Modul AjarBab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 5: Bertukar atau Membayar

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 4 untuk Bab 5 "Bertukar atau Membayar", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Bab 5: Bertukar atau Membayar

Bahasa Indonesia - Kelas 4

Bab 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 5 — Bertukar atau Membayar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 5 — Bertukar atau Membayar
Alokasi Waktu26 JP (26 x 35 menit = 910 menit)
Jumlah Pertemuan13
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.5.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural melalui fabel Ditukar dengan Apa
  2. TP 4.5.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang literasi keuangan dan sejarah uang
  3. TP 4.5.3 Menemukan informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang cara menabung
  4. TP 4.5.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kebutuhan dan keinginan dalam menabung
  5. TP 4.5.5 Menulis teks sederhana dengan kaidah kebahasaan penulisan nilai uang menggunakan angka dan huruf sesuai dengan konteks
  6. TP 4.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana berupa teks prosedur cara menabung di bank atau membuat celengan dengan rangkaian kalimat yang beragam

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya penghapus pensil tetapi ingin memiliki penggaris temanmu, apa yang biasanya kamu lakukan?
  2. Apa yang terjadi jika barang yang kamu miliki tidak diinginkan oleh orang yang memegang barang yang kamu perlukan?
  3. Ketika sistem barter di Hutan Kelayau menemui jalan buntu karena tidak semua hewan saling membutuhkan barang yang ditukar, bagaimana para hewan mencari jalan keluarnya?
  4. Mengapa ide menggunakan batu sebagai alat tukar akhirnya diganti dengan uang kayu bertuliskan angka?
  5. Kata apa saja yang baru pertama kali kalian dengar saat membicarakan tentang uang?
  6. Bagaimana caramu melatih diri agar dapat membaca kata yang panjang atau belum dikenal tanpa tersendat?
  7. Bagaimana caramu membaca kata yang panjang dalam kalimat yang memuat keterangan tambahan tanpa tersendat?
  8. Mengapa kita perlu membaca kata-kata tentang sejarah uang secara lancar dan tepat?
  9. Di mana saja biasanya orang bisa menyimpan uang tabungannya?
  10. Bagaimana cara kita menemukan tempat dan cara menabung yang tepat dari bacaan?
  11. Apa saja langkah nyata yang tertulis di buku agar uang tabungan kita cepat terkumpul?
  12. Di mana sajakah tempat menabung yang dijelaskan dalam teks beserta kelebihan masing-masing?
  13. Jika kamu memiliki uang saku lebih, apakah kamu akan langsung membeli mainan atau menabungnya untuk buku sekolah?
  14. Bagaimana caramu menyampaikan alasan secara meyakinkan dan santun saat memilih antara kebutuhan dan keinginan?
  15. Jika kamu memiliki uang saku sisa, apakah kamu akan langsung membelanjakannya untuk mainan baru atau menyisihkannya untuk membeli buku pelajaran?
  16. Bagaimana caramu menyampaikan pendapat agar teman-teman dapat mendengar dengan jelas dan yakin akan alasanmu?
  17. Bagaimana cara menulis lambang rupiah dan nominal uang belanjaanmu secara tepat menggunakan angka?
  18. Jika sebuah harga ditulis pada awal kalimat, apakah ditulis dengan angka atau huruf?
  19. Bagaimana aturan penulisan nilai uang jika posisinya berada di awal kalimat dibanding di tengah kalimat?
  20. Mengapa penulisan simbol Rp tidak boleh diberi spasi dan diakhiri dengan tanda koma serta dua angka nol?
  21. Mengapa teks petunjuk atau prosedur harus memuat bagian tujuan di awal tulisan?
  22. Apa yang terjadi jika seseorang ingin membuat celengan tetapi daftar alat dan bahannya tidak lengkap?
  23. Apa saja langkah yang harus kamu lakukan jika ingin menabung uang di bank?
  24. Bagaimana cara menyusun langkah-langkah menabung di bank menggunakan rangkaian kalimat yang bervariasi agar mudah diikuti orang lain?
  25. Bagaimana cara kita menunjukkan pemahaman terbaik tentang literasi keuangan, menabung, dan teks fabel yang telah dipelajari?
  26. Mengapa kita perlu menyampaikan pendapat dan menuliskan informasi keuangan secara tepat dan rapi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Tokoh dan Masalah Barter dalam Teks Aural Fabel Ditukar dengan Apa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural melalui fabel Ditukar dengan Apa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu persiapan belajar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan membacakan narasi pendek: 'Kelinci punya wortel dan ingin apel milik Monyet, tetapi Monyet hanya mau pisang.' Murid diminta mengidentifikasi tokoh dan masalah pertukaran pada penggalan tersebut (acuan: tokoh adalah Kelinci dan Monyet; masalahnya Monyet menolak menukar apel dengan wortel karena ia menginginkan pisang) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimak fabel aural 'Ditukar dengan Apa?' untuk mengidentifikasi tokoh, barang yang dimiliki/diinginkan, dan masalah pertukaran barter yang terjadi (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak fabel aural 'Ditukar dengan Apa?' bagian pengenalan dan awal pertukaran yang dibacakan guru dengan jelas: Ka Kancil membawa jagung ingin menukar dengan kangkung milik Dak Bebek yang berlebih; Ka Kancil dan Dak Bebek berhasil bertukar; namun Ela Pelatuk membawa sendok kayu ingin menukar bunga milik Ke Kelinci, tetapi Ke Kelinci tidak butuh sendok kayu; Ti Tikus membawa kacang kenari ingin menukar dengan mangga milik Sa Angsa, tetapi Sa Angsa tidak suka kacang (10 menit).
  • Guru memandu tanya-jawab terarah untuk membimbing murid membedakan pertukaran yang berhasil dan pertukaran yang mengalami masalah berdasarkan teks yang diperdengarkan (acuan: berhasil = Ka Kancil dan Dak Bebek; bermasalah = Ela Pelatuk dengan Ke Kelinci, Ti Tikus dengan Sa Angsa) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan mengikuti kuis cepat interaktif 'Tebak Tokoh & Barter': Guru memperdengarkan 4 cuplikan situasi aural, lalu setiap murid mengangkat kartu nama tokoh yang sesuai: (1) 'Siapa tokoh yang menukar jagung dengan kangkung?' (acuan: Ka Kancil dan Dak Bebek); (2) 'Siapa tokoh pembuat sendok kayu yang butuh bunga?' (acuan: Ela Pelatuk); (3) 'Siapa pemilik kebun bunga yang menolak sendok kayu?' (acuan: Ke Kelinci); (4) 'Siapa pemilik mangga yang menolak kacang kenari Ti Tikus?' (acuan: Sa Angsa) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pengidentifikasian isi teks aural fabel 'Ditukar dengan Apa?'. Lembar kerja memuat 4 butir tabel identifikasi tokoh dan masalah barter: (1) Tokoh Ka Kancil: barang dimiliki = jagung, barang dicari = kangkung, masalah barter = tidak ada masalah/berhasil bertukar; (2) Tokoh Ela Pelatuk: barang dimiliki = sendok kayu, barang dicari = bunga, masalah barter = Ke Kelinci tidak membutuhkan sendok kayu; (3) Tokoh Ti Tikus: barang dimiliki = kacang kenari, barang dicari = mangga, masalah barter = Sa Angsa tidak menyukai/membutuhkan kacang kenari; (4) Masalah utama barter di Hutan Kelayau = tidak selalu ada kecocokan kebutuhan barang antara kedua belah pihak yang ingin bertukar (acuan jawaban: 4 butir tepat sesuai rincian tersebut) (17 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid mencocokkan hasil kerjanya dengan konfirmasi isi bacaan yang dibacakan kembali oleh guru, menandai identifikasi yang sudah tepat dan mengoreksi yang masih keliru (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap isi teks fabel aural mengenai tokoh-tokoh dan kesulitan sistem barter (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa dalam barter, transaksi hanya terjadi bila kedua tokoh saling membutuhkan barang yang ditukarkan, lalu kelas ditutup dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan pengulangan pembacaan kalimat kunci cerita pada tokoh Ela Pelatuk dan Ke Kelinci secara perlahan, sedangkan murid yang mahir menyimak keseluruhan teks dalam sekali pembacaan aural utuh.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan lembar kerja dengan format pilihan ganda terbimbing untuk mencocokkan barang barter tokoh, sedangkan murid yang cepat mengisi tabel isian terbuka secara mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi isi teks aural fabel ke dalam tabel lembar kerja sesuai format yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menyimak cuplikan aural pendek 2 kalimat: 'Kelinci punya wortel dan ingin apel milik Monyet, tetapi Monyet menolak karena hanya menginginkan pisang.' Guru memeriksa kesiapan murid menyebutkan tokoh dan masalah barter (acuan: tokoh = Kelinci dan Monyet; masalah = Monyet menolak menukar apel dengan wortel karena ia menginginkan pisang).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi isi teks aural fabel 'Ditukar dengan Apa?' yang menilai ketepatan identifikasi 4 butir target: (1) Ka Kancil membawa jagung untuk kangkung Dak Bebek tanpa masalah/berhasil; (2) Ela Pelatuk membawa sendok kayu untuk bunga Ke Kelinci mengalami masalah Ke Kelinci tidak butuh sendok kayu; (3) Ti Tikus membawa kacang kenari untuk mangga Sa Angsa mengalami masalah Sa Angsa tidak menyukai kacang kenari; (4) Masalah pokok barter di hutan adalah tidak adanya kesesuaian kebutuhan barang antara dua pihak (acuan: tepat bila memuat informasi 4 tokoh dan kondisi masalah barter sesuai teks).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 1 pertanyaan lisan penutup dari guru: 'Mengapa Ela Pelatuk tidak berhasil mendapatkan bunga dari Ke Kelinci?' (acuan: Karena Ke Kelinci tidak membutuhkan sendok kayu yang ditawarkan Ela Pelatuk).

Formatif:

  • Kuis cepat lisan mengangkat kartu tokoh berdasarkan teks aural
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi tokoh dan masalah barter dalam fabel 'Ditukar dengan Apa?'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Tokoh dan Masalah Barter dalam Teks Aural FabelMengidentifikasi maksimal 1 dari 4 butir tokoh dan masalah barter dengan tepat berdasarkan teks aural yang diperdengarkan.Mengidentifikasi 2 dari 4 butir tokoh dan masalah barter dengan tepat (acuan butir: Ka Kancil, Ela Pelatuk, Ti Tikus, dan masalah pokok barter di Hutan Kelayau).Mengidentifikasi 3 dari 4 butir tokoh dan masalah barter dengan tepat sesuai acuan isi teks aural fabel.Mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) butir tokoh dan masalah barter dengan tepat dan lengkap secara mandiri sesuai acuan teks aural fabel.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah artikulasi dan intonasi pembacaan teks aural fabel oleh guru terdengar jelas oleh seluruh murid di kelas?
  • Apakah murid dapat membedakan antara tokoh yang berhasil melakukan barter dan tokoh yang menghadapi kendala?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat tokoh dan barang yang dibawanya?
  • Apakah kamu dapat menemukan alasan mengapa barter sendok kayu dan bunga tidak berhasil?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Alur Penyelesaian Masalah dalam Teks Aural Fabel Ditukar dengan Apa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural melalui fabel Ditukar dengan Apa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi alur penyelesaian masalah dalam teks aural fabel Ditukar dengan Apa yang dibacakan guru (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pembuka: 'Dalam cerita kemarin, mengapa Ela Pelatuk kesulitan menukarkan sendok kayunya dengan bunga Ke Kelinci?' (acuan jawaban benar: karena Ke Kelinci tidak membutuhkan sendok kayu buatan Ela Pelatuk) untuk memetakan kesiapan murid terhadap konflik cerita (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak secara saksama pembacaan lanjutan teks aural fabel 'Ditukar dengan Apa?' bagian penyelesaian masalah oleh guru, yang berfokus pada usulan alat pembayaran pengganti barter (8 menit).
  • Guru memandu tanya jawab terbimbing untuk mengidentifikasi 3 upaya penyelesaian masalah yang dicoba oleh para hewan dalam teks: (1) usulan alat tukar pertama yaitu batu, (2) alasan batu gagal karena terlalu berat bagi Ti Tikus, dan (3) usulan Sa Angsa membuat uang kayu bulat yang diberi angka 1 dan 2 (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana menggembirakan, murid berpasangan mengikuti permainan kartu tantangan 'Alur Cepat Solusi Kelayau', yaitu menyusun dan mengidentifikasi urutan 4 kartu peristiwa alur penyelesaian masalah yang dibacakan guru secara acak: Kartu A ('Hewan kesulitan menemukan pasangan barter yang pas'), Kartu B ('Menggunakan batu tetapi gagal karena terlalu berat untuk Ti Tikus'), Kartu C ('Ela Pelatuk mengusulkan membuat uang dari kayu yang ringan'), Kartu D ('Sa Angsa membuat uang kayu bundar bertanda angka 1 dan 2 disahkan Kepala Desa') (acuan urutan benar: Kartu A -> Kartu B -> Kartu C -> Kartu D) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja identifikasi alur penyelesaian masalah dengan menjawab 4 butir pertanyaan isian berbasis teks aural yang telah disimak: (1) Siapa tokoh yang merasa keberatan dengan batu? (acuan: Ti Tikus), (2) Siapa yang mengusulkan kayu sebagai bahan pengganti batu? (acuan: Ela Pelatuk), (3) Berapa angka yang diukir Sa Angsa pada uang kayu? (acuan: angka 1 dan 2), (4) Siapa yang mengatur penggantian uang kayu yang rusak? (acuan: Kepala Desa) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku mencocokkan jawaban lembar kerja berdasarkan konfirmasi pembacaan ulang kutipan kunci teks aural oleh guru (5 menit).
  • Murid menyimpulkan alur penyelesaian masalah fabel bahwa kesulitan barter diselesaikan dengan kesepakatan bersama menciptakan uang kayu bernilai angka (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan identifikasi alur penyelesaian masalah yang dilakukan murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran aktivitas membaca terbimbing kosakata baru pada pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan pembacaan ulang fragmen alur penyelesaian masalah secara lebih perlahan dengan penekanan intonasi pada nama tokoh dan solusi.
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid berkemampuan cepat langsung mengidentifikasi 4 peristiwa secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan menyusun kartu alur berpasangan dengan panduan kata kunci awal-tengah-akhir dari guru.
  • Produk: Semua murid mengisi 4 butir pertanyaan identifikasi alur penyelesaian masalah pada lembar kerja; murid yang belum lancar menulis diperbolehkan melingkari opsi jawaban kunci yang disediakan pada lembar terpandu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Dalam cerita kemarin, mengapa Ela Pelatuk kesulitan menukarkan sendok kayunya dengan bunga Ke Kelinci?' (Acuan jawaban benar: karena Ke Kelinci tidak membutuhkan sendok kayu buatan Ela Pelatuk).

Proses:

  • Unjuk kerja berpasangan: Ketepatan mengurutkan 4 kartu alur penyelesaian masalah: Kartu A ('Hewan kesulitan menemukan pasangan barter yang pas'), Kartu B ('Menggunakan batu tetapi gagal karena terlalu berat untuk Ti Tikus'), Kartu C ('Ela Pelatuk mengusulkan membuat uang dari kayu yang ringan'), Kartu D ('Sa Angsa membuat uang kayu bundar bertanda angka 1 dan 2 disahkan Kepala Desa') (Acuan urutan tepat: A -> B -> C -> D).
  • Lembar kerja mandiri: Menjawab 4 butir pertanyaan identifikasi isi penyelesaian teks aural fabel: (1) Tokoh yang keberatan dengan batu (acuan: Ti Tikus), (2) Tokoh pengusul kayu (acuan: Ela Pelatuk), (3) Angka pada uang kayu (acuan: 1 dan 2), (4) Tokoh pengatur penggantian uang rusak (acuan: Kepala Desa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup lisan: Guru menanyakan 'Apa kesepakatan akhir hewan di Hutan Kelayau untuk menyelesaikan masalah barter?' (Acuan jawaban benar: menggunakan uang kayu bertuliskan angka 1 dan 2 yang disahkan/diatur oleh Kepala Desa).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab lisan diagnostik tentang pemahaman awal masalah barter dalam fabel.
  • Asesmen Proses: Observasi ketepatan menyusun 4 kartu alur peristiwa penyelesaian masalah dalam permainan berpasangan dan hasil isian lembar kerja mandiri 4 butir.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Alur Penyelesaian Masalah dalam Teks Aural FabelMampu mengidentifikasi 1 dari 4 unsur alur penyelesaian masalah fabel (Ti Tikus, Ela Pelatuk, angka 1 dan 2, Kepala Desa) dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 unsur alur penyelesaian masalah fabel (Ti Tikus, Ela Pelatuk, angka 1 dan 2, Kepala Desa) secara tepat.Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 unsur alur penyelesaian masalah fabel (Ti Tikus, Ela Pelatuk, angka 1 dan 2, Kepala Desa) secara tepat dan mandiri.Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) unsur alur penyelesaian masalah fabel (Ti Tikus, Ela Pelatuk, angka 1 dan 2, Kepala Desa) secara tepat, lengkap, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teknik membaca aural dengan penekanan jeda pada tahap penyelesaian masalah membantu murid mengidentifikasi runtutan alur?
  • Bagian alur penyelesaian masalah manakah yang paling banyak memicu kekeliruan murid saat menjawab butir pertanyaan?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menemukan jalan keluar yang dipilih para hewan di Hutan Kelayau setelah mendengarkan cerita guru?
  • Langkah penyelesaian masalah mana yang paling mudah kamu ingat dari fabel tadi?

Pertemuan 3 — Membaca Terbimbing Kata-Kata Baru dengan Fasih dari Bacaan Literasi Keuangan dan Sejarah Uang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang literasi keuangan dan sejarah uang

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca terbimbing kata-kata baru seputar literasi keuangan dan sejarah uang secara fasih (tanpa mengeja, tanpa jeda ragu) (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara bergiliran membaca nyaring 3 kata target pada kartu: 'barter', 'transaksi', 'tabungan' (acuan kefasihan: dibaca langsung dan utuh tanpa mengeja huruf per huruf) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan pembacaan nyaring dengan fasih terhadap 5 kata baru seputar literasi keuangan dan sejarah uang yang tertulis di papan tulis: (1) barter, (2) komoditas, (3) transaksi, (4) rekening, (5) tabungan, dengan menunjukkan pemenggalan suku kata visual secara sadar saat pelafalan awal lalu dibaca utuh lancar (bar-ter, ko-mo-di-tas, tran-sak-si, re-ke-ning, ta-bu-ngan) (10 menit).
  • Murid bersama-sama melafalkan kelima kata tersebut mengikuti guru dengan teknik tiru-ulang (choral reading) secara berkesadaran hingga artikulasi setiap kata jelas dan lancar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan petikan bacaan sejarah uang berjudul 'Dari Barter ke Uang Elektronik' yang memuat 5 kata target (barter, komoditas, transaksi, rekening, tabungan) dan mengadakan permainan membaca tantangan 'Estafet Kata Cepat': murid secara berpasangan saling menunjuk dan membaca 5 kata target yang ditebalkan dalam bacaan secara bergantian dan tepat waktu (20 menit).
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan terbimbing (guided reading) kepada kelompok atau murid yang masih mengeja pada salah satu kata, memfasilitasi pelafalan berulang hingga membaca lancar tanpa mengeja (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses membaca terbimbing yang dilakukan, mengidentifikasi kata mana yang awalnya terasa sulit dibaca dan strategi apa yang membantu melancarkannya (misalnya memenggal suku kata sebelum membaca utuh) (10 menit).

Penutup:

  • Guru melakukan cek pemahaman akhir melalui unjuk kerja membaca acak: 5 murid perwakilan membaca masing-masing 1 dari 5 kata target secara cepat dan fasih (acuan kata: barter, komoditas, transaksi, rekening, tabungan; kriteria: langsung terbaca tanpa jeda ragu) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha seluruh murid dalam melatih kefasihan membaca serta menutup sesi dengan salam dan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan suku kata berwana bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan teks paragraf utuh yang memuat kata target bagi murid yang sudah siap membaca mandiri.
  • Proses: Memberikan pendampingan intensif terbimbing dengan teknik membaca berulang bagi murid yang masih mengeja, sedangkan murid yang sudah lancar diberi kesempatan membaca mandiri seluruh kata target dalam bacaan dengan tempo teratur.
  • Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena fokus pertemuan ini adalah unjuk kerja membaca nyaring secara langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Unjuk kerja diagnostik membaca cepat 3 kata target literasi keuangan: (1) barter, (2) transaksi, (3) tabungan. (Acuan: murid membaca kata secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf; bila mengeja, murid dipetakan untuk bimbingan bertahap).

Proses:

  • Observasi ketercapaian kefasihan membaca 5 kata target dalam bacaan selama aktivitas terbimbing dan estafet kata: (1) barter, (2) komoditas, (3) transaksi, (4) rekening, (5) tabungan. (Acuan: dibaca tepat, tanpa mengulang, tanpa mengeja, tanpa jeda ragu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek kefasihan lisan pada akhir sesi: murid membaca kartu kata acak dari daftar 5 kata target: (1) barter, (2) komoditas, (3) transaksi, (4) rekening, (5) tabungan. (Kriteria keberhasilan: membaca langsung dalam waktu kurang dari 3 detik per kata tanpa mengeja).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca terbimbing kata-kata baru menggunakan lembar catatan keterbacaan (fasih/tanpa mengeja).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata Baru (Target: barter, komoditas, transaksi, rekening, tabungan)Membaca 1-2 kata dari 5 kata target dengan mengeja huruf demi huruf dan mengalami jeda ragu berkepanjangan.Membaca 3-4 kata dari 5 kata target dengan bantuan pemenggalan suku kata oleh guru dan sesekali masih mengulang.Membaca seluruh 5 kata target (barter, komoditas, transaksi, rekening, tabungan) secara fasih, utuh, tanpa mengeja, dan tanpa jeda ragu secara terbimbing.Membaca seluruh 5 kata target (barter, komoditas, transaksi, rekening, tabungan) secara fasih, lancar, dan tepat seketika secara mandiri tanpa bantuan bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pembacaan terbimbing dan pemodelan suku kata efektif membantu murid membaca kata-kata baru dengan fasih?
  • Berapa banyak murid yang masih memerlukan bimbingan fonik/pemenggalan suku kata untuk kata dengan 3-4 suku kata seperti 'komoditas'?

Murid:

  • Kata baru mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu baca hari ini?
  • Apa yang kamu lakukan jika menemui kata panjang yang belum pernah kamu lihat sebelumnya?

