Modul AjarPertemuan 1Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Siap-Siap Belajar: Mengenal Keberagaman Asal-Usul Anak Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Siap-Siap Belajar: Mengenal Keberagaman Asal-Usul Anak Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Siap-Siap Belajar: Mengenal Keberagaman Asal-Usul Anak Indonesia

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 7 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Siap-Siap Belajar: Mengenal Keberagaman Asal-Usul Anak Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikSiap-Siap Belajar: Mengenal Keberagaman Asal-Usul Anak Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan gambar dan diskusi awal, murid mampu mengidentifikasi keberagaman asal-usul suku dan budaya anak Indonesia sebagai asesmen awal.
  2. Melalui tanya jawab, murid mampu menyampaikan pendapat tentang asal-usul keluarganya sendiri dengan pilihan kata yang santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu melihat teman-temanmu dari berbagai daerah di Indonesia, apa yang membuat mereka terlihat berbeda satu sama lain?
  2. Apakah kamu tahu dari mana asal nenek moyangmu? Apa yang membuatmu bangga dengan asal-usul keluargamu?
  3. Menurut kamu, mengapa Indonesia punya begitu banyak suku dan budaya yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru menampilkan gambar anak-anak berpakaian adat dari berbagai daerah Indonesia (bisa dari buku siswa, poster, atau tayangan sederhana). Murid diminta mengamati gambar tersebut selama 1–2 menit secara saksama. (5 menit)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Dari daerah mana saja kira-kira anak-anak di gambar ini berasal?' dan 'Siapa di antara kalian yang tahu asal daerah keluarganya?' untuk membuka percakapan awal dan menggali pengetahuan awal murid. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan belajar mengenal keberagaman asal-usul anak Indonesia dan berlatih menyampaikan pendapat dengan santun. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengarahkan murid untuk mengamati lebih cermat gambar anak-anak berpakaian tradisional dari berbagai daerah (Jawa, Sunda, Batak, Papua, Dayak, Bugis, dll.). Murid diminta mengidentifikasi kekhasan pakaian, aksesori, atau ciri khas budaya yang terlihat. (7 menit)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Apa yang berbeda dari pakaian anak-anak ini? Daerah mana yang bisa kamu kenali?' Murid didorong menjawab secara bergiliran dengan tangan diangkat. (5 menit)
  • Guru menjelaskan secara ringkas konsep keberagaman suku dan budaya di Indonesia serta mengaitkannya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu. Penjelasan dibuat singkat, memancing rasa ingin tahu, bukan ceramah panjang. (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diajak melakukan kegiatan 'Aku dan Asalku': masing-masing murid memikirkan dan mengingat asal daerah keluarganya (ayah, ibu, atau kakek-nenek). Guru memberi waktu diam sejenak (1–2 menit) agar murid berpikir secara mandiri. (3 menit)
  • Guru membuka sesi tanya jawab kelas. Murid yang siap mengangkat tangan dan menyampaikan pendapat tentang asal-usul keluarganya: 'Keluargaku berasal dari... karena...' Guru membantu murid yang kesulitan dengan pertanyaan pengarah sederhana seperti 'Dari mana ayah/ibumu berasal?' (10 menit)
  • Guru memberi contoh kalimat santun untuk menyampaikan pendapat: 'Menurut saya, keluarga saya berasal dari... karena nenek saya pernah bercerita bahwa...' Murid diminta menirukan pola kalimat tersebut saat giliran berbicara. (5 menit)
  • Murid yang sudah berbicara memberi tepuk tangan kepada teman yang berani maju — membangun suasana saling menghargai dan aman untuk berbicara. (dalam rentang 10 menit di atas)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan kepada kelas: 'Dari cerita teman-teman tadi, apa yang paling menarik yang kamu dengar tentang asal-usul keluarga mereka?' (3 menit)
  • Murid secara berpasangan (dengan teman sebangku) saling berbagi: satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang keberagaman Indonesia. Pasangan bergantian bicara selama 1 menit masing-masing. (3 menit)
  • Guru memandu murid mengisi kartu refleksi mini (bisa lisan atau ditulis di kertas kecil): 'Aku belajar bahwa... | Aku merasa... saat mendengar cerita teman | Aku ingin tahu lebih lanjut tentang...' (4 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Indonesia memiliki banyak suku dan budaya, dan setiap keluarga memiliki asal-usul yang patut dibanggakan. Perbedaan ini adalah kekayaan bersama. (3 menit)
  • Guru memberikan apresiasi verbal kepada murid yang aktif berpartisipasi hari ini, menyebut nama-nama mereka secara spesifik. (1 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta bertanya kepada orang tua di rumah tentang asal daerah keluarga (termasuk kakek-nenek jika memungkinkan) untuk didiskusikan pada pertemuan berikutnya. (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal daerah asal keluarganya, guru menyediakan peta Indonesia sederhana bergambar ikon budaya tiap pulau sebagai alat bantu visual. Murid cukup menunjuk wilayah yang kira-kira dikenal dari keluarganya.
  • Proses: Untuk murid yang belum percaya diri berbicara di depan kelas, guru memberi pilihan: menjawab secara berpasangan dulu sebelum berbagi ke kelas, atau menjawab dalam bentuk gambar sederhana tentang asal daerah keluarganya. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru menantang mereka untuk menyampaikan lebih dari satu suku atau budaya yang ada di keluarga besar mereka.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan pendapat secara lisan langsung, menggambar asal daerah keluarga di peta mini, atau menuliskan 1–2 kalimat singkat — disesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada kelas untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang keberagaman suku dan budaya Indonesia.
  • Guru mencatat secara informal: murid mana yang sudah dapat menyebut nama suku atau daerah asal, dan murid mana yang belum memiliki pengetahuan awal tentang topik ini.
  • Hasil pengamatan awal ini digunakan untuk menentukan murid mana yang perlu lebih banyak dukungan visual dan murid mana yang sudah siap untuk tantangan lebih.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengamati apakah murid dapat mengidentifikasi minimal satu kekhasan budaya dari gambar yang disajikan (pakaian, aksesori, ciri khas daerah).
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru mendengarkan dan mencatat murid saat menyampaikan pendapat. Aspek yang dinilai: (1) kemampuan menyampaikan asal-usul keluarga, dan (2) penggunaan pilihan kata yang santun sesuai pola kalimat yang dicontohkan.
  • Selama tahap Merefleksi: guru memperhatikan apakah murid dapat menyebutkan satu hal baru yang dipelajari hari ini (bukti pemahaman bermakna).

