Modul AjarBab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 6: Satu Titik

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 4 untuk Bab 6 "Satu Titik", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 6: Satu Titik

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 6 — Satu Titik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 6 — Satu Titik
Alokasi Waktu28 JP (28 x 35 menit = 980 menit)
Jumlah Pertemuan14
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.6.1 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari teks cetak tentang bentang alam Raja Ampat
  2. TP 4.6.2 Menemukan pesan dalam teks sastra berbentuk puisi tentang bentang alam
  3. TP 4.6.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang bentang alam sabana
  4. TP 4.6.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang bentang alam dan kehidupan warganya
  5. TP 4.6.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang bentang alam
  6. TP 4.6.6 Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks tentang lingkungan alam sesuai dengan konteks

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu membaca kata yang panjang dan baru kamu lihat agar terbaca lancar?
  2. Pernahkah kamu menemukan kata baru saat membaca teks tentang tempat wisata atau alam Indonesia?
  3. Bagaimana caramu membaca kata yang panjang atau baru agar terdengar lancar dan tidak tersendat?
  4. Apakah kamu bisa langsung mengenali dan membaca kata-kata baru saat berada di dalam kalimat yang panjang?
  5. Apa yang biasanya kamu lakukan jika menemukan kata baru yang agak panjang saat membaca teks?
  6. Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu sudah bisa membaca kata-kata baru dalam paragraf secara lancar dan mandiri?
  7. Ketika membaca baris-baris puisi tentang keindahan alam, pesan atau ajakan apa yang ingin disampaikan penyair kepada kita?
  8. Bagaimana kata-kata dalam bait awal puisi membantu kita memahami pesan tentang bentang alam?
  9. Apa pesan yang ingin disampaikan penulis ketika menggambarkan terumbu karang dan laut dalam sebuah puisi?
  10. Bagaimana cara kita mengetahui pesan atau nasihat yang tersembunyi di dalam bait-bait lanjutan puisi tentang bentang alam?
  11. Apa pesan yang ingin disampaikan penulis lewat larik-larik dalam sebuah puisi tentang bentang alam?
  12. Bagaimana cara kita membedakan pesan yang tertulis jelas (tersurat) dengan pesan yang tersembunyi di balik makna kiasan (tersirat) dalam puisi?
  13. Apa yang membedakan bentang alam sabana dengan bentang alam lainnya seperti pegunungan atau laut?
  14. Bagaimana cara kita menemukan hal paling pokok atau utama yang dibicarakan dalam suatu teks bacaan cetak?
  15. Apa perbedaan antara gagasan umum dengan rincian fakta khusus dalam sebuah teks bacaan?
  16. Fakta khusus apa saja mengenai bentang alam, satwa, dan iklim yang terdapat dalam bacaan tentang sabana di Sumba?
  17. Bagaimana urutan peristiwa yang terjadi saat kita membaca kisah tentang suatu tempat?
  18. Mengapa kita perlu mengingat urutan kejadian dari awal sampai akhir saat menceritakan kembali isi bacaan?
  19. Bagaimana kehidupan sehari-hari anak-anak dan warga yang tinggal di lereng gunung berapi?
  20. Informasi apa saja yang perlu kita sampaikan saat menceritakan kembali kehidupan warga di suatu bentang alam kepada teman?
  21. Bagaimana cara kita menyusun kalimat yang tidak monoton dan berbeda-beda bentuknya saat menceritakan sebuah tempat alam yang indah?
  22. Mengapa teks tentang bentang alam menjadi lebih menarik dibaca jika kita merangkai berbagai kalimat yang beragam?
  23. Mengapa tulisan yang susunan kalimatnya selalu sama terasa membosankan saat dibaca?
  24. Bagaimana cara kita mengubah kalimat dalam teks bentang alam agar susunannya bervariasi dan enak dibaca?
  25. Apa bedanya arti kata 'sabana' yang sebenarnya di dalam kamus dengan sebutan kiasan?
  26. Bagaimana cara kita memilih kata yang tepat dan bermakna sebenarnya saat menulis tentang keindahan alam?
  27. Bagaimana kita menunjukkan pemahaman terbaik kita tentang bentang alam Indonesia yang telah kita pelajari?
  28. Mengapa kita perlu membaca kata dengan fasih dan menyampaikan informasi cerita dengan runtut?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Membaca kata-kata baru dengan fasih pada teks cetak bertema bentang alam Raja Ampat secara terbimbing — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.1 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari teks cetak tentang bentang alam Raja Ampat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus belajar hari ini, yaitu membaca kata-kata baru dengan fasih pada teks cetak bertema Raja Ampat secara terbimbing (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu kata baru: (1) 'kepulauan', (2) 'wisatawan', (3) 'biota', lalu meminta 3 orang murid membaca satu per satu untuk memetakan kesiapan membaca fasih tanpa mengeja (acuan: terbaca tepat tanpa mengeja, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak permodelan guru dalam membaca fasih teks cetak 'Raja Ampat' paragraf 1 dan 2 pada Buku Siswa, dengan penekanan pada pelafalan kata-kata baru: 'kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', dan 'biota' secara utuh dan tanpa mengeja (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi bentuk visual dan pelafalan suku kata dari 5 kata baru tersebut melalui bimbingan pemenggalan suku kata di papan tulis: ke-pu-lau-an, tu-ris, flo-ra, fau-na, bio-ta sebelum dilafalkan utuh (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berkelompok memainkan tantangan menggembirakan 'Estafet Kata Fasih': setiap murid bergiliran mengambil 1 kartu dari 5 kartu kata target yang diacak ('kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', 'biota') dan wajib membacanya dengan fasih dan lancar di hadapan guru (15 menit).
  • Secara terbimbing, murid membuka lembar teks cetak 'Raja Ampat' dan membaca kalimat-kalimat yang memuat kata-kata baru tersebut secara bergantian satu per satu di bawah pendampingan langsung guru (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan proses membaca terbimbing, mengidentifikasi kata mana yang paling menantang untuk dibaca secara fasih, serta menyadari manfaat memenggal suku kata untuk membantu membaca lancar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan cara membaca kata-kata baru secara fasih dan memberikan apresiasi atas ketekunan murid berlatih membaca kata baru tanpa mengeja (5 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir dengan meminta 2 murid perwakilan membaca ulang secara cepat daftar 5 kata target di papan tulis, lalu menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan suku kata warna-warni untuk murid yang masih mengeja, serta kartu kata teks utuh tanpa pemenggalan untuk murid yang sudah lancar.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengeja diberikan bimbingan intensif membaca per suku kata oleh guru, sedangkan murid yang sudah lancar membaca langsung dalam konteks satu kalimat utuh pada teks.
  • Produk: Unjuk kerja membaca kata baru: murid yang membutuhkan bimbingan membaca 3 dari 5 kata target secara fasih, murid mahir membaca seluruh 5 kata target secara fasih langsung dari teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca cepat 3 kartu kata baru: (1) 'kepulauan', (2) 'wisatawan', (3) 'biota'. Kriteria kesiapan: terbaca tepat tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik (acuan: kata terbaca utuh sesuai bunyi huruf baku bahasa Indonesia: ke-pu-lau-an, wi-sa-ta-wan, bio-ta).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja membaca 5 kata baru pada teks cetak 'Raja Ampat' secara terbimbing: (1) kepulauan, (2) turis, (3) flora, (4) fauna, (5) biota. Kriteria penilaian ketercapaian: murid mampu melafalkan kata secara fasih (tanpa mengeja per huruf, tanpa pengulangan, dan lancar). Acuan ketepatan: seluruh 5 kata target dilafalkan utuh sesuai bentuk kata cetak.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca fasih pada akhir sesi: Murid membaca secara cepat 5 kata baru yang ditunjuk acak oleh guru di papan tulis: (1) biota, (2) fauna, (3) kepulauan, (4) flora, (5) turis. Kriteria ketercapaian: minimal 4 dari 5 kata dibaca dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (acuan: kelima kata dibaca tepat secara lisan).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca lisan kata-kata baru pada kartu kata dan teks cetak dengan lembar observasi kefasihan membaca.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata BaruMembaca kata baru masih dengan mengeja per huruf atau per suku kata terbata-bata pada 1-2 kata dari 5 kata target ('kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', 'biota') meskipun dibimbing.Membaca 3 dari 5 kata target ('kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', 'biota') secara fasih tanpa mengeja dengan bimbingan penuh guru.Membaca 4 dari 5 kata target ('kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', 'biota') secara fasih tanpa mengeja dan tanpa pengulangan secara mandiri.Membaca seluruh 5 kata target ('kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', 'biota') secara fasih, lancar tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemodelan dan penguraian suku kata efektif membantu murid membaca kata-kata baru dengan fasih?
  • Berapa persen murid yang masih memerlukan bimbingan intensif dalam membaca kata baru tanpa mengeja?

Murid:

  • Kata baru mana yang menurutmu paling mudah dan paling sulit dibaca dengan fasih hari ini?
  • Apa yang membantumu bisa membaca kata-kata baru tersebut secara lancar tanpa mengeja?

Pertemuan 2 — Membaca kata-kata baru dengan fasih dalam kalimat teks bentang alam Raja Ampat secara berpasangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.1 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari teks cetak tentang bentang alam Raja Ampat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal kefasihan membaca 5 kata baru bentang alam pada kartu kata: 'kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', 'biota' (acuan kefasihan: dibaca langsung tanpa mengeja per huruf, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, dan pelafalan suku kata tepat) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata baru tersebut secara fasih dan lancar di dalam kalimat teks bentang alam Raja Ampat bersama teman sebangku (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak guru memodelkan cara membaca kalimat cetak bertema bentang alam Raja Ampat yang memuat kata baru dengan fasih tanpa terputus-putus pada kata target (5 menit).
  • Murid bersama-sama membaca serentak 5 kalimat contoh di papan tulis yang memuat kata-kata target: (1) Raja Ampat merupakan wilayah kepulauan di Papua Barat; (2) Banyak turis datang menyelam di Misool; (3) Hutan tropis menyimpan aneka flora langka; (4) Burung cenderawasih adalah fauna khas Papua; (5) Terumbu karang menjadi rumah biota laut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan 'Tantangan Kartu Estafet Baca': tiap pasangan menerima lembar bertuliskan 5 kalimat teks bentang alam Raja Ampat, lalu secara bergantian membaca kalimat tersebut dengan target membaca kata baru di dalamnya secara fasih tanpa mengeja dan tanpa tersendat (15 menit).
  • Pasangan murid saling menyimak dan memeriksa kefasihan membaca pasangannya menggunakan lembar ceklis sederhana untuk 5 kata target: kepulauan, turis, flora, fauna, dan biota pada kalimat yang dibaca (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya mengidentifikasi kata mana yang paling lancar dibaca dan kata mana yang tadi sempat tersendat saat dibaca di dalam kalimat (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bahwa melatih membaca kata baru di dalam kalimat berulang-ulang membuat bacaan menjadi fasih dan lancar (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan serta menutup pelajaran dengan salam dan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar teks kalimat dengan pemenggalan suku kata samar pada kata target untuk pasangan yang masih terbata-bata, dan kalimat kompleks tanpa bantuan tanda pemenggal bagi pasangan yang sudah lancar.
  • Proses: Pasangan yang butuh bimbingan membaca kalimat secara bergantian per klausa dengan pendampingan guru, sedangkan pasangan yang mahir membaca bergantian langsung satu teks utuh.
  • Produk: Semua murid menunjukkan kefasihan membaca lisan 5 kata target dalam kalimat, dengan catatan lembar ceklis saling-amati antar-teman.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes membaca lisan diagnostik: murid membaca 5 kartu kata tunggal bentang alam satu per satu: (1) kepulauan, (2) turis, (3) flora, (4) fauna, (5) biota. Guru mencatat kesiapan murid (acuan ketercapaian: kata dibaca langsung tanpa mengeja suku kata satu per satu, tanpa pengulangan koreksi diri, dan jeda ragu tidak melebihi 3 detik).