Pertemuan 4 — Membaca Mandiri Kata-Kata Baru dalam Kalimat Kompleks tentang Sejarah Uang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang literasi keuangan dan sejarah uang

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, serta menyampaikan bahwa hari ini murid akan berlatih membaca kata-kata baru secara mandiri dalam kalimat yang lebih panjang dan kompleks tentang sejarah uang (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 orang perwakilan murid membaca kartu kata baru di papan tulis: 'komoditas', 'transaksi', dan 'efisien' untuk melihat kelancaran awal pelafalan kata (acuan: terbaca tepat tanpa mengeja 'ko-mo-di-tas', 'tran-sak-si', 'e-fi-si-en') (4 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan tantangan 'Jelajah Kata Sejarah Uang' yang akan dilakukan secara mandiri dan berpasangan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati lembar bacaan berisi 5 kalimat kompleks bertema sejarah uang yang memuat kata target berhuruf tebal: (1) 'Masyarakat pada masa lampau menggunakan sistem **barter** ketika mereka memerlukan barang kebutuhan pokok dari warga lain.', (2) 'Garam dan biji gandum pernah menjadi **komoditas** utama yang diterima secara luas oleh para pedagang tradisional.', (3) 'Kekurangan sistem pertukaran barang mendorong terciptanya uang barang sebagai alat tukar yang bernilai **nominal** tetap.', (4) 'Para saudagar memerlukan alat pembayaran yang lebih **efisien** agar mereka tidak kesulitan membawa barang dalam jumlah banyak.', (5) 'Setiap kali melakukan kegiatan **transaksi** di pasar pelabuhan, para saudagar memeriksa keaslian koin logam yang mereka terima.' (6 menit).
  • Murid mencermati pemodelan dari guru mengenai cara membaca mandiri dengan lafal yang jelas, tanpa mengeja suku kata satu per satu, dan tanpa jeda ragu di tengah kata (4 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan membaca 'Kupon Suara Cepat': murid membaca senyap terlebih dahulu selama 3 menit, lalu secara mandiri bergantian dengan rekan sebangku membaca nyaring ke-5 kalimat kompleks target (15 menit).
  • Secara bergantian, setiap murid membaca mandiri 5 kalimat kompleks di hadapan guru atau pasangannya dengan fokus kefasihan pelafalan 5 kata target: 'barter', 'komoditas', 'nominal', 'efisien', dan 'transaksi' tanpa mengeja dan tanpa tersendat (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menandai kartu kendali membaca mandiri miliknya untuk kata-kata yang sudah berhasil dibaca dengan fasih langsung tanpa terbata-bata dari kelima kata target (5 menit).
  • Murid saling memeriksa hasil pembacaan bersama pasangan untuk menentukan kata mana yang paling lancar dilafalkan dan kata mana yang masih memerlukan pengulangan pelafalan (4 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan bahwa kelancaran membaca kata baru dalam kalimat kompleks dapat dicapai dengan mengenali bentuk kata secara utuh tanpa mengeja (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa membaca mandiri seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca kalimat dengan ukuran huruf lebih besar dan pemenggalan antarklausa berjarak; murid mahir membaca kalimat kompleks bertingkat yang lebih panjang dengan 2 kata baru sekaligus.
  • Proses: Murid yang masih mengeja didampingi dengan latihan pelafalan per kata terlebih dahulu sebelum masuk ke kalimat utuh; murid yang sudah lancar membaca mandiri secara penuh tanpa jeda.
  • Produk: Seluruh murid mendemonstrasikan kefasihan membaca 5 kata baru dalam kalimat kompleks dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca cepat 3 kartu kata baru di papan tulis: (1) 'komoditas', (2) 'transaksi', (3) 'efisien'. Guru mencatat murid yang membaca langsung lancar tanpa mengeja dan murid yang masih mengeja suku kata (acuan: pelafalan utuh tepat tanpa jeda suku kata: /ko-mo-di-tas/, /tran-sak-si/, /e-fi-si-en/).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja membaca mandiri 5 kalimat kompleks bertema sejarah uang. Guru memeriksa kefasihan murid dalam melafalkan 5 kata target: (1) 'barter', (2) 'komoditas', (3) 'nominal', (4) 'efisien', (5) 'transaksi'. Kriteria terukur: terbaca tepat, tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca di akhir sesi: murid membaca cepat satu kalimat kompleks acak yang dipilihkan guru dari daftar 5 kalimat target untuk memastikan konsistensi kefasihan pelafalan kata target secara mandiri (acuan: kata target di dalam kalimat terbaca fasih seketika tanpa jeda mengeja).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring mandiri 5 kalimat kompleks tentang sejarah uang menggunakan lembar ceklis observasi kefasihan pelafalan kata baru.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata Baru dalam Kalimat KompleksMembaca kurang dari 2 kata target ('barter', 'komoditas', 'nominal', 'efisien', 'transaksi') secara tepat dan masih mengeja suku kata terbata-bata.Membaca 2 hingga 3 kata target dari daftar 5 kata secara tepat, namun masih mengalami jeda ragu atau pengulangan di dalam kalimat.Membaca 4 hingga 5 kata target ('barter', 'komoditas', 'nominal', 'efisien', 'transaksi') dalam kalimat kompleks secara fasih tanpa mengeja, dengan sedikit jeda ragu.Membaca seluruh 5 kata target ('barter', 'komoditas', 'nominal', 'efisien', 'transaksi') dalam kalimat kompleks secara mandiri, fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan tanpa jeda ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil membaca kelima kata baru bertema sejarah uang dalam kalimat kompleks secara fasih tanpa mengeja?
  • Langkah scaffolding apa yang paling efektif membantu murid yang masih terbata-bata dalam membaca kata yang panjang?

Murid:

  • Kata baru mana dalam kalimat tentang sejarah uang yang paling mudah dan paling menantang untuk kubaca dengan lancar?
  • Apa yang kulakukan ketika menemukan kata yang panjang di dalam kalimat kompleks agar tidak tersendat?

Pertemuan 5 — Menemukan Informasi Pokok dalam Teks Cetak tentang Cara Menabung — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.3 Menemukan informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang cara menabung

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menemukan informasi pokok tentang tempat dan cara menabung dalam teks cetak (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca paragraf pemantik singkat (3 kalimat) di papan tulis: 'Menabung bisa dilakukan di celengan rumah. Menyimpan uang di celengan praktis karena bisa kapan saja dimasukkan. Namun, kita harus menjaga celengan agar tidak mudah rusak atau hilang.' lalu murid menjawab pertanyaan: 'Apa informasi pokok cara menabung pada teks tersebut?' (acuan jawaban benar: menabung di celengan rumah) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berkesadaran membaca dalam hati teks cetak nonsastra 'Ayo Menabung' bagian pilihan tempat menabung (celengan, bank, koperasi sekolah) dan mencermati kalimat yang menyatakan informasi pokok tiap paragraf (10 menit).
  • Guru memandu murid membedakan gagasan pokok (tempat menabung) dan rincian penjelas melalui penandaan kata kunci pada teks bacaan cetak (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan detektif informasi berpasangan 'Tebak Tepat Teks' yang menggembirakan: guru membagikan 3 kartu kutipan rincian teks dan murid mencocokkannya ke dalam 3 bagan informasi pokok tempat menabung: (1) Kartu A: 'Bisa dilakukan sewaktu-waktu dengan pecahan berapa pun di rumah' -> bagan Celengan; (2) Kartu B: 'Memiliki sistem rekening resmi yang menjamin keamanan uang' -> bagan Bank; (3) Kartu C: 'Bisa langsung menyisihkan sisa uang jajan harian di sekolah' -> bagan Koperasi Sekolah (acuan: pasangan sesuai kartu dan bagan tersebut) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menemukan informasi pokok dengan menjawab 3 pertanyaan tertulis berdasarkan teks cetak: (1) Sebutkan 3 tempat menabung yang dijelaskan dalam teks! (acuan: celengan, bank, koperasi sekolah); (2) Di mana tempat menabung yang paling aman karena menggunakan rekening? (acuan: bank); (3) Di mana tempat menabung yang memudahkan murid menyisihkan uang jajan saat di sekolah? (acuan: koperasi sekolah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil temuannya bersama bimbingan guru dan menyadari pentingnya membaca cermat kata kunci paragraf untuk menemukan informasi pokok bacaan dengan tepat (7 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan informasi pokok dalam teks nonsastra cetak dengan menandai kata kunci tempat menabung (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan/tulis singkat dan menutup sesi pembelajaran pertemuan 5 (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan kata kunci yang telah ditebalkan; murid mahir membaca teks utuh tanpa penebalan kata kunci.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan membaca mandiri didampingi guru dengan teknik membaca terbimbing per paragraf, sedangkan murid yang mandiri langsung mengisi bagan informasi pokok.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis dapat menunjukkan letak kalimat informasi pokok langsung pada teks bacaan, sedangkan murid lainnya menuliskan informasi pokok pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid membaca paragraf singkat di papan tulis: 'Menabung bisa dilakukan di celengan rumah. Menyimpan uang di celengan praktis karena bisa kapan saja dimasukkan. Namun, kita harus menjaga celengan agar tidak mudah rusak atau hilang.' Pertanyaan diagnostik: 'Apa informasi pokok cara menabung pada teks tersebut?' (acuan jawaban: menabung di celengan rumah).

Proses:

  • Lembar kerja menemukan 3 informasi pokok teks 'Ayo Menabung': (1) Butir 1: Sebutkan 3 tempat menabung pada teks (acuan: celengan, bank, koperasi sekolah); (2) Butir 2: Tempat menabung paling aman dengan rekening (acuan: bank); (3) Butir 3: Tempat menabung langsung dari uang jajan di sekolah (acuan: koperasi sekolah). Kriteria berhasil: murid menjawab tepat minimal 2 dari 3 butir pertanyaan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat akhir pertemuan: Murid menjawab 1 pertanyaan penutup dari guru: 'Berdasarkan teks yang telah kita baca, sebutkan dua tempat menabung selain di rumah beserta fungsi pokoknya!' (acuan jawaban: bank untuk menabung yang aman/berkoleksi rekening dan koperasi sekolah untuk menyisihkan uang jajan).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja mencocokkan kartu informasi teks 'Tebak Tepat Teks' dan pemeriksaan lembar kerja menemukan informasi pokok teks 'Ayo Menabung'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Informasi Pokok Tempat dan Cara Menabung dalam Teks CetakBelum mampu menemukan informasi pokok dari 3 butir pertanyaan teks cetak cara menabung walau dengan bimbingan penuh guru (0 butir tepat dari 3 butir acuan: celengan/bank/koperasi).Menemukan 1 informasi pokok secara tepat dari teks cetak cara menabung dengan bantuan atau bimbingan guru (1 butir tepat dari 3 butir acuan: celengan, bank, atau koperasi sekolah).Menemukan 2 sampai 3 informasi pokok secara tepat dari teks cetak cara menabung secara mandiri (minimal 2 butir tepat dari 3 butir acuan: celengan, bank, koperasi sekolah).Menemukan seluruh 3 informasi pokok secara tepat dan lengkap dari teks cetak cara menabung secara mandiri dan konsisten (seluruh 3 butir tepat: celengan, bank, dan koperasi sekolah beserta fungsinya).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemanfaatan kata kunci dan permainan kartu bagan berhasil membantu murid menemukan informasi pokok dalam teks cetak nonsastra?
  • Bagian mana dari langkah membaca teks cetak yang masih memerlukan pendampingan lebih intensif bagi murid?

Murid:

  • Apa yang membantuku paling cepat menemukan informasi penting di dalam bacaan cetak hari ini?
  • Apakah aku sudah bisa menyebutkan tempat-tempat menabung yang ada di dalam teks bacaan tadi?

Pertemuan 6 — Menemukan Informasi Rinci dan Langkah Praktis dalam Teks Cetak tentang Cara Menabung — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.3 Menemukan informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang cara menabung

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus belajar hari ini yaitu menemukan rincian tempat menabung serta 4 langkah praktis agar tabungan lekas terkumpul dari teks cetak 'Ayo, Menabung' (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca satu kutipan kalimat teks cetak di papan tulis ('Kelebihan menabung di bank adalah masalah keamanan.'), lalu guru bertanya: 'Berdasarkan kutipan kalimat tersebut, apa kelebihan menabung di bank?' (acuan jawaban: masalah keamanan) untuk memetakan kesiapan murid dalam memindai informasi rinci tersurat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dalam hati teks cetak 'Ayo, Menabung' pada Buku Siswa halaman 114–115 dengan teknik pemindaian terbimbing untuk mencermati rincian tempat menabung beserta 4 petunjuk langkah praktis (10 menit).
  • Guru memodelkan cara menandai kata kunci langkah praktis dengan stabilo atau pensil pada teks cetak untuk menemukan tindakan konkret yang disebutkan teks (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan detektif teks 'Tebak Tepat Langkah Menabung': guru membacakan 4 petunjuk situasi, murid adu cepat menunjuk kalimat langkah praktis yang cocok langsung pada lembar teks cetak masing-masing (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengisi Lembar Kerja Menemukan Informasi Rinci yang memuat 4 butir langkah praktis agar tabungan cepat terkumpul: (1) Langkah saat ke sekolah agar tidak jajan, (2) Sikap terhadap keinginan membeli barang, (3) Pemanfaatan barang bekas untuk hemat, (4) Pemanfaatan barang layak pakai yang tidak terpakai; serta 3 tempat menabung beserta kelebihannya (celengan, bank, koperasi sekolah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil isian lembar kerja dengan teks cetak, mengecek ketepatan rincian kalimat yang ditemukan langsung dari teks (acuan jawaban lengkap tercantum pada instrumen asesmen) (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan rincian informasi teks tentang 3 tempat menabung dan 4 langkah praktis mengumpulkan tabungan (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas kemandirian dan ketelitian membaca murid serta menutup kegiatan belajar dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cetak dengan penomoran paragraf dan cetak tebal pada kata kunci; murid mahir menggunakan teks cetak standar tanpa tanda bantu.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara perorangan untuk mencocokkan kata kunci pertanyaan dengan baris kalimat pada teks; murid mandiri langsung menemukan informasi dan menuliskan jawabannya.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup melengkapi frasa rumpang berdasarkan teks; murid mahir menuliskan kalimat informasi rincian secara lengkap dan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat berbasis kutipan tersurat teks cetak: 'Berdasarkan kalimat: Kelebihan menabung di bank adalah masalah keamanan, apa kelebihan menabung di bank?' (acuan jawaban tepat: masalah keamanan / uang aman).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Menemukan Informasi Rinci dari teks cetak 'Ayo, Menabung' yang memuat 7 butir informasi: (1) Rincian kelebihan celengan (acuan: bisa dilakukan sewaktu-waktu / memasukkan berapa pun uang yang dimiliki); (2) Rincian kelebihan bank (acuan: masalah keamanan / tidak mudah tergoda mengambil tabungan); (3) Rincian kelebihan koperasi sekolah (acuan: langsung menyisihkan uang jajan hari itu); (4) Langkah praktis 1 (acuan: membawa bekal ke sekolah sehingga tidak perlu jajan); (5) Langkah praktis 2 (acuan: menahan diri agar tidak mudah terpancing membeli barang); (6) Langkah praktis 3 (acuan: mendaur ulang barang bekas agar bisa dimanfaatkan dan menghemat uang); (7) Langkah praktis 4 (acuan: menjual hasil karya atau barang-barang berkualitas bagus yang sudah tidak terpakai).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): Murid menuliskan kembali 1 dari 4 langkah praktis agar tabungan cepat terkumpul yang paling jelas tertulis di teks (acuan: salah satu dari 4 langkah: membawa bekal / menahan diri membeli barang / mendaur ulang barang bekas / menjual hasil karya atau barang layak pakai).

