Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menulis Deskripsi Diri Sendiri dengan Kosakata Kreatif dan Kaidah Kebahasaan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menulis Deskripsi Diri Sendiri dengan Kosakata Kreatif dan Kaidah Kebahasaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menulis Deskripsi Diri Sendiri dengan Kosakata Kreatif dan Kaidah Kebahasaan

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menulis Deskripsi Diri Sendiri dengan Kosakata Kreatif dan Kaidah Kebahasaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenulis Deskripsi Diri Sendiri dengan Kosakata Kreatif dan Kaidah Kebahasaan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun teks deskripsi sederhana tentang keunikan diri sendiri berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman pribadi dengan rangkaian kalimat kompleks yang runtut.
  2. Murid dapat menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dan konotatif serta kaidah kebahasaan yang benar dalam teks deskripsi tentang keunikan diri sendiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa satu hal paling unik tentang dirimu yang belum banyak orang tahu?
  2. Bagaimana caramu menggambarkan dirimu sendiri dengan kata-kata yang menarik dan berbeda dari biasanya?
  3. Mengapa memilih kata yang tepat membuat sebuah tulisan terasa lebih hidup dan berkesan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran. (3 menit)
  • Guru melakukan presensi dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal — Guru membagikan sticky note dan meminta murid menuliskan satu kata sifat yang paling menggambarkan diri mereka. Guru mengamati kata-kata yang muncul untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang deskripsi diri dan kosakata sifat. (5 menit)
  • Guru mengaitkan sticky note tadi dengan pertanyaan pemantik: 'Apa satu hal paling unik tentang dirimu yang belum banyak orang tahu?' dan mengajak 2–3 murid berbagi jawaban singkat. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara ringkas: 'Kita akan belajar menulis deskripsi diri sendiri menggunakan kosakata kreatif—termasuk kata denotatif dan konotatif—dengan kalimat yang runtut dan menarik.' (2 menit)
  • Guru menampilkan contoh singkat dua kalimat: satu kalimat deskripsi biasa dan satu kalimat deskripsi kreatif tentang orang yang sama, lalu bertanya kepada murid mana yang lebih menarik dan mengapa. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan sebuah teks deskripsi pendek (4–5 kalimat) tentang seorang anak fiktif yang menggambarkan ciri fisik, kegemaran, dan sifatnya. Murid diminta membaca teks tersebut secara senyap selama 2 menit. (Berkesadaran: murid fokus penuh pada teks tanpa gangguan)
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi bersama: mana kata yang bersifat denotatif (makna lugas, misalnya 'rambutnya hitam') dan mana yang bersifat konotatif (makna kias, misalnya 'senyumnya semanis madu'). Guru menulis temuan murid di papan tulis dalam dua kolom. (5 menit)
  • Guru memberikan contoh 4–5 pasangan kosakata denotatif–konotatif yang relevan dengan deskripsi diri, misalnya: 'berani' vs 'hatinya sekuat baja', 'baik hati' vs 'tangannya selalu terbuka untuk orang lain'. Murid mencatat pasangan kosakata ini di buku tulis mereka. (Bermakna: kosakata langsung terhubung dengan konteks kehidupan nyata murid) (5 menit)
  • Guru menjelaskan struktur teks deskripsi sederhana: (1) kalimat pembuka yang memperkenalkan diri, (2) deskripsi ciri fisik atau kegemaran, (3) deskripsi sifat atau keunikan, (4) kalimat penutup yang berkesan. Guru menunjukkan bagaimana kalimat kompleks dibentuk dengan menggabungkan dua informasi menggunakan kata hubung seperti 'yang', 'karena', 'sehingga', 'meskipun'. (5 menit)
  • Murid diberi waktu 2 menit untuk bertanya atau mengkonfirmasi pemahaman mereka sebelum lanjut ke tahap berikutnya. Guru memberikan umpan balik langsung atas pertanyaan yang muncul.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Jendela Diriku' yang berisi empat kotak: (1) Ciri fisikku, (2) Kegemaranku, (3) Sifat/keunikanku, (4) Hal yang aku banggakan dari diriku. Murid mengisi keempat kotak ini berdasarkan refleksi diri selama 5 menit. (Bermakna: murid menggali pengalaman pribadi nyata mereka sendiri)
  • Setelah mengisi lembar 'Jendela Diriku', murid mulai menyusun teks deskripsi tentang diri sendiri minimal 4–5 kalimat di buku tulis. Guru mengingatkan: gunakan minimal 2 kosakata konotatif yang kreatif, gunakan kalimat kompleks dengan kata hubung, dan pastikan tulisan runtut mengikuti struktur yang telah dipelajari. (12 menit) (Menggembirakan: murid bebas mengekspresikan keunikan diri tanpa takut salah)
