Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Memaparkan Proses Kreatif Penulisan Buku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Memaparkan Proses Kreatif Penulisan Buku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Memaparkan Proses Kreatif Penulisan Buku

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Memaparkan Proses Kreatif Penulisan Buku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMemaparkan Proses Kreatif Penulisan Buku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan informasi tentang proses kreatif penyusunan sebuah buku secara runtut dan efektif di depan kelas berdasarkan hasil bacaan.
  2. Murid dapat menulis ringkasan proses kreatif penulisan buku menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif dengan kalimat yang runtut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian penasaran bagaimana sebuah buku bisa sampai ke tangan kalian — dari mana ide ceritanya berasal dan apa saja proses yang dilalui penulisnya?
  2. Menurutmu, apa perbedaan antara menulis biasa dengan menulis secara kreatif? Apa yang membuat sebuah tulisan menjadi 'hidup'?
  3. Jika kamu ingin menulis sebuah buku, langkah pertama apa yang akan kamu lakukan dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta murid duduk nyaman, lalu mengajak murid melakukan 'jeda napas' selama 30 detik untuk fokus sebelum belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menjawab secara lisan atau menuliskan di sticky note satu kata yang terlintas ketika mendengar frasa 'proses kreatif menulis buku'. Guru mengamati respons untuk memetakan pengetahuan awal murid.
  • Guru menampilkan cover beberapa buku anak yang dikenal murid dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian penasaran bagaimana sebuah buku bisa sampai ke tangan kalian?' untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan belajar mempresentasikan dan meringkas proses kreatif penulisan buku secara runtut dengan kosakata yang tepat.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid memiliki gambaran yang jelas: membaca teks, berdiskusi, presentasi, lalu menulis ringkasan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks bacaan berjudul 'Di Balik Sebuah Buku' (teks tentang proses kreatif penulisan buku: mulai dari munculnya ide, riset, penulisan naskah, revisi, hingga penerbitan). Teks tersedia dalam dua versi: versi standar dan versi dipermudah dengan ilustrasi tambahan untuk murid yang membutuhkan dukungan.
  • Murid membaca teks secara mandiri dalam 7 menit. Guru mengingatkan murid untuk memberi tanda atau garis bawah pada kata-kata baru yang belum mereka pahami.
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Tahap mana dalam proses kreatif yang paling mengejutkan kalian? Mengapa?' Murid diajak berbagi temuan dan guru mencatat kata-kata kunci di papan tulis (mis. 'inspirasi', 'naskah', 'revisi', 'editor', 'terbit').
  • Guru menjelaskan secara eksplisit makna denotatif dan konotatif dari 3–4 kata kunci yang muncul dari teks (contoh: 'benih ide' — denotatif: benih = biji tanaman; konotatif: benih = asal-usul atau titik awal sesuatu). Murid mencatat di buku catatan mereka.
  • Murid mengisi 'Peta Proses Kreatif' — lembar kerja sederhana berbentuk diagram alir yang memuat 5–6 kotak kosong. Murid menuliskan tahapan proses kreatif penulisan buku secara berurutan berdasarkan teks yang telah dibaca.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan satu 'kartu peran': Penulis Cerita, Penulis Nonfiksi, atau Penulis Buku Anak. Mereka mendiskusikan: 'Bagaimana proses kreatif penulisan buku untuk jenis buku pada kartu peran kalian? Apakah berbeda dari teks yang kalian baca?'
  • Setiap kelompok menyiapkan presentasi lisan 2–3 menit menggunakan Peta Proses Kreatif yang telah diisi. Murid menentukan siapa yang berbicara dan urutan penyampaiannya. Guru mengingatkan: gunakan kalimat runtut, suara jelas, dan sertakan minimal satu kata konotatif dalam penjelasan.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain menyimak dan diberi kesempatan mengajukan satu pertanyaan atau komentar setelah setiap presentasi.
  • Guru memberikan umpan balik formatif setelah setiap presentasi: menunjukkan satu hal yang sudah baik dan satu hal yang bisa ditingkatkan (mis. keruntutan urutan informasi, penggunaan kata konotatif, atau kejelasan suara).
  • Setelah semua kelompok presentasi, murid secara individu menulis ringkasan proses kreatif penulisan buku dalam 5–7 kalimat runtut di buku tulis mereka. Guru mengingatkan untuk menggunakan minimal 2 kosakata baru bermakna denotatif dan konotatif dari daftar kata di papan tulis.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca kembali ringkasan yang telah mereka tulis, lalu menandai: (1) satu kalimat yang paling mereka banggakan, dan (2) satu bagian yang masih ingin mereka perbaiki.
  • Guru memandu refleksi berpasangan (think-pair): murid berbagi dengan teman di sebelahnya — apa yang baru mereka pelajari tentang proses kreatif penulisan buku, dan apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui.
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi refleksinya secara singkat ke seluruh kelas. Guru mengaitkan refleksi murid dengan tujuan pembelajaran yang disampaikan di awal.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Apa saja tahapan proses kreatif penulisan buku yang kalian pelajari hari ini?' Guru melengkapi atau meluruskan jika ada yang kurang tepat.
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid menuliskan satu kata atau kalimat pendek di lembar 'Exit Ticket' yang menjawab pertanyaan: 'Satu hal paling penting yang aku pelajari hari ini tentang proses kreatif penulisan buku adalah...'
  • Guru mengapresiasi partisipasi seluruh murid dan menekankan nilai bermakna dari pembelajaran: proses kreatif dalam menulis buku mengajarkan kita bahwa ide yang baik perlu dirawat, direvisi, dan diperjuangkan.
  • Guru menginformasikan keterkaitan materi ini dengan kegiatan berikutnya dan menutup pelajaran.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan diberikan teks bacaan versi dipermudah dengan ilustrasi tahapan proses kreatif yang lebih visual dan kosakata yang sudah disertai arti di pinggir halaman. Murid yang telah mahir dapat diberikan teks tambahan berupa kutipan wawancara nyata dengan seorang penulis.
  • Proses: Murid yang lebih cepat memahami dapat langsung mengisi Peta Proses Kreatif tanpa panduan pertanyaan dan diminta menambahkan contoh nyata dari buku yang pernah mereka baca. Murid yang memerlukan dukungan mendapat kartu scaffolding berisi pertanyaan pengarah seperti 'Apa yang dilakukan penulis pertama kali? Apa yang terjadi setelah naskah selesai?' untuk membantu mengisi diagram alir.
  • Produk: Murid yang telah mahir dapat membuat ringkasan lebih panjang (8–10 kalimat) atau menambahkan pendapat pribadi tentang tahap yang menurut mereka paling menantang. Murid yang memerlukan dukungan dapat menyelesaikan ringkasan 3–5 kalimat dengan menggunakan Peta Proses Kreatif sebagai kerangka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata yang terlintas ketika mendengar frasa 'proses kreatif menulis buku' pada sticky note atau di buku tulis. Guru mengamati variasi jawaban untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal murid, kemudian menyesuaikan penekanan penjelasan pada sesi Memahami.

