Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menyimak Teks Aural tentang Keunikan Individu dan Menganalisis Isinya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Menyimak Teks Aural tentang Keunikan Individu dan Menganalisis Isinya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Menyimak Teks Aural tentang Keunikan Individu dan Menganalisis Isinya

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menyimak Teks Aural tentang Keunikan Individu dan Menganalisis Isinya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenyimak Teks Aural tentang Keunikan Individu dan Menganalisis Isinya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis informasi tentang ciri-ciri unik seseorang dari teks nonsastra yang dibacakan atau didengarkan, mencakup fakta fisik maupun nonfisik tokoh.
  2. Murid dapat menganalisis isi teks sastra aural yang menggambarkan keunikan karakter tokoh, dan menghubungkannya dengan pengalaman diri sendiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat seseorang berbeda dari orang lain, baik dari sisi fisik maupun sifatnya?
  2. Pernahkah kamu mendengar cerita tentang seseorang dan langsung terbayang seperti apa orangnya? Apa yang membuatmu bisa membayangkannya?
  3. Jika temanmu mendengarkan cerita tentang dirimu, kira-kira ciri unik apa yang akan mereka ingat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif untuk kegiatan menyimak.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan kepada murid, 'Coba sebutkan satu ciri fisik dan satu sifat yang membuat kamu unik!' Murid menjawab secara spontan tanpa benar/salah.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid untuk berpikir sejenak sebelum merespons secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menyimak dua teks aural, menganalisis ciri-ciri unik tokoh, dan menghubungkannya dengan diri sendiri.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menyiapkan lembar simak atau buku catatan dan pensil. Guru menjelaskan bahwa mereka akan mendengarkan dua teks: satu teks nonsastra (deskripsi faktual tokoh nyata) dan satu teks sastra (cerita pendek fiksi dengan tokoh berkarakter unik).
  • Sebelum membacakan teks, guru memandu murid melakukan teknik 'Simak Aktif': tutup mata sejenak, tarik napas, dan fokuskan perhatian penuh pada suara guru. Ini melatih kesadaran menyimak. (Berkesadaran)
  • Guru membacakan Teks Nonsastra 1 berjudul 'Mengenal Budi, Si Penjaga Cerita' — teks deskripsi singkat tentang seorang anak dengan ciri fisik (bertubuh tinggi, berambut keriting) dan nonfisik (suka menulis, pemalu tetapi penuh ide) — dengan intonasi jelas dan kecepatan terukur.
  • Setelah Teks 1 selesai, murid menuliskan pada lembar simak: (a) minimal 2 ciri fisik tokoh, (b) minimal 2 ciri nonfisik tokoh, (c) satu kata yang paling menggambarkan tokoh tersebut menurut mereka. (Berkesadaran)
  • Guru membacakan Teks Sastra 2 berjudul 'Si Tangan Emas' — cerita pendek tentang Nira, seorang anak perempuan yang canggung secara fisik tetapi memiliki kemampuan luar biasa dalam membuat kerajinan tangan dan selalu membantu teman — dengan ekspresi dan penekanan pada karakter tokoh.
  • Setelah Teks 2 selesai, murid menuliskan pada lembar simak: (a) bagaimana keunikan karakter Nira digambarkan penulis, (b) satu momen dalam cerita yang paling berkesan bagi mereka dan alasannya. (Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Kartu Analisis dua sisi: Sisi A untuk Teks Nonsastra, Sisi B untuk Teks Sastra. (Menggembirakan)
  • Untuk Teks Nonsastra (Sisi A): kelompok berdiskusi mengisi tabel analisis dengan kolom: Ciri Fisik Tokoh, Ciri Nonfisik Tokoh, Fakta Mana yang Paling Menunjukkan Keunikan, dan Alasan. Kelompok harus menyepakati satu jawaban terbaik berdasarkan bukti dari teks yang didengar. (Penalaran Kritis)
  • Untuk Teks Sastra (Sisi B): kelompok berdiskusi menjawab pertanyaan analisis: 'Bagaimana cara penulis menggambarkan keunikan Nira?' dan 'Apakah ada tokoh seperti Nira di sekitarmu atau adakah kemiripan dengan dirimu sendiri? Jelaskan!' (Bermakna)
  • Guru berkeliling memantau diskusi, memberi pertanyaan pandu kepada kelompok yang tampak kesulitan, misalnya: 'Coba ingat kembali, apa yang dikatakan dalam cerita tentang tangan Nira?' tanpa langsung memberi jawaban.
  • Setiap kelompok menuliskan kesimpulan analisis mereka pada selembar kertas atau mini whiteboard untuk dipresentasikan. (Menggembirakan)
  • Perwakilan tiap kelompok menyampaikan hasil analisis Sisi A dan Sisi B secara bergantian (1–2 menit per kelompok). Kelas diberi kesempatan menanggapi atau menambahkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan 'Lembar Cermin Diri' — selembar kertas berbentuk cermin dengan dua kolom: 'Keunikan Tokoh' dan 'Keunikanku'. (Bermakna)
  • Murid mengisi Lembar Cermin Diri secara individual: di kolom kiri mereka menuliskan keunikan tokoh dari kedua teks yang paling berkesan; di kolom kanan mereka menuliskan keunikan diri sendiri (fisik maupun nonfisik) yang menurut mereka mirip, berbeda, atau menginspirasi mereka. (Berkesadaran & Bermakna)
  • Guru memandu murid melakukan refleksi proses belajar dengan pertanyaan lisan: 'Tadi kamu menyimak dua teks. Mana yang lebih mudah dianalisis dan mengapa?' Beberapa murid berbagi jawaban secara sukarela.
  • Murid menuliskan satu kalimat penutup di bagian bawah Lembar Cermin Diri: 'Dari kegiatan hari ini, saya belajar bahwa …' (Berkesadaran)
  • Guru memberi apresiasi verbal atas partisipasi murid dan menegaskan pesan nilai: setiap orang unik dan keunikan itu layak untuk dikenali dan dihargai.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: apa itu ciri fisik dan nonfisik, dan bagaimana cara menganalisis keunikan tokoh dari teks yang didengar.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat dengan mengajukan pertanyaan kepada 3–4 murid secara acak: 'Sebutkan satu ciri fisik dan satu ciri nonfisik Budi!' dan 'Apa yang membuat Nira dalam cerita disebut unik?'
  • Guru meminta murid mengumpulkan Lembar Simak dan Lembar Cermin Diri sebagai bukti belajar.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan (lambat) mendapat teks tertulis pendamping yang dapat mereka baca sambil menyimak agar tidak ketinggalan informasi. Murid yang sudah mahir (cepat) diberi teks yang lebih panjang atau tambahan pertanyaan analisis tingkat tinggi, misalnya: 'Bagaimana sudut pandang penulis memengaruhi cara keunikan tokoh digambarkan?'
  • Proses: Saat diskusi kelompok, murid yang membutuhkan dukungan ditempatkan berdampingan dengan teman sebaya yang lebih kuat. Guru menyediakan kartu kosakata (daftar kata seperti 'ciri fisik', 'karakter', 'nonfisik') bagi murid yang kesulitan memahami istilah. Murid cepat berperan sebagai 'notulen analisis' yang memimpin diskusi kelompok.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi tabel analisis sederhana dengan 2–3 poin. Murid yang sudah mahir dapat memperluas Lembar Cermin Diri dengan membuat paragraf deskripsi singkat tentang diri sendiri berdasarkan temuan refleksinya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan kepada murid: 'Sebutkan satu ciri fisik dan satu sifat yang membuat kamu unik!' Jawaban murid digunakan guru untuk memetakan pemahaman awal tentang konsep ciri fisik dan nonfisik, tanpa penilaian benar/salah.
  • Guru mencatat respons murid untuk mengetahui siapa yang sudah memahami perbedaan ciri fisik dan nonfisik, dan siapa yang masih perlu bimbingan konsep dasar.

