata.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menuliskan di papan tulis dua contoh kalimat penawaran: satu kalimat biasa (denotatif) — 'Kami menjual pembatas buku seharga lima ratus rupiah.' — dan satu kalimat yang lebih menarik dan menggunakan ungkapan konotatif — 'Pembatas buku kami adalah jendela kecil menuju cerita-cerita ajaib, hanya lima ratus rupiah!' Guru mengajak murid membandingkan kedua kalimat tersebut.
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan: kata atau frasa mana yang terasa lebih hidup dan mengapa. Guru memandu diskusi singkat (±5 menit) dan menuliskan temuan kelas di papan.
  • Guru memberikan mini-panduan lisan tentang etika menawarkan produk: sapa pembeli dengan ramah, jelaskan produk/jasa dengan jelas, gunakan kalimat santun, dan tetap percaya diri meski pembeli tidak jadi membeli.
  • Murid bersama kelompok masing-masing menyiapkan 2–3 kalimat penawaran untuk produk/jasa mereka, memastikan setidaknya satu kata/frasa bermakna konotatif digunakan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Kelas ditata menjadi suasana 'pasar kecil': setiap kelompok berdiri di belakang meja/lapak yang sudah disiapkan dengan pajangan produk atau keterangan jasa mereka.
  • Simulasi pasar dimulai: separuh kelas (kelompok ganjil) berperan sebagai penjual sementara separuh lainnya (kelompok genap) berperan sebagai pembeli dan berkeliling lapak. Guru menyetel musik instrumental ringan sebagai latar suasana pasar (opsional, jika ada perangkat).
  • Setiap penjual mempresentasikan dan menawarkan produk/jasanya kepada pembeli yang datang ke lapak mereka. Penjual wajib menggunakan minimal satu kalimat konotatif dan menyapa pembeli dengan santun.
  • Setelah ±10 menit, peran digilir: kelompok genap menjadi penjual dan kelompok ganjil menjadi pembeli, sehingga semua murid mendapat pengalaman sebagai penjual.
  • Selama simulasi berlangsung, guru berkeliling mengamati, memberikan umpan balik singkat ('Coba ucapkan dengan suara lebih lantang', 'Kalimatmu sudah bagus, tambahkan senyum!'), dan mencatat observasi untuk asesmen proses.
  • Di akhir simulasi, guru mengajak seluruh murid bertepuk tangan untuk merayakan keberanian semua peserta.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagian mana yang paling menantang saat menawarkan produk tadi? Bagian mana yang paling menyenangkan?'
  • Guru membagikan Lembar Refleksi kepada setiap murid. Lembar berisi panduan menulis dengan struktur: (1) Apa yang aku jual/tawarkan hari ini?, (2) Bagaimana rasanya saat menawarkan kepada teman?, (3) Apa tantangan yang aku hadapi?, (4) Apa yang ingin aku perbaiki jika melakukannya lagi?, dan (5) Tuliskan satu kalimat yang menggambarkan pengalaman hari ini dengan menggunakan kata bermakna konotatif.
  • Murid menulis refleksi secara mandiri selama ±10 menit. Guru mengingatkan agar mereka menggunakan kosakata yang tepat dan ekspresif, termasuk kata/frasa konotatif.
  • Beberapa murid (2–3 sukarelawan) membacakan kalimat konotatif yang mereka tulis. Kelas memberikan apresiasi berupa tepuk tangan.
  • Guru memberikan penguatan: menunjukkan contoh kalimat konotatif yang bagus dari tulisan murid dan menjelaskan mengapa kalimat tersebut efektif dan menarik.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: apa itu menawarkan produk secara santun dan percaya diri, dan apa perbedaan kalimat denotatif dengan konotatif.
  • Asesmen akhir: Murid mengumpulkan Lembar Refleksi yang telah diisi sebagai bukti hasil belajar tertulis.
  • Guru memberikan umpan balik umum atas penampilan dan tulisan murid, menyebutkan hal-hal positif yang diamati selama simulasi.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang memotivasi: 'Hari ini kalian sudah berani berwirausaha. Keberanian itu adalah modal terpenting untuk meraih cita-cita.'
  • Murid berdoa bersama dan guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan membedakan kata denotatif dan konotatif mendapat kartu kosakata bergambar berisi contoh pasangan kata (misal: 'harum' — denotatif: wangi secara harfiah; konotatif: nama yang baik). Murid yang sudah mahir diberi tantangan menggunakan lebih dari satu kata konotatif dalam kalimat penawaran mereka.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berlatih menawarkan produk terlebih dahulu di dalam kelompok kecil sebelum tampil di depan 'pembeli' dari kelompok lain. Murid yang cepat dapat diminta menjadi 'pembeli kritis' yang memberikan umpan balik lisan singkat kepada penjual.
  • Produk: Lembar refleksi untuk murid yang membutuhkan dukungan disederhanakan dengan kalimat panduan yang lebih terstruktur dan kolom isian yang lebih pendek. Murid yang sudah mahir didorong menulis refleksi dalam bentuk paragraf utuh minimal 4 kalimat tanpa panduan terstruktur.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah menjual sesuatu? Bagaimana pengalamannya?' untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal murid tentang wirausaha.
  • Tanya jawab singkat tentang kalimat penawaran: guru meminta murid menyebutkan satu kalimat yang biasa mereka dengar saat orang menjual sesuatu, untuk mengetahui kesiapan berbahasa mereka.

