Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menceritakan Ulang 'Hobi Baru Nina' dengan Bantuan Gambar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menceritakan Ulang 'Hobi Baru Nina' dengan Bantuan Gambar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menceritakan Ulang 'Hobi Baru Nina' dengan Bantuan Gambar

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menceritakan Ulang 'Hobi Baru Nina' dengan Bantuan Gambar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenceritakan Ulang 'Hobi Baru Nina' dengan Bantuan Gambar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan ulang isi teks 'Hobi Baru Nina' secara runtut menggunakan bantuan enam gambar urutan cerita dengan bahasa sendiri yang kreatif dan menarik.
  2. Murid dapat membuat peta pikiran sederhana yang memuat urutan peristiwa dalam teks 'Hobi Baru Nina' sebagai alat bantu reorganisasi cerita secara tertulis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mencoba sesuatu yang baru dan ternyata sangat menyenangkan? Ceritakan secara singkat!
  2. Kalau kamu harus menceritakan sebuah cerita kepada teman tanpa membaca teksnya, kira-kira apa yang akan kamu lakukan agar ceritamu runtut dan mudah dipahami?
  3. Menurutmu, mengapa Nina bisa tiba-tiba suka melukis padahal sebelumnya ia tidak pernah mencoba?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru membangun suasana hangat dengan mengajak 2–3 murid menyebutkan hobi mereka dalam satu kata sambil memperagakan gerakannya secara singkat. (3 menit)
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan enam gambar urutan cerita 'Hobi Baru Nina' di papan tulis (atau layar proyektor) tanpa teks, lalu bertanya, 'Coba tebak, menurut kalian apa yang terjadi dalam gambar-gambar ini? Ceritakan satu kalimat saja!' Guru mengamati kemampuan awal murid dalam membaca gambar urutan. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menceritakan ulang teks dengan bantuan gambar dan membuat peta pikiran sebagai alat bantu bercerita. (2 menit)
  • Guru memperkenalkan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan penggalan teks 'Hobi Baru Nina' dengan ekspresif sambil menunjuk gambar urutan yang sesuai di papan tulis, agar murid memahami hubungan antara teks dan gambar. (5 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan secara singkat: 'Peristiwa apa yang membuat Nina akhirnya suka melukis? Ada berapa tahap peristiwa itu?' Murid menjawab secara lisan. (3 menit)
  • Guru mencontohkan cara membuat peta pikiran sederhana di papan tulis: satu kotak utama bertuliskan 'Hobi Baru Nina', lalu enam cabang masing-masing berisi poin singkat setiap peristiwa dalam gambar. Guru menjelaskan bahwa peta pikiran ini akan membantu mereka bercerita. (5 menit)
  • Murid mengamati contoh peta pikiran guru dan diajak bertanya jika ada bagian yang belum dipahami. (2 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menerima lembar kerja yang berisi enam gambar urutan cerita 'Hobi Baru Nina' dan kolom peta pikiran kosong. (1 menit)
  • Secara mandiri, murid mengisi peta pikiran dengan menuliskan poin singkat dari setiap gambar urutan menggunakan kata-kata mereka sendiri. Guru berkeliling memberi dorongan dan pertanyaan pancingan bagi murid yang kesulitan, seperti 'Gambar ini menunjukkan Nina sedang melakukan apa?' (8 menit)
  • Setelah peta pikiran selesai, murid berlatih menceritakan ulang secara lisan menggunakan peta pikiran tersebut dalam pasangan (berpasangan dengan teman sebangku). Masing-masing mendapat giliran bercerita selama kurang lebih 1,5 menit. (6 menit)
  • Tiga hingga empat murid secara sukarela maju ke depan kelas untuk menceritakan ulang teks 'Hobi Baru Nina' dengan bantuan enam gambar yang ditampilkan di papan tulis. Murid lain menyimak dan memberi bintang apresiasi pada lembar penilaian teman sebaya (aspek: runtut, bahasa menarik, suara jelas). (8 menit)
  • Setelah setiap murid selesai bercerita, guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif secara singkat mengenai alur cerita, pilihan kata, dan kejelasan penyampaian. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi refleksi singkat dengan pertanyaan: 'Bagian mana dari cerita Nina yang paling berkesan buatmu? Apakah peta pikiran membantu kamu bercerita lebih runtut?' (4 menit)
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pada sudut lembar kerja mereka: 'Hari ini aku belajar bahwa...' atau 'Satu hal yang ingin aku coba dari cerita Nina adalah...' (3 menit)
  • Guru mengaitkan pengalaman Nina dalam menemukan hobi baru dengan pengalaman murid sendiri: 'Seperti Nina yang mencoba sesuatu baru, kalian pun bisa menemukan hal baru yang menyenangkan dengan berani mencoba.' (2 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa yang sudah dipelajari hari ini (menceritakan ulang dengan urutan yang runtut menggunakan peta pikiran dan gambar). (3 menit)
  • Asesmen akhir: Guru meminta murid mengumpulkan lembar kerja peta pikiran yang telah diisi sebagai bukti belajar tertulis. (1 menit)
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif hari ini. (1 menit)
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang kegiatan pembelajaran berikutnya. (1 menit)
  • Pembelajaran ditutup dengan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat menggunakan versi teks 'Hobi Baru Nina' yang telah dipotong menjadi kalimat-kalimat pendek per gambar sebagai scaffolding tambahan. Murid yang sudah sangat lancar membaca dapat diberikan tantangan tambahan: menemukan kosakata baru dalam teks dan menuliskan maknanya di peta pikiran mereka.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat berlatih bercerita dalam kelompok kecil bersama guru atau teman yang lebih percaya diri sebelum tampil di depan kelas. Murid yang cepat memahami dapat langsung berlatih bercerita mandiri tanpa bantuan peta pikiran sebagai tantangan.
  • Produk: Murid menceritakan ulang secara lisan di depan kelas (wajib). Bagi murid yang kurang percaya diri tampil di depan, diperbolehkan bercerita kepada guru atau dalam pasangan kecil. Sebagai pengayaan, murid yang sudah sangat berkembang dapat menambahkan ilustrasi atau kalimat kreatif pada peta pikiran mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan enam gambar urutan cerita 'Hobi Baru Nina' tanpa teks dan meminta murid menyebutkan satu kalimat deskripsi bebas tentang apa yang terjadi dalam gambar tersebut. Guru mengamati apakah murid sudah mampu membaca gambar secara urut dan memahami konteks cerita sebelum teks dibacakan.

