Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 1: Aku yang Unik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 1: Aku yang Unik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Asesmen Sumatif Bab 1: Aku yang Unik

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 1: Aku yang Unik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif Bab 1: Aku yang Unik
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra tentang keunikan individu melalui tes tertulis asesmen sumatif.
  2. Murid dapat menunjukkan kemampuan menulis teks deskripsi atau cerita sederhana yang memuat keunikan diri sendiri atau orang lain secara kreatif dengan kaidah kebahasaan yang benar sebagai bukti capaian akhir bab.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa satu hal yang paling unik dari dirimu yang belum tentu dimiliki teman-temanmu?
  2. Kalau kamu membaca cerita tentang seseorang, bagaimana caramu mengetahui nilai-nilai apa yang dipegang orang itu?
  3. Jika kamu ingin menulis tentang dirimu sendiri, kalimat pertama apa yang akan kamu tulis?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengondisikan kelas agar tenang dan siap mengikuti asesmen sumatif.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah asesmen sumatif Bab 1 'Aku yang Unik' yang terdiri dari dua bagian — bagian membaca dan memirsa (analisis teks), serta bagian menulis.
  • Diagnostik awal singkat: guru bertanya lisan, 'Siapa yang sudah merasa siap? Siapa yang masih ingin mengingat-ingat sebentar?' — jawaban murid digunakan sebagai data kesiapan, bukan penilaian.
  • Guru memberikan waktu 3 menit untuk murid membaca ulang catatan kecil mereka (jika ada) sebelum lembar soal dibagikan.
  • Guru menjelaskan prosedur dan durasi: Bagian 1 (analisis teks) ± 25 menit, Bagian 2 (menulis) ± 30 menit, sisanya untuk refleksi.
  • Guru membagikan lembar soal dan lembar kerja menulis kepada seluruh murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca secara mandiri teks pendek (sastra atau nonsastra bertema keunikan individu) yang tersedia di lembar soal Bagian 1.
  • Murid menjawab pertanyaan analisis: mengidentifikasi informasi penting, menjelaskan ciri-ciri tokoh atau subjek, dan menuliskan nilai-nilai yang terkandung dalam teks (misalnya nilai keberanian, kejujuran, kerja keras).
  • Pertanyaan analisis mencakup: (a) Siapa tokoh/subjek dalam teks dan apa keunikannya? (b) Informasi apa saja yang mendukung keunikan tersebut? (c) Nilai apa yang bisa kamu pelajari dari teks ini?
  • Guru berkeliling memastikan murid membaca dengan saksama, tanpa memberikan jawaban.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid beralih ke Bagian 2: menulis teks deskripsi atau cerita sederhana tentang diri sendiri atau orang lain yang dikenal (misalnya anggota keluarga, sahabat, atau tokoh yang dikagumi).
  • Panduan menulis diberikan di lembar soal: (a) Tuliskan ciri-ciri fisik dan sifat unik orang yang kamu ceritakan, (b) Sertakan satu peristiwa atau kebiasaan yang mencerminkan keunikan itu, (c) Gunakan kata sifat yang tepat dan kalimat yang runtut.
  • Diferensiasi produk diterapkan: murid yang lebih suka bercerita secara visual dapat membuat ilustrasi sederhana disertai teks naratif pendukung; penilaian untuk karya visual difokuskan pada kejelasan informasi dan kemampuan menulis kalimat yang baik, bukan pada panjang teks.
  • Murid yang menyelesaikan tulisan lebih cepat dapat memperkaya karya dengan menambahkan perbandingan (sinonim/antonim kata sifat) atau membuat judul yang menarik.
  • Guru berkeliling, mencatat observasi proses menulis tanpa mengoreksi isi — hanya memberi dorongan jika ada murid yang tampak terhenti lama.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah kedua bagian selesai, murid mengisi lembar refleksi diri singkat (5 menit) yang tersedia di bagian bawah lembar kerja: 'Bagian mana yang terasa mudah bagimu hari ini?', 'Bagian mana yang masih terasa sulit?', 'Apa satu hal yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri dari kegiatan hari ini?'
  • Murid mengumpulkan lembar soal, lembar kerja menulis, dan lembar refleksi secara bersamaan.
  • Guru meminta 2–3 murid (sukarela) untuk berbagi satu kalimat dari tulisan mereka — bukan untuk dinilai, tetapi untuk merayakan keberanian mengungkapkan keunikan diri.

