MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 7 — Asal-Usul INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Asal-Usul |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 35 menit = 980 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 14 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.7.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari lagu Nenek Moyangku
- TP 4.7.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema asal-usul bangsa Indonesia
- TP 4.7.3 Menemukan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak tentang asal-usul dan pembauran budaya
- TP 4.7.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai tentang asal-usul keluarga
- TP 4.7.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal
- TP 4.7.6 Menggunakan kaidah kebahasaan kata penghubung antarkalimat untuk menulis teks sesuai dengan konteks
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah tokoh yang diceritakan dalam lagu 'Nenek Moyangku'?
- Apa kegiatan dan keberanian yang dimiliki nenek moyang kita menurut bait awal lagu tersebut?
- Apa yang diceritakan lagu 'Nenek Moyangku' dari bait pertama hingga bait kedua secara utuh?
- Siapa tokoh yang diceritakan dan apa kegiatan yang dilakukannya di laut lepas menurut syair lagu tersebut?
- Apa yang kamu lakukan saat menjumpai kata panjang yang belum pernah kamu lihat sebelumnya dalam buku cerita?
- Bagaimana caramu membunyikan kata baru agar terdengar lancar dan tidak terputus-putus saat dibaca?
- Bagaimana cara kita membaca kata-kata yang baru pertama kali kita lihat agar langsung terdengar lancar dan tidak tersendat?
- Mengapa membaca kata-kata baru secara utuh di dalam kalimat membuat bacaan kita terdengar lebih mudah dipahami?
- Bagaimana cara kita mengetahui hal terpenting yang ingin disampaikan oleh suatu bacaan?
- Informasi penting apa saja yang dapat kita temukan saat membaca teks tentang asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia?
- Informasi apa saja yang dapat kita temukan saat membaca teks secara cermat?
- Bagaimana cara menemukan jawaban atas rincian peristiwa atau fakta yang tertulis di dalam teks cetak?
- Pernahkah kalian melihat kain batik dengan tulisan menyerupai huruf Arab?
- Bagaimana sebuah kain tradisional bisa memadukan budaya daerah dan budaya dari luar nusantara?
- Kata apa yang kalian gunakan ketika ingin menyampaikan perasaan senang atau bangga tentang suku asal keluarga kalian?
- Bagaimana cara memilih kata yang sopan dan jelas ketika menceritakan asal daerah orang tua kepada teman?
- Bagaimana sikap tubuh kita saat berbicara agar orang lain merasa dihargai dan mendengarkan dengan baik?
- Gerakan tangan atau ekspresi wajah seperti apa yang tepat saat kita menyampaikan pendapat tentang asal-usul keluarga kita?
- Bagaimana cara kita menghubungkan dua kalimat agar pembaca tahu ada hubungan sebab-akibat?
- Kata apa yang kita gunakan di awal kalimat untuk menunjukkan keadaan yang berlawanan atau bertentangan?
- Bagaimana cara kita merangkai dua kalimat terpisah agar menjadi urutan cerita yang runtut?
- Kata apa yang dapat kita gunakan di awal kalimat untuk menambahkan informasi baru atau menunjukkan urutan peristiwa?
- Bagaimana kita bisa menceritakan asal-usul keluarga kita agar kalimatnya bervariasi dan tidak monoton?
- Apa perbedaan antara kalimat tunggal pendek dan kalimat yang lebih panjang saat merangkai cerita keluarga?
- Bagaimana cara kita menyusun cerita asal-usul keluarga dan tempat tinggal agar kalimat-kalimatnya bervariasi dan enak dibaca?
- Mengapa dalam satu tulisan kita perlu menggabungkan kalimat pendek dan kalimat panjang?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita sudah memahami asal-usul bangsa dan keragaman keluarga kita melalui membaca, menyimak, berbicara, dan menulis?
- Mengapa kita perlu menyajikan pendapat dengan sikap tubuh yang baik dan menuliskan kalimat yang bervariasi saat menceritakan asal-usul kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Isi Teks Sastra Aural Bait Awal Lagu Nenek Moyangku — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari lagu Nenek Moyangku
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas untuk kegiatan menyimak teks aural lagu (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan sebaris lirik: 'Nenek moyangku orang pelaut' lalu menanyakan: 'Siapakah sosok yang disebutkan dalam baris lagu tersebut?' (acuan jawaban benar: orang pelaut / pelaut / nenek moyang yang bekerja sebagai pelaut) untuk mengecek kemampuan dasar murid mengidentifikasi isi informasi dari teks yang didengar (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi isi teks sastra aural bait awal lagu 'Nenek Moyangku' ciptaan Ibu Soed (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan rekaman audio/menyanyikan teks aural bait awal lagu 'Nenek Moyangku' sebanyak 2 kali: 'Nenek moyangku orang pelaut / Gemar mengarung luas samudra / Menerjang ombak tiada takut / Menempuh badai sudah biasa' (7 menit).
- Secara terbimbing, murid bersama guru mengidentifikasi 4 unsur isi teks yang didengarkan melalui tanya jawab langsung terpandu: (1) Siapa sosok nenek moyang? (acuan: pelaut/orang pelaut), (2) Apa kegemaran nenek moyang? (acuan: mengarung luas samudra/berlayar di lautan luas), (3) Bagaimana sikap nenek moyang terhadap ombak? (acuan: tidak takut/menerjang ombak tiada takut), (4) Apa yang sudah biasa dihadapi nenek moyang di laut? (acuan: badai/menempuh badai) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja Berpasangan dan memulai tantangan kuis tebak isi lagu 'Jelajah Pelaut' yang menyenangkan: guru memperdengarkan kembali penggalan baris bait awal, lalu setiap pasangan berlomba memilih kartu jawaban isi teks yang sesuai (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengidentifikasi isi teks sastra aural bait awal lagu 'Nenek Moyangku' berisi 4 butir pertanyaan pilihan ganda/isian singkat: (1) Sosok nenek moyang dalam lagu, (2) Kegiatan yang digemari di lautan, (3) Perasaan/sikap saat menghadapi ombak, (4) Rintangan alam yang sudah biasa ditempuh (acuan kunci jawaban lengkap: 1. Orang pelaut / pelaut; 2. Mengarung luas samudra / mengarungi laut; 3. Tiada takut / berani; 4. Badai) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar latihan dengan mencocokkan kembali pada lirik bait awal yang diperdengarkan ulang (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan isi pokok bait awal lagu 'Nenek Moyangku' yang mengisahkan keberanian nenek moyang sebagai pelaut tangguh pengarung samudra (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pencapaian pembelajaran menyimak hari ini serta menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya pendalaman isi akan dilanjutkan pada keseluruhan bait lagu, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan kembali rekaman audio bait awal per baris secara perlahan, sedangkan murid yang cepat menyimak cukup mendengarkan satu kali pemutaran audio utuh.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah diberikan kartu pilihan kata kunci isi teks saat menjawab, sedangkan murid yang mahir langsung menuliskan identifikasi isi teks secara mandiri tanpa kartu bantuan.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti identifikasi 4 butir isi teks sastra aural yang sama, baik melalui penandaan kartu pilihan maupun isian tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan saat guru membacakan sebaris lirik: 'Nenek moyangku orang pelaut' dengan pertanyaan: 'Siapakah sosok yang disebutkan dalam baris lagu tersebut?' (acuan jawaban: orang pelaut / pelaut).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri siswa yang memuat 4 butir pertanyaan identifikasi isi teks sastra aural bait awal: (1) Siapa sosok nenek moyang? (acuan: pelaut/orang pelaut); (2) Apa kegemaran nenek moyang? (acuan: mengarung luas samudra); (3) Bagaimana sikap saat menerjang ombak? (acuan: tiada takut/berani); (4) Apa hal yang sudah biasa dihadapi di laut? (acuan: badai). Kriteria ketepatan: menghitung jumlah butir yang dijawab sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan kembali secara cepat 2 fakta tentang nenek moyang berdasarkan bait awal lagu (acuan: nenek moyang adalah pelaut dan mereka gemar mengarungi samudra/tidak takut ombak/terbiasa menghadapi badai).
Formatif:- Tes tertulis objektif isian singkat/pilihan pada lembar kerja mengidentifikasi 4 butir isi teks sastra aural bait awal lagu 'Nenek Moyangku'.
- Observasi tanya jawab lisan pemahaman isi saat teks aural diperdengarkan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi isi teks sastra aural bait awal lagu Nenek Moyangku | Belum mampu mengidentifikasi isi teks sastra aural bait awal (0 atau 1 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mengidentifikasi sebagian isi teks sastra aural bait awal dengan bimbingan (tepat 2 butir dari 4 butir acuan). | Mengidentifikasi sebagian besar isi teks sastra aural bait awal secara mandiri (tepat 3 butir dari 4 butir acuan). | Mengidentifikasi seluruh isi teks sastra aural bait awal secara mandiri dan tepat (tepat 4 butir dari 4 butir acuan: sosok pelaut, gemar mengarung samudra, tiada takut ombak, terbiasa menempuh badai). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemutaran media audio teks lagu dapat didengar dengan jelas oleh seluruh murid di kelas?
- Apakah langkah bimbingan mengidentifikasi isi membantu murid yang kesulitan menangkap informasi simakan?
Murid:- Informasi apa yang paling kamu ingat tentang nenek moyang setelah mendengarkan lagu tadi?
- Bagian mana dari kegiatan menyimak lagu yang paling menyenangkan bagimu?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Isi Keseluruhan Teks Sastra Aural Lagu Nenek Moyangku — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari lagu Nenek Moyangku
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi isi keseluruhan teks sastra aural lagu 'Nenek Moyangku' yang mencakup bait 1 dan bait 2 (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan kembali penggalan rekaman audio baris 1-2 lagu 'Nenek Moyangku' lalu mengajukan 2 pertanyaan lisan: '1. Siapakah tokoh yang disebut dalam penggalan tersebut?' (acuan: nenek moyang/orang pelaut) dan '2. Apa yang gemar dilakukannya?' (acuan: mengarung samudra/berlayar di laut) untuk memetakan kesiapan menyimak isi teks aural (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak rekaman teks aural lagu 'Nenek Moyangku' secara utuh (bait 1 dan bait 2) sebanyak dua kali pemutaran dengan tenang dan penuh perhatian (7 menit).
- Guru membagikan lembar panduan simak yang memuat teks rumpang isi keseluruhan dan membimbing murid mencermati unsur isi teks aural: tokoh (nenek moyang/pelaut/pemuda), latar tempat (samudra/pantai/laut), peristiwa/kegiatan yang dialami tokoh (mengarung samudra, menerjang ombak, menempuh badai, mengembangkan layar, bangkit ke laut beramai-ramai) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Benar-Salah Isi Teks Aural', di mana guru memperdengarkan rekaman audio 4 pernyataan isi lagu lalu setiap pasangan mengangkat kartu bertuliskan 'BENAR' atau 'SALAH'. Butir pernyataan: (1) Nenek moyang kita takut menghadapi ombak dan badai di samudra (acuan: SALAH; teks: menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa); (2) Angin bertiup menyebabkan layar perahu terkembang (acuan: BENAR; teks: angin bertiup layar terkembang); (3) Pemuda-pemuda diajak bangkit dan pergi ke gunung (acuan: SALAH; teks: pemuda b'rani bangkit sekarang ke laut kita beramai-ramai); (4) Tokoh yang diceritakan memiliki profesi atau kegemaran sebagai orang pelaut (acuan: BENAR; teks: nenek moyangku orang pelaut) (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar identifikasi isi teks sastra aural utuh lagu 'Nenek Moyangku' yang berisi 4 pertanyaan identifikasi rincian isi teks: (1) Sebutkan tokoh utama yang diceritakan dalam lagu tersebut! (acuan: nenek moyang/pelaut/pemuda); (2) Sebutkan 2 latar tempat terjadinya peristiwa dalam lagu! (acuan: samudra/laut dan tepi pantai); (3) Apa yang terjadi saat angin bertiup di laut menurut lagu? (acuan: layar perahu terkembang); (4) Apa ajakan yang ditujukan kepada para pemuda pada akhir bait lagu? (acuan: bangkit dan pergi ke laut beramai-ramai) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi isi teks aural dengan memutar ulang penggalan audio bukti pada bait 1 dan bait 2 untuk mengonfirmasi ketepatan jawaban (10 menit).