Akhir:

  • Kartu refleksi mini yang diisi murid di akhir kegiatan inti dikumpulkan sebagai dokumentasi asesmen awal bab ini.
  • Guru merekap hasil observasi partisipasi ke dalam instrumen penilaian awal (Tabel 7.2 sesuai buku guru) dengan skor 1–4 berdasarkan keaktifan dan kemampuan berbicara murid.
  • Data asesmen awal ini menjadi pijakan guru untuk merancang diferensiasi dan pengelompokan pada pertemuan-pertemuan berikutnya di Bab 7.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat diskusi pengamatan gambar (keaktifan bertanya dan menjawab).
  • Penilaian lisan saat murid menyampaikan pendapat tentang asal-usul keluarganya: dinilai dari isi pendapat dan pilihan kata yang santun.
  • Kartu refleksi mini di akhir kegiatan inti sebagai bukti pemahaman dan keterlibatan murid.

Sumatif:

  • Pertemuan ini merupakan asesmen awal (diagnostik) untuk Bab 7. Tidak ada asesmen sumatif pada pertemuan ke-1 ini. Hasil observasi dan partisipasi lisan digunakan sebagai data awal untuk menyesuaikan strategi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Keberagaman Asal-Usul (TP 4.7.1.1)Murid belum dapat menyebutkan atau mengidentifikasi ciri khas budaya apa pun dari gambar yang diamati, meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menyebutkan 1 ciri khas budaya dari gambar (misalnya nama pakaian atau daerah) dengan bantuan pertanyaan pengarah dari guru.Murid dapat mengidentifikasi 2–3 kekhasan budaya dari gambar secara mandiri dan mampu mengaitkannya dengan nama daerah atau suku yang sesuai.Murid dapat mengidentifikasi lebih dari 3 kekhasan budaya dari gambar secara mandiri, mengaitkan dengan nama daerah atau suku yang tepat, dan memberikan penjelasan tambahan yang relevan.
Menyampaikan Pendapat tentang Asal-Usul Keluarga (TP 4.7.1.2)Murid belum dapat menyampaikan pendapat tentang asal-usul keluarganya, atau menyampaikannya dengan kata-kata yang tidak sesuai konteks.Murid dapat menyampaikan asal daerah keluarganya dalam 1 kalimat sederhana, namun pilihan kata kurang santun atau kalimat belum lengkap.Murid dapat menyampaikan pendapat tentang asal-usul keluarganya dalam 2–3 kalimat yang jelas dengan pilihan kata yang santun, mengikuti pola kalimat yang dicontohkan guru.Murid dapat menyampaikan pendapat tentang asal-usul keluarganya secara runtut, menggunakan pilihan kata yang santun dan ekspresif, disertai alasan atau informasi tambahan yang relevan (misalnya suku, bahasa, atau tradisi keluarga).
Keaktifan Berpartisipasi dalam DiskusiMurid tidak terlibat dalam diskusi kelas, tidak merespons pertanyaan guru, dan tidak berinteraksi dengan teman.Murid sesekali merespons diskusi ketika ditunjuk langsung oleh guru, namun belum berinisiatif untuk terlibat secara mandiri.Murid aktif mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan guru, serta mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid sangat aktif dalam diskusi: merespons pertanyaan guru, menanggapi pendapat teman dengan sopan, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap keberagaman asal-usul teman-temannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memiliki kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya hari ini? Siapa yang belum berkesempatan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keberanian murid untuk berbicara?
  • Apakah media gambar yang saya gunakan cukup mewakili keberagaman budaya Indonesia sehingga murid dapat mengidentifikasi dengan baik?
  • Murid mana yang perlu pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil pengamatan hari ini?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang keberagaman anak Indonesia?
  • Bagaimana perasaanmu saat menceritakan asal-usul keluargamu di depan teman-teman?
  • Apakah ada hal yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang asal-usul atau budaya Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 7 'Asal-Usul', halaman pembuka bab dengan gambar anak-anak berpakaian tradisional.
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV SD/MI (Edisi Revisi) — halaman 208 dan seterusnya, bagian Bab VII.
  3. Gambar/poster anak-anak berpakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia (dapat dicetak, ditayangkan via proyektor, atau menggunakan gambar di buku siswa).
  4. Peta Indonesia sederhana bergambar ikon budaya (sebagai alat bantu diferensiasi untuk murid yang memerlukan dukungan visual).
  5. Kartu refleksi mini (kertas kecil atau sticky note untuk kegiatan refleksi murid).
  6. Tabel Instrumen Penilaian Awal (Tabel 7.2) sesuai Panduan Guru untuk pencatatan observasi guru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.