Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Proses Kreatif di Balik Penulisan Buku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Proses Kreatif di Balik Penulisan Buku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Proses Kreatif di Balik Penulisan Buku

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Proses Kreatif di Balik Penulisan Buku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikProses Kreatif di Balik Penulisan Buku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis informasi tentang tahapan proses kreatif penulisan buku dari teks nonsastra yang dibaca dengan mengidentifikasi urutan langkah-langkahnya secara tertulis.
  2. Murid dapat menganalisis isi teks aural tentang proses kreatif penulis buku yang dibacakan guru dengan mencatat minimal empat informasi penting.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, dari mana ide sebuah buku bisa muncul? Apakah penulis langsung menulis tanpa persiapan?
  2. Kalau kamu ingin membuat buku, kira-kira apa yang perlu kamu lakukan pertama kali?
  3. Mengapa proses menulis buku bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan satu judul buku populer anak (misalnya 'Laskar Pelangi' atau 'Si Kancil') dan bertanya, 'Siapa yang pernah membaca buku ini? Kalian tahu tidak, bagaimana caranya buku ini bisa sampai ke tangan kalian?' Murid menjawab secara lisan bebas.
  • Guru mencatat respons murid di papan tulis untuk pemetaan pengetahuan awal (diagnostik singkat).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenali tahapan proses kreatif penulisan buku melalui teks bacaan dan teks yang dibacakan guru.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan meminta beberapa murid merespons secara singkat untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks nonsastra berjudul 'Bagaimana Sebuah Buku Lahir?' (teks singkat 200–250 kata yang memuat 5–6 tahapan proses kreatif penulisan buku: menemukan ide, riset/pengumpulan bahan, menulis draf, revisi, editing, dan penerbitan). Guru dapat menggunakan teks dari buku siswa atau menyiapkan teks serupa.
  • Murid membaca teks secara mandiri dalam diam selama ± 5 menit. (Prinsip: Berkesadaran — murid membaca dengan penuh perhatian tanpa gangguan.)
  • Guru meminta murid menggarisbawahi atau melingkari kata/kalimat yang menunjukkan urutan tahapan (misalnya kata 'pertama', 'kemudian', 'setelah itu', 'akhirnya').
  • Guru menjelaskan secara singkat strategi membaca untuk menemukan urutan proses: perhatikan kata hubung waktu dan penanda urutan.
  • Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan pemahaman: 'Tahapan apa yang paling awal dilakukan penulis? Tahapan mana yang paling membutuhkan waktu lama?'
  • Beberapa murid menjawab secara lisan dan guru memberikan konfirmasi/klarifikasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberi lembar kerja murid (LKM) berisi dua bagian: (A) Kolom Urutan Tahapan dari teks bacaan — murid menuliskan urutan langkah proses kreatif penulisan buku berdasarkan teks nonsastra yang sudah dibaca; (B) Kolom Catatan Simak — murid menyiapkan kolom kosong bernomor 1–6 untuk mencatat informasi dari teks aural.
  • Murid mengerjakan bagian A secara mandiri: menuliskan urutan tahapan proses kreatif dari teks nonsastra yang dibaca dalam bentuk diagram alur atau daftar bernomor. (Prinsip: Bermakna — murid menghubungkan informasi teks dengan pemahaman nyata tentang cara buku dibuat.)
  • Guru berkeliling mengamati hasil kerja murid dan memberikan umpan balik singkat (asesmen proses).
  • Setelah bagian A selesai (± 7 menit), guru meminta murid menyiapkan diri untuk menyimak. Guru meminta murid duduk tegak, pensil siap, dan fokus mendengarkan.
