Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Mengenal Wirausaha Cilik: Membaca dan Memirsa Teks 'Stiker Lala'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Mengenal Wirausaha Cilik: Membaca dan Memirsa Teks 'Stiker Lala'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Mengenal Wirausaha Cilik: Membaca dan Memirsa Teks 'Stiker Lala'

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengenal Wirausaha Cilik: Membaca dan Memirsa Teks 'Stiker Lala'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengenal Wirausaha Cilik: Membaca dan Memirsa Teks 'Stiker Lala'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca teks 'Stiker Lala', murid dapat membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf secara fasih dan mengidentifikasi informasi tentang proses munculnya ide wirausaha yang dilakukan tokoh Lala.
  2. Melalui kegiatan membaca teks 'Stiker Lala', murid dapat menganalisis nilai-nilai kewirausahaan (kreativitas dan kegigihan) yang terkandung dalam teks nonsastra bertema wirausaha cilik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu punya ide yang kemudian kamu wujudkan menjadi sesuatu yang berguna? Ide itu datang dari mana?
  2. Menurutmu, apa yang dibutuhkan seseorang agar bisa memulai usaha kecil-kecilan sendiri?
  3. Jika kamu ingin membuat dan menjual sesuatu kepada teman-temanmu, kira-kira apa yang akan kamu buat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan apersepsi: menanyakan kepada murid apakah ada orang tua atau anggota keluarga mereka yang berwirausaha (memiliki warung, toko, usaha makanan, atau lainnya), lalu meminta 2–3 murid berbagi cerita singkat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan rasa ingin tahu: 'Pernahkah kamu punya ide yang kamu wujudkan sendiri menjadi sesuatu yang berguna?'
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan satu kata atau satu kalimat di kertas kecil/sticky note — 'Menurutmu, apa itu wirausaha?' — untuk memetakan pemahaman awal mereka. Guru mengumpulkan dan mencermati respons secara cepat.
  • Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran, dan gambaran kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu arah belajar mereka.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka teks 'Stiker Lala' di buku siswa. Sebelum membaca, murid diminta mengamati judul dan ilustrasi selama 1 menit, kemudian menebak isi cerita secara lisan (prediksi singkat).
  • Guru membacakan teks 'Stiker Lala' dengan intonasi yang jelas dan ekspresif sebagai model membaca nyaring. Murid menyimak sambil menandai kata-kata yang terasa sulit atau belum dipahami.
  • Murid membaca ulang teks secara bergantian per paragraf (membaca berantai). Guru memperhatikan kelancaran pengucapan kata-kata dengan pola kombinasi huruf tertentu (mis. 'bereksperimen', 'kreasi', 'bening', 'selotip') dan memberikan koreksi bacaan seperlunya.
  • Setelah membaca, guru membahas kata-kata sulit bersama kelas. Murid yang menemukan kata unik/baru diminta membacanya keras dan mencoba menebak maknanya dari konteks kalimat sebelum guru mengonfirmasi. Fokus pada idiom: 'hati berbunga-bunga', 'buah tangan', 'panjang akal', 'buah bibir'.
  • Murid mengerjakan Aktivitas 1 (Memasangkan Pernyataan) di buku siswa bersama teman sebangku: mencocokkan informasi tentang proses munculnya ide wirausaha Lala. Setelah selesai, beberapa pasang berbagi jawaban dan kelas memverifikasi bersama.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memandu murid untuk menelusuri kembali teks dan menemukan informasi tentang bagaimana ide stiker Lala muncul: dimulai dari hobi menggambar → pujian Sita → keinginan memberi buah tangan → eksperimen → ide stiker jadi. Murid mencatat urutan tersebut di buku tulis dalam bentuk diagram alur sederhana (kotak-kotak berangkai).