Penutup:- Murid menyampaikan simpulan mengenai isi keseluruhan lagu 'Nenek Moyangku' yang telah disimak (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan identifikasi isi lagu yang dilakukan murid serta mengonfirmasi bahwa seluruh 4 butir isi berhasil diidentifikasi dari teks aural (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memperdengarkan audio per bait secara terpisah sebanyak 2 kali; bagi murid berkemampuan cepat, rekaman aural diperdengarkan utuh sekali putar.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu mengenali kata kunci tokoh dan tempat pada lembar panduan berhuruf tebal, sedangkan murid yang mahir mengidentifikasi seluruh 4 butir secara mandiri tanpa jeda putar.
- Produk: Murid cepat mengidentifikasi 4 butir isi beserta kutipan lisan bait yang memuatnya; murid yang memerlukan bimbingan cukup menuliskan kata inti jawaban pada lembar isian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran berdasarkan pemutaran rekaman baris 1-2 lagu 'Nenek Moyangku': (1) 'Siapakah tokoh yang disebut dalam penggalan tersebut?' (acuan: nenek moyang/orang pelaut); (2) 'Apa yang gemar dilakukannya?' (acuan: mengarung samudra/berlayar di laut). Kriteria: murid siap jika mampu menjawab minimal 1 dari 2 pertanyaan secara tepat.
Proses:- Observasi partisipasi respon kartu permainan berpasangan 'Tebak Benar-Salah Isi Teks Aural' dengan 4 butir: (1) Nenek moyang takut ombak (SALAH), (2) Angin bertiup layar terkembang (BENAR), (3) Pemuda diajak ke gunung (SALAH), (4) Tokohnya orang pelaut (BENAR).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis berupa 4 butir pertanyaan identifikasi isi teks sastra aural utuh lagu 'Nenek Moyangku': (1) Tokoh utama (acuan: nenek moyang/pelaut/pemuda), (2) Dua latar tempat (acuan: samudra/laut dan tepi pantai), (3) Peristiwa saat angin bertiup (acuan: layar perahu terkembang), (4) Ajakan kepada pemuda di akhir bait (acuan: bangkit dan pergi ke laut beramai-ramai). Standar: tepat minimal 3 dari 4 butir.
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja mandiri identifikasi 4 butir isi teks aural lagu 'Nenek Moyangku'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Isi Teks Sastra Aural Lagu Nenek Moyangku | Mampu mengidentifikasi 1 dari 4 butir rincian isi teks sastra aural lagu 'Nenek Moyangku' secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 butir rincian isi teks sastra aural lagu 'Nenek Moyangku' secara tepat sesuai acuan dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 butir rincian isi teks sastra aural lagu 'Nenek Moyangku' secara tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) butir rincian isi teks sastra aural lagu 'Nenek Moyangku' secara tepat sesuai acuan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat menyimak rekaman audio teks sastra lagu 'Nenek Moyangku' dengan jelas?
- Apakah media audio dan instruksi identifikasi isi teks aural sudah memfasilitasi murid menemukan informasi secara tepat?
Murid:- Bagian isi lagu mana dari bait 1 atau 2 yang paling mudah kamu temukan saat mendengarkan rekaman tadi?
- Apakah kamu dapat mengenali siapa tokoh dan apa yang dilakukannya di laut hanya dengan mendengarkan lagunya?
Pertemuan 3 — Membaca Fasih Kata-Kata Baru Terbimbing dari Teks Asal-Usul Bangsa Indonesia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema asal-usul bangsa Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar membaca murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membaca kata-kata baru dari bacaan asal-usul secara fasih (lancar, tepat pelafalannya, tanpa mengeja suku demi suku secara tersendat) (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik cepat: guru memperlihatkan 2 kartu kata uji di papan tulis, yaitu 'samudra' dan 'leluhur', lalu meminta 3 orang murid perwakilan membaca nyaring untuk memetakan kesiapan membaca kata multisuku kata (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan guru membaca nyaring 5 kata baru bertema asal-usul bangsa Indonesia yang terpampang pada kartu kata di papan tulis: (1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau dengan pelafalan utuh, jelas, dan tanpa terputus (5 menit).
- Murid bersama bimbingan guru berlatih mengenali struktur suku kata pada kelima kata tersebut dengan teknik ketukan suku kata terbimbing: mig-ra-si (3 suku), le-lu-hur (3 suku), pur-ba (2 suku), bu-yut (2 suku), me-ran-tau (3 suku) sebelum dibaca menyatu secara fasih (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan 'Tangkas Kata Fasih': setiap pasangan menerima 5 kartu kata target yang sama [(1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau] yang diacak tertutup; saat satu kartu dibuka, murid saling bergantian membaca cepat dan fasih tanpa mengeja tersendat (15 menit).
- Guru melakukan pendampingan terfokus dan pengamatan langsung pada setiap murid yang membaca nyaring kelima kata target secara bergiliran untuk mengukur ketercapaian membaca fasih (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan bagian kata mana yang paling menantang untuk dilafalkan secara lancar (misalnya diftong '-au' pada kata 'merantau' atau gugus konsonan '-gr-' pada kata 'migrasi') dan menyimpulkan strategi membaca kata tanpa tersendat (10 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan cek pemahaman membaca fasih akhir sesi: murid membaca secara lisan 1 dari 5 kata target yang ditunjuk guru secara acak di meja guru (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar membaca murid, menyampaikan rencana latihan membaca kata baru dalam kalimat pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih mengeja terbimbing diberikan kartu kata dengan pemenggalan garis bantu visual warna per suku kata (mig-ra-si, le-lu-hur, pur-ba, bu-yut, me-ran-tau), sedangkan murid yang sudah lancar langsung membaca kartu kata berhuruf standar.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan intensif membaca kata secara terbimbing repetitif 1-on-1 bersama guru; murid yang sudah mahir membaca kata target dalam kecepatan lebih tinggi secara mandiri tanpa pemenggalan.
- Produk: Seluruh murid dinilai dari kefasihan lisan membaca 5 kata target yang sama (migrasi, leluhur, purba, buyut, merantau).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik membaca nyaring 2 kata uji awal di papan tulis: (1) 'samudra', (2) 'leluhur'. Guru mencatat murid yang membaca langsung fasih tanpa mengeja (kategori siap mandiri) dan murid yang masih mengeja suku kata tersendat (kategori butuh bimbingan intensif).
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca fasih lisan saat sesi latihan berpasangan dan bimbingan guru terhadap 5 kata target: (1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau. Kriteria ketercapaian: membaca tanpa mengeja, tanpa mengulang suku kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca lisan individu di penutup: setiap murid membaca 1 kata acak yang ditunjuk dari daftar 5 kata target [(1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau] dengan kriteria: dilafalkan langsung secara utuh dan benar tanpa mengeja.
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca 5 kata baru bertema asal-usul (migrasi, leluhur, purba, buyut, merantau) secara terbimbing menggunakan lembar observasi kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru | Membaca 0–1 dari 5 kata target [(1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau] dengan fasih; masih mengeja suku demi suku secara tersendat walau telah dibimbing. | Membaca 2–3 dari 5 kata target [(1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau] dengan fasih tanpa mengeja dengan bimbingan guru. | Membaca 4 dari 5 kata target [(1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau] dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu secara mandiri. | Membaca seluruh (5) kata target [(1) migrasi, (2) leluhur, (3) purba, (4) buyut, (5) merantau] dengan sangat fasih, lancar tanpa jeda ragu dan tanpa mengulang secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa banyak murid yang masih mengalami kesulitan membaca kata dengan gugus konsonan atau diftong pada teks asal-usul?
- Apakah strategi pemodelan ketukan suku kata efektif membantu murid membaca kata baru secara fasih?
Murid:- Kata baru mana yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk dibaca hari ini?
- Apa yang membantumu bisa membaca kata baru tersebut secara lancar tanpa terbata-bata?
Pertemuan 4 — Membaca Fasih Kata-Kata Baru dalam Kalimat Bertema Asal-Usul Bangsa Indonesia secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema asal-usul bangsa Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih kemandirian membaca kata-kata baru secara fasih di dalam rangkaian kalimat bertema asal-usul bangsa Indonesia (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes membaca cepat 3 kata baru pada kartu kata: 'leluhur', 'migrasi', 'purba' untuk mengecek kesiapan kefasihan membaca setiap murid (acuan kefasihan: dibaca langsung secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf, tanpa jeda ragu lebih dari 2 detik, dan tanpa salah pelafalan fonem) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 4 kartu kalimat bertema asal-usul yang ditampilkan guru di papan tulis: (1) 'Leluhur bangsa Indonesia mengarungi samudra luas.', (2) 'Kelompok manusia purba melakukan migrasi ke kepulauan nusantara.', (3) 'Keluarga pendatang hidup rukun berdampingan bersama warga asli.', (4) 'Silsilah keluarga mencatat asal-usul kakek buyut kami.' yang memuat kata-kata baru (leluhur, purba, migrasi, pendatang, silsilah, buyut) (5 menit).
- Guru memodelkan pembacaan fasih kata-kata baru tersebut dalam kalimat secara utuh tanpa terputus suku katanya, kemudian membimbing murid mengidentifikasi letak kata-kata baru tersebut dalam kalimat sebelum dibaca mandiri (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan membaca mandiri 'Jalur Kata Berantai': setiap murid menerima lembar bacaan berisi 5 kalimat bertema asal-usul bangsa Indonesia: (1) 'Fosil manusia purba ditemukan di tepi aliran sungai.', (2) 'Para leluhur kita berlayar menggunakan perahu bercadik.', (3) 'Gelombang migrasi membawa budaya baru ke pelosok negeri.', (4) 'Bagan silsilah menunjukkan garis keturunan kakek buyut.', (5) 'Setiap kelompok pendatang berbaur dengan masyarakat setempat.' (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid membaca kelima kalimat tersebut dengan melafalkan kata-kata baru (purba, leluhur, migrasi, silsilah, buyut, pendatang) secara fasih (langsung lancar, tanpa mengeja suku kata, tanpa mengulang, dan tanpa jeda tersendat) sambil disimak guru untuk penilaian unjuk kerja (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan evaluasi diri secara mandiri dengan menandai pada lembar cek pribadi kata mana saja dari keenam kata baru (purba, leluhur, migrasi, silsilah, buyut, pendatang) yang sudah berhasil dibaca lancar tanpa ragu dan kata mana yang masih sempat dieja (7 menit).
- Murid memilih satu kata yang dirasa paling menantang untuk dilatih pelafalannya kembali secara mandiri sebanyak dua kali hingga benar-benar fasih (6 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian kemandirian murid dalam membaca fasih seluruh kata baru di dalam kalimat (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan motivasi belajar dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang masih mengeja, disediakan penanda pemenggalan tipis per kata pada teks latihan (misal: le-lu-hur, mi-gra-si) sebelum membaca kalimat utuh; bagi murid mahir, disediakan teks kalimat tambahan yang memuat 3 kata baru sekaligus dalam satu kalimat panjang.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kesempatan mencoba 1 kalimat terlebih dahulu sebelum membaca seluruh kalimat mandiri; murid mandiri langsung membaca kelima kalimat secara berurutan.
- Produk: Semua murid menghasilkan unjuk kerja lisan membaca fasih kata-kata baru dalam kalimat secara mandiri sesuai tingkat kelancaran masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik membaca cepat 3 kata baru pada kartu kata: 'leluhur', 'migrasi', 'purba'. Acuan kefasihan: kata dilafalkan utuh, tanpa mengeja suku kata, tanpa jeda lebih dari 2 detik, dan artikulasi fonem benar (kata 1: le-lu-hur; kata 2: mi-gra-si; kata 3: pur-ba).
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca 6 kata-kata baru dalam 5 kalimat teks latihan secara mandiri (daftar kata target: 1. purba, 2. leluhur, 3. migrasi, 4. silsilah, 5. buyut, 6. pendatang). Kriteria kefasihan: dibaca lancar tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui lembar refleksi kefasihan: murid melafalkan ulang 2 kata pilihan guru dari daftar (misal: 'migrasi' dan 'silsilah') secara mandiri di hadapan guru (acuan ketercapaian: dibaca seketika secara fasih dan utuh tanpa mengeja).