Proses:

  • Observasi keterbacaan fasih berpasangan saat murid membaca 5 kalimat target pada lembar kerja: (1) 'Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang sangat luas.', (2) 'Para turis mengagumi kejernihan air laut Raja Ampat.', (3) 'Hutan Misool memiliki keanekaragaman flora yang masih terjaga.', (4) 'Kuskus dan burung cenderawasih merupakan fauna yang dilindungi.', (5) 'Kita wajib menjaga kelestarian biota laut di perairan Papua.' (acuan ketercapaian: kelima kata target—kepulauan, turis, flora, fauna, biota—dibaca dengan fasih tanpa terhenti mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tepat pelafalannya dalam konteks kalimat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/kefasihan akhir: tiap murid membaca 1 kalimat acak terpilih yang memuat kata baru di depan pasangan/guru (acuan: membaca lancar kata baru target tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja membaca lisan berpasangan menggunakan lembar ceklis ketercapaian kefasihan membaca kata baru dalam kalimat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata-Kata Baru dalam KalimatMembaca kata target dalam kalimat dengan mengeja huruf demi huruf atau terbata-bata pada lebih dari 3 kata target dari total 5 kata (kepulauan, turis, flora, fauna, biota).Membaca 2 hingga 3 kata target dari total 5 kata (kepulauan, turis, flora, fauna, biota) dalam kalimat secara fasih tanpa mengeja, namun masih tersendat atau mengulang pada kata lainnya.Membaca 4 hingga 5 kata target (kepulauan, turis, flora, fauna, biota) dalam kalimat secara fasih tanpa mengeja dan tanpa tersendat dengan sedikit bantuan pengingat.Membaca seluruh 5 kata target (kepulauan, turis, flora, fauna, biota) dalam kalimat secara fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa pengulangan, secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu kegiatan membaca berpasangan cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid untuk berlatih membaca kata baru?
  • Bagaimana efektivitas pembagian pasangan murid dalam membantu teman yang masih mengeja kata-kata baru?

Murid:

  • Kata baru mana di dalam kalimat yang sudah berhasil kamu baca dengan lancar dan fasih tanpa mengeja?
  • Bagaimana perasaanmu saat berlatih membaca kalimat bersama teman sebangkumu?

Pertemuan 3 — Membaca nyaring kata-kata baru dengan fasih pada paragraf teks bentang alam Raja Ampat secara mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.1 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari teks cetak tentang bentang alam Raja Ampat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu membaca nyaring kata-kata baru secara fasih dan mandiri dalam paragraf teks bentang alam Raja Ampat (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menunjuk 5 kata target pada kartu di papan tulis satu per satu: 'kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', dan 'biota', lalu meminta murid melafalkannya secara klasikal dan acak untuk memetakan kesiapan awal membaca lancar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar teks cetak yang memuat paragraf bertema bentang alam Raja Ampat: 'Raja Ampat merupakan wilayah kepulauan yang indah di Papua Barat. Banyak turis datang untuk menikmati panorama bawah laut. Di darat dan lautannya hidup beragam jenis flora serta fauna langka. Kelestarian biota laut menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.' (5 menit).
  • Murid mencermati paragraf cetak tersebut dan menandai secara mandiri letak kelima kata target: 'kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', dan 'biota' (5 menit).
  • Guru memodelkan pembacaan nyaring paragraf tersebut dengan pelafalan kata target yang fasih (lancar, tanpa mengeja suku kata, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan tantangan membaca nyaring 'Bintang Kata Cepat': murid berlatih membaca paragraf secara mandiri di mejanya dengan target melafalkan 5 kata target secara langsung tanpa mengeja (10 menit).
  • Secara bergantian dan mandiri, setiap murid membaca nyaring paragraf teks cetak tersebut di hadapan guru atau di meja masing-masing, sementara guru mengamati kefasihan membaca kelima kata target: (1) kepulauan, (2) turis, (3) flora, (4) fauna, dan (5) biota (acuan fasih: melafalkan kata secara utuh dan tepat tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi mandiri dengan mencentang lembar cek mandiri kefasihan membaca untuk 5 kata target yang baru dibacanya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai kata yang sudah dibaca sangat lancar dan kata yang masih sempat dieja saat membaca paragraf (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya mengenali bentuk kata baru agar dapat membaca nyaring secara fasih tanpa mengeja (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kemandirian membaca nyaring murid dan mengakhiri sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Teks paragraf cetak standar memuat 5 kata target; bagi murid yang butuh bimbingan, kata target dicetak tebal (bold), sedangkan bagi murid mahir diberikan paragraf pengayaan dengan susunan kalimat lebih padat yang memuat kelima kata target tersebut.
  • Proses: Murid yang masih mengeja diberikan kesempatan membaca pemanasan per kata sebelum membaca paragraf secara utuh; murid yang sudah lancar langsung membaca mandiri secara penuh.
  • Produk: Unjuk kerja membaca nyaring kata-kata baru pada paragraf diukur berdasarkan jumlah kata target yang dilafalkan secara fasih dari total 5 kata acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca cepat 5 kartu kata target di papan tulis: (1) kepulauan, (2) turis, (3) flora, (4) fauna, (5) biota. Kriteria: murid yang membaca langsung tanpa mengeja dikelompokkan siap mandiri; murid yang mengeja per suku kata disiapkan untuk pendampingan.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja membaca nyaring paragraf secara mandiri. Guru mencatat kefasihan membaca 5 kata target: (1) kepulauan, (2) turis, (3) flora, (4) fauna, dan (5) biota. Acuan fasih: kata dilafalkan utuh, benar, tanpa mengeja suku kata, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek kefasihan mandiri di akhir kegiatan: Murid membaca ulang 1 kalimat yang memuat minimal 2 kata target yang sempat tersendat saat membaca paragraf (acuan: terbaca lancar tanpa mengeja).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring paragraf cetak secara mandiri untuk menilai kefasihan pelafalan 5 kata target baru (kepulauan, turis, flora, fauna, biota).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan membaca kata-kata baru dalam paragrafMembaca dengan fasih 1 dari 5 kata target baru (kepulauan, turis, flora, fauna, biota) dalam paragraf, masih banyak mengeja suku kata dan memerlukan bimbingan penuh.Membaca dengan fasih 2 sampai 3 dari 5 kata target baru (kepulauan, turis, flora, fauna, biota) dalam paragraf secara mandiri, kata lainnya masih dieja atau diulang.Membaca dengan fasih 4 dari 5 kata target baru (kepulauan, turis, flora, fauna, biota) dalam paragraf secara mandiri tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Membaca dengan fasih seluruh (5 dari 5) kata target baru (kepulauan, turis, flora, fauna, biota) dalam paragraf secara mandiri tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Berapa persen murid yang sudah mampu membaca nyaring kelima kata target baru dalam paragraf secara fasih dan mandiri?
  • Kata target mana yang paling sering dieja atau membuat murid tersendat saat membaca nyaring paragraf?

Murid:

  • Dari kelima kata baru (kepulauan, turis, flora, fauna, biota), kata mana yang paling lancar kamu baca?
  • Apakah kamu masih mengeja suku kata saat membaca kata baru tersebut di dalam paragraf?

Pertemuan 4 — Menemukan pesan dalam teks sastra berbentuk puisi bentang alam bait awal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.2 Menemukan pesan dalam teks sastra berbentuk puisi tentang bentang alam

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menemukan pesan dalam bait awal puisi bertema bentang alam (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 bait puisi pemantik: 'Gunung menjulang berbalut kabut / Menjaga bumi tetap subur / Rawatlah lereng jangan dituntut / Agar air terus mengucur'. Murid memilih 1 pesan yang paling tepat dari 2 pilihan yang disediakan: (A) Ajakan merawat lereng gunung agar sumber air tetap mengalir, (B) Larangan mendaki gunung saat berkabut. (Acuan jawaban benar: A) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bait pertama teks puisi 'Raja Ampatku' yang ditampilkan di papan tulis: 'Di timur nusantara titik terbentang / Gugusan pulau karang karang tenang / Laut biru jernih memantulkan terang / Menyimpan kekayaan yang tak terbilang' (5 menit).
  • Guru memodelkan cara menemukan pesan dalam bait awal puisi dengan menelaah maksud tiap baris: mengidentifikasi apa yang diceritakan dan ajakan/sikap yang terkandung, yaitu menyadari dan mensyukuri kekayaan bentang alam laut yang melimpah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu detektif pesan puisi 'Jelajah Bait Alam'. Setiap pasangan menerima lembar aktivitas berisi bait awal dari 2 puisi bentang alam dan kartu pesan pilihan (10 menit).
  • Bait 1: 'Lembah hijau menghampar luas / Sungai jernih mengalir bebas / Jangan kotori air yang lepas / Agar alam tetap bernapas'. Pasangan murid memilih pesan yang tepat dari opsi: (A) Sungai airnya deras, (B) Ajakan tidak mengotori sungai agar alam tetap lestari. (Acuan jawaban benar: B) (10 menit).
  • Bait 2: 'Bukit berbatu berdiri tegap / Pohon rindang menaungi senyap / Pelihara rimba jangan melahap / Supaya tanah tiada lenyap'. Pasangan murid menentukan pesan yang tepat dari opsi: (A) Ajakan memelihara pepohonan/rimba bukit agar tidak terjadi bencana tanah longsor, (B) Bukit berbatu sangat tinggi dan sepi. (Acuan jawaban benar: A) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap pasangan murid memeriksa kecocokan pilihan pesan mereka bersama panduan guru dan menjelaskan kata-kata kunci dalam baris puisi yang membimbing mereka menemukan pesan tersebut (5 menit).
  • Murid menyimpulkan bahwa pesan dalam bait awal puisi dapat ditemukan dengan melihat kata-kata ajakan, nasihat, atau makna keseluruhan baris yang melukiskan keadaan bentang alam (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid menemukan pesan dalam bait awal puisi dan memberikan umpan balik langsung (3 menit).
  • Guru bersama murid menutup sesi pertemuan 4 dengan doa dan salam, mengingatkan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan dilanjutkan untuk menemukan pesan pada bait puisi lanjutan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks puisi dengan kata kunci penanda pesan yang digarisbawahi; murid yang lebih cepat diberikan bait awal puisi dengan perumpamaan metafora yang lebih variatif.
  • Proses: Kerja berpasangan saling melengkapi pemahaman kata, guru berkeliling memberikan petunjuk terarah bagi pasangan yang mengalami kendala.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pesan dengan memilih kartu jawaban bergambar atau mencentang opsi jawaban pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman pesan puisi di pendahuluan: Menentukan pesan dari 1 bait awal pemantik: 'Gunung menjulang berbalut kabut / Menjaga bumi tetap subur / Rawatlah lereng jangan dituntut / Agar air terus mengucur'. Pilihan jawaban: (A) Ajakan merawat lereng gunung agar sumber air tetap mengalir; (B) Larangan mendaki gunung saat berkabut. (Acuan jawaban benar: A).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan berpasangan: ketepatan menemukan pesan pada Bait 1 (Lembah & Sungai, acuan: B - Ajakan tidak mengotori sungai agar alam tetap lestari) dan Bait 2 (Bukit & Rimba, acuan: A - Ajakan memelihara pepohonan/rimba bukit agar tidak terjadi bencana tanah longsor).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid secara mandiri menjawab 1 soal pesan bait awal puisi: 'Pantai membentang pasir memutih / Ombak berkejaran tanpa letih / Jagalah pantai tetaplah bersih / Biar moleknya tak lekas beralih'. Menentukan pesan: ajakan menjaga kebersihan pantai agar keindahannya tetap terjaga. (Kriteria penerimaan: jawaban memuat unsur ajakan menjaga kebersihan pantai/alam).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: memilih pesan yang tepat dari 1 bait pemantik (pilihan ganda 2 opsi).
  • Lembar kerja detektif pesan puisi berpasangan: mencocokkan pesan dari 2 bait awal puisi bentang alam.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Pesan Bait Awal PuisiBelum mampu menentukan pesan yang tepat dari bait awal puisi bentang alam yang disajikan (0 dari 2 butir benar).Mampu menentukan pesan yang tepat pada 1 dari 2 bait awal puisi bentang alam secara berpasangan/dengan bantuan.Mampu menentukan pesan yang tepat pada kedua bait (2 dari 2 butir benar) awal puisi bentang alam secara tepat sesuai acuan kunci.Mampu menentukan pesan pada kedua bait awal puisi secara tepat dan mandiri serta mampu menunjukkan baris kata kunci penanda pesan dalam bait tersebut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pemodelan menemukan pesan dari bait puisi dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas kerja berpasangan detektif pesan puisi?