Proses:

  • Selama murid mengisi peta pikiran (tahap Mengaplikasi), guru berkeliling dan mengamati apakah poin yang ditulis murid mencerminkan pemahaman urutan peristiwa yang benar.
  • Saat murid berlatih berpasangan, guru mendengarkan beberapa pasang dan mencatat murid yang memerlukan dukungan tambahan dalam hal keruntutan atau kelancaran bercerita.
  • Guru menggunakan lembar observasi sederhana (checklist) saat murid bercerita di depan kelas: aspek keruntutan, pilihan kosakata, ekspresi, dan kejelasan suara.

Akhir:

  • Murid mengumpulkan lembar kerja peta pikiran yang telah diisi secara lengkap. Guru menilai menggunakan rubrik: kelengkapan enam poin peristiwa, ketepatan urutan, dan penggunaan kata-kata sendiri.
  • Untuk murid yang tampil bercerita di depan kelas, guru menilai penampilan lisan menggunakan rubrik: keruntutan alur cerita, kreativitas dan daya tarik bahasa, serta kejelasan penyampaian.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid mengisi peta pikiran: apakah poin yang ditulis sesuai urutan gambar dan tepat maknanya.
  • Penilaian teman sebaya (peer assessment) saat kegiatan bercerita berpasangan: murid memberi bintang pada aspek keruntutan, pilihan kata, dan kejelasan suara.
  • Pengamatan guru saat murid bercerita di depan kelas: mencatat kefasihan, keruntutan, dan kreativitas bahasa menggunakan lembar observasi sederhana.