Formatif:- Unjuk kerja lisan: Membaca mandiri kata-kata baru dalam 5 kalimat bertema asal-usul bangsa Indonesia menggunakan lembar observasi kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru dalam Kalimat secara Mandiri | Membaca kurang dari 3 kata baru (dari 6 kata target: purba, leluhur, migrasi, silsilah, buyut, pendatang) dengan fasih; masih mengeja per suku kata dan memerlukan bimbingan guru penuh. | Membaca 3 sampai 4 kata baru (dari 6 kata target: purba, leluhur, migrasi, silsilah, buyut, pendatang) dengan fasih dalam kalimat secara mandiri, namun masih ada jeda ragu atau pengulangan pada kata lainnya. | Membaca 5 kata baru (dari 6 kata target: purba, leluhur, migrasi, silsilah, buyut, pendatang) dengan fasih (tanpa mengeja, tanpa mengulang, tanpa jeda ragu) dalam kalimat secara mandiri. | Membaca seluruh 6 kata baru (purba, leluhur, migrasi, silsilah, buyut, pendatang) dengan fasih (tanpa mengeja, tanpa mengulang, tanpa jeda ragu) dalam kalimat secara konsisten dan mandiri penuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa persen murid yang telah mampu membaca kata-kata baru dalam kalimat secara fasih dan mandiri tanpa mengeja?
- Kata baru mana yang paling sering membuat murid berhenti atau tersendat saat membaca kalimat, dan bagaimana strategi pengulangannya di sesi berikutnya?
Murid:- Kata baru apa yang menurutmu paling mudah dibaca dengan lancar hari ini?
- Apakah kamu masih mengeja saat menemukan kata baru dalam kalimat, atau kamu sudah bisa langsung membacanya secara utuh?
Pertemuan 5 — Menemukan Informasi Pokok dalam Teks Cetak Asal-Usul Bangsa Indonesia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.3 Menemukan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak tentang asal-usul dan pembauran budaya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan cuplikan paragraf pembuka: 'Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia Tenggara daratan. Mereka bermigrasi menggunakan perahu bercadik ribuan tahun yang lalu.' Murid diminta menjawab satu pertanyaan: 'Dari mana asal daerah nenek moyang bangsa Indonesia menurut kalimat tersebut?' (acuan jawaban benar: Asia Tenggara daratan) untuk memetakan kesiapan murid dalam menemukan informasi tertulis (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menemukan informasi pokok dalam teks cetak bertema asal-usul bangsa Indonesia (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks cetak berjudul 'Nenek Moyang Kita' yang terdiri atas 3 paragraf: Paragraf 1 tentang daerah asal migrasi nenek moyang dari daratan Asia (Yunnan/Asia Tenggara); Paragraf 2 tentang perahu bercadik sebagai alat transportasi utama mengarungi samudra; Paragraf 3 tentang bukti peninggalan fosil dan kapak lonjong yang membuktikan jejak persebaran mereka (10 menit).
- Guru memandu murid membedakan informasi pokok (hal utama yang mendasari isi bacaan) dan informasi penjelas dalam sebuah teks cetak dengan mencontohkan penelusuran kata kunci pada paragraf pertama teks tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan aktivitas permainan 'Detektif Informasi Cetak': Murid menerima lembar kerja mandiri yang memuat teks cetak 'Nenek Moyang Kita' dan tabel berburu 4 informasi pokok (10 menit).
- Murid menemukan dan menuliskan 4 informasi pokok berikut pada lembar kerja: (1) Asal daerah migrasi awal (acuan: daratan Asia/Asia Tenggara/Yunnan); (2) Kendaraan laut yang dipakai menyeberang (acuan: perahu bercadik); (3) Alasan mengarungi samudra (acuan: berpindah tempat/mencari wilayah baru/bermigrasi); (4) Bukti nyata peninggalan yang ditemukan peneliti (acuan: fosil dan/atau artefak/kapak batu/kapak lonjong) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil penemuan informasi pokok dengan membandingkan teks cetak secara teliti untuk mengonfirmasi keakuratan informasi yang dicatat (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara efektif menemukan informasi pokok dalam teks cetak, yaitu membaca cermat kalimat pembuka paragraf dan mencari kata kunci penting bacaan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja yang diselesaikan murid, lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam tanpa memberikan tugas rangkuman bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kalimat kunci yang telah diberi cetak tebal, sedangkan murid yang mahir menerima teks cetak standar tanpa tanda penekanan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap paragraf demi paragraf, sedangkan murid yang telah menguasai kompetensi bekerja secara mandiri penuh.
- Produk: Semua murid mengisi tabel 4 informasi pokok; murid yang cepat dapat menambahkan rincian letak paragraf ditemukannya informasi pokok tersebut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis membaca cepat satu kalimat: 'Dari mana asal daerah nenek moyang bangsa Indonesia menurut kalimat cuplikan?' (acuan: Asia Tenggara daratan).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penemuan 4 informasi pokok dalam teks cetak 'Nenek Moyang Kita': (1) Asal daerah migrasi (acuan: daratan Asia/Asia Tenggara/Yunnan); (2) Kendaraan yang digunakan (acuan: perahu bercadik); (3) Tujuan pergerakan (acuan: bermigrasi/mencari tempat tinggal baru); (4) Bukti peninggalan masa lampau (acuan: fosil dan/atau kapak batu/artefak/kapak lonjong).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat akhir pembelajaran: Murid menuliskan nomor paragraf dan kalimat yang membuktikan bahwa nenek moyang pandai berlayar (acuan: Paragraf 2, kalimat yang menyebut perahu bercadik digunakan untuk mengarungi samudra/lautan luas).
Formatif:- Penilaian kinerja penelusuran informasi pokok pada lembar kerja teks cetak 'Nenek Moyang Kita' dengan 4 butir acuan ketepatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menemukan informasi pokok dalam teks cetak | Menemukan tepat 1 dari 4 informasi pokok dalam teks cetak sesuai acuan kunci jawaban. | Menemukan tepat 2 dari 4 informasi pokok dalam teks cetak sesuai acuan kunci jawaban. | Menemukan tepat 3 dari 4 informasi pokok dalam teks cetak sesuai acuan kunci jawaban. | Menemukan seluruh (4 dari 4) informasi pokok dalam teks cetak secara tepat dan mandiri sesuai acuan kunci jawaban. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks cetak yang disediakan memiliki keterbacaan yang tepat sehingga murid dapat menemukan informasi pokok secara mandiri?
- Bagian mana dari langkah menemukan informasi pokok yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan 4 informasi penting dalam bacaan teks cetak tadi secara mudah?
- Langkah apa yang membantumu paling cepat menemukan informasi penting dalam bacaan?
Pertemuan 6 — Menemukan Informasi Rinci Teks Cetak Pembauran Budaya Kerja Sama yang Baik — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.3 Menemukan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak tentang asal-usul dan pembauran budaya
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu pembacaan doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan informasi rinci dari teks cetak 'Kerja Sama yang Baik' (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca cuplikan 2 kalimat cetak: 'Di sebuah desa pesisir, Pak Wayan dan Pak Joko membuat perahu bersama. Mereka menggunakan kayu jati pilihan.' Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik: (1) Siapa yang membuat perahu bersama? (acuan: Pak Wayan dan Pak Joko), (2) Apa bahan yang digunakan untuk membuat perahu? (acuan: kayu jati pilihan) untuk memetakan kesiapan membaca rincian teks (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati teks cetak berjudul 'Kerja Sama yang Baik' pada Buku Siswa halaman 160-161 secara mandiri dan hening (10 menit).
- Guru memodelkan teknik memindai teks cetak untuk menandai informasi rinci (siapa tokohnya, apa yang dilakukan, bahan apa yang digunakan, dan di mana peristiwa berlangsung) menggunakan kata tanya penuntun (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Fakta Rinci': setiap pasangan menerima lembar tantangan berisi 4 pertanyaan rincian teks 'Kerja Sama yang Baik': (1) Apa makanan khas yang dibuat bersama oleh warga dalam teks? (acuan: ketupat dan lepat), (2) Siapa dua tokoh yang bertugas menyiapkan daun kelapa? (acuan: Made dan Ahmad), (3) Dari bahan apa wadah anyaman dibuat? (acuan: janur / daun kelapa muda), (4) Di mana kegiatan kerja sama tersebut berlangsung? (acuan: balai warga). Murid berlomba menemukan rincian tersebut di teks cetak (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pemahaman menemukan 4 butir informasi rinci teks cetak 'Kerja Sama yang Baik': (1) Kapan warga mulai berkumpul di balai warga? (acuan: pagi hari / pukul tujuh pagi), (2) Apa bumbu utama yang dihaluskan oleh Ibu Siti dan Bu Ketut? (acuan: kunyit, jahe, dan bawang), (3) Mengapa warga saling membantu memasak? (acuan: untuk persiapan perayaan desa / makan bersama), (4) Apa bentuk pembauran budaya yang terlihat dalam kegiatan tersebut? (acuan: warga beda suku/daerah memasak dan bekerja bersama tanpa membedakan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya dengan mencocokkan bukti kalimat langsung yang ada di teks cetak untuk memastikan kebenaran rincian yang ditemukan (7 menit).
- Murid menandai pada buku catatan strategi mana yang paling membantunya menemukan informasi rinci (menandai kata kunci soal atau membaca kembali paragraf terkait) (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan informasi rinci dalam teks cetak melalui pencarian kata kunci dan kalimat rujukan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks cetak dengan penandaan nomor paragraf bagi murid yang membutuhkan panduan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terbimbing dan arahan paragraf spesifik bagi murid yang masih kesulitan menemukan detail, sementara murid yang mahir langsung menemukan rincian secara mandiri dari keseluruhan teks.
- Produk: Semua murid menjawab 4 butir pertanyaan informasi rinci yang sama pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berdasarkan teks 2 kalimat cetak: (1) Siapa yang membuat perahu bersama? (acuan: Pak Wayan dan Pak Joko); (2) Apa bahan yang digunakan untuk membuat perahu? (acuan: kayu jati pilihan). Murid yang menjawab 2 benar siap bekerja mandiri; murid yang menjawab 0-1 benar mendapat bimbingan nomor paragraf.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan 4 butir jawaban pada aktivitas Detektif Fakta Rinci: (1) ketupat dan lepat; (2) Made dan Ahmad; (3) janur / daun kelapa muda; (4) balai warga.
- Pemeriksaan ketepatan 4 butir isian informasi rinci teks cetak mandiri: (1) pagi hari / pukul tujuh pagi; (2) kunyit, jahe, dan bawang; (3) untuk persiapan perayaan desa / makan bersama; (4) warga beda suku/daerah memasak dan bekerja bersama tanpa membedakan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis 1 butir cepat: Menemukan 1 rincian penutup dari paragraf terakhir teks 'Kerja Sama yang Baik': 'Apa perasaan warga setelah pekerjaan selesai?' (acuan: senang, puas, gembira, atau rukun).
Formatif:- Tes tertulis isian singkat menemukan informasi rinci pada LKPD teks 'Kerja Sama yang Baik'
- Observasi unjuk kerja pencarian fakta saat aktivitas Detektif Fakta Rinci
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan informasi rinci dalam teks cetak | Menemukan 0-1 informasi rinci dengan tepat dari 4 butir pertanyaan teks cetak. | Menemukan 2 informasi rinci dengan tepat dari 4 butir pertanyaan teks cetak. | Menemukan 3 informasi rinci dengan tepat dari 4 butir pertanyaan teks cetak secara mandiri. | Menemukan seluruh (4) informasi rinci dengan tepat dari 4 butir pertanyaan teks cetak secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil menemukan rincian fakta dalam teks cetak menggunakan kata kunci pertanyaan?
- Bagian rincian teks manakah yang paling banyak memicu kesalahan pemahaman pada murid?
Murid:- Bagian mana dari teks yang paling mudah kamu temukan informasinya?
- Cara apa yang paling membantumu saat mencari jawaban rincian di dalam bacaan?