Formatif:

  • Tes tertulis objektif menemukan informasi rinci dan langkah praktis dari teks cetak 'Ayo, Menabung'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Informasi Rinci dan Langkah Praktis dalam Teks CetakMenemukan kurang dari 3 informasi rinci dan langkah praktis secara tepat dari 7 target butir teks cetak (acuan: 3 kelebihan tempat menabung dan 4 langkah praktis).Menemukan 3 sampai 4 informasi rinci dan langkah praktis secara tepat dari 7 target butir teks cetak (acuan: 3 kelebihan tempat menabung dan 4 langkah praktis).Menemukan 5 sampai 6 informasi rinci dan langkah praktis secara tepat dari 7 target butir teks cetak (acuan: 3 kelebihan tempat menabung dan 4 langkah praktis).Menemukan seluruh 7 informasi rinci dan langkah praktis secara tepat dari teks cetak secara mandiri (acuan: 3 kelebihan tempat menabung dan 4 langkah praktis).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemindaian kata kunci efektif membantu murid menemukan langkah-langkah praktis dalam teks cetak?
  • Bagian mana dari rincian teks yang paling sering terlewat oleh murid saat membaca mandiri?

Murid:

  • Bagian teks mana yang paling mudah kamu temukan jawabannya?
  • Apakah kamu berhasil menemukan keempat petunjuk praktis menabung yang ada di bacaan?

Pertemuan 7 — Menyajikan Pendapat Terpandu tentang Kebutuhan dan Keinginan dalam Menabung — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kebutuhan dan keinginan dalam menabung

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (2 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal lisan: guru menunjukkan dua benda nyata, yaitu 'buku tulis bergaris' (kebutuhan sekolah) dan 'gantungan kunci boneka' (keinginan), lalu meminta 2-3 murid menjawab singkat mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang keinginan beserta alasannya [kriteria penerimaan: buku tulis diidentifikasi sebagai kebutuhan belajar, gantungan kunci sebagai keinginan hiburan] (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan pendapat terpandu tentang kebutuhan dan keinginan dalam menabung menggunakan pilihan kata santun, gestur tegak bersahabat, serta volume dan intonasi yang jelas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pemodelan guru tentang cara menyajikan pendapat menggunakan kalimat pemantik terpandu: 'Menurut pendapat saya, menabung untuk ... lebih penting daripada ... karena ...' disertai peragaan volume suara yang terdengar seisi kelas, intonasi lugas bersahabat, serta sikap tubuh tegak dan kontak mata terarah (8 menit).
  • Murid mencermati 2 situasi terpandu yang dituliskan di papan tulis: Situasi A (Uang saku disisihkan untuk membeli sepatu sekolah yang sudah robek vs membeli mainan kartu baru) dan Situasi B (Uang hadiah ditabung untuk cadangan biaya karya wisata vs membeli es krim setiap sore) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan aktivitas seru 'Estafet Pendapat Cilik': setiap pasangan memilih salah satu dari dua situasi (Situasi A atau Situasi B) lalu bergantian menyajikan pendapatnya selama 1-2 menit di depan pasangannya menggunakan panduan kalimat: 'Menurut saya, sebaiknya uang ditabung untuk [kebutuhan/keinginan terpilih] karena [alasan logis]' dengan memperhatikan volume suara yang cukup, intonasi wajar tidak membentak, serta gestur berdiri tegak tangan terbuka (10 menit).
  • Secara bergantian, 6 perwakilan murid maju ke depan kelas untuk menyajikan pendapat terpandu mereka mengenai pilihan kebutuhan versus keinginan dalam menabung di hadapan seluruh teman kelas (12 menit).
  • Teman sekelas dan guru memberikan umpan balik langsung terfokus pada ketepatan 4 aspek penyajian: kesesuaian pilihan kata alasan, sikap tubuh/gestur tegak, keterdengaran volume suara, serta ketepatan intonasi (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi penampilannya sendiri menggunakan lembar centang refleksi diri sederhana (apakah suara terdengar jelas, intonasi tepat, sikap tegak, dan pilihan kata santun terpandu sudah terpenuhi) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberanian murid berbicara menyampaikan gagasan dan menekankan pentingnya sikap santun serta ketegasan intonasi saat menyatakan pertimbangan menabung (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menyajikan pendapat yang baik: kata-kata yang santun dan jelas alasannya, suara terdengar mantap (volume dan intonasi teratur), serta sikap tubuh percaya diri (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid dan mengakhiri sesi pembelajaran dengan doa penutup serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan frasa rumpang ('Menurut saya ..., karena ...') bagi murid yang membutuhkan bimbingan kalimat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menyajikan pendapat dalam pasangan dengan bimbingan langsung guru, sedangkan murid yang sudah mahir menyajikan pendapat terpandu dengan memberikan perbandingan alasan yang lebih mendalam.
  • Produk: Murid yang belum percaya diri menyajikan pendapat dalam kelompok kecil berdua, sedangkan murid yang siap menyajikan langsung di depan seluruh kelas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai pembedaan benda kebutuhan vs keinginan: Murid diminta menentukan status 'buku tulis' dan 'gantungan kunci boneka' beserta 1 alasan pemilihan (Kriteria penerimaan: tepat mengelompokkan buku tulis sebagai kebutuhan karena menunjang belajar di sekolah, dan gantungan kunci sebagai keinginan karena berupa hiasan tambahan).

Proses:

  • Pengamatan performa lisan saat 'Estafet Pendapat Cilik' dan unjuk kerja kelas: Menilai penyajian pendapat murid berdasarkan pilihan kata/kalimat terpandu ('Menurut saya... karena...'), sikap tubuh/gestur (tegak dan terarah), volume suara (terdengar jelas), dan intonasi (tepat, tidak datar/tidak berteriak) pada Situasi A atau Situasi B.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi lisan di akhir sesi: Murid secara lisan menyebutkan 1 hal yang sudah berhasil mereka lakukan dengan baik saat menyajikan pendapat (misalnya: 'suara saya sudah cukup lantang' atau 'posisi berdiri saya sudah tegak tidak membungkuk') dan 1 hal yang masih perlu dilatih.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara: lembar amatan saat murid menyajikan pendapat terpandu tentang kebutuhan dan keinginan dalam menabung.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pilihan kata penyajian pendapatBelum menggunakan pilihan kata terpandu yang sesuai; alasan memilih kebutuhan/keinginan belum terartikulasi.Menggunakan pola kalimat pemantik terpandu namun pilihan kata alasan kebutuhan/keinginan masih sangat terbatas atau terbata-bata.Menyajikan pendapat dengan pilihan kata yang santun, runtut sesuai panduan, serta alasan kebutuhan versus keinginan jelas terarah.Menyajikan pendapat dengan pilihan kata yang kaya, sangat santun, tepat konteks kebutuhan dan keinginan menabung, serta alasan disusun secara mandiri dan meyakinkan.
Sikap tubuh dan gesturMenunduk terus-menerus, gelisah berlebihan, atau membelakangi pendengar saat menyajikan pendapat.Sikap tubuh masih kaku atau sering bersandar, gestur belum mendukung apa yang disampaikan.Berdiri tegak, melakukan kontak mata wajar dengan pendengar, serta gestur tubuh tenang dan sesuai konteks.Sikap tubuh tegak percaya diri, kontak mata menyeluruh, dan gestur tubuh secara luwes memperkuat pesan yang disajikan.
Volume dan intonasiVolume suara terlalu lirih sehingga tidak terdengar oleh pasangan/teman kelas, intonasi monoton atau tidak terdengar.Volume suara terdengar sebagian namun intonasi masih datar atau terburu-buru.Volume suara jelas terdengar oleh pendengar dalam ruangan, intonasi tepat membedakan jeda dan penegasan alasan.Volume suara stabil dan mantap menjangkau seluruh pendengar, intonasi sangat ekspresif, wajar, dan meyakinkan sesuai konteks penyampaian pendapat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi dan pemodelan kalimat pemantik terpandu cukup jelas membantu murid menyusun pendapatnya?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam aktivitas berbicara berpasangan, dan strategi scaffolding apa yang paling efektif membantu mereka?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah saat aku menyampaikan pendapat tentang kebutuhan dan keinginan menabung?
  • Apakah volume suaraku dan caraku berdiri tadi sudah membuat teman-temanku mendengar dan memahami pendapatku dengan jelas?

Pertemuan 8 — Menyajikan Pendapat Mandiri dengan Intonasi dan Gestur Sesuai Konteks Kebutuhan dan Keinginan Menabung — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kebutuhan dan keinginan dalam menabung

