Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Nilai Uang dengan Angka dan Huruf

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 dengan topik "Menulis Nilai Uang dengan Angka dan Huruf". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4: Menulis Nilai Uang dengan Angka dan Huruf

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menulis Nilai Uang dengan Angka dan Huruf

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenulis Nilai Uang dengan Angka dan Huruf
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menulis nilai uang dengan angka dan huruf menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat.
  2. Murid mampu menggunakan kosakata baru tentang nilai mata uang untuk menulis teks sesuai konteks.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menerima uang kembalian dari warung? Berapa jumlahnya dan bagaimana cara menuliskannya?
  2. Menurutmu, apakah penulisan 'Rp5.000' dan 'lima ribu rupiah' memiliki arti yang sama? Mengapa penulisan keduanya penting?
  3. Jika kamu ingin menulis kuitansi atau catatan belanja, huruf atau angka mana yang lebih mudah dibaca? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, meminta salah satu murid memimpin doa, lalu memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan beberapa pecahan uang (gambar atau uang asli) dan meminta murid menuliskan nilainya di papan tulis; guru mengamati dan mencatat siapa yang sudah bisa/belum (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid terhadap pentingnya penulisan nilai uang yang benar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan memotivasi murid bahwa kemampuan ini berguna dalam kehidupan sehari-hari seperti menulis kuitansi, struk, dan catatan belanja (2 menit; total pendahuluan ±13 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografik tabel nilai uang (Tabel 5.1: Nilai, Bacaan, dan Posisi Angka) melalui papan tulis atau proyektor. Murid diminta mengamati dengan seksama (2 menit).
  • Guru menjelaskan kaidah penulisan nilai uang: (a) penulisan dengan angka menggunakan simbol 'Rp' tanpa spasi, titik sebagai pemisah ribuan, dan koma sebagai pemisah desimal (contoh: Rp5.000,00); (b) penulisan dengan huruf menggunakan huruf kapital hanya di awal kalimat, tidak menggunakan tanda hubung untuk bilangan di bawah dua digit, serta aturan ejaan EYD (contoh: lima ribu rupiah) (5 menit).
  • Murid mencatat 5 contoh pasangan penulisan nilai uang (angka dan huruf) di buku tulis masing-masing sambil guru menanyakan pemahaman secara lisan: 'Angka berapa yang ditulis setelah koma pada Rp10.000,00?' — kegiatan berkesadaran untuk memastikan murid aktif memproses, bukan sekadar menyalin (5 menit).
  • Guru meminta 2–3 murid membacakan hasil catatannya dan memberikan umpan balik langsung di depan kelas (3 menit; total tahap Memahami ±15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Kuitansi Kecilku': murid diminta mengisi 6 kolom kuitansi sederhana yang masing-masing berisi nilai uang dalam angka, lalu menuliskan terbilangnya dengan huruf. Nilai yang digunakan berkaitan dengan konteks nyata (harga jajanan, buku, alat tulis) agar bermakna (8 menit).
  • Setelah mengerjakan lembar kerja, murid bertukar lembar kerja dengan teman sebangku untuk saling memeriksa (peer-assessment) menggunakan kunci koreksi yang dibagikan guru. Murid memberikan tanda centang atau coretan kecil pada penulisan yang kurang tepat (5 menit).
  • Guru membahas hasil peer-assessment bersama kelas: menampilkan 2–3 contoh jawaban (yang benar dan yang perlu diperbaiki) dan mengajak murid menjelaskan letak kesalahannya. Kegiatan ini menggembirakan karena dilakukan seperti 'kuis cepat' dengan respons tepuk tangan untuk jawaban benar (5 menit; total tahap Mengaplikasi ±18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menulis 3 kalimat pendek di buku tugasnya tentang situasi nyata di mana mereka perlu menulis nilai uang dengan benar (contoh: 'Saat membayar di kantin, kasir menulis Rp3.500,00 di struk.'). Kegiatan ini menghubungkan pengetahuan baru dengan kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Guru meminta 2 murid berbagi kalimat yang mereka tulis dan memandu diskusi singkat: apakah kaidah yang dipelajari hari ini sudah diterapkan dengan benar di kalimat tersebut? (3 menit).
  • Murid mengisi kartu refleksi diri 'Apa yang Aku Pelajari Hari Ini?' dengan 3 pertanyaan: (1) Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini? (2) Bagian mana yang masih membingungkanmu? (3) Apa yang ingin kamu coba lakukan dengan ilmu ini? Guru mengumpulkan kartu sebagai bahan asesmen proses dan rencana tindak lanjut (4 menit; total tahap Merefleksi ±12 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: 'Apa saja kaidah menulis nilai uang dengan angka? Bagaimana dengan huruf?' (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal singkat mandiri — mengubah angka ke huruf dan huruf ke angka — di selembar kertas kecil yang dikumpulkan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mencatat satu transaksi belanja di rumah (misalnya belanja ke warung) dan menuliskan nilainya dalam angka dan huruf di buku tugas sebagai latihan mandiri.
  • Guru menutup pembelajaran dengan pesan singkat tentang pentingnya kejujuran dan ketelitian dalam mencatat keuangan, lalu memimpin doa penutup (2 menit; total penutup ±10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca bilangan, guru menyediakan kartu bantu bergambar pecahan uang rupiah disertai tulisan nama bilangan di bawahnya (scaffolding visual). Bagi murid yang sudah mahir, guru menyediakan soal pengayaan berupa nilai uang lebih besar (ratusan ribu hingga jutaan rupiah).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan lembar kerja berpasangan dengan teman sebaya yang dipilih guru. Murid yang cepat selesai diminta membuat contoh kuitansi mini sendiri dengan minimal 5 item belanja.
  • Produk: Sebagian besar murid mengumpulkan lembar kerja kuitansi dan soal asesmen akhir. Murid yang sudah sangat mahir dapat membuat 'daftar belanja keluarga' fiksi dalam bentuk tabel sederhana dengan kolom nama barang, harga (angka), dan harga (huruf).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar 5 pecahan uang (Rp500, Rp1.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp50.000) dan meminta murid menuliskan nilainya di papan tulis atau buku masing-masing.
  • Guru mengamati: apakah murid sudah menggunakan simbol 'Rp', titik pemisah ribuan, dan penulisan huruf yang benar. Hasil digunakan untuk memetakan kebutuhan belajar sebelum masuk materi inti.