Penutup:

  • Guru mengapresiasi usaha seluruh murid yang telah menyelesaikan asesmen sumatif dengan serius.
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan diberikan umpan balik tertulis — bukan sekadar nilai angka — agar murid tahu apa yang sudah baik dan apa yang perlu dikembangkan.
  • Guru menutup Bab 1 dengan kalimat penutup bermakna: 'Setiap orang unik. Kemampuan mengenali dan mengungkapkan keunikan — diri sendiri maupun orang lain — adalah keterampilan hidup yang sangat berharga.'
  • Guru menginformasikan materi bab berikutnya secara singkat sebagai jembatan ke pembelajaran selanjutnya.
  • Salam penutup dan doa.

Diferensiasi:

  • Konten: Teks pada Bagian 1 dapat disediakan dalam dua versi: versi standar (teks lebih panjang dengan kosakata beragam) untuk murid yang sudah siap, dan versi ringkas (teks lebih pendek dengan kosakata lebih sederhana) untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih — keduanya mengukur kompetensi analisis yang sama.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan ekstra diberikan 'kartu bantuan' berisi daftar kata sifat dan struktur kalimat deskripsi sebagai scaffolding saat menulis. Murid yang sudah mahir didorong langsung menulis tanpa kartu bantuan.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk akhir tulisan: (a) teks deskripsi atau naratif murni, atau (b) kombinasi ilustrasi dan teks naratif. Rubrik penilaian disesuaikan: untuk karya visual, fokus pada kejelasan informasi dan kualitas kalimat; untuk teks murni, fokus pada kelengkapan isi, kaidah kebahasaan, dan kreativitas.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan singkat di awal kelas: 'Siapa yang sudah merasa siap? Siapa yang masih ingin mengingat-ingat sebentar?' — untuk membaca kesiapan emosional dan kognitif murid sebelum asesmen dimulai.
  • Waktu 3 menit membaca catatan: memberi murid kesempatan mengaktifkan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelum mengerjakan soal.

Proses:

  • Observasi guru selama murid mengerjakan Bagian 1: mencatat murid yang tampak kebingungan atau membaca berulang-ulang sebagai data kebutuhan tindak lanjut.
  • Observasi guru selama murid menulis Bagian 2: mencatat murid yang menggunakan kata sifat bervariasi, menggunakan kalimat kompleks, atau sebaliknya menulis dengan kalimat sangat pendek.
  • Lembar refleksi diri yang diisi murid setelah selesai mengerjakan: data kualitatif tentang persepsi diri murid terhadap kemampuan mereka.

Akhir:

  • Bagian 1 — Tes tertulis analisis teks (dinilai berdasarkan rubrik aspek Analisis Teks): kemampuan mengidentifikasi informasi, ciri-ciri, dan nilai dalam teks.
  • Bagian 2 — Produk tulisan deskripsi atau cerita (dinilai berdasarkan rubrik aspek Isi & Kreativitas dan aspek Kaidah Kebahasaan): kualitas isi, kejelasan informasi, kreativitas, dan ketepatan penggunaan kalimat serta kosakata.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca teks: apakah murid membaca dengan saksama atau terlihat bingung.
  • Pengamatan proses menulis: guru mencatat murid yang terhenti lama atau tampak kesulitan memulai sebagai data untuk umpan balik.
  • Lembar refleksi diri murid: digunakan guru untuk memahami persepsi murid terhadap kesulitan dan kemampuan mereka sendiri.