Murid:

  • Bagian mana dari bait puisi bentang alam yang paling membantumu mengetahui pesan penyair?
  • Apakah kamu merasa senang belajar menemukan pesan puisi bersama teman pasanganmu?

Pertemuan 5 — Menemukan pesan dalam teks sastra berbentuk puisi bentang alam bait lanjutan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.2 Menemukan pesan dalam teks sastra berbentuk puisi tentang bentang alam

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang bait awal dengan bait lanjutan puisi bertema bentang alam Raja Ampat (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan satu larik bait: 'Jagalah karang tempat ikan berenang', lalu murid menjawab pesan larik tersebut (acuan: ajakan menjaga/melestarikan terumbu karang dan habitat ikan) serta guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati teks cetak bait lanjutan puisi 'Raja Ampatku' yang ditampilkan di papan tulis: Bait 2: 'Lambaian terumbu karang dan ikan / Menyapa hangat kehadiran para penyelam / Jangan kotori rumah kami yang tenang / Agar pesona laut tetap cemerlang' (7 menit).
  • Guru memandu murid membedah makna larik per larik pada bait lanjutan tersebut untuk mengidentifikasi ajakan atau amanat yang disampaikan penyair (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Pesan Bait' dengan mencocokkan 3 kartu kutipan bait lanjutan puisi dengan 3 kartu pesan yang tepat: Kartu Bait 1: 'Puncak karang menyembul tinggi / Menjaga ombak sepanjang hari / Rawatlah pulau nan asri / Agar lestari hingga nanti' -> Pesan: Kewajiban merawat kelestarian pulau karang; Kartu Bait 2: 'Pasir putih terbentang rapi / Jangan tinggalkan sampah di sini / Bersih pantai elok berseri / Senang hati siapa yang hampiri' -> Pesan: Larangan mengotori pantai dengan sampah; Kartu Bait 3: 'Ikan menari di sela karang / Mengharap tangan yang penuh sayang / Jangan dirusak jangan ditebang / Biarkan laut tetap benderang' -> Pesan: Larangan merusak terumbu karang laut (acuan: pasangan tepat Kartu Bait 1 dengan Pesan 1, Kartu Bait 2 dengan Pesan 2, Kartu Bait 3 dengan Pesan 3) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid membaca Bait 3 puisi bentang alam pada lembar kerja: 'Di bawah biru ombak bergulung / Harta karun laut tersimpan agung / Bila tangan serakah membendung / Hancurlah indahnya pulau terapung' dan menuliskan 1 rumusan pesan utama bait tersebut (acuan: ajakan untuk tidak merusak/mengeksploitasi kekayaan alam laut secara serakah agar keindahan pulau tetap terjaga) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan pesan yang ditemukan pada lembar kerja mandiri berdasarkan acuan yang telah dibahas bersama guru (5 menit).
  • Perwakilan murid menyebutkan pesan yang ditemukan dan mendiskusikan manfaat memahami pesan bait puisi bagi pembaca (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pesan moral yang ditemukan dari bait lanjutan puisi tentang menjaga kelestarian bentang alam (5 menit).
  • Murid melakukan cek pemahaman akhir dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bait lanjutan dengan kata kunci pesan yang dicetak tebal (misal: 'rawatlah', 'jangan kotori'), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks bait lanjutan tanpa penanda visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru secara terarah saat merumuskan pesan, sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan identifikasi pesan bait lanjutan secara mandiri penuh.
  • Produk: Murid dapat menuliskan pesan bait puisi dalam satu kalimat ringkas sesuai pemahaman bahasa sendiri selama maknanya sesuai dengan acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru mengajukan 1 pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika dalam puisi ada larik: Jagalah karang tempat ikan berenang, apa pesan larik tersebut?' (acuan jawaban: ajakan untuk menjaga atau merawat terumbu karang dan tempat hidup ikan).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan 3 kartu kutipan bait lanjutan puisi dengan kartu pesan pada aktivitas Detektif Pesan Bait (acuan: Kartu Bait 1 = merawat kelestarian pulau karang; Kartu Bait 2 = larangan mengotori pantai dengan sampah; Kartu Bait 3 = larangan merusak terumbu karang).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri membaca Bait 3 puisi bentang alam untuk menemukan pesan bait (acuan jawaban: pesan larangan bersikap serakah dan kewajiban menjaga kekayaan/keindahan laut pulau terapung agar tidak hancur).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: Murid menjawab pertanyaan guru: 'Apa pesan utama yang kamu temukan dari bait lanjutan puisi bentang alam hari ini?' (acuan: manusia wajib menjaga, merawat, dan tidak merusak keindahan serta kekayaan alam laut/pantai).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang pesan larik puisi.
  • Penilaian unjuk kerja menjodohkan kartu bait dan pesan (Detektif Pesan Bait).
  • Penilaian tes tertulis menemukan pesan bait lanjutan puisi pada lembar kerja mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan pesan dalam bait lanjutan puisi bentang alamBelum mampu menemukan pesan dalam bait lanjutan puisi bentang alam secara tepat walau telah diberi bimbingan penuh oleh guru.Mampu menemukan pesan dalam bait lanjutan puisi bentang alam dengan tepat apabila diberikan bimbingan intensif dan petunjuk kata kunci.Mampu menemukan pesan dalam bait lanjutan puisi bentang alam secara tepat dan mandiri sesuai dengan acuan.Mampu menemukan pesan dalam bait lanjutan puisi bentang alam secara tepat, mandiri, konsisten pada bait sederhana maupun kompleks, serta mampu mengaitkan pesan antar-larik pendukungnya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran dan media kartu bait efektif membantu murid menemukan pesan dalam bait lanjutan puisi?
  • Bagian mana dari langkah bimbingan pembedahan bait puisi yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari saat membaca pesan di bait lanjutan puisi bentang alam?
  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat mencari pesan atau nasihat yang ada di dalam bait puisi tadi?

Pertemuan 6 — Menemukan pesan tersurat dan tersirat dalam keseluruhan teks sastra berbentuk puisi tentang bentang alam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.2 Menemukan pesan dalam teks sastra berbentuk puisi tentang bentang alam

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan ruang kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menemukan pesan tersurat dan tersirat dalam keseluruhan puisi tentang bentang alam (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid membaca bait pemantik di papan tulis: 'Lautan luas membentang biru / Jangan buang sampah kotori airmu' lalu menjawab secara lisan apa pesan yang tertulis langsung pada bait tersebut (acuan: pesan tersurat = jangan membuang sampah mengotori laut/air) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati keseluruhan teks puisi 'Raja Ampatku' yang terdiri atas 3 bait: Bait 1: 'Di timur Nusantara titik terbentang / Gugusan karang laksana untaian mutiara / Laut jernih biru membentang / Menyimpan sejuta pesona dunia'; Bait 2: 'Lambaian terumbu karang dan ikan / Menyapa hangat kehadiran para penyelam / Jangan kau rusak taman di dasar lautan / Biarkan lestari sepanjang zaman'; Bait 3: 'Jagalah mutiara bumi Papua / Agar anak cucu tetap dapat memandangnya' (5 menit).
  • Murid menyimak pemodelan guru membedakan pesan tersurat (langsung tertulis kata per kata, misalnya larik 'Jangan kau rusak taman di dasar lautan') dan pesan tersirat (makna mendalam di balik kiasan, misalnya kiasan 'untaian mutiara' dan 'jagalah mutiara bumi Papua' menyiratkan bahwa bentang alam Raja Ampat adalah kekayaan alam yang sangat berharga dan wajib dijaga kelestariannya) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan kuis cepat 'Tersurat atau Tersirat' secara menggembirakan: guru membacakan 3 kartu pesan lalu murid mengangkat kartu huruf [A] untuk tersurat atau [B] untuk tersirat: Kartu 1: 'Jangan kau rusak taman di dasar lautan' (acuan: tersurat); Kartu 2: 'Keindahan bawah laut adalah anugerah berharga yang harus kita sayangi bersama' (acuan: tersirat); Kartu 3: 'Jagalah mutiara bumi Papua' (acuan: tersurat) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja menemukan 2 pesan tersurat dan 2 pesan tersirat dari keseluruhan teks puisi 'Raja Ampatku' (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya dengan membandingkan temuannya terhadap acuan pesan tersurat dan tersirat yang dipandu guru (acuan pesan tersurat: (1) Jangan merusak taman di dasar lautan/terumbu karang, (2) Jagalah mutiara bumi Papua / jaga alam agar anak cucu dapat memandangnya; acuan pesan tersirat: (1) Bentang alam Raja Ampat merupakan kekayaan alam yang amat berharga dan patut dibanggakan, (2) Menjaga kelestarian alam bawah laut adalah kewajiban generasi kini demi kelangsungan masa depan anak cucu) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep mengenai cara merumuskan pesan tersurat dari kata-kata langsung dan pesan tersirat dari makna keseluruhan puisi (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan mengingatkan murid untuk tetap bersiap mempelajari teks nonsastra tentang bentang alam pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks puisi dengan penandaan garis bawah pada larik-larik kunci, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks puisi tanpa penandaan apa pun.
  • Proses: Murid yang belum terampil dibimbing dengan pertanyaan pemandu untuk menemukan arti kiasan, sedangkan murid yang mahir langsung merumuskan pesan tersirat secara mandiri.
  • Produk: Murid menyampaikan rumusan pesan dalam lembar isian terstruktur (memisahkan kolom bukti larik dan kolom tafsir pesan tersirat).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid membaca bait pemantik di papan tulis: 'Lautan luas membentang biru / Jangan buang sampah kotori airmu' lalu menyebutkan pesan tersurat yang ada pada bait tersebut (acuan jawaban: pesan tersurat = larangan membuang sampah yang mengotori laut/air).