Proses:

  • Observasi isian Lembar Simak: guru berkeliling memeriksa apakah murid berhasil mencatat minimal 2 ciri fisik dan 2 ciri nonfisik dari Teks 1, serta berhasil menangkap keunikan karakter dari Teks 2.
  • Observasi diskusi kelompok pada kartu analisis Sisi A dan B: guru menilai kemampuan murid memberikan bukti dari teks saat menjelaskan keunikan tokoh.
  • Kualitas presentasi kelompok: apakah analisis murid berbasis informasi dari teks yang didengar atau sekadar asumsi.

Akhir:

  • Lembar Simak dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik: ketepatan identifikasi ciri fisik, ketepatan identifikasi ciri nonfisik, dan kemampuan memilih fakta paling menunjukkan keunikan.
  • Lembar Cermin Diri dinilai menggunakan rubrik: kemampuan menganalisis keunikan tokoh dari teks sastra, kedalaman koneksi antara tokoh dan pengalaman diri sendiri.
  • Pertanyaan lisan akhir kepada 3–4 murid sebagai konfirmasi pemahaman individual.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid merespons pertanyaan pemantik di awal pembelajaran.
  • Pemantauan isian Lembar Simak selama kegiatan Memahami untuk melihat ketepatan murid menangkap informasi dari teks aural.
  • Observasi diskusi kelompok selama kegiatan Mengaplikasi: guru memperhatikan kemampuan murid menganalisis dan memberikan argumen berbasis teks.
  • Penilaian presentasi singkat kelompok: ketepatan informasi, kejelasan analisis, dan kemampuan menghubungkan teks dengan bukti konkret.

