Modul AjarPertemuan 10Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Teks "Batik Besurek" dan Mengenal Warisan Budaya Asal-Usul Daerah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membaca Teks "Batik Besurek" dan Mengenal Warisan Budaya Asal-Usul Daerah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membaca Teks "Batik Besurek" dan Mengenal Warisan Budaya Asal-Usul Daerah

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 7 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca Teks "Batik Besurek" dan Mengenal Warisan Budaya Asal-Usul Daerah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca Teks "Batik Besurek" dan Mengenal Warisan Budaya Asal-Usul Daerah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca teks "Batik Besurek", murid mampu memahami informasi tentang warisan budaya daerah sebagai bagian dari asal-usul dan pembauran budaya Indonesia.
  2. Setelah membaca teks "Batik Besurek", murid mampu mengidentifikasi kalimat-kalimat yang menggunakan konjungsi antarkalimat dalam teks tersebut secara tepat.
  3. Berdasarkan teks "Batik Besurek", murid mampu menulis paragraf pendek tentang sesuatu yang khas dari daerah asal-usul keluarganya menggunakan konjungsi antarkalimat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau memakai batik? Kira-kira, mengapa setiap daerah di Indonesia punya motif batik yang berbeda-beda?
  2. Apa yang kalian ketahui tentang daerah Bengkulu? Adakah sesuatu yang khas dari daerah tersebut?
  3. Bagaimana cara kita menunjukkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah kita sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan gambar beberapa motif batik dari berbagai daerah (termasuk Batik Besurek Bengkulu), lalu bertanya kepada murid: 'Apakah kalian pernah melihat batik ini? Batik dari daerah mana saja yang kalian tahu?' Guru mencatat respons murid untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal mereka tentang warisan budaya batik.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan membaca teks tentang Batik Besurek, mencari konjungsi antarkalimat di dalamnya, dan menulis tentang hal khas dari daerah asal keluarga kita.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu: 'Pernahkah kalian melihat atau memakai batik? Mengapa setiap daerah punya motif batik yang berbeda?'
  • Guru memberikan apersepsi singkat: menghubungkan materi hari ini dengan topik Bab 7 tentang asal-usul keluarga dan keberagaman budaya Indonesia.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks "Batik Besurek" secara mandiri dalam hati selama ± 5 menit. (Berkesadaran: membaca dengan penuh perhatian dan fokus pada isi teks.)
  • Guru memandu murid membaca ulang teks secara bersama-sama (nyaring bergiliran per paragraf) agar seluruh kelas memiliki pemahaman yang sama.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan: 'Apa itu Batik Besurek? Dari daerah mana asalnya? Apa yang membuat Batik Besurek unik dibanding batik lain?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Murid menuliskan 3 informasi penting dari teks di buku catatan mereka menggunakan kata-kata sendiri. (Bermakna: mengolah informasi dari teks menjadi catatan pribadi yang bermakna.)
  • Guru mengonfirmasi pemahaman murid dengan memberikan umpan balik terhadap jawaban dan catatan yang dibuat.
  • Guru menjelaskan konsep konjungsi antarkalimat secara singkat: pengertian, fungsi, dan contoh konjungsi antarkalimat yang umum digunakan (misalnya: oleh karena itu, selain itu, dengan demikian, akan tetapi, namun). Guru menuliskan contoh di papan tulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid kembali membaca teks "Batik Besurek" dan menandai/menggarisbawahi kalimat-kalimat yang mengandung konjungsi antarkalimat. (Bermakna: menemukan bukti tekstual secara langsung dari bacaan nyata.)
  • Murid menyalin kalimat-kalimat berkonjungsi tersebut ke dalam tabel sederhana di buku catatan: kolom pertama berisi kalimat lengkap, kolom kedua berisi konjungsi yang ditemukan.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: beberapa murid berbagi temuan mereka. Guru memberi konfirmasi dan koreksi bila ada yang kurang tepat. (Menggembirakan: suasana berbagi temuan secara terbuka dan positif.)
  • Murid melanjutkan dengan menulis paragraf pendek (minimal 3 kalimat) tentang sesuatu yang khas dari daerah asal-usul keluarganya, dengan wajib menggunakan minimal 2 konjungsi antarkalimat. Topik bebas sesuai latar belakang murid, misalnya: makanan khas, kesenian, pakaian adat, atau tempat terkenal dari daerah asal keluarga. (Bermakna: menghubungkan pelajaran dengan identitas dan pengalaman pribadi murid.)
