Modul AjarPertemuan 9Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membuat Celengan sebagai Sarana Menabung

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Membuat Celengan sebagai Sarana Menabung". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Membuat Celengan sebagai Sarana Menabung

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membuat Celengan sebagai Sarana Menabung

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembuat Celengan sebagai Sarana Menabung
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memahami informasi tentang cara membuat celengan dari teks prosedur yang dibaca dengan menjawab pertanyaan isi dan mengidentifikasi urutan langkah secara tepat (elemen: Membaca dan Memirsa)
  2. Murid mampu menceritakan kembali langkah-langkah membuat celengan dengan urutan yang tepat menggunakan kata-kata sendiri dan volume/intonasi yang sesuai (elemen: Berbicara dan Mempresentasikan)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menabung? Di mana atau menggunakan apa kamu menyimpan uang tabunganmu?
  2. Jika kamu ingin membuat celengan sendiri dari barang bekas, kira-kira bahan apa saja yang kamu butuhkan dan dari mana langkahnya harus dimulai?
  3. Mengapa menurutmu penting untuk menuliskan tujuan menabung dan menempelkannya di dekat celengan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan murid siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru menampilkan gambar berbagai jenis celengan (dari tanah liat, plastik, kaleng bekas) dan bertanya secara lisan, 'Siapa yang punya celengan di rumah? Celenganmu terbuat dari apa?' Guru mencatat respons murid sebagai pemetaan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama untuk membangun koneksi dengan pengalaman murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membaca teks prosedur membuat celengan dan menceritakan kembali langkah-langkahnya.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid mengetahui apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks prosedur 'Cara Membuat Celengan dari Botol Bekas' kepada setiap murid (atau menampilkan di layar).
  • Murid membaca teks prosedur secara mandiri dalam hati selama ±5 menit. Guru mengingatkan murid untuk membaca dengan penuh perhatian dan memperhatikan setiap langkah yang tertulis. (Prinsip: Berkesadaran)
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan pemahaman: 'Apa tujuan dari teks prosedur ini?', 'Bahan apa saja yang dibutuhkan?', 'Ada berapa langkah dalam membuat celengan ini?', 'Langkah mana yang menurutmu paling penting? Mengapa?'
  • Murid menjawab pertanyaan secara lisan bergantian. Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung atas setiap jawaban.
  • Guru mengajak murid mencermati kata-kata kunci dalam teks prosedur (misalnya: siapkan, potong, lubangi, hias) dan mendiskusikan maknanya agar murid memahami kosakata baru. (Prinsip: Bermakna)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan kartu urutan langkah (strips of paper) yang berisi langkah-langkah membuat celengan yang sudah diacak. Setiap murid atau pasangan mendapat satu set kartu.
  • Murid menyusun kartu-kartu tersebut menjadi urutan yang benar sesuai teks prosedur yang telah dibaca. Kegiatan ini melatih pemahaman dan penalaran kritis. (Prinsip: Menggembirakan)
  • Setelah selesai menyusun, murid berpasangan dan saling bergantian menceritakan kembali langkah-langkah membuat celengan menggunakan kata-kata sendiri berdasarkan urutan kartu yang telah disusun. Mitra mendengarkan dan boleh mengingatkan jika ada langkah yang terlewat.
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik formatif kepada pasangan: memperhatikan ketepatan urutan, kelancaran berbicara, dan penggunaan kata-kata yang sesuai.
  • Beberapa murid (2-3 pasang) dipilih secara sukarela untuk menceritakan kembali langkah-langkah di depan kelas. Guru dan teman-teman lain memberikan apresiasi. (Prinsip: Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan merenungkan pertanyaan: 'Dari langkah-langkah membuat celengan yang kamu baca, langkah mana yang kamu rasa paling mudah dipahami dan langkah mana yang paling membingungkan?' (Prinsip: Berkesadaran)
  • Murid menuliskan jawaban refleksinya secara singkat di lembar refleksi atau buku tulis: (1) satu langkah yang paling mereka pahami, (2) satu langkah yang masih membingungkan, dan (3) satu hal yang ingin mereka coba saat membuat celengan di rumah.
  • Guru memandu diskusi singkat: murid berbagi hasil refleksi mereka. Guru meluruskan miskonsepsi tentang urutan atau langkah yang masih membingungkan. (Prinsip: Bermakna)
  • Guru menghubungkan kegiatan membuat celengan dengan pentingnya menabung dalam kehidupan nyata: 'Celengan yang kalian buat nanti adalah alat nyata untuk mencapai impian kalian. Teks prosedur yang kalian baca hari ini membantu kalian tahu cara membuatnya dengan benar.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: apa itu teks prosedur, ciri-cirinya, dan urutan langkah membuat celengan.
  • Asesmen akhir: Murid secara mandiri menuliskan 3 langkah membuat celengan (dari memori, tanpa melihat teks) dengan urutan yang benar di selembar kertas kecil (exit ticket).
  • Guru mengumpulkan exit ticket sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta membawa bahan-bahan membuat celengan dari rumah (botol bekas, gunting, cat/kertas warna) untuk kegiatan praktik berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi murid dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks prosedur dengan font lebih besar dan dilengkapi ilustrasi di setiap langkah. Untuk murid yang sudah cepat memahami, disediakan teks prosedur tambahan yang lebih kompleks (membuat celengan berbentuk hewan) sebagai tantangan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan penyusunan kartu urutan bersama guru atau teman sebaya (peer tutoring). Murid yang sudah memahami dapat langsung menceritakan kembali tanpa bantuan kartu.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menceritakan 3 langkah secara lisan dengan bantuan kartu. Murid yang sudah berkembang menceritakan semua langkah secara runtut tanpa bantuan kartu, dan dapat menambahkan alasan mengapa setiap langkah perlu dilakukan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar beberapa jenis celengan dan bertanya secara lisan: 'Siapa yang punya celengan? Terbuat dari apa celenganmu?'
  • Guru bertanya: 'Apakah kalian tahu bagaimana cara membuat sesuatu dari langkah-langkah tertulis? Pernah membaca petunjuk membuat sesuatu?' — untuk mengukur pengetahuan awal tentang teks prosedur.