Sumatif:

  • Bagian 1 — Tes tertulis analisis teks: murid menjawab pertanyaan tentang informasi, ciri-ciri tokoh/subjek, dan nilai-nilai dalam teks sastra atau nonsastra bertema keunikan individu.
  • Bagian 2 — Produk tulisan: murid menghasilkan teks deskripsi atau cerita sederhana tentang keunikan diri sendiri atau orang lain, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Teks (Membaca dan Memirsa)Murid tidak dapat mengidentifikasi informasi, ciri-ciri tokoh/subjek, maupun nilai-nilai dalam teks. Jawaban tidak relevan atau kosong.Murid dapat mengidentifikasi sebagian informasi atau ciri-ciri tokoh/subjek, tetapi belum mampu menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam teks secara tepat.Murid dapat mengidentifikasi informasi dan ciri-ciri tokoh/subjek dengan cukup lengkap, serta menyebutkan nilai-nilai dalam teks meskipun penjelasannya masih singkat.Murid dapat menganalisis informasi dan ciri-ciri tokoh/subjek secara lengkap dan akurat, menjelaskan nilai-nilai dalam teks dengan alasan yang logis dan didukung bukti dari teks.
Isi dan Kreativitas Tulisan (Menulis)Tulisan tidak memuat keunikan diri sendiri atau orang lain, atau informasi yang disajikan sangat minim dan tidak jelas.Tulisan memuat sebagian keunikan tokoh yang diceritakan, tetapi informasi masih umum dan belum menggambarkan ciri khas secara spesifik.Tulisan memuat keunikan tokoh dengan cukup jelas, disertai satu peristiwa atau detail yang mencerminkan keunikan tersebut.Tulisan memuat keunikan tokoh secara jelas dan menarik, disertai detail spesifik dan ekspresi kreatif (pilihan kata yang kaya, judul yang menarik, atau alur cerita yang runtut).
Kaidah Kebahasaan (Menulis)Kalimat tidak runtut, penggunaan kata sifat tidak tepat, dan banyak kesalahan ejaan yang mengganggu pemahaman.Sebagian kalimat runtut, penggunaan kata sifat ada tetapi terbatas, terdapat beberapa kesalahan ejaan.Kalimat umumnya runtut dan mudah dipahami, menggunakan kata sifat yang cukup tepat, kesalahan ejaan tidak terlalu mengganggu pemahaman.Kalimat runtut dan variatif, menggunakan kata sifat yang tepat dan beragam (termasuk sinonim/antonim), ejaan dan tanda baca sebagian besar benar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah sebagian besar murid dapat menyelesaikan kedua bagian asesmen dalam alokasi waktu yang diberikan? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan, dan pola kesulitan apa yang terlihat — apakah lebih banyak pada bagian analisis teks atau bagian menulis?
  • Apakah diferensiasi produk (teks murni vs. visual + teks) berjalan dengan baik dan memberikan ruang yang adil bagi semua murid untuk menunjukkan kemampuannya?
  • Umpan balik tertulis seperti apa yang paling bermakna untuk diberikan kepada murid berdasarkan hasil asesmen ini?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana yang terasa paling mudah bagimu hari ini — membaca dan menjawab pertanyaan tentang teks, atau menulis tentang keunikan seseorang?
  • Apakah ada bagian yang terasa sulit? Apa yang membuatnya sulit?
  • Apa satu hal yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri dari kegiatan menulis hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V — Penulis: Maya Lestari Gf dan Zulqarnain (Kemendikbudristek, 2024)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2024)
  3. Lembar soal Bagian 1: teks pendek sastra atau nonsastra bertema keunikan individu (disiapkan guru, dapat diadaptasi dari teks di Buku Siswa Bab 1)
  4. Lembar kerja Bagian 2: panduan menulis teks deskripsi atau cerita dengan kolom ilustrasi opsional (disiapkan guru)
  5. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, dapat digabung dengan lembar kerja Bagian 2)
  6. Kartu bantuan kata sifat dan struktur kalimat deskripsi (untuk diferensiasi, disiapkan guru)
  7. Alat tulis: pensil/pena, pensil warna atau spidol (opsional, untuk murid yang memilih karya visual)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.