Pertemuan 7 — Menemukan Informasi dalam Teks Cetak Batik Besurek tentang Pembauran Budaya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.3 Menemukan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak tentang asal-usul dan pembauran budaya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa singkat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan informasi pokok dan rinci mengenai pembauran budaya dalam teks cetak berjudul 'Batik Besurek' (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 cuplikan kalimat pengantar: 'Batik besurek adalah kain khas dari Bengkulu yang memadukan kaligrafi Arab dan motif bunga lokal.' Murid diminta menjawab cepat secara lisan: apa asal daerah kain tersebut dan unsur apa yang dipadukan (acuan: daerah asal Bengkulu; perpaduan kaligrafi Arab dan motif bunga lokal) untuk memetakan kesiapan membaca cermat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima teks cetak 'Batik Besurek' dan membaca senyap teks tersebut secara mandiri dengan cermat (10 menit).
- Guru membimbing murid menandai kata kunci yang berkaitan dengan pembauran budaya (seperti asal kata bersurat, pengaruh kebudayaan Islam, pedagang Arab, pekerja India, saudagar Demak, Sentot Ali Basyah, dan bunga rafflesia) dengan menelusuri kalimat demi kalimat dalam teks cetak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Jejak Budaya': setiap pasangan menerima lembar tantangan menemukan informasi berisi 4 butir pertanyaan faktual berdasarkan teks cetak 'Batik Besurek': (1) Apa arti nama 'besurek' menurut dialek Bengkulu? (acuan: bersurat), (2) Apa motif awal batik besurek yang menunjukkan pengaruh kebudayaan Islam? (acuan: kaligrafi huruf Arab gundul/potongan ayat suci Al-Qur'an), (3) Sebutkan 3 pihak luar/pendatang yang diperkirakan membawa pengaruh metode atau motif batik ke Bengkulu menurut teks! (acuan: pedagang Arab/pekerja India, saudagar/seniman Demak, Sentot Ali Basyah dan pengikutnya dari Jawa), (4) Motif khas Bengkulu apa yang dipadukan pada perkembangan batik besurek berikutnya? (acuan: bunga rafflesia) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri menuliskan hasil temuan informasi dari teks cetak ke lembar kerja masing-masing berdasarkan butir pertanyaan yang telah diverifikasi bersama pasangannya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan informasi yang ditemukan dengan mencocokkan kutipan langsung kalimat pada lembar teks cetak yang mereka pegang (5 menit).
- Murid menyampaikan strategi yang paling membantu mereka dalam menemukan letak informasi secara cepat dalam teks bacaan cetak (misalnya melihat paragraf tertentu atau menandai kata kunci) (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menemukan informasi tersurat tentang pembauran budaya dari teks cetak dengan menelusuri kata kunci (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks cetak 'Batik Besurek' disediakan dengan penomoran baris paragraf bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual dalam pelacakan kalimat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dituntun guru menemukan informasi dengan menunjuk letak paragraf acuan secara bertahap, sedangkan murid cepat diminta menemukan informasi pendukung tambahan tentang perubahan fungsi penggunaan batik besurek dari masa lalu hingga sekarang secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menuliskan 4 informasi faktual tentang pembauran budaya pada lembar kerja; murid cepat menuliskan kalimat kutipan pembukti secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik berdasarkan 1 kalimat pemantik: 'Batik besurek adalah kain khas dari Bengkulu yang memadukan kaligrafi Arab dan motif bunga lokal.' Pertanyaan: (1) Dari provinsi manakah kain besurek berasal? (acuan: Bengkulu); (2) Dua pengaruh apa yang berbaur pada kain tersebut berdasarkan kalimat? (acuan: kaligrafi Arab dan motif bunga lokal).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid menemukan 4 butir informasi pada teks cetak 'Batik Besurek': (1) Arti kata besurek (acuan: bersurat); (2) Motif awal bercorak Islam (acuan: kaligrafi huruf Arab gundul/potongan ayat suci Al-Qur'an); (3) Tiga pihak pembawa pengaruh budaya ke Bengkulu (acuan: pedagang Arab/pekerja India, saudagar/seniman Demak, rombongan Sentot Ali Basyah dari Jawa); (4) Motif lokal perpaduan modern (acuan: bunga rafflesia).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat pada penutup: murid menjawab 1 pertanyaan konfirmasi: 'Sebutkan satu bukti pembauran budaya yang ada pada motif batik besurek saat ini berdasarkan teks!' (acuan: perpaduan motif huruf Arab/mirip Arab dengan motif khas Bengkulu yaitu bunga rafflesia).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja penemuan 4 informasi faktual pembauran budaya pada teks cetak 'Batik Besurek'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menemukan informasi pembauran budaya dalam teks cetak | Menemukan 1 dari 4 informasi tentang pembauran budaya pada teks cetak 'Batik Besurek' sesuai acuan (acuan: 1. arti besurek = bersurat; 2. motif awal = kaligrafi huruf Arab gundul; 3. pembawa pengaruh = pedagang Arab/pekerja India, seniman Demak, rombongan Sentot Ali Basyah; 4. motif lokal paduan = bunga rafflesia) dengan bimbingan penuh. | Menemukan 2 dari 4 informasi tentang pembauran budaya pada teks cetak 'Batik Besurek' sesuai acuan secara terbimbing. | Menemukan 3 dari 4 informasi tentang pembauran budaya pada teks cetak 'Batik Besurek' sesuai acuan secara mandiri. | Menemukan seluruh 4 informasi tentang pembauran budaya pada teks cetak 'Batik Besurek' secara tepat dan mandiri sesuai seluruh rincian acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi penelusuran kata kunci berhasil membantu seluruh murid menemukan letak informasi dalam teks cetak secara tepat?
- Bagian teks mana yang masih membingungkan murid saat mencari informasi mengenai pembauran budaya?
Murid:- Informasi baru apa yang paling menarik yang kamu temukan tentang asal-usul dan motif batik besurek hari ini?
- Langkah apa yang paling membantumu saat mencari jawaban di dalam teks cetak?
Pertemuan 8 — Menyajikan Pendapat dengan Pilihan Kata yang Sesuai tentang Asal-Usul Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai tentang asal-usul keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menyajikan pendapat secara lisan tentang asal-usul keluarga dengan pilihan kata yang sesuai (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan: guru menunjukkan dua contoh kalimat penyampaian pendapat di papan tulis, yaitu (A) 'Keluargaku dari suku Jawa, menurutku kita harus bangga pada budaya leluhur kita' dan (B) 'Suku keluargaku aneh banget dan nggak jelas', lalu meminta 3 orang perwakilan murid memilih kalimat mana yang menggunakan pilihan kata santun dan sesuai beserta alasannya (acuan: kalimat A merupakan pilihan kata yang santun dan sesuai konteks keluarga; kalimat B tidak santun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara menyajikan pendapat mengenai asal-usul keluarga menggunakan ragam frasa pembuka pendapat ('Menurut saya...', 'Berdasarkan cerita orang tua saya...') dan pilihan kata bertema keluarga seperti 'suku', 'leluhur', 'asal daerah', 'budaya', dan 'keragaman' secara sadar dan runtut (7 menit).
- Murid mencermati pemodelan oleh guru dalam menyajikan pendapat singkat tentang asal-usul keluarga dengan perbandingan dua jenis kalimat: pilihan kata tepat ('Menurut saya, keragaman suku keluarga kita adalah kekayaan budaya') dan kata yang kurang sesuai konteks ('Menurut saya, suku kita paling jago dan suku lain jelek'), lalu murid menelaah maknanya secara bermakna (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan berpasangan tantangan 'Tukar Kata Keren': setiap pasangan menerima kartu panduan berisi kata kunci ('suku', 'leluhur', 'asal daerah', 'merantau') dan bergantian berlatih menyajikan 2-3 kalimat pendapat tentang asal-usul keluarga mereka sendiri menggunakan kata-kata kunci tersebut dengan suasana yang ceria dan saling menyemangati (10 menit).
- Setiap murid secara bergiliran dalam kelompok kecil (3-4 orang) menyajikan pendapat lisan sepanjang 2-3 kalimat mengenai asal daerah atau keragaman suku orang tua masing-masing menggunakan pilihan kata santun dan baku yang telah dipelajari (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan teman sekelompok saling memberikan konfirmasi sederhana apakah kata-kata yang digunakan saat berpendapat sudah sesuai dan sopan (acuan: memakai kata pembuka pendapat dan kosakata bertema asal-usul keluarga tanpa kata kasar) (5 menit).
- Murid secara sadar menyimpulkan bersama guru pentingnya memilih kata yang tepat agar pendapat tentang asal-usul keluarga dapat dipahami teman dengan baik tanpa menyinggung orang lain (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kemampuan murid dalam memilih kosakata saat mengemukakan pendapat lisan di kelompok (5 menit).
- Guru menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (melatih sikap tubuh dan gestur saat berpendapat) serta menutup pembelajaran dengan salam dan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantu daftar frasa pemantik ('Menurut saya...', 'Keluarga saya berasal dari...', 'Saya menghargai suku...'), sedangkan murid mahir diberi kartu berisi kata konseptual yang lebih luas seperti 'leluhur' dan 'keragaman'.
- Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih berpendapat secara berpasangan dengan bimbingan guru secara langsung, sementara murid yang sudah mandiri langsung menyajikan pendapat di hadapan kelompok kecilnya.
- Produk: Semua murid menghasilkan unjuk kerja lisan yang sama yaitu menyajikan pendapat 2-3 kalimat tentang asal-usul keluarga dengan pilihan kata yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di kegiatan pendahuluan: Murid diminta menentukan kalimat yang tepat di antara dua opsi: (A) 'Keluargaku dari suku Jawa, menurutku kita harus bangga pada budaya leluhur kita' atau (B) 'Suku keluargaku aneh banget dan nggak jelas'. (Kriteria penerimaan: murid memilih opsi A dengan alasan memuat pilihan kata yang sopan, menghargai budaya, dan menggunakan frasa pembuka pendapat yang sesuai konteks).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berbicara saat menyajikan pendapat tentang asal-usul keluarga pada kegiatan inti tahap Mengaplikasi. Guru mencatat ketepatan penggunaan kosakata asal-usul keluarga (misal: 'suku', 'asal daerah', 'leluhur', 'budaya', 'merantau') dan kesantunan frasa pendapat lisan (kriteria: murid menyajikan minimal 2 kalimat pendapat dengan memuat paling sedikit 2 kata bertema asal-usul secara tepat konteks dan tidak menggunakan kata bermakna merendahkan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat pada tahap penutup: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan 1 kalimat pendapat tentang asal-usul keluarga menggunakan frasa pembuka 'Menurut saya' dan satu kata pilihan yang tepat. (Kriteria penerimaan: kalimat memuat frasa 'Menurut saya...' dan menyebutkan unsur asal daerah/suku/budaya secara santun dan bermakna denotatif yang tepat, misal: 'Menurut saya, suku asal orang tua saya di Jawa Barat memiliki kebudayaan yang ramah').
Formatif:- Observasi unjuk kerja berbicara saat menyajikan pendapat tentang asal-usul keluarga menggunakan lembar catatan ceklis pilihan kata.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pilihan kata dalam menyajikan pendapat tentang asal-usul keluarga | Belum menggunakan frasa pembuka pendapat atau kata bertema asal-usul keluarga; kosakata yang digunakan belum sesuai dengan konteks pembicaraan. | Menyajikan pendapat dengan 1 pilihan kata bertema asal-usul keluarga yang sesuai konteks, namun masih memerlukan bimbingan guru dalam merangkai kalimat pendapat yang santun. | Menyajikan pendapat secara mandiri dengan menggunakan minimal 2 pilihan kata yang sesuai konteks (seperti suku, daerah asal, leluhur, atau budaya) secara santun dan jelas. | Menyajikan pendapat secara konsisten dan mandiri menggunakan ragam pilihan kata bertema asal-usul keluarga yang tepat konteks, santun, bervariasi, serta mampu memperjelas maknanya tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu memilih kosakata yang santun dan relevan saat menyampaikan pendapat tentang keluarga mereka?
- Bagaimana efektivitas permainan tantangan 'Tukar Kata Keren' dalam membangun keberanian murid berbicara?