  • Setelah diagram alur selesai, guru mengajak murid berdiskusi kelompok (3–4 orang) dengan panduan pertanyaan: (a) Apa yang membuat Lala tidak menyerah ketika idenya belum sempurna? (b) Di mana letak kreativitas Lala? (c) Nilai apa yang bisa kita ambil dari cerita Lala?
  • Setiap kelompok menuliskan minimal dua nilai kewirausahaan yang mereka temukan (kreativitas dan kegigihan) beserta bukti kalimat dari teks. Hasil diskusi ditulis di lembar kerja atau di buku tulis masing-masing.
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan temuan mereka secara lisan. Kelompok lain diminta memberikan tanggapan atau menambahkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi individual dengan pertanyaan: 'Dari cerita Lala, nilai mana yang sudah ada dalam dirimu? Kreativitas, kegigihan, atau keduanya? Berikan satu contoh nyata dari hidupmu.'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat (3–5 kalimat) di buku tulis atau di kertas refleksi. Tidak harus panjang — yang penting jujur dan dihubungkan dengan pengalaman nyata mereka.
  • Guru mengajak murid berbagi secara sukarela: siapa yang ingin menceritakan refleksinya kepada kelas? Guru merespons dengan hangat tanpa menghakimi jawaban.
  • Murid diminta menjawab dua pertanyaan asesmen akhir secara tertulis: (1) Tuliskan secara berurutan bagaimana ide wirausaha Lala muncul hingga berhasil. (2) Sebutkan dua nilai kewirausahaan dalam cerita 'Stiker Lala' dan tunjukkan bukti kalimatnya dari teks.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: apa yang telah dipelajari tentang proses ide wirausaha Lala dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan kerja keras murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya (Pertemuan ke-2) agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Murid mengisi tiket keluar (exit ticket): menuliskan satu hal yang paling berkesan dari cerita 'Stiker Lala' hari ini di selembar kertas kecil yang dikumpulkan ke guru.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan versi ringkasan teks 'Stiker Lala' dengan paragraf yang lebih pendek dan kosakata yang telah diberi glosarium sederhana di pinggir halaman. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan pertanyaan pengayaan — misalnya membandingkan cara Lala menemukan ide dengan cara wirausahawan lain yang pernah mereka baca atau ketahui.
  • Proses: Selama diskusi kelompok, murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan panduan pertanyaan terstruktur (scaffolding berupa kartu pertanyaan langkah demi langkah). Murid yang lebih mandiri diberi kebebasan mengembangkan diskusi tanpa panduan kartu dan diminta menambahkan sudut pandang kritis mereka sendiri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menunjukkan pemahaman melalui diagram alur bergambar (boleh menambahkan ilustrasi sederhana). Murid yang sudah siap dapat menuliskan analisis nilai wirausaha dalam format paragraf pendek yang lebih kompleks, disertai pendapat pribadi.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan satu kata atau satu kalimat di kertas kecil/sticky note menjawab pertanyaan: 'Menurutmu, apa itu wirausaha?' Guru mengumpulkan dan membaca secara cepat untuk memetakan pemahaman awal sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi membaca nyaring berantai: guru mencatat nama murid yang belum lancar membaca kata-kata berpolakombinasi huruf kompleks untuk ditindaklanjuti.
  • Pengecekan Aktivitas 1 (Memasangkan Pernyataan): guru berkeliling saat murid berdiskusi berpasangan dan memberikan umpan balik langsung.
  • Pengamatan diskusi kelompok tahap Mengaplikasi: guru memastikan setiap kelompok dapat menemukan bukti nilai kewirausahaan dari teks dan mencatat kelompok yang memerlukan bimbingan.
  • Pembacaan sekilas diagram alur yang dibuat murid: guru memberikan umpan balik lisan singkat sebelum tahap Merefleksi dimulai.