  • Guru berkeliling kelas mendampingi proses penulisan, memberikan umpan balik langsung, dan membantu murid yang mengalami kesulitan menemukan ide tentang daerah asal keluarganya.
  • Beberapa murid (3–4 orang, sukarela) membacakan paragraf yang mereka tulis di depan kelas. Kelas memberikan apresiasi. (Menggembirakan: menciptakan momen berbagi cerita tentang asal-usul budaya masing-masing yang terasa personal dan menyenangkan.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca ulang paragraf yang telah mereka tulis dan memeriksa sendiri: apakah sudah ada minimal 2 konjungsi antarkalimat? Apakah kalimatnya sudah lengkap dan berurutan? (Berkesadaran: melatih kesadaran murid untuk mengevaluasi hasil kerjanya sendiri.)
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan daftar periksa sederhana yang disiapkan guru: (1) Saya sudah memahami informasi tentang Batik Besurek ✓/✗; (2) Saya sudah menemukan kalimat berkonjungsi dalam teks ✓/✗; (3) Paragraf saya sudah menggunakan minimal 2 konjungsi antarkalimat ✓/✗.
  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi singkat bersama kelas: 'Apa yang paling menarik dari teks Batik Besurek tadi? Apa hubungannya dengan keberagaman budaya Indonesia?' (Bermakna: mengaitkan pembelajaran dengan nilai menghargai warisan budaya daerah.)
  • Guru memberikan penguatan nilai: setiap daerah di Indonesia memiliki warisan budaya yang unik, dan mempelajarinya adalah salah satu cara kita mencintai dan menjaga Indonesia.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin-poin penting pembelajaran: informasi tentang Batik Besurek, contoh konjungsi antarkalimat, dan cara menggunakannya dalam tulisan.
  • Asesmen akhir: Murid mengumpulkan tabel kalimat berkonjungsi dan paragraf pendek yang telah ditulis sebagai bukti hasil belajar.
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang proses menulis hari ini dan mengapresiasi keberanian murid yang membacakan hasil tulisannya.
  • Guru menyampaikan pesan penutup tentang pentingnya mengenal dan menghargai warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
  • Murid mengisi refleksi singkat pada selembar kertas kecil (exit ticket): satu hal yang dipelajari hari ini dan satu pertanyaan yang masih ingin diketahui.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks "Batik Besurek" dengan kosakata sulit yang sudah diberi glosarium singkat di pinggir teks. Bagi murid yang sudah mahir, guru menyediakan teks pendamping tentang batik dari daerah lain (misalnya Batik Mega Mendung atau Batik Parang) sebagai bahan perbandingan tambahan.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan menemukan konjungsi diberi kartu panduan berisi daftar konjungsi antarkalimat beserta contoh kalimatnya. Murid yang sudah cepat menyelesaikan tugas utama dapat langsung berlatih membuat lebih banyak kalimat menggunakan konjungsi yang berbeda-beda.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menulis paragraf minimal 3 kalimat dengan bantuan kerangka tulisan (sentence starter) yang disediakan guru. Murid dengan kemampuan lebih tinggi ditantang untuk menulis 2 paragraf yang saling terhubung menggunakan minimal 4 konjungsi antarkalimat yang bervariasi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar 3–4 motif batik dari berbagai daerah Indonesia dan bertanya: 'Batik mana yang pernah kalian lihat? Apa yang kalian tahu tentang batik dari daerah Bengkulu?' Guru mencatat respons untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang Batik Besurek dan warisan budaya daerah.
  • Guru bertanya singkat: 'Siapa yang tahu apa itu konjungsi? Bisa sebutkan satu contohnya?' untuk mengukur pemahaman awal murid tentang konjungsi sebelum masuk ke materi konjungsi antarkalimat.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan lisan tentang isi teks (apa, siapa, di mana, mengapa) dan memantau ketepatan jawaban murid.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru memeriksa tabel kalimat berkonjungsi yang sedang diisi murid, memberikan umpan balik langsung jika ada konjungsi yang salah diidentifikasi.
  • Selama penulisan paragraf: guru berkeliling dan memantau apakah murid sudah menggunakan konjungsi antarkalimat dengan tepat dalam kalimat yang mereka tulis.
  • Saat murid membacakan paragraf: guru dan kelas memberikan umpan balik konstruktif tentang penggunaan konjungsi dan kejelasan informasi yang disampaikan.

