Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menemukan Informasi dari Postingan Media Sosial tentang Hobi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menemukan Informasi dari Postingan Media Sosial tentang Hobi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menemukan Informasi dari Postingan Media Sosial tentang Hobi

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menemukan Informasi dari Postingan Media Sosial tentang Hobi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenemukan Informasi dari Postingan Media Sosial tentang Hobi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi komentar yang sesuai dan tidak sesuai dengan isi postingan media sosial bertema hobi sebagai latihan berpikir kritis terhadap informasi teks nonsastra.
  2. Murid dapat mempresentasikan hasil identifikasi informasi dari postingan media sosial tentang hobi di depan kelas dengan bahasa yang santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membaca komentar di media sosial yang terasa aneh atau tidak nyambung dengan isi postingannya? Komentar seperti apa itu?
  2. Kalau seseorang memposting video tentang hobinya membuat kerajinan dari barang bekas, komentar seperti apa yang menurutmu paling sesuai dengan isi video itu?
  3. Mengapa penting bagi kita untuk memeriksa apakah sebuah komentar benar-benar sesuai dengan isi postingan sebelum kita ikut berkomentar atau mempercayainya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan meminta ketua kelas memimpin doa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan satu contoh komentar media sosial sederhana di papan tulis/layar, lalu mengajukan pertanyaan lisan: 'Apakah menurutmu komentar ini sesuai dengan isi postingan? Kenapa?' Murid menjawab secara spontan; guru mencatat respons untuk mengetahui pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara bertahap dan memberi ruang murid untuk merespons singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengidentifikasi komentar yang sesuai dan tidak sesuai di media sosial, lalu mempresentasikan hasilnya dengan bahasa santun.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: membaca postingan, berdiskusi, dan presentasi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau membagikan teks postingan media sosial dari buku siswa halaman 55: postingan video Reno tentang hobi membuat kerajinan dari barang bekas beserta komentar-komentar dari berbagai akun (catty_yeyey, dendangseuntai, stroberimaniess, akusukadonat1, bungamawar4590, aksanst).
  • Murid membaca seluruh isi postingan dan komentar secara mandiri selama ±3 menit (membaca dalam hati).
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Apa yang dijual atau ditunjukkan Kak Reno dalam videonya? Coba ceritakan ulang isi video berdasarkan deskripsi postingannya.'
  • Guru menjelaskan konsep 'takrir video' (keterangan/deskripsi yang merangkum isi video) dan membedakannya dari komentar. Guru menekankan bahwa komentar yang baik harus relevan dengan isi takrir.
  • Guru memberikan contoh satu komentar yang jelas sesuai dan satu yang jelas tidak sesuai, lalu menjelaskan alasannya secara eksplisit sebagai model berpikir kritis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok mengerjakan Aktivitas 3 dari buku siswa: memberi tanda centang pada komentar yang paling sesuai dengan takrir video Reno, dan menuliskan alasan singkat mengapa komentar tersebut sesuai atau tidak sesuai di lembar kerja kelompok.
  • Guru berkeliling memantau diskusi, memberikan pertanyaan pancingan seperti: 'Apakah komentar ini membahas isi video atau hal lain?' dan 'Apa kata kunci dalam takrir yang bisa kamu cocokkan dengan komentar ini?'
  • Setelah diskusi kelompok selesai (±10 menit), setiap kelompok menyiapkan 2-3 poin temuan untuk dipresentasikan: komentar mana yang sesuai, komentar mana yang tidak sesuai, dan alasannya.
  • Satu wakil per kelompok maju ke depan kelas mempresentasikan hasil identifikasi dengan bahasa santun. Guru mengingatkan tata cara presentasi: suara jelas, sikap sopan, dan menggunakan kalimat lengkap.
  • Setelah setiap presentasi, guru membuka sesi tanggapan singkat dari kelompok lain (1-2 tanggapan), lalu guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak seluruh kelas mendiskusikan pertanyaan reflektif: 'Strategi apa yang kalian gunakan untuk memutuskan apakah sebuah komentar sesuai atau tidak? Apakah strategi itu berhasil?'
  • Murid menuliskan jawaban singkat secara mandiri di selembar kertas atau buku catatan: (1) Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang membaca komentar di media sosial; (2) Satu hal yang masih ingin aku pelajari lebih lanjut.
  • Beberapa murid secara sukarela berbagi tulisan refleksinya. Guru memberikan apresiasi verbal atas keberanian berbagi.
  • Guru mengaitkan kegiatan hari ini dengan kehidupan nyata: 'Saat kalian membaca komentar di media sosial milik keluarga atau teman, kini kalian bisa lebih cermat menilai apakah komentarnya relevan atau tidak.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: komentar yang sesuai adalah komentar yang relevan dengan isi takrir atau postingan, bukan komentar yang melenceng ke topik lain.
  • Asesmen Akhir: Guru membagikan lembar keluar (exit ticket) berisi satu pertanyaan singkat: 'Dari daftar komentar Reno, tuliskan satu komentar yang SESUAI dan satu yang TIDAK SESUAI, serta alasannya masing-masing.' Murid mengisi secara mandiri dan mengumpulkan sebelum keluar kelas.
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi murid selama presentasi dan diskusi.
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  • Ketua kelas memimpin doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan membaca teks postingan diberikan versi yang telah digarisbawahi kata kuncinya pada takrir video, sehingga lebih mudah mencocokkan dengan komentar. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan tambahan: mencari contoh komentar tidak relevan dari kehidupan nyata dan menuliskan komentarnya sendiri yang lebih sesuai.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih ditempatkan dalam kelompok yang dipandu langsung oleh guru atau teman sebaya yang lebih mahir. Murid yang cepat dapat langsung berperan sebagai pemimpin diskusi kelompok dan membantu merumuskan alasan kelompok secara lebih mendalam.
  • Produk: Murid yang belum percaya diri dapat mempresentasikan secara berpasangan (bukan sendirian). Murid yang sudah mahir dapat mempresentasikan dengan menambahkan opini pribadi tentang etika berkomentar di media sosial.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan satu komentar media sosial di papan tulis dan mengajukan pertanyaan lisan: 'Menurutmu, komentar ini sesuai dengan isi postingannya tidak? Kenapa?' Respons murid digunakan guru untuk mengukur sejauh mana murid sudah memahami konsep relevansi komentar sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi selama diskusi kelompok: guru mencatat murid yang aktif memberikan argumen, murid yang pasif, dan murid yang mengalami kebingungan.
  • Pemantauan lembar kerja kelompok saat dikerjakan: guru melihat apakah alasan yang ditulis murid mengacu pada isi takrir atau hanya opini tanpa dasar.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek ketepatan identifikasi dan kesantunan bahasa.