  • Selama murid menulis, guru berkeliling memantau proses, memberikan umpan balik lisan singkat secara individual, dan mencatat murid yang memerlukan bimbingan tambahan. Guru memberi pujian spesifik atas pilihan kosakata yang kreatif.
  • Setelah selesai menulis, murid dipasangkan dengan teman di sampingnya untuk saling membaca tulisan masing-masing dan memberikan satu pujian dan satu saran perbaikan secara lisan. (Berkesadaran: murid sadar memberi umpan balik yang membangun, bukan sekadar menilai) (5 menit)
  • Guru meminta 2–3 murid sukarela membacakan teks deskripsi mereka di depan kelas. Kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan guru memberikan komentar positif serta satu catatan pengembangan. (Menggembirakan: suasana apresiasi membangun rasa percaya diri) (4 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca ulang teks deskripsi yang sudah mereka tulis secara mandiri, lalu memberikan tanda bintang (*) pada kalimat yang mereka anggap paling berhasil menggambarkan diri mereka, dan memberikan tanda tanya (?) pada bagian yang menurut mereka masih perlu diperbaiki. (Berkesadaran: murid mengevaluasi hasil kerjanya sendiri secara sadar) (3 menit)
  • Murid menuliskan di bawah teks mereka: satu kosakata konotatif baru yang paling mereka sukai dari tulisan mereka hari ini dan alasan memilihnya dalam satu kalimat. (Bermakna: murid mengaitkan pilihan kosakata dengan ekspresi diri yang autentik) (2 menit)
  • Guru mengajak murid mendiskusikan secara singkat: 'Mengapa menulis tentang diri sendiri itu penting? Apa manfaatnya bagimu?' Beberapa murid berbagi jawaban lisan. Guru merangkum dengan menegaskan bahwa tulisan deskripsi yang baik membantu orang lain mengenal kita lebih utuh. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama tentang ciri teks deskripsi yang baik: kalimat runtut, kosakata kreatif (denotatif dan konotatif), dan menggambarkan keunikan diri secara spesifik. (3 menit)
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil tulisan yang dibacakan tadi dan mengapresiasi keberanian serta kreativitas murid.
  • Asesmen Akhir — Murid mengumpulkan lembar kerja 'Jendela Diriku' beserta teks deskripsi yang telah mereka tulis sebagai bukti hasil belajar hari ini. Guru menggunakan rubrik 4 level untuk menilai teks.
  • Guru memberikan tindak lanjut: bagi murid yang sudah menulis dengan baik, mereka bisa mengembangkan teks menjadi lebih panjang di rumah; bagi murid yang masih perlu berlatih, guru menyediakan lembar panduan struktur teks dan daftar kosakata konotatif sebagai referensi.
  • Murid diminta mengisi refleksi singkat di sticky note berwarna: hijau untuk 'satu hal yang aku kuasai hari ini' dan kuning untuk 'satu hal yang masih ingin aku pelajari lebih lanjut', lalu ditempel di pojok kelas. (3 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan pesan motivasi singkat tentang pentingnya mengenal dan menghargai keunikan diri sendiri, lalu mengajak murid berdoa bersama. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan daftar kosakata konotatif siap pakai (misalnya: 'matanya berbinar seperti bintang', 'langkahnya ringan bagai kapas') serta kerangka teks deskripsi yang sudah berisi panduan di tiap bagian. Murid yang sudah mahir dapat menantang diri dengan membuat teks deskripsi yang juga menyertakan kalimat majemuk bertingkat dan lebih dari 2 kosakata konotatif orisinal.
  • Proses: Saat tahap mengaplikasi, murid yang memerlukan dukungan dapat mengisi lembar 'Jendela Diriku' bersama guru atau teman yang lebih mampu sebagai scaffolding sebelum menulis mandiri. Murid yang cepat dapat langsung menulis tanpa mengisi lembar panduan tersebut dan diminta memberikan judul kreatif pada teks mereka.
  • Produk: Produk utama semua murid adalah teks deskripsi diri sendiri minimal 4–5 kalimat. Murid dengan kebutuhan dukungan boleh menghasilkan 3 kalimat asalkan mengandung kosakata konotatif dan kalimat kompleks. Murid yang sudah mahir didorong untuk menghasilkan teks lebih panjang (6–8 kalimat) dengan variasi struktur kalimat yang lebih beragam.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan satu kata sifat di sticky note yang paling menggambarkan diri mereka. Guru mengamati apakah murid sudah familiar dengan kosakata sifat dan deskriptif.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lisan: 'Bagaimana caramu menggambarkan dirimu sendiri dengan kata-kata yang menarik?' untuk memetakan pemahaman awal tentang teks deskripsi dan kosakata kreatif.

