MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 4 — Belajar Berwirausaha INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Belajar Berwirausaha |
|---|
| Alokasi Waktu | 36 JP (36 x 35 menit = 1260 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.4.1 Menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural tentang kisah wirausaha cilik
- TP 5.4.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang prosedur pembuatan karya wirausaha
- TP 5.4.3 Menganalisis nilai-nilai dalam teks sastra berwujud teks visual tentang kegigihan tokoh berwirausaha
- TP 5.4.4 Mempresentasikan gagasan dari teks rencana wirausaha sederhana dengan efektif dan santun
- TP 5.4.5 Menulis teks sederhana berdasarkan imajinasi tentang tokoh wirausaha dengan kosakata baru yang memiliki makna konotatif
- TP 5.4.6 Menulis teks sederhana berdasarkan gagasan rancangan wirausaha dengan rangkaian kalimat kompleks
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah tokoh utama yang diceritakan saat kalian menyimak kisah wirausaha cilik?
- Apa hambatan atau masalah awal yang dialami Lala ketika mulai membuat karyanya?
- Apa yang biasanya kamu lakukan ketika usaha atau tugasmu menghadapi kendala?
- Bagaimana tokoh dalam cerita wirausaha menemukan jalan keluar saat barang jualannya tidak langsung laku?
- Pernahkah kamu membuat suatu barang dengan melihat gambar petunjuk cara membuatnya?
- Mengapa dalam membuat stiker karya wirausaha, kita harus menggambar dan mewarnai terlebih dahulu sebelum menempelkan selotip?
- Setelah gambar serangga digunting, apa yang harus dilakukan agar gambar tersebut bisa menjadi stiker tempel yang kuat?
- Mengapa pada prosedur akhir pembuatan stiker kita membutuhkan plastik tebal dan selotip besar, bukan sekadar kertas biasa?
- Bagaimana sikap Lala saat ingin membuat karyanya disukai orang lain?
- Apa bukti dalam teks cerita visual yang menunjukkan bahwa Lala tekun dan tidak mudah menyerah?
- Apa yang biasanya kamu lakukan ketika usaha atau tugas yang kamu kerjakan tidak langsung berhasil?
- Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa seorang tokoh dalam cerita memiliki sifat gigih saat menghadapi kesulitan berjualan?
- Apa yang biasanya dilakukan seseorang ketika usaha atau karyanya mengalami kegagalan?
- Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa seorang tokoh memiliki sikap pantang menyerah dan mau mengevaluasi kesalahannya saat berwirausaha?
- Apa perbedaan arti ungkapan 'banting tulang' dengan arti kata aslinya saat membanting tulang?
- Bagaimana kita bisa menggambarkan sosok wirausahawan yang tangguh dalam sebuah draf karakter menggunakan pilihan kata yang bermakna kias atau konotatif?
- Apa makna ungkapan 'berbunga-bunga' dan 'banting tulang' saat menggambarkan perasaan dan kerja keras seorang wirausahawan?
- Bagaimana kita merangkai peristiwa seru yang dialami tokoh wirausaha imajinatif dengan menyelipkan kata bermakna kiasan/konotatif?
- Bagaimana akhir kisah perjuangan tokoh wirausaha imajinasimu dalam meraih keberhasilan usahanya?
- Pilihan kata kiasan (makna konotatif) apa yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan lega dan sukses sang tokoh wirausaha?
- Bagaimana cara kita menuangkan ide usaha baru ke dalam tulisan agar orang lain paham alasan usaha itu dibuat?
- Bagaimana menggabungkan dua pikiran penting tentang ide wirausaha menjadi satu kalimat kompleks yang padu?
- Bagaimana cara kita menuliskan urutan langkah kegiatan usaha agar orang lain dapat memahaminya secara jelas?
- Mengapa penggunaan kata penghubung seperti 'setelah', 'sebelum', atau 'sehingga' membantu membuat penjelasan tahapan usaha menjadi lebih padu?
- Bagaimana kita menggabungkan ide produk dan langkah kegiatan menjadi satu teks rencana wirausaha yang utuh?
- Mengapa penggunaan variasi kalimat kompleks membuat teks rencana usaha kita lebih jelas dan meyakinkan?
- Bagaimana urutan penyampaian rencana usaha agar teman-teman mudah memahami ide yang kita tawarkan?
- Ungkapan santun apa saja yang sebaiknya kita gunakan saat menyampaikan rencana usaha kepada orang lain?
- Bagaimana cara menyapa teman dan guru dengan santun saat mulai berbicara di depan kelas?
- Bagaimana cara menyampaikan ide produk wirausaha kelompok agar terdengar jelas, langsung pada inti, dan mudah dipahami teman?
- Bagaimana cara menyampaikan langkah kerja pembuatan produk wirausaha kepada teman satu kelompok agar jelas dan mudah dipahami?
- Mengapa kita perlu menggunakan kata-kata yang santun saat berbagi tugas pelaksanaan rencana wirausaha bersama teman?
- Bagaimana cara menyampaikan seluruh rencana wirausaha kelompok kita agar dipahami dengan jelas oleh teman sekelas?
- Ungkapan santun apa yang sebaiknya kita gunakan ketika menyapa teman saat membuka presentasi dan merespons pertanyaan mereka?
- Bagaimana kisah dan ketekunan para wirausahawan cilik menginspirasi kita saat merancang ide usaha sendiri?
- Bagaimana cara kita membuktikan pemahaman materi wirausaha ini secara tertulis dan lisan di depan teman-teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Tokoh dan Masalah dalam Teks Aural Cerita Kisah Wirausaha Cilik Lala — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.1 Menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural tentang kisah wirausaha cilik
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan murid untuk menyimak cerita aural (2 menit).
- Guru melakukan diagnostik singkat: membacakan cerita mikro 3 kalimat ('Budi gemar menanam cabai di pekarangan. Namun, tanamannya layu terserang hama ulat. Budi lalu mencari cara merawatnya dengan bertanya pada paman.'), lalu meminta murid secara lisan menyebutkan tokoh dan masalahnya (acuan: tokoh adalah Budi; masalah adalah tanaman cabainya layu terserang hama ulat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis tokoh dan masalah dari teks sastra aural kisah wirausaha cilik Lala (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan teks sastra aural 'Ide Kreatif Lala' yang dibacakan oleh guru sebanyak dua kali secara berkesadaran, berfokus mencermati tokoh cerita beserta permasalahan yang dihadapi Lala (10 menit).
- Murid melakukan tanya jawab terarah bersama guru untuk membedah unsur isi teks aural: siapa saja tokoh yang terlibat dan apa peristiwa awal yang memicu masalah Lala (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan permainan berpasangan menggembirakan 'Tebak Kartu Tokoh & Masalah': secara bergantian murid mengambil 1 dari 4 kartu cuplikan peristiwa teks Lala lalu menempelkannya pada kolom yang benar ('Tokoh' atau 'Masalah') pada papan saku berpasangan; butir kartu: (1) 'Lala suka menggambar serangga' -> Tokoh Lala; (2) 'Sita memuji gambar capung Lala' -> Tokoh Sita; (3) 'Lala bingung karena tidak praktis menenteng selotip dan gambar ke mana-mana' -> Masalah Lala; (4) 'Lala kewalahan saat pembeli membludak memesan stiker' -> Masalah Lala (acuan: kartu 1 dan 2 adalah identitas tokoh, kartu 3 dan 4 adalah masalah yang dihadapi tokoh) (12 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar analisis isi teks aural Lala untuk menuliskan analisis 2 tokoh (Lala dan Sita) serta 2 masalah nyata tokoh Lala berdasarkan teks aural yang disimak (masalah 1: bingung cara membuat stiker praktis tanpa menenteng selotip dan gambar; masalah 2: kewalahan melayani banyaknya pembeli di sekolah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis tokoh dan masalah sesuai acuan isi teks aural Lala serta mengevaluasi ketepatan analisis masing-masing (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan isi teks aural terkait tokoh dan masalah yang dihadapi Lala dalam merintis pembuatan stiker (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan analisis murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk menganalisis upaya pemecahan masalah yang dilakukan tokoh (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru membacakan ulang kutipan paragraf kunci yang memuat masalah Lala. Untuk murid berkemampuan cepat, disediakan teks aural cuplikan kedua untuk menganalisis tokoh pendukung tambahan beserta perannya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan arahan langsung ('Siapa yang membuat stiker?', 'Apa kesulitan yang dialami Lala saat menempel selotip?'), sedangkan murid mahir menganalisis langsung secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengisi format tabel analisis tokoh dan masalah, dengan scaffolding kalimat pemantik untuk murid yang memerlukan pendampingan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berdasarkan teks mikro yang dibacakan guru: 'Budi gemar menanam cabai di pekarangan. Namun, tanamannya layu terserang hama ulat. Budi lalu mencari cara merawatnya dengan bertanya pada paman.' Murid menjawab siapa tokohnya dan apa masalahnya (acuan jawaban: tokoh utama adalah Budi; masalah adalah tanaman cabai milik Budi layu karena terserang hama ulat).
Proses:- Observasi ketepatan pengerjaan tantangan kartu cuplikan teks: menempatkan 4 kartu ke dalam kategori 'Tokoh' atau 'Masalah' (acuan: kartu 1 dan 2 masuk kolom Tokoh; kartu 3 dan 4 masuk kolom Masalah).
- Pemeriksaan lembar kerja analisis teks aural Lala: ketepatan menganalisis 2 tokoh (Lala sebagai tokoh utama pembuat stiker; Sita sebagai sahabat yang memuji dan membantu) dan 2 masalah tokoh (masalah 1: Lala bingung cara membuat stiker yang praktis tanpa harus membawa gulungan selotip; masalah 2: Lala kewalahan melayani pesanan stiker yang membludak di sekolah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/tertulis singkat 2 butir: (1) Sebutkan tokoh yang memicu ide wirausaha Lala (acuan: Sita, melalui pujiannya terhadap gambar Lala); (2) Sebutkan masalah teknis yang dihadapi Lala sebelum menemukan cara menempel pada plastik tebal (acuan: bingung cara membawa gambar berselotip secara praktis tanpa harus menenteng gulungan selotip ke mana-mana).
Formatif:- Tes lisan diagnostik singkat pada pendahuluan (cerita mikro Budi)
- Kuis tantangan kartu cuplikan 'Tebak Kartu Tokoh & Masalah'
- Lembar analisis mandiri isi teks aural (analisis 2 tokoh dan 2 masalah tokoh Lala)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Tokoh dalam Teks Sastra Aural (Lala dan Sita) | Belum mampu mengidentifikasi tokoh dalam teks aural Lala, atau menyebutkan tokoh yang tidak ada dalam cerita. | Mampu mengidentifikasi 1 tokoh secara tepat dari teks sastra aural dengan bantuan arahan guru. | Mampu menganalisis 2 tokoh (Lala dan Sita) dalam teks sastra aural secara tepat dengan bahasa sendiri. | Mampu menganalisis 2 tokoh (Lala dan Sita) beserta peran masing-masing dalam peristiwa wirausaha secara tepat dan mandiri. | | Menganalisis Masalah Tokoh dalam Teks Sastra Aural (Masalah Pembuatan & Penjualan) | Belum mampu menemukan masalah yang dihadapi tokoh dalam teks sastra aural. | Mampu menemukan 1 masalah tokoh dalam teks sastra aural dengan bimbingan dan pertanyaan pemantik dari guru. | Mampu menganalisis 2 masalah tokoh secara tepat sesuai isi teks sastra aural (masalah kepraktisan pembuatan stiker dan masalah kewalahan melayani pembeli). | Mampu menganalisis 2 masalah tokoh secara rinci dan tepat beserta penyebab terjadinya masalah tersebut dalam teks sastra aural secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan terdengar jelas oleh seluruh murid sehingga memfasilitasi analisis isi dengan optimal?
- Bagian mana dari analisis tokoh dan masalah yang paling banyak membutuhkan scaffolding bagi murid?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan siapa tokoh dan apa kesulitan yang dihadapi Lala saat mendengarkan cerita tadi?
- Bagian cerita mana yang paling mudah kamu pahami masalahnya?
Pertemuan 2 — Menganalisis Upaya Pemecahan Masalah Tokoh dalam Cerita Sastra Aural Wirausaha Cilik — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.1 Menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural tentang kisah wirausaha cilik
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan fokus pertemuan hari ini, yaitu menyimak lanjutan kisah Lala untuk menganalisis upaya pemecahan masalah yang dilakukan tokoh (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan membacakan 1 penggalan teks: 'Lala membawa 10 stiker buatannya ke sekolah, namun hanya 1 yang terjual karena gambarnya terlalu kecil dan warnanya buram.' Guru mengajukan pertanyaan: 'Apa masalah yang dihadapi Lala dan apa penyebabnya?' (acuan jawaban benar: masalahnya stiker Lala hanya laku 1/tidak laku, penyebabnya gambar terlalu kecil dan warnanya buram) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan teks aural kelanjutan kisah Lala secara bertahap: 'Lala tidak putus asa. Ia mencatat kritik dari teman-temannya. Malam harinya, Lala mencoba menggambar ulang dengan ukuran dua kali lebih besar dan mewarnainya dengan spidol cerah yang lebih tegas. Ia juga meminta saran ibunya tentang gambar hewan yang paling disukai anak-anak. Keesokan harinya, Lala membuat katalog contoh gambar sederhana agar pembeli bisa memilih sebelum membeli.' Murid menyimak teks yang dibacakan guru dengan saksama (10 menit).
- Guru memodelkan cara menganalisis upaya pemecahan masalah tokoh melalui 3 pertanyaan panduan isi teks: (1) Apa tindakan awal tokoh dalam merespons kendala? (acuan: mencatat kritik teman); (2) Apa tindakan nyata tokoh untuk memperbaiki karyanya? (acuan: menggambar ulang lebih besar, mewarnai dengan spidol cerah, meminta saran ibu); (3) Apa cara baru yang dicoba tokoh untuk menarik pembeli? (acuan: membuat katalog contoh gambar sederhana) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan menyimak 'Tebak Tepat Tindakan Lala'. Guru membacakan 4 pernyataan secara acak mengenai tindakan Lala: (1) 'Lala berhenti berjualan dan membuang stikernya', (2) 'Lala meminta saran ibunya tentang gambar hewan kesukaan anak-anak', (3) 'Lala membuat katalog contoh gambar sederhana', (4) 'Lala menjual stiker tanpa perbaikan apa pun'. Murid mengangkat kartu hijau jika pernyataan tersebut merupakan upaya nyata tokoh dalam teks dan kartu merah jika bukan (acuan benar: 1=Bukan/Merah, 2=Upaya/Hijau, 3=Upaya/Hijau, 4=Bukan/Merah) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis isi teks aural berdasarkan teks yang diperdengarkan ulang oleh guru. Lembar kerja berisi 3 butir analisis: (1) Menuliskan masalah utama yang dihadapi Lala, (2) Menuliskan 3 langkah konkret upaya Lala dalam memecahkan masalahnya, (3) Menuliskan hasil akhir dari tindakan pemecahan masalah tersebut (acuan jawaban: 1 = stiker tidak laku/hanya laku sedikit karena kecil dan buram; 2 = mencatat kritik teman, menggambar ulang lebih besar dan cerah, meminta saran ibu/membuat katalog contoh; 3 = gambar stiker menjadi lebih menarik dan sesuai minat pembeli) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan hasil analisisnya dengan mencocokkan rincian upaya pemecahan masalah tokoh yang dibahas bersama guru berdasarkan teks aural yang disimak (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan hasil analisis isi teks aural mengenai keterkaitan antara masalah tokoh dengan upaya pemecahan yang ditempuhnya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan murid dalam mengidentifikasi detail upaya tokoh dari teks aural, kemudian menutup sesi pertemuan dengan salam tanpa penugasan rumah (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan pembacaan berkecepatan lebih lambat dan penekanan jeda pada kalimat tindakan tokoh, sedangkan murid yang mandiri menyimak dengan satu kali pembacaan teks utuh.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menguraikan rincian, guru memberikan pengatur grafis sebab-akibat sederhana untuk memetakan masalah menuju upaya penyelesaian.