Proses:

  • Kuis cepat klasikal: Murid mengklasifikasikan 3 pernyataan pesan puisi: (1) 'Jangan kau rusak taman di dasar lautan' (kunci: tersurat), (2) 'Keindahan bawah laut adalah anugerah berharga yang harus kita sayangi bersama' (kunci: tersirat), (3) 'Jagalah mutiara bumi Papua' (kunci: tersurat).
  • Pengerjaan lembar kerja mandiri: Menemukan 2 pesan tersurat dan 2 pesan tersirat dari puisi 'Raja Ampatku'. Kunci acuan pesan tersurat: (1) Larangan merusak taman di dasar lautan/terumbu karang, (2) Perintah menjaga mutiara bumi Papua agar anak cucu tetap dapat memandangnya. Kunci acuan pesan tersirat: (1) Bentang alam Raja Ampat adalah aset berharga/permata alam yang mengagumkan, (2) Pelestarian alam laut saat ini bertanggung jawab langsung terhadap kelangsungan hidup generasi mendatang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 pesan utama dari keseluruhan puisi 'Raja Ampatku' (kriteria penerimaan: rumusan memuat gagasan keindahan bentang alam Raja Ampat sekaligus ajakan/kewajiban melestarikannya bagi masa depan).

Formatif:

  • Kuis cepat 'Tersurat atau Tersirat' (3 butir pernyataan)
  • Lembar kerja menemukan 2 pesan tersurat dan 2 pesan tersirat dari keseluruhan puisi 'Raja Ampatku'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan pesan tersurat dalam teks puisi bentang alamBelum mampu menemukan pesan tersurat dalam teks puisi bentang alam sesuai acuan kunci.Menemukan 1 dari 2 pesan tersurat dalam teks puisi bentang alam sesuai acuan kunci.Menemukan 2 pesan tersurat dalam teks puisi bentang alam sesuai acuan kunci dengan bantuan guru.Menemukan 2 pesan tersurat dalam teks puisi bentang alam secara tepat dan mandiri sesuai acuan kunci.
Menemukan pesan tersirat dalam teks puisi bentang alamBelum mampu menemukan pesan tersirat di balik kiasan teks puisi bentang alam sesuai acuan kunci.Menemukan 1 dari 2 pesan tersirat di balik kiasan teks puisi bentang alam sesuai acuan kunci.Menemukan 2 pesan tersirat di balik kiasan teks puisi bentang alam sesuai acuan kunci dengan bimbingan.Menemukan 2 pesan tersirat di balik kiasan teks puisi bentang alam secara tepat dan mandiri sesuai acuan kunci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan dengan jelas antara pesan tersurat (langsung tertulis) dan tersirat (makna kiasan)?
  • Bagian mana dari langkah bimbingan pemaknaan puisi yang paling efektif membantu murid menemukan pesan tersirat secara mandiri?

Murid:

  • Apa perbedaan utama yang kamu temukan antara pesan yang tersurat dan pesan yang tersirat dalam puisi?
  • Larik puisi mana yang paling membantumu memahami pesan penting tentang menjaga keindahan alam Raja Ampat?

Pertemuan 7 — Mengidentifikasi informasi pokok dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang bentang alam sabana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang bentang alam sabana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan murid untuk membaca teks nonsastra bertema bentang alam sabana (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca satu paragraf pengantar bertema sabana di papan tulis dan memilih topik utama paragraf tersebut dari 3 opsi pilihan (acuan: topik utama adalah 'Pengertian bentang alam sabana') (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi informasi pokok dalam teks nonsastra cetak tentang bentang alam sabana (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep 'informasi pokok', yaitu gagasan inti atau hal paling penting yang menjadi inti pembahasan dalam tiap paragraf teks nonsastra cetak (5 menit).
  • Secara berpasangan, murid membaca teks nonsastra cetak berjudul 'Mengenal Sabana di Indonesia' yang terdiri atas 3 paragraf: Paragraf 1 tentang bentang alam sabana sebagai padang rumput luas beriklim kering, Paragraf 2 tentang ciri khas sabana yang memiliki pepohonan jarang dan semak belukar, dan Paragraf 3 tentang keberadaan sabana di Nusa Tenggara Timur seperti di Sumba (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan bahasa ceria 'Detektif Pokok Sabana': murid menerima kartu berisi 3 kutipan teks dan memasangkan masing-masing paragraf dengan kartu label informasi pokok yang tepat secara cepat dan tepat (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja untuk mengidentifikasi 3 informasi pokok dari teks cetak 'Mengenal Sabana di Indonesia' dengan menuliskan atau memilih rumusan informasi pokok untuk Paragraf 1, 2, dan 3 (acuan: Paragraf 1 = Sabana adalah padang rumput luas di daerah beriklim kering; Paragraf 2 = Ciri sabana ditandai oleh pohon yang tumbuh jarang dan semak belukar; Paragraf 3 = Wilayah persebaran sabana di Indonesia banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur khususnya Sumba) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil kerjanya dan membandingkan informasi pokok yang ia temukan dengan kalimat utama dalam setiap paragraf teks cetak tersebut untuk memastikan ketepatannya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa informasi pokok teks nonsastra dapat ditemukan dengan mencermati inti pembicaraan setiap paragraf bacaan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas latihan mengidentifikasi informasi pokok dan menutup pembelajaran dengan salam serta doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks nonsastra cetak dengan penandaan visual (penebalan kalimat awal) bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan pertanyaan pemandu di tiap paragraf, sedangkan murid yang mahir langsung mengidentifikasi secara mandiri dari teks utuh tanpa bantuan penanda.
  • Produk: Murid dapat mengidentifikasi informasi pokok dengan memilih dari opsi terstruktur atau menuliskan kalimat informasi pokok secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid membaca teks cuplikan singkat: 'Sabana merupakan padang rumput yang sangat luas dan diselingi oleh sedikit pohon. Wilayah ini biasanya memiliki musim kemarau yang panjang.' Murid memilih gagasan pokok teks dari 3 pilihan: (A) Musim kemarau di Indonesia, (B) Pengertian bentang alam sabana, (C) Jenis-jenis pohon langka (acuan jawaban benar: B - Pengertian bentang alam sabana).

Proses:

  • Observasi saat permainan 'Detektif Pokok Sabana' dan penilaian lembar kerja tertulis identifikasi informasi pokok pada 3 paragraf teks cetak tentang sabana (acuan jawaban: Paragraf 1 = Sabana adalah padang rumput luas di daerah beriklim kering; Paragraf 2 = Ciri sabana ditandai oleh pohon yang tumbuh jarang dan semak belukar; Paragraf 3 = Wilayah persebaran sabana di Indonesia banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur khususnya Sumba).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menjawab pertanyaan singkat: 'Apa informasi pokok yang dibahas pada paragraf ketiga teks bacaan cetak tadi?' (acuan jawaban: Persebaran sabana di Indonesia terdapat di Nusa Tenggara Timur/Sumba).

Formatif:

  • Tes tertulis objektif singkat pada asesmen awal untuk mengidentifikasi ide utama paragraf.
  • Penilaian lembar kerja mandiri pengidentifikasian 3 informasi pokok teks nonsastra cetak tentang sabana.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Informasi Pokok Teks SabanaBelum mampu mengidentifikasi informasi pokok pada teks cetak tentang sabana (0 dari 3 paragraf tepat).Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 informasi pokok pada paragraf teks cetak tentang sabana secara tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 informasi pokok pada paragraf teks cetak tentang sabana secara tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) informasi pokok pada paragraf teks cetak tentang sabana secara tepat dan mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks nonsastra cetak tentang bentang alam sabana yang disajikan mudah dipahami murid dalam menemukan informasi pokok?
  • Bagian mana dari langkah identifikasi informasi pokok yang masih dirasa membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan informasi paling pokok dari setiap paragraf yang kamu baca?
  • Langkah apa yang paling membantumu mengenali hal penting dalam teks tentang sabana tadi?

Pertemuan 8 — Mengidentifikasi rincian informasi dan fakta dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang bentang alam sabana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang bentang alam sabana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai 2 pernyataan fakta teks cetak sabana Sumba: (1) 'Bandara tempat kedatangan bernama Bandara Umbu Mehang Kunda' [Benar/Fakta]; (2) 'Pengunjung dapat naik angkutan umum langsung ke sabana' [Salah/Bukan Fakta teks, karena tidak ada angkutan umum]. Murid merespons dengan mengangkat kartu jempol atas/bawah (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi rincian informasi dan fakta spesifik dalam teks nonsastra cetak 'Bertualang di Sabana Sumba' (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca kembali teks cetak nonsastra/informasional 'Bertualang di Sabana Sumba' pada Buku Siswa secara hening dan memusatkan perhatian pada rincian data (nama tempat, kondisi alam, jenis satwa, dan persiapan pengunjung) (8 menit).
  • Guru memodelkan cara menandai rincian informasi dan fakta konkret pada paragraf teks menggunakan garis bawah, membedakan fakta detail (misal: 'gerombolan kuda mudah dijumpai saat musim kemarau karena sabana sangat kering') dari informasi umum (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana menggembirakan melalui 'Tantangan Detektif Fakta', murid berpasangan menerima lembar kerja pencarian 4 rincian fakta teks sabana: (1) Lokasi bandara kedatangan di Sumba Timur [acuan: Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu]; (2) Unsur lanskap unik Pulau Sumba [acuan: sabana, bukit kapur, dan lautan]; (3) Waktu gerombolan kuda liar aktif merumput dan mudah dijumpai [acuan: musim kemarau]; (4) Dua bekal/persiapan wajib menuju sabana Puru Kambera [acuan: kendaraan pribadi/sewaan dan air minum] (12 menit).
  • Setiap pasangan berkolaborasi memeriksa teks cetak, menuliskan kutipan rincian fakta pendukung pada lembar kerja, lalu saling mencocokkan hasil temuannya dengan pasangan lain (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan keempat rincian fakta hasil temuan dengan acuan teks bacaan untuk memastikan ketepatan bukti tekstual yang diidentifikasi (5 menit).
  • Murid merefleksikan bagaimana mencermati rincian fakta dalam teks nonsastra cetak membantu mereka memahami kondisi nyata suatu bentang alam secara terperinci dan akurat (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 rincian fakta utama yang berhasil diidentifikasi dari teks cetak 'Bertualang di Sabana Sumba' (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketelitian murid menemukan fakta dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks cetak dengan penanda nomor baris atau cetak tebal kata kunci bagi murid yang membutuhkan scaffolding pelacakan informasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan nomor paragraf letak fakta berada, sedangkan murid yang cepat ditantang mengidentifikasi 2 fakta tambahan (misal: provinsi letak Pulau Sumba [NTT] dan nama destinasi sabana lain di sekitar Puru Kambera).
  • Produk: Format penulisan rincian fakta dapat berupa tabel isian singkat berpasangan maupun penandaan langsung dengan stabilo pada lembar teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran memverifikasi 2 pernyataan fakta teks cetak sabana Sumba: (1) Pernyataan: 'Bandara kedatangan bernama Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu' (Acuan: Benar/Fakta teks); (2) Pernyataan: 'Pengunjung dapat dengan mudah menemukan angkutan umum dan warung makan di sabana' (Acuan: Salah/Bukan Fakta teks, karena tidak ada angkutan umum dan tidak ada warung sehingga harus bawa bekal sendiri).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja pencarian rincian fakta teks 'Bertualang di Sabana Sumba' dengan 4 target butir: (1) Nama bandara kedatangan (Acuan: Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu); (2) Bentuk lanskap Pulau Sumba (Acuan: sabana, bukit kapur, dan lautan); (3) Waktu gerombolan kuda aktif merumput (Acuan: musim kemarau); (4) Persiapan/bekal penting pengunjung (Acuan: kendaraan pribadi/sewaan dan bekal air minum).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: murid menyebutkan secara tepat 1 rincian fakta mengapa kuda liar Sumba lebih aktif merumput pada musim kemarau berdasarkan teks cetak (Acuan: karena pada musim kemarau sabana sangat kering sehingga kuda-kuda aktif merumput mencari makan).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal mengenai kebenaran 2 pernyataan fakta teks.
  • Penilaian kinerja pengisian lembar kerja identifikasi 4 rincian fakta teks nonsastra sabana.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Rincian Informasi dan Fakta Teks SabanaMengidentifikasi 1 dari 4 rincian fakta teks cetak sabana dengan tepat sesuai acuan teks (acuan: nama bandara, lanskap Sumba, musim kuda merumput, persiapan bekal air minum/kendaraan).Mengidentifikasi 2 dari 4 rincian fakta teks cetak sabana dengan tepat sesuai acuan teks.Mengidentifikasi 3 dari 4 rincian fakta teks cetak sabana dengan tepat sesuai acuan teks secara mandiri.Mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) rincian fakta teks cetak sabana dengan tepat sesuai acuan teks secara mandiri dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi menemukan rincian fakta spesifik dalam teks nonsastra cetak sudah dipahami murid dengan jelas?
  • Bagian teks mana yang masih sulit diidentifikasi faktanya oleh murid dan memerlukan bimbingan tambahan?