Proses:

  • Observasi aktif saat murid mencatat contoh dan menjawab pertanyaan lisan di tahap Memahami.
  • Pemeriksaan lembar kerja kuitansi melalui peer-assessment dengan kunci koreksi; guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik langsung.
  • Kartu refleksi diri dikumpulkan; guru mencatat murid yang masih kebingungan untuk mendapat perhatian khusus di pertemuan berikutnya.

Akhir:

  • Soal asesmen akhir tertulis: 3 item — (1) Tuliskan Rp75.500,00 dengan huruf; (2) Tuliskan 'dua ratus lima puluh ribu rupiah' dengan angka; (3) Buatlah satu kalimat yang menyebutkan harga suatu barang menggunakan penulisan nilai uang yang tepat.
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada dua aspek: ketepatan kaidah penulisan angka dan ketepatan kaidah penulisan huruf.

Formatif:

  • Observasi lisan saat guru mengajukan pertanyaan di tahap Memahami (guru mencatat respons murid).
  • Peer-assessment lembar kerja kuitansi: murid saling memeriksa dan memberi koreksi dengan panduan kunci jawaban.
  • Kartu refleksi diri 'Apa yang Aku Pelajari Hari Ini?' dikumpulkan dan dibaca guru untuk mengetahui pemahaman dan kesulitan murid.

