Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Syair Lagu "Nenek Moyangku" dan Mempelajari Rima

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membaca Syair Lagu "Nenek Moyangku" dan Mempelajari Rima". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Syair Lagu "Nenek Moyangku" dan Mempelajari Rima

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca Syair Lagu "Nenek Moyangku" dan Mempelajari Rima

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca Syair Lagu "Nenek Moyangku" dan Mempelajari Rima
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca syair lagu "Nenek Moyangku", murid mampu membaca kata-kata baru terkait asal-usul nenek moyang (seperti: mengarung, samudra, khatulistiwa) dengan fasih.
  2. Setelah membaca syair lagu, murid mampu mengidentifikasi pola rima dalam syair lagu "Nenek Moyangku" sebagai ciri teks sastra.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar atau menyanyikan lagu "Nenek Moyangku"? Menurutmu, siapakah nenek moyang kita itu?
  2. Ketika kamu membaca atau menyanyikan sebuah lagu, apakah kamu pernah memperhatikan bunyi akhir tiap barisnya? Apa yang kamu sadari?
  3. Mengapa menurutmu nenek moyang kita disebut sebagai orang pelaut yang pemberani? Apa hubungannya dengan kita hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Siapa yang pernah mendengar lagu Nenek Moyangku? Coba tirukan satu baris yang kamu ingat!' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang lagu tersebut.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk merespons secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah: 'Hari ini kita akan membaca syair lagu Nenek Moyangku, belajar kata-kata baru yang keren, dan menemukan pola bunyi istimewa yang disebut rima!'
  • Guru memberikan apersepsi singkat tentang konteks sejarah nenek moyang Indonesia sebagai pelaut ulung untuk membangun koneksi antara isi lagu dan identitas bangsa.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan teks syair lagu 'Nenek Moyangku' (di papan tulis, kartu besar, atau proyektor) dan membacakannya sekali dengan penuh semangat dan ekspresi — boleh disertai gerak tubuh ala pelaut untuk menciptakan suasana yang hidup.
  • Murid diajak membaca syair bersama-sama dengan suara nyaring sebanyak dua kali, mengikuti irama dan ekspresi yang dicontohkan guru.
  • Guru menunjuk dan menuliskan kata-kata baru yang muncul dalam syair: 'mengarung', 'samudra', 'khatulistiwa', 'ombak', 'layar terkembang'. Guru menanyakan, 'Adakah kata yang belum kamu pahami maknanya?'
  • Guru memandu murid menelusuri makna kata-kata baru dengan menggunakan konteks kalimat dalam syair, lalu mengonfirmasi makna menggunakan referensi KBBI sederhana yang dituliskan guru di papan: mengarung = menjelajah/melintas, samudra = lautan luas, khatulistiwa = garis tengah bumi.
  • Murid membaca ulang syair dengan pemahaman baru tentang kosakatanya; guru memperhatikan kelancaran membaca tiap murid secara bergantian (baris per baris atau bait per bait).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman isi: 'Apa yang dilakukan nenek moyang kita dalam lagu ini? Kata mana dalam syair yang menggambarkan keberanian mereka?'

