MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B) Topik: Menulis Pengalaman Sakit dan Melakukan Swasunting INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Menulis Pengalaman Sakit dan Melakukan Swasunting |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menulis teks narasi tentang pengalaman sewaktu sakit dengan struktur awal-tengah-akhir yang jelas, menggunakan rangkaian kalimat beragam dan kaidah kebahasaan yang benar.
- Murid mampu melakukan swasunting terhadap tulisan sendiri dengan memeriksa ejaan, tanda baca, dan alur cerita.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu sakit? Apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu lakukan saat itu?
- Bagaimana caramu menceritakan sebuah pengalaman agar orang lain benar-benar bisa merasakan apa yang kamu alami?
- Mengapa penting untuk memeriksa kembali tulisan kita sebelum dibaca orang lain?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan meminta murid duduk dengan nyaman, lalu mengajak mereka menarik napas sejenak untuk bersiap belajar.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menulis cerita pengalaman sakit dan melakukan swasunting.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu sakit? Apa yang kamu lakukan?' dan menampung 2–3 respons singkat dari murid.
- Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan 1 kalimat di buku tulis tentang pengalaman sakit mereka (tanpa menilai benar/salah), untuk mengukur kesiapan menulis awal.
- Guru mengaitkan kegiatan hari ini dengan pembelajaran sebelumnya: kalimat efektif, konjungsi, dan struktur teks narasi yang sudah dipelajari di kelas 4.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan atau membacakan contoh singkat teks narasi pengalaman sakit (2–3 paragraf) yang sudah memiliki struktur awal, tengah, dan akhir yang jelas.
- Murid diminta mengidentifikasi secara sadar: mana bagian awal (situasi/latar), mana bagian tengah (peristiwa utama), dan mana bagian akhir (penyelesaian/kesimpulan) dari contoh teks tersebut.
- Guru memandu diskusi singkat: 'Apa yang membuat cerita ini enak dibaca? Kata atau kalimat apa yang menarik perhatianmu?' untuk menumbuhkan kesadaran kebahasaan.
- Guru menyajikan daftar periksa swasunting di papan tulis atau kartu: (1) Apakah alur cerita sudah jelas dan urut? (2) Apakah ejaan semua kata sudah benar? (3) Apakah tanda baca sudah digunakan dengan tepat? (4) Apakah kalimat yang digunakan beragam dan efektif?
- Murid membaca daftar periksa tersebut bersama-sama dan guru menjelaskan makna tiap poin dengan contoh konkret.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mulai menulis teks narasi tentang pengalaman pribadi saat sakit secara mandiri di buku tulis masing-masing. Guru mengingatkan: gunakan struktur awal-tengah-akhir dan masukkan sebanyak mungkin kaidah kebahasaan yang sudah dipelajari (konjungsi, kalimat majemuk, kalimat efektif).
- Guru memberi waktu ±15 menit untuk menulis. Selama proses berlangsung, guru berkeliling memantau, memberi umpan balik lisan singkat secara individual tanpa mengganggu alur pikir murid.
- Murid yang sudah selesai menulis diminta melakukan swasunting menggunakan daftar periksa yang sudah dipelajari: memeriksa alur cerita, ejaan, tanda baca, dan ragam kalimat, lalu memberi tanda centang pada daftar periksa mereka.
- Guru mengingatkan murid untuk menandai atau menggarisbawahi bagian yang mereka perbaiki saat swasunting, agar perubahan terlihat jelas.
- Asesmen proses: Guru mengamati dan mencatat kualitas tulisan serta keterlibatan murid dalam proses swasunting menggunakan lembar observasi sederhana.
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Setelah selesai swasunting, 2–3 murid (sukarela) diminta membacakan tulisan mereka di depan kelas. Teman-teman yang mendengarkan diminta memberi satu pujian dan satu saran membangun.
- Guru memfasilitasi murid untuk merefleksi proses menulis mereka dengan pertanyaan: 'Bagian mana dari ceritamu yang paling kamu suka? Apa yang paling sulit kamu tulis hari ini?'
- Murid mengisi bagian refleksi diri di buku tulis: menuliskan satu hal yang sudah mereka lakukan dengan baik dan satu hal yang ingin mereka perbaiki ke depannya.
- Guru mengapresiasi upaya semua murid dan menekankan bahwa kemampuan menulis berkembang melalui latihan dan keberanian mencoba.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: apa itu teks narasi, bagaimana strukturnya, dan apa itu swasunting.
- Asesmen akhir: Guru mengumpulkan hasil tulisan murid beserta daftar periksa swasunting yang sudah diisi untuk dinilai.
- Guru memberi pesan penutup: 'Menulis adalah cara kita merekam pengalaman dan berbagi cerita. Semakin sering berlatih, tulisanmu akan semakin baik.'
- Guru menutup kelas dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum pernah membuat teks narasi dapat menggunakan kerangka cerita berupa diagram awal-tengah-akhir yang sudah disediakan guru, sehingga mereka tinggal mengembangkan setiap bagian.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menulis dengan bantuan kartu kosakata (kata penghubung, kata sifat perasaan) yang disediakan guru. Murid yang cepat selesai dapat diminta memperluas cerita dengan menambahkan satu paragraf deskripsi suasana atau perasaan.
- Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat diminta melakukan swasunting yang lebih mendalam, termasuk memeriksa penggunaan majas dan kalimat majemuk, serta memberi komentar tertulis singkat pada tulisan teman sebagai latihan pengayaan.
