Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menulis Teks tentang Hobi Diri Sendiri secara Kreatif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menulis Teks tentang Hobi Diri Sendiri secara Kreatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menulis Teks tentang Hobi Diri Sendiri secara Kreatif

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menulis Teks tentang Hobi Diri Sendiri secara Kreatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenulis Teks tentang Hobi Diri Sendiri secara Kreatif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis teks sederhana tentang hobi diri sendiri berdasarkan pengalaman pribadi dengan rangkaian kalimat kompleks yang kreatif dan menarik.
  2. Murid dapat menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dan konotatif serta kaidah kebahasaan yang tepat dalam tulisan tentang hobi diri sendiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hobi yang paling kamu sukai dan mengapa kamu bisa sangat mencintai kegiatan itu?
  2. Bagaimana cara kamu menjelaskan hobimu kepada seseorang yang belum pernah mencobanya, agar mereka tertarik untuk ikut mencoba?
  3. Menurutmu, apa bedanya tulisan yang biasa-biasa saja dengan tulisan yang benar-benar menarik dan hidup saat menggambarkan sebuah kegiatan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak mereka menyebutkan hobi masing-masing dalam satu kata secara bergiliran (teknik 'check-in cepat') untuk membangun suasana hangat dan menyenangkan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menulis teks tentang hobi diri sendiri dengan kalimat kompleks yang kreatif dan kosakata yang kaya (denotatif dan konotatif).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua kalimat di papan tulis — satu kalimat sederhana ('Saya suka melukis.') dan satu kalimat kompleks dan ekspresif ('Melukis adalah caraku menuangkan perasaan yang kadang sulit aku ungkapkan lewat kata-kata biasa.') — lalu bertanya: 'Mana yang lebih menarik? Apa yang membuatnya berbeda?' Murid menjawab secara lisan untuk mengukur pemahaman awal tentang kalimat kreatif dan konotatif.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti.
  • Guru menginformasikan alur kegiatan: belajar dari contoh teks, berlatih menulis, lalu berbagi tulisan dengan teman.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan atau menampilkan contoh teks pendek (±5 kalimat) tentang hobi yang ditulis dengan kalimat kompleks dan menggunakan kosakata denotatif serta konotatif, misalnya teks tentang hobi berkebun milik tokoh fiktif 'Ratih' dari buku siswa.
  • Murid membaca teks tersebut secara mandiri selama 2 menit, lalu guru memimpin diskusi singkat: 'Kosakata mana yang bersifat denotatif? Mana yang konotatif? Contoh kalimat kompleks mana yang paling kamu suka?'
  • Guru menjelaskan secara singkat perbedaan makna denotatif (makna sebenarnya/kamus) dan makna konotatif (makna tambahan/rasa/kesan) dengan contoh konkret yang dekat dengan kehidupan murid. Contoh: 'tangan dingin' secara denotatif berarti tangan yang bersuhu rendah, secara konotatif berarti orang yang berbakat.
  • Guru menampilkan dan menjelaskan struktur sederhana teks hobi: (1) pengenalan hobi, (2) penjelasan mengapa suka/apa yang dilakukan, (3) perasaan/makna hobi bagi diri sendiri.
  • Murid mencatat 3–5 kosakata baru bermakna konotatif yang berhubungan dengan hobi ke dalam buku catatan mereka sebagai bekal menulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membuat 'Peta Hobi' singkat di buku tulis: menuliskan nama hobi mereka di tengah, lalu menuliskan kata-kata dan frasa yang menggambarkan hobi itu di sekitarnya (boleh denotatif maupun konotatif) sebagai persiapan menulis.
  • Murid menulis teks tentang hobi diri sendiri secara mandiri minimal 5–7 kalimat kompleks. Tulisan harus memuat: (1) pengenalan hobi, (2) alasan menyukai hobi tersebut, (3) perasaan atau makna hobi bagi diri mereka, dan (4) minimal dua kosakata bermakna konotatif.
  • Guru berkeliling memantau proses menulis, memberikan umpan balik lisan secara individual: menunjuk kalimat yang sudah bagus dan memberi satu saran perbaikan (misal: 'Kalimat ini sudah kompleks dan menarik! Coba tambahkan satu kata konotatif di sini supaya lebih hidup.').
  • Asesmen proses: Guru mencatat murid yang sudah menggunakan kosakata konotatif dan kalimat kompleks, dan murid yang masih perlu bimbingan tambahan.
  • Murid yang selesai lebih awal (diferensiasi murid cepat) diminta memperkaya tulisannya dengan menambahkan perbandingan atau analogi kreatif, atau membuat judul yang menarik dan puitis untuk teks mereka.
  • Murid yang memerlukan dukungan lebih (diferensiasi murid lambat) dapat menggunakan 'Kartu Bantu Menulis' yang disiapkan guru berisi: contoh kerangka kalimat (sentence starters) seperti 'Hobi saya adalah ... karena ...', 'Ketika saya sedang ..., saya merasa ...', dan daftar 5 kosakata konotatif pilihan yang bisa mereka gunakan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca ulang tulisan mereka secara mandiri dan memberi tanda centang (✓) pada setiap kalimat kompleks yang mereka tulis, serta menggaris bawahi kosakata denotatif dan melingkari kosakata konotatif — kegiatan ini membangun kesadaran murid terhadap pilihan bahasa mereka sendiri.
  • Murid berpasangan dan saling membacakan tulisan masing-masing. Pembaca memberikan satu pujian spesifik ('Yang aku suka dari tulisanmu adalah ...') dan satu saran membangun ('Menurutku akan lebih menarik jika ...'). Kegiatan ini melatih komunikasi dan saling menghargai karya teman.
  • 2–3 murid sukarela membacakan tulisan mereka di depan kelas. Guru memberikan apresiasi nyata dan menunjukkan satu contoh kalimat atau kosakata yang berhasil dengan baik dari setiap tulisan yang dibacakan.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa lisan atau tertulis) dengan menjawab pertanyaan: (1) Apa yang paling kamu sukai dari tulisanmu hari ini? (2) Bagian mana yang masih terasa sulit? (3) Apa yang ingin kamu perbaiki jika ada waktu lagi?

