Modul AjarPertemuan 11Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Asesmen Sumatif: Menulis Cerita Berdasarkan Gambar Bertema Asal-Usul

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Menulis Cerita Berdasarkan Gambar Bertema Asal-Usul". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Asesmen Sumatif: Menulis Cerita Berdasarkan Gambar Bertema Asal-Usul

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 7 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Menulis Cerita Berdasarkan Gambar Bertema Asal-Usul

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Menulis Cerita Berdasarkan Gambar Bertema Asal-Usul
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen sumatif, murid mampu menulis cerita sederhana bertema asal-usul berdasarkan gambar yang disediakan, menggunakan konjungsi antarkalimat dan kosakata baru bermakna denotatif yang telah dipelajari di Bab VII.
  2. Dalam asesmen sumatif, murid mampu menyajikan cerita yang ditulis dengan rangkaian kalimat yang beragam dan sesuai kaidah kebahasaan tentang tema asal-usul nenek moyang dan pembauran budaya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari gambar yang kamu lihat, kira-kira cerita apa yang ingin gambar itu sampaikan tentang asal-usul?
  2. Konjungsi antarkalimat apa saja yang sudah kamu pelajari di Bab VII, dan bagaimana cara menggunakannya dalam sebuah cerita?
  3. Kalau kamu adalah tokoh dalam gambar ini, apa yang ingin kamu ceritakan tentang nenek moyangmu kepada orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan asesmen.
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan setiap murid siap dengan alat tulis (kertas lembar jawaban asesmen, pensil/pulpen).
  • Guru melakukan diagnostik singkat dengan bertanya lisan: 'Siapa yang masih ingat apa itu konjungsi antarkalimat? Bisa sebutkan satu contohnya?' untuk memetakan kesiapan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini: murid akan menulis cerita mandiri bertema asal-usul berdasarkan gambar yang disediakan sebagai bentuk asesmen sumatif.
  • Guru menjelaskan tata tertib asesmen secara singkat: dikerjakan mandiri, tidak boleh mencontek, dan waktu pengerjaan adalah 45 menit.
  • Guru menayangkan atau membagikan lembar gambar serta memberi waktu 2–3 menit kepada murid untuk mengamati gambar sebelum mulai menulis.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar bertema asal-usul yang disediakan guru dengan seksama selama ± 3 menit.
  • Guru memandu murid melakukan 'pengamatan terstruktur': perhatikan siapa tokohnya, di mana latarnya, apa yang sedang terjadi, dan apa hubungannya dengan tema nenek moyang atau pembauran budaya.
  • Murid menuliskan 3–5 kata kunci atau gagasan pokok dari gambar pada kolom 'Catatanku' di lembar asesmen sebelum mulai menyusun kalimat utuh — langkah ini membantu murid mengorganisasi ide secara berkesadaran.
  • Guru mengingatkan kosakata kunci Bab VII yang relevan (misalnya: nenek moyang, leluhur, merantau, migrasi, silsilah, berdarah campuran) yang boleh digunakan dalam tulisan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mulai menulis cerita sederhana bertema asal-usul berdasarkan gambar secara mandiri selama ± 35 menit.
  • Cerita ditulis minimal 2 paragraf dengan menggunakan minimal 3 konjungsi antarkalimat (contoh: oleh karena itu, namun, dengan demikian, selain itu, walaupun begitu) yang tepat dan bermakna dalam konteks.
  • Murid didorong menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (kalimat pernyataan, kalimat deskripsi, kalimat sebab-akibat) agar cerita tidak monoton.
  • Guru berkeliling kelas memantau proses penulisan, memastikan murid memahami instruksi, dan memberikan panduan teknis bila ada murid yang mengalami kebingungan (tanpa memberikan isi jawaban).
  • Untuk murid yang sudah selesai lebih awal, guru mengarahkan mereka untuk membaca ulang tulisannya dan memeriksa penggunaan tanda baca serta konjungsi secara mandiri.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah selesai menulis, murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan) yang terlampir di bagian bawah lembar asesmen: (1) Konjungsi apa saja yang sudah kamu gunakan? (2) Apakah urutannya ceritamu sudah logis? (3) Apa yang ingin kamu perbaiki dari tulisanmu?
  • Murid menandai sendiri dengan tanda centang pada bagian cerita mereka yang sudah mengandung konjungsi antarkalimat — ini melatih kemampuan memonitor tulisan sendiri secara berkesadaran.
  • Guru memfasilitasi 2–3 murid (sukarela) untuk membacakan 1 kalimat favorit dari ceritanya kepada kelas, sehingga ada perayaan kecil atas karya yang dihasilkan.
  • Murid mengumpulkan lembar asesmen beserta lembar refleksi diri kepada guru.