- Produk: Murid dengan kecepatan belajar lebih tinggi menuliskan analisis mendalam mencakup 3 upaya tokoh beserta alasan keterhubungannya dengan masalah secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bantuan cukup menuliskan minimal 2 upaya konkret tokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan menyimak isi teks secara lisan di awal pembelajaran: Murid mendengarkan penggalan cerita pendek: 'Lala membawa 10 stiker buatannya ke sekolah, namun hanya 1 yang terjual karena gambarnya terlalu kecil dan warnanya buram.' Murid diminta menjawab: 'Apa masalah Lala dan mengapa hal itu terjadi?' (acuan jawaban benar: masalahnya stiker Lala hanya terjual 1/kurang laku; penyebabnya gambar stiker terlalu kecil dan warnanya kusam/buram).
Proses:- Pengamatan respons murid pada permainan interaktif kartu respon saat menyimak 4 pernyataan tindakan Lala (acuan pernyataan: 1. Berhenti berjualan = Salah/Bukan upaya; 2. Meminta saran ibu = Benar/Upaya; 3. Membuat katalog contoh = Benar/Upaya; 4. Menjual tanpa perbaikan = Salah/Bukan upaya).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis teks aural yang memuat 3 aspek: (1) masalah tokoh (acuan: stiker berukuran kecil dan buram sehingga hanya laku 1), (2) 3 langkah upaya konkret tokoh (acuan lengkap 3 butir: [a] mencatat kritik teman, [b] menggambar ulang ukuran ganda dengan spidol cerah, [c] membuat katalog contoh/meminta saran ibu), (3) hasil pemecahan masalah (acuan: produk stiker Lala menjadi lebih menarik dan disukai teman/pembeli).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru membacakan satu pertanyaan penguji: 'Sebutkan 2 upaya terpenting yang dilakukan Lala untuk mengatasi stikernya yang tidak laku!' (acuan jawaban benar: memilih minimal 2 dari tindakan: mencatat masukan pembeli, menggambar ulang dengan ukuran lebih besar, mewarnai dengan spidol cerah, membuat katalog contoh, atau meminta saran ibunya).
Formatif:- Tes lisan diagnostik pada awal pembelajaran (menjawab masalah dan penyebab pada kutipan cerita).
- Unjuk kerja permainan interaktif respon cepat kartu hijau-merah 'Tebak Tepat Tindakan Lala' (4 butir pernyataan aural).
- Lembar analisis mandiri isi teks aural (menganalisis masalah, 3 upaya pemecahan masalah tokoh, dan hasil akhir tindakan tokoh).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis masalah tokoh dalam teks aural | Belum mampu menyebutkan masalah tokoh yang terdapat dalam teks aural yang dibacakan. | Menyebutkan masalah tokoh secara parsial (hanya menyebutkan stiker tidak laku tanpa mengaitkan dengan kondisi fisik produk pada teks). | Menganalisis masalah tokoh secara tepat sesuai teks (stiker hanya terjual 1 karena ukuran kecil dan warna buram). | Menganalisis masalah tokoh secara tepat, rinci, dan mandiri tanpa bimbingan guru sesuai isi teks aural. | | Kelengkapan dan ketepatan menganalisis upaya pemecahan masalah tokoh dalam teks aural | Menyebutkan kurang dari 1 upaya tokoh atau menyebutkan tindakan di luar isi teks aural. | Menganalisis 1 tindakan upaya pemecahan masalah tokoh secara tepat sesuai isi teks aural. | Menganalisis 2 tindakan upaya pemecahan masalah tokoh secara tepat sesuai isi teks aural (dari daftar acuan: mencatat masukan teman, menggambar ulang lebih besar dan cerah, meminta saran ibu, membuat katalog contoh). | Menganalisis 3 tindakan upaya pemecahan masalah tokoh secara tepat dan lengkap sesuai seluruh rincian tindakan pada teks aural. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi pembacaan teks aural dengan intonasi jelas dan jeda teratur membantu seluruh murid menganalisis upaya pemecahan masalah tokoh secara mandiri?
- Bagian mana dari lembar kerja analisis isi teks aural yang paling banyak memerlukan penguatan bagi murid?
Murid:- Upaya apa yang dilakukan tokoh Lala yang paling kamu ingat dari cerita yang dibacakan tadi?
- Apakah kamu dapat menemukan bagian cerita yang menjelaskan cara Lala memecahkan masalahnya saat menyimak teks?
Pertemuan 3 — Menganalisis Tahapan Awal Prosedur Pembuatan Karya Wirausaha Stiker Berdasarkan Teks Visual — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang prosedur pembuatan karya wirausaha
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru memandu murid melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat memirsa teks visual infografik sederhana mengenai tahapan awal pembuatan karya (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis informasi tahapan awal prosedur pembuatan karya wirausaha stiker berdasarkan teks visual (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks visual bertema wirausaha pada Buku Siswa halaman 69 dan 77 yang memuat gambar berseri tahapan awal pembuatan stiker Lala: Gambar 1 (Lala menggambar serangga di kertas dan mewarnainya dengan spidol) dan Gambar 2 (Lala menggunting gambar serangga mengikuti polanya) (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan konsep bahwa tahapan awal prosedur memuat alat, bahan mula-mula, dan tindakan pembuka yang menjadi prasyarat sebelum tindakan berikutnya dapat dilaksanakan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis tantangan 'Detektif Langkah Awal': murid memilah dan menganalisis 4 kartu pernyataan visual teks prosedur untuk menentukan mana yang merupakan tahapan awal pembuatan karya stiker: Kartu A ('Menggambar pola serangga dan mewarnainya dengan spidol'), Kartu B ('Menggunting gambar pola serangga rapi mengikuti tepian'), Kartu C ('Menempelkan selotip transparan besar di atas gambar'), Kartu D ('Menempelkan hasil guntingan selotip ke lembaran plastik tebal') (acuan: tahapan awal adalah Kartu A sebagai langkah ke-1 dan Kartu B sebagai langkah ke-2) (12 menit).
- Murid secara individu menganalisis Lembar Kerja 'Analisis Tahapan Awal Prosedur Stiker Lala' untuk membedakan detail alat/bahan yang dibutuhkan pada tahap awal serta merinci urutan langkah awal yang tepat berdasarkan sajian teks visual (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis tahapan awal teks visual prosedur pembuatan karya stiker serta membahas mengapa tahapan awal tidak boleh tertukar (misalnya mengapa pewarnaan dilakukan sebelum pengguntingan) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan butir-butir penting informasi teks visual mengenai tahapan awal pembuatan stiker (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan apresiasi atas ketelitian analisis murid dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penomoran urutan eksplisit pada gambar; murid yang lebih cepat diberikan teks visual berseri tanpa angka urutan untuk dianalisis urutan logis tahapan awalnya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan scaffolding bertahap saat membedakan langkah ke-1 dan ke-2; murid yang mahir menganalisis alasan logis hubungan sebab-akibat urutan langkah awal secara mandiri.
- Produk: Semua murid menganalisis lembar kerja tahapan awal yang sama, dengan kedalaman uraian rincian alat dan tindakan disesuaikan kesiapan masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menampilkan gambar visual 2 kegiatan: Gambar X (kertas digunting) dan Gambar Y (kertas digambar dengan pensil). Murid diminta menjawab: 'Manakah tindakan yang merupakan tahapan paling awal dalam membuat kerajinan gambar?' (acuan jawaban: Gambar Y, yaitu menggambar dengan pensil).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja analisis tahapan awal prosedur pembuatan stiker Lala yang memuat 3 butir analisis: (1) Menentukan langkah pertama berdasarkan gambar visual (acuan: Lala menggambar bentuk serangga di kertas dan mewarnainya dengan spidol); (2) Menentukan langkah kedua berdasarkan gambar visual (acuan: Lala menggunting gambar serangga mengikuti garis bentuknya); (3) Menyebutkan 3 alat dan bahan yang digunakan pada tahapan awal tersebut berdasarkan teks visual (acuan: kertas/buku gambar, spidol warna, dan gunting). Penskoran: 1 poin tiap butir tepat (total skor maksimal 3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab pertanyaan singkat: 'Berdasarkan teks visual prosedur stiker Lala, apa akibatnya jika langkah menggunting dilakukan sebelum langkah mewarnai selesai?' (acuan jawaban: mewarnai akan menjadi lebih sulit karena potongan kertas kecil mudah bergeser/rusak atau gambar belum selesai diwarnai).
Formatif:- Penilaian tes diagnostik awal mencocokkan gambar langkah pembuka
- Observasi unjuk kerja saat kuis tantangan kartu tahapan awal prosedur
- Pemeriksaan lembar kerja analisis tahapan awal prosedur pembuatan karya wirausaha stiker
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Tahapan Awal Prosedur Pembuatan Karya Berdasarkan Teks Visual | Belum mampu menganalisis tahapan awal prosedur pembuatan karya dari teks visual (0 butir tepat dari 3 butir acuan asesmen proses) walaupun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menganalisis sebagian kecil tahapan awal prosedur dari teks visual secara tepat (hanya 1 butir tepat dari 3 butir acuan asesmen proses) dengan bimbingan guru. | Mampu menganalisis sebagian besar tahapan awal prosedur pembuatan karya dari teks visual secara tepat dan mandiri (2 butir tepat dari 3 butir acuan asesmen proses). | Mampu menganalisis seluruh tahapan awal prosedur pembuatan karya dari teks visual secara lengkap, tepat, dan mandiri (3 butir tepat dari 3 butir acuan asesmen proses). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan teks visual infografik berseri memudahkan murid memahami tahapan awal teks prosedur pembuatan karya wirausaha?
- Bagian mana dari analisis tahapan awal prosedur yang paling membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apa informasi penting tentang tahapan awal membuat stiker yang kamu temukan dari gambar teks tadi?
- Apakah kamu dapat menentukan urutan tahapan awal prosedur pembuatan karya dengan jelas dan tepat?
Pertemuan 4 — Menganalisis Rangkaian Langkah Kerja Akhir Pembuatan Karya Wirausaha pada Teks Visual — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang prosedur pembuatan karya wirausaha
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid memusatkan perhatian (2 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang tahapan awal pembuatan stiker serangga Lala (menggambar dan menggunting) dan menyampaikan fokus pertemuan hari ini yaitu menganalisis langkah kerja akhir pembuatan stiker berdasarkan teks visual (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid mencermati 2 gambar cuplikan visual di papan tulis, lalu menjawab secara lisan alat pelindung yang ditempelkan pada gambar serangga (acuan jawaban benar: selotip besar/bening) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid memirsa infografik/teks visual prosedur pembuatan stiker Lala pada Buku Siswa halaman 77, khususnya panel gambar tahap akhir: Panel C (menempelkan gambar serangga di atas selotip besar), Panel D (menggunting selotip bersisa tepi), dan Panel E (menempelkan stiker ke alas plastik tebal transparan) (8 menit).
- Guru memandu murid menelaah fungsi setiap tindakan dan alat/bahan pada tahap akhir: selotip besar berfungsi sebagai lapisan laminasi pelindung anti-air, sedangkan plastik tebal berfungsi sebagai alas pelepas stiker sebelum digunakan (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Tebak Runtutan Langkah Akhir' menggunakan 3 kartu visual acak bergambar tahapan akhir untuk disusun berurutan secara cepat dan tepat (Kartu 1: Gambar menempelkan potongan serangga ke permukaan selotip bening lebar; Kartu 2: Gambar merapikan potongan pinggiran selotip dengan gunting; Kartu 3: Gambar menempelkan stiker berperekat ke atas lembaran plastik tebal) (acuan urutan benar: Kartu 1 -> Kartu 2 -> Kartu 3) (12 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja analisis informasi untuk melengkapi 3 rincian tindakan pada tahapan akhir prosedur stiker berdasarkan teks visual: Butir 1 menuliskan tindakan pada Panel C (acuan: menempelkan guntingan gambar ke selotip besar); Butir 2 menuliskan tindakan pada Panel D (acuan: menggunting selotip dengan menyisakan tepi); Butir 3 menuliskan tindakan pada Panel E (acuan: menempelkan stiker pada plastik tebal/mika) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid saling menukar lembar kerja dengan teman sebangku dan memverifikasi ketepatan analisis informasi langkah kerja akhir sesuai acuan yang ditayangkan guru di papan tulis (5 menit).
- Murid menarik simpulan mandiri tentang pentingnya ketelitian urutan langkah kerja akhir agar produk stiker berperekat rapi dan tidak rusak saat dilepas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis murid mengenai teks prosedur visual dan memberikan umpan balik umum atas ketepatan analisis langkah akhir (3 menit).
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya yaitu menganalisis nilai ketekunan tokoh wirausaha dalam teks sastra visual kisah Lala, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan nomor urut panel dan kata kunci panduan; murid yang lebih cepat diberikan gambar visual tanpa keterangan teks sama sekali.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap dibimbing guru pada identifikasi panel per panel; murid mahir menganalisis konsekuensi jika salah satu urutan langkah akhir tertukar.
- Produk: Format pengisian analisis langkah akhir disediakan dalam bentuk tabel isian terstruktur untuk semua murid dengan tingkat kedalaman telaah tindakan yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual lisan: Murid mengamati gambar potongan kertas serangga dan ditanya: 'Bahan transparan berperekat apa yang harus ditempelkan di atas gambar serangga pada langkah ketiga prosedur Lala?' (Acuan jawaban: selotip besar / lakban bening).
Proses:- Formatif kinerja berpasangan: Mengurutkan 3 kartu visual tahapan akhir pembuatan stiker (Kartu 1: menempel gambar ke selotip; Kartu 2: memotong selotip bersisa; Kartu 3: menempel ke plastik tebal). Acuan urutan tepat: 1 -> 2 -> 3.
- Formatif tertulis lembar kerja: Menganalisis 3 butir informasi tindakan langkah kerja akhir berdasarkan teks visual (Butir 1: Menempelkan gambar ke selotip besar; Butir 2: Menggunting selotip dengan menyisakan tepi; Butir 3: Menempelkan hasil potongan stiker ke permukaan plastik tebal).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri: Murid menjawab 1 pertanyaan cek akhir: 'Apa akibatnya jika langkah menggunting selotip dilakukan sebelum gambar serangga ditempelkan pada selotip?' (Acuan jawaban: selotip akan menggulung/rusak dan gambar serangga tidak terlapisi dengan rapi).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik gambar visual awal
- Pengamatan aktivitas tantangan berpasangan menyusun kartu langkah kerja visual
- Pemeriksaan lembar kerja analisis informasi langkah kerja akhir pada teks visual prosedur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menganalisis informasi rangkaian langkah kerja akhir pada teks visual | Menganalisis 0 hingga 1 dari 3 rincian tindakan langkah kerja akhir dengan tepat sesuai acuan teks visual. | Menganalisis 2 dari 3 rincian tindakan langkah kerja akhir dengan tepat sesuai acuan teks visual. | Menganalisis seluruh (3 dari 3) rincian tindakan langkah kerja akhir dengan tepat sesuai acuan teks visual. | Menganalisis seluruh (3 dari 3) rincian tindakan langkah kerja akhir dengan tepat sesuai acuan teks visual serta mampu menjelaskan alasan keterkaitan urutan tindakan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu visual tahapan akhir efektif membantu murid memahami runtutan teks prosedur nonsastra?
- Bagian mana dari langkah kerja akhir yang paling banyak memicu kekeliruan analisis oleh murid?
Murid:- Langkah kerja akhir pembuatan stiker mana yang menurutmu paling membutuhkan ketelitian saat diamati dari gambar?
- Bagaimana caramu memastikan bahwa informasi yang kamu tulis sudah sesuai dengan gambar visual yang disajikan?
Pertemuan 5 — Menganalisis Nilai Ketekunan Tokoh Berwirausaha dalam Teks Sastra Visual Kisah Lala — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.3 Menganalisis nilai-nilai dalam teks sastra berwujud teks visual tentang kegigihan tokoh berwirausaha
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan murid untuk memirsa cerita visual wirausaha Lala (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan cepat: Guru menampilkan cuplikan 1 adegan komik/cerita visual Lala sedang menggambar berulang kali dan bertanya: 'Sikap atau nilai apa yang ditunjukkan Lala ketika terus berlatih menggambar serangga hingga rapi?' Murid menjawab singkat secara lisan (acuan jawaban: sikap tekun/kegigihan/rajin berlatih) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis nilai ketekunan tokoh Lala dalam teks sastra visual (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid memirsa teks sastra visual 'Kisah Lala' pada buku siswa dan lembar bacaan visual yang menggambarkan perjuangan Lala mencari inspirasi hingga membuat stiker (10 menit).