  • Guru membacakan teks aural berjudul 'Kisah di Balik Buku Favorit' (teks naratif informatif ± 200 kata tentang pengalaman seorang penulis buku anak dalam proses kreatifnya, dibacakan dengan intonasi jelas dan kecepatan sedang). Guru membacakan dua kali: pertama murid hanya mendengarkan, kedua murid mulai mencatat. (Prinsip: Menggembirakan — guru membacakan dengan ekspresif dan penuh penghayatan.)
  • Murid mencatat minimal empat informasi penting dari teks aural pada bagian B LKM (kolom catatan simak bernomor).
  • Guru memberikan waktu ± 3 menit bagi murid untuk melengkapi atau merapikan catatan mereka setelah pembacaan selesai.
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan catatan mereka. Kelas mendiskusikan apakah informasi yang dicatat sudah akurat dan relevan. (Prinsip: Bermakna — murid menghubungkan isi simakan dengan pengetahuan yang sudah dibangun sebelumnya.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Dari semua tahapan proses kreatif yang kalian pelajari hari ini, tahapan mana yang paling menarik buat kalian? Mengapa?'
  • Murid menuliskan jawaban singkat di bagian bawah LKM (kolom refleksi diri: 2–3 kalimat). (Prinsip: Berkesadaran — murid memaknai proses belajar mereka sendiri.)
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi refleksi mereka secara lisan di depan kelas.
  • Guru mengaitkan materi hari ini dengan kehidupan nyata: 'Sekarang kalian tahu bahwa membuat buku butuh proses panjang. Lain kali kalian membaca buku, kalian bisa menghargai kerja keras penulisnya.' (Prinsip: Bermakna — menghubungkan pembelajaran dengan sikap apresiasi dalam kehidupan sehari-hari.)
  • Murid mengisi tabel penilaian diri di LKM: mencentang kolom 'Sudah Bisa' atau 'Masih Perlu Belajar' untuk dua kemampuan: (1) mengidentifikasi urutan tahapan dari teks bacaan, dan (2) mencatat informasi penting dari teks yang disimak.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Apa saja tahapan proses kreatif penulisan buku yang kita pelajari hari ini?' Beberapa murid menjawab secara lisan.
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil kerja murid hari ini secara apresiasif.
  • Guru mengumpulkan LKM murid sebagai bahan asesmen akhir.
  • Guru menyampaikan kaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya (cara memahami isi bacaan).
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan versi teks bacaan yang lebih pendek (150 kata) dengan kata penanda urutan yang sudah dicetak tebal, sehingga lebih mudah diidentifikasi. Untuk murid yang sudah mahir: guru menyediakan teks bacaan tambahan yang lebih panjang dan kompleks tentang proses penerbitan buku digital.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru mendampingi secara langsung saat murid mengisi urutan tahapan di LKM dan membacakan teks aural lebih lambat dengan jeda lebih panjang antar kalimat. Untuk murid yang sudah mahir: murid diminta membandingkan tahapan dari dua sumber berbeda (teks bacaan + teks aural) dan mencatat persamaan atau perbedaannya.
  • Produk: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: cukup menuliskan minimal 3 tahapan dari bacaan dan minimal 3 informasi penting dari simakan. Untuk murid yang sudah mahir: membuat diagram alur visual proses kreatif penulisan buku berdasarkan gabungan informasi dari teks bacaan dan teks aural, dilengkapi ilustrasi sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan sampul buku populer anak dan bertanya secara lisan: 'Menurut kalian, apa yang harus dilakukan seseorang sebelum buku ini bisa dicetak dan dijual?' Jawaban murid dicatat di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal untuk melihat sejauh mana murid sudah memiliki konsep tentang proses penulisan buku.
  • Guru mengamati respons: apakah murid sudah mengenal konsep 'menulis draf', 'revisi', atau 'penerbit', atau masih berpikir buku langsung jadi tanpa proses.