Murid:

  • Fakta menarik apa yang paling kamu ingat tentang sabana di Sumba dari teks yang dibaca hari ini?
  • Bagaimana caramu membuktikan bahwa sebuah kalimat dalam teks merupakan fakta yang benar-benar tertulis?

Pertemuan 9 — Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang bentang alam berdasarkan urutan gagasan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang bentang alam dan kehidupan warganya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan 3 kalimat acak: (1) 'Siang hari kami berenang di pantai Misool', (2) 'Pagi hari kami bersiap naik perahu', (3) 'Sore hari kami pulang membawa kerang'. Murid diminta mengurutkan kejadian tersebut secara kronologis (acuan urutan benar: 2 - 1 - 3) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan berlatih menceritakan kembali isi teks bentang alam 'Bertualang di Sabana Sumba' berdasarkan urutan gagasannya (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks 'Bertualang di Sabana Sumba' di buku siswa secara seksama untuk mencermati alur gagasan bacaan (7 menit).
  • Guru memandu murid membedah 3 bagian urutan gagasan utama teks: Bagian Awal (kedatangan di Sumba dan pemandangan perbukitan sabana yang luas), Bagian Tengah (perjalanan menyusuri padang rumput dan melihat kawanan kuda liar Sumba yang sedang merumput), serta Bagian Akhir (menikmati matahari terbenam di Bukit Warinding sebelum kembali ke penginapan) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Estafet Cerita Sabana', di mana secara bergiliran antarpasangan, murid pertama menceritakan gagasan bagian awal dan tengah, lalu murid kedua menyambung gagasan bagian akhir teks berdasarkan alur bacaan (15 menit).
  • Secara mandiri atau bergiliran di hadapan kelompok/guru, murid menceritakan kembali seluruh isi teks bentang alam 'Bertualang di Sabana Sumba' secara utuh mencakup gagasan awal, tengah, dan akhir tanpa tertukar urutannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan kemudahan dan kendala dalam mengingat urutan gagasan saat menceritakan kembali isi teks (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan kembali isi teks secara runtut memudahkan pendengar memahami peristiwa bentang alam dari awal hingga akhir (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kelancaran murid bercerita dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan 3 kata kunci urutan ('Pertama/Awal', 'Kemudian/Tengah', 'Akhirnya/Akhir'); murid mahir menceritakan kembali tanpa bantuan kartu kata kunci.
  • Proses: Latihan bercerita dilakukan dalam kelompok berpasangan saling menyimak sebelum unjuk kerja mandiri di depan guru.
  • Produk: Penyampaian cerita lisan berfokus pada kelengkapan dan keruntutan 3 gagasan utama (awal, tengah, akhir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan mengurutkan 3 kalimat peristiwa: (1) 'Siang hari kami berenang di pantai Misool', (2) 'Pagi hari kami bersiap naik perahu', (3) 'Sore hari kami pulang membawa kerang'. (Acuan jawaban benar: urutan 2 - 1 - 3 berdasarkan kronologi waktu pagi, siang, sore).

Proses:

  • Observasi saat aktivitas berpasangan dan unjuk kerja mandiri menceritakan kembali teks 'Bertualang di Sabana Sumba'. Acuan 3 gagasan yang harus diceritakan secara berurutan: (1) Awal: Kedatangan di Sumba dan melihat hamparan perbukitan sabana, (2) Tengah: Menyusuri padang rumput dan mengamati kawanan kuda liar Sumba yang merumput, (3) Akhir: Menyaksikan matahari terbenam di Bukit Warinding.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan mandiri: Murid menyebutkan urutan 3 gagasan pokok teks yang baru saja mereka ceritakan. (Acuan jawaban: Gagasan awal = kedatangan di sabana; gagasan tengah = melihat kuda liar merumput; gagasan akhir = menikmati matahari terbenam di Bukit Warinding).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali isi teks sesuai urutan gagasan (awal, tengah, akhir) menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan dan Kelengkapan Urutan Gagasan TeksMenceritakan kembali isi teks hanya memuat 1 gagasan pokok atau urutannya terbalik secara acak.Menceritakan kembali isi teks dengan memuat 2 gagasan pokok secara berurutan, namun 1 gagasan lainnya terlewat.Menceritakan kembali isi teks dengan memuat lengkap ketiga gagasan pokok (awal: tiba di sabana, tengah: melihat kuda liar, akhir: matahari terbenam di bukit) secara berurutan dengan sedikit arahan.Menceritakan kembali isi teks dengan memuat lengkap ketiga gagasan pokok (awal, tengah, akhir) secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pemodelan urutan gagasan (awal, tengah, akhir) membantu murid menyusun cerita lisan mereka?
  • Bagian mana dari teks yang paling menantang bagi murid untuk diingat urutannya saat bercerita?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat saat menceritakan kembali isi teks?
  • Apakah kamu berhasil menceritakan kejadian di Sabana Sumba dari awal sampai akhir secara berurutan?

Pertemuan 10 — Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang kehidupan warga di sekitar bentang alam secara lisan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang bentang alam dan kehidupan warganya

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menceritakan kembali isi teks bacaan tentang kehidupan warga di sekitar bentang alam secara lisan (2 menit).
  • Asesmen diagnostik awal: Guru membacakan kutipan singkat 2 kalimat dari teks Anak-Anak Merapi ('Anak-anak ini tinggal di lereng Gunung Merapi. Mereka berangkat pagi-pagi untuk piket sekolah saat udara masih dingin menggigit'), lalu meminta 2-3 murid menyebutkan 2 rincian kehidupan tokoh yang ada pada kutipan tersebut (acuan jawaban: 1) mereka tinggal di lereng Gunung Merapi, 2) mereka berangkat pagi-pagi untuk tugas piket sekolah di tengah udara dingin) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca teks narasi berjudul 'Anak-Anak Merapi' pada Buku Siswa halaman 138-139 secara mandiri (8 menit).
  • Guru memandu murid membedah 3 unsur utama kehidupan warga dalam teks menggunakan panduan tanya jawab: (1) Siapa warga/tokoh yang diceritakan dan di mana mereka tinggal? (Acuan: Yono, Panji, dan Ratna tinggal di lereng Gunung Merapi); (2) Apa kegiatan sehari-hari yang mereka lakukan? (Acuan: Berangkat sekolah pagi-pagi, berjalan beriringan melintasi jalan lereng, dan melaksanakan tugas piket kelas); (3) Bagaimana perasaan/sikap mereka tinggal dekat gunung berapi? (Acuan: Berharap Merapi baik-baik saja dan tetap waspada/terbiasa dengan kondisi alam lereng) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan 'Estafet Cerita Warga Lereng': Secara berpasangan, murid bergantian menceritakan kembali secara lisan isi teks 'Anak-Anak Merapi' yang mencakup tokoh, bentang alam tempat tinggal, kegiatan rutin, serta situasi kehidupan warga di lereng gunung secara runtut tanpa membaca teks (10 menit).
  • Praktik lisan mandiri: Murid secara bergiliran menceritakan kembali isi teks tentang kehidupan warga di lereng Merapi secara lisan di depan pasangan atau kelompok kecil, mencakup minimal 3 rincian isi teks: identitas warga/tokoh, kegiatan sehari-hari di lereng, dan respon terhadap kondisi alam sekitar (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa kelengkapan rincian cerita yang disampaikan menggunakan kartu ceklis isi teks (acuan: memuat tokoh Yono/Panji/Ratna, latar lereng Merapi, kegiatan piket/sekolah, dan sikap terhadap Merapi) (7 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan kembali isi teks tentang kehidupan warga harus memuat tokoh, lingkungan bentang alam tempat tinggal, dan aktivitas kehidupan yang nyata dialami sesuai isi teks (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap unjuk kerja lisan murid dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan melatih penulisan draf teks bentang alam, kemudian menutup pelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan 3 kata kunci isi (Tokoh: Yono dkk; Tempat: Lereng Merapi; Kegiatan: Piket/sekolah), sedangkan murid yang sudah mahir langsung menceritakan teks utuh.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan berlatih menceritakan kembali kalimat per kalimat bersama guru, sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan seluruh isi cerita secara mandiri dan utuh.
  • Produk: Semua murid menceritakan kembali secara lisan; murid yang mahir melengkapi rincian suasana pagi di lereng Merapi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru membacakan kutipan singkat: 'Anak-anak ini tinggal di lereng Gunung Merapi. Mereka berangkat pagi-pagi untuk piket sekolah saat udara masih dingin menggigit.' Murid diminta menyebutkan 2 fakta kehidupan tokoh pada kutipan. (Acuan jawaban benar: 1. Tokoh tinggal di lereng Gunung Merapi; 2. Tokoh berangkat pagi-pagi untuk piket sekolah).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kembali secara lisan saat aktivitas berpasangan. Guru mencatat ketercapaian 3 rincian pokok cerita: (1) Tokoh & bentang alam: Yono, Panji, Ratna di lereng Gunung Merapi; (2) Kegiatan warga: berangkat pagi berjalan beriringan untuk piket sekolah; (3) Sikap/kondisi warga: tetap beraktivitas waspada sambil berharap Merapi aman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menceritakan kembali 1 bagian kegiatan warga lereng Merapi yang paling berkesan dari teks. Kriteria penerimaan operasional: cerita yang disampaikan murid sesuai dengan fakta kejadian dalam teks 'Anak-Anak Merapi' (misal: berjalan beriringan saat hawa dingin menggigit atau harapan agar gunung Merapi baik-baik saja).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menceritakan kembali isi teks bacaan secara lisan menggunakan lembar observasi ketepatan dan kelengkapan isi cerita.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Ketepatan Rincian Isi Teks tentang Kehidupan WargaMenceritakan kembali isi teks dengan memuat kurang dari 2 rincian isi tentang kehidupan warga lereng Merapi dan terdapat kekeliruan fakta cerita.Menceritakan kembali isi teks dengan memuat tepat 2 rincian isi tentang kehidupan warga (tokoh dan tempat tinggal di lereng Merapi) dengan bantuan arahan guru.Menceritakan kembali isi teks secara mandiri dengan memuat 3 rincian isi pokok: tokoh & latar bentang alam (Yono/Panji/Ratna di lereng Merapi), kegiatan warga (berangkat sekolah/piket), dan kondisi/sikap warga terhadap bentang alam.Menceritakan kembali isi teks secara mandiri dan runtut dengan memuat seluruh 3 rincian isi pokok disertai rincian pelengkap (suasana pagi dingin, harapan terhadap Merapi) secara tepat sesuai isi bacaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks 'Anak-Anak Merapi' cukup memfasilitasi murid dalam memahami kehidupan warga di sekitar bentang alam gunung berapi?
  • Apakah murid dapat menceritakan kembali rincian isi teks secara lisan tanpa keluar dari isi bacaan?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita kehidupan anak-anak di lereng Gunung Merapi yang paling mudah kamu ceritakan kembali?
  • Apa hal baru yang kamu ketahui tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di dekat gunung berapi?