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengajak murid berdiri tegak melakukan pemanasan vokal dan postur singkat untuk mempersiapkan latihan berbicara lisan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan pendapat secara mandiri mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan saat menyisihkan uang tabungan dengan pilihan kata santun, sikap tubuh/gestur tegak terbuka, serta volume dan intonasi yang tepat (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: guru menyodorkan satu kartu situasi bertuliskan 'Membeli sepatu sekolah karena sepatu lama sudah robek vs membeli mainan mobil-mobilan edisi terbaru', lalu meminta 2 orang perwakilan murid secara bergiliran menyatakan pendapat singkat dengan intonasi jelas (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru tentang 4 indikator penyajian lisan yang baik: pilihan kata yang santun ('menurut saya', 'karena', 'sebaiknya'), sikap tubuh/gestur yang percaya diri (berdiri tegak, tangan terbuka tidak kaku), volume suara yang terdengar seisi ruangan, dan intonasi yang tegas namun tidak membentak (7 menit).
  • Murid mengamati dan membedakan 2 kartu skenario menabung yang disajikan guru di papan tulis: Skenario A ('Memilih menunda jajan boba demi menabung biaya beli buku kamus bahasa') dan Skenario B ('Menghabiskan seluruh uang tabungan untuk membeli permen viral karena takut ketinggalan tren') (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan lisan 'Kotak Suara Bijak': setiap murid secara acak mengambil 1 dari 3 kartu topik menabung: Topik 1 ('Mengutamakan menabung untuk membeli tas sekolah pengganti tas yang rusak daripada membeli gantungan kunci lucu'), Topik 2 ('Menyisihkan uang saku setiap hari di celengan untuk cadangan saat sakit daripada membeli camilan berlebih'), atau Topik 3 ('Menolak ajakan teman membeli stiker hias demi menjaga tabungan sepatu olahraga tetap bertambah') (10 menit).
  • Secara mandiri dan bergantian di depan kelas, setiap murid menyajikan pendapat pribadinya selama 1 menit terhadap topik yang didapat, dengan menerapkan pilihan kata yang santun, sikap tubuh tegak/gestur wajar, volume suara jelas, dan intonasi tepat sesuai konteks kebutuhan vs keinginan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan kartu ceklis 4 aspek: (1) Apakah pilihan kataku santun? (2) Apakah sikap tubuh dan gesturku tegak wajar? (3) Apakah volume suaraku terdengar jelas? (4) Apakah intonasiku tepat dan tidak terburu-buru? (6 menit).
  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung kepada murid mengenai kekuatan artikulasi, ketepatan pilihan kata, serta kestabilan intonasi saat menyajikan pendapat secara mandiri (6 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dalam menabung serta cara menyampaikannya dengan gestur dan intonasi yang meyakinkan (4 menit).
  • Guru mengapresiasi keberanian seluruh murid dalam menyajikan pendapat secara mandiri, menyampaikan pengantar singkat bahwa pertemuan berikutnya akan membahas penulisan nilai uang, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan frasa pemantik lisan ('Menurut saya, hal itu termasuk ... karena ... sehingga sebaiknya uang ditabung untuk ...').
  • Proses: Murid yang mahir ditantang menyajikan pendapat mandiri tanpa kartu bantuan dengan memberikan dua argumen pembanding antara kebutuhan primer dan keinginan sekunder.
  • Produk: Penyajian pendapat mandiri berdurasi 1 menit dengan target keselarasan 4 aspek (pilihan kata, gestur/sikap tubuh, volume, intonasi).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan pemantik diagnostik di pendahuluan: 'Jika kamu memiliki uang Rp10.000, manakah yang kamu pilih antara membeli pensil pengganti yang hilang atau membeli es krim, dan sampaikan alasanmu dengan suara yang jelas!' Kriteria penerimaan awal: Murid mampu menyatakan pilihan lisan secara tegas (acuan: memilih membeli pensil karena kebutuhan sekolah primer dan menyampaikan alasan logis bahwa es krim adalah keinginan yang bisa ditunda) dengan suara yang terdengar jelas oleh guru.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja penyajian pendapat mandiri pada kegiatan inti Mengaplikasi menggunakan 3 kartu topik: Topik 1 (tas sekolah vs gantungan kunci), Topik 2 (cadangan obat/sakit vs camilan berlebih), Topik 3 (sepatu olahraga vs stiker hias). Kriteria penilaian: (1) Pilihan kata memuat kata santun dan pembeda kebutuhan/keinginan ('menurut saya', 'kebutuhan utama', 'keinginan'), (2) Sikap tubuh tegak dan gestur tangan terbuka, (3) Volume suara stabil terdengar hingga baris belakang, (4) Intonasi bertekanan tepat pada kata kunci alasan menabung.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman reflektif di akhir sesi: Murid mengisi kartu ceklis mandiri 4 butir indikator performa lisan: (1) Pilihan kata santun ('menurut saya/sebaiknya'), (2) Sikap tubuh tegak tidak menunduk, (3) Volume suara jelas terdengar, (4) Intonasi mantap tidak datar. Kriteria penerimaan: Murid secara jujur menandai tingkat ketercapaian masing-masing indikator dan guru memverifikasi kesesuaiannya dengan performa panggung murid.

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menyajikan pendapat secara mandiri dengan rubrik performa berbicara (pilihan kata, sikap tubuh/gestur, volume, intonasi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pilihan kata sesuai konteks kebutuhan dan keinginan dalam menabungMenggunakan pilihan kata yang belum santun atau belum mampu menggunakan kata yang membedakan kebutuhan dan keinginan dalam menabung.Menggunakan pilihan kata santun sederhana namun belum tepat mengaitkannya dengan alasan kebutuhan dan keinginan menabung.Menggunakan pilihan kata yang santun dan tepat secara konsisten untuk membedakan kebutuhan dan keinginan dalam menabung.Menggunakan pilihan kata yang sangat santun, bervariasi, kaya kosakata literasi keuangan sederhana, dan sangat tepat menguraikan alasan menabung.
Sikap tubuh dan gestur saat menyajikan pendapatBerdiri membungkuk atau gelisah berlebihan serta tidak menunjukkan gestur yang mendukung isi tuturan.Berdiri cukup tegak namun gestur tangan masih sangat kaku atau sesekali bersandar pada meja/papan tulis.Menunjukkan sikap tubuh tegak, rileks, dan menggunakan gestur tangan terbuka yang sesuai dengan isi pendapat secara wajar.Menunjukkan sikap tubuh tegak percaya diri, kontak pandang merata ke seluruh ruangan, dan gestur tubuh luwes serta meyakinkan pendengar secara mandiri.
Volume dan intonasi suaraVolume suara terlalu pelan (hanya terdengar di dekat meja guru) dan intonasi sangat datar atau terburu-buru.Volume suara cukup terdengar di baris depan namun intonasi belum berirama sesuai jeda kalimat pendapat.Volume suara terdengar jelas hingga baris belakang kelas dan intonasi memiliki tekanan tepat pada kata kunci alasan menabung.Volume suara stabil, lantang, dan sangat jelas serta intonasi sangat dinamis dan berirama tepat sehingga menarik perhatian seluruh pendengar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 18 menit mencukupi bagi setiap murid untuk menyajikan pendapat mandiri selama 1 menit di depan kelas?
  • Apakah murid sudah percaya diri menampilkan sikap tubuh dan gestur terbuka tanpa rasa cemas ketika berbicara di depan umum?
  • Bagaimana variasi strategi pendampingan yang perlu disiapkan bagi murid yang masih bersuara lirih pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apakah suaraku hari ini sudah cukup lantang dan intonasiku enak didengar oleh teman-teman?
  • Apakah sikap tubuhku sudah tegak dan tanganku rileks saat menyampaikan pendapat tadi?
  • Hal apa yang paling aku sukai saat berbicara mandiri di depan kelas mengenai menabung?

Pertemuan 9 — Menulis Kalimat Sederhana dengan Kaidah Penulisan Nilai Uang Menggunakan Angka dan Huruf — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.5 Menulis teks sederhana dengan kaidah kebahasaan penulisan nilai uang menggunakan angka dan huruf sesuai dengan konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran menulis kalimat sederhana dengan kaidah penulisan nilai uang menggunakan angka dan huruf (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat di papan tulis: menuliskan kalimat 'Ibu membeli roti seharga Rp 5000' lalu meminta murid menemukan kesalahan kaidahnya (acuan: Rp ditulis tanpa spasi dengan angka dan diakhiri desimal sen ',00' menjadi 'Rp5.000,00') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati penjelasan guru mengenai kaidah penulisan nilai uang: (1) Lambang Rp ditulis menempel langsung tanpa spasi dan tanpa titik setelah huruf p; (2) Menggunakan tanda titik pemisah ribuan; (3) Menggunakan tanda koma diikuti dua nol desimal (,00); (4) Penulisan bilangan dengan huruf jika berada di awal kalimat (10 menit).
  • Murid menelaah 3 contoh perbandingan penulisan angka dan huruf: (a) 'Rp2.500,00' dibaca 'dua ribu lima ratus rupiah', (b) 'Rp15.000,00' dibaca 'lima belas ribu rupiah', (c) 'Lima puluh ribu rupiah disimpan di dalam tabungan' (awal kalimat wajib huruf) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan tantangan cepat 'Detektif Harga': tiap pasangan memperbaiki 3 kalimat bertransaksi yang sengaja ditulis salah kaidahnya di papan tulis menjadi tepat: (1) 'Budi membeli pensil seharga rp. 2000' -> 'Budi membeli pensil seharga Rp2.000,00'; (2) '3000 rupiah harga seikat bayam' -> 'Tiga ribu rupiah harga seikat bayam'; (3) 'Uang saku Siti Rp 10.000' -> 'Uang saku Siti Rp10.000,00' (12 menit).
  • Murid secara mandiri menulis 4 kalimat sederhana berisi transaksi atau tabungan menggunakan kaidah penulisan nilai uang (2 kalimat menggunakan angka dan 2 kalimat menggunakan huruf/awal kalimat) pada lembar kerja masing-masing (16 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan kalimatnya sendiri menggunakan panduan ceklis kaidah penulisan nilai uang (lambang tanpa spasi, tanda titik ribuan, desimal koma nol-nol, huruf pada awal kalimat) untuk memastikan ketepatan (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan 4 kaidah baku penulisan nilai uang dengan angka dan huruf dalam kalimat (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan tulisan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rumus penulisan (Rp + nominal berpemisah titik + ,00), sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan nominal ratusan ribu hingga jutaan.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun kalimat per kalimat, sedangkan murid mahir menulis kalimat secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menulis minimal 4 kalimat sederhana dengan kaidah nilai uang yang tepat sesuai konteks transaksi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi kesalahan penulisan nilai uang pada kalimat contoh: 'Ibu membeli roti seharga Rp 5000' (acuan kunci: bentuk tepat adalah 'Rp5.000,00' dengan kaidah tanpa spasi setelah Rp, memakai titik ribuan, dan diakhiri desimal ,00).

Proses:

  • Observasi pengerjaan tantangan berpasangan 'Detektif Harga' untuk 3 kalimat: (1) 'Budi membeli pensil seharga rp. 2000' diperbaiki menjadi 'Budi membeli pensil seharga Rp2.000,00'; (2) '3000 rupiah harga seikat bayam' diperbaiki menjadi 'Tiga ribu rupiah harga seikat bayam'; (3) 'Uang saku Siti Rp 10.000' diperbaiki menjadi 'Uang saku Siti Rp10.000,00'.

Akhir Pertemuan:

  • Penilaian produk menulis 4 kalimat sederhana mandiri dengan kriteria: (1) Kalimat 1 memuat nilai uang angka dengan kaidah tepat (Rp tanpa spasi, titik ribuan, koma nol nol); (2) Kalimat 2 memuat nilai uang angka dengan kaidah tepat; (3) Kalimat 3 memuat nilai uang huruf pada awal kalimat dengan ejaan tepat; (4) Kalimat 4 memuat nilai uang huruf di dalam kalimat sesuai konteks.

Formatif:

  • Pemeriksaan unjuk kerja menulis 4 kalimat sederhana berkaidah nilai uang angka dan huruf melalui lembar kerja murid.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penulisan Nilai Uang Menggunakan Angka (Rp, titik ribuan, koma desimal)Belum menuliskan nilai uang dengan kaidah angka secara tepat pada kedua kalimat latihan.Menuliskan nilai uang dengan kaidah angka secara tepat hanya pada 1 dari 2 kalimat latihan.Menuliskan nilai uang dengan kaidah angka (tanpa spasi setelah Rp, titik pemisah ribuan, dan akhiran ,00) secara tepat pada kedua kalimat latihan.Menuliskan nilai uang dengan kaidah angka secara tepat dan mandiri pada seluruh kalimat latihan serta pada nominal yang lebih besar (puluhan ribu hingga jutaan).
Ketepatan Penulisan Nilai Uang Menggunakan Huruf (termasuk penempatan di awal kalimat)Belum menuliskan nilai uang dengan huruf secara tepat sesuai kaidah ejaan pada kedua kalimat latihan.Menuliskan nilai uang dengan huruf secara tepat hanya pada 1 dari 2 kalimat latihan.Menuliskan nilai uang dengan huruf secara tepat pada kedua kalimat latihan (termasuk penggunaan huruf kapital di awal kalimat).Menuliskan nilai uang dengan huruf secara tepat, runtut, dan mandiri pada seluruh kalimat latihan tanpa kesalahan ejaan kata bilangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan kapan nilai uang ditulis menggunakan angka dan kapan harus ditulis dengan huruf?
  • Bagian kaidah mana yang paling sering mengalami kekeliruan (spasi setelah Rp, pemisah ribuan, atau tanda desimal sen)?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menuliskan lambang Rp dan nominal uang belanjaanku secara benar tanpa salah spasi atau tanda baca?
  • Kaidah penulisan uang mana yang masih terasa membingungkan bagiku?

