Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Memahami Makna Puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Memahami Makna Puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Memahami Makna Puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini'

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Memahami Makna Puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMemahami Makna Puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini' dengan intonasi yang tepat dan mengidentifikasi kata-kata bermakna kias di dalamnya.
  2. Murid dapat menjelaskan makna dan pesan dari puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini' yang bertemakan bentang alam Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat sungai secara langsung? Apa yang kalian rasakan saat melihatnya?
  2. Bagaimana cara penulis puisi mengungkapkan perasaan tentang alam — apakah sama dengan cara kita menulis cerita biasa?
  3. Menurutmu, mengapa seorang penulis memilih kata-kata yang tidak langsung (kias) untuk menggambarkan alam dalam puisi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak murid duduk dengan nyaman (2 menit).
  • Guru memulai asesmen awal: guru menampilkan dua kata — 'sungai mengalir' dan 'sungai bercerita' — lalu bertanya kepada murid, 'Menurutmu, mana yang terasa seperti bahasa puisi? Mengapa?' Murid menjawab lisan secara singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan meminta beberapa murid merespons secara lisan untuk membangun rasa ingin tahu (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membaca dua puisi tentang bentang alam Indonesia dengan intonasi tepat, menemukan kata-kata kias, lalu menjelaskan makna dan pesan kedua puisi tersebut (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan puisi 'Sungai' dengan intonasi ekspresif sambil murid menyimak dan mengikuti teks di buku masing-masing. Guru memberi jeda di beberapa baris untuk memperlihatkan cara mengatur napas dan nada (5 menit).
  • Murid membaca puisi 'Sungai' secara bergantian (beberapa murid ditunjuk sukarela atau bergiliran per baris) dengan bimbingan intonasi dari guru (3 menit).
  • Guru dan murid bersama-sama membaca puisi 'Dahulu dan Kini' dengan teknik 'baca bersama' — guru memimpin nada, murid mengikuti (3 menit).
  • Guru menjelaskan konsep 'kata bermakna kias': kata yang tidak diartikan secara harfiah, melainkan menyiratkan makna lain. Guru memberi contoh dari baris puisi yang baru dibaca, misalnya 'air mengalir membawa cerita' (cerita bukan benar-benar dibawa air, melainkan kiasan perjalanan waktu) (4 menit).
  • Murid diminta memberi tanda (lingkaran atau garis bawah) pada kata-kata yang mereka duga bermakna kias dalam kedua puisi secara mandiri (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan. Setiap pasang mendiskusikan 2–3 kata kias yang sudah mereka tandai: apa makna harfiahnya, dan apa makna yang dimaksud penulis dalam konteks puisi? Pasangan mencatat hasil diskusi di lembar kerja sederhana (7 menit).
  • Setiap pasang memilih satu baris puisi favoritnya dan menjelaskan secara lisan kepada pasangan lain di dekatnya: 'Baris ini maknanya adalah… dan pesannya kepada pembaca adalah…' (5 menit).
  • Guru berkeliling memantau diskusi, memberi umpan balik singkat, dan mencatat murid yang perlu bantuan tambahan (formatif proses). Guru mengajukan pertanyaan pendalaman seperti 'Mengapa penulisnya tidak langsung bilang sungai itu kotor? Apa yang ingin ia sampaikan?' (3 menit).
  • Perwakilan 2–3 pasang menyampaikan hasil diskusi di depan kelas secara singkat. Guru dan murid lain memberikan tanggapan atau tambahan (4 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menuliskan secara mandiri di lembar refleksi: (1) Apa pesan utama dari puisi 'Sungai'? (2) Apa pesan utama dari puisi 'Dahulu dan Kini'? (3) Kata kias mana yang paling berkesan bagimu dan mengapa? (5 menit).
  • Beberapa murid (2–3 orang, sukarela) membacakan tulisan refleksinya. Guru memberikan apresiasi dan merangkum poin-poin penting yang muncul dari jawaban murid (3 menit).
  • Guru menghubungkan tema puisi (bentang alam Indonesia yang berubah) dengan kehidupan murid: 'Apakah ada tempat di sekitar kalian yang dulu berbeda dengan sekarang? Bagaimana perasaanmu tentang itu?' untuk memperdalam makna personal (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa itu makna kias dalam puisi, dan apa pesan kedua puisi yang sudah dipelajari hari ini (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: menunjuk 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan satu kata kias dari salah satu puisi dan menjelaskan maknanya (3 menit).
  • Murid mengisi kartu keluar (exit ticket): menulis satu kalimat yang menyatakan pesan puisi 'Sungai' atau 'Dahulu dan Kini' dengan kata-kata sendiri (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menginformasikan kegiatan pembelajaran berikutnya yang masih berkaitan dengan Bab 6 (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberikan teks puisi berukuran huruf lebih besar dengan kata-kata kias yang sudah digarisbawahi lebih dulu agar fokus pada pemahaman makna, bukan decoding teks.
  • Proses: Murid yang sudah cepat memahami diminta menemukan lebih banyak kata kias (minimal 5) dan menjelaskan hubungan antara kedua puisi dari segi tema dan pesan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berdiskusi langsung dengan guru dalam kelompok kecil selama sesi pasangan berlangsung.
  • Produk: Murid yang cepat dapat menggambarkan visualisasi salah satu bait puisi sebagai ilustrasi bermakna dan menuliskan keterangannya. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan lembar kerja identifikasi 2 kata kias beserta maknanya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua frasa — 'sungai mengalir' (makna lugas) dan 'sungai bercerita' (makna kias) — lalu bertanya kepada murid: 'Mana yang terasa seperti bahasa puisi? Apa bedanya?' Respons lisan murid digunakan untuk mengukur pemahaman awal tentang bahasa kias sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Saat tahap Memahami: guru mengamati murid yang memberi tanda pada kata kias — apakah pilihan kata sudah menunjukkan pemahaman awal tentang makna kias, atau masih menandai kata acak.
  • Saat tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan mendengarkan diskusi pasangan — apakah murid mampu membedakan makna harfiah dan makna kias, serta mengaitkan kata kias dengan pesan puisi.
  • Guru mencatat nama murid yang membutuhkan scaffolding tambahan dan memberikan umpan balik langsung secara lisan.