Murid:- Kata apa saja yang paling kalian sukai saat menceritakan asal-usul keluarga kalian hari ini?
- Apakah kalian merasa terbantu dengan adanya frasa pembuka seperti 'Menurut saya' saat menyampaikan pendapat?
Pertemuan 9 — Menyajikan Pendapat Menggunakan Sikap Tubuh dan Gestur yang Sesuai tentang Asal-Usul Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai tentang asal-usul keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa pengamatan singkat terhadap sikap tubuh murid saat berdiri menjawab pertanyaan pemantik tentang posisi berdiri yang santun (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan pendapat mengenai asal-usul keluarga dengan menggunakan sikap tubuh dan gestur yang sesuai (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan sikap tubuh dan gestur saat berpendapat: badan berdiri tegak dan rileks, pandangan mata menatap lawan bicara secara wajar, serta gerakan tangan terbuka yang wajar untuk menegaskan kata penting (7 menit).
- Guru memperagakan dua contoh sikap: peragaan A (badan membungkuk, menunduk, tangan di dalam saku) dan peragaan B (badan tegak rileks, kontak mata wajar, tangan terbuka) lalu meminta murid membedakan sikap yang sesuai (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Cermin Bicara': bergiliran menyajikan pendapat singkat tentang asal-usul keluarga (misalnya alasan pentingnya mengetahui asal suku/daerah orang tua) di mana satu murid berbicara dengan sikap tegak dan gestur tangan yang sesuai, sedangkan pasangannya mengamati kesesuaian sikap tubuh tersebut (15 menit).
- Setiap murid maju secara mandiri untuk menyajikan 1-2 kalimat pendapat tentang kebanggaan terhadap asal-usul keluarga masing-masing di depan kelompok/kelas dengan mempraktikkan sikap tubuh tegak dan gestur tangan terbuka (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengevaluasi praktik penyajian pendapat: bagian gestur mana yang paling membantu memperjelas penyampaian dan bagaimana cara menjaga tubuh tetap tegak tanpa kaku saat berbicara (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian sikap tubuh dan gestur murid yang telah disajikan selama kegiatan (6 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan penguatan atas rasa percaya diri murid dan membaca doa penutup bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar posisi berdiri tegak dan gestur tangan terbuka untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang masih ragu dapat berlatih terlebih dahulu menyajikan pendapat di depan 1 orang rekan sebelum berbicara di depan kelompok kecil.
- Produk: Penyajian pendapat dapat berupa 1 kalimat sederhana dengan sikap tubuh tegak bagi yang berkembang awal, atau pendapat utuh 2-3 kalimat dengan variasi gestur tangan bagi yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab peragaan singkat di awal pembelajaran: Murid diminta berdiri dan mempraktikkan posisi tubuh saat menyapa teman (Kriteria ketercapaian: murid berdiri tegak dan mengarahkan pandangan mata ke arah teman/guru, bukan menunduk ke lantai).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat murid menyajikan pendapat tentang asal-usul keluarga: Mengamati ketercapaian sikap tubuh (tegak, tidak bersandar/membungkuk) dan gestur (gerakan tangan terbuka mempertegas pendapat tanpa gerakan berlebihan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid menyebutkan 2 hal penting terkait sikap tubuh saat menyajikan pendapat (Acuan jawaban benar: [1] berdiri tegak/rileks dan menatap pendengar secara wajar; [2] menggunakan gestur tangan terbuka/wajar untuk menegaskan perkataan).
Formatif:- Unjuk kerja dan lembar observasi penyajian pendapat berfokus pada sikap tubuh (berdiri tegak rileks, kontak mata) dan gestur (gerak tangan terbuka/wajar).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap Tubuh saat Menyajikan Pendapat | Berdiri membungkuk, menyandarkan badan, atau menunduk terus-menerus tanpa kontak mata saat menyampaikan pendapat. | Menunjukkan sikap tubuh tegak namun masih kaku dan kontak mata sesekali terputus dengan pendengar saat menyampaikan pendapat. | Menunjukkan sikap tubuh tegak rileks serta memelihara kontak mata yang wajar dengan pendengar secara konsisten saat menyampaikan pendapat. | Menunjukkan sikap tubuh tegak, rileks, percaya diri penuh, dan memelihara kontak mata yang sangat wajar secara konsisten dan mandiri sepanjang penyampaian pendapat. | | Gestur saat Menyajikan Pendapat | Tidak menggunakan gestur sama sekali (tangan diam di saku/belakang badan) atau melakukan gerakan mengganggu yang tidak sesuai. | Menggunakan gestur tangan namun terlihat ragu-ragu dan belum selaras dengan pendapat tentang asal-usul keluarga yang diucapkan. | Menggunakan gestur tangan terbuka secara wajar dan selaras untuk mempertegas pendapat tentang asal-usul keluarga. | Menggunakan gestur tangan dan ekspresi wajah yang sangat luwes, wajar, serta efektif mempertegas setiap butir pendapat tentang asal-usul keluarga secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik berpasangan 'Cermin Bicara' cukup memberi kesempatan kepada seluruh murid untuk melatih gestur tubuh?
- Bagaimana respons murid yang awalnya pemalu saat diminta mempraktikkan sikap tegak dan kontak mata di depan kelas?
Murid:- Bagian tubuh mana (pandangan mata atau gerakan tangan) yang terasa paling mudah atau paling menantang kamu kendalikan saat berpendapat?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyajikan pendapat tentang asal-usul keluarga dengan berdiri tegak?
Pertemuan 10 — Menggunakan Kaidah Kebahasaan Kata Penghubung Antarkalimat Sebab-Akibat dan Pertentangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.6 Menggunakan kaidah kebahasaan kata penghubung antarkalimat untuk menulis teks sesuai dengan konteks
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, mengecek kehadiran, dan menyiapkan perlengkapan belajar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang kalimat di papan tulis: (1) 'Hujan turun sangat deras seharian. [...], jalan di depan sekolah tergenang air.' dan (2) 'Dedi ingin bermain layang-layang di lapangan. [...], angin tidak berembus kencang.' Murid menuliskan pilihan kata penghubung antarkalimat yang tepat di buku tulis (acuan kunci: kalimat 1 = Oleh karena itu / Akibatnya; kalimat 2 = Namun / Akan tetapi) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menggunakan kaidah kebahasaan kata penghubung antarkalimat sebab-akibat ('Oleh karena itu', 'Akibatnya') dan pertentangan ('Namun', 'Akan tetapi') untuk menulis kalimat dan teks sesuai konteks (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati pemodelan di papan tulis mengenai fungsi dan aturan penulisan kata penghubung antarkalimat: berada di awal kalimat baru, diawali huruf kapital, dan diikuti tanda koma. Contoh sebab-akibat: 'Suku bangsa di Nusantara hidup berpencar di berbagai pulau. Oleh karena itu, bahasa daerah di Indonesia sangat beragam.' Contoh pertentangan: 'Batik Besurek memiliki pengaruh kaligrafi Arab. Namun, motif bunga Rafflesia tetap menjadi ciri khas utamanya.' (10 menit).
- Prinsip Menggembirakan: Murid memainkan kuis tantangan kartu 'Sambung Makna'. Guru membacakan satu kalimat pembuka dan menyebutkan kategori relasinya, lalu murid mengangkat kartu kata penghubung yang cocok ('Sebab-Akibat' dengan kartu 'Oleh karena itu'/'Akibatnya' atau 'Pertentangan' dengan kartu 'Namun'/'Akan tetapi'). Kalimat 1: 'Kakek berasal dari Padang, sedangkan Nenek dari Solo. [... relasi pertentangan ...], masakan di rumah tetap harmonis.' (jawaban: Namun/Akan tetapi). Kalimat 2: 'Warga desa rajin merawat hutan bakau. [... relasi sebab-akibat ...], abrasi pantai dapat dicegah.' (jawaban: Oleh karena itu/Akibatnya) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Lembar Kerja Latihan Mandiri untuk melengkapi 4 butir teks rumpang menggunakan kata penghubung antarkalimat sebab-akibat atau pertentangan yang sesuai konteks: Butir 1: 'Banyak pendatang dari berbagai daerah menetap di kota ini. [...], kebudayaan masyarakat menjadi makin beragam.' (acuan: Oleh karena itu / Akibatnya); Butir 2: 'Keluarga Made merencanakan pulang kampung ke Bali minggu ini. [...], tiket kapal laut sudah habis terjual.' (acuan: Namun / Akan tetapi); Butir 3: 'Masyarakat pesisir mahir mengarungi lautan luas. [...], mereka dikenal sebagai pelaut tangguh sejak dahulu.' (acuan: Oleh karena itu / Akibatnya); Butir 4: 'Nenek Moyang kita berasal dari rumpun bangsa Austronesia yang sama. [...], tiap kelompok mengembangkan adat dan tradisi yang berlainan.' (acuan: Namun / Akan tetapi) (15 menit).
- Murid menulis teks sederhana mandiri sepanjang 2 paragraf pendek (masing-masing 2-3 kalimat) bertema 'Keberagaman di Sekitarku' dengan wajib menggunakan minimal 1 kata penghubung sebab-akibat ('Oleh karena itu' atau 'Akibatnya') dan 1 kata penghubung pertentangan ('Namun' atau 'Akan tetapi') secara tepat sesuai konteks makna dan kaidah (awal kalimat baru, huruf kapital, tanda koma) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan mandirinya menggunakan daftar centang kebahasaan sederhana: (1) Apakah kata penghubung ditulis di awal kalimat baru dengan huruf kapital? (2) Apakah diberi tanda koma setelahnya? (3) Apakah hubungan antar-kalimatnya sudah tepat (sebab-akibat atau pertentangan)? (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan fungsi kata penghubung antarkalimat sebab-akibat ('Oleh karena itu', 'Akibatnya') dan pertentangan ('Namun', 'Akan tetapi') serta kaidah penulisannya (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir cek pemahaman singkat lisan/tulis berdurasi cepat (acuan: butir 1 rumpang sebab-akibat, butir 2 rumpang pertentangan), memberikan umpan balik, dan menyampaikan sekilas materi pertemuan berikutnya tentang kata penghubung penambahan dan urutan waktu tanpa menutup bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata penghubung beserta contoh polanya bagi murid yang membutuhkan penguatan visual.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dibimbing langsung oleh guru pada analisis hubungan dua peristiwa, sedangkan murid mahir langsung menulis variasi teks mandiri tanpa kartu bantuan.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menulis 1 paragraf dengan sepasang kalimat sebab-akibat dan sepasang pertentangan; murid cepat menulis teks 2 paragraf lengkap yang mengintegrasikan kedua jenis kata penghubung secara padu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis 2 butir kalimat rumpang untuk memetakan kesiapan murid menggunakan kata penghubung antarkalimat: (1) 'Hujan turun sangat deras seharian. [...], jalan di depan sekolah tergenang air.' (Acuan jawaban benar: Oleh karena itu / Akibatnya); (2) 'Dedi ingin bermain layang-layang di lapangan. [...], angin tidak berembus kencang.' (Acuan jawaban benar: Namun / Akan tetapi).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam kuis 'Sambung Makna' menentukan kategori sebab-akibat atau pertentangan.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Latihan Mandiri 4 butir (acuan kunci: butir 1 = Oleh karena itu/Akibatnya; butir 2 = Namun/Akan tetapi; butir 3 = Oleh karena itu/Akibatnya; butir 4 = Namun/Akan tetapi).