Sumatif:

  • Lembar Simak yang dikumpulkan sebagai bukti kemampuan murid mengidentifikasi ciri fisik dan nonfisik tokoh dari teks nonsastra aural.
  • Lembar Cermin Diri yang dikumpulkan sebagai bukti kemampuan murid menganalisis keunikan tokoh dari teks sastra aural dan menghubungkannya dengan pengalaman diri.
  • Pertanyaan lisan akhir kepada murid terpilih untuk mengonfirmasi pemahaman individual tentang kedua teks yang disimak.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis ciri fisik dan nonfisik tokoh dari teks nonsastra auralMurid tidak dapat menyebutkan ciri fisik maupun nonfisik tokoh dari teks yang didengar, atau jawaban tidak berkaitan dengan teks.Murid dapat menyebutkan 1 ciri fisik atau 1 ciri nonfisik tokoh, tetapi belum mampu membedakan keduanya secara tepat.Murid dapat menyebutkan minimal 2 ciri fisik dan 2 ciri nonfisik tokoh secara tepat berdasarkan teks yang didengar.Murid dapat menyebutkan minimal 2 ciri fisik dan 2 ciri nonfisik tokoh, menjelaskan mana yang paling menunjukkan keunikan, dan memberi alasan yang logis berdasarkan bukti dari teks.
Menganalisis keunikan karakter tokoh dari teks sastra auralMurid tidak dapat menjelaskan keunikan karakter tokoh dalam teks sastra yang didengar.Murid dapat menyebutkan satu keunikan tokoh tetapi belum mampu menjelaskan bagaimana keunikan tersebut digambarkan dalam cerita.Murid dapat menjelaskan keunikan karakter tokoh dan menyebutkan salah satu cara penulis menggambarkannya dalam cerita.Murid dapat menjelaskan keunikan karakter tokoh secara rinci, menunjukkan cara penulis menggambarkannya, dan memberikan contoh momen dalam cerita sebagai bukti.
Menghubungkan keunikan tokoh dengan pengalaman diri sendiriMurid tidak membuat koneksi antara tokoh dalam teks dan diri sendiri, atau koneksi yang dibuat tidak relevan.Murid membuat koneksi yang sangat umum antara tokoh dan diri sendiri tanpa penjelasan spesifik.Murid dapat menghubungkan salah satu keunikan tokoh dengan pengalaman atau ciri diri sendiri disertai penjelasan yang cukup.Murid dapat menghubungkan keunikan tokoh dengan pengalaman diri sendiri secara mendalam, menjelaskan kesamaan dan perbedaannya, serta merefleksikan apa yang mereka pelajari tentang diri sendiri dari teks tersebut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pembacaan teks aural saya sudah cukup jelas, ekspresif, dan mudah diikuti oleh seluruh murid?
  • Murid mana yang tampak kesulitan menyimak dan mencatat, dan apa yang bisa saya lakukan berbeda pada pertemuan berikutnya untuk mendukung mereka?
  • Apakah teknik Simak Aktif (tutup mata, fokus) efektif membantu murid berkonsentrasi? Perlu dilanjutkan atau dimodifikasi?
  • Apakah semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan, berhasil terlibat aktif dalam diskusi kelompok?
  • Seberapa dalam murid mampu menghubungkan teks sastra dengan pengalaman pribadi mereka? Apakah pertanyaan pemandu saya sudah memancing koneksi yang bermakna?

Refleksi Murid:

  • Dari dua teks yang tadi kamu simak, mana yang lebih mudah kamu analisis? Mengapa?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang cara mengenali keunikan seseorang dari cerita yang didengar?
  • Apakah ada bagian dalam kegiatan hari ini yang terasa sulit? Apa yang akan kamu lakukan agar lebih mudah lain kali?
  • Keunikan apa dari tokoh dalam cerita tadi yang paling menginspirasimu, dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V — Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain, Kemdikbudristek 2024.
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemdikbudristek 2024.
  3. Teks nonsastra aural 'Mengenal Budi, Si Penjaga Cerita' — teks deskripsi pendek yang disiapkan atau dibacakan langsung oleh guru.
  4. Teks sastra aural 'Si Tangan Emas' — cerita pendek yang disiapkan atau dibacakan langsung oleh guru.
  5. Lembar Simak (lembar kerja menyimak disiapkan guru, berisi kolom ciri fisik, nonfisik, dan kesan).
  6. Lembar Cermin Diri (kertas berbentuk cermin dengan dua kolom: Keunikan Tokoh dan Keunikanku).
  7. Kartu Analisis dua sisi (Sisi A untuk teks nonsastra, Sisi B untuk teks sastra) untuk kegiatan kelompok.
  8. Kartu Kosakata pendamping (berisi istilah: ciri fisik, ciri nonfisik, karakter, keunikan) untuk murid yang membutuhkan dukungan.
  9. Alat tulis (pensil, pulpen) dan kertas cadangan untuk catatan murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.