Sumatif:

  • Soal asesmen akhir: 3 soal mandiri (mengubah angka ke huruf dan huruf ke angka) dikerjakan dan dikumpulkan di akhir pertemuan.
  • Tugas rumah: mencatat satu transaksi belanja nyata dalam angka dan huruf, dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penulisan Nilai Uang dengan AngkaMurid tidak menggunakan simbol 'Rp', tidak menggunakan titik sebagai pemisah ribuan, dan tidak menggunakan koma desimal. Lebih dari 2 kesalahan kaidah.Murid menggunakan simbol 'Rp' tetapi masih salah dalam penempatan titik pemisah ribuan atau koma desimal. Terdapat 1–2 kesalahan kaidah.Murid menggunakan simbol 'Rp', titik pemisah ribuan, dan koma desimal dengan benar pada sebagian besar soal. Terdapat paling banyak 1 kesalahan minor.Murid menulis nilai uang dengan angka secara konsisten benar: simbol 'Rp' tanpa spasi, titik pemisah ribuan, koma desimal (,00) pada semua soal tanpa kesalahan.
Ketepatan Penulisan Nilai Uang dengan HurufMurid tidak dapat menuliskan nilai uang dalam bentuk huruf, atau terjadi kesalahan ejaan dan struktur bilangan yang sangat banyak sehingga maknanya tidak terbaca.Murid dapat menuliskan sebagian nilai uang dengan huruf, tetapi terdapat kesalahan ejaan atau urutan bilangan (misalnya 'lima ratus ribu' ditulis 'ratus lima ribu'). Terdapat 2 atau lebih kesalahan.Murid dapat menuliskan nilai uang dengan huruf dengan urutan bilangan yang benar dan ejaan yang sebagian besar tepat. Terdapat paling banyak 1 kesalahan ejaan minor.Murid menuliskan nilai uang dengan huruf secara lengkap, urutan bilangan benar, ejaan sesuai EYD, dan menyertakan kata 'rupiah' di akhir pada semua soal tanpa kesalahan.
Penggunaan Kosakata Nilai Mata Uang dalam TeksMurid tidak dapat membuat kalimat yang menyebutkan nilai uang, atau kalimat tidak memuat penulisan nilai uang sama sekali.Murid membuat kalimat yang menyebutkan nilai uang tetapi penulisan angka atau hurufnya tidak sesuai kaidah, atau kalimat tidak lengkap (tidak ada konteks transaksi yang jelas).Murid membuat kalimat yang menyebutkan nilai uang dengan penulisan yang sebagian besar benar dan konteks yang jelas, meskipun ada 1 kesalahan kaidah atau kosakata yang kurang tepat.Murid membuat kalimat yang lengkap, kontekstual, menggunakan kosakata mata uang dengan tepat (seperti 'harga', 'membayar', 'kembalian'), dan penulisan nilai uang sesuai kaidah sepenuhnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif selama kegiatan penjelasan dan latihan? Siapa yang tampak kesulitan dan perlu tindak lanjut?
  • Apakah contoh dan konteks yang digunakan (kuitansi, struk belanja) cukup relevan dan mudah dipahami murid kelas 4?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan ketiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) secara bermakna?
  • Apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil kartu refleksi dan soal asesmen akhir murid?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara menulis nilai uang?
  • Bagian mana yang menurutmu paling sulit — menulis dengan angka atau menulis dengan huruf? Mengapa?
  • Di mana kamu bisa menggunakan kemampuan menulis nilai uang ini dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Lihat Sekitar' Kelas IV Edisi Revisi (Kemendikbudristek) — Bab V, termasuk Tabel 5.1 Nilai, Bacaan, dan Posisi Angka
  3. Infografik tabel nilai uang (dicetak atau ditampilkan via proyektor)
  4. Lembar Kerja 'Kuitansi Kecilku' (disiapkan guru)
  5. Kartu refleksi diri 'Apa yang Aku Pelajari Hari Ini?' (disiapkan guru)
  6. Uang asli atau gambar pecahan uang rupiah (Rp500 s.d. Rp100.000) sebagai media konkret
  7. Papan tulis dan spidol/kapur
  8. Proyektor atau papan tempel (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.