Pertemuan 11 — Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang bentang alam tahap penyusunan draf — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang bentang alam

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan murid untuk mulai menulis draf teks tentang bentang alam (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 2 pasang kalimat bentang alam di papan tulis, lalu meminta murid menunjukkan mana pasangan kalimat yang seragam (monoton) dan mana yang beragam. Pasangan 1: 'Pantai itu indah. Pantai itu berpasir putih.' (seragam). Pasangan 2: 'Hamparan pasir putih membentang luas di tepi pantai, sementara ombak bergulung menerpa karang.' (beragam). Murid memilih pasangan 2 sebagai contoh kalimat beragam (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun draf teks sederhana bertema bentang alam dengan menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan variasi kalimat tentang bentang alam dari guru yang memperlihatkan perbedaan kalimat tunggal pendek, kalimat dengan keterangan tempat/waktu di awal, dan kalimat gabungan sederhana (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Ubah Kalimat Seragam': guru menampilkan 3 kalimat seragam bertema bukit, lalu murid secara ceria berlomba memberikan alternatif kalimat yang bentuk susunannya berbeda namun tetap tentang bukit (contoh acuan: dari 'Bukit itu tinggi. Bukit itu hijau.' diubah menjadi 'Di kejauhan, bukit hijau menjulang tinggi membelah kabut pagi') (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memilih satu objek bentang alam yang disukai (misalnya pantai, gunung, danau, bukit, atau sabana) dan menuliskan ide pokok yang akan dituangkan ke dalam teks draf (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun draf teks sederhana bertema bentang alam sebanyak 4 sampai 6 kalimat dengan memadukan rangkaian bentuk kalimat yang beragam (bervariasi antara kalimat tunggal, kalimat yang diawali keterangan, dan kalimat majemuk setara) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali draf yang telah ditulis secara hening berkesadaran, menghitung variasi struktur kalimat yang telah dibuat, serta menandai kalimat yang susunannya masih sama atau berulang untuk diperkaya variasinya (5 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid merumuskan simpulan bahwa menyusun draf teks tentang bentang alam memerlukan variasi susunan kalimat agar tulisan menjadi hidup dan tidak membosankan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap kemandirian murid dalam menyusun draf serta menyampaikan bahwa draf ini akan disempurnakan pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan pemula berisi pilihan kata pembuka kalimat (misalnya: 'Di puncak...', 'Ketika matahari terbit...', 'Hamparan...'), sedangkan murid yang mahir memilih bentang alam dengan rincian yang lebih luas.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan bertahap dari guru dalam menyusun kalimat kedua dan ketiga agar tidak mengulang pola kalimat pertama, sementara murid mandiri langsung menyusun draf secara penuh.
  • Produk: Draf teks sederhana minimal terdiri dari 4 kalimat bagi pemula dan 6 kalimat atau lebih bagi murid yang menulis lebih cepat, dengan ketentuan seluruhnya menunjukkan keragaman bentuk kalimat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membedakan kalimat seragam dan kalimat beragam menggunakan 2 contoh tertulis di papan tulis: Pasangan 1 ('Pantai itu indah. Pantai itu berpasir putih.') dan Pasangan 2 ('Hamparan pasir putih membentang luas di tepi pantai, sementara ombak bergulung menerpa karang.'). Kriteria ketercapaian: murid tepat memilih Pasangan 2 sebagai contoh rangkaian kalimat yang beragam (acuan: Pasangan 2 memuat variasi struktur dan konjungsi, sedangkan Pasangan 1 berpola subjek-predikat yang berulang).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan pemeriksaan lembar draf teks tulisan murid selama tahap Mengaplikasi. Kriteria penerimaan operasional: draf memuat 4-6 kalimat tentang bentang alam, memuat minimal 2 variasi susunan kalimat yang berbeda (misalnya kalimat berpola dasar SP/SPO dan kalimat yang diawali frasa keterangan atau kalimat gabungan), serta gagasan fokus pada bentang alam yang dipilih.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan mandiri hasil draf teks di tahap Merefleksi dan penutup. Kriteria penilaian: draf teks telah tersusun lengkap (minimal 4 kalimat tentang bentang alam) dengan rangkaian kalimat yang tidak monoton/seragam.

Formatif:

  • Unjuk kerja penyusunan draf teks sederhana bertema bentang alam dengan fokus penilaian pada keragaman rangkaian kalimat

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keragaman Rangkaian Kalimat dalam Draf Teks Bentang AlamMenulis draf teks bentang alam dengan bentuk kalimat yang seluruhnya seragam/monoton (pola subjek dan predikat berulang tanpa variasi).Menulis draf teks bentang alam dengan mulai memunculkan 1 variasi bentuk kalimat, namun sebagian besar kalimat masih menggunakan pola susunan yang seragam.Menulis draf teks bentang alam dengan menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan sedikitnya 2 pola susunan kalimat yang berbeda) secara tepat.Menulis draf teks bentang alam dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam (memadukan 3 pola susunan kalimat atau lebih secara bervariasi dan luwes) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi mengenai cara merangkai kalimat yang beragam dapat dipahami murid dengan mudah?
  • Bagian mana dari tahap penyusunan draf teks bentang alam yang paling banyak membutuhkan bimbingan individual?

Murid:

  • Apakah draf tulisan bentang alam yang kubuat sudah menggunakan bentuk kalimat yang bervariasi?
  • Apa hal paling menarik saat aku merangkai kalimat-kalimat baru tentang bentang alam hari ini?

Pertemuan 12 — Menulis teks sederhana dengan memvariasikan rangkaian kalimat tentang bentang alam tahap penyempurnaan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang bentang alam

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada draf teks bentang alam yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal singkat: murid membaca contoh 2 kalimat monoton di papan tulis: (1) 'Bukit itu sangat hijau.' dan (2) 'Bukit itu berdiri megah di tepi pantai.' Murid diminta menuliskan 1 alternatif variasi gabungan kalimat atau perubahan struktur susunan kata (misal: membalik posisi keterangan ke depan atau menggabungkan dengan konjungsi). Kriteria penerimaan: murid mampu menyusun ulang 2 kalimat tersebut menjadi 1 kalimat bervariasi (acuan: 'Di tepi pantai, bukit hijau itu berdiri megah' atau 'Bukit itu sangat hijau dan berdiri megah di tepi pantai') (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyempurnakan draf teks bentang alam dengan memvariasikan susunan rangkaian kalimat (pendek-panjang, pembalikan letak keterangan, penggabungan kalimat) agar teks tidak monoton (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara sadar menyimak perbandingan dua paragraf deskripsi bentang alam sabana yang ditampilkan guru di papan tulis: Paragraf A (semua berstruktur Subjek-Predikat-Keterangan seragam dan pendek: 'Sabana itu sangat luas. Rumput sabana berwarna kuning. Pohon berdiri jarang di sana.') dan Paragraf B (bervariasi struktur dan panjangnya: 'Sabana terbentang sangat luas dengan hamparan rumput kuning. Di sana, pepohonan berdiri jarang menghiasi padang.') untuk memahami bagaimana keragaman rangkaian kalimat membuat teks lebih hidup (7 menit).
  • Murid menelaah 3 teknik memvariasikan kalimat pada teks: (1) Memindahkan keterangan ke awal kalimat, (2) Menggabungkan dua kalimat tunggal setara menjadi satu kalimat majemuk, dan (3) Mengombinasikan kalimat pendek yang tegas dengan kalimat berpenjelas (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan tantangan seru 'Operasi Ubah Kalimat': guru membagikan 3 kalimat bentang alam yang monoton: (1) 'Laut Raja Ampat jernih sekali.', (2) 'Terumbu karang tampak dari atas perahu.', dan (3) 'Ikan-ikan berenang di sela karang.' Murid beradu cepat memvariasikan ketiga kalimat tersebut menjadi rangkaian kalimat yang padu dan beragam di lembar tantangan (kriteria: berhasil memvariasikan minimal 2 bentuk rangkaian kalimat, acuan contoh: 'Dari atas perahu, terumbu karang tampak jelas karena laut Raja Ampat begitu jernih. Sementara itu, ikan-ikan berenang lincah di sela karang.') (10 menit).
  • Murid secara mandiri memeriksa dan menyempurnakan draf tulisan bentang alam milik sendiri yang dibuat pada pertemuan 11, memodifikasi bagian-bagian yang masih berulang polanya sehingga menghasilkan teks sederhana final (minimal 5 kalimat) dengan rangkaian kalimat yang beragam (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menandai dengan pensil warna bagian-bagian kalimat dalam teks finalnya yang berhasil diubah strukturnya (misalnya garis bawah biru untuk kalimat berawalan keterangan, garis bawah hijau untuk kalimat gabungan) untuk menyadari ragam bentuk yang telah dihasilkan (5 menit).
  • Murid menghitung dan mencatat sendiri berapa banyak variasi susunan kalimat yang berhasil ia terapkan dalam teks final penyempurnaan bentang alamnya (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bahwa memvariasikan rangkaian kalimat dalam teks membuat gambaran bentang alam menjadi lebih kaya dan menarik dibaca (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap peningkatan variasi kalimat murid serta menginstruksikan murid menyimpan draf final yang telah disempurnakan untuk pembelajaran kosakata denotatif berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kata hubung penyambung kalimat (dan, serta, tetapi, ketika, di sana), sedangkan murid yang lebih mahir diberikan draf pengayaan untuk menyusun teks dengan variasi kalimat inversi atau kalimat majemuk bertingkat.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan mengidentifikasi pengulangan struktur, guru memberikan scaffolding bertahap dengan membedah draf kalimat per kalimat; murid yang mandiri langsung bekerja menyempurnakan draf teks secara utuh.
  • Produk: Murid dengan hambatan menulis menghasilkan teks sederhana minimal 4 kalimat dengan minimal 2 variasi susunan kalimat; murid yang mahir menghasilkan teks 6-8 kalimat dengan 3 atau lebih variasi rangkaian kalimat tentang bentang alam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik variasi kalimat: Murid diminta mengubah 2 kalimat monoton ('Bukit itu sangat hijau.' dan 'Bukit itu berdiri megah di tepi pantai.') menjadi 1 kalimat bervariasi. Kriteria penerimaan: kalimat baru tidak mengulang kata subjek dan memvariasikan struktur, misalnya mengubah letak keterangan atau menggabungkan dengan konjungsi (acuan jawaban: 'Di tepi pantai, bukit hijau itu berdiri megah' ATAU 'Bukit itu sangat hijau dan berdiri megah di tepi pantai').