Akhir:

  • Murid mengumpulkan hasil kerja tertulis: (1) tabel kalimat berkonjungsi antarkalimat dari teks "Batik Besurek" dan (2) paragraf pendek tentang hal khas daerah asal keluarga.
  • Guru menilai paragraf menggunakan rubrik 4 level dengan aspek: pemahaman isi teks, ketepatan identifikasi konjungsi, dan kualitas paragraf yang ditulis.
  • Murid mengisi exit ticket: menuliskan satu hal yang dipelajari hari ini dan satu hal yang masih ingin mereka ketahui tentang warisan budaya Indonesia.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi tanya-jawab pemahaman teks (guru mencatat keaktifan dan ketepatan jawaban murid).
  • Pemeriksaan tabel kalimat berkonjungsi yang diisi murid selama kegiatan mengaplikasi.
  • Penilaian diri (self-assessment) menggunakan daftar periksa tiga poin di tahap merefleksi.
  • Umpan balik lisan langsung saat guru berkeliling mendampingi proses menulis paragraf.

Sumatif:

  • Tabel kalimat berkonjungsi: murid berhasil menemukan dan menuliskan minimal 3 kalimat berkonjungsi antarkalimat dari teks "Batik Besurek" secara tepat.
  • Paragraf pendek tentang hal khas daerah asal keluarga: dinilai berdasarkan kelengkapan informasi, penggunaan konjungsi antarkalimat, dan kerapian penulisan (rubrik 4 level).
  • Exit ticket: satu hal yang dipelajari hari ini, digunakan guru sebagai bahan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Teks "Batik Besurek"Murid belum mampu menyebutkan informasi apa pun tentang Batik Besurek dari teks yang dibaca.Murid dapat menyebutkan 1 informasi tentang Batik Besurek (misalnya hanya menyebut asalnya dari Bengkulu) dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan 2–3 informasi penting tentang Batik Besurek (asal daerah, ciri khas motif, nilai budaya) secara mandiri.Murid dapat menjelaskan informasi lengkap tentang Batik Besurek dan mampu mengaitkannya dengan konsep pembauran budaya atau keberagaman Indonesia secara mandiri dan tepat.
Identifikasi Konjungsi Antarkalimat dalam TeksMurid belum mampu menemukan kalimat berkonjungsi antarkalimat dalam teks meskipun sudah diberi bantuan.Murid mampu menemukan 1 kalimat berkonjungsi antarkalimat dari teks dengan bantuan kartu panduan atau bimbingan guru.Murid mampu menemukan dan menuliskan 2–3 kalimat berkonjungsi antarkalimat dari teks secara tepat dan mandiri.Murid mampu menemukan lebih dari 3 kalimat berkonjungsi antarkalimat, menuliskannya dengan tepat, dan mampu menjelaskan fungsi konjungsi dalam setiap kalimat tersebut.
Penulisan Paragraf dengan Konjungsi AntarkalimatMurid belum mampu menulis paragraf tentang hal khas daerah asal keluarganya, atau paragraf yang ditulis tidak menggunakan konjungsi antarkalimat sama sekali.Murid menulis paragraf minimal 3 kalimat tentang hal khas daerah asal keluarganya, namun hanya menggunakan 1 konjungsi antarkalimat atau penggunaannya kurang tepat.Murid menulis paragraf minimal 3 kalimat dengan menggunakan minimal 2 konjungsi antarkalimat secara tepat dan informasi yang disampaikan relevan dengan topik.Murid menulis paragraf yang runtut dan padu (minimal 4 kalimat), menggunakan minimal 2 konjungsi antarkalimat yang bervariasi dan tepat, serta mampu menyampaikan informasi tentang daerah asal keluarga dengan jelas dan menarik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu memahami informasi dalam teks "Batik Besurek" dengan baik? Bagian mana yang masih perlu penjelasan lebih lanjut?
  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan sudah berhasil membantu murid memahami dan menggunakan konjungsi antarkalimat secara tepat?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan berbagai tingkat kemampuan, termasuk yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit sudah mencukupi untuk ketiga tujuan pembelajaran? Jika tidak, bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa informasi paling menarik yang kamu pelajari tentang Batik Besurek hari ini? Mengapa hal itu menarik bagimu?
  • Apakah kamu sudah bisa menemukan dan menggunakan konjungsi antarkalimat? Konjungsi mana yang menurutmu paling mudah digunakan?
  • Apa hal khas dari daerah asal keluargamu yang kamu tuliskan hari ini? Bagaimana perasaanmu saat menuliskan cerita tentang daerah asal keluargamu?
  • Apa satu hal yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang warisan budaya Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV: Lihat Sekitar (Edisi Revisi), Bab 7 "Asal-Usul" — teks "Batik Besurek"
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
  3. Gambar/foto motif Batik Besurek Bengkulu dan batik dari berbagai daerah lainnya (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor)
  4. Kartu Konjungsi: kartu panduan berisi daftar konjungsi antarkalimat beserta contoh kalimatnya (dibuat guru sebagai alat bantu diferensiasi)
  5. Lembar kerja tabel kalimat berkonjungsi (disiapkan guru)
  6. Papan tulis atau media tayang untuk menampilkan contoh konjungsi antarkalimat
  7. Lembar exit ticket (selembar kertas kecil untuk refleksi akhir murid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.