Modul AjarPertemuan 1Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Mengenal Makanan Sehat dan Membaca Teks 'Garuk-Garuk'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Mengenal Makanan Sehat dan Membaca Teks 'Garuk-Garuk'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Mengenal Makanan Sehat dan Membaca Teks 'Garuk-Garuk'

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 8 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Makanan Sehat dan Membaca Teks 'Garuk-Garuk'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Makanan Sehat dan Membaca Teks 'Garuk-Garuk'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membaca teks narasi 'Garuk-Garuk' dengan fasih dan memahami pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan tubuh (elemen: Membaca dan Memirsa)
  2. Murid mampu menyampaikan pendapat tentang kebiasaan menjaga kesehatan tubuh dengan pilihan kata yang sesuai (elemen: Berbicara dan Mempresentasikan)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa gatal-gatal di kulit? Apa yang kamu lakukan setelah itu?
  2. Menurutmu, apa saja kebiasaan sehari-hari yang bisa membuat tubuh kita tetap bersih dan sehat?
  3. Kalau ada temanmu yang tidak mau mandi atau jarang mencuci tangan, apa yang ingin kamu katakan kepadanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta salah satu murid memimpin doa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru menampilkan dua gambar (anak yang tampak bersih dan rapi vs. anak yang terlihat kotor dan menggaruk-garuk tubuh), lalu bertanya, 'Gambar mana yang menunjukkan anak sehat? Mengapa?'. Jawaban murid dicatat guru sebagai peta pemahaman awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu merasa gatal-gatal? Kira-kira mengapa itu bisa terjadi?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membaca teks 'Garuk-Garuk' dengan fasih, memahami pesannya, dan berani menyampaikan pendapat tentang menjaga kebersihan tubuh.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan kosakata baru yang ada dalam teks: 'alergi', 'gatal', 'kebersihan', 'kebiasaan'. Guru menuliskan kata-kata tersebut di papan tulis dan meminta murid menebak artinya terlebih dahulu sebelum diberi penjelasan.
  • Guru membacakan teks 'Garuk-Garuk' dengan intonasi yang ekspresif sebagai model membaca fasih (modeling).
  • Murid membaca teks 'Garuk-Garuk' secara bergantian dalam kelompok kecil (3–4 orang), dengan teman satu kelompok menyimak dan memberi tanda jika ada kata yang dilewati atau salah ucap.
  • Setelah membaca, guru mengajukan pertanyaan literal dan inferensial secara lisan: 'Siapa tokoh dalam cerita ini?', 'Mengapa tokoh tersebut terus menggaruk-garuk?', 'Apa pesan yang ingin disampaikan penulis dalam teks ini?'
  • Murid melengkapi tabel pemahaman secara mandiri di buku tulis: kolom 'Tokoh', 'Masalah yang Dihadapi', dan 'Pesan Teks'.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan mendiskusikan pertanyaan: 'Berdasarkan cerita 'Garuk-Garuk', kebiasaan apa yang sebaiknya dilakukan dan kebiasaan apa yang harus dihindari agar tubuh tetap bersih dan sehat?'
  • Setiap pasangan mencatat minimal 2 kebiasaan baik dan 1 kebiasaan buruk yang mereka temukan dari teks maupun pengalaman pribadi.
  • Setiap murid kemudian menyampaikan pendapatnya secara lisan kepada pasangannya menggunakan kalimat lengkap, misalnya: 'Menurutku, kita harus … karena …'
  • Guru memilih 3–4 murid untuk menyampaikan pendapatnya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik langsung terkait pilihan kata dan kejelasan penyampaian.
  • Murid yang belum maju diminta menulis 1–2 kalimat pendapat mereka di buku tulis sebagai bukti pemahaman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melihat kembali tabel pemahaman yang mereka isi dan hasil diskusi berpasangan. Guru bertanya: 'Apakah pendapat yang kamu tulis sudah didukung oleh isi teks? Sudah menggunakan kata-kata yang tepat?'
  • Murid menulis di sticky note (atau sudut buku tulis) jawaban atas dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah…' dan (2) 'Satu kebiasaan sehat yang ingin aku terapkan mulai hari ini adalah…'
  • Beberapa murid sukarela membacakan refleksinya. Guru merespons dengan hangat dan menghargai semua jawaban.
  • Guru menghubungkan refleksi murid dengan pesan utama teks: menjaga kebersihan tubuh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: teks 'Garuk-Garuk' mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan tubuh, dan kita bisa menyampaikan pendapat tentang hal itu dengan pilihan kata yang baik.
  • Guru memberikan umpan balik singkat: menyebutkan hal-hal yang sudah bagus dan satu hal yang perlu ditingkatkan (misalnya kelancaran membaca atau keberanian berbicara).
  • Asesmen akhir: Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis singkat di buku tulis — (1) Tuliskan pesan utama teks 'Garuk-Garuk' dengan kalimatmu sendiri. (2) Tuliskan satu pendapatmu tentang cara menjaga kebersihan tubuh menggunakan kalimat 'Menurutku…'
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya agar murid bisa mempersiapkan diri.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat menggunakan versi teks 'Garuk-Garuk' yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar pada setiap paragraf untuk membantu pemahaman. Murid yang sudah mahir dapat membaca versi teks tanpa bantuan gambar dan diminta menemukan kata-kata tidak baku atau ungkapan menarik dalam teks.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dibimbing guru atau teman sebaya saat mengisi tabel pemahaman, dengan panduan pertanyaan terstruktur. Murid yang sudah mahir melakukan diskusi berpasangan tanpa scaffolding dan diminta memberikan alasan yang lebih mendalam atas pendapat mereka.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan lebih cukup menyampaikan pendapat dalam 1 kalimat sederhana secara lisan atau tertulis. Murid yang sudah mahir diminta menyusun 2–3 kalimat pendapat yang disertai alasan dan contoh dari kehidupan sehari-hari.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (anak bersih vs. anak menggaruk-garuk) dan meminta murid menjawab secara lisan: 'Gambar mana yang menunjukkan anak sehat? Mengapa?' Respons digunakan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang kebersihan dan kesehatan tubuh sebelum membaca teks.
  • Guru mencatat murid yang sudah memiliki pemahaman dasar tentang kebersihan tubuh dan yang belum, sebagai dasar diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi membaca bergiliran: guru mengamati kelancaran, intonasi, dan keakuratan pelafalan tiap murid saat membaca teks 'Garuk-Garuk' dalam kelompok kecil.
  • Pemeriksaan tabel pemahaman mandiri (Tokoh – Masalah – Pesan Teks): guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung kepada murid yang belum tepat mengisi kolom 'Pesan Teks'.
  • Pengamatan diskusi berpasangan: guru mendengarkan apakah murid mampu menyampaikan pendapat dengan kalimat lengkap dan pilihan kata yang sesuai konteks.