- Pemeriksaan ketepatan pemakaian kata penghubung antarkalimat sebab-akibat dan pertentangan dalam tulisan teks mandiri sesuai konteks semantik dan kaidah penulisan (kapital di awal dan koma setelahnya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir di akhir pembelajaran: (1) Lengkapi dengan konjungsi sebab-akibat: 'Siti giat berlatih menari setiap sore. [...], gerakannya terlihat sangat luwes saat pentas.' (Acuan: Oleh karena itu / Akibatnya); (2) Lengkapi dengan konjungsi pertentangan: 'Riko sudah belajar sungguh-sungguh kemarin malam. [...], ia masih merasa cemas menghadapi ujian.' (Acuan: Namun / Akan tetapi).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melengkapi 2 pasang kalimat rumpang
- Kuis tantangan kartu 'Sambung Makna' pada tahap pemahaman
- Penilaian kinerja tertulis melengkapi 4 butir latihan mandiri beracuan kunci
- Penilaian produk tulisan teks sederhana dengan kata penghubung sebab-akibat dan pertentangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kata Penghubung Antarkalimat Sebab-Akibat dan Pertentangan Sesuai Konteks | Belum mampu menggunakan kata penghubung antarkalimat sebab-akibat maupun pertentangan dengan tepat sesuai konteks kalimat (0-1 butir tepat dari 4 butir latihan dan teks). | Mampu menggunakan salah satu jenis kata penghubung antarkalimat (sebab-akibat saja atau pertentangan saja) secara tepat sesuai konteks (2 butir tepat dari 4 butir latihan dan teks). | Mampu menggunakan kedua jenis kata penghubung antarkalimat (sebab-akibat dan pertentangan) secara tepat sesuai konteks kalimat (3 butir tepat dari 4 butir latihan dan teks) dengan kaidah penulisan yang benar. | Mampu menggunakan seluruh kata penghubung antarkalimat sebab-akibat dan pertentangan secara tepat dan mandiri sesuai konteks kalimat dan teks (4 dari 4 butir tepat) dengan kaidah penulisan huruf kapital dan tanda koma yang sempurna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan fungsi semantik antara hubungan sebab-akibat dan pertentangan antarkalimat?
- Bagian latihan mana yang paling banyak mengalami kekeliruan (pemilihan kata penghubung atau kaidah tanda baca koma/kapital)?
Murid:- Kapan aku harus menggunakan kata 'Oleh karena itu' dan kapan harus menggunakan 'Namun'?
- Apakah aku sudah ingat memberi huruf kapital di awal kata penghubung dan tanda koma setelahnya?
Pertemuan 11 — Menggunakan Kaidah Kebahasaan Kata Penghubung Antarkalimat Penambahan dan Urutan Waktu — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.6 Menggunakan kaidah kebahasaan kata penghubung antarkalimat untuk menulis teks sesuai dengan konteks
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengulas sekilas materi kata penghubung sebab-akibat serta pertentangan dari pertemuan sebelumnya (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pasang kalimat di papan tulis: (1) 'Keluarga Nina memasak gudeg. ..., mereka menyiapkan onde-onde khas daerah kakek.' dan (2) 'Mula-mula, kami mengunjungi rumah kakek di desa. ..., kami berziarah ke makam leluhur.' Murid diminta memilih kata penghubung antarkalimat yang tepat (acuan pilihan: selain itu, setelah itu) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menggunakan kata penghubung antarkalimat penambahan ('Selain itu,', 'Bahkan,') dan urutan waktu ('Setelah itu,', 'Selanjutnya,') untuk merangkai kalimat (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan di papan tulis mengenai letak dan fungsi kata penghubung antarkalimat: selalu di awal kalimat kedua dan diikuti tanda koma. Contoh fungsi penambahan: 'Selain itu,' dan 'Bahkan,'. Contoh fungsi urutan waktu: 'Setelah itu,' dan 'Selanjutnya,' (7 menit).
- Murid menganalisis contoh gabungan kalimat bertema budaya asal-usul: (a) 'Kain besurek memiliki motif kaligrafi. Selain itu, kain ini juga memadukan motif bunga raflesia.' (fungsi penambahan); (b) 'Lani memotong daun pandan untuk pewarna alami. Selanjutnya, ia merebusnya hingga air berwarna hijau.' (fungsi urutan waktu) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Sambung Kalimat Runtut': setiap pasangan menerima 4 potongan kartu bertema asal-usul dan memasangkan kata penghubung antarkalimat yang tepat sesuai konteks (17 menit). Bahan 4 kartu dan kunci acuan: Kartu 1: 'Suku Bugis terkenal piawai mengarungi lautan luas. [Bahkan, / Selain itu,] kapal pinisi buatan mereka mampu berlayar menjelajah berbagai benua.' (acuan penambahan: Selain itu, / Bahkan,); Kartu 2: 'Warga desa menyiapkan bambu dan janur untuk gapura pesta rakyat. [Selain itu, / Bahkan,] ibu-ibu memasak hidangan tradisional di dapur bersama.' (acuan penambahan: Selain itu,); Kartu 3: 'Mula-mula pengrajin menggambar pola batik pada kain mori. [Setelah itu, / Selanjutnya,] ia menorehkan cairan malam menggunakan canting.' (acuan urutan waktu: Setelah itu, / Selanjutnya,); Kartu 4: 'Langkah pertama dalam menari adalah memasang selendang di pinggang. [Selanjutnya, / Setelah itu,] penari melangkahkan kaki perlahan mengikuti irama tabuhan gendang.' (acuan urutan waktu: Selanjutnya, / Setelah itu,).
- Murid secara mandiri menulis teks mini 3 kalimat bertema benda/makanan khas asal-usul keluarga menggunakan minimal satu kata penghubung penambahan ('Selain itu,' / 'Bahkan,') dan satu kata penghubung urutan waktu ('Setelah itu,' / 'Selanjutnya,') sesuai konteks (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali teks tulisan mandirinya bersama teman sebangku untuk memastikan ketepatan fungsi kata penghubung antarkalimat (penambahan atau urutan waktu) dan posisi tanda koma tepat setelah kata penghubung (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan kaidah kata penghubung antarkalimat penambahan dan urutan waktu (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil tulisan murid serta menginformasikan agenda pertemuan berikutnya untuk menyusun draf teks asal-usul keluarga (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan kata penghubung dalam bentuk kartu bantu bagi murid yang memerlukan scaffolding visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan 2 kalimat berpasangan dengan petunjuk fungsi (penambahan atau urutan waktu), sedangkan murid yang cepat langsung menulis 4 kalimat mandiri tanpa kalimat rintisan.
- Produk: Variasi jumlah kalimat tulisan: murid yang memerlukan bimbingan menghasilkan 3 kalimat dengan 2 konjungsi terarah, murid yang mahir menghasilkan 4-5 kalimat dengan variasi kedua jenis konjungsi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik melengkapi 2 kalimat rumpang dengan pilihan kata penghubung antarkalimat 'Selain itu,' atau 'Setelah itu,'. Butir 1: 'Keluarga Nina memasak gudeg. [Selain itu,], mereka menyiapkan onde-onde khas daerah kakek.' (acuan: Selain itu,); Butir 2: 'Mula-mula, kami mengunjungi rumah kakek di desa. [Setelah itu,], kami berziarah ke makam leluhur.' (acuan: Setelah itu,).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat kuis berpasangan memasangkan 4 kartu kalimat dengan konjungsi yang tepat (acuan: Kartu 1 = Selain itu, / Bahkan,; Kartu 2 = Selain itu,; Kartu 3 = Setelah itu, / Selanjutnya,; Kartu 4 = Selanjutnya, / Setelah itu,).
- Pemeriksaan teks mandiri 3 kalimat: kriteria penerimaan operasional mencakup (1) memuat minimal satu konjungsi penambahan ('Selain itu,' / 'Bahkan,') yang tepat menghubungkan informasi tambahan, dan (2) memuat minimal satu konjungsi urutan waktu ('Setelah itu,' / 'Selanjutnya,') yang tepat menghubungkan urutan peristiwa.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir penutup: Murid menentukan kata penghubung antarkalimat yang tepat untuk dua situasi rumpang. Butir 1: 'Kakek membuat layang-layang tradisional dari bambu. [...], kakek menghiasinya dengan lukisan burung merak.' (acuan: Selain itu, / Bahkan,); Butir 2: 'Cuci beras ketan sampai bersih. [...], kukus ketan selama dua puluh menit.' (acuan: Setelah itu, / Selanjutnya,).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan pengisian kata penghubung pada tantangan kuis 'Sambung Kalimat Runtut'
- Penilaian teks mandiri 3 kalimat menggunakan kata penghubung antarkalimat penambahan dan urutan waktu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan kata penghubung antarkalimat penambahan dan urutan waktu dalam teks | Belum tepat menggunakan kata penghubung antarkalimat penambahan maupun urutan waktu sesuai konteks kalimat. | Menggunakan salah satu kata penghubung antarkalimat (penambahan atau urutan waktu) dengan tepat sesuai konteks, namun jenis lainnya masih belum tepat. | Menggunakan kedua jenis kata penghubung antarkalimat (penambahan dan urutan waktu) dengan tepat sesuai konteks kalimat dalam teks. | Menggunakan kedua jenis kata penghubung antarkalimat (penambahan dan urutan waktu) dengan variasi kata yang kaya dan tepat konteks secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan fungsi konjungsi penambahan dan urutan waktu dengan jelas?
- Bagian mana dari langkah pemodelan atau kuis berpasangan yang paling efektif membantu murid memahami penempatan konjungsi antarkalimat?
Murid:- Kata penghubung apa yang paling mudah kamu gunakan dalam ceritamu hari ini?
- Apakah kamu sudah bisa membedakan kapan memakai kata 'Selain itu,' dan kapan memakai 'Setelah itu,'?
Pertemuan 12 — Menulis Draf Teks Sederhana dengan Rangkaian Kalimat yang Beragam tentang Asal-Usul Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun draf tulisan sederhana tentang asal-usul keluarga dengan menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih bentuk penggabungan yang tepat untuk dua kalimat pendek pada papan tulis: 'Kakek berasal dari Padang' dan 'Kakek merantau ke Jakarta' (acuan jawaban benar: digabung menjadi satu kalimat beragam/majemuk, misalnya 'Kakek berasal dari Padang, lalu merantau ke Jakarta' atau 'Kakek berasal dari Padang sehingga merantau ke Jakarta') (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan analisis keragaman kalimat pada contoh draf teks bertema asal-usul keluarga di papan tulis, memperlihatkan perbedaan antara kalimat pendek (S-P), kalimat panjang dengan keterangan tempat/waktu (S-P-O-K), dan kalimat gabungan bertingkat (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati 3 contoh kalimat acuan di lembar panduan: (1) 'Ibu saya lahir di Solo.' (kalimat tunggal dasar); (2) 'Sejak kecil, ayah tinggal di pesisir pantai bersama kakek.' (kalimat dengan keterangan di awal); (3) 'Keluarga kami pindah karena ayah mendapat tugas baru di kota ini.' (kalimat bertingkat), lalu mengidentifikasi perbedaan struktur ketiganya dengan panduan guru (acuan: murid menunjukkan kalimat 1 berpola dasar pendek, kalimat 2 berawalan keterangan, kalimat 3 memiliki dua klausa sebab-akibat) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan variasi kalimat 'Ubah Polaku': guru menampilkan kalimat pendek dasar 'Keluarga saya tinggal di Bandung', lalu murid secara cepat menuliskan kembali menjadi 2 bentuk kalimat beragam yang berbeda (misalnya menambahkan keterangan waktu di awal atau menyambung dengan alasan) untuk menghidupkan suasana gembira dan antusias (5 menit).
- Murid membuka catatan data keluarga hasil wawancara orang tua yang telah disiapkan sebelumnya, lalu merencanakan kerangka draf 2 paragraf: Paragraf 1 (daerah asal orang tua/kakek-nenek) dan Paragraf 2 (alasan perpindahan atau menetap) (10 menit).
- Murid secara mandiri menulis draf teks sederhana tentang asal-usul keluarga minimal 6 kalimat yang memadukan sedikitnya 3 variasi susunan kalimat (kalimat pendek dasar, kalimat berpola keterangan di awal, dan kalimat gabungan dengan kata hubung) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang draf buatannya sendiri, menghitung jumlah kalimat yang telah ditulis, serta menandai kalimat yang susunannya pendek dan kalimat yang lebih panjang atau beragam untuk mengecek variasi polanya secara mandiri (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap draf yang telah disusun murid dan menggarisbawahi pentingnya variasi kalimat agar teks runtut dan enak dibaca (3 menit).
- Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menginformasikan bahwa draf ini akan dilanjutkan serta disempurnakan menjadi teks utuh pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu pola kalimat (format pola S-P, K-S-P-O, dan penggabungan dengan kata hubung) bagi murid yang memerlukan panduan konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus pada meja murid yang kesulitan merangkai variasi kalimat, sementara murid yang sudah mahir diarahkan langsung menulis draf mandiri dengan variasi pola yang lebih kaya.