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep rima secara sederhana: 'Rima adalah bunyi yang sama atau mirip di akhir baris sebuah syair atau puisi. Rima membuat syair terasa enak didengar dan mudah diingat.'
  • Guru mendemonstrasikan cara menemukan rima dengan menuliskan bait pertama syair di papan tulis dan menggarisbawahi bunyi akhir tiap baris: 'pelaut – takut' (bunyi akhir -ut) dan 'samudra – biasa' (bunyi akhir -a). Guru meminta murid mengamati dan menyebutkan apa yang mereka perhatikan.
  • Murid mengerjakan Lembar Kegiatan: mereka menuliskan kembali bait kedua syair dan menandai (melingkari atau mewarnai) kata-kata yang memiliki bunyi akhir sama sebagai pola rima.
  • Setelah selesai, beberapa murid diminta mempresentasikan temuan rima mereka di depan kelas dengan menyebutkan pasangan kata yang berima beserta bunyinya.
  • Guru dan murid bersama-sama memetakan seluruh pola rima dalam kedua bait syair di papan tulis, mengonfirmasi: bait 1 (pelaut–takut = rima A, samudra–biasa = rima B) dan bait 2 (terkembang–sekarang = rima C, pantai–beramai-ramai = rima D).
  • Guru bertanya, 'Apakah pola rima ini membuat syair lebih menarik? Mengapa menurut kalian penyair menggunakan rima?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta menuliskan di buku tulis mereka: (1) satu kata baru yang paling berkesan yang mereka pelajari hari ini beserta artinya, dan (2) satu pasang kata berima yang mereka temukan dalam syair.
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara lisan. Guru merespons dengan umpan balik positif dan korektif bila diperlukan.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi bermakna: 'Setelah membaca syair ini, apa yang kamu rasakan tentang nenek moyang kita? Apakah kamu bangga? Mengapa?'
  • Murid mengisi kartu refleksi diri singkat (bisa berupa emotikon + satu kalimat): 'Hari ini saya berhasil … dan saya masih perlu belajar tentang …'
  • Guru merangkum temuan bersama: kosakata baru yang sudah dikuasai dan pola rima yang berhasil diidentifikasi, mengaitkan kembali dengan tujuan pembelajaran yang disampaikan di awal.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini tentang syair Nenek Moyangku dan rima?'
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 3 pertanyaan tertulis singkat di lembar selembar: (1) tuliskan arti kata 'mengarung', (2) temukan satu pasang kata berima dalam syair dan sebutkan bunyi akhirnya, (3) apa perbedaan rima A-B-A-B dengan rima lainnya yang kamu temukan?
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang proses pembelajaran hari ini dan mengapresiasi partisipasi aktif murid.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan membaca kembali syair 'Nenek Moyangku' bersama-sama sekali dengan penuh semangat sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: guru menyediakan teks syair dengan kata-kata baru yang sudah diberi garis bawah beserta artinya langsung di samping kata (glosarium mini inline), sehingga mereka bisa fokus membaca tanpa terhambat kosakata. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan teks lagu nasional lain (misalnya 'Rayuan Pulau Kelapa') dan meminta mereka mengidentifikasi pola rima pada lagu tersebut secara mandiri.
  • Proses: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: saat mengidentifikasi rima, guru memberikan lembar kerja dengan bunyi akhir yang sudah sebagian terisi sehingga murid tinggal melengkapi pasangannya. Untuk murid cepat: mereka diminta tidak hanya mengidentifikasi rima yang ada, tetapi juga menentukan nama pola rima (misalnya A-B-A-B atau A-B-C-B) dan menjelaskan alasannya secara tertulis.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar identifikasi rima dasar. Murid yang lebih cepat dapat menghasilkan produk tambahan berupa 2 baris syair buatan sendiri yang menggunakan rima, sebagai tantangan kreatif opsional.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah mendengar lagu Nenek Moyangku? Coba tirukan satu baris yang kamu ingat!' — untuk mengukur pengenalan awal murid terhadap lagu dan kosakatanya.
  • Guru mengamati dan mencatat murid mana yang sudah familiar dengan lagu/syair dan mana yang belum, sebagai dasar diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi kelancaran membaca saat membaca syair bergiliran — guru menandai murid yang terbata-bata pada kata tertentu untuk diberi perhatian khusus.
  • Tanya jawab makna kosakata baru secara lisan untuk memastikan pemahaman sebelum melanjutkan ke tahap identifikasi rima.
  • Penilaian Lembar Kegiatan identifikasi rima saat dikerjakan — guru memberikan umpan balik langsung (assessment for learning) kepada murid yang kesulitan menemukan pasangan rima.
  • Pengamatan saat presentasi murid tentang temuan rima mereka — guru mencatat ketepatan identifikasi dan kemampuan menjelaskan.

Akhir:

  • Tiga pertanyaan tertulis singkat yang dikerjakan secara mandiri di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian TP 4.7.3.1 (makna kosakata baru) dan TP 4.7.3.2 (identifikasi pola rima).
  • Guru menilai hasil lembar jawaban dengan mengacu pada rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk masing-masing aspek.