Pertemuan 10 — Menulis Paragraf Sederhana Berisi Kaidah Penulisan Nilai Uang Sesuai Konteks Transaksi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.5 Menulis teks sederhana dengan kaidah kebahasaan penulisan nilai uang menggunakan angka dan huruf sesuai dengan konteks

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran menulis paragraf sederhana berisi kaidah penulisan nilai uang dengan angka dan huruf (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat pada papan tulis: murid diminta mengidentifikasi penulisan yang benar di antara 2 contoh penulisan nilai uang (butir 1: 'Rp 5.000' vs 'Rp5.000,00' [acuan benar: Rp5.000,00]; butir 2: '15.000 rupiah' vs 'Lima belas ribu rupiah' di awal kalimat [acuan benar: Lima belas ribu rupiah]) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati teks model transaksi jual beli di koperasi sekolah yang memuat kaidah penulisan nilai uang: (1) simbol 'Rp' tanpa spasi dan tanda titik diikuti nominal angka serta diakhiri ',00'; (2) nilai uang pada awal kalimat wajib ditulis dengan huruf; (3) penulisan nilai uang dengan huruf diakhiri kata 'rupiah' tanpa simbol 'Rp' (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan kilat 'Tebak Benar-Salah Kaidah Uang' menggunakan papan isyarat/jari untuk 3 kalimat transaksi berikut: (1) 'Rp. 10.000 adalah harga buku' [acuan: Salah, penulisan salah karena ada titik spasi dan angka di awal kalimat]; (2) 'Dua puluh ribu rupiah ia belanjakan untuk membeli pensil warna' [acuan: Benar, awal kalimat dengan huruf]; (3) 'Ibu membayar seikat kangkung seharga Rp3.500,00' [acuan: Benar, penulisan angka tepat di tengah kalimat] (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri menulis sebuah paragraf sederhana (minimal 3 kalimat) bertema transaksi jual-beli di kantin atau koperasi sekolah berdasarkan data harga barang berikut: buku tulis seharga 4.500, pulpen seharga 3.000, dan roti seharga 2.500 (20 menit).
  • Ketentuan wajib dalam paragraf yang ditulis murid: (1) minimal 1 nilai uang ditulis di awal kalimat menggunakan huruf lengkap dengan kata rupiah (contoh acuan: 'Empat ribu lima ratus rupiah harga satu buku tulis.'); (2) minimal 2 nilai uang ditulis di tengah/akhir kalimat menggunakan format angka baku (contoh acuan: 'Rp3.000,00' dan 'Rp2.500,00') (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali paragraf buatannya menggunakan daftar periksa mandiri 3 poin kaidah penulisan nilai uang (penulisan Rp tanpa spasi, tanda koma nol-nol di belakang, dan penulisan huruf di awal kalimat) lalu menandai perbaikan jika ada kekeliruan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas penerapan kaidah penulisan nilai uang pada tulisan murid dan bersama murid menyimpulkan aturan penting penulisan angka dan huruf dalam konteks transaksi (3 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan mengapresiasi ketelitian murid dalam menulis dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang penulisan teks prosedur (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan format baku penulisan nilai uang (Rp[angka],00 dan format huruf [nominal] rupiah); murid yang lebih cepat diberikan data transaksi yang memuat pecahan puluhan ribu rupiah (misal: Rp25.500,00 dan Rp17.000,00).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pola kalimat rumpang untuk menyusun paragraf; murid yang mahir langsung menulis paragraf secara mandiri dengan variasi 4-5 kalimat.
  • Produk: Paragraf murid pemula memuat minimal 3 kalimat dengan 3 penulisan nilai uang sesuai data acuan; paragraf murid mahir memuat 4 kalimat transaksi dengan total hitungan belanja yang juga dituliskan sesuai kaidah penulisan uang.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat lisan/tulis memilih bentuk penulisan nilai uang yang benar dari 2 butir soal: Butir 1: 'Rp 5.000' vs 'Rp5.000,00' (acuan benar: 'Rp5.000,00'); Butir 2: '15.000 rupiah' vs 'Lima belas ribu rupiah' jika diletakkan di awal kalimat (acuan benar: 'Lima belas ribu rupiah').

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan paragraf transaksi murid untuk memastikan terpenuhinya minimal 1 penulisan nilai uang dengan huruf di awal kalimat (acuan: diawali huruf kapital, diakhiri kata rupiah, misal 'Empat ribu lima ratus rupiah') dan minimal 2 penulisan nilai uang dengan angka (acuan: lambang Rp tanpa titik/spasi, tanda titik pemisah ribuan, diakhiri ',00', misal 'Rp3.000,00' dan 'Rp2.500,00').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui pengisian lembar refleksi mandiri 3 butir: (1) Menyebutkan apakah lambang Rp diberi spasi atau tidak (acuan: tidak diberi spasi); (2) Menyebutkan apakah di akhir lambang angka ada ',00' (acuan: ya, ada tanda koma dan dua angka nol); (3) Menyebutkan bentuk penulisan nilai uang di awal kalimat (acuan: ditulis dengan huruf).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja menulis paragraf sederhana berisi penulisan nilai uang dengan angka dan huruf sesuai konteks transaksi menggunakan rubrik ketercapaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Nilai Uang dengan Huruf Sesuai Konteks (Awal Kalimat)Belum menuliskan nilai uang dengan huruf di awal kalimat, masih menggunakan simbol angka atau penulisan huruf keliru tanpa kata rupiah.Menuliskan nilai uang dengan huruf di awal kalimat tetapi masih terdapat kesalahan ejaan kata bilangan atau lupa menyertakan kata rupiah (acuan: huruf belum lengkap/salah ketik).Menuliskan nilai uang dengan huruf di awal kalimat secara tepat sesuai konteks dan kaidah (diawali huruf kapital, nama bilangan tepat, diakhiri kata rupiah, contoh: 'Empat ribu lima ratus rupiah...').Menuliskan lebih dari satu nilai uang dengan huruf secara mandiri, seluruhnya tepat kaidah ejaan huruf kapital dan penempatan kata rupiah sesuai konteks kalimat.
Penulisan Nilai Uang dengan Angka Sesuai KaidahBelum menerapkan kaidah penulisan simbol Rp dan nilai angka secara tepat (masih menggunakan spasi, tanda titik setelah Rp, atau tanpa akhiran ,00).Menuliskan 1 nilai uang dengan angka sesuai kaidah (Rp tanpa spasi, tanda titik ribuan, diakhiri ,00) dari minimal 2 nilai uang yang ditargetkan.Menuliskan minimal 2 nilai uang dengan angka secara tepat sesuai kaidah (contoh acuan: 'Rp3.000,00' dan 'Rp2.500,00') dalam kalimat konteks transaksi.Menuliskan 3 atau lebih nilai uang dengan angka secara konsisten dan seluruhnya tepat kaidah tanpa bantuan guru.
Penyusunan Teks Paragraf Sederhana Konteks TransaksiBelum mampu menyusun kalimat menjadi paragraf konteks transaksi yang padu, hanya menuliskan daftar harga lepas.Menyusun kalimat transaksi menjadi paragraf tetapi belum mencapai 3 kalimat atau hubungan antarkalimat transaksi belum runtut.Menyusun minimal 3 kalimat transaksi menjadi satu paragraf sederhana yang padu dan memuat konteks jual beli.Menyusun 4 kalimat atau lebih menjadi paragraf transaksi yang sangat padu dan runtut secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami perbedaan kaidah penulisan nilai uang ketika diletakkan di awal kalimat versus di tengah/akhir kalimat?
  • Bagian mana dari kaidah penulisan angka (spasi setelah Rp, titik ribuan, akhiran ,00) yang paling sering keliru ditulis oleh murid?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menulis lambang Rp dan tanda koma nol-nol (,00) dengan benar tanpa salah letak?
  • Bagaimana caraku menuliskan nilai uang jika posisinya berada di paling depan kalimat?

Pertemuan 11 — Menulis Bagian Tujuan serta Alat dan Bahan pada Teks Prosedur Membuat Celengan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana berupa teks prosedur cara menabung di bank atau membuat celengan dengan rangkaian kalimat yang beragam

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis bagian awal teks prosedur membuat celengan (tujuan serta alat dan bahan) menggunakan kalimat yang beragam (3 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Murid mengerjakan kuis identifikasi cepat pada lembar kertas kecil dengan mengklasifikasikan 4 item ke dalam kelompok 'Tujuan' atau 'Alat/Bahan'. Butir: 1) 'Gunting dan lem kertas', 2) 'Celengan ini dibuat untuk menyimpan sisa uang jajan', 3) 'Botol plastik bekas air mineral', 4) 'Petunjuk ini bertujuan membantu kita memanfaatkan kaleng bekas menjadi wadah tabungan' (acuan jawaban benar: nomor 2 dan 4 = Tujuan; nomor 1 dan 3 = Alat/Bahan) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati model struktur teks prosedur sederhana di papan tulis yang memuat judul, bagian tujuan (alasan/hasil yang ingin dicapai), dan daftar alat serta bahan (8 menit).
  • Murid bersama guru membedah contoh variasi kalimat dalam menuliskan tujuan membuat celengan, seperti kalimat tunggal ('Celengan ini berfungsi untuk menyimpan uang koin.'), kalimat majemuk bertingkat ('Kita membuat celengan dari botol bekas agar uang jajan dapat disisihkan setiap hari.'), serta perincian alat dan bahan secara teratur (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menyenangkan 'Pasang Rancang Celengan': Secara berpasangan, murid bermain menyusun kartu rincian alat dan bahan celengan kardus/botol bekas ke papan saku sesuai fungsinya (kardus/botol sebagai wadah utama, gunting/cutter sebagai pemotong, kertas warna/cat sebagai penghias, lem/selotip sebagai perekat) untuk memicu ide penulisan (10 menit).
  • Murid secara mandiri menulis draf bagian awal teks prosedur membuat celengan pada lembar kerja masing-masing, yang terdiri atas: 1) Judul teks prosedur, 2) Bagian tujuan yang disusun minimal 2 kalimat dengan struktur pola/rangkaian yang beragam (misalnya gabungan kalimat berpelengkap tujuan dan kalimat beranak kalimat sebab-akibat), serta 3) Daftar alat dan bahan yang terperinci minimal 4 jenis benda (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca ulang draf tulisan masing-masing dan melakukan pengecekan mandiri menggunakan daftar periksa ketercakupan: apakah tujuan sudah memuat maksud pembuatan celengan, apakah kalimat tujuan memiliki bentuk rangkaian yang berbeda, dan apakah alat serta bahan sudah tertulis lengkap (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil draf tulisan murid mengenai variasi kalimat pada bagian tujuan serta kelengkapan rincian alat dan bahan (8 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa draf tujuan serta alat dan bahan ini akan dilanjutkan dengan penulisan langkah-langkah pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata awal kalimat (misal: 'Celengan ini dibuat untuk...', 'Tujuan utama membuat celengan ini adalah agar...'), sedangkan murid mahir diberikan keleluasaan merancang celengan dengan bahan baku bebas (bambu, kaleng, atau karton tebal).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menulis kalimat majemuk dipandu guru dengan penggabungan dua ide kalimat sederhana, sedangkan murid yang mandiri langsung menulis draf secara utuh.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menuliskan 2 kalimat tujuan berpola sederhana dan 4 alat/bahan; murid yang lebih cepat menuliskan 3 kalimat tujuan dengan variasi konjungsi tujuan dan 5 atau lebih alat/bahan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemilahan bagian teks prosedur (4 item): mengklasifikasikan item ke dalam kategori 'Tujuan' atau 'Alat/Bahan'. Butir: 1) 'Gunting dan lem kertas' [Alat/Bahan], 2) 'Celengan ini dibuat untuk menyimpan sisa uang jajan' [Tujuan], 3) 'Botol plastik bekas air mineral' [Alat/Bahan], 4) 'Petunjuk ini bertujuan membantu kita memanfaatkan kaleng bekas menjadi wadah tabungan' [Tujuan]. Kriteria: murid yang menjawab benar minimal 3 butir siap menulis mandiri; murid yang menjawab kurang dari 3 butir diberi pendampingan contoh awal.

Proses:

  • Observasi draf tulisan murid pada lembar kerja saat menulis bagian tujuan serta alat dan bahan membuat celengan, memantau apakah murid menyusun minimal 2 kalimat tujuan dengan struktur yang beragam serta mencantumkan minimal 4 jenis alat dan bahan secara tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman draf tertulis di akhir sesi: Guru memeriksa lembar kerja penulisan teks prosedur murid dengan kriteria operasional penerimaan: (1) Bagian tujuan memuat minimal 2 kalimat bermakna tujuan pembuatan celengan dengan struktur rangkaian kalimat yang tidak monoton (ada kalimat tunggal dan kalimat majemuk tujuan), (2) Bagian alat dan bahan memuat minimal 4 item konkret pembuat celengan (wadah utama, alat potong, bahan perekat, bahan penghias).