Proses:

  • Observasi berkeliling: guru mencatat murid yang sudah menggunakan kosakata konotatif, yang masih kesulitan menyusun kalimat kompleks, dan yang perlu scaffolding tambahan.
  • Peer feedback lisan berpasangan: guru memantau kualitas umpan balik yang diberikan murid kepada temannya sebagai indikator pemahaman mereka tentang kriteria teks deskripsi yang baik.
  • Presentasi 2–3 murid sukarela: guru memberikan komentar formatif langsung di depan kelas yang juga berlaku sebagai model bagi murid lainnya.

Akhir:

  • Pengumpulan teks deskripsi diri sendiri (minimal 4–5 kalimat) dan lembar 'Jendela Diriku'. Dinilai dengan rubrik 4 level pada 4 aspek: keruntutan dan kohesi kalimat, penggunaan kosakata konotatif dan denotatif, penerapan kaidah kebahasaan (kalimat kompleks, kata hubung), serta kelengkapan dan kedalaman isi deskripsi.
  • Refleksi sticky note dua warna (hijau: hal yang dikuasai; kuning: hal yang masih ingin dipelajari) digunakan guru sebagai bahan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid menulis: guru memantau proses penulisan, mencatat murid yang menggunakan kosakata konotatif dan kalimat kompleks dengan tepat.
  • Peer feedback terstruktur: murid saling memberikan satu pujian dan satu saran perbaikan terhadap tulisan teman, dipantau guru untuk kualitas umpanbaliknya.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: guru mengecek pemahaman murid tentang perbedaan denotatif dan konotatif melalui identifikasi bersama di papan tulis.

Sumatif:

  • Teks deskripsi diri sendiri yang dikumpulkan dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek: keruntutan kalimat, penggunaan kosakata konotatif, penerapan kaidah kebahasaan, dan kelengkapan isi deskripsi.
  • Lembar 'Jendela Diriku' sebagai bukti proses berpikir murid sebelum menulis dinilai kelengkapannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan dan Kohesi KalimatKalimat tidak runtut, sulit dipahami, tidak ada alur yang jelas antar kalimat.Sebagian kalimat sudah runtut namun ada lompatan ide yang membuat tulisan kurang kohesif.Kalimat secara keseluruhan runtut dan kohesif, alur deskripsi dapat diikuti dengan baik.Kalimat sangat runtut, kohesif, dan mengalir dengan natural; transisi antar gagasan halus dan efektif.
Penggunaan Kosakata Konotatif dan DenotatifTidak menggunakan kosakata konotatif; pilihan kata sangat terbatas dan tidak bervariasi.Menggunakan 1 kosakata konotatif namun kurang tepat atau kurang sesuai konteks.Menggunakan minimal 2 kosakata konotatif dengan tepat dan sesuai konteks deskripsi diri.Menggunakan lebih dari 2 kosakata konotatif yang orisinal, tepat, dan sangat memperkuat kesan deskripsi.
Penerapan Kaidah Kebahasaan (Kalimat Kompleks dan Kata Hubung)Hanya menggunakan kalimat sederhana pendek; tidak ada penggunaan kata hubung.Mencoba menggunakan kalimat kompleks namun penerapan kata hubung kurang tepat.Menggunakan kalimat kompleks dengan kata hubung yang tepat di sebagian besar kalimat.Menggunakan kalimat kompleks secara konsisten dengan variasi kata hubung yang tepat dan bervariasi.
Kelengkapan dan Kedalaman Isi DeskripsiIsi sangat singkat; hanya menyebutkan nama atau satu ciri tanpa deskripsi yang bermakna.Mencakup 1–2 aspek deskripsi diri (misalnya hanya ciri fisik atau hanya kegemaran) tanpa kedalaman.Mencakup minimal 3 aspek (ciri fisik, kegemaran, sifat/keunikan) dengan deskripsi yang cukup jelas.Mencakup semua aspek deskripsi diri secara lengkap dengan detail yang spesifik dan menggambarkan keunikan diri secara autentik dan berkesan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menulis teks deskripsi dengan minimal 2 kosakata konotatif? Murid mana yang masih perlu bimbingan dan strategi apa yang akan saya terapkan selanjutnya?
  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan peer feedback berjalan efektif? Bagaimana cara saya memandu murid agar umpan balik yang mereka berikan lebih konstruktif?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah cukup menjangkau murid dengan berbagai tingkat kemampuan?

Refleksi Murid:

  • Apa kosakata konotatif baru yang paling kamu sukai hari ini dan mengapa kamu memilihnya untuk menggambarkan dirimu?
  • Bagian mana dari teks deskripsimu yang paling membuatmu bangga? Mengapa?
  • Apa yang masih terasa sulit bagimu dalam menulis teks deskripsi hari ini dan apa langkah yang akan kamu coba untuk mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V — Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain (Kemendikbudristek, 2024), Bab 1 'Aku yang Unik'
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
  3. Lembar kerja 'Jendela Diriku' (4 kotak: ciri fisik, kegemaran, sifat/keunikan, hal yang dibanggakan) — disiapkan guru
  4. Contoh teks deskripsi pendek yang disiapkan guru (ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor)
  5. Daftar kosakata konotatif siap pakai untuk scaffolding — disiapkan guru
  6. Sticky note dua warna (hijau dan kuning) untuk asesmen awal dan refleksi akhir
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat temuan bersama saat tahap Memahami
  8. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan contoh teks dan tabel denotatif–konotatif (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.