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: apa itu kalimat kompleks, apa perbedaan makna denotatif dan konotatif, serta bagaimana keduanya membuat tulisan menjadi lebih hidup dan menarik.
  • Guru mengumpulkan tulisan murid sebagai asesmen akhir dan memberitahu murid bahwa tulisan mereka akan dinilai berdasarkan rubrik yang sudah dijelaskan.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha semua murid hari ini dan menyampaikan pesan motivasi singkat: 'Setiap orang punya hobi yang unik, dan kamu sudah berhasil menceritakannya dengan kata-kata yang indah hari ini.'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid boleh melanjutkan atau mempercantik tulisan mereka di rumah jika mau, dan pada pertemuan berikutnya akan dipelajari materi selanjutnya dalam Bab 3.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum mengenal konsep konotatif dapat diberikan teks contoh dengan anotasi warna: kosakata denotatif ditandai warna biru dan konotatif ditandai warna merah, disertai penjelasan singkat di pinggir teks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra diberikan 'Kartu Bantu Menulis' berisi sentence starters dan daftar kosakata konotatif pilihan. Murid yang lebih cepat diminta menambahkan analogi kreatif, perbandingan imajinatif, atau membuat judul puitis untuk memperkaya tulisan mereka.
  • Produk: Semua murid menghasilkan teks tulis tentang hobi. Murid yang cepat dapat mengembangkan tulisan menjadi lebih panjang (minimal 8–10 kalimat) dengan struktur yang lebih lengkap. Murid yang masih berkembang dapat menghasilkan teks minimal 4–5 kalimat dengan kerangka yang sudah disediakan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua kalimat di papan tulis: satu kalimat sederhana dan satu kalimat kompleks-ekspresif tentang hobi yang sama.
  • Murid diminta secara lisan menyebutkan perbedaan yang mereka rasakan dari dua kalimat tersebut dan memilih mana yang lebih menarik.
  • Guru mencatat murid yang sudah memahami konsep kalimat kompleks dan konotatif versus yang belum, sebagai dasar menentukan dukungan diferensiasi selama kegiatan inti.

Proses:

  • Guru berkeliling saat murid menulis dan mengamati apakah murid sudah menggunakan kalimat kompleks (bukan hanya kalimat tunggal pendek).
  • Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada setiap murid: menunjukkan satu kekuatan dan satu area pengembangan dalam tulisan mereka.
  • Pada kegiatan berpasangan, guru mengamati kualitas umpan balik yang diberikan murid satu sama lain sebagai indikator pemahaman mereka terhadap kriteria tulisan yang baik.
  • Guru mencatat nama murid yang sudah mencapai kedua TP dan yang masih perlu dukungan tambahan.

