Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Mengenal Ciri-Ciri Fisik dan Nonfisik Tokoh melalui Teks 'Rana dan Rani'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 dengan topik "Mengenal Ciri-Ciri Fisik dan Nonfisik Tokoh melalui Teks 'Rana dan Rani'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 5: Mengenal Ciri-Ciri Fisik dan Nonfisik Tokoh melalui Teks 'Rana dan Rani'

Bahasa Indonesia - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengenal Ciri-Ciri Fisik dan Nonfisik Tokoh melalui Teks 'Rana dan Rani'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengenal Ciri-Ciri Fisik dan Nonfisik Tokoh melalui Teks 'Rana dan Rani'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi informasi tersurat tentang ciri-ciri fisik dan nonfisik dua tokoh dalam teks naratif 'Rana dan Rani' secara jelas dan detail.
  2. Murid dapat menjelaskan perbedaan karakter dua tokoh berdasarkan informasi yang ditemukan dalam teks 'Rana dan Rani' menggunakan kosakata yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat dua orang yang wajahnya sangat mirip? Bagaimana kamu bisa membedakan mereka?
  2. Apakah dua orang yang wajahnya sama pasti juga memiliki sifat yang sama? Mengapa?
  3. Apa yang menurutmu membuat setiap orang menjadi unik dan berbeda dari orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi kehadiran murid.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar wajah yang sangat mirip dan bertanya, 'Lihat dua gambar ini — apa saja yang sama dan apa yang berbeda dari keduanya?' Murid menjawab lisan secara spontan; guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal tentang ciri fisik dan nonfisik.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum merespons.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membaca teks 'Rana dan Rani', menemukan informasi tersurat tentang ciri fisik dan nonfisik, lalu menjelaskan perbedaan karakter kedua tokoh.
  • Guru menyepakati kesepakatan kelas selama diskusi: mendengarkan saat teman berbicara, menghargai pendapat berbeda.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks 'Rana dan Rani' (dari Buku Siswa hal. 2–3) kepada setiap murid.
  • Murid membaca teks secara lantang bersama-sama satu kali, dipandu guru. (Berkesadaran: murid diminta fokus pada kalimat yang menggambarkan ciri-ciri tokoh.)
  • Guru meminta murid membaca ulang teks secara mandiri dalam hati sambil menggarisbawahi atau memberi tanda pada kalimat yang menunjukkan ciri fisik (dengan pensil) dan ciri nonfisik (dengan pena/warna berbeda).
  • Guru menjelaskan perbedaan antara ciri fisik (yang bisa dilihat: wajah, hidung, postur) dan ciri nonfisik (yang tidak terlihat langsung: sifat, hobi, cita-cita) menggunakan contoh dari teks.
  • Guru membahas kosakata baru bersama murid: rupa, identik, pendiam, periang, hobi, cita-cita — murid diajak menebak makna dari konteks teks sebelum melihat kamus. (Bermakna: kosakata dikaitkan langsung dengan teks yang baru saja dibaca.)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) secara mandiri. LKM berisi tabel dua kolom (Rana | Rani) dengan dua bagian: Ciri Fisik dan Ciri Nonfisik. Murid mengisi tabel berdasarkan informasi tersurat dari teks.
  • Setelah mengisi tabel, murid menjawab 2 pertanyaan pada LKM: (a) Sebutkan dua perbedaan fisik Rana dan Rani!, (b) Jelaskan perbedaan sifat Rana dan Rani menggunakan kosakata dari teks! (Bermakna: tugas langsung merujuk pada teks nyata yang sudah dibaca.)
  • Murid berpasangan (2 orang) untuk saling membandingkan jawaban tabel mereka, mendiskusikan jika ada perbedaan, dan menyepakati jawaban bersama. (Menggembirakan: pasangan dipilih murid sendiri untuk menciptakan suasana nyaman.)
  • Perwakilan 2–3 pasangan mempresentasikan hasil tabel mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi umpan balik konstruktif dari kelas.
  • Guru memberikan klarifikasi dan penguatan atas jawaban yang disampaikan murid, merujuk kembali ke kalimat-kalimat dalam teks.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik awal: 'Sekarang setelah membaca teks, apakah jawabanmu sama dengan tadi?' Murid menyampaikan pendapat. (Berkesadaran: murid menyadari perubahan atau penguatan pemahaman mereka.)
  • Murid menuliskan secara singkat di buku tulis: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang cara mengenal seseorang dari cerita adalah...'
  • Guru bertanya: 'Dari Rana dan Rani, pelajaran apa yang bisa kamu terapkan saat mengenal teman baru?' Beberapa murid berbagi jawaban lisan. (Bermakna: menghubungkan isi teks dengan kehidupan nyata murid.)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: apa itu ciri fisik, apa itu ciri nonfisik, dan bagaimana keduanya terlihat dalam teks 'Rana dan Rani'.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: menunjuk 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan satu ciri fisik dan satu ciri nonfisik salah satu tokoh tanpa membuka catatan.
  • Guru memberikan umpan balik umum atas partisipasi murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: pada pertemuan berikutnya murid akan belajar tentang teks lain terkait keunikan seseorang.
  • Guru menutup pembelajaran dengan pesan positif bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing, lalu mengakhiri dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan teks 'Rana dan Rani' yang sudah ditandai warna pada kalimat-kalimat kunci, sehingga mereka lebih mudah menemukan informasi tersurat.
  • Proses: Murid yang sudah cepat memahami diminta mengerjakan tantangan tambahan: membuat kalimat perbandingan baru tentang Rana dan Rani menggunakan kata hubung 'sedangkan' atau 'sementara'. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu boleh menyelesaikan tabel LKM bersama guru atau teman sebaya.
  • Produk: Murid yang sudah selesai lebih awal dapat menggambar sederhana wajah Rana dan Rani sambil memberi label ciri fisik di gambar tersebut sebagai pengayaan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar wajah mirip dan bertanya secara lisan: 'Apa yang sama dan apa yang berbeda dari dua gambar ini?' untuk memetakan pemahaman awal murid tentang konsep ciri fisik dan nonfisik.
  • Guru mencatat respons murid sebagai baseline untuk menyesuaikan penjelasan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi saat murid menandai teks: guru berkeliling dan mencatat apakah murid dapat membedakan kalimat yang menunjukkan ciri fisik dan nonfisik.
  • Cek hasil LKM tabel secara langsung saat murid mengerjakan: guru memberi umpan balik segera jika ada kesalahan konsep.
  • Pengamatan diskusi berpasangan: guru mendengarkan apakah murid menggunakan kosakata dari teks ('pendiam', 'periang', 'identik', dll.) dengan tepat.