Akhir:

  • Exit ticket individual: murid menuliskan satu komentar yang sesuai dan satu yang tidak sesuai dari daftar komentar Reno, dilengkapi alasan singkat. Dinilai menggunakan rubrik aspek ketepatan identifikasi.
  • Guru merekap hasil exit ticket untuk menentukan murid yang perlu pengayaan atau remedial pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Pengamatan partisipasi murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (aktif bertanya, memberikan pendapat, mendengarkan teman).
  • Penilaian presentasi lisan menggunakan rubrik: kejelasan isi identifikasi, ketepatan alasan, dan kesantunan bahasa.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru setelah setiap kelompok presentasi.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menuliskan satu komentar yang sesuai dan satu yang tidak sesuai dari postingan Reno beserta alasannya, dikumpulkan di akhir pertemuan.
  • Lembar kerja kelompok Aktivitas 3 yang berisi hasil identifikasi dan alasan pilihan komentar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Identifikasi KomentarMurid tidak dapat membedakan komentar yang sesuai dan tidak sesuai, atau pilihannya semua salah tanpa alasan.Murid dapat menentukan satu komentar yang sesuai atau tidak sesuai, tetapi alasan yang diberikan belum mengacu pada isi takrir video.Murid dapat menentukan komentar yang sesuai dan tidak sesuai dengan benar, dan memberikan alasan yang mengacu pada isi takrir meskipun belum sepenuhnya rinci.Murid dapat mengidentifikasi seluruh komentar (sesuai dan tidak sesuai) dengan tepat, memberikan alasan yang jelas dan mengacu langsung pada kata kunci dalam takrir video.
Kesantunan dan Kejelasan PresentasiMurid tidak mau atau tidak mampu mempresentasikan hasil secara lisan, atau bahasa yang digunakan tidak santun.Murid mempresentasikan hasil dengan suara pelan dan kalimat tidak lengkap, tetapi menggunakan bahasa yang tidak menyinggung.Murid mempresentasikan hasil dengan suara cukup jelas, kalimat cukup lengkap, dan bahasa santun, meskipun masih sesekali ragu-ragu.Murid mempresentasikan hasil dengan suara jelas, kalimat lengkap dan runtut, bahasa santun, dan mampu merespons pertanyaan atau tanggapan dari teman dengan tenang.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi apapun.Murid hadir dalam diskusi tetapi hanya diam atau mengikuti pendapat teman tanpa memberikan ide sendiri.Murid aktif memberikan pendapat dalam diskusi dan mendengarkan pendapat teman, meskipun belum selalu memberikan argumen yang didukung alasan.Murid secara aktif memimpin atau menggerakkan diskusi, memberikan argumen yang jelas, mendengarkan teman dengan seksama, dan membantu kelompok mencapai kesimpulan bersama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami perbedaan antara komentar yang sesuai dan tidak sesuai dengan takrir video? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk diskusi kelompok dan presentasi sudah cukup proporsional? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang masih kesulitan dalam mengidentifikasi komentar? Dukungan apa yang perlu saya siapkan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang membaca komentar di media sosial? Apakah cara berpikirmu tentang komentar berubah setelah pelajaran ini?
  • Strategi apa yang kamu gunakan untuk memutuskan apakah sebuah komentar sesuai atau tidak dengan isi postingan? Apakah strategi itu membantu?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang menurutmu paling menantang? Apa yang ingin kamu coba lakukan berbeda jika menghadapi situasi serupa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V — Maya Lestari Gf dan Zulqarnain (Kemendikbudristek, 2024), Bab 3 halaman 55
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Panduan Bab III
  3. Contoh tangkapan layar atau cetakan postingan media sosial bertema hobi (dapat disiapkan guru sebagai media tambahan)
  4. Lembar Kerja Kelompok (LKK) Aktivitas 3 yang disiapkan guru
  5. Lembar exit ticket individual (disiapkan guru)
  6. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan teks postingan dan komentar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.