- Guru memandu pemodelan analisis nilai ketekunan melalui telaah bukti teks visual: tindakan tokoh (Lala terus mencari ide hingga ke pameran komik) dan dialog tokoh (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan tantangan detektif nilai: setiap pasangan murid menerima lembar kerja analisis teks visual yang memuat 3 cuplikan peristiwa Lala untuk dianalisis bukti nilai ketekunannya (15 menit). Tiga cuplikan peristiwa: (1) Peristiwa Lala pergi ke berbagai tempat (pasar, toko buku, pameran) untuk mencari ide (acuan bukti ketekunan: Lala tidak berhenti mencari inspirasi sampai menemukan cara membuat stiker); (2) Peristiwa Lala berlatih menggambar berbagai jenis serangga di hutan kecil secara teliti (acuan bukti ketekunan: meluangkan waktu terus menggambar capung dan serangga hingga gambarnya bagus); (3) Peristiwa Lala mencoba membuat stiker sendiri dengan cermat menggunakan selotip dan kertas (acuan bukti ketekunan: telaten dan teliti merangkai bahan stiker satu per satu).
- Secara berpasangan, murid menuliskan rumusan nilai ketekunan dan bukti visual/tekstual pendukung dari ketiga cuplikan peristiwa tersebut pada lembar kerja (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memverifikasi ketepatan hasil analisis nilai ketekunan bersama bimbingan guru menggunakan kunci acuan analisis teks visual Lala (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana mengenali dan menganalisis nilai ketekunan tokoh dari tindakan dan bukti nyata dalam teks sastra visual (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja analisis nilai ketekunan murid dan menutup sesi pembelajaran (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar teks sastra visual dengan penanda visual (kotak sorot) pada adegan kunci untuk murid yang membutuhkan bimbingan lebih.
- Proses: Murid yang sudah mahir menganalisis ketiga bukti ketekunan secara mandiri tanpa bantuan petunjuk, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan dipandu mengidentifikasi kalimat kunci pada kutipan teks visual.
- Produk: Format penyajian lembar kerja disesuaikan: tabel analisis isian terstruktur untuk pemula atau peta analisis argumen teks untuk yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid mengamati satu gambar Lala sedang menggambar berulang kali dan menyebutkan nilai/sikap yang tercermin (acuan: ketekunan/kegigihan/pantang menyerah dalam berlatih).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja analisis teks visual yang memuat 3 cuplikan peristiwa Lala: (1) Mencari inspirasi ke pasar, toko buku, dan pameran komik (acuan bukti: ketekunan mencari cara dan ide wirausaha baru); (2) Berlatih menggambar serangga berulang kali di hutan kecil (acuan bukti: ketekunan mengasah keterampilan menggambar); (3) Merangkai stiker dengan selotip dan kertas secara telaten (acuan bukti: ketekunan dalam proses produksi/pembuatan karya). Kriteria ketepatan: tepat menganalisis nilai ketekunan beserta bukti adegan/peristiwa pada minimal 2 dari 3 cuplikan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan satu kalimat simpulan mengenai bukti utama nilai ketekunan tokoh Lala dalam teks sastra visual (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan tindakan nyata Lala yang mencerminkan sikap tidak putus asa atau rajin berusaha dalam berkarya/berwirausaha).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja analisis nilai ketekunan tokoh Lala berdasarkan 3 cuplikan teks sastra visual
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Nilai Ketekunan Tokoh dalam Teks Sastra Visual | Belum mampu menemukan bukti tindakan ketekunan tokoh dari teks visual, atau hanya menyebutkan nama tokoh tanpa mengaitkannya dengan nilai ketekunan. | Mampu mengidentifikasi nilai ketekunan tokoh tetapi bukti peristiwa/tindakan dalam teks visual yang disertakan hanya tepat pada 1 dari 3 cuplikan peristiwa. | Mampu menganalisis nilai ketekunan tokoh dengan menyertakan bukti tindakan visual/tekstual yang tepat pada 2 dari 3 cuplikan peristiwa acuan secara tepat. | Mampu menganalisis nilai ketekunan tokoh secara lengkap dan tepat pada seluruh (3 dari 3) cuplikan peristiwa acuan beserta bukti tindakan konkretnya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur memirsa teks sastra visual membantu murid menemukan bukti konkret nilai ketekunan tokoh?
- Bagian analisis mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru saat murid mengaitkan tindakan tokoh dengan nilai ketekunan?
Murid:- Tindakan Lala mana dalam cerita bergambar yang paling menunjukkan nilai ketekunan menurutmu?
- Apakah kamu dapat menemukan bukti nilai ketekunan dalam cerita visual dengan mudah?
Pertemuan 6 — Menganalisis Nilai Kegigihan Menghadapi Hambatan Berwirausaha pada Teks Sastra Visual Kisah Bima — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.3 Menganalisis nilai-nilai dalam teks sastra berwujud teks visual tentang kegigihan tokoh berwirausaha
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa singkat untuk mengawali kegiatan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis nilai kegigihan tokoh Bima dalam menghadapi hambatan berwirausaha melalui teks sastra visual (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua pertanyaan pemantik: (1) 'Apa hambatan utama yang dihadapi Bima saat berjualan es?' (acuan: dagangan es jeruknya sepi/tidak dilirik pembeli karena lokasinya di pojok lapangan yang tertutup pohon dan jenis esnya sama dengan penjual lain), dan (2) 'Tindakan apa yang menunjukkan Bima tidak langsung menyerah saat esnya tidak laku?' (acuan: Bima tidak putus asa melainkan mencari tahu penyebab masalahnya dengan mengamati lapangan, mencatat kendala, dan menyusun rencana baru) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa dan membaca teks sastra visual 'Di Mana Salah Bima?' pada Buku Siswa halaman 78-79 secara hening dengan fokus mencermati gambar posisi kedai Bima serta teks narasi hambatan yang dialaminya (10 menit).
- Guru membimbing murid membedah konsep 'nilai kegigihan' dengan menghubungkan bukti visual (gambar kedai di pojok lapangan) dan tindakan naratif Bima (mencatat alasan es tidak dilirik) sebagai bentuk pantang menyerah dalam berwirausaha (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Kegigihan Bima' untuk menganalisis 3 bukti tindakan Bima dalam menghadapi hambatan berdasarkan teks visual (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengisi Lembar Analisis Nilai Kegigihan yang memuat 3 butir analisis: (1) Menganalisis hambatan Bima berdasarkan gambar dan teks (acuan: tempat jualan tersembunyi di pojok/bawah pohon dan produk sama persis dengan penjual lain); (2) Menganalisis nilai kegigihan dari tindakan refleksi Bima (acuan: Bima mengubah rasa sedih menjadi rasa penasaran lalu mencatat peta lapangan serta jenis es untuk mencari akar masalah); (3) Menganalisis nilai kegigihan dari rencana perbaikan Bima (acuan: Bima berniat berjualan kembali di hari kedua layang-layang dengan memperbaiki posisi atau tampilan es jeruknya) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis terhadap 3 butir acuan kegigihan Bima, kemudian murid menandai apakah bukti yang mereka temukan sudah menunjukkan kegigihan tokoh secara tepat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penegasan bahwa kegigihan seorang wirausahawan tercermin dari kesediaannya mengevaluasi hambatan dan tidak lekas menyerah saat menemui kegagalan (3 menit).
- Murid menjawab satu pertanyaan cek pemahaman singkat: 'Sebutkan 1 bukti dari teks visual yang membuktikan Bima memiliki sifat gigih!' (acuan: Bima memilih mencatat dan mencari solusi daripada berhenti berjualan) lalu guru menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penanda visual (lingkaran warna pada gambar kedai Bima dan garis bawah pada kalimat tindakan Bima mencatat masalah). Murid yang siap menerima tantangan menganalisis teks visual tanpa bantuan penanda.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap dibimbing guru dalam menemukan bukti tindakan Bima pada teks, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis ketiga bukti kegigihan secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan target analisis yang sama (3 butir analisis nilai kegigihan), dengan murid mahir memberikan uraian bukti tekstual dan visual yang lebih mendalam pada lembar analisis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang hambatan dan respon tokoh Bima: (1) 'Apa hambatan utama yang dihadapi Bima saat berjualan es?' (acuan: dagangan es jeruknya sepi/tidak dilirik karena lokasinya tersembunyi di pojok lapangan di bawah pepohonan dan jenis esnya sama dengan penjual lain); (2) 'Tindakan apa yang menunjukkan Bima tidak langsung menyerah?' (acuan: rasa sedih Bima berganti penasaran lalu ia mengamati keadaan lapangan, mencatat kendala pada kertas, dan mencari solusi untuk hari berikutnya).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Analisis Nilai Kegigihan yang mencakup 3 butir: Butir 1 - Hambatan wirausaha tokoh Bima pada teks visual (acuan: posisi kedai di pojok lapangan tertutup pohon sehingga sulit terlihat penonton, serta jenis produk es jeruk sama dengan penjual lain); Butir 2 - Nilai kegigihan saat menghadapi kegagalan (acuan: Bima tidak berputus asa, rasa sedih diubah menjadi penasaran untuk menganalisis letak kesalahan dengan membuat catatan dan peta lapangan); Butir 3 - Nilai kegigihan dalam merencanakan tindak lanjut (acuan: Bima tetap berniat berjualan pada hari kedua pertandingan dengan memperbaiki strategi lokasi dan tampilan produk).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir pembelajaran melalui 1 pertanyaan lisan/tertulis singkat: 'Sebutkan 1 bukti tindakan Bima dalam teks yang menunjukkan nilai kegigihan!' (acuan jawaban yang diterima: Bima mencatat kendala jualannya di selembar kertas / Bima mencari solusi letak kedai dan jenis es / Bima bertekad kembali berjualan di hari kedua setelah esnya tidak laku).
Formatif:- Penilaian proses menggunakan Lembar Analisis Nilai Kegigihan Tokoh (3 butir analisis berbasis teks sastra visual) yang diperiksa berdasarkan kunci acuan ketepatan.
- Catatan observasi guru terhadap penalaran kritis murid dalam menemukan bukti kegigihan dari teks sastra visual.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis nilai kegigihan tokoh berwirausaha dalam teks sastra visual | Belum mampu menemukan bukti hambatan maupun nilai kegigihan tokoh Bima dari teks sastra visual secara tepat (0 dari 3 butir tepat sesuai acuan). | Mampu menganalisis 1 dari 3 butir nilai kegigihan dan hambatan tokoh Bima dari teks sastra visual secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru. | Mampu menganalisis 2 dari 3 butir nilai kegigihan dan hambatan tokoh Bima dari teks sastra visual secara tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menganalisis seluruhnya (3 dari 3 butir) nilai kegigihan dan hambatan tokoh Bima dari teks sastra visual secara tepat dan lengkap sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan teks sastra visual 'Di Mana Salah Bima?' efektif membantu murid mengenali dan menganalisis nilai kegigihan tokoh berwirausaha?
- Bagian mana dari kegiatan analisis bukti kegigihan yang masih dirasa sulit oleh sebagian murid?
Murid:- Nilai kegigihan apa dari tokoh Bima yang paling menarik dan patut kamu tiru ketika menghadapi kesulitan?
- Apakah kamu dapat menemukan bukti tindakan Bima yang menunjukkan sifat pantang menyerah pada teks bacaan dan gambar?
Pertemuan 7 — Menganalisis Nilai Pantang Menyerah dan Evaluasi Diri Tokoh Berwirausaha dalam Teks Visual — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.3 Menganalisis nilai-nilai dalam teks sastra berwujud teks visual tentang kegigihan tokoh berwirausaha
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menganalisis nilai pantang menyerah dan evaluasi diri tokoh berwirausaha melalui teks narasi visual bergambar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan kutipan situasi visual di papan tulis: 'Ketika kue buatannya gosong, Dani menangis dan membuang semua cetakan kuenya.' Murid diminta menjawab lisan: apakah tindakan Dani mencerminkan sikap pantang menyerah dan evaluasi diri? (Acuan jawaban diagnostik: Dani belum mencerminkan nilai pantang menyerah dan evaluasi diri, karena ia langsung putus asa/menyerah dan merusak alat tanpa mencari tahu penyebab gosongnya kue tersebut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa dan membaca teks visual narasi bergambar berjudul 'Gerobak Jus Buah Doni'. Teks mengisahkan Doni yang gerobak jusnya sepi pembeli di hari pertama karena rasa jus terlalu manis dan lokasi jualannya di ujung gang buntu (10 menit).
- Guru memberikan pemodelan cara menganalisis nilai pantang menyerah (tindakan tidak berhenti mencoba meskipun gagal) dan nilai evaluasi diri (tindakan mengenali penyebab kesalahan untuk diperbaiki) dari kutipan tindakan tokoh Doni (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Nilai Tokoh': setiap pasangan menerima lembar cuplikan 4 peristiwa Doni dan menentukan nilai kegigihan yang terkandung di dalamnya dengan memberi tanda centang serta menuliskan bukti tindakan tokoh (Acuan 4 peristiwa: 1. Doni mencicipi ulang jusnya dan menyadari gulanya berlebih -> Nilai Evaluasi Diri; 2. Doni menanyakan kepada tetangga alasan mereka tidak membeli -> Nilai Evaluasi Diri; 3. Meskipun rugi di hari pertama, Doni tetap bangun subuh menyiapkan buah segar untuk hari kedua -> Nilai Pantang Menyerah; 4. Doni memindahkan meja jualannya ke dekat lapangan sepak bola setelah menyadari gangnya sepi -> Nilai Pantang Menyerah/Evaluasi Diri) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Nilai Tokoh berdasarkan kelanjutan teks visual 'Usaha Baru Doni' untuk mengidentifikasi 2 bukti tindakan pantang menyerah dan 2 bukti tindakan evaluasi diri (Acuan jawaban: Bukti pantang menyerah: (a) Tetap tersenyum dan menawarkan jus walau sempat ditolak pembeli pertama, (b) Menyisihkan keuntungan untuk mengganti blender yang sempat rusak tanpa berhenti berjualan; Bukti evaluasi diri: (a) Mencatat takaran gula baru dalam buku resep agar rasa jus konsisten pas, (b) Mengurangi jumlah es batu setelah menerima masukan dari pembeli) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengecek hasil pekerjaannya secara mandiri dengan mencocokkan bukti tindakan Doni terhadap kriteria nilai pantang menyerah dan evaluasi diri yang diarahkan oleh guru (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi pribadi di lembar refleksi tentang pentingnya sikap pantang menyerah dan kemauan memperbaiki diri ketika menghadapi rintangan belajar atau kegiatan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri-ciri tindakan yang mencerminkan nilai pantang menyerah dan evaluasi diri dari tokoh wirausaha dalam teks yang telah dibaca (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mulai menyusun draf karakter tokoh wirausaha hasil imajinasi sendiri (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks visual dengan teks narasi berparagraf pendek dengan penanda visual khusus (garis bawah pada tindakan tokoh) bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung berupa pertanyaan penuntun ('Apa yang dilakukan Doni saat kuenya tidak laku?') bagi murid yang belum mandiri, sedangkan murid yang cepat diarahkan menganalisis dampak langsung tindakan evaluasi diri tokoh terhadap hasil usahanya.
- Produk: Murid dapat menuliskan bukti tindakan tokoh dalam bentuk poin-poin sederhana atau mengisi tabel analisis yang telah disediakan kolom nilai dan bukti tindakannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan dengan menampilkan kutipan situasi tokoh Dani (Acuan: Dani belum mencerminkan nilai pantang menyerah dan evaluasi diri karena putus asa membuang cetakan saat kue gosong alih-alih mencari penyebab kesalahan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Analisis Nilai Tokoh mandiri pada 4 bukti tindakan Doni (2 bukti nilai pantang menyerah: tetap menawarkan jus walau ditolak pembeli pertama, menyisihkan keuntungan ganti blender rusak; 2 bukti nilai evaluasi diri: mencatat takaran gula baru di buku resep, mengurangi porsi es batu sesuai masukan pembeli).
Akhir Pertemuan:- Umpan balik tertulis pada lembar kerja murid mengenai ketepatan identifikasi bukti tindakan teks visual yang mencerminkan nilai pantang menyerah dan nilai evaluasi diri tokoh berwirausaha.