Akhir:

  • Asesmen lisan: guru menunjuk 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan satu ciri fisik dan satu ciri nonfisik tokoh pilihan mereka (Rana atau Rani) tanpa melihat catatan.
  • Pengumpulan LKM tabel perbandingan Rana dan Rani: dinilai berdasarkan ketepatan dan kelengkapan informasi tersurat yang ditemukan murid serta penggunaan kosakata yang tepat.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca dan menandai teks (ketepatan identifikasi ciri fisik vs nonfisik).
  • Pemantauan LKM tabel perbandingan Rana dan Rani selama murid mengerjakan secara mandiri.
  • Pengamatan saat diskusi berpasangan: apakah murid menggunakan kosakata yang tepat saat menjelaskan perbedaan tokoh.

Sumatif:

  • Asesmen lisan akhir pertemuan: murid menyebutkan minimal satu ciri fisik dan satu ciri nonfisik tokoh tanpa membuka catatan.
  • Hasil LKM tabel perbandingan Rana dan Rani yang dikumpulkan di akhir pertemuan sebagai bukti capaian tertulis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi ciri fisik tokoh (TP 5.1.1.1)Murid belum dapat menyebutkan ciri fisik tokoh dari teks, atau informasi yang diberikan tidak sesuai dengan teks.Murid dapat menyebutkan 1 ciri fisik salah satu tokoh dengan merujuk ke teks, namun masih memerlukan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan minimal 2 ciri fisik masing-masing tokoh secara mandiri berdasarkan informasi tersurat dalam teks.Murid dapat menyebutkan seluruh ciri fisik kedua tokoh secara lengkap, detail, dan mandiri berdasarkan informasi tersurat dalam teks.
Mengidentifikasi ciri nonfisik tokoh (TP 5.1.1.1)Murid belum dapat menyebutkan ciri nonfisik tokoh, atau mencampurkan ciri fisik dan nonfisik tanpa dapat membedakannya.Murid dapat menyebutkan 1 ciri nonfisik (sifat atau hobi) salah satu tokoh dengan bantuan pertanyaan pancingan guru.Murid dapat menyebutkan minimal 2 ciri nonfisik (sifat, hobi, atau cita-cita) dari kedua tokoh secara mandiri.Murid dapat menyebutkan seluruh ciri nonfisik kedua tokoh secara lengkap dan mandiri, serta dapat membedakan dengan tepat antara ciri fisik dan nonfisik.
Menjelaskan perbedaan karakter menggunakan kosakata yang tepat (TP 5.1.1.2)Murid belum dapat menjelaskan perbedaan karakter dua tokoh, atau penjelasan tidak berkaitan dengan informasi dalam teks.Murid dapat menyebutkan satu perbedaan karakter tokoh, namun menggunakan kosakata umum yang tidak spesifik dari teks.Murid dapat menjelaskan minimal dua perbedaan karakter tokoh menggunakan kosakata yang tepat dari teks (contoh: pendiam, periang, identik).Murid dapat menjelaskan perbedaan karakter kedua tokoh secara rinci dan sistematis menggunakan kosakata yang tepat dari teks, disertai contoh kalimat perbandingan yang jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengidentifikasi perbedaan antara ciri fisik dan nonfisik setelah pembelajaran ini? Jika tidak, bagian mana yang perlu dijelaskan ulang?
  • Apakah pertanyaan pemantik cukup efektif membangun rasa ingin tahu murid di awal pembelajaran?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan penyesuaian waktu?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang memerlukan dukungan tambahan? Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah membantu mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu ketahui tentang ciri fisik dan ciri nonfisik seseorang setelah membaca teks 'Rana dan Rani' hari ini?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang menurutmu paling mudah? Bagian mana yang paling menantang?
  • Kosakata baru mana yang paling kamu ingat hari ini, dan apa artinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), halaman 2–4 (teks 'Rana dan Rani' dan Aktivitas 1).
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), halaman 44–45 (panduan Subbab A).
  3. Lembar Kerja Murid (LKM) tabel perbandingan Rana dan Rani — dibuat guru (dicetak atau ditulis di papan).
  4. Gambar/ilustrasi dua wajah mirip untuk kegiatan asesmen awal (dapat diunduh dari internet atau digambar sederhana di papan tulis).
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat respons murid dan menuliskan kosakata baru.
  6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (cetak atau daring) untuk memeriksa makna kosakata baru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.