Formatif:

  • Penilaian proses menulis draf teks prosedur bagian tujuan serta alat dan bahan menggunakan rubrik analitis performa menulis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penulisan Bagian Tujuan Teks ProsedurMenulis tujuan hanya berupa frasa atau 1 kalimat pendek tanpa variasi bentuk kalimat.Menulis 2 kalimat tujuan pembuatan celengan namun struktur rangkaian kalimatnya masih seragam/berpola sama persis.Menulis minimal 2 kalimat tujuan pembuatan celengan dengan rangkaian kalimat yang beragam (menggunakan kalimat tunggal dan majemuk bertingkat secara tepat).Menulis 3 kalimat atau lebih bagian tujuan pembuatan celengan dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam dan mengalir padu secara mandiri.
Penulisan Bagian Alat dan BahanMenuliskan kurang dari 3 alat dan bahan atau tidak sesuai dengan kebutuhan membuat celengan.Menuliskan 3 alat dan bahan yang sesuai untuk membuat celengan.Menuliskan minimal 4 alat dan bahan pembuat celengan (wadah utama, alat pemotong, perekat, dan penghias) secara lengkap.Menuliskan 5 alat dan bahan pembuat celengan atau lebih secara terperinci beserta fungsi spesifiknya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 18 menit pada penulisan draf mandiri mencukupi bagi seluruh murid untuk menyusun bagian tujuan serta alat dan bahan?
  • Bagian mana dari variasi rangkaian kalimat yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?

Murid:

  • Apakah kalimat tujuan yang kutulis sudah jelas menjelaskan manfaat celengan buatanku?
  • Apakah semua alat dan bahan yang kubutuhkan untuk membuat celengan sudah tercatat lengkap pada daftarku?

Pertemuan 12 — Menulis Langkah-Langkah Teks Prosedur Menabung di Bank Menggunakan Rangkaian Kalimat yang Beragam — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana berupa teks prosedur cara menabung di bank atau membuat celengan dengan rangkaian kalimat yang beragam

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan murid untuk belajar (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menulis langkah-langkah teks prosedur menabung di bank menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (3 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan diagnostik cepat dengan menampilkan 2 contoh kalimat petunjuk: (A) 'Ambillah nomor antrean di mesin antrean dekat pintu masuk.' dan (B) 'Kamu harus membawa buku tabungan serta uang yang ingin kamu tabung ke teller.' Murid diminta menunjukkan mana yang merupakan kalimat perintah langsung dan mana kalimat saran/informasi untuk memetakan kesiapan menyusun variasi kalimat (acuan: A = kalimat perintah langsung/imperatif, B = kalimat deklaratif/saran pemenuhan syarat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bagan alur menabung di bank yang disajikan guru di papan tulis: (1) Menyiapkan uang dan buku tabungan, (2) Mengambil nomor antrean teller, (3) Mengisi formulir setoran, (4) Menyerahkan uang ke teller saat nomor dipanggil, (5) Memeriksa cetakan saldo di buku tabungan (5 menit).
  • Murid membedah contoh variasi bentuk kalimat dalam teks prosedur: kalimat perintah langsung (contoh: 'Isilah formulir setoran dengan teliti!'), kalimat ajakan/anjuran (contoh: 'Sebaiknya kamu menghitung kembali uang sebelum menuju teller.'), dan kalimat pengurutan (contoh: 'Setelah nomor antrean dipanggil, serahkan uang dan slip setoran kepada petugas.') (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menyenangkan 'Ragam Pola Prosedur': Murid berpasangan mengambil kartu tantangan variasi kalimat, lalu berlatih mengubah 1 kalimat instruksi kaku menjadi kalimat instruksi yang beragam polanya (contoh kartu: mengubah 'Datang ke bank' menjadi kalimat beragam: 'Pertama, datanglah ke kantor bank terdekat dengan membawa buku tabungan.') (10 menit).
  • Secara mandiri pada lembar kerja, murid menuliskan minimal 4 langkah berurutan teks prosedur cara menabung di bank menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (mengombinasikan kalimat perintah langsung, kalimat anjuran/penjelas, dan kalimat berkata hubung urutan seperti 'pertama', 'kemudian', 'setelah itu') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf tulisan langkah prosedur masing-masing untuk memastikan apakah langkah-langkahnya sudah urut dan kalimat yang digunakan tidak monoton atau berulang polanya (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara menulis langkah-langkah teks prosedur menabung di bank dengan kalimat yang runtut dan beragam (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil tulisan murid serta menginformasikan bahwa di pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif untuk mengukur pencapaian seluruh bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan kartu kata bantu penanda urutan (pertama, selanjutnya, setelah itu, terakhir) dan kata kerja aksi operasional, sedangkan murid cepat diberikan kebebasan mengeksplorasi konteks transaksi setoran tunai dengan mesin CRM (Cash Recycling Machine) atau teller.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan intensif dalam memvariasikan kalimat perintah menjadi kalimat berpenanda urutan bagi murid yang masih menulis langkah dengan satu pola kata kerja saja.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menuliskan minimal 4 langkah terurut dengan minimal 2 variasi struktur kalimat, sedangkan murid mahir menuliskan 5-6 langkah terperinci dengan minimal 3 variasi struktur kalimat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemetaan pengenalan bentuk kalimat petunjuk melalui identifikasi 2 jenis kalimat instruksi: (1) 'Ambillah nomor antrean di mesin antrean dekat pintu masuk.' dan (2) 'Kamu harus membawa buku tabungan serta uang yang ingin kamu tabung ke teller.' (acuan ketepatan: kalimat 1 merupakan kalimat perintah imperatif langsung; kalimat 2 merupakan kalimat deklaratif/saran kebutuhan).

Proses:

  • Observasi saat aktivitas mandiri menulis teks prosedur: memeriksa apakah tulisan murid memuat minimal 4 langkah logis menabung di bank (acuan langkah inti: menyiapkan dokumen/uang, mengambil antrean, mengisi slip setoran, transaksi teller/validasi saldo) dan memeriksa keragaman struktur kalimat (minimal memuat kalimat perintah dan kalimat berkonjungsi temporal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui penelaahan draf mandiri: murid menunjukkan 2 kalimat dengan bentuk/pola berbeda yang telah ditulis dalam langkah teks prosedurnya (kriteria penerimaan operasional: murid dapat membedakan mana kalimat perintah murni dan mana kalimat majemuk penanda urutan waktu dalam teks buatannya).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja menulis langkah-langkah teks prosedur menabung di bank dengan fokus pada kelengkapan urutan langkah dan keragaman rangkaian kalimat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan dan Keruntutan Langkah Prosedur Menabung di BankMenuliskan kurang dari 3 langkah prosedur menabung di bank dan urutannya belum tepat.Menuliskan 3 langkah prosedur menabung di bank dengan urutan yang cukup tepat.Menuliskan minimal 4 langkah prosedur menabung di bank secara tepat dan urut dari persiapan hingga penyelesaian transaksi.Menuliskan 5 langkah atau lebih prosedur menabung di bank secara lengkap, urut, dan sangat terperinci dari persiapan hingga pencetakan saldo.
Keragaman Rangkaian KalimatSeluruh langkah ditulis dengan satu pola kalimat yang sama persis secara monoton (misalnya hanya kata kerja dasar berulang tanpa variasi penjelas).Menggunakan rangkaian kalimat yang mulai bervariasi tetapi masih didominasi oleh satu bentuk kalimat petunjuk yang berulang.Menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (memadukan kalimat perintah langsung dengan kalimat berpenanda urutan waktu atau kalimat penjelas).Menggunakan rangkaian kalimat yang sangat beragam dan mengalir secara alami (memadukan kalimat imperatif, kalimat anjuran/kondisional, dan konjungsi urutan temporal dengan variatif pada setiap langkah).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menulis mandiri mencukupi bagi murid untuk menyusun variasi kalimat?
  • Bagian langkah menabung di bank manakah yang paling sering ditulis keliru atau terbalik oleh murid?

Murid:

  • Apakah kamu merasa kesulitan mengubah kalimat perintah biasa menjadi kalimat yang lebih bervariasi?
  • Langkah menabung di bank mana yang menurutmu paling penting dituliskan dengan jelas?

Pertemuan 13 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengidentifikasi isi teks sastra berbentuk teks aural melalui fabel Ditukar dengan Apa
  • TP 4.5.2 Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan tentang literasi keuangan dan sejarah uang
  • TP 4.5.3 Menemukan informasi dalam teks nonsastra berbentuk cetak tentang cara menabung
  • TP 4.5.4 Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks kebutuhan dan keinginan dalam menabung
  • TP 4.5.5 Menulis teks sederhana dengan kaidah kebahasaan penulisan nilai uang menggunakan angka dan huruf sesuai dengan konteks
  • TP 4.5.6 Menulis berbagai tipe teks sederhana berupa teks prosedur cara menabung di bank atau membuat celengan dengan rangkaian kalimat yang beragam

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta perlengkapan alat tulis murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 5 serta menjelaskan alur teknis dua stasiun tugas: Tugas 1 Unjuk Kerja Lisan Serentak dalam kelompok kecil (30 menit) dan Tugas 2 Tes Tertulis-Produk Mandiri (35 menit) secara tertib dan jujur (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembacaan petunjuk teknis Tugas 1 Unjuk Kerja Lisan Serentak, di mana murid dibagi menjadi kelompok kecil berisi 4-5 orang terfasilitasi kartu peran bergiliran untuk merespons pertanyaan aural fabel, membaca nyaring kartu kosakata, dan menyampaikan pendapat lisan (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • TUGAS 1 (Lisan Serentak dalam Kelompok Kecil, dipantau guru keliling): Murid secara bergiliran menjawab lisan 2 pertanyaan isi fabel Ditukar dengan Apa yang dibacakan (Pertanyaan 1: Apa masalah yang dialami Ka Kancil saat ingin menukar jagungnya? [Acuan: Tidak ada hewan yang mau menukar kangkung dengan jagung Ka Kancil / sistem barter sulit menemukan kecocokan barang]; Pertanyaan 2: Bagaimana hewan-hewan akhirnya menyelesaikan masalah pertukaran barang tersebut? [Acuan: Mereka menyepakati alat tukar bersama / uang]), melafalkan 4 kata baru literasi keuangan pada kartu baca secara fasih tanpa mengeja dan tanpa ragu (Daftar kata: 1. Barter, 2. Transaksi, 3. Rekening, 4. Koperasi), serta menyajikan pendapat 1 menit tentang kebutuhan vs keinginan dalam menabung dengan pilihan kata tepat, sikap tubuh/gestur wajar, serta volume dan intonasi yang jelas sesuai konteks (27 menit).
  • TUGAS 2 (Tes Tertulis dan Produk Menulis Serentak Individu): Seluruh murid mengerjakan lembar kerja individu mandiri yang mencakup 3 bagian: Bagian A menjawab 2 informasi rinci teks cetak Ayo Menabung (Soal 1: Di mana sajakah tempat yang aman untuk menabung menurut teks? [Acuan: Celengan di rumah, bank, atau koperasi sekolah]; Soal 2: Apa manfaat utama menyisihkan uang untuk ditabung? [Acuan: Memiliki dana cadangan untuk kebutuhan darurat / melatih hidup hemat]); Bagian B menuliskan kaidah penulisan 5 nominal nilai uang menggunakan angka dan huruf secara tepat (1. Rp15.000,00 ditulis lima belas ribu rupiah; 2. Rp27.500,00 ditulis dua puluh tujuh ribu lima ratus rupiah; 3. Rp50.000,00 ditulis lima puluh ribu rupiah; 4. Rp75.000,00 ditulis tujuh puluh lima ribu rupiah; 5. Rp100.000,00 ditulis seratus ribu rupiah); Bagian C menyusun produk draf teks prosedur sederhana (pilihan: Cara Menabung di Bank ATAU Cara Membuat Celengan) yang memuat struktur lengkap: Tujuan, Alat/Bahan atau Persyaratan, dan minimal 3 Langkah berurutan menggunakan rangkaian kalimat yang beragam (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan lembar pemantauan tugas lisan kepada guru dengan tertib dan berkesadaran penuh (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas integritas, kemandirian, dan kerja keras seluruh murid dalam menuntaskan asesmen sumatif Bab 5 (2 menit).
  • Murid bersama guru melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman belajar sepanjang Bab 5 'Bertukar atau Membayar' dan menutup sesi dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format teks: teks instruksi dan kartu bacaan dicetak dengan ukuran huruf lebih besar atau dibacakan ulang secara aural bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah materi uji.
  • Proses: Akomodasi waktu penyampaian: murid yang memerlukan waktu berpikir diberikan jeda tenang 10 detik sebelum memulai berbicara tanpa mengurangi kriteria penilaian unjuk kerja.
  • Produk: Akomodasi penulisan teks prosedur: murid dapat memilih tema prosedur yang paling dikuasai (cara menabung di bank ATAU cara membuat celengan) dengan standar rubrik struktur dan keragaman kalimat yang sama persis.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi: tes unjuk kerja lisan serentak dalam kelompok kecil (stasiun berbicara/membaca nyaring) dan tes tertulis-produk menulis serentak.: Performa lisan (pelafalan kosakata baru, identifikasi aural fabel, penyampaian pendapat kebutuhan/keinginan) dalam kelompok kecil serta lembar portofolio tertulis (informasi teks menabung, penulisan nilai uang angka/huruf, dan draf teks prosedur).
  • unjuk kerja lisan serentak dalam kelompok kecil: Kinerja murid dalam kelompok kecil (4-5 murid per kelompok secara serentak terfasilitasi kartu peran dan pemantauan guru keliling): menjawab lisan pertanyaan pemahaman fabel yang dibacakan guru/rekaman, melafalkan 4 kata baru literasi keuangan pada kartu baca, dan menyampaikan pendapat 1 menit tentang kebutuhan vs keinginan dengan gestur serta intonasi yang tepat. (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan analitik (kelancaran lafal, ketepatan isi fabel, dan ekspresi/intonasi pendapat))
  • tes tertulis dan produk menulis teks serentak: Lembar kerja individu yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas: memuat jawaban informasi rinci dari teks cetak 'Ayo Menabung', 5 kalimat berisi penulisan nominal uang rupiah menggunakan angka dan huruf secara tepat, serta produk draf teks prosedur sederhana (cara menabung di celengan/bank) dengan struktur tujuan, alat/bahan, dan langkah runtut berkalimat beragam. (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan rubrik penilaian teks prosedur)