Formatif:- Penilaian proses melalui Lembar Analisis Nilai Tokoh (menganalisis nilai pantang menyerah dan evaluasi diri tokoh dalam teks visual)
- Pengamatan keterlibatan murid dalam aktivitas 'Detektif Nilai Tokoh'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Nilai Pantang Menyerah Tokoh dalam Teks Visual | Belum mampu menemukan tindakan tokoh yang menunjukkan nilai pantang menyerah dari teks visual. | Mampu menemukan 1 bukti tindakan tokoh yang menunjukkan nilai pantang menyerah sesuai acuan teks visual dengan bimbingan guru. | Mampu menemukan 2 bukti tindakan tokoh yang menunjukkan nilai pantang menyerah sesuai acuan teks visual secara tepat. | Mampu menemukan lebih dari 2 bukti tindakan tokoh yang menunjukkan nilai pantang menyerah sesuai acuan teks visual secara tepat dan mandiri. | | Menganalisis Nilai Evaluasi Diri Tokoh dalam Teks Visual | Belum mampu menemukan tindakan tokoh yang menunjukkan nilai evaluasi diri dari teks visual. | Mampu menemukan 1 bukti tindakan tokoh yang menunjukkan nilai evaluasi diri sesuai acuan teks visual dengan bimbingan guru. | Mampu menemukan 2 bukti tindakan tokoh yang menunjukkan nilai evaluasi diri sesuai acuan teks visual secara tepat. | Mampu menemukan lebih dari 2 bukti tindakan tokoh yang menunjukkan nilai evaluasi diri sesuai acuan teks visual secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan teks narasi visual 'Gerobak Jus Buah Doni' memudahkan murid mengidentifikasi nilai pantang menyerah dan evaluasi diri tokoh?
- Bagian mana dari kegiatan analisis nilai yang masih memerlukan scaffolding tambahan bagi murid yang kesulitan membaca pemahaman?
Murid:- Tindakan Doni manakah yang paling menunjukkan bahwa ia pantang menyerah dan tidak mudah putus asa?
- Apa manfaat yang aku peroleh setelah mempelajari cara Doni mengevaluasi kekurangan jus buatannya?
Pertemuan 8 — Menulis Draf Karakter Tokoh Wirausaha Berdasarkan Imajinasi Menggunakan Kosakata Baru Bermakna Konotatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.5 Menulis teks sederhana berdasarkan imajinasi tentang tokoh wirausaha dengan kosakata baru yang memiliki makna konotatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis draf karakter tokoh wirausaha imajinasi dengan kosakata bermakna konotatif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan membacakan 2 kalimat: (1) 'Pak Toni banting tulang demi membuka toko roti' dan (2) 'Lala adalah anak yang keras kepala saat dinasihati kakaknya'. Murid diminta menyebutkan makna konotatif dari 'banting tulang' (acuan: bekerja keras/berusaha sungguh-sungguh) dan 'keras kepala' (acuan: tidak mau mendengarkan nasihat/tegar tengkuk) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru menyajikan tabel 4 kosakata bermakna konotatif di papan tulis: (1) 'banting tulang' = bekerja keras; (2) 'lapang dada' = menerima keadaan dengan ikhlas/sabar; (3) 'keras hati' = teguh pendirian/pantang menyerah; (4) 'bunga bibir' = bahan perbincangan/pujian (7 menit).
- Murid secara menggembirakan mengikuti permainan tebak pasangan kata: murid menerima 4 kartu kata dan secara berpasangan menjodohkannya ke lembar papan dengan arti konotatif yang sesuai: (a) 'banting tulang' dipasangkan dengan 'bekerja sangat giat'; (b) 'lapang dada' dipasangkan dengan 'sabar menerima kegagalan'; (c) 'keras hati' dipasangkan dengan 'teguh pada pendirian'; (d) 'bunga bibir' dipasangkan dengan 'terkenal dan sering dibicarakan orang' (acuan: seluruh pasangan tepat) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri merancang draf profil karakter tokoh wirausaha imajinasi pada lembar kerja, yang memuat: nama tokoh rekaan, jenis usaha rekaan (misalnya: kerajinan, kuliner cilik, stiker kreasi), serta deskripsi sifat/karakter tokoh (10 menit).
- Murid menuliskan draf teks deskripsi karakter tokoh wirausaha sederhana (3-5 kalimat) berdasarkan imajinasi dengan wajib memadukan minimal 2 kosakata bermakna konotatif dari daftar yang telah dipelajari ('banting tulang', 'lapang dada', 'keras hati', 'bunga bibir') secara tepat konteks (acuan: tokoh imajinasi jelas dan kalimat memuat minimal 2 kosakata konotatif dengan konteks makna yang tepat) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang draf karakternya sendiri secara hening untuk memeriksa apakah karakter tokoh rekaannya sudah tergambar jelas dan kosakata konotatif yang disisipkan sudah sesuai dengan arti kiasannya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan fungsi penggunaan kosakata konotatif dalam membuat penggambaran karakter tokoh narasi menjadi lebih hidup dan menarik (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil draf karakter murid serta mengingatkan bahwa draf ini akan dikembangkan menjadi rangkaian peristiwa narasi pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan arti konotasi beserta contoh kalimatnya; murid yang mahir memilih dari daftar kosakata konotasi tambahan (misal: 'berpikir jernih', 'buah bibir').
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan scaffolding berupa kerangka kalimat rumpang saat menyusun draf karakter; murid yang mandiri langsung menuliskan teks draf secara leluasa.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menuliskan draf karakter sepanjang minimal 2 kalimat dengan 2 kata konotasi; murid mahir menuliskan draf karakter 4-5 kalimat dengan 3 atau lebih kata konotasi yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik: Menyebutkan arti kiasan/konotatif dari 2 frasa: (1) 'banting tulang' (acuan: bekerja keras secara sungguh-sungguh) dan (2) 'keras kepala' (acuan: tidak mau mendengarkan nasihat/sulit dinasihati).
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan karakter tokoh wirausaha: mengecek ketepatan integrasi minimal 2 kosakata bermakna konotatif ('banting tulang', 'lapang dada', 'keras hati', 'bunga bibir') sesuai konteks karakter imajinasi yang dibangun (kriteria: makna konotatif digunakan logis dan mendukung karakter wirausaha tokoh).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup pada lembar draf: memeriksa kelengkapan draf karakter (identitas tokoh imajinasi + jenis wirausaha) dan pemakaian minimal 2 kosakata konotatif secara tepat konteks makna.
Formatif:- Penilaian proses lembar draf tulisan karakter tokoh imajinasi wirausaha
- Observasi ketepatan pemakaian kosakata bermakna konotatif dalam kalimat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggambaran Karakter Tokoh Wirausaha Berdasarkan Imajinasi | Belum mampu menuliskan draf karakter tokoh wirausaha imajinasi; gagasan karakter dan bidang usahanya belum tampak. | Menuliskan draf karakter tokoh wirausaha imajinasi secara sangat terbatas (hanya nama dan bidang usaha tanpa penggambaran sifat). | Menuliskan draf karakter tokoh wirausaha imajinasi dengan jelas, mencakup nama, jenis usaha, dan penggambaran sifat tokoh secara runtut. | Menuliskan draf karakter tokoh wirausaha imajinasi dengan sangat rinci, hidup, dan konsisten dari segi nama, jenis usaha, hingga sifat kepribadian tokoh. | | Ketepatan Penggunaan Kosakata Bermakna Konotatif | Belum menggunakan kosakata bermakna konotatif, atau menggunakannya dengan makna harfiah/denotatif yang keliru. | Menggunakan 1 kosakata bermakna konotatif dalam draf karakter dengan konteks makna yang tepat sesuai acuan materi. | Menggunakan 2 kosakata bermakna konotatif dalam draf karakter dengan konteks makna yang tepat sesuai acuan materi. | Menggunakan 3 atau lebih kosakata bermakna konotatif dalam draf karakter dengan konteks makna yang tepat dan variatif sesuai acuan materi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi mengenai perbedaan makna harfiah dan konotatif dapat dipahami murid dengan mudah?
- Apakah scaffolding yang diberikan sudah membantu murid yang kesulitan merangkai kalimat draf karakter tokoh imajinasi?
Murid:- Kosakata bermakna konotatif apa saja yang berhasil kutuliskan dalam draf karakter tokoh wirausahaku hari ini?
- Bagian mana dari penggambaran karakter tokoh imajinasiku yang menurutku paling menarik?
Pertemuan 9 — Menulis Rangkaian Peristiwa Narasi Imajinasi Tokoh Wirausaha dengan Kosakata Bermakna Konotatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.5 Menulis teks sederhana berdasarkan imajinasi tentang tokoh wirausaha dengan kosakata baru yang memiliki makna konotatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran yaitu menulis rangkaian peristiwa narasi imajinasi tokoh wirausaha menggunakan kosakata bermakna konotatif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis cepat makna kata konotatif berikut: (1) 'berbunga-bunga' (senang/gembira); (2) 'banting tulang' (bekerja keras); (3) 'gulung tikar' (bangkrut); murid menjawab lisan untuk memastikan kesiapan konsep makna konotatif (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati kutipan teks narasi imajinasi model yang memuat peristiwa tokoh wirausaha fabel beserta 4 kata konotatif: 'berbunga-bunga' (hati sangat senang), 'banting tulang' (bekerja keras), 'gulung tikar' (bangkrut), dan 'buah bibir' (bahan pembicaraan orang) (10 menit).
- Murid bersama guru membedah keterkaitan antara alur peristiwa usaha tokoh dan penggunaan kata konotatif yang memperkuat suasana cerita narasi (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan tantangan interaktif 'Kartu Kata Ajaib': dalam kelompok berpasangan, murid mengambil 3 kartu kata konotatif acak dari wadah kelas lalu saling menantang merangkai satu kalimat peristiwa wirausaha imajinatif secara bergantian (10 menit).
- Secara mandiri, murid menuliskan teks narasi imajinasi sederhana (3-4 peristiwa berurutan) tentang tokoh wirausaha yang sedang merintis usaha dan menghadapi tantangan, dengan mengintegrasikan minimal 3 kosakata bermakna konotatif dari daftar pilihan target: 'banting tulang', 'berbunga-bunga', 'gulung tikar', 'buah bibir', dan 'naik daun' (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang draf rangkaian peristiwa narasinya, lalu menandai kata konotatif yang telah ditulis dan memeriksa kesesuaian maknanya dalam konteks cerita (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan fungsi penggunaan kosakata bermakna konotatif dalam menghidupkan alur cerita narasi imajinasi tokoh wirausaha (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil tulisan dan menutup pertemuan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar makna kata konotatif dan pola pemandu alur cerita, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan menggunakan 4 hingga 5 kosakata konotatif secara variatif.
- Proses: Pemberian scaffolding bertahap berupa kalimat pemandu bagi murid yang memerlukan dukungan, serta kemandirian penuh bagi murid yang sudah lancar.
- Produk: Variasi panjang rangkaian peristiwa narasi imajinatif (minimal 3 kalimat naratif peristiwa berurutan untuk tingkat dasar, 5 kalimat atau lebih untuk tingkat mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik makna 3 kata konotatif sebelum menulis: (1) 'berbunga-bunga' -> acuan jawaban: perasaan sangat gembira/senang; (2) 'banting tulang' -> acuan jawaban: bekerja keras; (3) 'gulung tikar' -> acuan jawaban: bangkrut/usahanya tutup.
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja menulis narasi mandiri murid: menilai kelengkapan rangkaian peristiwa narasi imajinasi tokoh wirausaha dan ketepatan penerapan minimal 3 kosakata bermakna konotatif dari 5 kata target ('banting tulang', 'berbunga-bunga', 'gulung tikar', 'buah bibir', 'naik daun') sesuai kriteria konteks kiasan yang tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: murid menggarisbawahi kosakata konotatif pada tulisan narasinya sendiri dan menuliskan arti kiasannya di bawah cerita (acuan kriteria: ketepatan makna kiasan sesuai konteks peristiwa tokoh wirausaha yang ditulis).
Formatif:- Penilaian proses menulis teks narasi imajinasi tokoh wirausaha dan ketepatan penggunaan kosakata bermakna konotatif menggunakan rubrik performa tulisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Rangkaian Peristiwa Narasi Imajinasi Tokoh Wirausaha | Belum mampu menuliskan rangkaian peristiwa narasi imajinasi tokoh wirausaha (kurang dari 2 peristiwa atau tidak membentuk cerita). | Menuliskan 2 peristiwa narasi imajinasi tokoh wirausaha tetapi hubungan antarperistiwa belum padu. | Menuliskan 3 rangkaian peristiwa narasi imajinasi tokoh wirausaha secara runtut dan padu. | Menuliskan lebih dari 3 rangkaian peristiwa narasi imajinasi tokoh wirausaha secara runtut, utuh, dan padu secara mandiri. | | Penggunaan Kosakata Bermakna Konotatif | Menggunakan kurang dari 2 kata konotatif, atau penggunaannya keliru (masih bermakna denotatif/harfiah). | Menggunakan 2 kosakata bermakna konotatif dari daftar target dengan konteks makna yang tepat. | Menggunakan minimal 3 kosakata bermakna konotatif dari daftar target ('banting tulang', 'berbunga-bunga', 'gulung tikar', 'buah bibir', 'naik daun') dengan tepat sesuai konteks kalimat narasi. | Menggunakan 4 atau lebih kosakata bermakna konotatif dari daftar target secara tepat, tepat guna, dan bervariasi dalam konteks alur narasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu konotatif efektif membantu murid menemukan ide peristiwa narasi tokoh wirausaha?
- Bagian mana dari bimbingan menulis kosakata konotatif yang paling membutuhkan penguatan tambahan bagi murid?
Murid:- Kosakata konotatif apa yang paling menarik saat kamu masukkan ke dalam cerita wirausaha imajinasimu?
- Apa tantangan yang kamu rasakan saat merangkai peristiwa yang dialami oleh tokoh wirausahamu?
Pertemuan 10 — Menulis Teks Sederhana Penyelesaian Cerita Imajinasi Tokoh Wirausaha Memanfaatkan Pilihan Kosakata Konotatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.5 Menulis teks sederhana berdasarkan imajinasi tentang tokoh wirausaha dengan kosakata baru yang memiliki makna konotatif
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis bagian penyelesaian (akhir) cerita imajinasi tokoh wirausaha menggunakan kosakata baru bermakna konotatif (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 3 pilihan kata konotatif berikut yang paling tepat untuk menggambarkan keberhasilan usaha: (A) gulung tikar (makna: bangkrut), (B) memetik buah manis (makna: menikmati hasil jerih payah), (C) berpangku tangan (makna: tidak bekerja/malas); acuan jawaban benar: (B) memetik buah manis (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati contoh teks penyelesaian cerita wirausaha yang ditayangkan guru: 'Setelah berbulan-bulan tekun berkreasi, Lala akhirnya memetik buah manis dari usahanya. Hatinya berbunga-bunga melihat pembeli tersenyum puas, membuktikan usahanya tidak bertepuk sebelah tangan.' (acuan 3 kata konotatif: 'memetik buah manis' = hasil baik, 'berbunga-bunga' = sangat senang, 'tidak bertepuk sebelah tangan' = gayung bersambut/dihargai) (10 menit).
- Murid bersama guru menganalisis bagaimana kosakata bermakna konotatif memperkuat kesan keberhasilan pada akhir cerita imajinasi wirausaha melalui tanya jawab terarah (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan menggembirakan 'Roda Kata Kiasan': guru menyajikan 4 kartu bank kosakata konotatif pada papan tulis: Kartu 1 'berbunga-bunga' (sangat senang), Kartu 2 'memetik buah manis' (merasakan hasil perjuangan), Kartu 3 'banting setir' (beralih strategi), Kartu 4 'lapang dada' (ikhlas/tenang), lalu murid secara cepat berpasangan saling menyebutkan contoh pemakaian 1 kata dalam kalimat penyelesaian cerita (10 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana bagian penyelesaian cerita narasi imajinasi tokoh wirausahanya (melanjutkan draf karakter dan rangkaian peristiwa dari Pertemuan 8 dan 9) sepanjang 1-2 paragraf dengan wajib memanfaatkan minimal 2 kosakata baru bermakna konotatif dari kartu yang disediakan atau daftar mandiri yang tepat (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang teks penyelesaian cerita imajinasinya secara mandiri, menandai/menggarisbawahi kosakata konotatif yang telah digunakan, dan memeriksa apakah maknanya sudah selaras dengan akhir cerita wirausaha tokohnya (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian murid dalam menuliskan penyelesaian cerita imajinasi dengan kosakata konotatif yang tepat (4 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan bahwa penggunaan kosakata konotatif membuat penyelesaian cerita wirausaha menjadi lebih hidup dan berkesan, kemudian menutup sesi dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bank kosakata konotatif beserta maknanya sebagai pemandu bagi murid yang membutuhkan bantuan; murid yang mahir memilih kosakata konotatif yang lebih beragam.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus bagi murid yang kesulitan merangkai akhir cerita; memberi keleluasaan mandiri bagi murid yang telah lancar menulis.