Proses:

  • Pengamatan saat murid mengisi Peta Proses Kreatif secara individu: guru berkeliling dan mencermati apakah murid dapat mengidentifikasi dan mengurutkan tahapan dengan benar.
  • Pengamatan saat diskusi dan presentasi kelompok: guru menggunakan lembar observasi sederhana untuk mencatat kemampuan setiap murid dalam menyampaikan informasi secara runtut, menggunakan kosakata baru, dan merespons pertanyaan kelompok lain.
  • Umpan balik lisan setelah setiap presentasi kelompok: guru mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan secara spesifik.

Akhir:

  • Exit Ticket: murid menyelesaikan kalimat 'Satu hal paling penting yang aku pelajari hari ini tentang proses kreatif penulisan buku adalah...' Guru menggunakan jawaban ini untuk mengevaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran dan merencanakan tindak lanjut.
  • Ringkasan tertulis individu (5–7 kalimat) tentang proses kreatif penulisan buku dengan minimal 2 kosakata denotatif dan konotatif: dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi saat diskusi kelompok: guru mencatat keterlibatan murid, kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut, dan penggunaan kosakata bermakna.
  • Peta Proses Kreatif (lembar kerja diagram alir): menilai pemahaman murid tentang urutan tahapan proses kreatif penulisan buku.
  • Umpan balik langsung setelah presentasi kelompok: guru memberikan catatan singkat tentang keruntutan presentasi dan penggunaan kata konotatif.