Akhir:

  • Murid menjawab secara tertulis: (1) Tuliskan secara berurutan bagaimana ide wirausaha Lala muncul hingga berhasil dijual. (2) Sebutkan dua nilai kewirausahaan yang terdapat dalam cerita 'Stiker Lala' dan tunjukkan satu bukti kalimat dari teks untuk masing-masing nilai.
  • Tiket keluar: murid menuliskan satu hal yang paling berkesan dari cerita 'Stiker Lala' hari ini dan mengumpulkannya sebelum pulang.

Formatif:

  • Observasi kelancaran membaca nyaring (murid membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf): guru mencatat murid yang perlu bimbingan tambahan dalam kelancaran membaca.
  • Ceklis partisipasi diskusi kelompok: guru mengamati apakah murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan menggunakan bukti dari teks.
  • Penilaian lembar kerja Aktivitas 1 (Memasangkan Pernyataan): ketepatan mencocokkan informasi dari teks.
  • Diagram alur proses ide wirausaha Lala: kelengkapan dan urutan yang benar.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis dua pertanyaan asesmen akhir: (1) urutan proses munculnya ide wirausaha Lala, (2) identifikasi dua nilai kewirausahaan beserta bukti kalimat dari teks.
  • Tiket keluar (exit ticket): satu hal paling berkesan dari teks 'Stiker Lala' sebagai bukti keterlibatan bermakna murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Membaca (Pola Kombinasi Huruf)Murid membaca dengan terbata-bata dan banyak kesalahan pengucapan pada kata-kata berpolakombinasi huruf (mis. 'bereksperimen', 'kreasi', 'bening'). Perlu bantuan penuh dari guru.Murid dapat membaca sebagian besar teks namun masih sering berhenti dan mengeja pada kata-kata yang lebih kompleks. Kadang perlu diingatkan guru.Murid membaca dengan lancar dan tepat untuk sebagian besar kata, termasuk kata-kata berpolakombinasi huruf yang lebih sulit, dengan kesalahan minimal.Murid membaca seluruh teks dengan sangat lancar, intonasi tepat, dan tidak ada kesalahan pengucapan yang berarti pada kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf.
Identifikasi Informasi Proses Munculnya Ide WirausahaMurid tidak dapat menyebutkan atau mengurutkan proses munculnya ide wirausaha Lala, atau jawaban tidak relevan dengan teks.Murid dapat menyebutkan 1–2 tahap proses munculnya ide Lala, namun urutannya belum tepat atau tidak lengkap.Murid dapat menyebutkan dan mengurutkan sebagian besar (3–4) tahap proses munculnya ide wirausaha Lala dengan benar berdasarkan teks.Murid dapat menyebutkan dan mengurutkan seluruh tahap proses munculnya ide wirausaha Lala (dari hobi menggambar hingga stiker berhasil dijual) secara lengkap, berurutan, dan akurat sesuai teks.
Analisis Nilai Kewirausahaan (Kreativitas dan Kegigihan)Murid tidak dapat menyebutkan nilai kewirausahaan dalam teks, atau menyebutkan nilai yang tidak relevan tanpa didukung bukti dari teks.Murid dapat menyebutkan salah satu nilai (kreativitas atau kegigihan) namun tidak disertai bukti kalimat dari teks, atau bukti yang diberikan kurang tepat.Murid dapat menyebutkan dua nilai kewirausahaan (kreativitas dan kegigihan) dan menyertakan bukti kalimat dari teks untuk salah satunya.Murid dapat menyebutkan dua nilai kewirausahaan (kreativitas dan kegigihan) dan menyertakan bukti kalimat yang tepat dari teks untuk masing-masing nilai, disertai penjelasan singkat mengapa kalimat tersebut mencerminkan nilai tersebut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan membaca nyaring? Murid mana yang perlu pendampingan tambahan dalam kelancaran membaca?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan murid di awal pembelajaran?
  • Apakah diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi berjalan efektif? Apakah semua kelompok berhasil menemukan bukti nilai kewirausahaan dari teks?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu penyesuaian di pertemuan berikutnya?
  • Bagaimana respons murid terhadap refleksi pribadi? Apakah mereka mampu menghubungkan nilai dari teks dengan pengalaman nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu ingat dari cerita 'Stiker Lala' hari ini?
  • Nilai apa dari Lala (kreativitas atau kegigihan) yang ingin kamu terapkan dalam hidupmu? Mengapa?
  • Apakah ada kata atau bagian dari teks yang masih belum kamu pahami? Jika ada, apa itu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang wirausaha cilik hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Bergerak Bersama' untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Bab 4 'Belajar Berwirausaha', teks 'Stiker Lala' (halaman 68–70)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Bergerak Bersama' untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab IV
  3. Papan tulis / whiteboard untuk menuliskan kata-kata sulit dan diagram alur bersama
  4. Kertas kecil atau sticky note untuk asesmen awal dan tiket keluar
  5. Lembar kerja sederhana (diagram alur 5 kotak) yang disiapkan guru untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih
  6. Kartu pertanyaan scaffolding untuk diferensiasi proses diskusi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.