- Produk: Teks penyelesaian cerita imajinasi wirausaha sederhana dengan panjang tulisan fleksibel (minimal 1 paragraf untuk pemula, hingga 2 paragraf untuk mahir), dengan pemanfaatan minimal 2 kosakata bermakna konotatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman makna konotatif: murid menentukan 1 pilihan kata kiasan yang paling tepat untuk menggambarkan keberhasilan usaha dari 3 pilihan berikut: (A) gulung tikar (makna: bangkrut), (B) memetik buah manis (makna: menikmati hasil kerja keras), (C) berpangku tangan (makna: malas bekerja). Acuan jawaban benar: (B) memetik buah manis.
Proses:- Formatif lembar draf tulisan: guru memeriksa teks penyelesaian cerita narasi imajinasi wirausaha yang ditulis murid, dengan kriteria penerimaan: memuat bagian akhir cerita wirausaha (penyelesaian konflik/pencapaian hasil usaha) dan memanfaatkan minimal 2 kosakata bermakna konotatif secara tepat konteks.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: murid menunjukkan minimal 2 kosakata konotatif yang digarisbawahi dalam paragraf penyelesaian cerita imajinasinya dan menjelaskan maknanya (kriteria penerimaan: kosakata yang dipilih bermakna kiasan dan tepat mendukung peristiwa akhir cerita tokoh wirausaha).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menulis teks sederhana penyelesaian cerita imajinasi tokoh wirausaha dengan kosakata konotatif menggunakan rubrik performa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Isi Penyelesaian Cerita Imajinasi Tokoh Wirausaha | Belum mampu menuliskan teks penyelesaian cerita imajinasi tokoh wirausaha (alur akhir cerita belum tampak). | Menuliskan penyelesaian cerita imajinasi tokoh wirausaha secara sederhana namun gambaran akhir usaha masih belum jelas. | Menuliskan penyelesaian cerita imajinasi tokoh wirausaha yang jelas dan logis menggambarkan akhir/hasil usaha tokoh. | Menuliskan penyelesaian cerita imajinasi tokoh wirausaha secara utuh, runtut, dan sangat hidup dalam menggambarkan keberhasilan atau pencapaian tokoh. | | Pemanfaatan Kosakata Baru Bermakna Konotatif | Belum memanfaatkan kosakata bermakna konotatif dalam teks penyelesaian cerita (semua kata bermakna denotatif/harfiah). | Memanfaatkan 1 kosakata bermakna konotatif dalam teks penyelesaian cerita secara tepat konteks. | Memanfaatkan 2 kosakata bermakna konotatif dalam teks penyelesaian cerita secara tepat konteks sesuai acuan bank kata. | Memanfaatkan lebih dari 2 kosakata bermakna konotatif dalam teks penyelesaian cerita secara tepat, alami, dan memperkaya nuansa rasa cerita. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu membedakan makna denotatif dan konotatif saat menulis penyelesaian cerita imajinasi wirausaha?
- Bagian mana dari aktivitas menulis yang membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid yang belum berkembang?
Murid:- Kata kiasan (konotasi) apa yang paling kamu sukai saat menuliskan akhir cerita usahamu?
- Apakah kamu merasa cerita imajinasi wirausahamu menjadi lebih menarik setelah diberi kata-kata bermakna konotatif?
Pertemuan 11 — Menulis Gagasan Awal Rancangan Wirausaha Sederhana dengan Rangkaian Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.6 Menulis teks sederhana berdasarkan gagasan rancangan wirausaha dengan rangkaian kalimat kompleks
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menulis gagasan awal rancangan wirausaha menggunakan kalimat kompleks (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang klausa tunggal di papan tulis: (1) 'Kami ingin menjual pembatas buku' dan 'Banyak teman gemar membaca buku cerita'; (2) 'Lala membuat stiker hias' dan 'Lala ingin memanfaatkan sisa kertas gambar'. Murid diminta menuliskan penggabungan kedua klausa tersebut menggunakan kata penghubung sebab/tujuan pada kertas kecil (acuan: klausa digabung dengan kata hubung bertingkat seperti 'karena', 'sebab', atau 'agar' sehingga membentuk kalimat majemuk/kompleks) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati contoh pemodelan gagasan awal wirausaha yang ditulis dengan kalimat kompleks: 'Kami merancang usaha minuman sari buah segar karena cuaca di sekolah sering terasa panas pada siang hari' dan 'Produk ini dikemas dalam botol kecil agar teman-teman mudah membawanya saat jam istirahat' (8 menit).
- Murid membedah 2 struktur kalimat kompleks tersebut untuk menemukan klausa utama, kata penghubung sebab/tujuan ('karena', 'agar'), dan klausa perluasan yang menjelaskan alasan pembentukan ide wirausaha (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan bahasa berpasangan 'Sambung Kalimat Wirausaha' secara menggembirakan: pasangan murid bergantian melengkapi 2 kartu rintisan ide dengan klausa lanjutan, yaitu Kartu A: 'Usaha kotak pensil daur ulang kami buat karena...' (acuan: dilengkapi alasan kebutuhan/kondisi lingkungan) dan Kartu B: 'Kami memilih produk stiker edukasi agar...' (acuan: dilengkapi tujuan manfaat bagi pembeli) (10 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana berisi gagasan awal rancangan wirausaha (berisi nama usaha, jenis produk, dan alasan pemilihan ide) ke dalam minimal 3 kalimat kompleks yang saling terangkai (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukar draf tulisan dengan teman sebangku untuk memeriksa apakah setiap kalimat dalam gagasan awal sudah memuat minimal 2 klausa yang dihubungkan dengan konjungsi yang tepat (7 menit).
- Murid menandai kalimat sendiri yang sudah berhasil dirangkai menjadi kalimat kompleks dan memperbaiki bagian kalimat yang masih berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara menyusun gagasan awal rancangan wirausaha dengan merangkaikan ide dan alasan melalui kalimat kompleks (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap draf tulisan murid serta menginformasikan bahwa tulisan ini akan dilanjutkan dengan langkah kegiatan wirausaha pada pertemuan berikutnya (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan daftar pilihan konjungsi bertingkat ('karena', 'sebab', 'agar', 'supaya', 'sehingga'), sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan menggunakan konjungsi syarat atau pengandaian ('jika', 'apabila').
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding dipandu langkah demi langkah menggabungkan klausa ide dan klausa alasan, sementara murid yang mahir menulis draf secara mandiri penuh.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menuliskan 3 kalimat kompleks gagasan awal wirausaha dengan pola terpandu, sedangkan murid mahir menuliskan 4 hingga 5 kalimat kompleks yang bervariasi jenis konjungsinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat menuliskan penggabungan 2 pasang klausa menjadi kalimat kompleks: Butir 1: 'Kami ingin menjual pembatas buku' + 'Banyak teman gemar membaca buku cerita' (acuan kunci: digabung menggunakan konjungsi sebab/alasan, misal 'Kami ingin menjual pembatas buku karena banyak teman gemar membaca buku cerita'); Butir 2: 'Lala membuat stiker hias' + 'Lala ingin memanfaatkan sisa kertas gambar' (acuan kunci: digabung menggunakan konjungsi tujuan/alasan, misal 'Lala membuat stiker hias agar dapat memanfaatkan sisa kertas gambar').
Proses:- Cek pemahaman formatif saat murid menulis draf: pemeriksaan keterpenuhan minimal 3 kalimat kompleks dalam draf gagasan awal rancangan wirausaha sederhana dengan konjungsi bertingkat yang tepat.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan draf tulisan gagasan awal wirausaha murid: kriteria keterterimaan adalah tulisan memuat nama/jenis ide wirausaha serta alasan pemilihannya yang tertuang dalam minimal 3 kalimat kompleks yang tepat unsur klausanya.
Formatif:- Penilaian kinerja menulis draf gagasan awal rancangan wirausaha berdasarkan keterpenuhan unsur ide wirausaha dan penggunaan rangkaian kalimat kompleks.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Gagasan Rancangan Wirausaha | Gagasan rancangan wirausaha belum memuat jenis produk maupun alasan pemilihan ide usaha. | Menuliskan gagasan rancangan wirausaha yang hanya memuat salah satu antara jenis produk atau alasan pemilihan ide usaha. | Menuliskan gagasan rancangan wirausaha sederhana yang memuat jenis produk dan alasan pemilihan ide usaha secara jelas. | Menuliskan gagasan rancangan wirausaha sederhana yang memuat jenis produk, keunggulan ide, dan alasan pemilihan secara perinci dan jelas. | | Penggunaan Rangkaian Kalimat Kompleks | Seluruh tulisan masih berupa kalimat tunggal tanpa kata penghubung antarklausa. | Menulis 1 kalimat kompleks yang tepat dalam teks gagasan wirausaha, sisanya masih berupa kalimat tunggal. | Menulis minimal 3 kalimat kompleks dengan konjungsi antarklausa yang tepat dalam teks gagasan wirausaha. | Menulis lebih dari 3 kalimat kompleks dengan variasi konjungsi antarklausa yang tepat dan padu dalam teks gagasan wirausaha. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan penggabungan klausa menjadi kalimat kompleks dapat dipahami murid dengan mudah?
- Bagaimana keterlibatan murid saat menuliskan ide rancangan wirausahanya sendiri secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari ide wirausaha saya yang paling jelas setelah saya tuliskan?
- Apakah saya sudah dapat merangkai ide dan alasan usaha saya menjadi kalimat kompleks yang padu?
Pertemuan 12 — Menulis Langkah Kegiatan Rencana Wirausaha Sederhana Menggunakan Rangkaian Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.6 Menulis teks sederhana berdasarkan gagasan rancangan wirausaha dengan rangkaian kalimat kompleks
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kabar murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis langkah-langkah kegiatan rencana wirausaha sederhana menggunakan rangkaian kalimat kompleks (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid diminta mengidentifikasi satu kalimat tunggal dan menggabungkannya menjadi kalimat kompleks menggunakan konjungsi bertingkat (acuan: dua kalimat 'Lala menyiapkan bahan' dan 'Lala mulai membuat stiker' digabung menjadi 'Sebelum Lala mulai membuat stiker, ia menyiapkan bahan terlebih dahulu' atau 'Lala menyiapkan bahan sehingga pembuatan stiker berjalan lancar') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan teks langkah kegiatan wirausaha di papan tulis yang memuat kalimat kompleks bertingkat dengan kata penghubung hubungan waktu dan syarat, seperti: (1) 'Setelah bahan daur ulang terkumpul, perajin membersihkan wadah tersebut hingga siap dicat', (2) 'Jika pewarnaan dasar telah kering sempurna, hiasan stiker dapat ditempelkan secara rapi' (7 menit).
- Murid menganalisis 3 contoh kalimat langkah kegiatan wirausaha berikut untuk membedakan klausa utama dan klausa bawahan: (1) 'Sebelum produk dipasarkan ke pembeli, kita harus memeriksa kerapian kemasan' (klausa utama: kita harus memeriksa kerapian kemasan; klausa bawahan: sebelum produk dipasarkan ke pembeli); (2) 'Pengrajin memotong kardus sesuai pola agar kotak pensil memiliki bentuk yang kokoh' (klausa utama: pengrajin memotong kardus sesuai pola; klausa bawahan: agar kotak pensil memiliki bentuk yang kokoh); (3) 'Ketika modal awal telah dihitung, tim menentukan harga jual setiap barang' (klausa utama: tim menentukan harga jual setiap barang; klausa bawahan: ketika modal awal telah dihitung) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Berpasangan 'Rangkai Langkah Cepat' (prinsip Menggembirakan): Murid berpasangan memainkan kuis menyambung kartu klausa menjadi 3 kalimat kompleks langkah wirausaha yang padu; Kartu 1: 'Sebelum proses produksi dimulai' dipasangkan dengan 'setiap anggota regu menyiapkan alat keselamatan kerja'; Kartu 2: 'Supaya pembeli tertarik pada produk kita' dipasangkan dengan 'kemasan dihias menggunakan label warna-warni'; Kartu 3: 'Setelah barang selesai dibuat' dipasangkan dengan 'produk dikelompokkan berdasarkan jenis ukurannya' (acuan kunci pasangan: 1-alat kerja, 2-label warna, 3-kelompok ukuran) (10 menit).
- Secara mandiri, murid menuliskan draf berisi minimal 3 langkah kegiatan rencana wirausaha sederhana (persiapan, pembuatan, dan pengemasan) dengan masing-masing langkah dinyatakan dalam kalimat kompleks bertingkat yang memuat konjungsi (misal: sebelum, setelah, ketika, jika, agar, sehingga) pada Lembar Kerja Menulis (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pemeriksaan silang mandiri terhadap tulisannya untuk memastikan setiap langkah kegiatan wirausaha telah menggunakan kalimat kompleks yang memuat minimal dua klausa berkonjungsi (5 menit).
- Murid mendokumentasikan hasil draf langkah kegiatan wirausaha yang telah disusun dan mencatat kata penghubung apa saja yang telah berhasil dirangkai dalam tulisannya (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan kembali ciri penulisan langkah kegiatan wirausaha yang jelas menggunakan rangkaian kalimat kompleks (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketekunan murid dan menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya untuk menyatukan seluruh bagian teks rencana wirausaha (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar bantuan konjungsi bertingkat (sebelum, sesudah, agar, jika), sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan menggunakan variasi konjungsi hubungan pengandaian atau konsesif (meskipun, seandainya).
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menguraikan langkah kegiatan, guru membimbing dengan memecah alur menjadi tiga pertanyaan pemandu (apa yang dilakukan di awal, saat membuat, dan saat selesai).
- Produk: Murid dengan kecepatan belajar tinggi menuliskan 4 hingga 5 langkah kegiatan wirausaha dengan variasi anak kalimat di depan maupun di belakang induk kalimat, sedangkan murid reguler menuliskan minimal 3 langkah kegiatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman kalimat kompleks: Murid diminta menyatukan 2 kalimat tunggal ('Lala menyiapkan bahan' dan 'Lala mulai membuat stiker') menjadi 1 kalimat kompleks menggunakan kata hubung yang tepat. (Acuan jawaban: 'Sebelum Lala mulai membuat stiker, ia menyiapkan bahan' atau 'Lala menyiapkan bahan agar ia dapat membuat stiker dengan lancar').
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan murid pada lembar kerja: memastikan murid menuliskan minimal 3 langkah kegiatan wirausaha sederhana (tahap persiapan, produksi, pengemasan/penjualan) dan setiap langkah menggunakan kalimat kompleks bertingkat (memiliki klausa utama dan klausa bawahan dengan konjungsi seperti sebelum, setelah, jika, agar, sehingga). Kriteria penerimaan operasional: setiap butir langkah memuat minimal dua predikat/klausa yang dihubungkan konjungsi bertingkat secara logis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan konjungsi yang digunakan dalam kalimat langkah usahanya dan menunjukkan klausa utama serta klausa bawahannya pada draf tulisan mereka masing-masing.