Formatif:

  • Observasi guru terhadap kelancaran membaca murid saat membaca syair bersama dan bergiliran (kegiatan Memahami).
  • Tanya jawab lisan tentang makna kata-kata baru dalam syair untuk mengecek pemahaman kosakata secara langsung.
  • Lembar Kegiatan identifikasi rima yang dikerjakan murid secara mandiri — guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik saat kegiatan Mengaplikasi.
  • Kartu refleksi diri murid di akhir kegiatan Merefleksi sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Tiga pertanyaan tertulis singkat di akhir pembelajaran (penutup): (1) makna kata 'mengarung', (2) identifikasi satu pasang kata berima beserta bunyi akhirnya, (3) penjelasan sederhana tentang pola rima yang ditemukan dalam syair.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Kata Baru dengan Fasih (TP 4.7.3.1)Murid tidak dapat membaca kata-kata baru (mengarung, samudra, khatulistiwa) dengan benar dan tidak dapat menyebutkan artinya meskipun dengan bantuan.Murid dapat membaca 1–2 kata baru dengan fasih namun masih terbata-bata pada kata lainnya; dapat menyebutkan arti 1 kata baru dengan bantuan guru.Murid dapat membaca sebagian besar kata baru dengan cukup fasih dan dapat menyebutkan arti 2–3 kata baru secara mandiri.Murid dapat membaca semua kata baru dalam syair dengan fasih dan lancar, serta dapat menjelaskan arti seluruh kata baru yang dipelajari secara mandiri dan tepat.
Mengidentifikasi Pola Rima (TP 4.7.3.2)Murid tidak dapat mengidentifikasi pasangan kata yang berima dalam syair meskipun dengan bimbingan.Murid dapat mengidentifikasi 1 pasang kata berima dalam syair dengan bimbingan guru, namun belum mampu menjelaskan bunyi akhirnya.Murid dapat mengidentifikasi 2–3 pasang kata berima secara mandiri dan menyebutkan bunyi akhir yang sama dari pasangan tersebut.Murid dapat mengidentifikasi seluruh pola rima dalam syair secara mandiri, menyebutkan bunyi akhir dengan tepat, dan mampu menjelaskan bahwa rima merupakan ciri khas teks sastra seperti syair lagu.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil membaca kata-kata baru dalam syair dengan fasih pada akhir pembelajaran? Siapa yang masih memerlukan pendampingan lebih?
  • Apakah strategi membaca bersama dan demonstrasi guru efektif dalam membangun pemahaman kosakata baru murid?
  • Apakah langkah-langkah identifikasi rima sudah cukup konkret dan bertahap sehingga mudah dipahami murid kelas 4?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang berbeda kecepatan belajarnya?
  • Apa yang perlu saya perbaiki atau perkuat pada pertemuan berikutnya terkait pemahaman murid tentang rima?

Refleksi Murid:

  • Kata baru apa yang paling kamu ingat dari syair 'Nenek Moyangku' hari ini? Apa artinya?
  • Apakah kamu sudah bisa menemukan rima dalam sebuah syair? Apa yang membuatmu yakin?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menyenangkan bagimu? Mengapa?
  • Apa yang masih membingungkanmu tentang rima atau kosakata baru hari ini? Apa yang ingin kamu tanyakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 4: 'Lihat Sekitar' (Kemendikbudristek) — teks syair lagu 'Nenek Moyangku' ciptaan Ibu Soed
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: 'Lihat Sekitar' untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab VII Asal-Usul
  3. KBBI Daring (kbbi.kemdikbud.go.id) sebagai referensi makna kata
  4. Papan tulis / whiteboard dan spidol berwarna untuk menuliskan teks syair dan menandai pola rima
  5. Lembar Kegiatan murid (LK) berisi teks bait kedua syair 'Nenek Moyangku' untuk kegiatan identifikasi rima
  6. Kartu refleksi diri (selembar kertas kecil dengan format isian singkat + emotikon)
  7. Proyektor/LCD (opsional) untuk menampilkan teks syair dan peta rima

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.