Akhir:

  • Murid mengumpulkan teks tulisan hobi diri sendiri yang telah selesai.
  • Guru menilai teks menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada dua aspek: kalimat kompleks dan kreativitas, serta penggunaan kosakata denotatif/konotatif dan kaidah kebahasaan.
  • Hasil penilaian digunakan sebagai umpan balik tertulis yang dikembalikan kepada murid pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi membandingkan dua kalimat di pendahuluan (diagnostik awal).
  • Pemantauan guru saat murid menulis (berkeliling dan memberikan umpan balik individual).
  • Kegiatan saling baca dan beri umpan balik berpasangan pada tahap Merefleksi.
  • Lembar refleksi diri murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Pengumpulan teks tulisan hobi murid yang dinilai menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: (1) kualitas kalimat kompleks dan kreativitas tulisan, dan (2) penggunaan kosakata denotatif dan konotatif serta kaidah kebahasaan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kalimat Kompleks dan Kreativitas TulisanTulisan terdiri dari kalimat-kalimat tunggal yang sangat sederhana (subjek-predikat saja). Tidak ada variasi kalimat. Isi tulisan sangat minim dan tidak menggambarkan hobi secara jelas.Tulisan sudah memuat beberapa kalimat kompleks namun tidak konsisten. Sebagian besar kalimat masih sederhana. Isi tulisan cukup menggambarkan hobi tetapi kurang menarik atau terasa datar.Tulisan sebagian besar menggunakan kalimat kompleks dengan beberapa variasi struktur. Isi tulisan cukup kreatif dan menggambarkan hobi secara memadai dengan alur yang cukup jelas.Tulisan konsisten menggunakan kalimat kompleks dengan variasi struktur yang menarik. Isi tulisan sangat kreatif, hidup, dan menarik — menggambarkan hobi dengan detail yang kuat, alur yang jelas (pengenalan, alasan, makna), dan ekspresi yang personal.
Penggunaan Kosakata Denotatif dan Konotatif serta Kaidah KebahasaanTulisan hanya menggunakan kosakata sangat umum dan bermakna denotatif semua. Tidak ada kosakata konotatif. Terdapat banyak kesalahan kaidah kebahasaan (ejaan, tanda baca, penggunaan awalan).Tulisan sudah memuat satu kosakata bermakna konotatif namun penggunaannya belum tepat konteks. Kaidah kebahasaan sudah cukup namun masih ada beberapa kesalahan yang mengganggu keterbacaan.Tulisan memuat dua atau lebih kosakata bermakna konotatif dengan penggunaan yang cukup tepat. Kaidah kebahasaan pada umumnya sudah benar dengan sedikit kesalahan yang tidak mengganggu makna.Tulisan memuat beragam kosakata bermakna denotatif dan konotatif yang digunakan dengan tepat dan efektif sehingga tulisan terasa kaya dan ekspresif. Kaidah kebahasaan (ejaan, tanda baca, pilihan kata, penggunaan awalan 'me-') digunakan dengan benar dan konsisten sepanjang tulisan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah mampu menulis minimal 5 kalimat kompleks tentang hobi mereka? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah penjelasan perbedaan makna denotatif dan konotatif sudah cukup dipahami murid? Strategi apa yang bisa lebih efektif pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diferensiasi (Kartu Bantu Menulis dan pengayaan) berjalan efektif? Apakah perlu penyesuaian pada bentuk dukungan yang diberikan?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias? Bagian mana yang membuat murid kurang bersemangat? Apa yang bisa saya ubah?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara menulis yang menarik?
  • Kosakata konotatif mana yang kamu gunakan dalam tulisanmu? Mengapa kamu memilih kata itu?
  • Apa bagian dari tulisanmu yang paling kamu banggakan hari ini?
  • Apa yang masih terasa sulit dan ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang menulis kreatif?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemendikbudristek — Bab 3 'Ekspresi Diri Melalui Hobi', halaman 47–64.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemendikbudristek.
  3. Teks contoh tulisan hobi yang disiapkan guru (dapat diadaptasi dari teks Ratih di buku siswa atau dibuat sendiri oleh guru).
  4. Kartu Bantu Menulis (sentence starters dan daftar kosakata konotatif) — disiapkan guru untuk murid yang membutuhkan dukungan diferensiasi.
  5. Papan tulis atau media tayang (proyektor/TV kelas) untuk menampilkan contoh kalimat dan struktur teks.
  6. Buku tulis dan alat tulis murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.