Formatif:- Penilaian kinerja menulis langkah kegiatan rencana wirausaha sederhana menggunakan rangkaian kalimat kompleks pada Lembar Kerja Menulis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan Rangkaian Kalimat Kompleks Langkah Usaha | Menulis langkah kegiatan usaha hanya menggunakan kalimat tunggal sederhana tanpa konjungsi bertingkat, belum membentuk kalimat kompleks. | Menulis langkah kegiatan usaha dengan 1 kalimat kompleks bertingkat secara tepat, sementara langkah lainnya masih berupa kalimat tunggal. | Menulis 2-3 langkah kegiatan rencana usaha sederhana dengan rangkaian kalimat kompleks bertingkat secara tepat dan padu. | Menulis lebih dari 3 langkah kegiatan rencana usaha secara mandiri menggunakan variasi rangkaian kalimat kompleks (posisi anak kalimat bervariasi di awal dan akhir) secara runtut dan tepat. | | Kesesuaian Gagasan Langkah Rancangan Usaha | Gagasan langkah yang ditulis belum memuat tahapan operasional rencana wirausaha yang jelas. | Menuliskan gagasan langkah wirausaha tetapi hanya mencakup 1 tahapan kegiatan (misal hanya tahap persiapan atau hanya tahap akhir). | Menuliskan gagasan langkah wirausaha secara runtut mencakup tahapan persiapan, pembuatan, dan pengemasan/penjualan. | Menuliskan gagasan langkah wirausaha secara runtut, terperinci, dan operasional mencakup seluruh alur dari persiapan alat/bahan, pengolahan produk, hingga siap jual. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perangkaian kalimat kompleks dengan kata hubung bertingkat dapat dipahami dan diterapkan secara tepat oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari penulisan langkah kegiatan rencana wirausaha yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Kata hubung apa yang paling mudah saya gunakan untuk merangkai langkah kegiatan wirausaha menjadi kalimat kompleks?
- Apakah langkah-langkah kegiatan wirausaha yang saya tulis sudah cukup jelas dan berurutan?
Pertemuan 13 — Menulis Teks Rencana Wirausaha Sederhana secara Utuh dengan Variasi Kalimat Kompleks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.6 Menulis teks sederhana berdasarkan gagasan rancangan wirausaha dengan rangkaian kalimat kompleks
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis teks rencana wirausaha sederhana secara utuh dengan memadukan gagasan awal dan langkah kerja menggunakan variasi kalimat kompleks (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang klausa tunggal di papan tulis dan meminta murid menggabungkannya menjadi kalimat kompleks bertingkat menggunakan kata penghubung sebab-akibat atau syarat: (1) 'Lala memilih bahan kain perca' + 'harganya terjangkau dan ramah lingkungan' (acuan penggabungan: 'Lala memilih bahan kain perca karena harganya terjangkau dan ramah lingkungan'); (2) 'Kelompok kami akan mulai berjualan' + 'semua produk selesai dikemas' (acuan penggabungan: 'Kelompok kami akan mulai berjualan setelah/jika semua produk selesai dikemas') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati model teks rencana wirausaha sederhana utuh di papan tulis yang memadukan gagasan produk, target pembeli, dan langkah pelaksanaan dalam rangkaian kalimat kompleks dengan konjungsi bertingkat (seperti: 'karena', 'sehingga', 'agar', 'meskipun', 'ketika') (5 menit).
- Murid mengikuti permainan tantangan menggembirakan 'Rantai Hubung Ide': guru memberikan 3 kartu penggalan ide wirausaha dan murid secara cepat memilih kartu konjungsi yang tepat untuk merangkainya menjadi 1 kalimat kompleks yang padu: (1) Ide A: 'Kami menjual pembatas buku lukis' + Konjungsi: 'karena' + Ide B: 'banyak teman menyukai gambar kreasi kami'; (2) Ide C: 'Modal awal dikumpulkan bersama' + Konjungsi: 'agar' + Ide D: 'semua anggota merasa memiliki usaha ini'; (3) Ide E: 'Bahan stiker disiapkan terlebih dahulu' + Konjungsi: 'sebelum' + Ide F: 'proses pencetakan gambar dilakukan' (acuan: kombinasi klausa dan konjungsi yang tepat membentuk kalimat majemuk bertingkat yang logis) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan kembali catatan draf gagasan awal (dari Pertemuan 11) dan draf langkah kegiatan wirausaha (dari Pertemuan 12) masing-masing untuk digabungkan menjadi teks utuh (5 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana rencana wirausaha utuh yang terdiri dari minimal 4 kalimat kompleks bervariasi konjungsi (memuat: nama/ide produk, alasan pemilihan, kebutuhan bahan/persiapan, dan rencana penjualan) pada lembar kerja (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali teks rencana wirausaha yang ditulisnya menggunakan daftar periksa mandiri: menghitung jumlah kalimat kompleks yang digunakan dan mengidentifikasi kata hubung bertingkat yang memvariasikan teks tersebut (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung pada draf tulisan murid terhadap keterpaduan gagasan rancangan wirausaha dan ketepatan variasi kalimat kompleks yang dirangkai (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang cara menyatukan gagasan rancangan wirausaha secara utuh menggunakan variasi kalimat kompleks yang saling bertaut (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat (1 soal) di buku latihan: meminta murid melengkapi 1 kalimat rumpang rencana wirausaha dengan konjungsi hubungan tujuan/akibat yang tepat: 'Kami membuat brosur promosi yang menarik [...] pembeli mengenal keunggulan produk kami' (acuan jawaban: 'agar' atau 'supaya') serta menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan kata penghubung kompleks bertingkat (agar, karena, sehingga, sebelum, sesudah); murid berkemampuan cepat diarahkan menggunakan variasi konjungsi hubungan syarat (jika, asalkan) atau pengandaian.
- Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai teks utuh dibimbing melalui scaffolding penggabungan kalimat satu per satu dari draf sebelumnya; murid cepat langsung menulis draf utuh secara mandiri.
- Produk: Teks rencana wirausaha sederhana utuh dengan target minimal 4 kalimat kompleks bervariasi (murid cepat dapat mengembangkan 5-6 kalimat kompleks dengan variasi konjungsi lebih beragam).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan/tulis singkat penggabungan 2 pasang klausa tunggal menjadi kalimat kompleks bertingkat: (1) 'Lala memilih bahan kain perca' + 'harganya terjangkau dan ramah lingkungan' (acuan: penggabungan memakai 'karena/sebab'); (2) 'Kelompok kami akan mulai berjualan' + 'semua produk selesai dikemas' (acuan: penggabungan memakai 'setelah/ketika/jika'). Kriteria siap: murid tepat menggunakan konjungsi bertingkat pada kedua pasang klausa.
Proses:- Pengamatan langsung dan pemeriksaan draf tulisan saat tahap mengaplikasi: menilai apakah teks memuat gagasan rancangan wirausaha utuh (ide produk, persiapan, pelaksanaan) dan tersusun atas variasi kalimat kompleks (minimal 4 kalimat majemuk bertingkat dengan konjungsi berbeda seperti karena, agar, sebelum, sehingga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: melengkapi 1 kalimat rumpang rencana wirausaha: 'Kami membuat brosur promosi yang menarik [...] pembeli mengenal keunggulan produk kami' (acuan jawaban benar: konjungsi tujuan 'agar' atau 'supaya').
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menulis teks rencana wirausaha sederhana secara utuh dengan variasi kalimat kompleks melalui lembar kerja mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keutuhan gagasan teks rencana wirausaha | Teks rencana wirausaha hanya memuat 1 bagian gagasan (misal hanya nama produk saja tanpa langkah atau rencana usaha) secara terpisah-pisah. | Teks rencana wirausaha memuat 2 bagian gagasan (misal produk dan bahan) namun alur keterpaduan teks rencana usaha belum lengkap. | Teks rencana wirausaha memuat gagasan utuh (mencakup produk, persiapan, dan rencana pelaksanaan wirausaha) secara berkesinambungan. | Teks rencana wirausaha memuat gagasan utuh (produk, alasan, persiapan, dan rencana pelaksanaan) secara sangat rinci, padu, dan tuntas secara mandiri. | | Rangkaian variasi kalimat kompleks | Menulis teks yang didominasi kalimat tunggal sederhana; belum mampu merangkai kalimat kompleks bertingkat secara tepat. | Menulis teks yang memuat 1-2 kalimat kompleks bertingkat, tetapi konjungsi yang digunakan masih monoton (hanya satu jenis kata hubung). | Menulis teks dengan rangkaian minimal 4 kalimat kompleks yang menggunakan variasi konjungsi bertingkat (seperti karena, agar, sehingga, setelah) secara tepat. | Menulis teks dengan seluruh kalimat merupakan kalimat kompleks yang dirangkai secara bervariasi dengan beragam konjungsi bertingkat secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu menulis mandiri 20 menit mencukupi bagi semua murid untuk menyatukan draf mereka menjadi teks utuh?
- Apakah murid sudah mampu memvariasikan jenis konjungsi bertingkat dalam kalimat kompleks mereka tanpa terpaku pada satu kata hubung saja?
Murid:- Bagian mana dari rencana wirausahaku yang paling jelas setelah dirangkai dengan kalimat kompleks?
- Kata hubung apa saja yang sudah berhasil kugunakan untuk menyatukan kalimat dalam teks rencana usahaku hari ini?
Pertemuan 14 — Mempersiapkan Penyampaian Gagasan Teks Rencana Wirausaha Sederhana secara Runtut dan Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.4 Mempresentasikan gagasan dari teks rencana wirausaha sederhana dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-14, yaitu menyiapkan urutan penyampaian gagasan teks rencana wirausaha secara runtut dan menggunakan ungkapan santun (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan kartu kuis acak berisi 3 potongan bagian rencana usaha: (A) 'Langkah pembuatan celengan bambu', (B) 'Salam pembuka dan alasan memilih usaha celengan bambu', (C) 'Penutup dan ucapan terima kasih'. Murid diminta menyusun urutan yang runtut secara lisan (acuan urutan runtut: B - A - C) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bagan alur keruntutan presentasi rencana wirausaha yang diproyeksikan guru: Bagian Pembuka (sapaan santun dan pengenalan nama produk), Bagian Isi (alasan memilih produk dan langkah kegiatan pembuatan/penjualan), Bagian Penutup (harapan usaha, ucapan terima kasih, dan salam) (7 menit).
- Murid berdiskusi mengidentifikasi contoh kalimat santun dan efektif untuk mempresentasikan gagasan rencana wirausaha berdasarkan 2 contoh kalimat pembanding: Kalimat 1 'Beli produk kami sekarang karena ini bagus' vs Kalimat 2 'Selamat pagi teman-teman, kami ingin memperkenalkan ide celengan lukis kami karena bahannya ramah lingkungan dan mudah dibuat' (acuan kalimat efektif dan santun: Kalimat 2 karena diawali sapaan santun, menyebutkan nama produk, dan memberikan alasan yang jelas tanpa memaksa) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Permainan Keruntutan 'Estafet Gagasan Santun': Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid memainkan tantangan menyusun kartu panduan presentasi rencana wirausaha milik kelompok masing-masing yang telah ditulis di pertemuan sebelumnya menjadi urutan presentasi yang runtut (1. Salam dan Pengenalan Produk, 2. Alasan Pemilihan Produk, 3. Rincian Langkah Pembuatan, 4. Penutup) (10 menit).
- Setiap kelompok menyusun kerangka catatan persiapan presentasi (cue card) yang memuat gagasan pokok tiap bagian rencana wirausaha sederhana dengan menyisipkan ungkapan santun yang telah dipelajari (misal: 'Permisi teman-teman', 'Kami bermaksud menyampaikan ide...', 'Terima kasih atas perhatian teman-teman') (15 menit).
- Murid melakukan simulasi berpasangan saling melatih penyampaian alur gagasan rencana wirausaha berdasarkan catatan urutan yang telah disusun, memastikan gagasan tersampaikan secara runtut dari pembuka hingga penutup secara santun (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa keterpenuhan keruntutan gagasan dan kesantunan bahasa dalam draf persiapan presentasi masing-masing menggunakan panduan ceklis (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya keruntutan alur gagasan (pembuka, isi, penutup) dan penggunaan kalimat santun dalam mempersiapkan presentasi rencana usaha (3 menit).
- Guru memberikan konfirmasi kesiapan materi untuk sesi presentasi bagian pembuka pada pertemuan berikutnya, mengapresiasi kerja sama kelompok, dan menutup pertemuan dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata transisi penanda keruntutan ('Pertama-tama', 'Selanjutnya', 'Terakhir') bagi kelompok yang memerlukan bantuan penataan alur.
- Proses: Kelompok yang lebih cepat menyelesaikan alur kerangka presentasi diberi kesempatan memvariasikan pilihan ungkapan santun pada lembar persiapan presentasinya, sedangkan kelompok yang membutuhkan pendampingan dibimbing langsung oleh guru pada penyusunan urutan pembuka-isi-penutup.
- Produk: Catatan persiapan presentasi dapat berupa bagan berurutan (flowchart) bertuliskan poin gagasan atau kartu poin berbicara berurutan (cue cards).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik penyusunan urutan runtut rencana usaha menggunakan 3 kartu pernyataan: (A) 'Langkah pembuatan celengan bambu', (B) 'Salam pembuka dan alasan memilih usaha celengan bambu', (C) 'Penutup dan ucapan terima kasih' (acuan kunci urutan benar: B - A - C).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerangka persiapan presentasi kelompok: memastikan seluruh 3 komponen utama (pembuka: sapaan & nama produk, isi: alasan & langkah, penutup: simpulan/harapan & terima kasih) disusun berurutan secara runtut.
- Pengamatan simulasi penyampaian: mengecek penggunaan minimal 2 ungkapan santun (misalnya sapaan hormat/salam pembuka dan ucapan terima kasih di akhir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menentukan apakah kalimat pembuka berikut termasuk kategori santun atau tidak santun: (1) 'Hei kalian, dengarkan rencana jualan kami sekarang!', (2) 'Selamat pagi teman-teman, izinkan kami membagikan rencana wirausaha kelompok kami.' (acuan jawaban: 1 = tidak santun; 2 = santun).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyusunan alur persiapan gagasan rencana wirausaha pada lembar cue card/bagan alur
- Ceklis ketercapaian keruntutan alur gagasan dan kesantunan berbahasa saat simulasi berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keruntutan Penyampaian Gagasan Rencana Wirausaha | Gagasan rencana wirausaha belum tersusun dalam urutan runtut (bagian pembuka, isi, dan penutup tersaji acak tanpa struktur alur). | Menyusun gagasan rencana wirausaha dengan memuat 2 bagian berurutan (misal hanya pembuka dan isi, atau isi dan penutup yang runtut). | Menyusun gagasan rencana wirausaha secara runtut mencakup 3 bagian lengkap: pembuka, isi rencana, dan penutup. | Menyusun gagasan rencana wirausaha secara runtut mencakup 3 bagian lengkap disertai rincian alur yang sangat sistematis dan jelas dari awal hingga akhir. | | Kesantunan Bahasa Penyampaian Gagasan | Belum menggunakan ungkapan santun dalam kerangka persiapan penyampaian gagasan rencana wirausaha. | Menggunakan 1 bentuk ungkapan santun (hanya salam pembuka atau hanya ucapan terima kasih) dalam persiapan penyampaian gagasan. | Menggunakan minimal 2 bentuk ungkapan santun yang tepat (seperti salam/sapaan santun dan ucapan terima kasih/permohonan izin) secara konsisten. | Menggunakan lebih dari 2 bentuk ungkapan santun secara konsisten, luwes, dan tepat pada setiap bagian penyampaian gagasan rencana wirausaha. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran tahap Memahami hingga Mengaplikasi berhasil membimbing murid merancang urutan presentasi yang runtut?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan estafet gagasan dan latihan simulasi penyampaian gagasan secara santun?
Murid:- Bagian mana dari rencana wirausaha kelompok kami yang paling mudah diurutkan?
- Ungkapan santun apa yang paling saya sukai saat berlatih menyampaikan ide rencana usaha kepada teman?
Pertemuan 15 — Mempresentasikan Gagasan Rencana Wirausaha Sederhana Tahap Pembuka dan Pengenalan Produk secara Efektif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.4 Mempresentasikan gagasan dari teks rencana wirausaha sederhana dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, berdoa bersama, dan mengecek presensi murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mempresentasikan gagasan rencana wirausaha sederhana khusus tahap pembuka (salam pembuka dan perkenalan kelompok) serta pengenalan produk secara efektif dan santun (3 menit).
- Asesmen Awal diagnostik: Guru menanyakan kepada 3 murid secara acak dua kalimat pembuka presentasi yang efektif dan santun. Kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat sapaan pembuka santun (seperti 'Selamat pagi teman-teman dan Ibu/Bapak Guru') dan pernyataan nama produk yang lugas tanpa berbelit-belit (seperti 'Hari ini kami memperkenalkan produk pembatas buku kreasi kami') (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak peragaan guru tentang perbedaan dua contoh ucapan pembuka dan pengenalan produk: Contoh A (berbelit-belit dan kurang santun: 'Halo semua, dengarkan ya, kami mau jualan stiker nih karena kami suka menggambar') dan Contoh B (efektif dan santun: 'Selamat pagi teman-teman dan Guru, kami dari Kelompok Satu ingin mempresentasikan produk stiker motivasi buatan kami'). Murid mengidentifikasi bahwa Contoh B efektif karena langsung menyebutkan nama produk secara jelas dan menggunakan sapaan yang santun (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dalam kelompok masing-masing membuka teks rencana wirausaha yang sudah disusun sebelumnya, lalu membagi peran untuk mempraktikkan pengenalan: (1) bagian salam pembuka serta perkenalan tim yang santun, dan (2) bagian penyampaian nama produk beserta deskripsi singkat fungsi produk secara efektif dan jelas (15 menit).