Akhir:

  • Penunjukan acak 2–3 murid untuk menyebutkan satu kata kias dan menjelaskan maknanya secara lisan (dinilai menggunakan rubrik aspek 'Identifikasi Kata Kias').
  • Pengumpulan kartu keluar: murid menuliskan pesan puisi 'Sungai' atau 'Dahulu dan Kini' dengan kalimat sendiri (dinilai menggunakan rubrik aspek 'Pemahaman Pesan Puisi').

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca puisi: kesesuaian intonasi, kelancaran, dan ekspresi.
  • Pemantauan diskusi berpasangan: ketepatan murid menjelaskan makna kata kias.
  • Kartu keluar (exit ticket): murid menuliskan pesan salah satu puisi dengan kata-kata sendiri.

Sumatif:

  • Penugasan lisan singkat di penutup: murid menyebutkan dan menjelaskan satu kata bermakna kias dari puisi yang dipelajari.
  • Lembar kerja identifikasi kata kias dan penjelasan makna/pesan puisi yang dikumpulkan di akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Puisi dengan Intonasi TepatMembaca puisi dengan nada datar tanpa jeda, belum memperhatikan tanda baca atau suasana puisi.Membaca dengan beberapa variasi nada, namun intonasi belum konsisten dan kadang tidak sesuai suasana puisi.Membaca dengan intonasi yang cukup tepat, memperhatikan tanda baca, dan suasana puisi cukup tersampaikan.Membaca dengan intonasi ekspresif dan tepat, jeda natural, nada sesuai suasana puisi, dan pesan tersampaikan dengan jelas kepada pendengar.
Identifikasi Kata Bermakna KiasBelum dapat menentukan kata bermakna kias; menandai kata secara acak atau tidak menandai sama sekali.Dapat menandai 1 kata kias, namun penjelasan maknanya belum tepat atau masih menggunakan makna harfiah.Dapat mengidentifikasi 2–3 kata kias dengan benar dan menjelaskan maknanya secara kontekstual meskipun belum lengkap.Dapat mengidentifikasi 4 atau lebih kata kias dengan benar, menjelaskan makna kontekstualnya secara tepat, dan mengaitkannya dengan tema puisi.
Pemahaman Pesan PuisiBelum dapat menjelaskan pesan puisi; jawaban tidak berkaitan dengan isi puisi.Dapat menyebutkan sebagian isi puisi secara harfiah, namun belum mampu mengidentifikasi pesan yang ingin disampaikan penulis.Dapat menjelaskan pesan utama salah satu puisi dengan kalimat yang cukup jelas, meskipun penjelasannya masih umum.Dapat menjelaskan pesan utama kedua puisi secara jelas, mengaitkan pesan dengan tema bentang alam Indonesia, dan mendukung penjelasan dengan contoh baris dari puisi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil membaca puisi dengan intonasi yang setidaknya cukup tepat? Murid mana yang perlu bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah penjelasan konsep kata kias sudah cukup jelas dan contoh yang diberikan relevan dengan pengalaman murid?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan hari ini sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda secara efektif?

Refleksi Murid:

  • Kata kias mana dari kedua puisi yang paling kamu sukai? Mengapa kata itu berkesan bagimu?
  • Setelah membaca puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini', apa yang kamu pikirkan tentang kondisi alam di sekitar tempat tinggalmu?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang menurutmu paling mudah, dan bagian mana yang masih terasa sulit?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV 'Lihat Sekitar' (Edisi Revisi) — teks puisi 'Sungai' dan 'Dahulu dan Kini' pada Bab 6 'Satu Titik'.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IV 'Lihat Sekitar' (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab VI halaman 185.
  3. Lembar kerja murid: tabel identifikasi kata kias (kolom: kata kias — makna harfiah — makna dalam puisi).
  4. Kartu keluar (exit ticket): kertas kecil untuk murid menuliskan pesan puisi dengan kalimat sendiri.
  5. Papan tulis atau kertas tempel untuk menampilkan baris-baris puisi pilihan selama diskusi kelas.
  6. Gambar/foto bentang alam Indonesia (opsional, sebagai media visual pembuka untuk membangun konteks sebelum membaca puisi).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.