Sumatif:

  • Lembar kerja peta pikiran yang dikumpulkan murid di akhir pembelajaran dinilai menggunakan rubrik pada aspek kelengkapan urutan peristiwa dan ketepatan isi.
  • Penampilan bercerita ulang lisan (bagi murid yang tampil di depan kelas) dinilai menggunakan rubrik pada aspek keruntutan cerita dan kreativitas bahasa.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan Cerita (Berbicara)Murid menceritakan ulang tidak runtut; urutan peristiwa acak atau banyak bagian yang terlewat sehingga cerita sulit dipahami.Murid menceritakan ulang dengan urutan yang sebagian besar runtut, namun ada 2–3 peristiwa yang tertukar atau terlewat.Murid menceritakan ulang secara runtut mengikuti urutan enam gambar dengan hanya 1 kesalahan urutan atau bagian yang kurang lengkap.Murid menceritakan ulang secara runtut, lengkap sesuai enam gambar, dengan tambahan detail kreatif yang memperkaya cerita tanpa mengubah makna.
Kreativitas dan Daya Tarik Bahasa (Berbicara)Murid menggunakan kalimat yang sangat terbatas, kaku, atau hanya membaca ulang teks asli tanpa menggunakan bahasa sendiri.Murid menggunakan bahasa sendiri pada sebagian cerita, namun pilihan kosakata masih sederhana dan kurang bervariasi.Murid menggunakan bahasa sendiri yang cukup variatif dengan pilihan kosakata yang tepat dan cerita terdengar menarik.Murid menggunakan bahasa sendiri yang sangat kreatif, kosakata bervariasi dan ekspresif, serta berhasil membuat pendengar tertarik mengikuti cerita.
Kelengkapan Peta Pikiran (Menulis)Peta pikiran hanya memuat 1–2 poin peristiwa atau isinya tidak relevan dengan cerita 'Hobi Baru Nina'.Peta pikiran memuat 3–4 poin peristiwa yang relevan, namun urutan atau isi beberapa poin kurang tepat.Peta pikiran memuat 5–6 poin peristiwa yang relevan dan sebagian besar urutan sudah benar.Peta pikiran memuat lengkap 6 poin peristiwa yang relevan, urutan tepat, ditulis dengan kata-kata sendiri yang jelas dan ringkas.
Penggunaan Kata-Kata Sendiri dalam Peta Pikiran (Menulis)Murid menyalin kalimat langsung dari teks secara keseluruhan tanpa ada upaya untuk merangkum atau menggunakan kata sendiri.Murid mencoba menggunakan kata sendiri pada beberapa poin, namun sebagian besar masih menyalin dari teks.Sebagian besar poin dalam peta pikiran ditulis dengan kata-kata sendiri yang cukup merangkum isi peristiwa dengan tepat.Seluruh poin dalam peta pikiran ditulis dengan kata-kata sendiri yang ringkas, tepat, dan mencerminkan pemahaman mendalam terhadap isi cerita.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan enam gambar urutan cerita efektif membantu murid memahami dan menceritakan ulang teks? Apa yang perlu diperbaiki pada media tersebut?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan hari ini, dan murid mana yang masih memerlukan dukungan tambahan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjawab kebutuhan belajar murid dengan beragam kemampuan di kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari cerita 'Hobi Baru Nina' yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan kembali? Mengapa?
  • Apakah peta pikiran yang kamu buat tadi membantu kamu bercerita lebih runtut? Bagaimana perasaanmu saat menggunakannya?
  • Satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara bercerita yang baik adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — Bab 3 'Ekspresi Diri Melalui Hobi', halaman 59
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) — halaman 82–86
  3. Enam kartu gambar urutan cerita 'Hobi Baru Nina' (dicetak atau ditampilkan di layar proyektor)
  4. Lembar kerja murid: template peta pikiran dengan enam kotak peristiwa dan kolom bercerita
  5. Lembar penilaian teman sebaya (peer assessment) sederhana berisi tiga aspek dengan simbol bintang
  6. Spidol warna-warni dan papan tulis untuk mendemonstrasikan peta pikiran
  7. Proyektor atau papan tulis sebagai media menampilkan gambar urutan cerita

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.