Penutup:

  • Guru mengapresiasi semangat dan usaha murid dalam mengerjakan asesmen sumatif hari ini.
  • Guru memberikan gambaran singkat: hasil tulisan akan dinilai berdasarkan rubrik yang telah disampaikan di pertemuan sebelumnya (keutuhan cerita, penggunaan konjungsi, keberagaman kalimat, dan tanda baca).
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen dan umpan balik akan disampaikan pada pertemuan berikutnya sehingga murid dapat mengetahui perkembangan kemampuan menulis mereka.
  • Guru menutup kegiatan dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapatkan lembar gambar yang disertai kata-kata kunci dan contoh konjungsi antarkalimat di bagian pinggir lembar sebagai scaffolding. Murid yang sudah mahir mendapatkan gambar tanpa panduan tambahan.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan boleh membuat kerangka cerita terlebih dahulu (awal–tengah–akhir) sebelum menulis kalimat lengkap. Murid yang cepat selesai diminta menambahkan detail deskriptif atau dialog singkat untuk memperkaya cerita.
  • Produk: Target minimal: cerita 2 paragraf dengan 3 konjungsi antarkalimat. Target pengembangan: cerita 3 paragraf dengan 5 atau lebih konjungsi antarkalimat dan penggunaan kosakata Bab VII yang lebih bervariasi.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang masih ingat apa itu konjungsi antarkalimat dan bisa memberi contoh?' — guru mencatat siapa yang sudah paham dan siapa yang masih ragu untuk menentukan kebutuhan scaffolding.
  • Pengamatan visual selama murid mengamati gambar: apakah murid langsung dapat mengidentifikasi tema atau masih bingung — menjadi dasar pemberian panduan tambahan.

Proses:

  • Pengamatan guru saat murid mengisi 'Catatanku' — apakah kata kunci yang dituliskan relevan dengan gambar dan tema asal-usul.
  • Pemantauan proses penulisan: guru memperhatikan apakah murid menggunakan konjungsi dan kosakata Bab VII secara tepat selama menulis.
  • Refleksi diri murid (mengisi lembar refleksi dan menandai konjungsi dalam tulisannya) sebagai bukti proses pemantauan diri.

Akhir:

  • Penilaian sumatif hasil tulisan cerita berdasarkan gambar menggunakan rubrik 4 aspek dan 4 level — hasil penilaian direkap dalam tabel penilaian kelas.
  • Pengumpulan lembar refleksi diri murid untuk dibaca guru sebagai bahan umpan balik individual pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Pengamatan guru selama murid mengamati gambar dan menuliskan kata kunci — guru mencatat murid yang tampak bingung untuk diberikan panduan teknis.
  • Pengecekan lembar 'Catatanku' (kata kunci dari gambar) sebelum murid mulai menulis — digunakan sebagai umpan balik segera.
  • Pemantauan proses penulisan melalui kunjungan kelas (circulate and monitor) — guru mencatat temuan pada lembar observasi singkat.