- Permainan Estafet Pembuka (Joyful): Setiap kelompok secara bergiliran maju mempresentasikan tahap pembuka dan pengenalan produk di hadapan kelompok lain selama maksimal 2 menit per kelompok. Kelompok penonton memberikan acungan jempol hijau jika kalimat pembuka santun dan nama produk tersampaikan dengan efektif secara langsung pada intinya (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan keberhasilan presentasi pembuka mereka: memeriksa apakah kalimat sapaan sudah santun dan informasi produk sudah disampaikan secara padat tanpa bertele-tele (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mempresentasikan tahap pembuka yang efektif dan santun membutuhkan sapaan yang hormat serta penyebutan nama produk yang jelas langsung pada intinya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan presentasi hari ini dan menginformasikan bahwa tahapan pelaksanaan rencana wirausaha akan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan kartu kalimat pemantik pembuka (frasa salam santun dan kalimat perkenalan produk) bagi kelompok yang memerlukan bantuan.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca teks pengenalan produk terlebih dahulu bersama guru, sedangkan kelompok yang sudah lancar langsung mempresentasikan secara mandiri dan menambahkan alasan pemilihan produk secara efektif.
- Produk: Variasi bentuk penyampaian pembuka lisan: didukung dengan memegang produk nyata atau sketsa gambar produk wirausaha.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Bagaimana kalimat yang santun dan efektif untuk menyapa kelas lalu memperkenalkan produk stiker atau pembatas buku kelompokmu?' (Kriteria penerimaan operasional: memuat salam santun formal/informal sopan seperti 'Selamat pagi/halo teman-teman' serta memuat penyebutan identitas kelompok dan nama produk secara lugas tanpa kata bertele-tele).
Proses:- Pengamatan performa lisan murid saat sesi presentasi tahap pembuka: mencatat keterpenuhan 2 kriteria utama, yaitu (1) kesantunan bahasa dalam membuka presentasi dan menyapa audiens, serta (2) efektivitas penyampaian gagasan pengenalan produk (langsung pada pokok bahasan dan jelas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta perwakilan 2 murid menyebutkan 2 hal penting yang wajib ada saat membuka presentasi produk wirausaha (Acuan jawaban benar: sapaan/salam yang santun kepada audiens dan pengenalan nama produk secara jelas dan lugas).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat kelompok mempresentasikan tahap pembuka dan pengenalan produk wirausaha dengan rubrik efektivitas dan kesantunan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Efektivitas Penyampaian Gagasan Pengenalan Produk | Gagasan produk wirausaha disampaikan berbelit-belit atau nama dan fungsi produk belum disebutkan dengan jelas. | Gagasan produk wirausaha mulai disampaikan dengan menyebutkan nama produk, namun deskripsi singkat produk masih kurang jelas atau berputar-putar. | Gagasan produk wirausaha disampaikan secara efektif, langsung pada pokok gagasan, dengan nama dan fungsi produk terdengar jelas. | Gagasan produk wirausaha disampaikan secara sangat efektif, lugas, padat, dan langsung mengena pada keunggulan produk tanpa ada informasi yang berlebihan. | | Kesantunan Mempresentasikan Pembuka Rencana Wirausaha | Mempresentasikan pembuka tanpa sapaan santun atau menggunakan pilihan kata yang kurang sopan kepada audiens. | Mempresentasikan pembuka dengan sapaan tetapi masih memerlukan arahan guru agar menggunakan pilihan kata yang santun. | Mempresentasikan pembuka dengan salam dan sapaan yang santun kepada teman dan guru secara mandiri. | Mempresentasikan pembuka dengan bahasa yang konsisten sangat santun, menghargai audiens, dan menggunakan etika berbicara yang runtut secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok mendapatkan kesempatan untuk mencoba mempresentasikan pembuka dan pengenalan produk secara adil?
- Apakah instruksi mengenai penyampaian yang efektif (langsung pada inti gagasan) dapat dipahami murid usia kelas 5?
Murid:- Bagian mana dari ucapan pembuka kelompokku yang terdengar paling santun dan percaya diri?
- Apakah teman-teman di kelas sudah dapat langsung memahami produk wirausaha yang kami perkenalkan?
Pertemuan 16 — Mempresentasikan Gagasan Tahapan Pelaksanaan Rencana Wirausaha Sederhana secara Santun dalam Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.4 Mempresentasikan gagasan dari teks rencana wirausaha sederhana dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-16, yaitu mempresentasikan bagian tahapan pelaksanaan dari teks rencana wirausaha kelompok secara efektif dan santun (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 2 contoh tuturan penyampaian tahapan kerja yang paling santun dan efektif: Pilihan A: 'Eh kamu kerjain ini sekarang cepat jangan malas!'; Pilihan B: 'Mari kita mulai tahap penyiapan bahan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan merakit kemasan bersama-sama.' (acuan jawaban: Pilihan B dipilih karena menggunakan ajakan runtut dan bahasa santun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati pemodelan guru tentang cara mempresentasikan bagian tahapan pelaksanaan rencana wirausaha menggunakan struktur: (1) Tahap persiapan bahan/alat, (2) Tahap proses pembuatan produk, dan (3) Tahap pengemasan atau pembagian tugas, disertai frasa pembuka santun seperti 'Pada tahap pertama...', 'Selanjutnya, anggota kelompok bertugas...' (10 menit).
- Murid dalam kelompok membaca kembali draf teks rencana wirausaha yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya, lalu menandai 3 bagian pokok tahapan pelaksanaan: persiapan, produksi, dan pembagian tugas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan simulasi giliran bicara 'Tongkat Estafet Tahapan' dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang: murid secara bergantian memegang pensil estafet dan mempresentasikan satu tahapan pelaksanaan rencana wirausaha secara runtut dan santun kepada rekan kelompoknya (15 menit).
- Setiap murid mempresentasikan gagasan tahapan pelaksanaan rencana wirausaha (alur persiapan, pembuatan produk, dan pembagian tugas kerja kelompok) secara penuh di hadapan teman sekelompoknya dengan bahasa santun (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama rekan satu kelompok saling memberikan umpan balik menggunakan lembar cek sederhana mengenai kelengkapan 3 tahapan yang dipresentasikan dan kesantunan bahasa yang digunakan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa presentasi tahapan pelaksanaan rencana wirausaha yang efektif harus memuat urutan kerja yang jelas dan disampaikan dengan tutur kata yang santun (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai urutan penyampaian tahapan pelaksanaan dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan pendampingan diberikan kartu alur bantu berisi kata penghubung runtut (pertama, kedua, selanjutnya, terakhir), sedangkan kelompok mahir menggunakan draf teks mandiri tanpa kartu bantu.
- Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih mempresentasikan satu tahap terlebih dahulu secara berpasangan sebelum berbicara di depan seluruh anggota kelompok; murid yang percaya diri mempresentasikan keseluruhan tahapan secara runtut.
- Produk: Penyampaian presentasi tahapan pelaksanaan dapat dibantu dengan menunjuk bagan alur kerja pada lembar rencana atau dipresentasikan secara lisan langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman kesantunan dan keefektifan lisan: Murid memilih tuturan yang paling tepat di antara dua opsi: Pilihan A ('Eh kamu kerjain ini sekarang cepat jangan malas!') vs Pilihan B ('Mari kita mulai tahap penyiapan bahan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan merakit kemasan bersama-sama.'). (Acuan jawaban benar: Opsi B, karena memuat urutan tahapan kerja yang jelas dan tutur kata santun).
Proses:- Observasi ketercapaian saat murid mempresentasikan tahapan pelaksanaan rencana wirausaha di depan kelompok: mengamati apakah murid menyampaikan minimal 3 tahapan pelaksanaan (persiapan, proses pembuatan, pembagian tugas) secara runtut dan menggunakan kata-kata santun (misalnya: 'permisi', 'silakan', 'mari kita', 'terima kasih').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menjawab pertanyaan guru mengenai 3 tahapan pelaksanaan yang wajib ada dalam presentasi rencana wirausaha. (Acuan jawaban: (1) tahap persiapan bahan/alat, (2) tahap proses pembuatan/produksi, (3) tahap pembagian tugas/pengemasan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja presentasi lisan tahapan pelaksanaan rencana wirausaha di dalam kelompok menggunakan lembar amatan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Efektivitas Penyampaian Tahapan Pelaksanaan | Menyampaikan kurang dari 2 tahapan pelaksanaan rencana wirausaha dan alurnya tidak runtut. | Menyampaikan 2 dari 3 tahapan pelaksanaan (persiapan, produksi, pembagian tugas) dengan alur yang cukup runtut dengan bimbingan guru. | Menyampaikan 3 tahapan pelaksanaan (persiapan, produksi, pembagian tugas) rencana wirausaha secara lengkap dan runtut secara mandiri. | Menyampaikan seluruh tahapan pelaksanaan (persiapan, produksi, pembagian tugas) secara runtut, rinci, dan jelas tanpa membutuhkan bantuan. | | Kesantunan Berbahasa saat Mempresentasikan | Belum menggunakan kata-kata santun saat menyampaikan gagasan kepada rekan kelompok. | Menggunakan sedikitnya 1 kata/ungkapan santun (misalnya: 'silakan' atau 'mari') saat menyampaikan gagasan dengan diingatkan. | Konsisten menggunakan kata/ungkapan santun (misalnya: 'mari kita', 'mohon bantuan', 'terima kasih') selama mempresentasikan tahapan rencana wirausaha. | Konsisten menggunakan ragam tuturan santun dan menghargai rekan kelompok sepanjang presentasi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk mempresentasikan gagasan tahapan pelaksanaan dalam kelompoknya?
- Bagian mana dari kegiatan simulasi kelompok yang paling efektif membantu murid berbicara secara santun dan percaya diri?
Murid:- Tahapan pelaksanaan rencana wirausaha mana yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jelaskan kepada teman?
- Kata santun apa saja yang berhasil saya gunakan saat mempresentasikan rencana wirausaha tadi?
Pertemuan 17 — Mempresentasikan Seluruh Gagasan Teks Rencana Wirausaha Sederhana secara Efektif dan Santun di Depan Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.4 Mempresentasikan gagasan dari teks rencana wirausaha sederhana dengan efektif dan santun
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mempresentasikan seluruh gagasan teks rencana wirausaha sederhana secara efektif dan santun di depan teman sekelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa kuis cepat lisan 'Pilah Ungkapan Santun Presentasi' dengan membacakan 4 kartu ungkapan, murid bersama-sama menunjukkan jempol ke atas jika ungkapan santun/efektif untuk presentasi di depan kelas dan jempol ke bawah jika tidak sopan/tidak efektif (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai indikator presentasi rencana wirausaha yang efektif (seluruh 3 bagian utama tersampaikan: nama/tujuan usaha, rincian produk, dan langkah pelaksanaan) serta santun (menggunakan sapaan pembuka hormat, bahasa yang menghargai pendengar, dan penutup ramah) (6 menit).
- Murid bersama kelompoknya meninjau kembali draf utuh teks rencana wirausaha sederhana yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya dan membagi giliran bicara untuk menyajikan seluruh gagasan di depan kelas (9 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Setiap kelompok tampil di depan kelas secara bergiliran untuk mempresentasikan seluruh gagasan rencana wirausahanya secara efektif dan santun sesuai urutan draf teks, sementara kelompok audiens menyimak penyampaian gagasan tersebut (25 menit).
- Murid melakukan aktivitas menggembirakan 'Estafet Apresiasi Bintang Presentasi', di mana perwakilan kelompok audiens memberikan kartu apresiasi santun yang menyebutkan gagasan rencana wirausaha yang paling jelas tersampaikan dari kelompok penampil (7 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid bersama guru merefleksikan jalannya presentasi: apa yang membuat gagasan rencana wirausaha tersampaikan secara utuh, serta ungkapan santun apa saja yang paling berkesan saat berbicara di depan teman (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keberanian dan kesantunan murid dalam memaparkan seluruh gagasan rencana wirausaha di depan teman (4 menit).
- Guru mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya dan menutup sesi dengan doa bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan dapat menggunakan kartu panduan alur bicara yang memuat teks rencana wirausaha miliknya, sedangkan kelompok yang sudah mahir dapat mempresentasikan gagasan teks secara langsung dengan alur terstruktur.
- Proses: Guru memberikan arahan pendampingan langsung pada kelompok yang masih ragu memulai salam pembuka, sedangkan kelompok mandiri langsung berbagi giliran secara bergantian.
- Produk: Penyampaian presentasi seluruh gagasan rencana wirausaha dapat disajikan secara lisan langsung atau berbantu lembar bagan visual rencana wirausaha sederhana yang telah dibuat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan pemilahan 4 kartu ungkapan presentasi di awal pelajaran. Isi kartu dan acuan kunci: (1) 'Halo teman-teman, hari ini kelompok kami ingin membagikan rencana wirausaha sederhana kami' -> acuan: Santun dan Efektif; (2) 'Dengerin ya semuanya, jangan ada yang berisik, kami mau bicara cepat saja!' -> acuan: Tidak Santun; (3) 'Terima kasih teman-teman atas perhatian dan saran baiknya untuk rencana wirausaha kami' -> acuan: Santun dan Efektif; (4) 'Terserah kalian mau paham apa tidak sama jualan kami' -> acuan: Tidak Santun. Murid dianggap siap jika dapat membedakan minimal 3 dari 4 kartu ungkapan tersebut dengan tepat.
Proses:- Pengamatan ketercapaian presentasi selama kegiatan inti menggunakan lembar observasi unjuk kerja dengan dua kriteria utama: (1) Keefektifan penyampaian gagasan teks rencana wirausaha (menyampaikan secara lengkap 3 bagian: gagasan produk/nama usaha, langkah pembuatan/kegiatan, dan sasaran pembeli/rencana penjualan); (2) Kesantunan berbahasa (menggunakan salam pembuka hormat, pilihan kata sopan, dan ucapan penutup/terima kasih kepada teman sekelas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berupa pertanyaan reflektif: 'Sebutkan 3 bagian teks rencana wirausaha yang wajib dipresentasikan agar gagasan kalian efektif dipahami teman!' (Acuan jawaban lengkap: (1) gagasan/nama produk wirausaha, (2) langkah kegiatan/pembuatan, (3) target peminat/rencana penjualan; kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 2 dari 3 bagian tersebut secara tepat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja presentasi lisan gagasan rencana wirausaha dengan rubrik keefektifan dan kesantunan berbahasa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keefektifan Penyampaian Gagasan Teks Rencana Wirausaha | Menyampaikan kurang dari 2 bagian gagasan rencana wirausaha di depan teman sehingga isi rencana wirausaha belum dapat dipahami. | Menyampaikan 2 dari 3 bagian gagasan rencana wirausaha (nama usaha/produk, langkah kegiatan, atau target penjualan) secara terbimbing di depan teman. | Menyampaikan seluruh 3 bagian gagasan rencana wirausaha sederhana (nama usaha/produk, langkah kegiatan, dan target penjualan) secara lengkap dan runtut di depan teman. | Menyampaikan seluruh 3 bagian gagasan rencana wirausaha sederhana secara lengkap, runtut, jelas, dan percaya diri tanpa memerlukan bimbingan guru di depan teman. | | Kesantunan Mempresentasikan di Depan Teman | Belum menggunakan ungkapan santun (tidak ada salam pembuka, kata sopan, maupun ucapan terima kasih) saat mempresentasikan gagasan di depan teman. | Menggunakan sebagian ungkapan santun (hanya mengucapkan salam pembuka atau penutup saja, belum konsisten) saat mempresentasikan gagasan di depan teman. | Menggunakan ungkapan santun secara utuh (salam pembuka yang hormat, kata-kata sopan selama presentasi, dan salam penutup/terima kasih) di depan teman. | Menggunakan ungkapan santun secara konsisten, luwes, dan menunjukkan sikap saling menghargai pendengar sepanjang presentasi di depan teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil mendapatkan kesempatan mempresentasikan seluruh gagasan rencana wirausahanya di depan kelas?