Proses:

  • Lembar observasi guru saat simulasi pasar berlangsung: mencatat apakah murid (1) menyapa pembeli dengan santun, (2) menjelaskan produk/jasa dengan cukup jelas, (3) menggunakan minimal satu kata/kalimat konotatif, dan (4) menunjukkan kepercayaan diri.
  • Umpan balik lisan langsung dan segera kepada murid yang masih ragu-ragu atau menggunakan bahasa yang kurang tepat.
  • Pengamatan saat murid membacakan kalimat konotatif dari tulisan refleksi untuk memantau kemampuan mereka mengidentifikasi dan menggunakan kosakata bermakna.

Akhir:

  • Penilaian Lembar Refleksi tertulis menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) dengan dua aspek utama: (1) kemampuan mempresentasikan dan menawarkan produk secara percaya diri dan santun, dan (2) kemampuan menulis refleksi menggunakan kosakata denotatif dan konotatif secara tepat.

Formatif:

  • Observasi guru selama simulasi pasar kecil: memantau kepercayaan diri, kesantunan bahasa, dan penggunaan kalimat penawaran yang tepat menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Umpan balik lisan langsung kepada murid selama simulasi berlangsung.
  • Diskusi kelas singkat saat tahap Memahami untuk mengetahui pemahaman murid tentang perbedaan denotatif dan konotatif.

Sumatif:

  • Pengumpulan Lembar Refleksi tertulis yang dinilai berdasarkan rubrik: kelengkapan isi, penggunaan kosakata denotatif dan konotatif yang tepat, serta kejelasan ekspresi pengalaman.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempresentasikan dan Menawarkan Produk/Jasa (Berbicara dan Mempresentasikan — TP 5.4.11.1)Murid tidak menyapa pembeli, tidak mampu menjelaskan produk/jasa, dan terlihat sangat tidak percaya diri (diam atau menolak tampil).Murid menyapa pembeli dengan bantuan teman atau guru, mampu menyebutkan nama produk/jasa secara singkat namun belum jelas, dan kepercayaan diri masih sangat rendah.Murid menyapa pembeli dengan santun secara mandiri, mampu menjelaskan produk/jasa dengan kalimat yang cukup jelas, dan menunjukkan kepercayaan diri meski masih sesekali ragu.Murid menyapa pembeli dengan santun, mempresentasikan produk/jasa dengan kalimat yang jelas dan menarik (termasuk kalimat konotatif), percaya diri penuh, serta mampu merespons pertanyaan atau reaksi pembeli dengan baik.
Menulis Refleksi Pengalaman Wirausaha dengan Kosakata Denotatif dan Konotatif (Menulis — TP 5.4.11.2)Murid tidak menulis atau hanya menulis satu kalimat tidak utuh. Tidak ada penggunaan kosakata konotatif dan tulisan tidak mencerminkan pengalaman wirausaha.Murid menulis 2–3 kalimat singkat yang mencerminkan pengalaman, namun semua kalimat bersifat denotatif. Belum ada upaya menggunakan kata/frasa konotatif, atau penggunaannya tidak tepat.Murid menulis refleksi dengan 3–4 kalimat yang mencerminkan pengalaman berwirausaha secara cukup jelas. Terdapat setidaknya satu penggunaan kata/frasa bermakna konotatif yang tepat.Murid menulis refleksi yang lengkap (mencakup perasaan, tantangan, dan harapan ke depan) dengan kalimat yang ekspresif. Menggunakan lebih dari satu kosakata konotatif secara tepat dan bermakna, sehingga tulisan terasa hidup dan menarik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk tampil sebagai penjual dalam simulasi pasar? Jika tidak, apa yang perlu diatur ulang?
  • Sejauh mana murid memahami dan mampu menggunakan perbedaan kosakata denotatif dan konotatif dalam konteks nyata hari ini?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini, dan mana yang perlu disempurnakan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Apa yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat menawarkan produk atau jasa kepada teman hari ini?
  • Apa bagian yang paling sulit saat simulasi pasar, dan bagaimana kamu mengatasinya?
  • Satu kata konotatif apa yang kamu tulis hari ini, dan mengapa kamu memilih kata itu?
  • Jika kamu bisa mengulang kegiatan ini, apa yang ingin kamu lakukan berbeda?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia — Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemendikbudristek 2024 — Bab 4 Subbab C: Pasar Kecil.
  2. Panduan Guru: Bahasa Indonesia — Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024.
  3. Lembar Refleksi tertulis buatan guru (disiapkan sebelum pembelajaran).
  4. Lembar observasi penilaian proses untuk guru.
  5. Kartu kosakata bergambar (denotatif dan konotatif) sebagai alat bantu diferensiasi.
  6. Produk/jasa wirausaha yang telah disiapkan murid dari pertemuan sebelumnya.
  7. Meja atau area lapak untuk simulasi pasar kecil.
  8. Papan tulis atau kertas karton untuk menampilkan contoh kalimat penawaran.
  9. Musik instrumental ringan (opsional, diputar via perangkat audio saat simulasi berlangsung).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.