Sumatif:

  • Penilaian hasil tulisan cerita berdasarkan gambar menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: keutuhan dan urutan cerita, penggunaan konjungsi antarkalimat, keberagaman kalimat, dan penggunaan tanda baca.
  • Penilaian lembar refleksi diri murid sebagai data pelengkap untuk memetakan kesadaran diri murid terhadap kemampuan menulisnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keutuhan dan Urutan CeritaBelum mampu menuliskan urutan kejadian yang logis; cerita tidak dapat dipahami atau sangat tidak lengkap.Mampu menuliskan beberapa kejadian tetapi urutannya belum logis atau cerita belum utuh (hanya berupa kalimat-kalimat lepas).Mampu menuliskan cerita dengan urutan yang logis (awal–tengah–akhir) meskipun beberapa bagian masih kurang jelas atau kurang detail.Mampu menuliskan cerita utuh dengan urutan yang logis, jelas, dan menambahkan detail yang menarik sehingga cerita mudah dipahami dan menggambarkan tema asal-usul dengan baik.
Penggunaan Konjungsi AntarkalimatTidak menggunakan konjungsi antarkalimat sama sekali atau menggunakannya dengan cara yang salah.Menggunakan 1–2 konjungsi antarkalimat tetapi penempatannya kurang tepat atau kurang sesuai konteks.Menggunakan 3 atau lebih konjungsi antarkalimat dengan penempatan yang tepat sesuai konteks kalimat.Menggunakan 4 atau lebih konjungsi antarkalimat secara tepat, bervariasi, dan memperkuat hubungan antarkalimat dalam cerita.
Keberagaman Kalimat dan KosakataKalimat yang digunakan sangat seragam (hanya satu pola) dan tidak menggunakan kosakata baru dari Bab VII.Kalimat mulai bervariasi (2 pola berbeda) tetapi masih sangat terbatas; kosakata Bab VII digunakan tetapi kurang tepat maknanya.Kalimat cukup beragam (minimal 3 pola berbeda) dan menggunakan kosakata Bab VII dengan makna yang tepat (denotatif).Kalimat sangat beragam dan mengalir dengan baik; menggunakan kosakata Bab VII secara tepat dan bervariasi untuk memperkaya cerita.
Kaidah Kebahasaan (Ejaan dan Tanda Baca)Banyak kesalahan ejaan dan tanda baca yang membuat teks sulit dipahami.Terdapat beberapa kesalahan ejaan dan tanda baca tetapi makna teks masih dapat dipahami.Ejaan dan tanda baca sebagian besar sudah tepat; hanya ada sedikit kesalahan yang tidak mengganggu pemahaman.Ejaan dan tanda baca digunakan secara konsisten dan tepat di seluruh tulisan sesuai kaidah bahasa Indonesia.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen sudah cukup jelas sehingga semua murid memahami tugas yang harus dikerjakan?
  • Murid mana yang memerlukan dukungan tambahan dalam penguasaan konjungsi antarkalimat, dan bagaimana saya akan menindaklanjutinya?
  • Apakah alokasi waktu 45 menit sudah cukup bagi sebagian besar murid untuk menyelesaikan cerita minimal 2 paragraf?
  • Bagaimana saya akan menyampaikan umpan balik yang konstruktif dan memotivasi berdasarkan hasil asesmen ini?

Refleksi Murid:

  • Konjungsi antarkalimat apa saja yang sudah kamu gunakan dalam ceritamu? Apakah kamu yakin penempatannya sudah tepat?
  • Apakah ceritamu sudah memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas? Bagian mana yang menurutmu paling baik?
  • Kosakata baru dari Bab VII apa yang kamu gunakan dalam ceritamu? Apa artinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 4 'Lihat Sekitar' (Edisi Revisi) — Bab VII Asal-Usul
  2. Lembar gambar bertema asal-usul nenek moyang / pembauran budaya yang disiapkan guru (satu gambar per murid)
  3. Lembar asesmen sumatif berisi gambar, kolom 'Catatanku', ruang menulis cerita, dan lembar refleksi diri
  4. Daftar kosakata Bab VII yang ditempel di papan tulis sebagai referensi (nenek moyang, leluhur, merantau, migrasi, silsilah, berdarah campuran, khatulistiwa, pendatang)
  5. Papan tulis / tampilan proyektor untuk menampilkan contoh konjungsi antarkalimat sebagai pengingat sebelum asesmen dimulai

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.