ASESMENAwal:- Murid menuliskan 1 kalimat tentang pengalaman sakit mereka di buku tulis sebagai cek kesiapan awal. Guru mengamati apakah murid sudah bisa mengungkapkan ide dalam kalimat sederhana.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah pernah menulis cerita? Cerita apa yang pernah kamu tulis?' untuk mengukur pengalaman menulis sebelumnya.
Proses:- Observasi langsung saat murid menulis: apakah mereka menulis secara runtut, menggunakan konjungsi, dan mengembangkan ide dengan kalimat yang beragam.
- Pemeriksaan daftar periksa swasunting: apakah murid memeriksa ejaan, tanda baca, dan alur cerita secara mandiri.
- Umpan balik lisan individual dari guru selama sesi menulis berlangsung.
Akhir:- Penilaian hasil tulisan teks narasi menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) mencakup aspek: struktur narasi, penggunaan kaidah kebahasaan, dan kualitas swasunting.
- Pengumpulan tulisan beserta daftar periksa swasunting yang diisi murid sebagai bukti pencapaian dua tujuan pembelajaran pertemuan ini.
Formatif:- Observasi guru selama proses penulisan: memantau keterlibatan, kemandirian, dan penggunaan kaidah kebahasaan.
- Daftar periksa swasunting yang diisi murid sendiri sebagai asesmen diri (assessment as learning).
- Umpan balik lisan singkat dari guru saat berkeliling kelas.
- Pembacaan hasil tulisan di depan kelas dan tanggapan teman sebaya.
Sumatif:- Hasil tulisan teks narasi dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan: struktur narasi, penggunaan kaidah kebahasaan, dan hasil swasunting.
- Daftar periksa swasunting yang sudah diisi murid dikumpulkan bersama tulisan sebagai bagian dari bukti pencapaian TP 4.8.9.2.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Struktur Narasi (Awal-Tengah-Akhir) | Tulisan tidak menunjukkan struktur yang dapat dikenali; bagian awal, tengah, dan akhir tidak ada atau sangat tidak jelas. | Tulisan memiliki salah satu bagian struktur yang jelas (misalnya hanya awal atau hanya tengah), bagian lain sangat singkat atau tidak ada. | Tulisan memiliki ketiga bagian (awal, tengah, akhir) yang dapat dikenali, meskipun salah satu bagian kurang dikembangkan. | Tulisan memiliki struktur awal-tengah-akhir yang jelas dan dikembangkan dengan baik; alur cerita logis, runtut, dan mudah dipahami pembaca. | | Penggunaan Kaidah Kebahasaan | Kalimat sangat sederhana dan seragam; banyak kesalahan ejaan dan tanda baca; konjungsi dan kaidah kebahasaan hampir tidak digunakan. | Menggunakan beberapa kaidah kebahasaan yang sudah dipelajari (misalnya 1–2 jenis konjungsi); kalimat kurang beragam; masih banyak kesalahan ejaan atau tanda baca. | Menggunakan beberapa kaidah kebahasaan dengan cukup tepat (konjungsi, kalimat majemuk, atau kalimat efektif); kalimat mulai beragam; sebagian besar ejaan dan tanda baca sudah benar. | Menggunakan berbagai kaidah kebahasaan yang dipelajari di kelas 4 dengan tepat dan konsisten; kalimat beragam dan efektif; ejaan dan tanda baca hampir tidak ada kesalahan. | | Swasunting | Daftar periksa tidak diisi atau diisi tanpa bukti pemeriksaan nyata pada tulisan; tidak ada perbaikan yang dilakukan. | Mengisi 1–2 poin daftar periksa; ada beberapa perbaikan pada tulisan (misalnya hanya ejaan) tetapi tidak menyeluruh. | Mengisi sebagian besar daftar periksa; melakukan perbaikan pada ejaan, tanda baca, dan alur cerita, meski ada bagian yang terlewat. | Mengisi seluruh daftar periksa secara cermat; melakukan perbaikan menyeluruh pada ejaan, tanda baca, alur cerita, dan unsur kalimat; bukti perbaikan terlihat jelas pada tulisan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid dapat memulai menulis dengan mandiri, atau sebagian besar memerlukan bantuan untuk memulai? Apa yang bisa saya lakukan berbeda di awal kegiatan?
- Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk murid menyelesaikan tulisan dan swasunting secara bermakna? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
- Apakah daftar periksa swasunting yang saya buat cukup mudah dipahami dan digunakan murid secara mandiri?
- Murid mana yang memerlukan dukungan lebih pada pertemuan berikutnya, dan bentuk dukungan apa yang tepat untuk mereka?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari ceritamu (awal, tengah, atau akhir) yang paling mudah dan paling sulit kamu tulis? Mengapa?
- Apa yang kamu temukan saat memeriksa tulisanmu sendiri? Apa yang kamu perbaiki?
- Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang menulis hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 8 'Sehatlah Ragaku', halaman kegiatan Menulis Teks Narasi dan Swasunting.
- Buku Panduan Guru: Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi).
- Contoh teks narasi pengalaman sakit (disiapkan guru, 2–3 paragraf).
- Lembar/kartu Daftar Periksa Swasunting (disiapkan guru: 4 poin pemeriksaan — alur cerita, ejaan, tanda baca, unsur kalimat).
- Kartu kosakata bantu (kata penghubung/konjungsi, kata sifat perasaan) untuk murid yang membutuhkan dukungan.
- KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi cetak atau daring sebagai referensi ejaan.
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan struktur dan daftar periksa.
- Buku tulis murid.
|