Proses:

  • Observasi guru saat murid membaca teks dan menjawab pertanyaan pemahaman: apakah murid mampu menemukan informasi pokok (bahan, alat, langkah)
  • Observasi saat penyusunan kartu urutan: apakah murid mampu mengurutkan langkah-langkah dengan benar
  • Penilaian lisan berpasangan: apakah murid mampu menceritakan kembali dengan urutan dan kosakata yang tepat
  • Lembar refleksi singkat: apakah murid mampu mengidentifikasi langkah yang dipahami dan yang belum dipahami

Akhir:

  • Exit ticket individual: murid menuliskan minimal 3 langkah membuat celengan secara berurutan tanpa melihat teks — dinilai menggunakan rubrik ketepatan isi dan urutan
  • Guru menilai kemampuan bercerita kembali berdasarkan observasi selama kegiatan mengaplikasi menggunakan rubrik 4 level

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi teks prosedur: kesesuaian jawaban dengan isi teks
  • Pengamatan saat kegiatan menyusun kartu urutan langkah: ketepatan urutan dan kerja sama
  • Observasi saat bercerita berpasangan: kelancaran, ketepatan urutan, dan penggunaan kosakata yang tepat
  • Umpan balik langsung (verbal) dari guru kepada murid selama kegiatan inti berlangsung

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menuliskan 3 langkah membuat celengan dengan urutan benar secara mandiri
  • Penilaian lisan: murid menceritakan kembali langkah-langkah membuat celengan secara runtut dengan kata-kata sendiri

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami Informasi Teks Prosedur (TP 4.5.9.1)Murid belum mampu menjawab pertanyaan tentang isi teks prosedur dengan benar, dan tidak dapat mengidentifikasi bahan/alat maupun langkah-langkah dalam teks.Murid mampu menjawab 1-2 pertanyaan tentang isi teks prosedur dengan benar (misalnya menyebutkan bahan atau alat), namun belum dapat mengidentifikasi seluruh langkah secara runtut.Murid mampu menjawab sebagian besar pertanyaan tentang isi teks prosedur dengan benar dan dapat mengidentifikasi langkah-langkah secara runtut meskipun ada 1-2 langkah yang terlewat atau urutannya kurang tepat.Murid mampu menjawab semua pertanyaan tentang isi teks prosedur dengan tepat, mengidentifikasi bahan, alat, dan seluruh langkah secara runtut dan lengkap, serta mampu menjelaskan tujuan dari setiap langkah.
Menceritakan Kembali Langkah-Langkah (TP 4.5.9.2)Murid belum mampu menceritakan kembali langkah-langkah membuat celengan, atau urutan yang disampaikan acak dan tidak sesuai teks.Murid mampu menceritakan 1-2 langkah membuat celengan dengan kata-kata sendiri, namun urutan kurang tepat dan penyampaian tidak runtut.Murid mampu menceritakan sebagian besar langkah membuat celengan dengan urutan yang tepat menggunakan kata-kata sendiri, dengan volume dan intonasi yang cukup jelas meskipun masih ada jeda panjang.Murid mampu menceritakan seluruh langkah membuat celengan secara runtut dan lengkap menggunakan kata-kata sendiri, dengan volume dan intonasi yang tepat, kalimat yang jelas, dan tanpa bantuan kartu urutan.
Penggunaan Kosakata dari Teks ProsedurMurid tidak menggunakan kosakata yang relevan dari teks prosedur saat bercerita.Murid menggunakan 1-2 kata kunci dari teks prosedur (misalnya: siapkan, potong) dalam ceritanya.Murid menggunakan beberapa kata kunci dari teks prosedur dengan tepat konteks dalam ceritanya.Murid menggunakan berbagai kata kunci dari teks prosedur dengan tepat dan kontekstual, serta mampu menjelaskan makna kata tersebut bila ditanya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memahami informasi utama dalam teks prosedur? Murid mana yang masih membutuhkan dukungan tambahan?
  • Apakah kegiatan menyusun kartu urutan efektif membantu murid memahami langkah-langkah dalam teks prosedur?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)?
  • Diferensiasi apa yang perlu saya siapkan lebih matang untuk pertemuan berikutnya berdasarkan hasil exit ticket hari ini?

Refleksi Murid:

  • Dari teks prosedur yang kamu baca hari ini, langkah mana yang paling kamu ingat dan mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa menceritakan kembali semua langkah membuat celengan dengan urutan yang benar? Langkah mana yang masih perlu kamu pelajari lagi?
  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan belajar hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 5 'Bertukar dan Membayar'
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab V
  3. Teks prosedur 'Cara Membuat Celengan dari Botol Bekas' (disiapkan guru, dapat berupa fotokopi atau ditampilkan di layar)
  4. Kartu urutan langkah membuat celengan (strips of paper, disiapkan guru sebelum pembelajaran)
  5. Gambar berbagai jenis celengan (untuk asesmen awal, dapat berupa gambar cetak atau ditampilkan melalui proyektor)
  6. Lembar refleksi murid (disiapkan guru)
  7. Lembar exit ticket (kertas kecil untuk asesmen akhir)
  8. Proyektor/layar (opsional, untuk menampilkan teks dan gambar)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.