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi: tes unjuk kerja lisan serentak dalam kelompok kecil (stasiun berbicara/membaca nyaring) dan tes tertulis-produk menulis serentak.: Performa lisan (pelafalan kosakata baru, identifikasi aural fabel, penyampaian pendapat kebutuhan/keinginan) dalam kelompok kecil serta lembar portofolio tertulis (informasi teks menabung, penulisan nilai uang angka/huruf, dan draf teks prosedur).
  • unjuk kerja lisan serentak dalam kelompok kecil: Kinerja murid dalam kelompok kecil (4-5 murid per kelompok secara serentak terfasilitasi kartu peran dan pemantauan guru keliling): menjawab lisan pertanyaan pemahaman fabel yang dibacakan guru/rekaman, melafalkan 4 kata baru literasi keuangan pada kartu baca, dan menyampaikan pendapat 1 menit tentang kebutuhan vs keinginan dengan gestur serta intonasi yang tepat. (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan analitik (kelancaran lafal, ketepatan isi fabel, dan ekspresi/intonasi pendapat))
  • tes tertulis dan produk menulis teks serentak: Lembar kerja individu yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas: memuat jawaban informasi rinci dari teks cetak 'Ayo Menabung', 5 kalimat berisi penulisan nominal uang rupiah menggunakan angka dan huruf secara tepat, serta produk draf teks prosedur sederhana (cara menabung di celengan/bank) dengan struktur tujuan, alat/bahan, dan langkah runtut berkalimat beragam. (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan rubrik penilaian teks prosedur)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Isi Teks Aural Fabel (TP 4.5.1)Belum mampu menjawab 2 pertanyaan isi fabel Ditukar dengan Apa secara tepat (0 jawaban tepat). Acuan: (1) Masalah: Ka Kancil sulit menukar jagung dengan kangkung / sistem barter sulit menemukan kecocokan barang; (2) Penyelesaian: Menyepakati alat tukar bersama / uang.Menjawab tepat 1 dari 2 pertanyaan isi fabel Ditukar dengan Apa sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat 2 dari 2 pertanyaan isi fabel Ditukar dengan Apa secara jelas sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat 2 dari 2 pertanyaan isi fabel Ditukar dengan Apa secara mandiri, lengkap, dan rinci sesuai acuan kunci jawaban.
Membaca Fasih Kata-Kata Baru Literasi Keuangan (TP 4.5.2)Membaca kurang dari 2 kata dengan fasih pada kartu baca. Daftar kata target: 1. Barter, 2. Transaksi, 3. Rekening, 4. Koperasi. Indikator fasih: dilafalkan langsung tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa mengulang.Membaca 2-3 dari 4 kata baru dengan fasih tanpa mengeja sesuai daftar kata target.Membaca seluruh 4 kata baru dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu sesuai daftar kata target.Membaca seluruh 4 kata baru dengan sangat fasih, tepat pelafalan, lancar seketika, dan mandiri sesuai daftar kata target.
Menyajikan Pendapat Kebutuhan vs Keinginan Menabung (TP 4.5.4)Menyampaikan pendapat dengan pilihan kata belum sesuai konteks, volume suara tidak terdengar jelas, dan tanpa gestur/sikap tubuh yang sesuai.Menyampaikan pendapat dengan pilihan kata cukup sesuai konteks, namun volume suara atau gestur masih belum konsisten.Menyajikan pendapat tentang kebutuhan vs keinginan menabung dengan pilihan kata sesuai, sikap tubuh/gestur wajar, serta volume dan intonasi yang tepat.Menyajikan pendapat tentang kebutuhan vs keinginan menabung secara runtut dan meyakinkan dengan pilihan kata sangat tepat, sikap tubuh/gestur sangat wajar, serta volume dan intonasi stabil sesuai konteks.
Menemukan Informasi Teks Cetak Ayo Menabung (TP 4.5.3)Belum menemukan informasi yang tepat pada kedua butir pertanyaan (0 jawaban tepat). Acuan: (1) Tempat aman: celengan di rumah, bank, atau koperasi sekolah; (2) Manfaat utama: memiliki dana cadangan kebutuhan darurat / hidup hemat.Menemukan informasi tepat pada 1 dari 2 pertanyaan teks cetak sesuai acuan kunci jawaban.Menemukan informasi tepat pada 2 dari 2 pertanyaan teks cetak sesuai acuan kunci jawaban.Menemukan informasi tepat pada 2 dari 2 pertanyaan teks cetak secara lengkap, tepat, dan mandiri sesuai acuan kunci jawaban.
Menulis Kaidah Penulisan Nilai Uang Angka dan Huruf (TP 4.5.5)Menuliskan kaidah penulisan nilai uang angka dan huruf secara tepat pada kurang dari 3 butir soal. Acuan 5 target: 1. Rp15.000,00 = lima belas ribu rupiah; 2. Rp27.500,00 = dua puluh tujuh ribu lima ratus rupiah; 3. Rp50.000,00 = lima puluh ribu rupiah; 4. Rp75.000,00 = tujuh puluh lima ribu rupiah; 5. Rp100.000,00 = seratus ribu rupiah.Menuliskan kaidah penulisan nilai uang angka dan huruf secara tepat pada 3-4 dari 5 butir soal sesuai acuan kunci jawaban.Menuliskan kaidah penulisan nilai uang angka dan huruf secara tepat pada seluruh 5 butir soal sesuai acuan kunci jawaban.Menuliskan kaidah penulisan nilai uang angka dan huruf secara tepat pada seluruh 5 butir soal secara sempurna tanpa kesalahan tanda baca titik/koma maupun ejaan huruf.
Menulis Teks Prosedur dengan Kalimat Beragam (TP 4.5.6)Menulis teks prosedur yang hanya memuat 1 bagian struktur atau langkah tidak runtut serta kalimat belum beragam.Menulis teks prosedur memuat 2 bagian struktur (tujuan dan langkah), langkah urut namun pola kalimat masih seragam.Menulis teks prosedur lengkap (tujuan, alat/bahan/syarat, dan minimal 3 langkah runtut) dengan rangkaian kalimat yang beragam (menggunakan variasi kalimat perintah, aktif, dan konjungsi urutan).Menulis teks prosedur lengkap (tujuan, alat/bahan/syarat, dan minimal 3 langkah runtut) dengan rangkaian kalimat yang sangat beragam, variatif, dan runtut logis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu pada asesmen sumatif kombinasi (lisan serentak kelompok kecil dan tertulis mandiri) berjalan efektif dalam 70 menit?
  • Bagaimana tingkat ketercapaian murid kelas 4 pada kompetensi literasi keuangan dan menulis teks prosedur di Bab 5 ini?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling mudah dan paling menantang bagiku (berbicara, membaca kata baru, menghitung nilai uang, atau menulis teks prosedur)?
  • Apa hal paling berharga yang aku pelajari tentang cara bertukar, menggunakan uang, dan menabung sepanjang bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 5
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 5 halaman 98-106
  3. Naskah teks aural fabel 'Ditukar dengan Apa?' karya Eva Nukman
  4. Kartu nama tokoh cerita (Ka Kancil, Dak Bebek, Ela Pelatuk, Ke Kelinci, Ti Tikus, Sa Angsa)
  5. Lembar Kerja Murid (LKM) Identifikasi Tokoh dan Masalah Barter
  6. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 5 Halaman 154-156
  7. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 5 Halaman 99-103
  8. Set kartu alur peristiwa penyelesaian masalah (Kartu A, B, C, D)
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD Bab 5
  11. Kartu kata bertuliskan: barter, komoditas, transaksi, rekening, tabungan
  12. Lembar petikan bacaan 'Dari Barter ke Uang Elektronik'
  13. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023 Bab 5.
  14. Kartu kata dan lembar bacaan kalimat kompleks bertema sejarah uang.
  15. Lembar kendali membaca mandiri.
  16. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD/MI (Kemendikbudristek 2023), Bab 5 Halaman 114-115 teks 'Ayo Menabung'
  17. Kartu kutipan informasi teks 'Tebak Tepat Teks'
  18. Lembar Kerja Murid (LKPD) Menemukan Informasi Pokok Teks Cetak
  19. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Edisi Revisi, Bab 5 halaman 114–115 (Teks Cetak 'Ayo, Menabung')
  20. Lembar Kerja Siswa 'Detektif Informasi: Menemukan Rincian Menabung'
  21. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV, Bab 5
  22. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV, Bab 5
  23. Benda konkret: buku tulis dan gantungan kunci boneka
  24. Papan tulis dan kartu kalimat pemandu penyajian pendapat
  25. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemdikbudristek, 2023)
  26. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV Bab 5 'Bertukar dan Membayar' Halaman 116-120
  27. Kotak Suara Bijak dan 3 Kartu Topik Skenario Kebutuhan vs Keinginan Menabung
  28. Lembar Ceklis Refleksi Penilaian Diri Berbicara
  29. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV Halaman 153-157
  30. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV Halaman 111-112
  31. Papan tulis dan Lembar Kerja Siswa Menulis Nilai Uang
  32. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 5 Bertukar dan Membayar
  33. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 5 Halaman 111-113
  34. Contoh teks model transaksi dan daftar harga barang koperasi sekolah di papan tulis/kartu data harga
  35. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021/2023) Bab 5
  36. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021/2023) Bab 5
  37. Contoh teks prosedur pembuatan barang kriya sederhana
  38. Kartu permainan 'Pasang Rancang Celengan' berisi nama dan gambar alat serta bahan
  39. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi)
  40. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar SD Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 5 halaman 118-119
  41. Bagan alur pelayanan menabung di bank atau contoh formulir/slip setoran bank
  42. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023 Bab 5.
  43. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar Kelas IV SD, Kemendikbudristek 2023 Bab 5 Halaman 98-125.
  44. Kartu kosakata literasi keuangan (barter, transaksi, rekening, koperasi) dan lembar soal tes tertulis-produk Bab 5.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.