Modul AjarPertemuan 12Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Jurnal Membaca: Merefleksikan Teks Bertema Bentang Alam Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Jurnal Membaca: Merefleksikan Teks Bertema Bentang Alam Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Jurnal Membaca: Merefleksikan Teks Bertema Bentang Alam Indonesia

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Jurnal Membaca: Merefleksikan Teks Bertema Bentang Alam Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikJurnal Membaca: Merefleksikan Teks Bertema Bentang Alam Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca teks sastra atau informasi pilihan bertema bentang alam Indonesia dan menuliskan catatan jurnal tentang isi serta pesan yang dipahami.
  2. Murid dapat menuliskan pendapat pribadi tentang teks yang dibaca menggunakan kosakata baru dengan makna denotatif dalam jurnal membaca.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat gunung, pantai, atau danau secara langsung atau di gambar? Apa yang paling berkesan bagimu?
  2. Jika kamu membaca cerita tentang bentang alam Indonesia, pesan apa yang kira-kira ingin disampaikan penulisnya?
  3. Bagaimana cara kita mengungkapkan pendapat tentang sebuah teks yang kita baca agar orang lain bisa memahami pikiranmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan: menanyakan kepada murid bentang alam Indonesia apa yang pernah mereka lihat atau baca, dan apa yang mereka ketahui tentang jurnal membaca.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk menjawab secara singkat.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membaca teks bertema bentang alam Indonesia, lalu menuliskan catatan jurnal berisi isi teks, pesan, dan pendapat pribadi menggunakan kosakata baru bermakna denotatif.
  • Guru menampilkan atau menuliskan kata-kata kunci di papan tulis: bentang alam, denotatif, jurnal membaca, pesan teks, pendapat pribadi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks pilihan bertema bentang alam Indonesia (teks sastra pendek seperti puisi atau prosa, atau teks informasi seperti deskripsi gunung/pantai/danau). Murid bebas memilih satu dari dua pilihan teks yang disediakan.
  • Murid membaca teks secara mandiri dalam hati selama ±7 menit. Guru meminta murid membaca dengan penuh perhatian dan menandai kata-kata baru yang belum mereka pahami.
  • Setelah membaca, guru memfasilitasi diskusi singkat kelas (±5 menit): 'Apa isi teks yang kamu baca? Adakah kata-kata baru yang kamu temukan?'. Beberapa murid berbagi secara sukarela.
  • Guru menjelaskan makna denotatif secara singkat menggunakan contoh dari teks: kata 'hijau' berarti warna hijau sebenarnya, bukan sesuatu yang lain. Murid diminta menemukan satu atau dua kata bermakna denotatif dari teks mereka.
  • Guru menunjukkan contoh format jurnal membaca di papan tulis: kolom Judul Teks, Isi/Ringkasan, Pesan Teks, Kata Baru, dan Pendapat Saya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengisi jurnal membaca secara mandiri di lembar kerja yang telah disiapkan guru (±15 menit). Format jurnal memuat: (1) Judul dan jenis teks, (2) Ringkasan isi teks dengan 3–5 kalimat, (3) Pesan yang dipahami dari teks, (4) Dua kata baru beserta makna denotatifnya, (5) Pendapat pribadi tentang teks menggunakan kalimat lengkap.
  • Guru berkeliling memantau proses penulisan, memberikan umpan balik lisan kepada murid yang memerlukan panduan (misalnya: 'Coba tuliskan dengan kalimatmu sendiri, bukan menyalin dari teks.').
  • Murid yang selesai lebih awal diminta menambahkan satu paragraf: 'Jika kamu bisa mengunjungi tempat dalam teks ini, apa yang ingin kamu lakukan di sana dan mengapa?'
  • Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan 'kartu panduan menulis' berisi kalimat pembuka: 'Teks ini bercerita tentang...', 'Pesan yang saya pahami adalah...', 'Menurut saya, teks ini...'.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah selesai menulis, 2–3 murid sukarela membacakan jurnal membaca mereka di depan kelas (±7 menit). Kelas diminta menyimak dan memberi satu komentar positif atau satu pertanyaan kepada pembaca.
  • Guru memandu refleksi singkat secara lisan: 'Bagian mana dari jurnalmu yang menurutmu paling baik? Bagian mana yang ingin kamu perbaiki?'
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi diri di bagian bawah lembar jurnal: 'Hari ini saya belajar bahwa...' atau 'Saya ingin memperbaiki... dalam menulis jurnal berikutnya.'
  • Guru merangkum poin penting dari sesi ini: pentingnya mencatat isi dan pesan teks, serta menggunakan kosakata yang tepat bermakna denotatif saat menyampaikan pendapat.

Penutup:

  • Guru mengajukan pertanyaan penutup kepada kelas: 'Setelah membaca teks hari ini, apa satu hal baru yang kamu ketahui tentang bentang alam Indonesia?'
  • Guru mengumpulkan lembar jurnal membaca murid sebagai bahan asesmen akhir.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dianjurkan membaca satu teks lagi bertema alam di rumah dan mencatat satu kata baru yang ditemukan.
  • Pembelajaran ditutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid disediakan dua pilihan teks: teks sastra (puisi atau prosa pendek bertema alam) dan teks informasi (deskripsi bentang alam). Murid memilih sesuai minat dan kemampuan membacanya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan 'kartu panduan menulis' dengan kalimat pembuka terstruktur. Guru memberikan umpan balik lebih intens kepada kelompok ini saat berkeliling. Murid yang sudah cepat menyelesaikan tugas diberi tantangan menulis paragraf tambahan tentang pengalaman imajiner mengunjungi tempat dalam teks.
  • Produk: Murid yang lebih percaya diri dapat menyampaikan jurnal membaca mereka secara lisan di depan kelas. Murid yang lebih nyaman berekspresi secara tertulis cukup mengumpulkan lembar jurnal tanpa presentasi wajib.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru bertanya bentang alam apa yang murid ketahui dan apa itu jurnal membaca, untuk mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesiapan belajar murid.
  • Guru mencatat murid yang sudah familiar dengan konsep jurnal membaca dan yang belum, sebagai dasar pengelompokan dukungan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat membaca teks dan menandai kata-kata baru.
  • Cek pemahaman melalui diskusi kelas: guru menilai apakah murid dapat menyebutkan isi dan pesan teks secara lisan.
  • Pemantauan kualitas tulisan jurnal selama proses berlangsung melalui kunjungan guru ke meja murid, disertai umpan balik langsung.
  • Penilaian diri murid melalui kalimat refleksi yang ditulis di bagian bawah lembar jurnal.