Proses:

  • Formatif latihan 'Operasi Ubah Kalimat': Menilai keberhasilan murid memvariasikan 3 kalimat monoton: (1) 'Laut Raja Ampat jernih sekali.', (2) 'Terumbu karang tampak dari atas perahu.', dan (3) 'Ikan-ikan berenang di sela karang.' (Acuan kriteria: murid berhasil memadukan atau memvariasikan minimal 2 dari 3 kalimat dengan mengubah letak keterangan atau menggunakan kata hubung antarklausa).
  • Formatif penyempurnaan draf mandiri: Memeriksa teks bentang alam final murid (minimal 5 kalimat) berdasarkan indikator keberagaman susunan kalimat (adanya kombinasi kalimat tunggal/majemuk atau pembalikan urutan letak keterangan/subjek).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi tertulis: Murid mencatat dan mengidentifikasi minimal 2 ragam bentuk kalimat yang berhasil ia terapkan dalam teks finalnya (kriteria penerimaan: murid menyebutkan bukti nyata kalimatnya, misalnya: 'Saya memakai kalimat keterangan di awal: Di puncak bukit...' dan 'Saya memakai kalimat gabungan: Lembah itu curam dan dialiri sungai...').

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penyempurnaan teks tertulis: ketepatan dan keragaman variasi susunan kalimat dalam teks sederhana tentang bentang alam (rubrik 4 level)
  • Cek diagnostik awal variasi penggabungan 2 kalimat di papan tulis
  • Tantangan cepat 'Operasi Ubah Kalimat' saat latihan aplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keragaman Rangkaian Kalimat dalam Teks Bentang AlamMenulis teks sederhana tentang bentang alam tetapi seluruh kalimat memiliki struktur yang sama persis (monoton Subjek-Predikat) tanpa adanya variasi susunan kalimat.Menulis teks sederhana tentang bentang alam dengan memuat 1 bentuk variasi susunan kalimat (misal: memindahkan keterangan ke depan), namun sebagian besar kalimat lainnya masih berpola seragam dengan bantuan guru.Menulis teks sederhana tentang bentang alam secara mandiri dengan memadukan 2 bentuk variasi susunan kalimat (seperti variasi letak keterangan dan penggabungan kalimat setara) sehingga rangkaian kalimat tidak monoton.Menulis teks sederhana tentang bentang alam secara mandiri dengan memadukan 3 atau lebih variasi rangkaian kalimat (kalimat pendek penegas, kalimat majemuk, dan pembalikan letak keterangan) secara padu dan mengalir di seluruh teks.
Kemandirian Tahap Penyempurnaan TeksBelum mampu menyempurnakan draf kalimat teks bentang alam secara mandiri dan membutuhkan bimbingan intensif penuh dari guru di setiap kalimat.Mampu menyempurnakan sebagian kecil kalimat pada draf setelah mendapat petunjuk langsung dan koreksi dari guru.Mampu menyempurnakan seluruh draf teks bentang alam menjadi rangkaian kalimat yang bervariasi dengan arahan umum guru.Mampu menyempurnakan seluruh draf teks bentang alam secara mandiri, konsisten mengidentifikasi dan memodifikasi kalimat yang monoton tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh pemodelan kalimat di awal cukup jelas membantu murid memahami cara memvariasikan susunan kalimat?
  • Bagian mana dari teknik variasi kalimat yang paling banyak dikuasai atau masih membingungkan murid saat menyempurnakan draf?

Murid:

  • Bagian kalimat mana dalam teks bentang alammu yang paling kamu sukai setelah diubah menjadi lebih bervariasi?
  • Apakah tulisanmu sekarang terasa lebih enak dan menarik dibaca dibandingkan draf awal pertemuan kemarin?

Pertemuan 13 — Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks tentang lingkungan alam sesuai konteks — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.6 Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks tentang lingkungan alam sesuai dengan konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan belajar yaitu menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dalam teks tentang lingkungan alam (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan 3 kata dan menanyakan makna denotatifnya: (1) sabana, (2) terumbu karang, (3) laguna; murid menjawab secara lisan (acuan: sabana = padang rumput yang luas diselingi pepohonan; terumbu karang = tumpukan kapur di laut yang dibangun oleh karang; laguna = danau air asin dekat pantai yang terpisah oleh endapan pasir atau batu karang) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati daftar 4 kosakata baru bertema lingkungan alam beserta makna denotatifnya dari KBBI: (1) sabana: padang rumput yang luas yang diselingi oleh pohon-pohon; (2) fauna: dunia hewan; (3) terumbu karang: ekosistem bawah laut yang dibentuk oleh biota karang berkapur; (4) vegetasi: kehidupan tumbuhan di suatu daerah (7 menit).
  • Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tepat Arti' dengan mencocokkan kartu kosakata dan kartu arti denotatifnya secara bergantian untuk memastikan penguasaan arti sebenarnya sebelum menulis (8 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Guru memberikan petunjuk tugas menulis mandiri: murid menyusun teks pendek (3-4 kalimat) bertema bentang alam menggunakan minimal 3 dari 4 kosakata baru (sabana, fauna, terumbu karang, vegetasi) dengan arti denotatif yang sesuai konteks (5 menit).
  • Murid secara mandiri menulis teks tentang lingkungan alam di buku tulisnya, menerapkan kosakata baru tersebut sesuai makna sebenarnya (acuan kriteria: teks membahas lingkungan alam dan kata sabana, fauna, terumbu karang, vegetasi dipakai tepat menurut definisi KBBI) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf tulisan masing-masing dengan menggunakan daftar periksa mandiri: apakah kosakata baru yang dipilih sudah bermakna denotatif (bukan kiasan) dan sesuai dengan kalimat lingkungan alam yang dibuat (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya ketepatan memilih kosakata baru bermakna denotatif agar teks tentang lingkungan alam memberikan informasi yang jelas dan tepat (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap latihan menulis hari ini dan menyampaikan gambaran asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi makna denotatif dan contoh pemakaian satu kalimat; murid mahir ditantang menggunakan seluruh 4 kosakata baru dalam teks.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru secara berkala untuk memverifikasi ketepatan makna kata sebelum dituliskan ke draf teks; murid mandiri menyelesaikan penulisan secara perorangan.
  • Produk: Teks tertulis murid berfokus pada lingkungan alam dengan jumlah pemakaian kosakata denotatif minimal 3 kata (bagi pemula) hingga 4 kata secara utuh (bagi yang mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik makna denotatif pada tahap pendahuluan untuk 3 kata: (1) sabana, (2) terumbu karang, (3) laguna. (Acuan jawaban: sabana = padang rumput yang luas diselingi pepohonan; terumbu karang = tumpukan kapur di laut yang dibangun oleh biota karang; laguna = danau air asin di tepi pantai terpisah karang/pasir).

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan murid pada tahap Mengaplikasi untuk memastikan minimal 3 dari 4 kosakata target (sabana, fauna, terumbu karang, vegetasi) diterapkan secara tepat sesuai konteks lingkungan alam dan makna denotatifnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek refleksi mandiri di akhir kegiatan dengan mencentang kesesuaian makna 3 kosakata yang dimasukkan ke dalam teks tertulis (acuan kriteria: setiap kata yang dipilih berfungsi sesuai arti kamus/literal dan tidak bermakna kiasan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis teks lingkungan alam menggunakan rubrik ketepatan pemakaian kosakata baru bermakna denotatif sesuai konteks.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosakata Baru Bermakna DenotatifBelum dapat menggunakan kosakata baru bermakna denotatif dalam teks tentang lingkungan alam, atau kata yang digunakan tidak sesuai makna sebenarnya.Menggunakan 1-2 kosakata baru bertema lingkungan alam, namun sebagian penggunaannya belum tepat sesuai makna denotatif dalam konteks kalimat.Menggunakan minimal 3 kosakata baru (dari pilihan: sabana, fauna, terumbu karang, vegetasi) dengan tepat sesuai makna denotatif dan konteks kalimat tentang lingkungan alam.Menggunakan seluruh 4 kosakata baru (sabana, fauna, terumbu karang, vegetasi) dengan tepat sesuai makna denotatif dan konteks kalimat tentang lingkungan alam secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan makna denotatif (makna sebenarnya) dari makna kiasan saat menyusun kalimat tentang lingkungan alam?
  • Bagian mana dari bimbingan menulis kosakata denotatif yang masih memerlukan penguatan bagi murid yang kesulitan?

Murid:

  • Kosakata baru apa saja yang sudah berhasil aku gunakan dengan arti sebenarnya dalam tulisanku hari ini?
  • Apa hal yang paling menantang bagiku saat memasukkan kata-kata baru tersebut ke dalam kalimat tentang lingkungan alam?

Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.1 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari teks cetak tentang bentang alam Raja Ampat
  • TP 4.6.2 Menemukan pesan dalam teks sastra berbentuk puisi tentang bentang alam
  • TP 4.6.3 Mengidentifikasi informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang bentang alam sabana
  • TP 4.6.4 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang bentang alam dan kehidupan warganya
  • TP 4.6.5 Menulis teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam tentang bentang alam
  • TP 4.6.6 Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks tentang lingkungan alam sesuai dengan konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan presensi (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 6 serta alur kerja paralel: seluruh murid mengerjakan lembar kerja tertulis terpadu, sementara giliran unjuk kerja lisan berlangsung 1 menit per murid di meja guru (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Sumatif Tertulis dan kartu teks unjuk kerja lisan, lalu menjelaskan petunjuk pengerjaan bagian analisis puisi, ekstraksi fakta sabana, penulisan deskripsi, serta prosedur panggilan membaca-bercerita di meja guru (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan tugas tertulis terpadu selama 42 menit yang mencakup: Bagian A (puisi 'Raja Ampatku' bait 1-2: menyebutkan pesan bait awal yaitu ajakan mengagumi keindahan laut jernih dan gugusan pulau karang, serta pesan keseluruhan yaitu menjaga kelestarian bentang alam karang dari kerusakan); Bagian B (teks 'Sabana Sumba': mencatat 3 butir fakta bentang alam sabana yaitu hamparan padang rumput luas beriklim kering, habitat kawanan kuda liar Sumba/sandalwood, dan perbukitan kapur hijau saat hujan namun kuning keemasan saat kemarau); serta Bagian C (menulis teks deskripsi bentang alam 1-2 paragraf dengan minimal 3 kalimat berstruktur beragam dan memuat 3 kosakata baru bermakna denotatif: 'sabana', 'vegetasi', dan 'gugusan' sesuai konteks alam) (42 menit).
  • Secara paralel dengan tugas tertulis, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk asesmen unjuk kerja lisan selama 1 menit per anak (28 murid x 1 menit = 28 menit): murid membaca nyaring 1 kalimat teks cetak Raja Ampat yang memuat kata baru 'biota', 'atoll', 'wisatawan' secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (30 detik), dilanjutkan menceritakan kembali secara lisan pokok teks bentang alam dan kehidupan warganya (menyebutkan bentang alam laut/pulau dan mata pencaharian warga sebagai nelayan pemandu wisata) dengan kata-kata sendiri secara runtut (30 detik) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis murid dan memfasilitasi murid mengevaluasi tingkat kemandirian serta ketelitian yang mereka rasakan saat menyelesaikan tugas membaca, menganalisis, menulis, dan berbicara sepanjang bab ini (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas fokus dan usaha mandiri seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen Bab 6 'Satu Titik' (2 menit).
  • Guru menutup pembelajaran bab ini dengan mengumumkan agenda bab berikutnya dan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format teks dengan cetakan huruf lebih besar bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah isi teks, butir soal, maupun kosakata target.
  • Proses: Pemberian urutan giliran unjuk kerja lisan di awal bagi murid yang membutuhkan ketenangan fokus tinggi, tanpa mengubah durasi 1 menit per murid.
  • Produk: Format ruang garis tulis yang lebih lebar pada lembar jawaban untuk murid dengan hambatan motorik halus, dengan kriteria capaian yang tetap sama persis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan kelengkapan lembar kerja sumatif sebelum pengerjaan dimulai.