- Produk: Murid dengan kecepatan belajar lebih lambat ditargetkan menyusun draf minimal 4 kalimat dengan 2 jenis variasi kalimat; murid berpencapaian tinggi menyusun draf 6 kalimat atau lebih dengan 3 jenis variasi kalimat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik variasi kalimat: Guru menyajikan 2 kalimat dasar di papan tulis ('Kakek berasal dari Padang' dan 'Kakek merantau ke Jakarta'), lalu meminta murid menggabungkannya menjadi 1 kalimat yang lebih panjang. Kriteria/Acuan: Jawaban diterima benar jika murid berhasil merangkai kedua kalimat menjadi satu kesatuan yang padu menggunakan kata hubung yang logis (misalnya: 'Kakek berasal dari Padang, kemudian merantau ke Jakarta' atau 'Karena kakek berasal dari Padang, ia merantau ke Jakarta').
Proses:- Pemeriksaan draf tulisan murid selama tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa apakah draf tentang asal-usul keluarga memuat minimal 6 kalimat dan sedikitnya memuat 3 variasi pola kalimat (pola kalimat pendek dasar S-P/S-P-O, pola kalimat dengan keterangan di awal K-S-P-O, dan pola kalimat gabungan bertingkat). Kriteria ketercapaian: murid menulis draf yang relevan dengan topik asal-usul keluarga dan membuktikan adanya variasi struktur pada kalimat-kalimatnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif pada lembar draf: Murid menggarisbawahi minimal 2 bentuk kalimat berbeda dalam draf karyanya sendiri (1 kalimat tunggal pendek dan 1 kalimat panjang/gabungan). Acuan penerimaan: Garis bawah tepat menandai kalimat tunggal pendek (contoh: 'Ayah saya lahir di Padang') dan kalimat panjang/gabungan (contoh: 'Pada tahun 2010, kakek memutuskan pindah rumah ke kota ini').
Formatif:- Penilaian proses penulisan draf: lembar ceklis pengamatan variasi susunan kalimat (kalimat pendek dasar, kalimat berpola keterangan waktu/tempat, dan kalimat gabungan) pada draf murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keragaman Rangkaian Kalimat | Menulis draf teks tentang asal-usul keluarga hanya menggunakan 1 pola kalimat yang seragam dan monoton di seluruh draf. | Menulis draf teks tentang asal-usul keluarga dengan menggunakan 2 jenis variasi susunan kalimat, namun sebagian besar kalimat masih berpola sama. | Menulis draf teks tentang asal-usul keluarga dengan menggunakan 3 variasi susunan kalimat (kalimat pendek dasar, kalimat berawalan keterangan, dan kalimat gabungan) secara tepat. | Menulis draf teks tentang asal-usul keluarga dengan menggunakan lebih dari 3 variasi susunan kalimat yang mengalir padu dan bervariasi secara mandiri. | | Kesesuaian Isi Draf tentang Asal-Usul Keluarga | Draf teks belum memuat informasi tentang asal-usul keluarga. | Draf teks hanya memuat satu informasi asal-usul keluarga (misal: hanya menyebut asal orang tua tanpa kelanjutan informasi). | Draf teks memuat informasi pokok asal-usul keluarga secara terarah (mencakup daerah asal keluarga dan alasan tinggal/pindah). | Draf teks memuat informasi asal-usul keluarga secara lengkap, rinci, dan terstruktur jelas dalam draf paragraf yang runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemodelan ragam kalimat di awal pembelajaran cukup jelas membantu murid membedakan jenis-jenis variasi kalimat?
- Berapa persen murid yang sudah mampu menulis draf dengan kalimat yang beragam secara mandiri tanpa bantuan berlebih?
Murid:- Apakah kamu sudah berhasil membuat kalimat dengan susunan yang berbeda-beda dalam ceritamu?
- Bagian mana dari draf asal-usul keluargamu yang paling kamu sukai kalimatnya?
Pertemuan 13 — Menulis Teks Sederhana yang Utuh dengan Rangkaian Kalimat Beragam tentang Asal-Usul Keluarga dan Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyempurnakan draf menjadi teks sederhana yang utuh sebanyak 3 paragraf dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan 2 contoh variasi kalimat di papan tulis: Kalimat A 'Kakek berasal dari Padang' (kalimat tunggal pendek) dan Kalimat B 'Kakek merantau ke Jakarta pada tahun 1980 karena ingin berdagang' (kalimat majemuk bertingkat/panjang); murid diminta mengidentifikasi mana kalimat yang lebih panjang dan kaya keterangan untuk memetakan kesiapan menyusun ragam kalimat (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai teks utuh 3 paragraf bertema asal-usul keluarga dan tempat tinggal: Paragraf 1 (daerah asal kakek-nenek/orang tua), Paragraf 2 (alasan kepindahan atau alasan menetap di tempat tinggal sekarang), dan Paragraf 3 (keinginan tempat tinggal di masa depan beserta alasannya) (8 menit).
- Murid mencermati contoh teks model di papan tulis yang memadukan kalimat tunggal sederhana dan kalimat majemuk/berketerangan, lalu mengidentifikasi 3 variasi kalimat di dalamnya: (1) Kalimat subjek-predikat singkat: 'Ayahku lahir di Surabaya.'; (2) Kalimat berunsur keterangan tempat dan waktu: 'Pada tahun 2010, keluargaku memutuskan pindah ke Kota Bandung.'; (3) Kalimat dengan konjungsi antarkalimat: 'Oleh karena itu, kami sekarang menetap di sini.' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan 'Tebak Pola Kalimat Bergambar': guru menunjukkan 2 kartu bergambar (kartu 1: peta perantauan antarpulau; kartu 2: gambar rumah masa depan), lalu murid secara cepat berpasangan bergantian merangkai 1 kalimat pendek dan 1 kalimat panjang berdasarkan gambar sebelum mulai menulis naskah sendiri (7 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks sederhana yang utuh sepanjang 3 paragraf di lembar kerja berdasarkan draf dan hasil wawancara keluarga, dengan memastikan rangkaian kalimat beragam (memadukan kalimat pendek dan kalimat majemuk/panjang) pada ketiga paragraf (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang mandiri hasil tulisannya untuk menghitung apakah sudah memuat 3 paragraf utuh serta memeriksa apakah setiap paragraf sudah memiliki rangkaian kalimat yang beragam (tidak monoton berpola sama) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya variasi kalimat dalam sebuah teks cerita agar tulisan menjadi hidup, jelas, dan menarik (7 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dalam menuntaskan tulisan utuh, mengumpulkan lembar karya murid untuk dinilai, dan menutup pelajaran dengan salam penutup (6 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan kerangka 3 paragraf dengan pemandu awal kalimat, sedangkan murid mahir menulis teks secara mandiri tanpa kerangka pemandu.
- Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai variasi kalimat mendapat bimbingan langsung guru dalam menggabungkan dua kalimat tunggal, sedangkan murid yang cepat diarahkan menyusun variasi kalimat yang lebih kaya keterangan tempat dan alasan.
- Produk: Murid yang belum berkembang menulis teks minimal 3 paragraf sederhana dengan minimal 1 variasi kalimat per paragraf; murid mahir menyusun 3 paragraf utuh dengan kombinasi kalimat beragam yang kaya di setiap paragrafnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi struktur dan ragam kalimat lisan/tulis: Murid diberikan 2 kalimat di papan tulis: Kalimat 1 'Ibu lahir di Solo.' dan Kalimat 2 'Ibu merantau ke Jakarta pada usia dua puluh tahun karena melanjutkan kuliah.' Murid diminta menentukan kalimat mana yang merupakan kalimat majemuk/panjang dan menyebutkan perbedaannya (Kriteria penerimaan: Murid tepat menyebutkan Kalimat 2 sebagai kalimat panjang/majemuk karena memiliki keterangan waktu/tujuan/konjungsi, sedangkan Kalimat 1 adalah kalimat pendek tunggal).
Proses:- Pemeriksaan draf dan penulisan mandiri: Guru berkeliling mengamati teks 3 paragraf yang ditulis murid dan mencatat pemenuhan keragaman kalimat (apakah murid menggabungkan kalimat pendek/tunggal dan kalimat panjang/berketerangan/berkonjungsi dalam ketiga bagian teks: Paragraf 1 asal orang tua/kakek-nenek, Paragraf 2 penyebab pindah/menetap, Paragraf 3 tempat tinggal impian di masa depan).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan teks utuh 3 paragraf karya murid dengan kriteria operasional penerimaan: (1) Keutuhan teks memuat 3 fokus (asal orang tua/kakek-nenek, alasan kepindahan/menetap, serta keinginan tempat tinggal masa depan); (2) Keragaman rangkaian kalimat memuat kombinasi kalimat tunggal pendek dan kalimat panjang/berketerangan/majemuk minimal pada setiap paragrafnya.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menulis teks sederhana yang utuh (3 paragraf) dengan indikator keutuhan isi teks asal-usul keluarga dan tempat tinggal serta keragaman rangkaian kalimat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keutuhan Teks Sederhana (Asal-Usul Keluarga dan Tempat Tinggal) | Menulis teks yang hanya mencakup 1 fokus dari 3 fokus yang ditentukan (hanya asal keluarga, alasan pindah/menetap, atau tempat tinggal masa depan). | Menulis teks yang mencakup 2 dari 3 fokus yang ditentukan tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal. | Menulis teks utuh yang mencakup ketiga fokus secara lengkap (asal orang tua/kakek-nenek, alasan pindah/menetap, dan tempat tinggal masa depan) dalam 3 paragraf. | Menulis teks utuh yang mencakup ketiga fokus secara lengkap dan rinci dalam 3 paragraf yang terpadu secara mandiri. | | Keragaman Rangkaian Kalimat | Seluruh kalimat dalam teks menggunakan pola yang sama persis dan monoton (hanya kalimat tunggal pendek tanpa variasi). | Menulis teks dengan sedikit variasi kalimat (hanya ditemukan 1 bentuk kalimat majemuk/panjang pada salah satu paragraf, sisanya monoton). | Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan kalimat tunggal pendek dan kalimat panjang/berketerangan/majemuk) pada setiap paragraf. | Menulis teks dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam secara konsisten dan luwes di seluruh paragraf secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 18 menit cukup bagi murid untuk menyusun draf menjadi tulisan utuh 3 paragraf?
- Apakah scaffolding panduan kalimat efektif membantu murid yang kesulitan menyusun kalimat majemuk/panjang?
Murid:- Apakah aku sudah berhasil menulis cerita asal-usul keluarga dan tempat tinggalku menjadi 3 paragraf yang utuh?
- Bagian mana dari tulisanku yang kalimatnya paling bervariasi antara kalimat pendek dan panjang?
Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.7.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural dari lagu Nenek Moyangku
- TP 4.7.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan bertema asal-usul bangsa Indonesia
- TP 4.7.3 Menemukan informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak tentang asal-usul dan pembauran budaya
- TP 4.7.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai tentang asal-usul keluarga
- TP 4.7.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal
- TP 4.7.6 Menggunakan kaidah kebahasaan kata penghubung antarkalimat untuk menulis teks sesuai dengan konteks
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid dan meja belajar, serta menyampaikan bahwa hari ini dilaksanakan Asesmen Sumatif Bab 7 yang terdiri dari dua bagian: lembar kerja tertulis mandiri dan unjuk kerja lisan di meja guru (3 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis Bab 7 kepada seluruh murid dan menjelaskan mekanisme kerja stasiun rotasi lisan secara tertib tanpa saling mengganggu (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memandu murid mencermati petunjuk 3 bagian tugas tertulis pada lembar kerja: Bagian A (Menyimak Aural), Bagian B (Membaca Teks Cetak), dan Bagian C (Menulis Teks Narasi Sederhana), serta menjelaskan kartu bacaan dan giliran unjuk kerja lisan (4 menit).