Akhir:

  • Penilaian lembar jurnal membaca menggunakan rubrik 4 level yang mencakup dua aspek utama: (1) kemampuan menuliskan isi dan pesan teks, dan (2) kemampuan menuliskan pendapat pribadi menggunakan kosakata bermakna denotatif.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca dan menandai kata-kata baru (keterlibatan dan pemahaman awal).
  • Diskusi lisan singkat untuk mengecek pemahaman isi teks sebelum menulis jurnal.
  • Pemantauan berkeliling saat murid mengisi jurnal membaca, disertai umpan balik lisan.
  • Penilaian sejawat ringan: murid memberikan komentar positif atau pertanyaan saat temannya membacakan jurnal.

Sumatif:

  • Lembar jurnal membaca yang berisi ringkasan isi teks, pesan teks, dua kata baru bermakna denotatif beserta maknanya, pendapat pribadi, dan kalimat refleksi diri dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menuliskan Isi dan Pesan TeksMurid belum dapat menuliskan isi atau pesan teks; catatan tidak relevan dengan teks yang dibaca.Murid menuliskan isi teks secara sangat singkat (1 kalimat) dan belum mengidentifikasi pesan teks dengan jelas.Murid menuliskan ringkasan isi teks dengan 2–3 kalimat yang cukup jelas dan menyebutkan pesan teks meskipun masih sederhana.Murid menuliskan ringkasan isi teks dengan 3–5 kalimat yang jelas dan runtut, serta mengungkapkan pesan teks dengan kalimat lengkap dan tepat.
Menuliskan Pendapat Pribadi dengan Kosakata DenotatifMurid belum menuliskan pendapat pribadi, atau pendapat yang ditulis tidak berkaitan dengan teks.Murid menuliskan pendapat singkat namun belum menggunakan kosakata baru atau makna yang ditulis belum tepat denotatif.Murid menuliskan pendapat pribadi dengan kalimat yang jelas dan menyertakan satu kata baru bermakna denotatif dengan penggunaan yang tepat.Murid menuliskan pendapat pribadi yang kuat dan logis menggunakan dua atau lebih kosakata baru bermakna denotatif secara tepat dan kontekstual.
Kelengkapan Komponen JurnalMurid hanya mengisi satu atau tidak mengisi komponen jurnal sama sekali.Murid mengisi 2–3 komponen jurnal (misalnya judul dan ringkasan saja).Murid mengisi 4 dari 5 komponen jurnal dengan cukup lengkap.Murid mengisi semua 5 komponen jurnal (judul/jenis teks, ringkasan, pesan, kata baru + makna, pendapat pribadi) dengan lengkap dan rapi.
Refleksi DiriMurid tidak menuliskan kalimat refleksi diri.Murid menuliskan kalimat refleksi yang sangat umum dan tidak spesifik terhadap proses belajarnya.Murid menuliskan refleksi yang menunjukkan kesadaran tentang apa yang dipelajari atau apa yang ingin diperbaiki.Murid menuliskan refleksi yang spesifik, jujur, dan menunjukkan kesadaran mendalam tentang proses belajarnya serta langkah tindak lanjut yang ingin dilakukan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami isi dan pesan teks yang mereka baca? Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah format jurnal membaca yang disediakan cukup membantu murid, terutama yang memerlukan dukungan? Apakah perlu diubah untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh rangkaian kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan alokasi waktunya?
  • Sejauh mana murid mampu menggunakan kosakata bermakna denotatif secara tepat? Apakah perlu penguatan khusus di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa isi dan pesan utama dari teks yang kamu baca hari ini?
  • Kata baru apa yang kamu temukan, dan bagaimana kamu menggunakannya dalam jurnalmu?
  • Bagian mana dari jurnal membacamu yang menurutmu sudah bagus? Bagian mana yang ingin kamu perbaiki?
  • Apa yang ingin kamu baca lagi tentang bentang alam Indonesia setelah pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV 'Lihat Sekitar' (Edisi Revisi) — teks pilihan bertema bentang alam
  2. Teks sastra pendek (puisi atau prosa) bertema bentang alam Indonesia yang disiapkan guru
  3. Teks informasi deskriptif tentang bentang alam Indonesia (gunung, pantai, danau, sawah, hutan) yang disiapkan guru
  4. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cetak atau daring (kbbi.kemdikbud.go.id) untuk mencari makna kata
  5. Lembar Kerja Jurnal Membaca (format 5 kolom: judul/jenis teks, ringkasan isi, pesan teks, kata baru + makna denotatif, pendapat pribadi)
  6. Kartu Panduan Menulis (untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan, berisi kalimat pembuka terstruktur)
  7. Gambar atau foto bentang alam Indonesia sebagai stimulus visual di awal pembelajaran (opsional, ditampilkan di papan atau layar)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.