Proses:

  • Observasi kepatuhan alur kerja mandiri dan ketertiban rotasi pemanggilan unjuk kerja lisan di meja guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes pemahaman teks serentak, penulisan deskripsi bentang alam, serta unjuk kerja membaca nyaring dan bercerita lisan secara paralel-rotasi: lembar kerja tertulis terpadu (analisis puisi, ekstraksi informasi sabana, dan draf teks deskripsi bentang alam bervariasi kalimat dengan kosakata denotatif) serta performa lisan terintegrasi (pelafalan fasih kata baru dan penceritaan kembali teks bentang alam)
  • tugas tertulis serentak: lembar kerja tertulis murid berisi identifikasi bait dan penjelasan pesan puisi bentang alam, catatan butir-butir fakta teks bentang alam sabana, serta teks sederhana 1-2 paragraf tentang bentang alam yang memuat variasi kalimat dan penerapan kosakata baru bermakna denotatif sesuai konteks (42 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan rubrik penilaian penulisan teks deskripsi)
  • unjuk kerja membaca dan bercerita lisan bergiliran: penampilan lisan murid dinilai 1 menit per murid secara bergantian di meja guru (30 detik membaca nyaring kalimat teks Raja Ampat memuat kata baru, 30 detik menceritakan pokok bentang alam dan kehidupan warganya dengan kata-kata sendiri) dilakukan paralel saat kelas mengerjakan tugas tertulis (28 murid x 1 menit = 28 menit) (28 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran lafal kata baru dan penceritaan kembali)

Sumatif:

  • kombinasi tes pemahaman teks serentak, penulisan deskripsi bentang alam, serta unjuk kerja membaca nyaring dan bercerita lisan secara paralel-rotasi: lembar kerja tertulis terpadu (analisis puisi, ekstraksi informasi sabana, dan draf teks deskripsi bentang alam bervariasi kalimat dengan kosakata denotatif) serta performa lisan terintegrasi (pelafalan fasih kata baru dan penceritaan kembali teks bentang alam)
  • tugas tertulis serentak: lembar kerja tertulis murid berisi identifikasi bait dan penjelasan pesan puisi bentang alam, catatan butir-butir fakta teks bentang alam sabana, serta teks sederhana 1-2 paragraf tentang bentang alam yang memuat variasi kalimat dan penerapan kosakata baru bermakna denotatif sesuai konteks (42 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan rubrik penilaian penulisan teks deskripsi)
  • unjuk kerja membaca dan bercerita lisan bergiliran: penampilan lisan murid dinilai 1 menit per murid secara bergantian di meja guru (30 detik membaca nyaring kalimat teks Raja Ampat memuat kata baru, 30 detik menceritakan pokok bentang alam dan kehidupan warganya dengan kata-kata sendiri) dilakukan paralel saat kelas mengerjakan tugas tertulis (28 murid x 1 menit = 28 menit) (28 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran lafal kata baru dan penceritaan kembali)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca kata-kata baru dengan fasih (TP 4.6.1)Membaca 3 kata baru ('biota', 'atoll', 'wisatawan') dengan mengeja huruf demi huruf dan banyak jeda ragu.Membaca 1-2 kata baru ('biota', 'atoll', 'wisatawan') secara fasih, namun kata lainnya masih dieja atau diulang.Membaca seluruh 3 kata baru ('biota', 'atoll', 'wisatawan') dalam kalimat secara fasih tanpa mengeja dengan sedikit jeda.Membaca seluruh 3 kata baru ('biota', 'atoll', 'wisatawan') dalam kalimat dengan sangat lancar, fasih seketika tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu.
Menemukan pesan puisi bentang alam (TP 4.6.2)Belum mampu menemukan pesan bait awal maupun pesan keseluruhan puisi 'Raja Ampatku' sesuai teks.Menemukan salah satu pesan (pesan bait awal tentang kekaguman keindahan pulau/laut ATAU pesan keseluruhan tentang pelestarian alam karang).Menemukan kedua pesan (pesan bait awal kekaguman keindahan laut/pulau karang DAN pesan keseluruhan menjaga kelestarian alam dari kerusakan) secara tepat sesuai acuan teks.Menemukan kedua pesan puisi (kekaguman keindahan alam dan kewajiban menjaga kelestarian) secara tepat, lengkap, dan menguraikan keterkaitan pesan kedua bait dengan jelas.
Mengidentifikasi informasi teks sabana (TP 4.6.3)Mengidentifikasi 1 fakta bentang alam sabana dari teks 'Sabana Sumba' secara tepat.Mengidentifikasi 2 fakta bentang alam sabana dari teks 'Sabana Sumba' (dari daftar acuan: padang rumput luas kering, habitat kuda liar, perubahan warna bukit kapur antarmusim).Mengidentifikasi seluruh 3 fakta bentang alam sabana dari teks 'Sabana Sumba' secara tepat sesuai daftar acuan.Mengidentifikasi seluruh 3 fakta bentang alam sabana dari teks secara tepat sesuai acuan disertai rincian kondisi lingkungan yang lengkap.
Menceritakan kembali isi teks bentang alam dan warganya (TP 4.6.4)Menceritakan kembali isi teks secara terputus-putus dan belum menyebutkan bentang alam maupun kehidupan warganya.Menceritakan kembali isi teks namun hanya memuat salah satu unsur (bentang alam laut/pulau saja ATAU kehidupan warga sebagai nelayan/pemandu wisata saja).Menceritakan kembali isi teks dengan memuat bentang alam (laut/pulau) dan kehidupan warganya (pekerjaan nelayan/pemandu wisata) dengan kata-kata sendiri secara runtut.Menceritakan kembali isi teks dengan memuat bentang alam dan kehidupan warga secara lengkap, utuh, terangkai runtut dan runtut dari awal hingga akhir dengan kata-kata sendiri.
Menulis teks sederhana dengan variasi kalimat (TP 4.6.5)Menulis teks deskripsi yang hanya tersusun atas pola kalimat tunggal yang seragam dan belum variatif.Menulis teks deskripsi dengan memuat 2 bentuk susunan kalimat yang berbeda.Menulis teks deskripsi 1-2 paragraf dengan memuat minimal 3 rangkaian susunan kalimat yang beragam secara tepat.Menulis teks deskripsi 1-2 paragraf dengan variasi rangkaian kalimat yang kaya, beragam polanya, dan mengalir padu antar-gagasan.
Penggunaan kosakata denotatif bentang alam (TP 4.6.6)Menggunakan 1 kosakata baru dalam teks tulisan namun maknanya belum sesuai konteks denotatif alam.Menggunakan 1-2 kosakata baru ('sabana', 'vegetasi', 'gugusan') tepat sesuai makna denotatif bentang alam.Menggunakan seluruh 3 kosakata baru ('sabana', 'vegetasi', 'gugusan') tepat sesuai makna denotatif dalam konteks kalimat deskripsi.Menggunakan seluruh 3 kosakata baru ('sabana', 'vegetasi', 'gugusan') dan kosakata bentang alam lainnya dengan ketepatan makna denotatif yang sempurna sesuai konteks tulisan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 28 menit untuk rotasi unjuk kerja lisan individual (1 menit per anak) berjalan efektif berdampingan dengan tugas tertulis 42 menit?
  • Bagian kompetensi manakah (membaca kata baru, analisis puisi, ekstraksi fakta, bercerita lisan, atau menulis variasi kalimat) yang sudah dikuasai mayoritas murid dengan sangat baik?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kukerjakan secara mandiri hari ini?
  • Apa yang sudah kupelajari tentang keindahan bentang alam Indonesia dan cara menceritakannya kepada orang lain?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab 6 'Satu Titik', teks cetak 'Raja Ampat'
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD
  3. Kartu kata baru bertuliskan: 'kepulauan', 'turis', 'flora', 'fauna', 'biota'
  4. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Bab 6 'Satu Titik', halaman 128-130
  5. Kartu kata baru (kepulauan, turis, flora, fauna, biota)
  6. Lembar teks kalimat bentang alam Raja Ampat dan lembar ceklis pengamatan membaca berpasangan
  7. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023
  8. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD (Bab 6: Satu Titik), Kemendikbudristek 2023
  9. Lembar cetak paragraf bacaan bentang alam Raja Ampat
  10. Kartu kata (kepulauan, turis, flora, fauna, biota)
  11. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD Bab 6
  12. Teks puisi bertema bentang alam (Raja Ampat, Lembah, Bukit, Pantai)
  13. Kartu teks bait puisi dan kartu opsi pesan
  14. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV Revisi
  15. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV Bab 6 Satu Titik
  16. Kartu kutipan bait puisi dan kartu pesan
  17. Lembar Kerja Murid (Bait Lanjutan Puisi)
  18. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek, 2023)
  19. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6 Halaman 133-134
  20. Teks Puisi 'Raja Ampatku'
  21. Kartu Kuis 'Tersurat atau Tersirat'
  22. Lembar Kerja Menemukan Pesan Puisi
  23. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV, Bab 6 'Satu Titik', Kemendikbudristek.
  24. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV, Bab 6 'Satu Titik', Kemendikbudristek.
  25. Teks cetak nonsastra 'Mengenal Sabana di Indonesia' dan kartu informasi pokok.
  26. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), teks 'Bertualang di Sabana Sumba' hlm. 137-138
  27. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV
  28. Lembar Kerja Siswa 'Detektif Fakta Sabana Sumba'
  29. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), teks 'Bertualang di Sabana Sumba'
  30. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
  31. Kartu panduan alur gagasan (Awal - Tengah - Akhir)
  32. Buku Siswa: Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 6 Halaman 138-139, Teks 'Anak-Anak Merapi'
  33. Buku Panduan Guru: Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
  34. Lembar kartu ceklis kendali isi teks (tokoh, latar bentang alam, aktivitas warga, sikap terhadap alam)
  35. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV Bab 6
  36. Foto/gambar bentang alam Indonesia (pantai, bukit, pegunungan, sabana)
  37. Lembar draf menulis murid
  38. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 2023. Buku Panduan Guru: Bahasa Indonesia – Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi).
  39. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 2023. Buku Siswa: Bahasa Indonesia – Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi).
  40. Draf teks deskripsi bentang alam hasil tulisan murid dari Pertemuan 11.
  41. Papan tulis dan lembar kerja tantangan 'Operasi Ubah Kalimat'.
  42. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV: Lihat Sekitar (Bab 6 Satu Titik)
  43. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI cetak/daring)
  44. Kartu kosakata dan kartu arti denotatif (sabana, fauna, terumbu karang, vegetasi)
  45. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023 Bab 6
  46. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023 Bab 6
  47. Lembar Kerja Sumatif Tertulis Terpadu Bab 6
  48. Kartu Bacaan Unjuk Kerja Lisan (Kalimat teks Raja Ampat dan ringkasan bahan penceritaan lisan)
  49. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.