Akhir:

  • Murid menjawab secara tertulis dua pertanyaan di buku tulis: (1) 'Tuliskan pesan utama teks Garuk-Garuk dengan kalimatmu sendiri.' (2) 'Tuliskan satu pendapatmu tentang cara menjaga kebersihan tubuh menggunakan kalimat Menurutku…'
  • Jawaban dinilai menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek pemahaman isi teks dan ketepatan pilihan kata dalam menyampaikan pendapat.

Formatif:

  • Observasi kelancaran membaca murid saat membaca bergiliran dalam kelompok kecil (dicatat dengan lembar observasi sederhana: lancar / cukup lancar / perlu bimbingan).
  • Pengamatan terhadap partisipasi murid dalam diskusi berpasangan: apakah menggunakan kalimat lengkap dan pilihan kata yang sesuai.
  • Pemeriksaan tabel pemahaman yang diisi murid secara mandiri (kolom Tokoh, Masalah, Pesan Teks).
  • Umpan balik lisan langsung saat murid menyampaikan pendapat di depan kelas.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis dua pertanyaan akhir pembelajaran: (1) pesan utama teks dengan kalimat sendiri, dan (2) satu pendapat tentang menjaga kebersihan tubuh menggunakan struktur kalimat 'Menurutku…'. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Membaca Teks 'Garuk-Garuk'Membaca sangat terputus-putus, banyak kata yang salah dilafalkan, dan perlu bimbingan penuh dari guru.Membaca dengan beberapa jeda panjang dan beberapa kata salah dilafalkan, namun bisa melanjutkan dengan sedikit bantuan.Membaca dengan cukup lancar, hanya sedikit jeda yang tidak wajar, dan hampir semua kata dilafalkan dengan benar.Membaca dengan lancar, intonasi sesuai, pelafalan tepat, dan mampu menyesuaikan kecepatan baca dengan isi teks.
Pemahaman Pesan Teks (jawaban tertulis)Tidak dapat menuliskan pesan teks, atau jawaban tidak berkaitan dengan isi teks 'Garuk-Garuk'.Menuliskan pesan teks secara sangat umum atau hanya menyalin kalimat langsung dari teks tanpa menggunakan kalimat sendiri.Menuliskan pesan teks dengan kalimat sendiri yang cukup tepat, meskipun belum lengkap atau kurang rinci.Menuliskan pesan teks dengan kalimat sendiri secara tepat, jelas, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kebersihan tubuh.
Menyampaikan Pendapat dengan Pilihan Kata yang SesuaiTidak dapat menyampaikan pendapat, atau pendapat tidak berkaitan dengan topik kesehatan dan kebersihan tubuh.Menyampaikan pendapat dengan kata-kata yang sangat terbatas atau kalimat tidak lengkap, sehingga sulit dipahami.Menyampaikan pendapat dengan kalimat yang cukup jelas dan pilihan kata yang sesuai, meskipun belum disertai alasan yang kuat.Menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas, pilihan kata yang tepat dan sesuai konteks, serta disertai alasan atau contoh yang relevan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan membaca teks secara bergiliran? Jika tidak, bagaimana saya bisa mengatur waktu lebih baik di pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan dalam memahami pesan teks, dan dukungan seperti apa yang perlu saya siapkan untuk mereka?
  • Apakah kegiatan diskusi berpasangan berjalan efektif? Apakah pasangan yang saya bentuk sudah mendukung kolaborasi yang produktif?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan cukup memicu rasa ingin tahu murid? Apa yang bisa saya perbaiki?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini dari teks 'Garuk-Garuk' adalah…
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling aku sukai? Mengapa?
  • Apakah aku sudah berani menyampaikan pendapatku dengan kalimat yang jelas? Jika belum, apa yang membuatku ragu?
  • Satu kebiasaan menjaga kebersihan tubuh yang ingin aku terapkan mulai hari ini adalah…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 4 (Kurikulum Merdeka) — Bab 8 'Sehatlah Ragaku', teks 'Garuk-Garuk'
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 4 (Kurikulum Merdeka) — panduan Bab 8
  3. Gambar/ilustrasi dua kondisi anak (bersih vs. kurang bersih) untuk asesmen awal — dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor
  4. Papan tulis dan spidol untuk mencatat kosakata baru
  5. Lembar tabel pemahaman (dapat ditulis langsung di buku tulis murid): kolom Tokoh, Masalah yang Dihadapi, Pesan Teks
  6. Sticky note atau kertas kecil untuk kegiatan refleksi mandiri
  7. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) — versi cetak atau daring — untuk memeriksa arti kosakata baru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.