Sumatif:

  • Exit Ticket: murid menuliskan satu hal terpenting yang dipelajari sebagai indikator pencapaian pemahaman.
  • Tulisan ringkasan individu proses kreatif penulisan buku (5–7 kalimat): dinilai menggunakan rubrik berdasarkan keruntutan kalimat, penggunaan kosakata denotatif dan konotatif, serta kelengkapan informasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan Presentasi LisanMurid menyampaikan informasi tidak berurutan, sulit dipahami, dan tidak mengikuti alur proses kreatif yang logis.Murid menyampaikan sebagian informasi dengan urutan yang kurang konsisten; beberapa tahapan proses kreatif disebutkan tetapi tidak runtut.Murid menyampaikan informasi proses kreatif secara runtut dan cukup jelas; urutan tahapan logis meskipun ada satu atau dua bagian yang kurang lengkap.Murid menyampaikan informasi proses kreatif secara runtut, jelas, lengkap, dan efektif; alur presentasi mudah diikuti oleh pendengar.
Penggunaan Kosakata Denotatif dan Konotatif dalam TulisanMurid tidak menggunakan kosakata baru; tulisan hanya menggunakan kata-kata sehari-hari yang sangat sederhana tanpa variasi.Murid menggunakan 1 kosakata baru tetapi belum tepat dalam membedakan atau menerapkan makna denotatif atau konotatifnya.Murid menggunakan minimal 2 kosakata baru dan mampu menerapkan salah satu makna (denotatif atau konotatif) dengan tepat dalam kalimat.Murid menggunakan minimal 2 kosakata baru dengan makna denotatif dan konotatif yang tepat dan kontekstual sehingga tulisan menjadi lebih hidup dan bermakna.
Keruntutan dan Kelengkapan Ringkasan TertulisRingkasan terdiri dari kalimat-kalimat yang tidak berhubungan; informasi tentang proses kreatif sangat minim atau tidak akurat.Ringkasan memuat beberapa tahapan proses kreatif tetapi urutannya belum logis; kalimat kurang runtut dan ada bagian yang tidak jelas.Ringkasan memuat sebagian besar tahapan proses kreatif dengan urutan yang logis; kalimat runtut meskipun ada 1–2 bagian yang masih bisa diperjelas.Ringkasan memuat seluruh tahapan proses kreatif secara lengkap, berurutan, dan logis; kalimat runtut, jelas, dan mudah dipahami pembaca.
Kemampuan Merespons Pertanyaan saat PresentasiMurid tidak dapat merespons pertanyaan dari kelompok lain atau memberikan jawaban yang tidak relevan.Murid mencoba merespons pertanyaan tetapi jawaban kurang tepat atau sangat singkat tanpa penjelasan.Murid merespons pertanyaan dengan jawaban yang relevan dan cukup jelas meskipun belum selalu lengkap.Murid merespons pertanyaan dengan jawaban yang relevan, jelas, dan disertai penjelasan atau contoh yang mendukung.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami tahapan proses kreatif penulisan buku dari teks yang diberikan? Bagian mana yang tampak paling sulit dipahami?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (teks dua versi, kartu scaffolding) sudah cukup membantu murid yang membutuhkan dukungan tambahan?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu penyesuaian di pembelajaran berikutnya?
  • Seberapa efektif pertanyaan pemantik dalam membangun rasa ingin tahu murid di awal pembelajaran?
  • Apakah murid sudah menggunakan kosakata denotatif dan konotatif secara tepat dalam presentasi dan tulisan mereka? Apa tindak lanjut yang perlu disiapkan?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang bagaimana sebuah buku dibuat?
  • Tahap dalam proses kreatif penulisan buku mana yang menurutmu paling menarik atau paling menantang? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah menggunakan kata-kata baru (denotatif dan konotatif) dalam ringkasanmu? Berikan satu contoh dari tulisanmu sendiri.
  • Bagian mana dari presentasimu yang menurutmu sudah bagus? Apa yang ingin kamu tingkatkan jika presentasi lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Bergerak Bersama' Kelas V SD/MI Edisi Revisi (Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemendikbudristek 2024) — Bab 2 'Buku Jendela Dunia'
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Bergerak Bersama' Kelas V SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2024)
  3. Teks bacaan 'Di Balik Sebuah Buku' — teks tentang proses kreatif penulisan buku (disiapkan guru dalam dua versi: standar dan dipermudah dengan ilustrasi)
  4. Lembar Kerja Peta Proses Kreatif (diagram alir 5–6 kotak, disiapkan guru)
  5. Kartu Peran untuk diskusi kelompok: Penulis Cerita, Penulis Nonfiksi, Penulis Buku Anak (disiapkan guru)
  6. Kartu Scaffolding berisi pertanyaan pengarah untuk murid yang membutuhkan dukungan (disiapkan guru)
  7. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat kata kunci dan daftar kosakata baru selama pembelajaran
  8. Sticky note atau lembar Exit Ticket untuk asesmen awal dan akhir
  9. Alat tulis (pensil, pena, penggaris) untuk setiap murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.