- Bagaimana keterlibatan dan kesantunan berbahasa murid ketika berbicara di depan teman-temannya?
- Langkah apa yang perlu diperkuat agar murid semakin percaya diri dan runtut saat menyampaikan ide di depan umum?
Murid:- Bagian mana dari rencana wirausaha kelompokku yang paling mudah dan lancar kupresentasikan?
- Ungkapan santun apa yang sudah kugunakan saat membuka dan menutup presentasi di depan teman-teman tadi?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.1 Menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural tentang kisah wirausaha cilik
- TP 5.4.2 Menganalisis informasi dalam teks nonsastra berwujud teks visual tentang prosedur pembuatan karya wirausaha
- TP 5.4.3 Menganalisis nilai-nilai dalam teks sastra berwujud teks visual tentang kegigihan tokoh berwirausaha
- TP 5.4.4 Mempresentasikan gagasan dari teks rencana wirausaha sederhana dengan efektif dan santun
- TP 5.4.5 Menulis teks sederhana berdasarkan imajinasi tentang tokoh wirausaha dengan kosakata baru yang memiliki makna konotatif
- TP 5.4.6 Menulis teks sederhana berdasarkan gagasan rancangan wirausaha dengan rangkaian kalimat kompleks
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan belajar murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tata tertib, jadwal durasi, serta 3 bentuk asesmen sumatif bab yang akan dilaksanakan: tes lisan aural, portofolio tertulis terpadu, dan presentasi kelompok (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar portofolio tertulis kepada seluruh murid dan membacakan teks sastra aural berjudul 'Kisah Lala Si Pembuat Donat Sukses' sebanyak dua kali: 'Lala gemar membantu ibunya membuat donat kentang. Awalnya, donat buatannya sering bantat dan minyaknya terlalu panas hingga gosong, sehingga tidak laku di kantin sekolah. Namun, Lala tidak putus asa; ia rajin mencatat takaran ragi dan belajar mengatur suhu api kompor. Berkat ketekunannya, donat Lala menjadi lembut dan menjadi jajanan favorit warga sekolah.' Guru menjelaskan petunjuk teknis 3 tugas sumatif (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Tes Lisan Berbasis Simakan - TP 5.4.1): Guru menguji perwakilan dari 7 kelompok secara bergantian (masing-masing 1 menit) di depan kelas untuk menjawab 3 pertanyaan lisan berdasarkan teks aural Lala. Pertanyaan: (1) Siapa tokoh utama cerita? (acuan: Lala), (2) Apa masalah atau tantangan yang dihadapi? (acuan: donat buatannya sering bantat, minyak terlalu panas/gosong, tidak laku di kantin), (3) Bagaimana upaya penyelesaian masalah tersebut? (acuan: tidak putus asa, mencatat takaran ragi, dan belajar mengatur suhu api kompor) (7 menit).
- Tugas 2 (Tugas Tertulis Terpadu Mandiri - TP 5.4.2, TP 5.4.3, TP 5.4.5, TP 5.4.6): Seluruh 28 murid secara individual mengerjakan 4 bagian lembar portofolio tertulis: Bagian A (TP 5.4.2) mengurutkan 4 tahapan prosedur pembuatan stiker wirausaha (acuan: 1. Membuat sketsa gambar desain stiker; 2. Mencetak gambar pada kertas stiker vinil; 3. Melapisi permukaan stiker dengan laminasi dingin; 4. Menggunting stiker rapi mengikuti pola tepi). Bagian B (TP 5.4.3) menganalisis 2 nilai kegigihan tokoh Bima saat menghadapi hambatan gerobak rusak (acuan nilai: pantang menyerah mencari solusi perbaikan dan tekun menabung modal pengganti). Bagian C (TP 5.4.5) menulis 1 paragraf narasi imajinasi wirausaha (3-4 kalimat) memuat minimal 2 kosakata bermakna konotatif yang tepat (kriteria: memilih dari kata 'buah bibir' bermakna bahan pembicaraan, 'banting tulang' bermakna bekerja keras, atau 'gulung tikar' bermakna bangkrut/tutup). Bagian D (TP 5.4.6) menulis draf rencana wirausaha minimal 2 kalimat kompleks bertingkat dengan konjungsi syarat/tujuan/sebab (kriteria: memuat klausa utama dan klausa bawahan yang dihubungkan kata hubung seperti 'jika', 'agar', 'karena', atau 'sehingga') (30 menit).
- Tugas 3 (Unjuk Kerja Presentasi Kelompok - TP 5.4.4): Sebanyak 7 kelompok secara bergiliran mempresentasikan teks rencana wirausaha sederhana yang telah mereka rancang sebelumnya dengan alokasi waktu 3 menit per kelompok. Guru mengamati kejelasan gagasan rencana usaha dan kesantunan berbahasa murid saat berbicara (21 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh berkas portofolio tertulis dan lembar penilaian asesmen sumatif (1 menit).
- Murid melakukan refleksi mandiri singkat mengenai pengalaman menyelesaikan seluruh rangkaian tugas asesmen sumatif bab wirausaha (1 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan usaha terbaik murid selama asesmen berlangsung (1 menit).
- Guru merangkum capaian pembelajaran Bab 4 'Belajar Berwirausaha' dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang membutuhkan bantuan visual diberikan teks cetak transkrip aural berhuruf besar setelah pembacaan selesai, tanpa mengubah butir soal maupun standar penilaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman petunjuk pengerjaan 3 tugas sumatif sebelum pengujian dimulai.
Proses:- Pengamatan langsung oleh guru menggunakan lembar cek ketercapaian saat tes lisan dan rubrik unjuk kerja saat presentasi kelompok berlangsung.
Sumatif Bab:- Portofolio berkas proyek wirausaha tertulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar kerja analisis teks dan draf rencana wirausaha (memuat analisis cerita aural, visual prosedur, nilai keteladanan, narasi berkosakata konotatif, dan kalimat kompleks) serta rekaman performa presentasi gagasan wirausaha secara santun dalam kelompok
- tes lisan berbasis simakan: jawaban lisan murid mengenai tokoh, tantangan, dan penyelesaian masalah dari cerita wirausaha cilik aural yang dinilai secara sampling perwakilan 7 kelompok (1 menit tanggapan per kelompok terpilih di depan kelas) (10 menit; kelompok; instrumen: pedoman wawancara lisan dan lembar cek ketercapaian)
- tugas tertulis terpadu: lembar portofolio tertulis berisi identifikasi langkah prosedur visual, analisis nilai kegigihan tokoh, teks narasi imajinatif berwirausaha dengan kosakata bermakna konotatif, serta draf ide wirausaha berkalimat kompleks yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian teks tertulis dan kunci jawaban)
- unjuk kerja presentasi: penampilan lisan memaparkan gagasan rencana wirausaha secara efektif dan santun dalam format kelompok kecil (7 kelompok @ 3,5 menit per kelompok untuk 28 murid) (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi (kejelasan gagasan, kesantunan berbahasa, dan pembagian peran))
Sumatif:- Portofolio berkas proyek wirausaha tertulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar kerja analisis teks dan draf rencana wirausaha (memuat analisis cerita aural, visual prosedur, nilai keteladanan, narasi berkosakata konotatif, dan kalimat kompleks) serta rekaman performa presentasi gagasan wirausaha secara santun dalam kelompok
- tes lisan berbasis simakan: jawaban lisan murid mengenai tokoh, tantangan, dan penyelesaian masalah dari cerita wirausaha cilik aural yang dinilai secara sampling perwakilan 7 kelompok (1 menit tanggapan per kelompok terpilih di depan kelas) (10 menit; kelompok; instrumen: pedoman wawancara lisan dan lembar cek ketercapaian)
- tugas tertulis terpadu: lembar portofolio tertulis berisi identifikasi langkah prosedur visual, analisis nilai kegigihan tokoh, teks narasi imajinatif berwirausaha dengan kosakata bermakna konotatif, serta draf ide wirausaha berkalimat kompleks yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian teks tertulis dan kunci jawaban)
- unjuk kerja presentasi: penampilan lisan memaparkan gagasan rencana wirausaha secara efektif dan santun dalam format kelompok kecil (7 kelompok @ 3,5 menit per kelompok untuk 28 murid) (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi (kejelasan gagasan, kesantunan berbahasa, dan pembagian peran))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis isi teks sastra aural kisah wirausaha (TP 5.4.1) | Belum mampu menjawab dengan tepat 3 unsur cerita aural (tokoh Lala, masalah donat bantat/gosong, solusi takaran ragi/suhu api). | Menjawab tepat 1 dari 3 unsur cerita aural (tokoh Lala, masalah donat bantat/gosong, atau solusi takaran ragi/suhu api). | Menjawab tepat 2 dari 3 unsur cerita aural (tokoh Lala, masalah donat bantat/gosong, atau solusi takaran ragi/suhu api). | Menjawab tepat seluruh 3 unsur cerita aural secara mandiri dan lengkap (tokoh Lala, masalah donat bantat/gosong, dan solusi takaran ragi/suhu api). | | Menganalisis prosedur visual karya wirausaha (TP 5.4.2) | Belum tepat menyusun 4 urutan langkah prosedur pembuatan stiker (sketsa -> cetak vinil -> laminasi dingin -> potong rapi). | Menyusun tepat 1-2 dari 4 urutan langkah prosedur pembuatan stiker sesuai acuan. | Menyusun tepat 3 dari 4 urutan langkah prosedur pembuatan stiker sesuai acuan. | Menyusun tepat seluruh 4 urutan langkah prosedur pembuatan stiker sesuai acuan (sketsa -> cetak vinil -> laminasi dingin -> potong rapi). | | Menganalisis nilai kegigihan tokoh berwirausaha (TP 5.4.3) | Belum mampu menyebutkan nilai kegigihan tokoh Bima sesuai konteks hambatan usaha. | Menyebutkan 1 nilai kegigihan tokoh Bima secara tepat sesuai acuan (pantang menyerah mencari solusi atau tekun menabung). | Menyebutkan 2 nilai kegigihan tokoh Bima sesuai acuan (pantang menyerah mencari solusi dan tekun menabung), namun penjelasannya belum lengkap. | Menyebutkan dan menjelaskan secara tepat serta lengkap 2 nilai kegigihan tokoh Bima (pantang menyerah mencari solusi perbaikan dan tekun menabung modal). | | Mempresentasikan gagasan rencana wirausaha secara efektif dan santun (TP 5.4.4) | Penyampaian gagasan wirausaha belum jelas dan belum menunjukkan kesantunan berbahasa. | Menyampaikan gagasan wirausaha dengan kalimat yang cukup jelas namun pilihan kata belum konsisten santun. | Menyampaikan gagasan wirausaha secara jelas dan menggunakan bahasa yang santun sepanjang presentasi. | Menyampaikan seluruh gagasan wirausaha secara sangat efektif, runtut, lugas, dan konsisten menggunakan tuturan santun. | | Menulis teks imajinasi wirausaha berkosakata konotatif (TP 5.4.5) | Menulis paragraf imajinasi tanpa menggunakan kosakata bermakna konotatif yang sesuai acuan. | Menulis paragraf imajinasi dengan 1 kosakata bermakna konotatif yang dipakai tepat konteksnya. | Menulis paragraf imajinasi dengan 2 kosakata bermakna konotatif (seperti banting tulang, buah bibir, gulung tikar) yang dipakai tepat sesuai konteks. | Menulis paragraf imajinasi dengan lebih dari 2 kosakata bermakna konotatif yang berpadu secara tepat dan bermakna pada alur cerita. | | Menulis draf rencana wirausaha berkalimat kompleks (TP 5.4.6) | Belum mampu menyusun kalimat kompleks bertingkat dalam draf rencana wirausaha. | Menulis 1 kalimat kompleks dengan konjungsi antarklausa bertingkat yang tepat. | Menulis 2 kalimat kompleks bertingkat menggunakan konjungsi syarat/tujuan/sebab yang tepat konteks rencananya. | Menulis lebih dari 2 kalimat kompleks bertingkat secara utuh, logis, dan variatif dalam draf rencana wirausaha. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pelaksanaan tiga moda asesmen sumatif (lisan, tertulis, dan presentasi) berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 5 terhadap enam tujuan pembelajaran pada materi Bab Belajar Berwirausaha?
Murid:- Bagian mana dari tes sumatif hari ini (menyimak, menulis portofolio, atau presentasi) yang paling menantang bagimu?
- Sikap apa yang paling penting kamu teladani dari para tokoh wirausaha cilik yang telah dipelajari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V SD (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V SD Bab 4 'Belajar Berwirausaha'
- Naskah teks aural cerita 'Ide Kreatif Lala'
- Kartu permainan cuplikan peristiwa teks Lala
- Lembar Kerja Analisis Tokoh dan Masalah
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 4 'Belajar Berwirausaha'.
- Naskah teks aural kisah wirausaha cilik Lala.
- Kartu respon warna hijau dan merah untuk kegiatan menyimak interaktif.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V Edisi Revisi (Kemendikbudristek, 2024) Bab 4 Halaman 69 dan 77
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V Edisi Revisi (Kemendikbudristek, 2024) Bab 4 Halaman 100-107
- Kartu teks visual langkah prosedur pembuatan stiker Lala
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 4 Halaman 77
- Kartu visual bergambar tahapan penempelan selotip, pengguntingan tepi, dan penempelan ke plastik tebal
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Bab 4 Subbab A 'Ide Kreatif Lala'
- Lembar teks sastra visual cerita 'Stiker Lala' dan 'Lala dan Hutan Kecil'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 4 Subbab B 'Di Mana Salah Bima?' halaman 78-79.
- Lembar Analisis Nilai Kegigihan Tokoh Bima.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2024
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2024
- Teks narasi visual bergambar 'Gerobak Jus Buah Doni' dan 'Usaha Baru Doni'
- Lembar Kerja Murid (LKPD): Tantangan Detektif Nilai Tokoh
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 4
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 4
- Kartu kata bermakna konotatif dan lembar kerja draf karakter wirausaha
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V SD/MI (Edisi Revisi), Bab 4 'Belajar Berwirausaha'.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kartu Kata Konotasi (berisi kata: banting tulang, berbunga-bunga, gulung tikar, buah bibir, naik daun) dan lembar draf menulis narasi.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi 2024), Kemendikbudristek
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi 2024), Bab 4 'Belajar Berwirausaha', halaman 74-75
- Kartu Bank Kosakata Konotatif bertema perasaan dan keberhasilan wirausaha
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V Bab 4
- Papan tulis dan kartu kalimat 'Sambung Kalimat Wirausaha'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V, Maya Lestari Gf & Zulqarnain, 2024.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V Bab 4 Belajar Berwirausaha.
- Kartu Klausa Pasangan untuk permainan 'Rangkai Langkah Cepat'.
- Lembar Kerja Menulis Rencana Langkah Wirausaha.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), 2024
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 4 Belajar Berwirausaha
- Draf catatan gagasan awal wirausaha murid (Pertemuan 11)
- Draf langkah kegiatan wirausaha murid (Pertemuan 12)
- Kartu konjungsi dan lembar kerja menulis teks rencana wirausaha
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V Bab 4 Belajar Berwirausaha (Kemendikbudristek, 2024)
- Kartu alur urutan gagasan (cue cards)
- Contoh teks rencana wirausaha kelompok hasil pembelajaran pertemuan sebelumnya
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2024
- Draf Teks Rencana Wirausaha Sederhana yang telah disusun murid pada pertemuan sebelumnya
- Contoh kartu kalimat pembuka presentasi efektif dan santun
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V Bab 4 Belajar Berwirausaha
- Draf teks rencana wirausaha sederhana kelompok hasil pertemuan sebelumnya
- Pensil/tongkat kecil estafet untuk giliran berbicara
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 4 Belajar Berwirausaha
- Teks draf rencana wirausaha sederhana hasil tulisan kelompok
- Kartu ungkapan presentasi santun untuk asesmen awal
- Kartu bintang apresiasi presentasi untuk aktivitas apresiasi teman
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2024
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V SD/MI Kemendikbudristek 2024 Bab 4
- Naskah teks aural cerita Lala Si Pembuat Donat Sukses
- Lembar instrumen portofolio tertulis terpadu dan rubrik penilaian presentasi
|