Proses:

  • Saat tahap Memahami: guru memantau murid yang menggarisbawahi kata penanda urutan — apakah murid dapat mengenali kata kunci seperti 'pertama', 'kemudian', 'setelah itu'.
  • Saat pengisian LKM bagian A: guru berkeliling dan membaca hasil tulisan murid; memberikan pertanyaan pancingan jika murid kebingungan ('Kalimat mana yang menurutmu menjelaskan langkah awal?').
  • Saat menyimak teks aural: guru memperhatikan murid yang tampak kesulitan mencatat — jika perlu, guru memperlambat kecepatan membaca atau mengulangi kalimat kunci.
  • Saat diskusi kelas setelah simakan: guru menilai keaktifan dan ketepatan informasi yang dibagikan murid secara lisan.

Akhir:

  • Penilaian LKM bagian A: murid dinilai berdasarkan kemampuan menuliskan urutan tahapan proses kreatif penulisan buku secara tertulis (minimal 4 tahapan, urut, dan sesuai isi teks).
  • Penilaian LKM bagian B: murid dinilai berdasarkan jumlah informasi penting yang berhasil dicatat dari teks aural (kriteria minimal: 4 informasi relevan dan akurat).
  • Penilaian diri murid (kolom 'Sudah Bisa / Masih Perlu Belajar') digunakan sebagai data refleksi dan dasar tindak lanjut guru pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan pemantik dan pertanyaan pemahaman (tahap Memahami).
  • Pemantauan guru saat murid menggarisbawahi penanda urutan dalam teks bacaan.
  • Pengamatan berkeliling saat murid mengisi bagian A LKM (urutan tahapan dari teks bacaan).
  • Pengamatan catatan simak murid saat dan setelah pembacaan teks aural (bagian B LKM).
  • Penilaian diri murid melalui tabel 'Sudah Bisa / Masih Perlu Belajar' di LKM.

Sumatif:

  • Penilaian LKM yang dikumpulkan di akhir pertemuan: (1) kelengkapan dan ketepatan urutan tahapan proses kreatif dari teks nonsastra, dan (2) jumlah serta relevansi informasi penting yang dicatat dari teks aural (minimal 4 informasi).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi urutan tahapan proses kreatif dari teks nonsastra (TP 5.2.4.1)Murid menuliskan kurang dari 2 tahapan atau tahapan yang ditulis tidak sesuai dengan isi teks dan tidak berurutan.Murid menuliskan 2–3 tahapan dengan urutan yang sebagian kurang tepat atau ada tahapan yang terlewat secara signifikan.Murid menuliskan 4–5 tahapan dengan urutan yang sebagian besar tepat dan relevan dengan isi teks nonsastra yang dibaca.Murid menuliskan 5–6 tahapan secara lengkap, berurutan dengan tepat, dan disertai penjelasan singkat yang mencerminkan pemahaman mendalam terhadap isi teks.
Mencatat informasi penting dari teks aural (TP 5.2.4.2)Murid mencatat kurang dari 2 informasi atau informasi yang dicatat tidak relevan dengan isi teks yang dibacakan.Murid mencatat 2–3 informasi yang relevan, namun sebagian kurang akurat atau terlalu umum/tidak spesifik.Murid mencatat minimal 4 informasi penting yang relevan dan akurat sesuai isi teks aural yang dibacakan guru.Murid mencatat lebih dari 4 informasi penting yang relevan, akurat, dan spesifik; catatan terstruktur dengan baik dan menunjukkan kemampuan memilah informasi utama dari informasi pendukung.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah teks bacaan yang saya pilih sudah cukup jelas dalam menggambarkan tahapan proses kreatif, sehingga murid dapat mengidentifikasi urutannya dengan tepat?
  • Apakah kecepatan dan intonasi saya saat membacakan teks aural sudah sesuai sehingga murid dapat mencatat informasi penting dengan baik?
  • Murid mana yang tampak kesulitan hari ini? Apa yang perlu saya sesuaikan untuk mendukung mereka di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Tahapan proses kreatif penulisan buku mana yang paling mengejutkan atau menarik bagimu? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah berhasil mencatat minimal empat informasi penting saat menyimak tadi? Kalau belum, apa yang membuatmu kesulitan?
  • Setelah belajar tentang proses kreatif penulisan buku, apa yang ingin kamu coba atau pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Bergerak Bersama' Kelas V SD/MI Edisi Revisi (Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemdikbudristek, 2024) — Bab 2 'Buku Jendela Dunia'
  2. Buku Panduan Guru: Bahasa Indonesia 'Bergerak Bersama' Kelas V SD/MI Edisi Revisi (Kemdikbudristek, 2024)
  3. Teks nonsastra 'Bagaimana Sebuah Buku Lahir?' — disiapkan/diadaptasi guru dari buku siswa atau sumber terpercaya lainnya
  4. Teks aural 'Kisah di Balik Buku Favorit' — naskah dibacakan guru, disiapkan dari buku panduan guru atau diadaptasi oleh guru
  5. Lembar Kerja Murid (LKM) berisi kolom urutan tahapan, kolom catatan simak, kolom refleksi diri, dan tabel penilaian diri
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat respons murid saat asesmen awal
  7. Sampul buku populer anak (fisik atau gambar) sebagai media pemantik di awal pembelajaran

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.