- Guru memperdengarkan rekaman audio lagu 'Nenek Moyangku' sebanyak dua kali pemutaran penuh secara terpusat agar seluruh murid menyimak bait-baitnya untuk menjawab Bagian A (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid mengerjakan penugasan tertulis Bab 7 secara mandiri pada lembar kerja masing-masing yang memuat: (1) Bagian A identifikasi isi lagu Nenek Moyangku [butir 1: profesi/kegemaran nenek moyang; butir 2: rintangan alam yang dihadapi; acuan: pelaut, gemar mengarung samudra luas, menerjang badai/ombak]; (2) Bagian B membaca teks cetak asal-usul [teks cetak pendek 'Jejak Leluhur Nusantara' berisi narasi kedatangan penutur Austronesia dan pembauran budaya; butir 1: dari rumpun manakah nenek moyang sebagian besar suku di Indonesia berasal?; butir 2: apa wujud pembauran budaya dalam teks?; acuan butir 1: rumpun Austronesia; acuan butir 2: percampuran tradisi bercocok tanam/alat perunggu/motif kain]; (3) Bagian C menulis narasi sederhana 1 paragraf (minimal 3 kalimat beragam: variasi pola subjek-predikat pendek dan kalimat luas) tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal menggunakan minimal satu kata penghubung antarkalimat sebab-akibat/pertentangan/penambahan/waktu (misalnya: Oleh karena itu, Namun, Selain itu, Setelah itu) (23 menit).
- Bersamaan saat murid mengerjakan tugas tertulis, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara rotasi teratur (28 murid x 1 menit = 28 menit) untuk melaksanakan unjuk kerja lisan: (a) membaca fasih 3 kata baru bertema asal-usul pada kartu uji [Daftar 3 kata target: 'migrasi', 'leluhur', 'khatulistiwa'; indikator fasih: dilafalkan tepat tanpa mengeja, tanpa pengulangan suku kata, dan tanpa jeda ragu]; (b) menyajikan pendapat lisan 1-2 kalimat menjawab pertanyaan pemantik guru 'Apakah wajar bila keluarga di Indonesia memiliki asal-usul suku yang berbeda-beda?' dengan kriteria: pilihan kata sesuai konteks keragaman dan sikap tubuh tegak/gestur tangan wajar (tidak menunduk/kaku) (28 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memberikan aba-aba pengumpulan lembar kerja tertulis sumatif tepat waktu dan mengajak murid melakukan hening sejenak untuk memeriksa kembali proses pengerjaan yang telah dilalui secara jujur dan mandiri (0 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis murid dan merekapitulasi lembar observasi unjuk kerja lisan (2 menit).
- Guru bersama murid melakukan refleksi penutup bab tentang pencapaian belajar tema Asal-Usul serta memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid selama evaluasi (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks cetak pada lembar kerja disediakan dengan ukuran huruf 14 pt dan spasi renggang bagi murid yang membutuhkan kenyamanan visual, tanpa mengubah isi bacaan, butir pertanyaan, atau kunci jawaban.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan penyesuaian kecemasan lisan diberikan jeda napas 5 detik sebelum melafalkan 3 kata dan menyampaikan pendapat di meja guru tanpa mengurangi kriteria penilaian fasih dan sikap tubuh.
- Produk: Akomodasi akses: murid dengan hambatan motorik halus diperkenankan menulis draf dengan pensil berpegangan ergonomis pada ruang tulis lembar kerja dengan jumlah baris dan indikator kalimat serta kata penghubung yang tetap sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan lembar kerja melalui instruksi pemahaman petunjuk teknis di awal sesi evaluasi sumatif.
Proses:- Observasi keterlibatan mandiri dan kepatuhan waktu saat pengerjaan tes tertulis di bangku masing-masing.
Sumatif Bab:- kombinasi tugas tertulis terintegrasi dan unjuk kerja lisan stasiun singkat: lembar kerja tertulis pemahaman bacaan dan teks narasi sederhana berkonjungsi, serta rekaman lembar observasi lisan membaca nyaring dan penyampaian pendapat
- penugasan tertulis dan produk tulisan serentak: lembar kerja murid berisi identifikasi rincian isi lagu Nenek Moyangku yang diperdengarkan guru di awal sesi, temuan informasi teks cetak asal-usul, serta tulisan paragraf narasi sederhana tentang asal-usul keluarga menggunakan variasi kalimat dan kata penghubung antarkalimat (42 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian penulisan teks)
- unjuk kerja lisan individual secara rotasi: kinerja pelafalan fasih 3 kata baru bertema asal-usul dan penyampaian pendapat singkat 1-2 kalimat tentang asal-usul keluarga dengan gestur wajar dinilai 1 menit per murid secara bergantian di meja guru saat murid lain mengerjakan tugas tertulis (28 murid x 1 menit = 28 menit) (28 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran membaca dan gestur berbicara)
Sumatif:- kombinasi tugas tertulis terintegrasi dan unjuk kerja lisan stasiun singkat: lembar kerja tertulis pemahaman bacaan dan teks narasi sederhana berkonjungsi, serta rekaman lembar observasi lisan membaca nyaring dan penyampaian pendapat
- penugasan tertulis dan produk tulisan serentak: lembar kerja murid berisi identifikasi rincian isi lagu Nenek Moyangku yang diperdengarkan guru di awal sesi, temuan informasi teks cetak asal-usul, serta tulisan paragraf narasi sederhana tentang asal-usul keluarga menggunakan variasi kalimat dan kata penghubung antarkalimat (42 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian penulisan teks)
- unjuk kerja lisan individual secara rotasi: kinerja pelafalan fasih 3 kata baru bertema asal-usul dan penyampaian pendapat singkat 1-2 kalimat tentang asal-usul keluarga dengan gestur wajar dinilai 1 menit per murid secara bergantian di meja guru saat murid lain mengerjakan tugas tertulis (28 murid x 1 menit = 28 menit) (28 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran membaca dan gestur berbicara)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Isi Teks Sastra Aural (Lagu Nenek Moyangku) & Informasi Teks Cetak (TP 4.7.1 & TP 4.7.3) | Menjawab tepat 0-1 butir dari 4 butir pertanyaan bacaan aural dan cetak (Acuan jawaban: [1] pelaut/mengarung samudra; [2] badai/ombak; [3] rumpun Austronesia; [4] pembauran tradisi/kain/alat). | Menjawab tepat 2 butir dari 4 butir pertanyaan bacaan aural dan cetak sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab tepat 3 butir dari 4 butir pertanyaan bacaan aural dan cetak sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab tepat seluruh 4 butir pertanyaan bacaan aural dan cetak secara lengkap sesuai acuan kunci jawaban. | | Membaca Fasih Kata-Kata Baru Bertema Asal-Usul (TP 4.7.2) | Membaca 0-1 kata dari 3 kata target ('migrasi', 'leluhur', 'khatulistiwa') secara fasih (masih mengeja huruf per huruf atau terhenti lebih dari dua kali). | Membaca 2 kata dari 3 kata target ('migrasi', 'leluhur', 'khatulistiwa') secara fasih tanpa mengeja. | Membaca seluruh 3 kata target ('migrasi', 'leluhur', 'khatulistiwa') secara fasih tanpa mengeja, meskipun ada satu keraguan jeda sesaat. | Membaca seluruh 3 kata target ('migrasi', 'leluhur', 'khatulistiwa') secara sangat fasih langsung, tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu. | | Menyajikan Pendapat dengan Pilihan Kata dan Sikap Tubuh/Gestur (TP 4.7.4) | Menyampaikan pendapat dengan pilihan kata yang belum relevan dengan topik keragaman keluarga, serta sikap tubuh menunduk kaku tanpa gestur. | Menyampaikan pendapat dengan pilihan kata relevan namun sikap tubuh masih sangat canggung/menunduk, atau sebaliknya sikap tubuh tenang namun pilihan kata belum sesuai. | Menyajikan pendapat 1-2 kalimat dengan pilihan kata yang relevan tentang keragaman asal-usul keluarga dan sikap tubuh tegak serta kontak pandang wajar. | Menyajikan pendapat 1-2 kalimat dengan pilihan kata yang tepat dan santun sesuai topik keragaman serta sikap tubuh tegak dan gestur tangan yang wajar. | | Menulis Teks Sederhana Beragam Kalimat & Kata Penghubung Antarkalimat (TP 4.7.5 & TP 4.7.6) | Teks terdiri dari 1-2 kalimat dengan struktur pola tunggal yang sama dan belum memuat kata penghubung antarkalimat. | Teks terdiri dari 3 kalimat sederhana namun pola kalimatnya seragam, atau sudah menggunakan kata penghubung antarkalimat namun penempatannya belum tepat konteks. | Menulis paragraf minimal 3 kalimat dengan rangkaian pola kalimat yang beragam serta menggunakan 1 kata penghubung antarkalimat (sebab-akibat/pertentangan/penambahan/waktu) secara tepat konteks. | Menulis paragraf lebih dari 3 kalimat dengan variasi pola kalimat yang kaya dan runtut serta menggunakan lebih dari 1 kata penghubung antarkalimat secara tepat konteks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja lisan 1 menit per anak berjalan sinkron dengan penyelesaian tugas tertulis mandiri kelas?
- Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh pada 6 TP yang diujikan dalam Asesmen Sumatif Bab 7 ini?
- Aspek kompetensi manakah (menyimak, membaca fasih, membaca pemahaman, berbicara, atau menulis berkonjungsi) yang memerlukan penguatan remedial di bab berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif tadi (menyimak lagu, membaca kata, menjawab teks, berbicara di meja guru, atau menulis paragraf) yang paling lancar kamu kerjakan?
- Apakah kamu merasa puas dengan caramu menyampaikan pendapat dan menuliskan asal-usul keluargamu hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 7 Asal-Usul
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Halaman 152-154
- Rekaman audio/lagu 'Nenek Moyangku' ciptaan Ibu Soed
- Lembar Kerja Siswa identifikasi isi teks aural bait awal lagu
- Rekaman audio lagu anak 'Nenek Moyangku' ciptaan Ibu Soed
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Isi Teks Aural Lagu 'Nenek Moyangku'
- Perangkat pengeras suara (speaker) dan pemutar audio
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023, Bab VII Asal-Usul)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023, Halaman 158-159 Teks 'Nenek Moyang Kita')
- Kartu kata bertuliskan: migrasi, leluhur, purba, buyut, merantau, samudra
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023), Bab 7: Asal-Usul.
- Kartu kata dan lembar bacaan kalimat bertema asal-usul bangsa Indonesia.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD Bab 7 'Asal-Usul', Kemendikbudristek 2023, teks 'Nenek Moyang Kita' hlm. 158
- Lembar Kerja Siswa 'Detektif Informasi Cetak'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 7 Asal-Usul teks 'Kerja Sama yang Baik'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Menemukan Informasi Rinci Teks Cetak
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab VII Asal-Usul, Halaman 169–170 (Teks 'Batik Besurek')
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab VII Asal-Usul, Halaman 204 & 221
- Lembar teks cetak 'Batik Besurek' dan Lembar Kerja 'Detektif Jejak Budaya'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV Bab 7
- Kartu frasa pemantik dan kata kunci bertema asal-usul keluarga buatan guru
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV Bab 7
- Kartu visual ilustrasi bahasa tubuh dan gestur berbicara
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021/2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021/2023, Bab 7 Halaman 166-168
- Papan tulis, kartu kata penghubung ('Oleh karena itu', 'Akibatnya', 'Namun', 'Akan tetapi'), dan lembar kerja latihan mandiri
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD
- Kartu latihan kalimat bertema budaya dan asal-usul
- Papan tulis dan spidol
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD Bab 7 Halaman 160
- Catatan hasil wawancara murid dengan orang tua tentang asal-usul keluarga
- Lembar draf menulis bergaris
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Halaman 160
- Contoh teks model 3 paragraf tentang asal-usul keluarga dan tempat tinggal
- Kartu bergambar pemicu kalimat dan lembar kerja menulis bergaris
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek (Bab 7: Asal-Usul).
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis Bab 7 (berisi teks aural lagu, teks bacaan cetak, dan rubrik tugas menulis).
- Kartu Uji Lisan Membaca Tiga Kata Baru ('migrasi', 'leluhur', 'khatulistiwa').
- Pemutar audio dan berkas audio lagu 'Nenek Moyangku'.
|